Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

BONTANG, MANDAUPOST – Pemerintah Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya olahraga yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Galatua U-50, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menghadirkan ajang yang bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah pembinaan lintas generasi.

Turnamen yang digelar sejak 7 Oktober dan berakhir pada Sabtu (11/10) malam di Stadion Bessai Berinta, Bontang Utara, resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Dalam sambutannya, Wawali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendukung kegiatan olahraga bersifat seremonial, tetapi juga berupaya menyiapkan langkah nyata demi kesinambungan pembinaan atlet.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang nostalgia. Ini bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga semangat olahraga sekaligus memotivasi generasi muda agar terinspirasi,” ujar Agus Haris.

Ia juga mengumumkan bahwa tahun depan Pemkot Bontang akan kembali menggelar turnamen serupa untuk kategori usia 51 tahun sebagai wujud konsistensi dalam memberi ruang berolahraga bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, rencana Turnamen “Wali Kota Cup” antar kelurahan juga akan diluncurkan untuk menjaring bakat-bakat muda potensial.

“Pembinaan harus dimulai dari bawah. Turnamen seperti ini menjadi media penting untuk menemukan potensi yang selama ini belum terlihat,” katanya.

Selain memberikan apresiasi kepada seluruh tim, panitia, wasit, dan pihak keamanan, Agus Haris juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan olahraga. Menurutnya, turnamen seperti Galatua U-50 memberikan efek domino positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar stadion selama pertandingan berlangsung.

Ketua Panitia, Muslimin, melaporkan bahwa turnamen ini diikuti delapan tim, berlangsung selama empat hari dengan dukungan penuh dari KONI dan PSSI Kota Bontang. Ia menilai kehadiran pemerintah dan antusiasme masyarakat menjadi energi besar bagi keberlangsungan kegiatan olahraga serupa di masa depan.

Adapun hasil akhir turnamen adalah, Juara 1: Sulbar FC, Juara 2: Bontang Mitra United (BMU), Juara 3: ASN Bontang, Juara 4: Mulawarman FC

Selain itu, Irsan Ma’ruf dinobatkan sebagai Top Skor dengan delapan gol, sementara Zulkifli terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan Galatua U-50, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat menumbuhkan ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, dari pemain senior hingga generasi muda.

“Kita ingin Bontang tidak hanya dikenal karena industrinya, tapi juga karena prestasi dan semangat olahraganya,” tutup Agus Haris.(**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dengan Pimpinan dan Anggota DPRD Kukar melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) RI, Jumat (10/10).

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin juga hadir bersama Kepala Bappeda Syarifah Vanessa Vilna, Camat Loa Janan Hery Rusnadi, Camat Samboja Damsik, Camat Muara Jawa Muhammad Ramli bersama instansi terkait diterima oleh Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Jayadi.

Wabup Kukar didampingi Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan, tujuan kunjungan ini dalam rangka menggali informasi terkait dengan kewenangan Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) dan Pemerintah Daerah, memperkuat sinergitas dan kolaborasi pembangunan di Kukar khususnya kebijakan pembangunan nasional, memastikan bahwa kebijakan nasional yang baik dalam bentuk program prioritas, proyek strategis nasional dan arah kebijakan kewilayahan RPJMN dapat diselaraskan dengan RPJMD Kukar 2025- 2029.

Memastikan bahwa wilayah delineasi IKN yang masih menjadi tanggung jawab Pemkab Kukar dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sesuai dengan peraturan perundang undangan, terbangunnya kolaborasi program pembangunan Nasional -OIKN -Pemkab Kukar dalam lima tahun kedepan, sekaligus konsultasi meminta informasi dari Bappenas terkait kebijakan pembangunan nasional terhadap pembangunan IKN termasuk dalam masa transisi wilayah delineasi IKN yang masuk didalam wilayah Kukar.

Target masa transisi dan batasan penyelenggaraan pembangunan transisi yang dapat dilakukan oleh Pemkab Kukar dalam perspektif pembangunan kewilayahan di Kukar serta bentuk legalitas masa transisi yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat untuk menjamin seluruh proses pembangunan di wilayah IKN dan Kukar dapat berjalan dengan fokus, efektif dan efisien sesuai dengan peraturan perundang undangan.

Hasil yang diharapkan dari pertemuan ini adanya kesepakatan pola pembangunan selama lima tahun kedepan terkait wilayah IKN dan Kukar.

Pemkab Kukar berupaya agar proses pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik di wilayah Kukar sehingga kepastian hukum terkait penyelenggaraan pemerintah daerah dapat dipahami oleh seluruh pihak secara jelas dan terbuka, agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan dapat berperan secara optimal dalam kesuksesan pembangunan nasional dan daerah.

Sementara itu Dirjen Kementerian Bappenas/ PPN wilayah Pembangunan Indonesia Barat Jayadi mengapresiasi kunjungan Pemkab Kukar dan Pimpinan DPRD beserta Anggota DPRD, pada prinsipnya Kementerian Bappenas akan segera menindak lanjuti permasalahan yang dihadapi Pemkab Kukar, dan mengucapkan terimakasih atas saran dan masukan yang diberikan, pihaknya bersama Otorita IKN, Bappenas PPN, Bagian Hukum dan pihak Kementerian terkait lainnya akan segera melakukan koordinasi terhadap permasalahan yang di hadapi Pemkab Kukar.

Jayadi mengatakan, sambil menunggu Keputusan Presiden tentang pemindahan IKN yang katanya akan dilakukan pada Tahun 2028 nanti, Pemkab Kukar masih diberi kesempatan untuk melakukan penarikan retribusi pajak dan pembangunan di wilayah Delineasi IKN sesuai peraturan daerah yang berlaku.

“Semoga masyarakat yang ada di wilayah Delineasi IKN dapat merasakan ketentraman ketenangan dan kesejahteraan masyarakat kembali terpenuhi,” kata Jayadi.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memastikan meskipun ada pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke daerah yang diperkirakan mencapai 70 persen untuk tahun 2026 mendatang, pelaksanaan program pembangunan infrastruktur yang sudah di canangkan di daerah akan terus berjalan

“Insyaallah kalau saya hitung masih mampu lah ya, meskipun ada DBH yang dikurangi, tapi saya minta prioritaskan yang kita programkan itu,”tegas Bupati didampingi Wakil Bupati, Mahyunadi dan Ketua DPRD Kutim, Jimmi usai Sidang Paripurna HUT Kutim ke-26 di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, kawasan pusat perkantoran bukit pelangi Sangatta Utara, Kamis (09/10).

Pria kelahiran Kabupaten Kutai Barat itu, juga mengaku, pemerintah daerah tetap optimistis bahwa anggaran yang ada masih mampu untuk menopang program pembangunan prioritas. Untuk memastikan itu, pihaknya juga akan kembali melaksanakan program Multi years contract (MYC) guna memastikan keberlajutan program pembangunan yang sudah di canangkan.

“Makanya MYC memudahkan kita (pemerintah) untuk dalam berkomitmen untuk memastikan bahwa pekerjaan itu akan terus berlanjut,” jelasnya.

Selain itu, guna mempercepat pemerataan pembangunan, pihaknya juga akan melibatkan berbagai pihak termasuk swasta untuk membantu dan memastikan bahwa program yang di usung pemerintah daerah saat ini bisa segera di rasakan oleh masyarakat. salah satunya terkait jaringan listrik di seluruh wiayah Kutim.

Pemerintah daerah, sambung pria berkacamata ini mengaku, bertekad untuk melaksanakan seluruh program unggulan tersebut, dengan memaksimalkan seluruh potensi pembiayaan pembangunan daerah, baik yang bersumber dari Pendapatan Daerah, APBN maupun keterlibatan CSR Perusahaan.

“Selain itu, Pemerintah Daerah juga akan menekan belanja daerah yang tidak sejalan pencapaian visi Kutai Timur Hebat 2029 dan menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien,”pungkasnya.(**)

BERAU, MANDAUPOST – Pemkab Berau bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) menggelar sosialisasi Program “Jaga Desa” yang digagas Kejaksaan Agung dan Kementerian Desa PDTT, untuk mengedukasi aparatur desa tentang pengelolaan dana desa yang akuntabel dan menghindari penyimpangan atau tindak pidana korupsi, di ruang rapat RPJPD, lantai II, Gedung Bapelitbang Berau, pada Kamis (9/10).

Sosialisasi yang dibuka oleh Bupati Berau, Hj Sri Junairsih dan menghadirkan Kepala Kejari Berau, Gusti Hamdani tersebut sekaligus memperkenalkan program Jaga Desa berbasis teknologi untuk pemantauan dan pelaporan yang lebih baik. Hadir pula 100 Kepala Kampung dan 10 Lurah , 13 Camat se Kabupaten Berau serta Ketua BPK Se Kabupaten Berau.

Kepala Kejari Berau, Gusti Hamdani, dalam sambutannya mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai bentuk pencegahan (preventif) dini agar desa/kampung bersih dari korupsi dan penyalahgunaan wewenang, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan desa.

Bupati Berau Sri Juniarsih dalam arahannya meminta seluruh kepala kampung dan perangkat kampung mengikuti sosialisasi ini dengan bersungguh-sungguh.

“Kami sebagai Pemkab Berau memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menciptakan tata kelola yang baik, akuntabel dan inovatif,” katanya.

Dikatakannya persoalan desa dan keuangannya adalah persoalan yg smangat sensitif. Sehingga Kakam harus menjalani seluruh pengelolaan sesuai dengan prosedur dan mekanisme keuangan, secara tertib dan disiplin.

“Sehingga kita terbebas dari indikasi korupsi, penerapannya transparan sesuai perundang-undangan yang berlaku, Kakam harus mengutamakan sikap kehati-hatian,”imbaunya.

Ingatlah, lanjutnya, pengawasan dana kampung ini sudah semakin ketat, mulai dari pengawasan yang melekat, di kabupaten, kejaksaan, inspektorat masyarakat, BPK, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) tanpa pandang bulu. Menurutnya Jaga Desa adalah program yang sangat baik untuk terus dilaksanakan. Agar para kepala kampung terbebas dari tindakan hukum, dari masalah penggunaan keuangan.

“Ini adalah bentuk perhatian saya kepada Kakam agar tidak terdampak persoalan hukum karena salah pengelolaan keuangan,” imbuhnya.

Acara pun berlangsung lancar dan khidmat. Diisi dengan penandatanganan dokumen kerjasama antara Pemkab Berau, oleh Bupati, Hj Sri Juniarsih dan Kepala Kejari Berau, Gusti Hamdani.(**)

PENAJAM, MANDAUPOST – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Mangun Karya dari Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Timur pada ajang nasional KIM Festival 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (KEMKOMDIGI) dan akan berlangsung pada 14–16 November 2025 mendatang di Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Sebagai bentuk persiapan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi secara virtual melalui Zoom bersama Diskominfo PPU dan KIM Mangun Karya. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Diskominfo PPU pada Kamis, (9/10).

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan (IKPH) Diskominfo PPU, Eko Sumarlianto, menyampaikan optimismenya bahwa KIM Mangun Karya dapat memberikan hasil terbaik di tingkat nasional. Ia juga menilai kesempatan ini sebagai peluang strategis untuk membawa nama baik Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sementara itu, perwakilan dari Diskominfo Kaltim, Eka Rahmah Eliyani, menjelaskan bahwa pemilihan KIM Mangun Karya sebagai perwakilan provinsi telah melalui proses penilaian yang menyeluruh dari berbagai aspek, termasuk kunjungan langsung ke lapangan.

“Dari segi kesiapan, inovasi, dan kreativitas, KIM Mangun Karya telah memenuhi seluruh kriteria penilaian dalam lomba,” jelas Eka.

Dengan terpilihnya KIM Mangun Karya, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi KIM lainnya di Kalimantan Timur untuk terus berinovasi dan aktif dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.(**)

KUTAI KARTANEGARA, MANDAUPOST – Dalam rangka meningkatkan kemampuan para anggotanya, Darma Wanita Persatuan (DWP) UP Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pelatihan pembuatan garnish, di ruang serbaguna Kantor Bupati Kukar, Jumat (10/10).

Kegiatan yang diikuti langsung oleh Ketua DWP UP Sekretariat Kabupaten Kukar Hj. Yulaikah Sunggono, serta anggota DWP UP Setda Kabupaten Kukar itu menghadiri narasumber Taufik Ramadhan.  Ketua DWP Setdakab Kabupaten Kukar Hj.

Yulaikah Sunggono ditemui setelah kegiatan mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberikan pengetahuan, pengalaman, dan edukasi kepada para anggota DWP Setkab Kukar, sehingga kedepan melalui pelatihan tersebut ilmu yang telah diperoleh bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

“Pentingnya pembuatan garnish, sehingga nantinya bisa diterapkan untuk dirumah, dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujar Hj. Yulaikah Sunggono.

Dirinya berharap melalui pelatihan tersebut para anggota DWP bisa menggali potensi yang dimiliki, sehingga kedepan melalui pelatihan-pelatihan yang telah dilakukan tersebut setiap anggota DWP memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan memiliki nilai tambah tersendiri baik bagi diri pribadi, keluarga maupun organisasi yang diikuti.

“Saya berharap berbagai pelatihan yang telah kita lakukan ini bisa meningkatkan dan menggali potensi yang dimiliki oleh para anggota yang ada,” ujarnya.

Sebagai informasi, Garnish ialah metode menghias makanan atau minuman yang bertujuan untuk mempercantik penampilan, menambah daya tarik, dan menggugah selera makan.(**)

JAKARTA, MANDAUPOST –  Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan secara resmi melepas tujuh mahasiswa penerima Program Beasiswa Indonesia Emas Luar Negeri (BIE–LN), yang akan melanjutkan pendidikan ke Liaoning Technical University dan Changchun University of Technology, China. berlangsung di Ruang Lemongrass, Hotel Neo+ Airport Jakarta, Jumat (10/10).

Acara pelepasan yang dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama pendidikan internasional pada Program BIE–LN, menjadi langkah strategis dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) Mahakam Ulu, sejalan dengan visi daerah “Mahulu Melaju: Maju, Merata, dan Berkelanjutan”.

Ketujuh mahasiswa yang dilepas diantaranya, Perdi Hanyeq asal sekolah SMA Negeri 1 Long Bagun, Klemens Jonathan Hajang asal sekolah SMAS Cor Jesu Malang, Tetho Juanfinlay Pongsumarre asal Sekolah SMA Katolik WR. Soepratman 020 Samarinda, Arsenius Girely Lejiu asal sekolah SMA Negeri 1 Long Apari, Andreas Andrew Carnegi Bahalan asal sekolah SMK Kesehatan Budi Bakti Tering, Regina Corrysa Angin asal sekolah SMA Negeri 1 Long Bagun dan Muhammad Nabiel Kurniawan Nyuk asal sekolah SMA Mamahak Besar.

Dalam sambutannya, Bupati Angela Idang Belawan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan tujuh mahasiswa Mahakam Ulu yang berhasil lolos program beasiswa luar negeri tersebut.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik para mahasiswa dan keluarganya, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Mahulu. Program ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari daerah perbatasan pun mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini, termasuk para orang tua, lembaga pendidikan, serta mitra luar negeri yang berperan dalam perluasan kerjasama pendidikan internasional.

Lebih lanjut, Bupati Angela menegaskan bahwa keberangkatan para mahasiswa ke China bukan hanya sekedar kesempatan menimba ilmu, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

“Para mahasiswa diharapkan menjadi jembatan pengetahuan, membawa pulang pengalaman, ide, dan inovasi untuk kemajuan daerah di bidang teknik mesin dan ilmu komputer. Dua disiplin ilmu ini sangat penting untuk mendukung transformasi industri dan percepatan digitalisasi di Mahakam Ulu,” jelasnya.

Kepada para mahasiswa, Bupati berpesan agar menjaga identitas dan integritas diri sebagai duta Mahakam Ulu dan Indonesia di negeri orang. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu belajar dengan sebaik-baiknya dan berkomitmen untuk kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Berangkatlah dengan semangat juang, bawalah cahaya Mahulu ke negeri orang, dan kembalilah nanti dengan ilmu yang menerangi masa depan. Pemerintah daerah akan terus berkomitmen memperluas akses pendidikan dan memastikan setiap putra-putri Mahulu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Mahulu Stephanus Madang, Staf Ahli Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Bidang Pendidikan, dan Inisiator Program Beasiswa Indonesia Emas Daerah, Himmatul Hassanah, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, serta mahasiswa penerima beasiswa.(**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Paser dalam mendukung percepatan inklusi keuangan daerah. Komitmen ini diwujudkan dengan kehadiran beliau dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2025 di Jakarta.
Rakornas yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dihadiri Para Kepala Daerah se-Indonesia, juga turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Setdakab. Paser Adi Maulana. Kegiatan berlangsung di Balai Kartini, Jumat (10/10).
Dalam agenda Rakornas, Bupati Fahmi Fadli menyampaikan bahwa keberadaan TPKAD di Kabupaten Paser memiliki peran strategis untuk memastikan masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton, namun juga merasakan manfaat ekonomi dari pembangunan IKN.
Salah satu puncak acara dalam Rakornas adalah penyerahan TPAKD Award Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang menunjukkan kinerja dan inovasi terbaik dalam mendorong akses keuangan.
Kehadiran Bupati Paser di Jakarta ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam menyelaraskan program TPAKD Paser dengan kebijakan nasional, terutama dalam konteks peran strategis daerah.(**)

BONTANG, MANDAUPOST — Suasana religius dan penuh semangat membalut Aula Gedung SLB Bontang Kuala, Kamis (9/10) malam, saat ratusan peserta dan kafilah dari enam kelurahan memadati lokasi pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Bontang Utara ke-19. Ajang tahunan yang menjadi simbol syiar Islam ini resmi dibuka, menandai dimulainya rangkaian lomba yang akan berlangsung selama enam hari ke depan.

Pemerintah Kota Bontang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, hadir mewakili Wali Kota untuk memberikan dukungan penuh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang mencari suara terbaik, melainkan wadah pembinaan iman dan moral masyarakat.

“Melalui MTQ ini, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mampu menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dasuki.

Tak hanya memberi semangat, Dasuki juga membawa kabar gembira bagi para pelaku dakwah. Pemerintah Kota Bontang, katanya, akan menaikkan insentif penyuluh agama sebesar 100 persen mulai tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memperkuat kehidupan beragama di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Supriadi melaporkan bahwa tahun ini terdapat 229 peserta yang akan berkompetisi dalam berbagai cabang tilawah, tahfiz, dan cabang-cabang seni baca Al-Qur’an lainnya. Dengan mengusung tema “Menghidupkan Nilai-Nilai Qurani dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara,” MTQ menjadi momentum sinergi antara pemerintah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), dan seluruh lapisan masyarakat.

Suasana semakin meriah saat pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirine dan defile kafilah, diiringi lantunan shalawat dan gema takbir. Sorak dan tepuk tangan peserta menambah semangat, seolah menegaskan bahwa dari Bontang Utara akan lahir qari dan qariah terbaik yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia dan menjadi teladan di lingkungannya.(**)

KUTAI TIMUR, KTV – Kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi di berbagai fase kehidupan dan kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Kondisi ini membuat banyak kasus sulit terungkap karena korban enggan melapor.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan, Kamis (9/10), di Ruang Damar Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta.

Sekretaris DPPA Kutim, dAnik Istiandari, yang hadir mewakili Kepala Dinas dalam sambutannya mengatakan, kekerasan terhadap perempuan, baik secara verbal maupun nonverbal dapat berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak dalam keluarga.

“DPPA Kutim sangat peduli terhadap isu kekerasan perempuan. Kami berkewajiban melakukan sosialisasi agar perempuan berani melapor bila mengalami kekerasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaporan bisa dilakukan melalui pihak kepolisian atau UPTD PPA DPPA Kutim yang memiliki layanan khusus penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sementara itu, Ketua DWP Kutim melalui Ketua Bidang Sosial Budaya, Ny. Adji Farmila Rachmi Zubair, mengibaratkan kasus kekerasan terhadap perempuan seperti fenomena gunung es.

“Di permukaan tampak kecil, seolah tidak banyak kasus. Namun jika dilihat lebih dalam, jumlahnya sebenarnya besar dan banyak yang belum terungkap,” jelasnya.

Menurutnya, keberanian dari korban maupun keluarga sangat diperlukan agar kasus bisa terungkap dan mendapatkan penanganan yang tepat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” tambahnya.

Kegiatan yang akan berlangsung sehari efektif ini diikuti oleh para ibu dari DWP Kutim, TP PKK Kutim, serta UPTD Kebersihan, dengan menghadirkan narasumber, Syarifah Nur Latifah, Psikolog dari UPTD PPA DPPA Kutim.(**)

Scroll to Top