Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

MAHAKAM ULU, MANDAUPOST – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu, Stephanus Madang, membuka secara resmi kegiatan Presentasi Laporan Tiga Kajian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Mahulu dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Balkon, Lantai 3, Kantor Bupati Mahulu. Jumat (17/10).

Dalam sambutannya, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang dibacakan Sekda menyampaikan, apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kajian-kajian tersebut yang dinilai sangat penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan daerah.

“Melalui kerja sama dengan lembaga akademik seperti UNESA, kita berharap hasil kajian ini dapat memberikan dasar ilmiah dan rekomendasi strategis yang kuat dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan,” ujarnya.

Tiga laporan yang dipresentasikan dalam kesempatan tersebut meliputi:

  1. Laporan Akhir Kajian Transformasi Kelembagaan dan Strategi Operasional Pemkab Mahakam Ulu untuk Peningkatan Tipologi Sekretariat Daerah.
  2. Laporan Awal Kajian Naskah Akademik Pemisahan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
  3. Kajian Penyusunan Peraturan Daerah tentang Minuman Beralkohol Tradisional.

Ketiga kajian ini menegaskan urgensi peningkatan tipologi Sekretariat Daerah Mahakam Ulu menjadi tipe A. Tingginya intensitas dan keluasan fungsi di berbagai bagian, terutama di Bagian Umum dan Bagian Organisasi, menunjukkan ketimpangan antara beban kerja dan kapasitas kelembagaan.

“Tanggung jawab penyusunan LKJIP, SAKIP, serta Reformasi Birokrasi yang saat ini terpusat pada satu bagian, menuntut desain kelembagaan yang lebih proporsional dan berdaya saing,” tambahnya.

Sekda melanjutkan, selain itu Pemkab Mahulu sedang mengkaji pentingnya adanya regulasi yang membatasi peredaran dan konsumsi minuman beralkohol.

“Langkah ini bukan untuk membatasi kebebasan individu, melainkan sebagai upaya preventif untuk menekan dampak sosial dan kesehatan yang dapat merugikan masyarakat, terutama generasi muda. Sebab, tata kelola sosial yang baik selalu berpijak pada keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab publik,” tandasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan tim peneliti dari UNESA, sejumlah Kepala Bagian Sekretariat Daerah, serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Mahulu.

Dengan terselenggaranya presentasi ini, diharapkan hasil kajian dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan serta peraturan daerah yang lebih responsif, berdaya saing, dan berpihak kepada masyarakat Mahulu.(**)

BONTANG, MANDAUPOST – Dalam rangka mengimplementasikan pendidikan kependudukan melalui jalur formal, nonformal, dan informal pada jenjang SLTA/MA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Perkemahan Saka Kencana di Kampung Adat Guntung, Kelurahan Guntung, Kota Bontang, pada Jumat (17/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Saka Kencana, yang bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya perencanaan kehidupan dan keluarga berkelanjutan.

Mewakili Walikota Bontang, Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, dalam sambutannya menekankan bahwa anggota Pramuka diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, wawasan kebangsaan, dan kesadaran akan pentingnya peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Kegiatan perkemahan ini memiliki tujuan yang sangat penting. Selain untuk meningkatkan kesadaran akan arti perencanaan masa depan yang baik, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dan mempererat kebersamaan,” ujar Soraya.

Ia menambahkan, Pramuka Penegak dan Pandega memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami berbagai isu penting, seperti pencegahan stunting dan perencanaan keluarga. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat belajar menjadi pemuda yang sadar, peduli, dan berperan aktif dalam membangun keluarga serta masyarakat yang sehat dan berkualitas.

“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi perkemahan biasa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membentuk Pramuka Penegak dan Pandega sebagai kader bangsa yang tangguh, inspiratif, dan mampu menjadi teladan di masyarakat,” tutur Soraya

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa perkemahan ini menjadi momentum tepat untuk menyatukan jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Menurutnya, pendidikan di sekolah akan semakin lengkap jika diiringi dengan kegiatan nonformal seperti kepramukaan, serta diperkuat oleh pendidikan karakter dan nilai kehidupan dalam keluarga maupun masyarakat.

“Generasi muda kita harus tumbuh menjadi insan yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Soraya juga berharap setelah kegiatan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, serta memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya perencanaan masa depan.

“Pramuka sejati adalah mereka yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara. Jangan pernah takut mencoba, jangan berhenti belajar, dan jangan ragu untuk bermimpi,” pesan Soraya menutup sambutannya.

Kegiatan Perkemahan Saka Kencana ini diikuti oleh ratusan anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah di Bontang, dengan rangkaian kegiatan edukatif, kebersamaan, dan pembinaan karakter yang dikemas secara menarik dan inspiratif.

Turut hadir Perangkat Daerah Kaltim, Pimpinan Instansi Vertikal, Ketua Majelis Pembimbing Saka Kencana Tingkat Cabang se Kaltim, Ketua Pimpinan Saka Kencana Tingkat Cabang se-Kaltim.(**)

BONTANG, MANDAUPOST – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, resmi membuka ajang Balap Ketinting bertajuk “Race Laut Cup I 2025” di perairan RT 12, Anjungan TPI II Bontang Kuala, Jumat (17/10).

Sebanyak 60 peserta dari Bontang dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam lomba yang memadukan sportivitas, tradisi bahari, dan kepedulian lingkungan ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang memacu adrenalin di atas laut, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

“Kita butuh alam, kita nikmati sekarang namun tak mengurangi hak anak cucu nanti. Jagalah bumi, maka bumi akan menjaga kita,” pesan Neni di hadapan warga dan peserta lomba.

Bunda Neni—sapaan akrabnya—juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak membuang sampah ke laut serta menghentikan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bontang terus mendorong gerakan GESIT (Gerakan Sampahku, Tanggung Jawabku. Red) sebagai upaya menjaga kebersihan laut dan pesisir.

“Saya minta tidak ada lagi sampah di laut. Melalui GESIT, kita ingin Bontang menjadi kota terbersih di Indonesia sekaligus destinasi wisata bahari yang menarik dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ajang Race Laut Cup I 2025 akan berlangsung hingga 19 Oktober 2025, menampilkan berbagai kelas lomba seperti Jarum-Jarum 250cc, Piston 74 All Merk, Dompeng Underbone 24 PK, Lunas Underbone 500cc, Lunas Standar, hingga Perahu Nelayan Race Laut Bontang Kuala.

Sorak penonton dan deru mesin ketinting menjadi pemandangan khas yang menghidupkan suasana di perairan Bontang Kuala.

Selain menjadi tontonan menarik, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggairahkan ekonomi lokal serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap potensi maritim Bontang.(**)

KUTAI KARTANEGARA, MANDAUPOST – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Dr H Sunggono melakukan penandatangan adendum pertama perjanjian sewa menyewa tentang perpanjangan pemanfaatan Aset Daerah Ruas Jalan Bhuana Jaya – Desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PT. Khotai Makmur Insan Abadi Jl. Poros Samarinda – Tenggarong Km. 12 Rt. 16 Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jum’at (17/10).

Penandatangan dilakukan oleh Sekdakab Kukar Dr H Sunggono ( Atasnama Pemkab Kukar ) dengan Reno Barus General Manager Operational PT Khotai Makmur Insan Abadi yang disaksikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wiyono, Sekretaris DLHK Taupiq, Kabag SDA Muhammad Reza, Kabid Kerjasama Mirsa Gulam Asvahani, Kabid Aset Toni Bowo Satoto, dan sejumlah dinas instansi terkait lainnya.

Menurut Sunggono, perjanjian sewa menyewa perpanjangan pemanfaatan Aset Daerah Ruas Jalan Bhuana Jaya – Desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang. Pihak Kedua diwajibkan menyampaikan laporan per semester pemanfaatan obyek perjanjian dengan dilampiri foto satlit obyek sewa kepada Pihak Kesatu. Melengkapi jalan pengalih yang sudah dibangun sarana prasarana kelengkapan jalan sesuai standart Dinas Pekerjaan Umum berupa lampu penerang jalan, rambu jalan dan marka jalan. Melengkapi jalan pengalih dengan bangunan pelengkap jalan seperti gorong-gorong dan saluran drainase dengan standart Dinas Pekerjaan Umum serta memberikan jaminan untuk pemeliharaan jalan pengalih secara berkala dan perbaikan kerusakan jalan sebelum dihibahkam ke Pihak Kesatu.

Ruas jalan dimaksud tentang penetapan besaran tarif sewa barang milik daerah dengan obyek sewa ruas tanah seluas 17.565 m2 (panjang 2.342 meter lebar 7,5 meter) dan perkerasan jalan ( panjang 1.131 m2 lebar 4,5 meter). Jangka waktu sewa dan nilai obyek perjanjian ditetapkan selama 5 (lima ) Tahun berlaku efektif terhitung sejak perjanjian. Perpanjangan waktu sewa dapat dilakukan Pihak Kedua dengan menyampaikan pemberitahuan perpanjangan jangka waktu sewa secara tertulis kepada Pihak Kesatu selambat-lambatnya dalam jangka waktu 4 (empat) bulan sebelum berakhir jangka waktu sewa perdasarkan ketentuan yang berlaku,ujar Sunggono.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan, agar mampu di kelola secara efektif, tepat sasaran, transparan dan  akuntabel.

Hadirnya Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2025 ini menjadi salah satu payung hukum dan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian desa melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa.

Peraturan ini juga mengatur secara rinci tara cara, mekanisme, serta prioritas penggunaan bantuan agar  selaras dengan kebutuhan masyarakat desa dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah salah satunya dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui sosialisasi yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU),  Kecamatan Sangatta Utara, Jum’at (17/10) pagi.

Hadir pada kegiatan yang di buka langsung oleh  Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tersebut, Kepala  DPMD Kutim, Muhammad Basuni dan Camat Sangatta Utara Hasdiah, Lurah/Kepala Desa, ketua RT, serta undangan lainya.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah, menegaskan bahwa BKK desa merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat ekonomi desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Desa merupakan garda terdepan penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, karna itu pemerintah kabupaten kutai timur menempatkan pembangunan desa sebagai pilar utama dalam mewujudkan visi kutai timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar pria berkecamata tersebut.

Orang nomor satu di Kutim itu juga menyampaikan tujuan utama dari BKK desa yaitu, meningkatkan dan mengakselerasi pemenuhan infrastruktur Di lingkungan RT. Menurunkan angka kemiskinan. Meningkatkan usaha ekonomi berskala rumah tangga, dan intervensi penurunan angka stunting.

“Mari bersama-sama kita pastikan agar setiap  rupiah dan bantuan keuangan benar-benar berkontribusi bagi kemajuan dan kemandirian desa di Kutai Timur,” ujarnya.

Kadis DPMD Muhammad Basuni, menyampaikan bahwa sosialisai ini menjadi bagian penting untuk mmpercepat implementasi pembangunan yang di usung oleh Bupati dan Wakil Bupati yang masuk dalam 50 program unggulan yakni kluster Desa Hebat.

“Hari ini kita memasuki sosialisasi kecamatan yang ke 12 yaitu sangatta utara dengan khusus sangatta utara ini jumlahnya 219 RT, ” ujarnya.

Dalam Perbup tersebut, sambung Basuni  juga sudah tertuang rumusan  tentang penggunaan BKK yang menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan serta pelaporan. Sebagai daya dukungya, pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada Ketua RT untuk memastikan agar program tersebut berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pemdamping ini tugasnya adalah mendampingi bapak ibu ketua RT di dalam membuat perencanaan pengawasan dalam pelaksanaan dan pembuatan pelaporan, jadi 1 pendamping akan menangani 10 RT,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung sehari efektif ini, selain ada pemaparan dari tiga narasumber ini juga di rangkai dengan diskusi tanya jawab. Sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk memperdalam pemahaman aparatur desa mengenai aturan baru yang mengatur mekanisme penyaluran dan penggunaan bantuan khusus dari pemerintah daerah kepada desa yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintah desa yang terarah, transparan, dan akuntabel untuk kesejahteraan masyarakat di Kutim.(**)

PASER, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Panitia Pelaksana menggelar rapat pemantapan persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke -49 Tingkat Kabupaten Paser. Rapat yang dipimpin langsung oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Ir. Romif Erwinadi, M.Si ini dilaksanakan di Ruang Rapat Seratai pada Kamis (16/10).

Rapat ini merupakan langkah untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan MTQ yang dijadwalkan akan berlangsung di Kecamatan Tanjung Harapan pada bulan November mendatang berjalan lancar dan sukses.

Dalam arahannya, Asisten Romif menekankan bahwa kesuksesan MTQ bukan hanya terletak pada pelaksanaan acara semata, tetapi juga pada kualitas persiapan yang matang di setiap bidang.

“MTQ adalah ajang syiar Islam dan etalase budaya daerah. Kita harus memastikan semua komponen, mulai dari kesiapan arena, akomodasi kafilah, hingga protokol kesehatan, sudah siap,” tegasnya.

Rapat diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh jajaran yang hadir diantaranya, LPTQ, Kemenag, Bagian Kesra, Bagian Umum, Bagian Prokopim, jajaran Kecamatan se-Paser dan instansi terkait untuk bekerja secara sinergis.

Diharapkan MTQ Kabupaten Paser ke 49 yang dilaksanakan di Kecamatan Ranjung Harapan dapat berjalan meriah, sukses secara penyelenggaraan, dan menghasilkan qori-qoriah terbaik yang akan mewakili Paser di ajang Provinsi hingga nasional.(**)

SAMARINDA, MANDAUPOST — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laung Kuning Banjar Kota Samarinda, Jumat (17/10) pagi, di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Gedung PKK Jalan S. Parman. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diselingi canda tawa serta percakapan menggunakan bahasa Banjar.

Audiensi ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda Miftahurrizqa, Ketua TWAP Syaparudin, serta jajaran pengurus DPC Laung Kuning Banjar Samarinda yang dipimpin oleh Iwan Efendi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap eksistensi Laung Kuning Banjar yang berperan aktif melestarikan budaya leluhur.

“Terima kasih atas kehadiran Laung Kuning Banjar. Marilah kita selalu memelihara kebersamaan di Kota Samarinda yang terdiri dari beraneka suku. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan, kebersamaan, dan persatuan. Mari sama-sama berkontribusi untuk pembangunan Kota Samarinda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Laung Kuning menjadi bagian penting dalam memperkaya khazanah budaya daerah.

“Saya mengapresiasi Laung Kuning yang menjaga adat budaya nenek moyang. Ini menjadikan khazanah kebudayaan Kota Samarinda semakin kaya dan indah,” tambahnya.

Sementara itu, Iwan Efendi selaku perwakilan Laung Kuning Banjar DPC Samarinda yang hadir, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Wakil Wali Kota. Ia menjelaskan bahwa Laung Kuning Cabang Samarinda baru berusia tiga tahun dan berkomitmen untuk mengangkat harkat serta martabat masyarakat Banjar melalui pelestarian adat dan tradisi.

“Kami ingin agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap mengenal adat istiadat Banjar,” ujarnya. Iwan juga menyampaikan rencana besar organisasi tersebut, yakni penyelenggaraan “Aruh Ganal Budaya Banjar 2026” di Kota Samarinda.

“Acara ini akan diikuti seluruh cabang Laung Kuning se-Kalimantan, dengan estimasi peserta mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. Ini merupakan Aruh Ganal ketiga setelah sebelumnya digelar di Banjarmasin (2024) dan Tana Grogot (2025). Kami tentu berharap dukungan dan arahan dari Pemerintah Kota Samarinda,” tambahnya.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua TWAP, Syaparudin, yang menilai bahwa kegiatan kebudayaan seperti ini sangat penting bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Seni dan budaya adalah bagian esensial dari kehidupan manusia. Saya menyambut baik kiprah Laung Kuning dalam menjaga tradisi leluhur. Apalagi saya juga memiliki darah Banjar dari kakek saya yang berasal dari Nagara,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kota Samarinda, Miftahurrizqa, menegaskan bahwa keberagaman suku di Samarinda sejauh ini selalu hidup dalam harmoni.

“Alhamdulillah, aneka paguyuban kesukuan di Samarinda selama ini selalu rukun dan damai. Kesbangpol siap memfasilitasi kegiatan positif seperti ini, baik dari sisi tempat maupun dukungan lainnya,” katanya.

Suasana audiensi ditutup dengan sesi foto bersama. Sebelum itu, dilakukan pemasangan “laung”, penutup kepala khas Banjar berwarna kuning, kepada Wakil Wali Kota Samarinda sebagai simbol penghormatan.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari Pemerintah Kota, kegiatan Aruh Ganal Budaya Banjar 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian adat dan mempererat tali silaturahmi antarwarga Banjar di Kalimantan.(**)

PPID Utama, Bontang — Suasana haru penuh kebahagiaan warnai wajah para tenaga honorer yang akhirnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Setelah belasan hingga puluhan tahun mengabdi tanpa kepastian status, sebanyak 1.424 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi dilantik, Kamis (16/10).

Berbeda dari biasanya, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini digelar secara terbuka di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Jalan Aiptu II Karel Satsuit Tubun. Suasana khidmat terasa sejak pagi ketika Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin langsung upacara pelantikan di bawah langit cerah Kota Taman.

Dalam sambutannya, Neni menyebut momen ini sebagai sejarah penting bagi perjalanan para tenaga honorer yang telah lama mengabdikan diri demi pelayanan publik di Bontang.

“Setelah bertahun-tahun mengabdi, hari ini kalian resmi menjadi bagian dari ASN Kota Bontang,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia menegaskan, status baru sebagai PPPK Paruh Waktu bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi amanah dan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“ASN itu adalah civil servant — pelayan masyarakat. Jadi berikan pelayanan dengan tulus, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Wali Kota juga memastikan Pemkot Bontang akan memenuhi hak-hak dasar para PPPK, mulai dari gaji, cuti, hingga jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja. Namun, ia mengingatkan pentingnya menegakkan disiplin, etika, dan nilai-nilai BerAKHLAK — Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Bekerjalah dengan dedikasi dan tanggung jawab. Jadikan pengabdian ini sebagai bagian dari sejarah panjangmu untuk Bontang,” pesan Neni di hadapan ribuan wajah yang masih sulit menahan haru.

Pelantikan ini menjadi simbol penghargaan sekaligus babak baru bagi para abdi negara yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik di Kota Taman — membuktikan bahwa pengabdian panjang akhirnya berbuah manis.(**)

MAHAKAM ULU, MANDAUPOST – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan turut larut dalam tarian Ngaraang Hudoq bersama masyarakat, dalam rangkaian Festival Nugal dan Pasar Seni serta yang digelar sebagai syukuran atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mahulu periode 2025–2030, di Alun-Alun Ujoh Bilang. Kamis (16/10)

Kegiatan yang sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal ini juga dihadiri oleh Bupati Mahulu periode 2021 – 2025, Bonifasius Belawan Geh, Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, Sekretaris Daerah Mahulu Stephanus Madang, Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda, Yustinus Harjosusanto, para Asisten, anggota DPRD Mahulu, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian dan Bidang, serta unsur Forkopimda Mahulu. Seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat tampak antusias menari dan merayakan kebersamaan dalam suasana penuh sukacita.

Bupati Angela menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya dapat kembali menari bersama masyarakat Mahulu dalam perayaan budaya tersebut.

“Kesan saya luar biasa, menyenangkan, karena Hudoq adalah tradisi yang selalu kita nantikan setiap tahun. Walaupun dilakukan setiap tahunnya, tetap ada kerinduan kebersamaan yang luar biasa setiap kali kita menggelarnya,” ungkap Bupati Angela ketika ditemui di sela acara.

Ia menambahkan bahwa tradisi Hudoq bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud rasa syukur dan identitas budaya masyarakat Mahulu yang perlu dijaga bersama.

“Bagi saya, acara Hudoq adalah acara yang luar biasa dan selalu saya rindukan. Malam ini saya sangat senang karena bisa bersama masyarakat dan teman-teman pemerintahan menari di alun-alun kita,” ujarnya.

Bupati Angela juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

“Hudoq adalah maskot kita, warisan budaya yang harus terus kita suarakan dan lestarikan, agar dikenal lebih luas hingga ke mancanegara,” pungkasnya.

Melalui gelaran Festival dan Pasar Seni serta Festival Nugal ini, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap kegiatan budaya lokal dapat terus menjadi perekat persaudaraan, memperkuat jati diri daerah, serta menjadi daya tarik wisata budaya bagi masyarakat luas.(**)

PENAJAM, MANDAUPOST – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menyelimuti Pantai Sipakario, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam acara khitanan massal gratis yang diikuti oleh 60 anak pada Kamis (16/10). Kegiatan mulia ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Relawan Sosial Penajam Paser Utara dengan Yayasan Baitul Mal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP III Balikpapan dan RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kab. PPU sebagai tim eksekutor khitanan.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari kepedulian sosial dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu warga, terutama keluarga yang kurang mampu, untuk memenuhi kewajiban sekaligus kebutuhan kesehatan anak-anak mereka,” ujar Wakil Bupati Abdul Waris Muin.

Lebih dari sekadar bantuan sosial, Wabup juga menyoroti nilai spiritual dari khitanan sebagai bagian dari syariat Islam dan tanda kesucian. Kepada para peserta khitan, beliau berpesan agar menjadi generasi muda yang rajin belajar, hormat kepada orang tua, patuh kepada guru, dan mencintai tanah kelahiran, karena masa depan daerah bergantung pada karakter dan kekuatan mereka.

“Melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Relawan Sosial Penajam Paser Utara ini, telah ditunjukkan contoh nyata bagaimana kolaborasi masyarakat bisa menghasilkan manfaat besar bagi sesama,” tambahnya, seraya berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut.

Manajer PLN UP III Balikpapan, Arif Prastianto, menjelaskan bahwa YBM PLN adalah yayasan yang dibentuk untuk menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari pegawai muslim PLN. Dana ZIS yang terkumpul kemudian disalurkan kembali kepada para mustahik (yang berhak menerima) dalam berbagaiib program, termasuk khitanan massal gratis ini.

“Alhamdulillah, hari ini kegiatan YBM kami salurkan dalam bentuk khitanan gratis kepada 60 anak. Dana ini adalah murni dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai muslim yang bekerja di PLN,” terang Arif.

Arif Prastianto menegaskan komitmen PLN untuk hadir bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian sosial di Kabupaten PPU. Selain khitanan massal, YBM PLN di PPU juga telah menyalurkan bantuan operasi katarak, paket sembako untuk 12 keluarga prasejahtera, santunan di dua panti asuhan, modal usaha bagi empat penerima manfaat, dan satu unit Gerobak Cahaya.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan lembaga sosial masyarakat dapat menghadirkan energi kebaikan yang menerangi banyak kehidupan,” tutupnya, seraya berharap kolaborasi ini semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Acara khitanan massal yang sukses ini turut dihadiri oleh Direktur RSUD RAPB, Camat Penajam, Manajer PLN UP III Balikpapan, Lurah Sungai Parit, Lurah Nenang, Lurah Nipah-nipah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta seluruh orang tua keluarga peserta sunat massal.(**)

Scroll to Top