Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

KUBAR, MP – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah keberagaman Indonesia.

Menag Nasaruddin Umar bahkan tidak ragu mengatakan bahwa Indonesia  adalah lukisan terindah yang Tuhan ciptakan di muka bumi ini.

Menurut Menag, lukisan indah itu bukan karena bingkai emas, tapi latar putih yang menjadi indah karena warna merah, hijau, kuning, jingga dan beragam warna kontras lainnya.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang  paling indah, paling cantik di muka bumi. Karena itu jangan ada yang merusak  lukisan ini,” pesan Menag Nasaruddin saat mengisi acara Dialog Kebangsaan dalam rangka Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, Sabtu 4 Juli 2026.

Sebaliknya, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus Kalimantan Timur dan Kutai Barat untuk  menjadikan Indonesia sebagai contoh elaborasi semua umat beragama.

Hal yang membanggakan kata Menag, sejak merdeka, Indonesia sukses mencapai puncak kerukunan pada tahun 2025-2026 dengan skor 87.

“Tidak ada negara yang paling plural dan heterogen, selain Indonesia. Ribuan pulau, berbeda budaya, adat dan agama. Tapi bisa menampilkan kedamaian dan kerukunan. Negara yang paling rukun di dunia adalah Indonesia,” puji Menag lagi.

Pesan lain disampaikan Menag Nasaruddin Umar agar pondok pesantren dan masjid bukan hanya menjadi tempat belajar dan tempat ibadah, tapi juga rumah bagi kemanusiaan, bukan hanya rumah umat Islam.

“Semua anak Indonesia adalah bersaudara.

Masjid juga harus menjadi rumah besar bagi kemanusiaan,” pesan Menag Nasaruddin Umar.(**)

SAMARINDA, MP – Suasana Kampus Pusjar LKPP LAN RI di Jalan H M Ardans, Samarinda, tampak berbeda pada Jumat (3/7/2026). Sejumlah pejabat teras Pemkot Samarinda berkumpul untuk memaparkan gagasan-gagasan segar mereka dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026.

Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri turut hadir dalam forum tersebut, bukan sekadar sebagai tamu, melainkan mengemban peran sebagai mentor bagi para peserta yang mempresentasikan rancangan proyek perubahan mereka.

Seminar dibuka dengan paparan dari Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, yang mengangkat proyek bertajuk Transformasi Ekosistem Regulasi Samarinda (TERAS Samarinda).

Giliran berikutnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, Cahya Ernawan, memaparkan Transformasi Tata Kelola Pendapatan Daerah. Tak kalah menarik, Kepala BKPSDM Kota Samarinda, Fiona Citrayani, memperkenalkan AKSANA Talenta, sebuah strategi untuk mempercepat penataan karier ASN berbasis talenta.

Ketiga paparan itu mendapat sorotan tajam dari penguji sesi pertama, Dr Muhammad Aswad, M Si Dalam catatannya, ia mengingatkan bahwa setiap proyek perubahan tak boleh berhenti pada gagasan indah semata. Harus ada indikator yang jelas, tegasnya, sekaligus kemampuan pemimpin untuk merangkul banyak pihak agar mau bergerak bersama mengikuti arah transformasi yang dirancang.

Memasuki sesi kedua, giliran Kepala Disnaker Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, tampil dengan gagasan Si Jempol Naker Sistem Jemput Bola Lowongan Kerja dan Auto Matching Ketenagakerjaan. Disusul Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Muhammad Arif Surochman, yang memperkenalkan SAPA Disabilitas, strategi aksi perlindungan dan pemberdayaan sosial bagi penyandang disabilitas.

Tak ketinggalan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda, Joshua Laden, membawa gagasan SIAGA Samarinda (Sentral Informasi Ancaman Geospasial dan Analisis Samarinda), sebuah upaya memperkuat sistem informasi dan analisis demi mendukung pengambilan kebijakan daerah yang lebih tepat sasaran.

Penguji sesi kedua, Dr Hari Nugraha, SE MPM tak segan memberikan apresiasi atas gagasan-gagasan inovatif yang dipaparkan. Menurutnya, pelatihan kepemimpinan semacam ini diharapkan menjadi pemantik percepatan perubahan dan inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

Di penghujung seminar, Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri menyampaikan rasa bangganya terhadap jajaran pejabat yang telah menghadirkan program-program inovatif dan solutif demi kemajuan daerah.

Namun ia menitipkan pesan penting: seluruh rancangan proyek perubahan itu jangan hanya berhenti di atas kertas. Ia berharap gagasan-gagasan tersebut benar-benar terealisasi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan kualitas pelayanan publik di Kota Samarinda pun kian meningkat.(**)

SENDAWAR, MP – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah tengah yakni Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar).

Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi sosial dan infrastruktur di daerah khususnya wilayah tengah.

“Semoga perjalanan kita lancar dari berangkat hingga selesai. Utamakan keselamatan dan pengguna jalan lainnya,” pesan Gubernur Harum melalui saluran radio rangkaian, Jumat 3 Juli 2026.

Kunjungan diawali dengan meninjau Lapas Wanita Tenggarong, dilanjutkan meresmikan Rumah Produksi Bersama Pakan Ternak di Desa Loleng, Kukar dan berdiskusi dengan pelaku UMKM setempat.

Menempuh jalur darat ini, Gubernur Rudy Mas’ud dan rombongan diperkirakan sampai di Melak, Kutai Barat pada malam hari.

Keesokan harinya, Gubernur Harum akan meninjau penanganan ruas poros jalan Asa – Juaq Asa. Proyek ini bersumber dari bantuan keuangan TA 2025 dengan panjang penanganan 2 km rigid beton.

Gubernur Harum juga akan meresmikan SMK 3 Sendawar dan bersilaturahmi bersama Menteri Agama RI Profesor Dr H Nasaruddin Umar.

Sedangkan pada hari ketiga Gubernur Harum dan rombongan juga akan meninjau kegiatan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Tanjung Isuy dan Muara Tae.

Gubernur Harum akan menutup kunjungannya dengan datang langsung ke tiga desa yang masih terisolir di Kaltim yakni Tanjung Soke, Deraya dan Gerunggung.(**)

SENDAWAR, MP – Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Barat berlangsung khidmat di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) pada Rabu (01/07/2026).

Erick Victory resmi mengemban amanah baru tersebut setelah melalui prosesi pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederik Edwin, Wakil Bupati H. Nanang Adriani, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, serta jajaran Forkopimda. Turut hadir  Mantan Bupati Kutai Barat Ismail Thomas, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, hingga Camat di lingkungan Pemkab Kutai Barat.

Tak hanya dari jajaran birokrasi, pelantikan ini juga disaksikan oleh Ketua TP-PKK Kutai Barat, Anggota Presidium Dewan Adat, Ketua KONI, serta organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dan KNPI.

Dalam sambutannya, Bupati Frederik Edwin menyampaikan ucapan selamat kepada Erick Victory. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis demi menjaga keberlanjutan roda pemerintahan.

“Jabatan Sekretaris Daerah adalah motor penggerak utama birokrasi pemerintah daerah yang memiliki peran sangat krusial dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan perangkat daerah, serta jajaran memastikan pelayanan publik berjalan prima,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah hingga staf untuk memberikan dukungan penuh kepada Sekda baru.

“Sinergi yang kuat di antara kita adalah kunci utama bagi kesuksesan pembangunan di bumi Tanaa Purai Ngeriman yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan kepada Sekretaris Daerah yang baru dilantik, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi momentum bersejarah tersebut.(**)

SAMARINDA, MP – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menerima audiensi Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan dr Herman Dinata Mihardja, Kamis 2 Juli 2026.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan dukungan penuh agar semua penduduk Kalimantan Timur terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

“Saya ingin semua rakyat Kaltim, baik yang kurang mampu maupun pekerja rentan terdaftar dalam BPJS Kesehatan dan terlayani dengan baik saat mereka harus ke rumah sakit,” kata Gubernur Harum di Kantor Gubernur Kaltim.

Kepada BPJS Kesehatan, Gubernur Harum meminta agar mereka bisa membantu menjadi salah satu problem solver persoalan kesehatan di Kaltim.

Sementara Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan dr Herman Dinata Mihardja mengaku sangat bangga karena dukungan penuh diberikan Gubernur Harum.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur memberi dukungan penuh untuk kepesertaan JKN BPJS Kesehatan di Kaltim,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dari total 4,2 juta penduduk Kaltim kepesertaan JKN mencapai 99 persen dengan tingkat keaktifan mencapai 89 persen.

“Keaktifan Kaltim di atas rata-rata nasional 80 persen,” imbuhnya.

Selain terkait kepesertaan, Gubernur Rudy Mas’ud juga mengingatkan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan peserta JKN BPJS Kesehatan.(**)

BERAU, MP – Festival Budaya Abutta Banua 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-6 Kelurahan Sambaliung resmi digelar di Keraton Sambaliung, Rabu (1/7).

Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji didampingi istri, serta dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Timur Daerah Pemilihan VI Makmur HAPK, Husin Djufri, dan Syarifatul Sya’diah.

Turut hadir Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Berau Gamalis. Pembukaan festival juga dihadiri sejumlah tokoh adat dan perwakilan kesultanan, di antaranya Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Bulungan, dan Kesultanan Paser, yang memperkuat nuansa persatuan budaya di Kalimantan Timur.

Festival menghadirkan berbagai rangkaian tradisi adat Kesultanan Sambaliung, mulai dari prosesi mandi-mandi pengantin, ampik selayang pandang, hingga beragam pertunjukan seni dan budaya sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Berau.

Anggota DPRD Kalimantan Timur Syarifatul Sya’diah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival Abutta Banua yang setiap tahun terus menjaga eksistensi budaya Kesultanan di tengah perkembangan zaman.

“Budaya Kesultanan di sini harus dijaga dan dilestarikan, jangan sampai hilang ditelan waktu di tengah era modernisasi. Dari DPRD Provinsi, kami sangat mengapresiasi bahwa budaya ini tetap dijaga, dilestarikan, dan tiap tahun bisa diagendakan sehingga tidak punah, sekaligus dapat mengundang daya tarik wisata,” ujar Syarifatul.

Festival Budaya Abutta Banua menjadi bukti bahwa budaya bukan hanya warisan yang dikenang, tetapi juga kekuatan yang terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang untuk mendukung kemajuan pariwisata dan kebanggaan daerah.(**)

SAMARINDA, MP – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menerima kunjungan kerja (Kunker) Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Wagub Kaltara) Ingkong Ala beserta rombongan di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Selasa 30 Juni 2026.

Gubernur Harum mengapresiasi atas kunjungan kerja yang dilakukan Wagub Kaltara dan rombongan. Kunjungan ini menjadikan silaturahmi dan kolaborasi semakin kuat antara Provinsi Kaltim dengan Kaltara.

“Hubungan Provinsi Kaltim dengan Kaltara tidak erat lagi, tapi tak terpisahkan. Artinya, bukan hanya wilayahnya saja yang saling terhubung, tetapi SDMnya yang juga memiliki hubungan dengan Kaltim,” katanya.

Menurut Gubernur, ada beberapa wilayah Kaltim yang berhubungan langsung dengan Kaltara, yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau.

Masyarakat di daerah tersebut saling berinteraksi. Sehingga, komunikasi antara daerah tetap terjaga dengan baik di perbatasan wilayah antara Kaltim dan Kaltara. Seperti masyarakat Apau Kayan, Malinau dengan Mahulu.

“Harapan kita bukan mengenai pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur saja. Tetapi, bagaimana pemerintah wajib hadir di perbatasan pedalaman Kaltim dan Kaltara, sehingga masyarakat mendapatkan akses lebih baik,” jelas Gubernur.

Gubernur Harum mengajak bersama membangun wilayah perbatasan. Pemprov Kaltim menginginkan ke depan adanya perubahan terkait wilayah perbatasan ini. Jika dulu bagian dari halaman belakang provinsi. Ke depan akan menjadi halaman depan Provinsi Kalimantan.(**)

TENGGARONG, MP – Komitmen menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui kolaborasi lintas sektor. Bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Kapolres Kukar dan Ketua Baznas meresmikan sekaligus meninjau hasil program rehabilitasi Rumah Layak Huni (RLH) hasil kolaborasi Polres Kutai Kartanegara dengan Baznas Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin 29/06.

Program tersebut menyasar tiga penerima manfaat, yakni Ibu Yayuk, warga ekonomi rentan di Gang Bubuhan Blok C, Kelurahan Loa Ipuh Gunung Belah; Ibu Rusdiah, seorang warakawuri Polri di Gang Beringin 2, Kelurahan Loa Ipuh Gunung Belah; serta Ibu Sukarni, warga prasejahtera di kawasan Rapak Nyamuk, Gang Pandai Besi, Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa program rehabilitasi rumah ini merupakan bagian dari implementasi 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang kini telah memasuki satu tahun pelaksanaan. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga mampu mempercepat hadirnya manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi dan kerja sama yang baik, kita terbukti bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dan bermanfaat. Jika hanya Baznas sendiri yang mengerjakan, waktu 19 hari itu tidak akan terkejar. Namun dengan dukungan tenaga dari Polres, prosesnya jauh lebih cepat dan manfaatnya langsung dirasakan warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gagasan rehabilitasi rumah layak huni ini bermula dari inisiatif Kapolres Kutai Kartanegara yang kemudian mendapat respons cepat dari Baznas Kukar. Sinergi tersebut terbukti efektif mempercepat proses pembangunan berkat keterlibatan personel Polres Kukar dalam pengerahan tenaga di lapangan.

Keberhasilan menyelesaikan rehabilitasi rumah dalam waktu singkat dinilai menjadi contoh konkret pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Selain dukungan dari Polres dan Baznas, program tersebut juga mendapat kontribusi dari Bank Kaltimtara yang mengambil bagian dalam pembiayaan pembangunan tiga unit rumah. Dukungan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kukar dengan jajaran Polres Kutai Kartanegara sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat.

Bupati Aulia juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari kepercayaan para muzakki yang mempercayakan pengelolaan zakat kepada Baznas sehingga dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengajak seluruh ASN, instansi, dunia usaha, dan masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat melalui Baznas. Pengelolaannya semakin baik, transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ke depan, Pemkab Kukar berencana memperluas kolaborasi serupa dengan melibatkan Kodim melalui program rehabilitasi rumah layak huni. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat di berbagai wilayah Kutai Kartanegara.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Polri, Baznas, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kekuatan besar dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Upaya ini adalah bagian dari komitmen kita bersama dalam mewujudkan 17 Program Dedikasi Kukar Idaman. Di usianya yang telah satu tahun, secara bertahap kita terus menghadirkan hunian yang lebih baik, lebih layak, dan lebih nyaman bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” tutupnya.

TENGGARONG – Indonesia Esports Association (IESPA) Kutai Kartanegara terus mendorong lahirnya ekosistem esports yang sehat, kompetitif, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ketua IESPA Kutai Kartanegara, Candra Oktavianto, pada Kamis 11 Juni 2026 di Tenggarong.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, penyelenggaraan turnamen, hingga penguatan kolaborasi antar pelaku industri kreatif yang terus berlangsung hingga 2026 di Kutai Kartanegara.

Ketua IESPA Kutai Kartanegara Candra Oktavianto menuturkan bahwa perkembangan esports saat ini telah melampaui fungsi hiburan semata. Menurutnya, esports telah berkembang menjadi sektor yang memiliki potensi besar dalam mencetak prestasi sekaligus membuka peluang di bidang ekonomi kreatif dan digital.

Karena itu, IESPA Kukar terus berupaya menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat serta meningkatkan kapasitas mereka melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Ia mengatakan, komitmen tersebut sejalan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang selama beberapa tahun terakhir secara konsisten menghadirkan berbagai kompetisi esports berskala besar. Salah satunya melalui penyelenggaraan Esports Piala Merah Putih Bupati Cup yang rutin digelar sejak 2022 dan menjadi salah satu turnamen terbesar di Kutai Kartanegara maupun Kalimantan Timur. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah pencarian dan pembinaan atlet-atlet muda potensial dari berbagai daerah.

“IESPA bukan hanya hadir sebagai wadah pembinaan dan pengembangan esports. Kami ingin memastikan bahwa para pemain, komunitas, dan pelaku esports di Kutai Kartanegara memiliki ruang untuk berkembang melalui kompetisi yang sehat dan program pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap peran IESPA hanya sebatas membina atlet dan menyelenggarakan turnamen. Padahal, organisasi tersebut juga berfungsi sebagai rumah bersama bagi komunitas esports, penyelenggara kompetisi, pengembang gim, tim esports, konten kreator, hingga pelaku industri kreatif digital lainnya. Dalam praktiknya, IESPA turut menjadi penghubung antara komunitas dengan pemerintah sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem esports yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa IESPA bukan hanya bicara soal atlet dan kompetisi. Esports hari ini sudah menjadi sebuah ekosistem besar yang melibatkan komunitas, event organizer, konten kreator, caster, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga sektor pariwisata dan ekonomi digital. Karena itu, tugas IESPA adalah memastikan seluruh ekosistem tersebut dapat tumbuh bersama dan memberikan manfaat bagi daerah,” jelasnya.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan turnamen esports di Kutai Kartanegara tidak hanya berorientasi pada pertandingan semata. Di balik kompetisi tersebut terdapat ruang kolaborasi yang membuka peluang bagi berbagai sektor untuk berkembang, mulai dari komunitas kreatif, pelaku usaha mikro, hingga generasi muda yang ingin meniti karier di bidang digital.

“Ketika kami menggelar Piala Merah Putih Bupati Cup maupun saat ini mempersiapkan Kapolres Kukar Cup Esports Road to Kapolri Cup 2026, yang kami bangun bukan hanya kompetisinya. Kami juga membangun ruang kolaborasi bagi komunitas, membuka peluang ekonomi kreatif, menciptakan hiburan positif bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan talenta-talenta digital masa depan Kutai Kartanegara,” tambahnya.

Ke depan, IESPA Kukar menargetkan esports menjadi salah satu instrumen pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kreatif daerah. Melalui pembinaan yang terarah dan dukungan berbagai pihak, esports diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus membuka peluang usaha, lapangan kerja, serta inovasi digital yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Kartanegara.

TENGGARONG – Untuk mengoptimalkan pelayanan publik, Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar rapat dengan beberapa OPD pengampu Standar Pelayanan Minimum (SPM). Rapat Penyusunan Raperbup Penerapan SPM dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat dan diikuti perwakilan dari OPD pelayanan publik yang menjadi pengampu standar pelayanan minimum (SPM) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Rapat berlangsung di ruang rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra, kawasan Kantor Bupati Kukar, Timbau, Tenggarong pada hari Rabu, 10 Juni 2026.

Rapat tersebut merupakan pelaksanaan dari ketentuan Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal yang mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk menetapkan Peraturan Kepala Daerah tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penerapan SPM sebagai pedoman atau acuan dasar bagi pelaksanaan penerapan SPM di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Agenda rapat tersebut adalah pembahasan draft Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang RAD-SPM, review dan diskusi teknis isian data RAD-SPM per urusan SPM, masukan dan saran dari OPD pengampu SPM, dan finalisasi substansi rancangan dan langkah tindak lanjut.

Pemimpin rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat menyampaikan tentang pentingnya landasan hukum dan pelaksanaan SPM sebagai bagian dari pelayanan publik yang menjadi urusan wajib Pemerintah.

“Rancangan Peraturan Bupati Kutai Kartanegara tentang Rencana Aksi Daerah Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2025 – 2029 sangat penting karena akan menjadi acuan atau pedoman dalam pelaksanaan SPM,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut membahas pasal-pasal, standar pelayanan masing-masing OPD pengampu, dan pembahasan tentang pengisian e-spm Kemendagri RI, penyamaan persepsi , hingga aspek bahasa dalam Raperbup RAD SPM. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Inspektorat Daerah, BPBD, Diskominfo, DPMD, Satpol PP, DPK, Dinsos, Dinkes, Disdukcapil, Dinas Perkim, dan Disdikbud Kukar.(**)

Scroll to Top