Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu strategis bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta sejumlah menteri dan pejabat terkait di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung sejak sore hingga malam hari.

“Sore hingga malam hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediaman Hambalang, Sabtu 29 Agustus 2026,” demikian keterangan Seskab.

Salah satu hal yang dibahas adalah perkembangan penyesuaian persyaratan perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI. Presiden meminta perkembangan terkait upaya tersebut agar kesempatan untuk mengabdi sebagai prajurit dapat semakin terbuka.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” tulis Seskab.

Selain itu, Presiden menerima laporan perkembangan penanganan sejumlah bencana di berbagai wilayah Indonesia, termasuk penanganan pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatra, juga menjadi perhatian Presiden. Kepala Negara meminta agar langkah penanganan terus diperkuat sekaligus diiringi dengan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.

Dalam hal tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” lanjut keterangan Seskab.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden untuk terus memantau pelaksanaan kebijakan strategis pemerintah, baik dalam penguatan pertahanan dan sumber daya manusia TNI maupun dalam memastikan penanganan bencana serta perlindungan lingkungan berjalan secara cepat dan terpadu. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberantas penyelewengan dan korupsi serta memastikan seluruh kekayaan dan aset bangsa dikelola secara jujur dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peluncuran dan peletakan batu pertama atau groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Presiden mengatakan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia harus dijawab dengan kekuatan dan kemampuan negara untuk hadir serta memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun kita hadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kekuatan tersebut harus didukung oleh pengelolaan seluruh aset dan kekayaan bangsa secara bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme, cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar,” tegas Presiden.

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa setiap bentuk penyelewengan dan korupsi harus terus diperangi hingga ke akar-akarnya.

“Penyelewengan, korupsi, harus kita perangi. Harus kita berantas sampai ke akar-akarnya. Kita harus punya tekad itu,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan penghentian kebocoran dan penyelamatan keuangan negara akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu,” kata Presiden.

Presiden juga menyoroti peningkatan kinerja sejumlah BUMN. Menurut Presiden, kepemimpinan dan tata kelola yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan negara.

“Saya besar hati dengan capaian-capaian yang telah kita capai,” pungkas Presiden. (AIT)

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian dan swasembada energi Indonesia.

Presiden mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya energi yang harus dimanfaatkan secara optimal, mulai dari tenaga surya, panas bumi, gas, hingga minyak. Pemanfaatan seluruh potensi tersebut harus dilakukan secara terpadu untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri! Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia,” ujar Presiden saat meluncurkan dan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut Presiden, pengembangan energi surya harus berjalan seiring dengan optimalisasi berbagai sumber energi yang dimiliki Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.

“Dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi 1 barel pun minyak!” tegas Presiden.

Program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan manfaat strategis bagi ketahanan energi nasional, termasuk melalui pemanfaatan energi surya dan sistem penyimpanan energi baterai sebagai bagian dari pengembangan sistem kelistrikan yang semakin efisien dan berkelanjutan.

Pengembangan program tersebut juga diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja, menurunkan emisi gas rumah kaca, memperkuat industri dalam negeri, serta memperluas akses masyarakat terhadap energi.

Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan bekerja bersama untuk memastikan target pembangunan energi surya tersebut dapat direalisasikan.

“Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” pungkas Presiden. (AIT)

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Presiden menegaskan bahwa program tersebut merupakan langkah besar dalam pembangunan energi nasional. Kapasitas PLTS yang akan dibangun mencapai 100 GWp, sementara kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini berada pada kisaran 88 gigawatt.

“Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari panas bumi, semua itu 88 gigawatt. Kita akan membangun 100 gigawatt!” ujar Presiden.

Pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara bertahap. Pada Tahap I, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas sebesar 17 GWp.

Pada tahap awal tersebut, terdapat 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.216 MWp yang berada dalam berbagai tahapan, mulai dari pembangunan, groundbreaking, peresmian, hingga persiapan tender.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah serius merealisasikan program tersebut dan menargetkan pembangunan kapasitas PLTS nasional sebesar 100 GWp dalam waktu tiga tahun.

“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegas Presiden.

Program PLTS 100 GWp dikembangkan melalui berbagai skema, antara lain PLTS ground mounted, PLTS atap, dan PLTS terapung. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Peluncuran program tersebut menandai dimulainya langkah besar pemerintah dalam membangun kapasitas energi surya nasional secara masif dan bertahap.

“Karena itu tadi sudah dilaporkan Menteri ESDM sekian penghematan, sekian dan semua saya nggak akan ulangi. Ya, supaya pidato jangan terlalu lama,” ujar Presiden. (AIT)

JAKARTA, MP – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026, berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh rasa syukur. Di tengah perayaan kemerdekaan, perhatian Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih juga tertuju kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam rangkaian upacara, Presiden mengajak seluruh peserta untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana di sejumlah wilayah Tanah Air.

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Doa dan keprihatinan tersebut juga disampaikan sejumlah menteri yang hadir dalam upacara. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa peringatan 81 tahun kemerdekaan menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan bangsa, sekaligus mengingat warga yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana.

“Tentu saja pertama-tama kita harus menyampaikan rasa syukur yang mendalam, bahwa dalam usia Indonesia yang ke-81, kita terus makin bersatu, makin damai, dan juga insyaallah makin sejahtera. Namun, hari ini kita juga harus merasakan keprihatinan yang mendalam, dan dukacita yang mendalam karena sebagian warga negara kita dalam kondisi yang sulit,” ujar Rachmat.

Senada, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menyampaikan duka cita bagi masyarakat NTT yang masih berada dalam kondisi sulit setelah bencana gempa bumi. “Tentunya hari ini kita merayakan usia kemerdekaan kita ke-81 tahun, itu dalam keadaan yang tidak mudah. Masih ada saudara-saudara kita masih di pengungsian, karena kemarin kita baru saja ada gempa bumi di NTT. Tentunya saya juga ingin menyampaikan rasa duka cita, dan berharap saudara-saudara kita segera mendapatkan bantuan, dan diberikan kekuatan,” ujar Rini.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejumlah anggota Kabinet Merah Putih memang tidak mengikuti upacara di Jakarta karena menjalankan tugas di daerah, termasuk memastikan penanganan bencana di NTT. Ia menyebut sejumlah pejabat negara berada di NTT untuk memantau dan memastikan penanganan bencana berjalan.

“Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Menurut Menteri Pras, perayaan kemerdekaan tidak boleh mengesampingkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Pemerintah, kata dia, tetap memastikan kebutuhan dan penanganan warga terdampak menjadi perhatian.

“Jadi di tengah-tengah kita merayakan HUT kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan baik,” ucap Menteri Pras.

Mengheningkan cipta yang dipimpin Presiden Prabowo menjadi salah satu momen reflektif dalam peringatan 81 tahun Indonesia merdeka. Dari halaman Istana Merdeka, doa dipanjatkan untuk para pahlawan sekaligus untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan makna kemerdekaan sebagai semangat untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan bergotong royong menghadapi setiap kesulitan sebagai satu bangsa. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Inf Priyo Handoyo kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Setelahnya, 17 dentuman meriam menggema di kawasan Istana Merdeka, disertai bunyi sirene panjang. Dentuman tersebut menjadi penanda dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi, membawa suasana halaman Istana Merdeka ke dalam nuansa khidmat dan penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Presiden Prabowo membacakan langsung naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Usai membacakan Proklamasi, Presiden Prabowo kemudian memimpin seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Tanah Air. “Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Setelah mengheningkan cipta, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rangkaian upacara kemudian memasuki prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat”.

Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dipercaya membawa Bendera Merah Putih. Ia didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.

Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan bergerak naik menuju puncak tiang. Bendera kemudian berkibar gagah di langit halaman Istana Merdeka, disambut dengan sikap sempurna dan rasa bangga oleh seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir.

Setelah bendera berkibar sempurna, Komandan Upacara kembali menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara. Laporan terakhir tersebut sekaligus menandai berakhirnya prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar. Lagu tersebut dibawakan oleh Sekolah Rakyat dan Gita Bahana Nusantara (GBN), menghadirkan semangat kebangsaan sekaligus kegembiraan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan sarat makna, meneguhkan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Berkibarnya Sang Merah Putih, lantunan lagu kebangsaan, serta persembahan “Hari Merdeka” menjadi penutup yang menyatukan suasana haru, kebanggaan, dan semangat kebangsaan. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto memimpin ziarah nasional dan renungan suci dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam suasana penuh khidmat, upacara digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 23.45 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta.

Upacara dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mendedikasikan jiwa dan raga bagi bangsa dan negara. Setibanya di TMP Kalibata, Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dari gerbang utama, Presiden Prabowo selanjutnya menuju area Monumen Pahlawan setelah menerima laporan dari perwira upacara sebelum memulai prosesi penghormatan. Dengan suasana khidmat, Kepala Negara meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Setelahnya, Presiden memimpin prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan, dan kehormatan bangsa.

“Marilah kita menundukkan kepala kita, mengenang jasa dan arwah para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia. Mengheningkan cipta mulai,” ujar Kepala Negara.

Dalam suasana malam yang hening, para peserta upacara menundukkan kepala seraya memanjatkan doa bagi para pahlawan. Penghormatan kemudian diberikan kepada arwah para pahlawan dengan iringan terompet “Last Post” yang menandai penghujung rangkaian ziarah nasional dan renungan suci.

Usai seluruh rangkaian upacara selesai, Kepala Negara tampak berjabat tangan dengan sejumlah undangan yang hadir sebelum kemudian meninggalkan TMP Nasional Utama Kalibata.

Turut hadir dalam acara tersebut para pimpinan Lembaga Negara, sejumlah jajaran anggota kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Upacara ziarah nasional tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penghormatan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Kereta Kencana Garuda Prabayaksa kembali hadir dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Kereta ini menjadi bagian dari kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.

Garuda Prabayaksa menjadi perhatian karena keberadaannya kembali terlihat dalam rangkaian kirab. Hal tersebut menarik karena Garuda Prabayaksa mulai memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan prosesi pengantaran simbol-simbol kemerdekaan.

Garuda Prabayaksa Kembali Membawa Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi

Kirab Bendera Pusaka HUT ke-81 RI dimulai dari kawasan Monas pada Senin pagi. Rombongan bergerak menuju Istana Merdeka sekitar pukul 08.11 WIB dengan melibatkan pasukan pengawalan, pasukan berkuda, marching band, serta Kereta Kencana Garuda Prabayaksa.

Di dalam kereta, Bendera Pusaka dibawa oleh Bianca Sultana Najwa, Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 dari SMAN 82 Jakarta. Sementara itu, Teks Proklamasi dibawa oleh Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar sekaligus Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025.

Perjalanan dari Monas menuju Istana Merdeka membuat prosesi pemindahan Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi menjadi bagian yang dapat disaksikan masyarakat secara langsung. Sepanjang rute, masyarakat terlihat antusias menyaksikan rombongan kirab yang melintas.

Garuda Prabayaksa dalam konteks ini bukan sekadar kendaraan. Kereta tersebut menjadi bagian penting dari visualisasi perjalanan simbol kemerdekaan sebelum digunakan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

Garuda Prabayaksa dan Tema HUT ke-81 RI

Penggunaan Garuda Prabayaksa tahun ini berlangsung dalam peringatan HUT ke-81 RI yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi identitas utama rangkaian perayaan kemerdekaan RI tahun 2026.

Sementara itu, kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi menjadi pembuka rangkaian utama sebelum Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.

Presiden Prabowo Subianto kemudian memimpin upacara tersebut di Halaman Istana Merdeka pada Senin, 17 Agustus 2026. Dengan posisi tersebut, Garuda Prabayaksa memiliki peran yang cukup spesifik, yakni mengantarkan simbol sejarah kemerdekaan dari titik awal kirab menuju pusat pelaksanaan upacara kenegaraan.  (Adinda Kinanthi)

JAKARTA, MP –  Momen pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Negara selalu menjadi sorotan dan salah satu “menu utama” yang menyita perhatian seluruh masyarakat, tak terkecuali pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Senin, 17 Agustus 2026, barisan putra-putri terbaik bangsa dari seluruh pelosok Tanah Air ini kembali melangkah penuh kehormatan untuk menjalankan tugas mulia ini.

Pada tahun ini, sebanyak 76 siswa-siswi berprestasi dari 38 provinsi telah dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada 15 Agustus 2026. Sejumlah paskibraka ini dibagi menjadi dua kelompok yang bertugas dalam pengibaran dan penurunan bendera.

Dibagi Menjadi 2 Tim

Sebagai tim pengibar bendera yang bertugas di pagi hari, ditetapkan sebagai Tim Indonesia Berdaulat.  Sedangkan tim penurunan bendera Sang Merah Putih pada sore hari akan dieksekusi oleh Tim Adil Makmur.

Di bawah binaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tim ini sukses menyatukan perwakilan putra-putri daerah dengan satu semangat yang sama. “Setiap 17 Agustus, ada barisan yang berjalan dengan penuh kehormatan, membawa Sang Saka Merah Putih menuju tempatnya berkibar,” tulis informasi dalam unggahan akun Instagram @bpipri dikutip Senin, 17 Agustus 2026.

Sebelum menembus formasi prestisius ini, seluruh anggota telah ditempa melalui persiapan ketat serta latihan fisik dan mental yang matang. Kebanggaan luar biasa tak hanya terpancar dari wajah anggota yang bertugas, tetapi juga keluarga, sekolah, dan provinsi tempat mereka berasal.

Profil Tim ‘Indonesia Berdaulat’ 2026

Setiap posisi dalam barisan pengibaran memikul tanggung jawab strategis demi menjaga keharmonisan dan kerapian pasukan. Biar makin kenal, ini dia profil anggota Tim Indonesia Berdaulat dala, Paskibraka yang bertugas di formasi inti:

1. Ahmad Raditya (Danpok 17)

Bertugas memimpin dan mengomandoi kelancaran pergerakan seluruh formasi awal barisan pengibar bendera. Raditya lahir dan besar di D.I. Yogyakarta, merupakan putra pasangan Aries Pudji Utomo dan Suluh Andarini asal SMK Penerbangan AAG Adisutjipto.

2. Celine Olivia Apriani Theo (Pembawa Baki)

Tugas mengambil dan membawa Sang Saka Merah Putih dari dan menuju mimbar kehormatan dengan presisi tinggi ini dipegang oleh wakil Kalimantan Barat. Siswi SMK Negeri 5 Pontianak, putri dari Intonius dan Anastasia ini bukan cuma aktif organisasi, tapi juga peraih juara 2 FLS2N 2024 tingkat nasional bidang tarik suara!

3. Eighteen Jeanette Hekboy (Cadangan Baki)

Bersiap di posisi vital cadangan baki, terdapat siswi SMA Negeri 1 Kupang perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia adalah putri dari Jimmy Noni Agung Hekboy dan Mariana Gunarty Lamawitak.

4. Achmad Fachri Mubarok (Danpok 8)

Bertanggung jawab langsung dalam proses pengibaran bendera bersama kelompok 8, posisi ini diisi oleh Fachri dari Jambi. Putra dari Slamet Riyadi dan Sukma Dewi ini menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Kota Jambi.

5. M. Aryo Wira Zandhyka Y (Pembentang)

Aksi membentangkan bendera Merah Putih dieksekusi dengan sigap oleh pelajar asal SMA Negeri 7 Kota Bengkulu perwakilan Provinsi Bengkulu, yang juga putra dari Yosril Radiansyah dan Rima Melati.

6. I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti (Penggerek)

Berperan menarik tali agar Sang Merah Putih berkibar di tiang utama, posisi Penggerek diisi oleh siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin perwakilan Kalimantan Selatan, putra dari I Nyoman Darmana dan Luh Putu Karunia Mukti Widyasih.

7. Penjaga Kerapian (Serpihan Kelompok 8)

Demi menjaga keseimbangan dan kerapian formasi inti agar prosesi berlangsung khidmat, tugas ini dipercayakan kepada tiga srikandi tangguh:

  • Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang: Wakil Provinsi Aceh asal SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru (Putri dari Erwin Simatupang dan Desna Afdian).
  • Qothrunnada Azzahra Husna: Wakil Provinsi Jawa Tengah dari SMA Negeri 1 Cilacap (Putri dari Mustaqin dan Irma Octaviani).
  • Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani: Wakil Provinsi Bali dari SMA Negeri 1 Kubu (Putri dari I Made Siriadana & Ni Wayan Sudiarsani).

Tidak hanya di ibu kota, semangat yang sama juga bergema lewat 24.397 anggota Paskibraka tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang bertugas serentak. Sobat Medcom, mari berikan dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi putra-putri bangsa ini! (Talitha Islamey)

JAKARTA, MP – PT PLN (Persero) sukses mengawal kelistrikan selama pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang berlangsung serentak di berbagai daerah pada Senin (17/8).

Kesiapan sistem, peralatan pendukung, pengamanan berlapis, dan dukungan seluruh personel seantero Tanah Air berhasil menghadirkan pasokan listrik yang andal serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama mengikuti momen peringatan kemerdekaan Indonesia.

Di Jakarta, keandalan kelistrikan kawasan Istana Merdeka menjadi salah satu fokus utama PLN karena menjadi pusat pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI. PLN menerapkan pengamanan kelistrikan 5 lapis yang terdiri atas dua subsistem dan empat gardu induk, serta diperkuat empat penyulang, empat unit genset, delapan unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan ratusan personel siaga yang ditempatkan langsung di lokasi guna mendukung keandalan kelistrikan.

Deputi Administrasi Sekretariat Presiden, Rika Kiswardani mengapresiasi kesiapan PLN dalam mengawal keandalan kelistrikan selama pelaksanaan upacara di Istana Merdeka.

“Ini suatu hal yang cukup membanggakan karena kesiapsiagaannya luar biasa, dijaga betul, jangan sampai setitikpun kekeliruan di lapangan sudah diantisipasi, sehingga kita yakin betul dalam pelaksanaannya,” ujar Rika.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan momentum sakral untuk mengenang pengorbanan para pahlawan sekaligus merayakan kemerdekaan. Karena itu, PLN all out menjaga kelancaran acara dengan pasokan listrik yang andal.

”HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan momentum sakral bagi seluruh bangsa. Karena itu, PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tapi juga menyalurkan semangat kebangsaan. Kami berdiri tegak bersama rakyat, memastikan setiap detik upacara berjalan tanpa gangguan. Listrik yang terjaga ini adalah wujud dedikasi kami untuk Indonesia yang maju dan merdeka seutuhnya,” kata Darmawan.

Dirinya menambahkan, keberhasilan menjaga keandalan listrik di berbagai lokasi upacara di sejumlah daerah merupakan hasil dari persiapan menyeluruh yang dilakukan PLN sejak awal Agustus lalu. Sebelumnya, PLN telah melakukan asesmen kondisi sistem kelistrikan, simulasi beban, pengujian peralatan, serta penguatan koordinasi dan kesiapan personel. Pengamanan juga disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing lokasi.

“Kami menyiapkan pengamanan berlapis serta personel dan peralatan pendukung untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang telah memberikan arahan dan dukungan penuh kepada PLN dalam memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM, atas support yang luar biasa kepada PLN. Ini menjadi kekuatan bagi kami untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan siap, andal, dan mampu mendukung setiap rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” kata Darmawan.

Selain di Jakarta, keandalan listrik juga terjaga di berbagai daerah. Di Sumatera Utara, PLN menyiagakan 3.069 personel yang ditempatkan di 311 titik strategis selama masa siaga. Di wilayah Jawa Timur, selain daya mampu pasok pembangkit yang cukup, kelancaran prosesi upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga ditopang oleh 5.524 personel dan 1.309 unit peralatan pendukung, yang terdiri dari genset, UPS, gardu bergerak, armada crane, skylift dan kendaraan operasional.

Sementara itu, di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, PLN menyiagakan sebanyak 2.430 personel dan 287 peralatan distribusi di 79 posko siaga dan 61 lokasi prioritas. PLN juga menyiapkan 471 kendaran operasional untuk mendukung kelancaran penanganan apabila terjadi gangguan.

Di wilayah Indonesia Timur, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), PLN menerjunkan 1.406 personel guna menjaga keandalan sistem selama rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilaksanakan. Dukungan tersebut diperkuat dengan 133 unit peralatan dan 321 kendaraan operasional, serta kesiapan material cadang gangguan di lokasi-lokasi prioritas.

”Sistem utama di setiap daerah kami siapkan, sistem cadangan kami siagakan, dan personel kami tempatkan di titik-titik strategis se-Indonesia. Seluruhnya dipantau selama rangkaian kegiatan berlangsung agar setiap kondisi dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ucap Darmawan.

Darmawan menyampaikan bahwa kesiapan tersebut adalah bagian dari pengamanan kelistrikan yang dilakukan PLN secara nasional. Upaya ini merupakan komitmen PLN dalam menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat seantero Tanah Air selama melaksanakan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Bagi PLN, mengawal peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar menjalankan tugas kelistrikan. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk hadir di setiap momentum penting bangsa. Kami ingin seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan khidmat, lancar, dan masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dengan penuh kebanggaan,” pungkas Darmawan. (**)

Scroll to Top