Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MP – Di tengah padatnya agenda mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E., M.M., menyempatkan meninjau langsung Gedung Baru Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltara di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Rabu (3/6).

Kunjungan itu bukan sekadar melihat bangunan baru yang berdiri megah. Denny ingin memastikan setiap sudut gedung benar-benar siap digunakan sebelum ratusan pegawai mulai beraktivitas di dalamnya.

Saat berkeliling meninjau fasilitas, Sekprov Denny masih menemukan sejumlah pekerjaan yang perlu disempurnakan. Karena itu, ia meminta pekerjaan yang tersisa segera dirampungkan agar proses pemindahan tidak kembali tertunda.

“Masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Saya ingin semuanya benar-benar siap sebelum ditempati,” ujar Denny.

Menurut Denny, percepatan ini penting karena kondisi kantor BPSDM yang saat ini digunakan sudah tidak lagi ideal untuk mendukung aktivitas kerja dan pelayanan.

Ia pun memberikan tenggat waktu 15 hari kepada jajaran teknis untuk menuntaskan seluruh pekerjaan yang masih tersisa.

“Gedung ini harus segera siap karena kantor yang sekarang sudah sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Namun bagi Denny, fungsi gedung baru ini tidak hanya sebagai tempat bekerja. Ia melihat BPSDM memiliki peluang menjadi aset produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Selain digunakan untuk pendidikan dan pelatihan ASN, sejumlah fasilitas yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak swasta sehingga mampu mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Semangat kita bagaimana aset ini bisa dikelola dengan baik dan memberikan manfaat lebih bagi daerah,” katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Denny memberikan perhatian khusus pada sentuhan akhir bangunan. Ia berharap identitas budaya Kalimantan Utara tetap hadir dalam desain maupun tampilan gedung sehingga menjadi representasi daerah yang membanggakan.

Baginya, gedung pemerintah bukan hanya berfungsi sebagai sarana kerja, tetapi juga menjadi wajah daerah yang mencerminkan karakter dan kearifan lokal Kaltara.

Usai dari lokasi BPSDM, Denny melanjutkan peninjauan ke Gedung Pusdalops BPBD Kaltara serta mengecek kesiapan Ruang Sidang Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kekompakan, kedisiplinan dan koordinasi dalam menjalankan program prioritas daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh kepala OPD di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (3/6).

Rapat ini digelar untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan disiplin kerja, mendorong efisiensi anggaran, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Wagub Ingkong memberikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., yang telah menginisiasi rapat koordinasi tersebut.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap solid dan menjalankan arahan yang telah disampaikan demi meningkatkan kualitas pemerintahan dan keterbukaan informasi publik.

“Rapat ini sangat baik. Saya mengapresiasi Pak Sekprov. Apa yang sudah kita dengar bersama hari ini harus kita jalankan dengan baik dan kompak demi memperkuat tata kelola pemerintahan serta keterbukaan informasi,” kata Ingkong.

Ingkong juga menyoroti pentingnya menyesuaikan program pembangunan dengan kondisi fiskal daerah. Menurutnya, setiap program dan kebijakan harus direncanakan secara matang serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kita memiliki banyak gagasan dan rencana pembangunan. Namun semuanya harus dikelola secara bijak dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah demi kebaikan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Sekprov Denny menekankan sejumlah agenda penting yang perlu menjadi perhatian seluruh OPD, mulai dari kedisiplinan menghadiri agenda legislatif, pengelolaan kurban, efisiensi belanja daerah, hingga pengelolaan informasi publik.

Denny meminta seluruh kepala OPD hadir dalam Sidang Paripurna DPRD Kaltara terkait penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pelaksanaan APBD yang dijadwalkan pada 8 Juni mendatang

“Saya berharap seluruh kepala OPD dapat hadir. Ini merupakan agenda penting karena berkaitan dengan penyerahan LHP APBD,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi perhatian bersama agar pembangunan tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan beban keuangan daerah.

Sebagai langkah efisiensi, Denny menginstruksikan seluruh perangkat daerah memaksimalkan penggunaan media digital milik pemerintah untuk publikasi kegiatan dan mengurangi penggunaan spanduk maupun baliho di ruang publik.

“Kita sudah memiliki fasilitas videotron di Tanjung Selor dan Tarakan. Silakan dimanfaatkan untuk publikasi kegiatan. Harapan saya ke depan tidak ada lagi spanduk yang dipasang di jalan-jalan,” pungkasnya. (dkisp)

BULUNGAN, MP  – Bunda Literasi Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani, menghadiri Haflah Ikhtitam dan Pelepasan Murid Kelas VI SD Alkhairaat Tanjung Selor Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula Pondok Pesantren Alkhairaat Tanjung Selor, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Melangkah Bersama Generasi Berprestasi, Kreatif dan Berakhlak Mulia dalam Bingkai Seni dan Budaya” tersebut menjadi momen pelepasan siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Dalam sambutannya, Sri Nurhandayani mengucapkan selamat kepada seluruh siswa serta mengajak mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Ia menekankan pentingnya budaya literasi sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

“Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga membangun pengetahuan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memahami kehidupan,” ujarnya.

Bunda Literasi juga menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dalam mendidik siswa serta kepada orang tua yang terus mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.

Di akhir sambutan, Sri Nurhandayani berpesan agar para siswa terus bermimpi, rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nama baik sekolah dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Upaya tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., dan Tim Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (2/6).

Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan data dan informasi lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas sekaligus memperkuat sistem pertahanan di wilayah perbatasan.

Delegasi Markas Besar (Mabes) TNI dipimpin Marsma TNI Soegeng Ryady, S.T., didampingi Brigjen TNI (Mar) Niko Budi L. Harumbintoro, S.H., M.Tr Hanla., M.H., Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P., serta Kolonel Pom I Putu Nova S. Thama.

Dalam paparannya, Wagub Ingkong menjelaskan bahwa pembangunan kawasan perbatasan membutuhkan pendekatan yang seimbang antara aspek kesejahteraan masyarakat dan penguatan kedaulatan negara. Hal ini sejalan dengan posisi Kaltara yang memiliki garis batas darat sepanjang 1.038 kilometer dengan Malaysia.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan perbatasan yang terus meningkat. Namun demikian, konektivitas antar kawasan di dalam wilayah Kaltara masih memerlukan dukungan dan percepatan penyelesaian.

“Investasi negara di sektor perbatasan telah berjalan dengan baik. Saat ini kami bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan komunikasi untuk menyinkronkan status jalur logistik darat eks-HPH guna membuka akses mobilitas masyarakat,” kata Ingkong.

Berdasarkan data kondisi jalan perbatasan tahun 2026, total panjang jalur paralel dan akses perbatasan telah mencapai 970,70 kilometer. Pemprov Kaltara terus mendorong peningkatan kualitas dan status jalan guna membuka keterisolasian wilayah di Kabupaten Malinau dan Nunukan.

Sejumlah proyek strategis yang menjadi perhatian antara lain penyelesaian Jembatan Utama Apau Kayan–Data Dian, Jembatan Semamu dan Jembatan Binuang pada jalur Malinau-Krayan. Selain itu, diperlukan penyelarasan tata ruang dengan kementerian terkait agar pembangunan akses logistik tetap selaras dengan ketentuan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan ini, Ingkong juga memperkenalkan pendekatan pembangunan berbasis “Teori Kemakmuran” atau Prosperity Approach yang melengkapi pendekatan keamanan yang selama ini diterapkan.

“Pertumbuhan ekonomi dan penguatan pertahanan harus berjalan secara bersamaan. Ketika masyarakat perbatasan sejahtera dan mandiri, maka ketahanan nasional juga akan semakin kuat,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Kaltara terus mengusulkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), meliputi Kabupaten Apo Kayan, Kabupaten Krayan, Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya) dan Kabupaten Sebatik.

Tim Staf Ahli Panglima TNI mengapresiasi berbagai langkah strategis yang telah disiapkan Pemprov Kaltara. Hasil pertemuan ini akan menjadi bagian dari bahan perumusan kebijakan di tingkat pusat guna mendukung pembangunan perbatasan, penguatan ketahanan pangan, serta pengamanan proyek-proyek strategis nasional di Kaltara, termasuk PLTA Mentarang dan PLTA Sungai Kayan. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menggali dan memaksimalkan potensi daerah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Putri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam Onasis Sahputri di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (2/6). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara, kami menyambut baik serta memberikan penghargaan yang luar biasa kepada Nilam yang telah mengharumkan nama daerah dan memperkenalkan budaya Kaltara di tingkat nasional,” kata Ingkong.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pelestarian budaya, pengembangan seni daerah, hingga promosi sektor pariwisata yang menjadi salah satu kekuatan Kaltara.

Ingkong menegaskan Pemprov Kaltara siap mendukung berbagai program dan gagasan yang bertujuan mengangkat potensi daerah agar semakin dikenal luas.

“Sampaikan kepada kami apabila ada hal-hal yang perlu dikembangkan. Nanti akan kami tindak lanjuti melalui perangkat daerah terkait,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Nilam meraih gelar Putri Indonesia Kebudayaan 2026 merupakan prestasi yang membanggakan. Dalam ajang Puteri Indonesia 2026 tersebut, Nilam berhasil masuk jajaran Top 6 dari 45 finalis yang mewakili 34 provinsi di Indonesia.

Menurut Ingkong, capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kaltara untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Lebih lanjut, ia berharap anak-anak muda Kaltara mampu mengambil peran sebagai motor penggerak ekonomi kreatif melalui promosi pariwisata, budaya maupun pengembangan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Generasi muda bisa menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat ekonomi daerah, termasuk melalui promosi pariwisata dan branding UMKM agar semakin dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga mancanegara,” tutupnya.

Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara Jonilius, S.STP., Kepala Biro Administrasi Pimpinan Kaltara Jaini, S.Hut., M.P., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Hasanuddin, S.Pd., M.Si., serta perwakilan Dinas Pariwisata Kaltara. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, S.H., menerima kunjungan kehormatan Putri Indonesia Kebudayaan, Nilam Onasis Sahputri, di Rumah Jabatan Gubernur Kaltara, Selasa (2/6).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi untuk memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata dan ekosistem alam Kaltara ke tingkat nasional maupun internasional.

Rahmawati menyampaikan apresiasi atas prestasi Nilam yang berhasil masuk jajaran Top 5 Putri Indonesia dan menyandang gelar Putri Indonesia Kebudayaan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kaltara karena Nilam memiliki ikatan kuat dengan daerah melalui garis keturunan keluarganya.

“Kehadiran Nilam di sini untuk melihat langsung akar budayanya. Sebagai putri daerah yang kini berkiprah di tingkat nasional, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan masyarakat. Nilam merupakan duta yang tepat untuk mempromosikan potensi Kalimantan Utara,” ujar Rahmawati.

Ia menuturkan bahwa Kaltara memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari budaya Bulungan, Tidung, Dayak hingga berbagai suku lainnya yang hidup berdampingan secara harmonis.

Dalam kunjungannya, Nilam dijadwalkan mengeksplorasi berbagai potensi daerah, termasuk adat istiadat, kesenian tradisional, kuliner khas, serta keindahan alam yang masih terjaga.

Rahmawati menegaskan promosi kebudayaan tidak hanya berfokus pada satu wilayah tertentu. Seluruh kabupaten dan kota di Kaltara memiliki keunikan yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Kita tidak membatasi pada satu atau dua daerah saja. Seluruh wilayah di Kalimantan Utara memiliki karakteristik budaya dan pesona alam yang luar biasa untuk diperkenalkan,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga eksistensi masyarakat adat yang selama ini hidup selaras dengan alam. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan masyarakat adat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya daerah.

“Keberadaan masyarakat adat kita sangat luar biasa. Mereka menjadikan alam sebagai bagian penting dalam kehidupan sekaligus menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun,” ungkapnya.

Rahmawati berharap Nilam dapat memanfaatkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa yang dimilikinya untuk memperkenalkan potensi Kaltara kepada masyarakat dunia.

“Nanti kita akan fasilitasi agar Putri Indonesia Kebudayaan bisa melihat langsung kehidupan masyarakat dan keberagaman budaya di seluruh pelosok Kaltara. Kita ingin dunia tahu bahwa Kaltara bukan hanya indah alamnya, tetapi juga kaya akan budaya dan tradisi,” pungkasnya. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Menjadi advokat bukan sekadar menyandang profesi hukum, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk menjaga keadilan dan kepercayaan masyarakat.

Pesan itulah yang disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., saat menghadiri Pengangkatan dan Pembekalan Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Suara Advokat Indonesia (SAI) Kaltara di Pengadilan Tinggi Kaltara, Selasa (2/6).

Di hadapan para advokat yang baru diambil sumpahnya, Wagub Ingkong mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam menjalankan profesi.

Ia menegaskan bahwa nama baik dan idealisme seorang advokat harus dijaga, meskipun di tengah perjalanan profesi nanti akan banyak tantangan dan godaan yang datang.

“Jangan pernah menggadaikan nama baik dan idealisme sebagai advokat hanya demi kepentingan sesaat,” kata Ingkong.

Menurutnya, profesi advokat merupakan profesi yang terhormat karena memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh keadilan. Karena itu, setiap advokat harus menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme dan independensi.

Ingkong juga mengajak para advokat untuk aktif dalam organisasi profesi. Baginya, organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Ia menyebut Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Tanjung Selor sebagai rumah bersama bagi para advokat di Kaltara yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas profesi.

Lebih jauh, Ingkong mengingatkan bahwa perjalanan sebagai advokat baru saja dimulai. Berbagai perkara yang kompleks, klien dengan beragam karakter, hingga godaan untuk menyimpang dari prinsip-prinsip hukum akan menjadi bagian dari dinamika profesi.

Karena itu, ia meminta para advokat untuk selalu mengingat sumpah yang telah diucapkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa serta menjadikannya pedoman dalam bekerja.

Menutup sambutannya, Ingkong yang juga selaku Dewan Pembina DPC Peradi SAI Tanjung Selor mengajak seluruh advokat untuk bersama-sama menjaga marwah profesi dan memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan di Kaltara.

“Bekerjalah dengan hati nurani, akal sehat dan keberanian. Mari menjaga kehormatan profesi serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Kaltara Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H., Wakil Ketua Komite Magang dan Pengangkatan Advokat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi SAI Ferry Febry Mewengkang, S.H., M.H., serta Ketua DPC Peradi SAI Tanjung Selor Selecius Nicator Montonglayuk, S.H. beserta jajaran pengurus. (dkisp)

BULUNGAN, MP – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2026 di SMPN2 Tanjung Selor pada Senin pagi (1/6).

Bupati membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menegaskan, peringatan Harlah Pancasila setiap 1 Juni lebih dari sekedar seremoni tahunan. Tapi momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Tema Harlah Pancasila tahun ini yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Ditegaskan, nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga kebutuhan Bangsa Indonesia. Namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ucap Bupati.

Sesuai amanat UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.(**)

BULUNGAN, MP – Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi)  Kabupaten Bulungan bersama Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si menanam Pohon Bodhi di Kebun Raya Bundayati di Jl Sengkawit, Tanjung Selor pada Minggu pagi (31/5).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE / 2026 M sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian umat Buddha terhadap kelestarian alam, sekaligus mendukung program Eco Teologi Kementerian Agama RI dan program pelestarian lingkungan Pemkab Bulungan. Penanaman pohon secara simbolis oleh Bupati bersama para tokoh agama sebagai bentuk dukungan dan teladan bagi masyarakat dalam menjaga alam.

Bupati pun menyampaikan terima kasih, dukungan serta apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan Magabudhi Bulungan di Kebun Raya Bundayati. Diketahui, Pohon Bodhi (Ficus religiosa) adalah sejenis pohon ara suci yang berasal dari India, Indochina, dan Tiongkok barat daya. Pohon ini sangat disakralkan dalam agama Buddha karena diyakini sebagai tempat Sang Buddha (Siddhartha Gautama) duduk bermeditasi hingga mencapai pencerahan.

 Pohon Bodhi memiliki karakteristik daun khas berbentuk hati dengan ujung daun yang memanjang. Termasuk keluarga Ara atau berkerabat dekat dengan pohon Beringin (berada dalam famili Moraceae). Pohon ini menjadi menjadi lambang kebijaksanaan, pencerahan, dan kedamaian batin dalam ajaran Buddha.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Hutan Gunung Seriang masih menyimpan embun ketika rombongan mulai melangkah menyusuri jalan setapak pada Sabtu (30/5) pagi. Jejak hujan yang turun semalam membuat tanah terasa lembap, sementara rimbunnya pepohonan menaungi perjalanan menuju sebuah tempat yang selama ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar “Goa Berlapis”.

Perjalanan itu bukan tanpa tantangan. Jalur yang menurun, akar-akar pohon yang menjulur dan bebatuan licin mengharuskan setiap langkah dilakukan dengan hati-hati. Namun rasa lelah seolah terbayar ketika mulut goa mulai terlihat di balik hijaunya hutan.

Di antara rombongan yang datang pagi itu tampak Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka datang bukan sekadar menikmati keindahan alam, tetapi ingin melihat langsung potensi wisata yang tersimpan di dalam perut bumi Gunung Seriang.

Memasuki goa, suasana seketika berubah. Cahaya matahari perlahan menghilang, berganti dengan udara sejuk yang memenuhi setiap sudut lorong. Dinding-dinding batu yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun menghadirkan pemandangan yang memukau.

Sesekali Zainal dan Ingkong menghentikan langkah. Pandangan mereka tertuju ke langit-langit goa yang dihiasi ornamen batu alami dengan bentuk yang unik dan beragam. Di tengah kekaguman itu, rombongan menemukan satu keunikan yang tak biasa.

Sebuah tumpukan batu menghasilkan bunyi-bunyian merdu saat diketuk perlahan pada bagian tepinya. Nada yang muncul terdengar seperti alat musik alam yang dimainkan oleh tangan tak kasat mata.

“Yang menarik di sini ada batu berbunyi. Kita sudah mencobanya dan suaranya cukup bagus,” ujar Zainal sambil tersenyum.

Keunikan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Goa Berlapis dinilai memiliki daya tarik yang berbeda dibanding destinasi wisata alam lainnya. Di mata Zainal, potensi itu layak dikembangkan agar dapat dinikmati lebih banyak orang.

“Insyaallah ke depan gua ini akan kita jadikan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bulungan. Karena itu kami ingin melihat langsung apa yang perlu dipersiapkan,” katanya.

Goa Berlapis sendiri bukanlah satu-satunya kawasan yang pernah dijelajahi Zainal. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Goa Batu Benau yang dihuni Suku Punan Batu, kawasan Goa Karst Batu Putih, hingga Batu Tumpuk di Desa Panca Agung.

Namun Goa Berlapis memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bagian dari sekitar 22 goa yang saling terhubung dalam satu kawasan.

Bagi Kaltara yang terus berupaya memperluas sektor pariwisata, keberadaan Goa Berlapis menjadi aset yang berharga. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman petualangan yang berbeda bagi para pencinta wisata goa.

Menjelang siang, perjalanan penelusuran pun berakhir. Satu per satu anggota rombongan kembali menuju pintu keluar. Cahaya matahari yang menerobos sela-sela pepohonan seakan menjadi penanda berakhirnya eksplorasi hari itu.

Sebelum meninggalkan lokasi, Zainal menyampaikan pesan sederhana namun penting. Menurutnya, keindahan alam yang diwariskan Tuhan harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

“Kita harap masyarakat yang datang ke sini jangan merusak, jangan mencoret-coret dinding, dan jangan mengotori tempat ini,” pesannya.

Goa Berlapis mungkin masih tersembunyi di balik rimbunnya hutan Gunung Seriang. Namun dari lorong-lorong batu yang sunyi itu, tersimpan harapan besar. Harapan bahwa suatu hari nanti, tempat ini tidak hanya dikenal masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang membanggakan Kaltara.

Di balik gelapnya goa, tersimpan cahaya masa depan pariwisata Bumi Benuanta. (dkisp)

Scroll to Top