Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

SAMARINDA, MANDAUPOST — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laung Kuning Banjar Kota Samarinda, Jumat (17/10) pagi, di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Gedung PKK Jalan S. Parman. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diselingi canda tawa serta percakapan menggunakan bahasa Banjar.

Audiensi ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Samarinda Miftahurrizqa, Ketua TWAP Syaparudin, serta jajaran pengurus DPC Laung Kuning Banjar Samarinda yang dipimpin oleh Iwan Efendi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap eksistensi Laung Kuning Banjar yang berperan aktif melestarikan budaya leluhur.

“Terima kasih atas kehadiran Laung Kuning Banjar. Marilah kita selalu memelihara kebersamaan di Kota Samarinda yang terdiri dari beraneka suku. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan, kebersamaan, dan persatuan. Mari sama-sama berkontribusi untuk pembangunan Kota Samarinda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Laung Kuning menjadi bagian penting dalam memperkaya khazanah budaya daerah.

“Saya mengapresiasi Laung Kuning yang menjaga adat budaya nenek moyang. Ini menjadikan khazanah kebudayaan Kota Samarinda semakin kaya dan indah,” tambahnya.

Sementara itu, Iwan Efendi selaku perwakilan Laung Kuning Banjar DPC Samarinda yang hadir, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Wakil Wali Kota. Ia menjelaskan bahwa Laung Kuning Cabang Samarinda baru berusia tiga tahun dan berkomitmen untuk mengangkat harkat serta martabat masyarakat Banjar melalui pelestarian adat dan tradisi.

“Kami ingin agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap mengenal adat istiadat Banjar,” ujarnya. Iwan juga menyampaikan rencana besar organisasi tersebut, yakni penyelenggaraan “Aruh Ganal Budaya Banjar 2026” di Kota Samarinda.

“Acara ini akan diikuti seluruh cabang Laung Kuning se-Kalimantan, dengan estimasi peserta mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. Ini merupakan Aruh Ganal ketiga setelah sebelumnya digelar di Banjarmasin (2024) dan Tana Grogot (2025). Kami tentu berharap dukungan dan arahan dari Pemerintah Kota Samarinda,” tambahnya.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua TWAP, Syaparudin, yang menilai bahwa kegiatan kebudayaan seperti ini sangat penting bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Seni dan budaya adalah bagian esensial dari kehidupan manusia. Saya menyambut baik kiprah Laung Kuning dalam menjaga tradisi leluhur. Apalagi saya juga memiliki darah Banjar dari kakek saya yang berasal dari Nagara,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kota Samarinda, Miftahurrizqa, menegaskan bahwa keberagaman suku di Samarinda sejauh ini selalu hidup dalam harmoni.

“Alhamdulillah, aneka paguyuban kesukuan di Samarinda selama ini selalu rukun dan damai. Kesbangpol siap memfasilitasi kegiatan positif seperti ini, baik dari sisi tempat maupun dukungan lainnya,” katanya.

Suasana audiensi ditutup dengan sesi foto bersama. Sebelum itu, dilakukan pemasangan “laung”, penutup kepala khas Banjar berwarna kuning, kepada Wakil Wali Kota Samarinda sebagai simbol penghormatan.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari Pemerintah Kota, kegiatan Aruh Ganal Budaya Banjar 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian adat dan mempererat tali silaturahmi antarwarga Banjar di Kalimantan.(**)

PPID Utama, Bontang — Suasana haru penuh kebahagiaan warnai wajah para tenaga honorer yang akhirnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Setelah belasan hingga puluhan tahun mengabdi tanpa kepastian status, sebanyak 1.424 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi dilantik, Kamis (16/10).

Berbeda dari biasanya, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini digelar secara terbuka di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Jalan Aiptu II Karel Satsuit Tubun. Suasana khidmat terasa sejak pagi ketika Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin langsung upacara pelantikan di bawah langit cerah Kota Taman.

Dalam sambutannya, Neni menyebut momen ini sebagai sejarah penting bagi perjalanan para tenaga honorer yang telah lama mengabdikan diri demi pelayanan publik di Bontang.

“Setelah bertahun-tahun mengabdi, hari ini kalian resmi menjadi bagian dari ASN Kota Bontang,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia menegaskan, status baru sebagai PPPK Paruh Waktu bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi amanah dan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“ASN itu adalah civil servant — pelayan masyarakat. Jadi berikan pelayanan dengan tulus, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Wali Kota juga memastikan Pemkot Bontang akan memenuhi hak-hak dasar para PPPK, mulai dari gaji, cuti, hingga jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja. Namun, ia mengingatkan pentingnya menegakkan disiplin, etika, dan nilai-nilai BerAKHLAK — Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Bekerjalah dengan dedikasi dan tanggung jawab. Jadikan pengabdian ini sebagai bagian dari sejarah panjangmu untuk Bontang,” pesan Neni di hadapan ribuan wajah yang masih sulit menahan haru.

Pelantikan ini menjadi simbol penghargaan sekaligus babak baru bagi para abdi negara yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik di Kota Taman — membuktikan bahwa pengabdian panjang akhirnya berbuah manis.(**)

MAHAKAM ULU, MANDAUPOST – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan turut larut dalam tarian Ngaraang Hudoq bersama masyarakat, dalam rangkaian Festival Nugal dan Pasar Seni serta yang digelar sebagai syukuran atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mahulu periode 2025–2030, di Alun-Alun Ujoh Bilang. Kamis (16/10)

Kegiatan yang sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal ini juga dihadiri oleh Bupati Mahulu periode 2021 – 2025, Bonifasius Belawan Geh, Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, Sekretaris Daerah Mahulu Stephanus Madang, Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda, Yustinus Harjosusanto, para Asisten, anggota DPRD Mahulu, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian dan Bidang, serta unsur Forkopimda Mahulu. Seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat tampak antusias menari dan merayakan kebersamaan dalam suasana penuh sukacita.

Bupati Angela menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya dapat kembali menari bersama masyarakat Mahulu dalam perayaan budaya tersebut.

“Kesan saya luar biasa, menyenangkan, karena Hudoq adalah tradisi yang selalu kita nantikan setiap tahun. Walaupun dilakukan setiap tahunnya, tetap ada kerinduan kebersamaan yang luar biasa setiap kali kita menggelarnya,” ungkap Bupati Angela ketika ditemui di sela acara.

Ia menambahkan bahwa tradisi Hudoq bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud rasa syukur dan identitas budaya masyarakat Mahulu yang perlu dijaga bersama.

“Bagi saya, acara Hudoq adalah acara yang luar biasa dan selalu saya rindukan. Malam ini saya sangat senang karena bisa bersama masyarakat dan teman-teman pemerintahan menari di alun-alun kita,” ujarnya.

Bupati Angela juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

“Hudoq adalah maskot kita, warisan budaya yang harus terus kita suarakan dan lestarikan, agar dikenal lebih luas hingga ke mancanegara,” pungkasnya.

Melalui gelaran Festival dan Pasar Seni serta Festival Nugal ini, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap kegiatan budaya lokal dapat terus menjadi perekat persaudaraan, memperkuat jati diri daerah, serta menjadi daya tarik wisata budaya bagi masyarakat luas.(**)

PENAJAM, MANDAUPOST – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menyelimuti Pantai Sipakario, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam acara khitanan massal gratis yang diikuti oleh 60 anak pada Kamis (16/10). Kegiatan mulia ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Relawan Sosial Penajam Paser Utara dengan Yayasan Baitul Mal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP III Balikpapan dan RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kab. PPU sebagai tim eksekutor khitanan.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari kepedulian sosial dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu warga, terutama keluarga yang kurang mampu, untuk memenuhi kewajiban sekaligus kebutuhan kesehatan anak-anak mereka,” ujar Wakil Bupati Abdul Waris Muin.

Lebih dari sekadar bantuan sosial, Wabup juga menyoroti nilai spiritual dari khitanan sebagai bagian dari syariat Islam dan tanda kesucian. Kepada para peserta khitan, beliau berpesan agar menjadi generasi muda yang rajin belajar, hormat kepada orang tua, patuh kepada guru, dan mencintai tanah kelahiran, karena masa depan daerah bergantung pada karakter dan kekuatan mereka.

“Melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Relawan Sosial Penajam Paser Utara ini, telah ditunjukkan contoh nyata bagaimana kolaborasi masyarakat bisa menghasilkan manfaat besar bagi sesama,” tambahnya, seraya berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut.

Manajer PLN UP III Balikpapan, Arif Prastianto, menjelaskan bahwa YBM PLN adalah yayasan yang dibentuk untuk menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari pegawai muslim PLN. Dana ZIS yang terkumpul kemudian disalurkan kembali kepada para mustahik (yang berhak menerima) dalam berbagaiib program, termasuk khitanan massal gratis ini.

“Alhamdulillah, hari ini kegiatan YBM kami salurkan dalam bentuk khitanan gratis kepada 60 anak. Dana ini adalah murni dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai muslim yang bekerja di PLN,” terang Arif.

Arif Prastianto menegaskan komitmen PLN untuk hadir bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian sosial di Kabupaten PPU. Selain khitanan massal, YBM PLN di PPU juga telah menyalurkan bantuan operasi katarak, paket sembako untuk 12 keluarga prasejahtera, santunan di dua panti asuhan, modal usaha bagi empat penerima manfaat, dan satu unit Gerobak Cahaya.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan lembaga sosial masyarakat dapat menghadirkan energi kebaikan yang menerangi banyak kehidupan,” tutupnya, seraya berharap kolaborasi ini semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Acara khitanan massal yang sukses ini turut dihadiri oleh Direktur RSUD RAPB, Camat Penajam, Manajer PLN UP III Balikpapan, Lurah Sungai Parit, Lurah Nenang, Lurah Nipah-nipah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta seluruh orang tua keluarga peserta sunat massal.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Program Gratispol internet desa yang menjadi bagian dari progam unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyediakan akses internet secara gratis bagi masyarakat hadir di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Sebanyak 31 desa di Kutim menerima bantuan internet berupa peralatan modem internet Orbit yang secara simbolis di serahkan oleh Plt Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo kepada perwakilan perangkat desa yang turut di saksikan Kepala Diskominfo Staper, Ronny Bonar H Siburian yang berlangsung di ruang rapat Diskominfo Staper Kutim, Sangatta, Kamis (16/10) pagi.

Plt Kepala Bidang TIK dan persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo, menyebut, hadirnya program ini bertujuan  untuk mendukung percepatan pemerataan akses internet di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Kutim.

Dengan adanya akses internet yang memadai, desa-desa diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan publik, pendidikan, serta pembangunan berbasis digital.

“Kami harapkan masyarakat di desa dapat terlayani dan mudah dalam akses layanan internetnya,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya program ini. Di harapkan menjadi lompatan besar menuju pelayanan publik digital. serta mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan potensi dan branding desa, serta promosi pariwisata dan UMKM.

Sementara itu,  Kadis Kominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, memberikna apresiasi kepada pemerintah Provinsi Kaltim yang menghadirkan trobosan yang menurutnya juga mampu membantu untuk memperluas jangkauan layanan program digitalisai publik bagi masyarakat yakni program Merdeka Sinyal yang di gagas oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi.

“Dengan adanya program ini kami sangat terbantu. Mengingat  dalam era digitalisasi kita tidak bisa terlepas dengan kondisi adanya jaringan telekomunikasi dan jaringan internet,” ujar Ronny.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga berpesan kepada desa yang sudah menerima bantuan untuk mengoptimlkan program tersebut untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan seluruh potensi sumber daya yang di miliki. Baik itu sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif lainya.

“Kedepannya kami juga akan menghadirkan website bagi desa yang bisa membantu dalam menyebarluaskan informasi. Sehingga apa yang di hasilkan dan yang di lakukan pemerintah bisa diketahui oleh masyarakat,”pungkasnya.(**)

SAMARINDA, MANDAUPOST — Aula Arutala Kantor Bapperida Samarinda, Kamis (16/10), dipenuhi suasana hangat dan antusias. Sekitar 300 peserta yang terdiri dari orang tua murid PAUD, pendidik, dan perwakilan instansi pendidikan mengikuti Seminar Parenting bertema “Kesehatan Gizi Anak Usia Dini dan Orang Tua Siaga untuk Kesehatan Anak.”

Bunda PAUD Kota Samarinda Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun hadir membuka kegiatan secara resmi dan menyampaikan pesan menyentuh tentang peran orang tua dalam membentuk karakter dan kesehatan anak.

“Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah daripada melihat anak-anak kita tumbuh sehat, ceria, dan percaya diri. Dan itu semua berawal dari kehadiran orang tua yang siaga dan penuh cinta,” ucapnya membuka sambutan.

Rinda menegaskan, masa anak usia dini merupakan masa emas kehidupan, di mana 80 persen perkembangan otak terjadi pada usia 0–6 tahun. Karena itu, perhatian terhadap asupan gizi, lingkungan, serta keteladanan dari orang tua sangat menentukan arah tumbuh kembang anak.

“Anak-anak belajar bukan dari nasihat panjang, tapi dari keteladanan yang mereka lihat setiap hari. Cara kita berbicara, menanggapi, dan menunjukkan kasih sayang, semuanya direkam oleh hati mereka yang masih jernih,” ujar ketua TP PKK kota Samarinda ini.

Dalam kesempatan itu, Rinda menekankan pentingnya berhati-hati dalam berucap kepada anak. Ia mengingatkan, setiap kata dari mulut seorang ibu bisa menjadi doa yang menembus langit.

“Jangan bilang ‘nakalnya anak ini’ atau ‘cengengnya anak ini’. Ucapkan yang baik, karena doa seorang ibu bisa sampai ke langit ketujuh. Kalau ingin anak kita baik, ucapkanlah kebaikan tentang mereka,” pesannya disambut tepuk tangan peserta.

Rinda menambahkan, kesehatan dan gizi anak bukan hanya soal makanan bergizi, melainkan juga suasana rumah yang penuh kasih dan kedamaian.

“Kita sering berpikir anak cukup asal kenyang. Padahal tubuh dan otak mereka butuh gizi seimbang. Anak yang sehat bukan hanya karena makanan, tapi juga karena lingkungan yang penuh cinta,” kata Rinda yang juga ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda.

Melalui seminar ini, Rinda berharap para orang tua dan pendidik dapat memperkaya wawasan tentang pola asuh dan pendidikan anak yang tepat.

Kita belajar dari ahlinya, bukan sekadar dari katanya. Agar langkah kita mendidik anak semakin tepat dan terarah,” ujarnya.

Ia juga berbagi kisah sederhana tentang Wali Kota Samarinda Andi Harun yang selalu meluangkan waktu untuk anak-anaknya di tengah kesibukan.

“Pak Wali sesibuk apapun, setiap malam tetap menyempatkan diri ke kamar si bungsu, mencium dahinya, dan membacakan doa. Karena anak itu bukan sekadar harta, tapi aset masa depan kita,” ungkap istri wali kota Samarinda ini.

Seminar yang digagas oleh Bunda PAUD Kota Samarinda ini menghadirkan dua narasumber, yakni Nanan Surya Perdana, yang membawakan materi Kesehatan Anak Usia Dini, serta Widarwati, Psikolog dengan topik Membentuk Mental Anak yang Kuat dan Sehat.

Peserta berasal dari lima kecamatan—Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sungai Pinang, Samarinda Kota, dan Samarinda Ilir—serta sejumlah pendidik PAUD dari berbagai lembaga pendidikan di Samarinda.(**)

KUTAI BARAT, MANDAUPOST – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) dalam rangka penyusunan Standar Pelayanan, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Aspiah Nur, yang berlangsung diruang rapat, Kantor Diskominfo Informatika Kutai Barat, pada Kamis (16/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan perangkat daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga pelaku media lokal. Dalam forum tersebut, Diskominfo memaparkan rancangan standar pelayanan pada sejumlah bidang layanan, seperti layanan informasi publik, pengelolaan website dan media sosial pemerintah daerah, serta pengelolaan data dan aplikasi internal.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Barat, Aspiah Nur, yang mewakili Kepala Dinas, menyampaikan bahwa pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) ini merupakan salah satu bentuk komitmen Diskominfo dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap instansi penyelenggara pelayanan publik wajib mengadakan FKP sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi standar pelayanan.

Aspiah menegaskan bahwa pelaksanaan FKP kali ini merupakan tindak lanjut dari amanat tersebut, khususnya dalam rangka penyempurnaan standar pelayanan di lingkungan Dinas Kominfo Kabupaten Kutai Barat. Melalui forum ini, Diskominfo berupaya memastikan bahwa setiap standar pelayanan yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan, harapan, dan aspirasi masyarakat.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari kecepatan layanan, tetapi juga dari sejauh mana layanan tersebut memberikan kemudahan dan kepuasan bagi masyarakat. Maka melalui forum ini akan memperoleh berbagai pandangan, kritik dan saran yang konstruktif dari seluruh peserta forum.

“Harapan kami, hasil diskusi dalam forum konsultasi publik ini dapat menjadi masukan berharga untuk perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan publik, sehingga Dinas Kominfo Kutai Barat dapat terus berbenah dalam memberikan palayanan yang transparan, akuntabel,efektif dan berkeadilan,” pungkasnya

Peserta forum diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta masukan secara langsung terhadap rancangan standar pelayanan yang dipresentasikan. Semua tanggapan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dokumen final Standar Pelayanan Diskominfo Tahun 2025.(**)

BERAU, MANDAUPOST – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau menyelenggarakan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Melalui Peran Media Dalam Mewujudkan Pembangunan Daerah, Selasa (14/10), di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, M. Hendratno, dan dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, organisasi perempuan, serta insan media dari berbagai platform lokal.

Dalam sambutannya,  M. Hendranto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam mempercepat pemahaman masyarakat mengenai kesetaraan gender.

“Media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender. Melalui pemberitaan dan konten yang berperspektif gender, media dapat membantu menghapus stereotip serta memperkuat kesadaran bahwa pembangunan yang berkeadilan harus melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap media lokal dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengarusutamakan gender, baik melalui publikasi informasi yang edukatif maupun dalam pemantauan pelaksanaan kebijakan yang responsif gender.

Sosialisasi ini juga bertujuan memperkuat strategi integrasi isu gender dalam kebijakan pembangunan daerah, serta mendorong percepatan implementasi PUG di semua bidang pembangunan — mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan media, diharapkan pembangunan di Kabupaten Berau dapat berjalan lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.(**)

KUTAI KARTANEGARA – Ketua Kelompok Kerja Pokja Bunda Paud Kukar Hj Maria Ester membuka kegiatan sosialisasi kelas Parenting PAUD Kukar. Kegiatan ini mengambil Thema “Wajib 1 Tahun Paud, Fasilitasi PAUD HI” Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan untuk mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang bermutu” Yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum BPU Kecamatan Kota Bangun, Rabu (15/10).

Kegiatan ini diikuti Bunda Paud yang ada di kecamatan Kota Bangun dan Kecamatan Kota Bangun Darat. Tampak hadir dalam acara tersebut Camat Kota Bangun Abdul Karim, Bunda Paud Kukar Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman, Plh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Pujianto, Kabid Paud dan PNF Ida Wahyu Sayekti, Kepala UPT Layanan Kependidikan, Ketua PP Paud, IGTKI, Himpaudi, K3S, pengawas sekolah, penilik, kepala sekolah, guru, seluruh organisasi mitra serta sejumlah undangan lainnya.

Hj Maria Ester mengatakan kelas parenting ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita. Melalui acara ini, kita dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana mendidik anak-anak dengan baik dan efektif. Paud merupakan jenis pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak berusia 0-6 tahun, dengan tujuan mengembangkan kemampuan potensi anak sejak dini, antara lain : mengembangkan kemampuan dasar anak, seperti kemampuan koknitif, bahasa, motorik, dan sosial. Meningkatkan kesiapan sekolah, Paud membantu anak-anak untuk siap masuk sekolah dasar dengan memiliki kemampuan dasar yang kuat. Mengembangkan kepribadian/karakter anak, seperti kemampuan untuk berbagi, bekerjasama, dan mengembangkan emosi yang seimbang.

Untuk mendukung terwujudnya program wajib belajar 13 tahun, mulai dari 1 tahun di Paud, dengan memastikan anak usia 5-6 terlayani di layanan Paud dengan baik dan mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Program Kukar Idaman Terbaik, yang fokus pada pembanguan sumber daya manusia berkarakter. Terkait dengan itu Bunda Paud Kabupaten Kukar telah membuat inovasi anak etam adalah aksi nyata dan kolaborasi tangguh majukan Paud bermutu dan telah dilounching pada hari senin, 13 oktober 2025 lalu.

Dengan inovasi ini, Bunda Paud Kukar ingin mengajak, mari kita bersama – sama : mendukung terwujudnya program wajib belajar 13 tahun, mulai dari 1 tahun di Paud, dengan memastikan anak usia 5-6 terlayani di layanan Paud dengan baik. Mendorong transisi Paud ke SD yang menyenangkan, agar anak-anak belajar dengan gembira sesuai tahap perkembangannya. Membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan keluarga, menggerakkan masyarakat agar lebih peduli pada tumbuh kembang anak sejak usia dini. Memberikan pertolongan kepada anak-anak kita yang membutuhkan perhatian khusus seperti anak yang berkebutuhan khusus, anak yang mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting, dan anak dari keluarga yang kurang mampu, anak-anak yang ada dalam situasi rentan yang membutuhkan perlindungan.

Ia berharap acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, terutama bagi anak-anak, untuk menciptakan generasi unggul yang cerdas, berahklak mulia, tangguh dan berprestasi melalui Paud yang bermutu, jelas Hj Maria Ester.

Sedangkan bertindak selaku narasumber dalam acara tersebut Hermawanti Puspitasari, Sekretaris II Pokja Bunda Paud Kukar dengan judul ” Orang Tua, Sahabat Sekolah, Membangun Sinergi Untuk Pendidikan optimal. Dengan peserta tercatat sebanyak 300 ( tiga ratus) orang.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur kembali menggelar kegiatan sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Bagi masyarakat di Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, pada Selasa (14/10).

KIM sendiri merupakan sebuah wadah atau kelompok masyarakat yang dibentuk secara mandiri dan kreatif untuk mengelola serta menyebarkan informasi kepada publik, terutama di Kecamatan, desa atau kelurahan.

Sosialisasi yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Desa Suka Maju tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman, perwakilan Kecamatan Kongbeng, serta masyarakat Desa Suka Maju yang berjumlah sekitar 75 orang peserta.

Kepala Diskominfo Staper Ronny Bonar H Siburian melalui, Pranata Humas Ahli Muda, Aji Wardhana mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan dan penyebaran informasi publik di tingkat desa.

“KIM memeliki peran yang cukup strategis, karena bisa membantu menyampaikan program, kebijakan, dan kegiatan yang di laksanakan oleh pemerintah kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah di pahami. Begitu juga sebaliknya, KIM bisa menyampaikan aspirasi, ide, dan keluhan masyarakat kepada pemerintah,”ucapnya.

Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman, menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Staper yang menggelar kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran KIM sangat penting bagi masyarakat desa untuk membantu memajukan potensi lokal, terutama dalam hal publikasi dan promosi potensi yang di miliki, baik itu wisata maupun produk usaha kuliner maupun kreatif yang ada di Desa Suka Maju.

“Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi kami. Dengan terbentuknya KIM, masyarakat memiliki wadah untuk belajar mengelola informasi secara benar sekaligus mempromosikan potensi desa. Terima kasih kepada Dinas Kominfo yang telah mendampingi kami dalam pembentukan KIM ini,” ujar Usman.

Desa Suka Maju sendiri, sambung Usman memiliki potensi wisata unggulan yakni Embung Banyu Langit. Sebuah area wisata buatan yang saat ini menajdi salah satu destinasi favorit masyarakat di sekitar Kongbeng dan telah meraih berbagai apresiasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Terkahir, dirinya berharap, melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin aktif dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital, untuk membantu memperkenalkan potensi lokal serta beragam kegiatan positif yang di lakukan oleh masyarakat setempat.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, telah terbentuk tiga Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Desa Suka Maju, yaitu KIM Pokdarwis EBL, KIM Teratai Sukma, dan KIM Harmonia Sukma. Dari hasil pembentukan tiga KIM ini menjadi langkah maju akan pentingnya kehadiran program yang sebelumnya bernama Kelomencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa) tersebut di tengah perkembangan dan kemajuan zaman saat ini. Dimana program tersebut diharapkan mampu membantu mewujudkan masyarakat informatif dan berdaya digital. Khususnya di Kutim

Melalui pembinaan yang di lakukan secara berkelanjutan oleh Diskominfo Staper, diharapkan KIM menjadi motor penggerak dalam menyebarkan informasi positif, memperkuat literasi digital, serta mendukung promosi potensi desa secara berkelanjutan.(**)

Scroll to Top