Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TARAKAN, mandaupost.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK kembali mencatat pencapaian di bidang layanan kesehatan dengan berhasil melaksanakan operasi jantung ke-15 di Kalimantan Utara (Kaltara).

Operasi pada Jumat (8/5/2026) dilakukan melalui program pendampingan (pengampuan) bersama tim Himpunan Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia serta RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Diketahui, sejak dimulai pada Februari 2025, tim dokter spesialis bedah jantung telah melakukan total 15 operasi jantung di RSUD dr. H. Jusuf SK.

Dari jumlah tersebut, tiga operasi merupakan tindakan pediatrik untuk anak-anak dengan kelainan jantung bawaan. Sementara itu, 11 lainnya merupakan operasi bypass jantung koroner atau coronary artery bypass graft (CABG).

Menariknya, tiga dari 11 operasi bypass tersebut dilakukan dengan teknik off-pump atau tanpa menghentikan denyut jantung pasien selama operasi berlangsung.

Operasi ke-15 yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2026) ini juga menggunakan teknik off-pump coronary artery bypass (OPCAB), yakni prosedur operasi bypass jantung tanpa menghentikan kerja jantung.

Operasi tersebut dilakukan oleh dr. Ivan Joalsen Mangara Tua, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), McPhleb, FIATCVS dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie serta dr. Muhammad Ali Shodiq, MSi.Med., Sp.B, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS. Tim medis juga diperkuat oleh dr. Bondan Irtani Cahyadi, Sp.An-TI, Subsp.An.KV(K), dan dr. Pradana Bayu Rakhmatjati, Sp.An-TI, Subsp.IC(K) dari RSUP Dr. Karyadi.

Sementara itu, tindakan operasi turut didukung dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., TI, FCTA. Seluruh rangkaian operasi juga dikolaborasikan bersama tim dokter jantung RSUD dr. H. Jusuf SK, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan operasi, hingga perawatan pascaoperasi.

Perwakilan Himpunan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia (HBTKVI), Prof. Dr. Dr. Med. Paul L. Tahalele, Sp.BTKV, menyampaikan keberhasilan operasi tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan bedah jantung di Kalimantan Utara.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular itu menilai pelaksanaan operasi jantung secara rutin di RSUD dr. H. Jusuf SK menunjukkan kemampuan pelayanan kesehatan di daerah terus berkembang dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berharap layanan operasi jantung di RSUD dr. H. Jusuf SK dapat terus berkembang sehingga semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kaltara, khususnya bagi masyarakat Tarakan dan sekitarnya.

“Semoga RSUD dr. H. Jusuf SK bisa lebih maju lagi dan membawa manfaat bagi masyarakat di Pulau Tarakan dan Kalimantan Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Rustan Samsudin, M.M., menambahkan layanan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) di RSUD dr. H. Jusuf SK dapat ditanggung BPJS Kesehatan dengan ketentuan pasien memperoleh rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai prosedur yang berlaku.

Menurutnya, kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Dengan pendekatan yang cepat, tepat, dan penuh kepedulian, kami hadir untuk membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.(**)

JAKARTA, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi bersama Pemerintah Pusat.

Hal ini ditandai dengan audiensi Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, bersama Wakil Menteri (Wamen) Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), Laksamana TNI (Purn.) Didit Herdiawan, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Jakarta, Kamis (7/5).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan sejumlah usulan strategis untuk mendukung penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kaltara.

Beberapa di antaranya yakni usulan pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di Tanah Merah Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung, Tana Kuning Kabupaten Bulungan, serta Basamba Kabupaten Nunukan.

Selain itu, dibahas pula rencana pengembangan budidaya lobster secara berkelanjutan melalui penyediaan benih dan pengolahan pakan mandiri di Kaltara.

Pemprov Kaltara juga mengusulkan dukungan sarana dan prasarana alat apung bagi petani rumput laut, pengembangan budidaya air tawar, hingga penguatan konservasi mangrove dan tambak ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, potensi ekspor langsung hasil sumber daya perikanan laut dari Kaltara ke luar negeri turut menjadi perhatian dalam audiensi tersebut.

Zainal menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI terhadap pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kaltara.

“Wamen menyampaikan dukungan penuh untuk pembangunan sektor perikanan dan kelautan di Kaltara serta berencana berkunjung langsung ke Kaltara,” kata Zainal.

Ia juga mengungkapkan komitmen KKP RI untuk memberikan bantuan kapal bagi Kaltara guna mendukung aktivitas nelayan dan penguatan sektor perikanan daerah.

Ke depan, Pemprov Kaltara akan mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memperbarui dan menambah usulan titik Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Kaltara.

Selain itu, Pemprov Kaltara juga berharap berbagai proyek dan program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat diprioritaskan di Bumi Benuanta.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pengusaha sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kaltara.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Upaya memperkuat pelayanan sosial di Kalimantan Utara (Kaltara) terus dilakukan. Salah satunya melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial yang digelar di Gedung Gabungan Dinas II, Rabu (6/5).

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Kaltara yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, yang menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dalam menjalankan kebijakan sosial.

Robby menegaskan bahwa kesejahteraan sosial bukan sekadar program, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Ini tentang bagaimana masyarakat bisa hidup lebih baik dan memiliki perlindungan sosial yang layak,” ucapnya.

Ia menjelaskan, melalui regulasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperkuat ketahanan sosial, serta memulihkan fungsi sosial individu maupun kelompok yang mengalami permasalahan sosial.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan serta memperluas akses pelayanan sosial yang berkeadilan.

Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha.

Selain itu, pengelolaan data yang sistematis dan terintegrasi sesuai kebijakan Satu Data Indonesia menjadi hal penting dalam mendukung ketepatan sasaran program.

“Data yang valid dan mutakhir memastikan bantuan serta pelayanan sosial tepat sasaran dan tidak tumpang tindih program,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Robby mengajak seluruh peserta menjadikan sosialisasi ini sebagai langkah awal dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang sosial.(**)

BALIKPAPAN, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam menurunkan tingkat pengangguran di regional Kalimantan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Atas capaian tersebut, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, menerima insentif fiskal sebesar Rp3 miliar yang diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5).

Ajang yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media ini menjadi panggung bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan kinerja terbaiknya, dengan penilaian di berbagai sektor strategis.

Sebanyak 24 pemerintah daerah di Kalimantan turut berpartisipasi dalam ajang ini dengan berbagai kategori penilaian, mulai dari penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, pengendalian inflasi, hingga inovasi pembiayaan pembangunan.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya kompetisi sehat antar daerah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Perlu ada dorongan agar daerah lebih kreatif dan efektif dalam menjalankan program,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah pusat tetap memiliki peran dalam pengawasan dan pengendalian kebijakan daerah.

Sementara itu, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi pembangunan di Kaltara.

“Ini jadi dorongan bagi kami untuk terus berinovasi agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Zainal.

Zainal menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan balai latihan kerja di seluruh kabupaten/kota agar tenaga kerja lokal dapat terserap di berbagai sektor industri.

“Harapannya, lulusan bisa langsung masuk ke dunia kerja, termasuk di proyek industri yang ada di Kaltara,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing dan terserap di berbagai sektor, termasuk proyek industri besar yang tengah berkembang di Kaltara.

Dari capaian ini, Kaltara tidak hanya meraih penghargaan, tetapi juga menunjukkan arah pembangunan yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.(**)

TARAKAN, mandaupost.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia (RI) Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan Asrama Haji Transit Tower 2 di Kelurahan Kampung Empat, Tarakan, Selasa (5/5), sebagai upaya meningkatkan pelayanan bagi calon jemaah haji di Kalimantan Utara (Kaltara).

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Datu Iqro Ramadhan, menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya gedung tersebut.

Ia juga menyampaikan selamat datang kepada Wamenhaj RI beserta jajaran yang hadir dalam peresmian.

“Peresmian asrama haji ini menjadi upaya meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi masyarakat Kaltara yang akan menunaikan ibadah haji,” kata Datu Iqro.

Datu Iqro menegaskan bahwa pembangunan Asrama Haji Transit Tower 2 sangat strategis, mengingat jumlah jemaah haji setiap tahun terus meningkat sehingga membutuhkan fasilitas yang lebih representatif dan memadai.

Ia menyebutkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari persiapan hingga keberangkatan.

“Pembangunan ini bagian dari penguatan sarana dan prasarana asrama haji di Kaltara,” ujarnya.

Datu Iqro berharap Tower 2 dapat meningkatkan kapasitas tampung jemaah, memberikan kenyamanan lebih baik, serta mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.

Tower 2 Asrama Haji dibangun sebagai gedung modern bertingkat dengan fasilitas lengkap, seperti kamar yang memadai, ruang manasik, ruang makan, lift, serta sistem keamanan terintegrasi.

“Fasilitas ini dirancang untuk kenyamanan dan keselamatan jemaah,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ke depan, Asrama Haji Transit Tower 2 diharapkan menjadi simbol peningkatan layanan haji yang profesional, modern, dan humanis di Bumi Benuanta.

“Semoga fasilitas ini membawa manfaat besar bagi umat, khususnya para calon jemaah haji dari Kalimantan Utara,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, menerima kunjungan resmi Wakil Duta Besar (Wadubes) Australia untuk Indonesia, Gita Kamath beserta rombongan di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (6/5).

Kunjungan ini menjadi momentum penguatan kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Australia, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan publik, pendidikan inklusif, serta tata kelola fiskal daerah.

Sebelumnya, rombongan Wadubes Australia telah meninjau langsung implementasi program kerja sama di SD Negeri 015 Tanjung Selor dan Kantor Bersama Samsat Bulungan.

Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dan Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).

“Dampaknya terasa, terutama dalam meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah inovasi yang lahir dari program tersebut, seperti layanan pajak ramah disabilitas melalui SADAR BENUANTA dan pengembangan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA).

Tak hanya itu, hadir pula Forum Mentari (Menyerap Aspirasi untuk Setara dan Inklusi) Kaltara sebagai ruang dialog inklusif, serta penguatan sektor pendidikan melalui Program INOVASI.

Menurutnya, langkah-langkah ini menunjukkan arah pembangunan Kaltara yang semakin terbuka dan berpihak kepada semua lapisan masyarakat.

Sementara itu, Wadubes Australia Gita Kamath mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltara dalam meningkatkan layanan publik, khususnya melalui Program SKALA dan INOVASI.

“Kami ingin memastikan pendidikan yang lebih bermutu dan inklusif, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Di sela kunjungan, delegasi Australia juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Australia di Tarakan, yang menjadi pengingat hubungan historis kedua negara sejak masa Perang Dunia II.

Gita menilai terdapat ikatan sejarah yang kuat antara Indonesia dan Australia, yang menjadi dasar penting dalam mempererat kerja sama ke depan.

“Kami terkesan dengan layanan publik di Kaltara yang semakin inklusif dan responsif,” pungkasnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Gubernur Zainal menyerahkan cendera mata khas daerah berupa Sesingal, Batik Kaltara, dan manik-manik kepada Wadubes Australia.(**)

BULUNGAN, mandaupost.com – Kunjungan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, ke SD Negeri 015 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, menjadi momen penting dalam menyoroti praktik pendidikan inklusif yang terus berkembang di daerah tersebut, Rabu (6/5).

Dalam kunjungan itu, Gita turut masuk ke ruang kelas dan mengikuti langsung proses belajar bersama siswa kelas 3. Ia melihat bagaimana guru memberikan pendampingan secara personal, serta menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Saya sangat terkesan. Guru di sini benar-benar memahami perbedaan kemampuan siswa dan mampu menyesuaikan pembelajaran agar setiap anak bisa berkembang,” ujar Gita.

Ia juga menyoroti penggunaan Profil Belajar Siswa (PBS) sebagai salah satu pendekatan berbasis data yang dinilai efektif. Melalui PBS, guru dapat memahami karakteristik siswa secara lebih mendalam sehingga pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan tepat sasaran.

Menurut Gita, pendekatan seperti ini mencerminkan komitmen kuat dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pendidikan.

“Jika sistem pendidikan dirancang sesuai kebutuhan anak, hasilnya tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran secara keseluruhan,” katanya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Australia melalui program INOVASI yang telah berjalan sejak 2017. Program tersebut awalnya berfokus pada peningkatan literasi dasar, namun kini berkembang hingga memperkuat pendidikan inklusif di berbagai daerah, termasuk Bulungan.

Selain meninjau proses pembelajaran, Gita juga mengapresiasi pemanfaatan data untuk menentukan bentuk dukungan yang tepat bagi siswa, seperti penyediaan kacamata dan layanan pendukung lainnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan inklusif.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan bahwa pendidikan inklusif menjadi salah satu prioritas daerah. Pemerintah daerah terus mendorong berbagai upaya, mulai dari pelatihan guru hingga penyediaan bahan ajar dan pendampingan siswa.

“Setiap anak berhak belajar dan berkembang. Ini penting untuk masa depan daerah,” ujarnya.

Sejak 2017, Pemkab Bulungan bersama Program INOVASI telah menjangkau ratusan sekolah melalui berbagai intervensi pendidikan. Upaya tersebut terbukti mampu memperkuat ketahanan sistem pendidikan, termasuk saat menghadapi dampak pandemi COVID-19.

Kunjungan Wakil Duta Besar Australia ini menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjangkau seluruh anak, termasuk di wilayah terpencil.(cda)

BALIKPAPAN, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi melepas 484 Calon Jemaah Haji (CJH) Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Embarkasi Balikpapan.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, di Asrama Haji Batakan, Balikpapan, Selasa (5/5) sore.

Sebanyak 484 jemaah tersebut berasal dari lima kabupaten/kota, yakni Nunukan 223 jemaah, Tarakan 186 jemaah, Bulungan 63 jemaah, Tana Tidung 7 jemaah, dan Malinau 2 jemaah. Para jemaah juga didampingi oleh 5 petugas haji dari Kaltara.

Pemberangkatan jemaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 7 masuk asrama pada 5 Mei 2026 dan dijadwalkan berangkat ke Madinah pada 6 Mei 2026. Sementara Kloter 8 masuk asrama pada 6 Mei 2026 dan berangkat ke Jeddah pada 7 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan momentum spiritual yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan kedisiplinan.

Ia berpesan agar seluruh jemaah menjaga kondisi fisik serta mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah.

“Jaga kesehatan, tetap kompak, ikuti arahan petugas dan jalankan ibadah dengan khusyuk,” ujarnya.

Zainal juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah serta memanfaatkan kesempatan ibadah untuk memperbanyak amal dan mempererat persaudaraan.

Momen pelepasan semakin hangat saat Zainal menyerahkan bantuan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan kepada petugas haji.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada para jemaah bersama Ketua DPRD Kaltara, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltara, Staf Ahli Gubernur Kaltara, Kepala UPT Asrama Haji Balikpapan serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kaltara.(**)

TARAKAN, mandaupost.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, menyambut kedatangan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia (RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, di ruang VIP Bandara Internasional Juwata Tarakan, Senin (4/5) pagi, dalam rangka memastikan kesiapan pemberangkatan jemaah haji asal Kaltara.

Kunjungan Wamenhaj RI ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat dalam memastikan pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji di daerah berjalan optimal.

Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenhaj yang turun langsung meninjau proses pelaksanaan haji di Bumi Benuanta.

“Hari ini kita kedatangan tamu istimewa Wakil Menteri Haji dan Umrah yang ditugaskan untuk memantau pelaksanaan haji di Kaltara,” kata Zainal.

Ia mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan proses haji, mulai dari kabupaten/kota hingga tiba di Tarakan, berjalan dengan baik.

Zainal menambahkan bahwa, peninjauan ini mencakup proses pemberangkatan jemaah dari Tarakan menuju Embarkasi Balikpapan.

“Insyaallah, besok sore rencananya kita akan melepas jemaah haji di Balikpapan,” ujarnya.

Sementara itu, Wamenhaj RI, Dahnil Anzar menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara atas dukungan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dahnil Anzar juga mengimbau agar kegiatan seremonial tidak dilakukan secara berlebihan agar tidak mengganggu waktu istirahat jemaah.

“Alhamdulillah, kan kita cuman langsung sekadar melihat dan menyapa. Saya bersama Bapak Gubernur juga hanya menyapa. Jadi, tidak banyak acara seremonial,” katanya.

Menurutnya, waktu istirahat sangat penting bagi jemaah, mengingat setelah tiba di embarkasi masih harus menjalani sejumlah tahapan, seperti pemeriksaan kesehatan dan masa tunggu sebelum keberangkatan.

“Jadi, kami mengimbau kepada pemerintah daerah, gubernur, wali kota, bupati supaya tidak terlalu banyak acara seremonial untuk memastikan mereka bisa cukup istirahat,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meluncurkan dua aplikasi digital, E-SAMSATKU dan SIMPADKU, dalam Rapat Kerja dan Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibuka Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bustan mewakili Gubernur Kaltara, di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (5/5).

Dalam kesempatan itu, Bustan menyampaikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara atas capaian kinerja, di mana pada triwulan I tahun 2026 realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah berhasil melampaui target.

“Capaian ini patut disyukuri dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja ke depan,” kata Bustan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal ke depan menuntut kewaspadaan, mengingat ruang fiskal yang semakin terbatas. Oleh karena itu, optimalisasi PAD menjadi keharusan.

Bustan mendorong evaluasi menyeluruh melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapatan, termasuk menjajaki potensi baru seperti perdagangan karbon dari ekosistem mangrove dan gambut.

Ia juga meminta agar seluruh kewajiban wajib pajak dan kontribusi perusahaan dapat dioptimalkan.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada dana transfer pusat, tetapi harus memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.

Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memperketat tata kelola anggaran dan mempercepat pelaporan agar pengelolaan keuangan semakin akuntabel dan transparan.

Bustan menegaskan bahwa peluncuran E-SAMSATKU dan SIMPADKU menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan publik di bidang pendapatan daerah.

E-SAMSATKU memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan melakukan pembayaran pajak kendaraan secara online, terintegrasi dengan Bank Kaltimtara, sehingga lebih aman dan efisien.

Sementara itu, SIMPADKU merupakan platform digital untuk memantau realisasi penerimaan pajak daerah secara real-time, mencakup pajak kendaraan bermotor, BBNKB, pajak air permukaan, hingga pajak alat berat.

“Diharapkan kedua aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan PAD,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Bustan meminta Bapenda Kaltara terus berinovasi serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.

“Sosialisasikan secara masif kepada seluruh masyarakat Kalimantan Utara, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan langsung,” pungkasnya.(**)

Scroll to Top