Berita Populer

Berita Terbaru

OLAHRAGA

JAKARTA, MP – Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi memimpin Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) periode 2026-2030. Pembinaan atlet menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru, selain memperkuat ekosistem esports nasional.

Herindra dikukuhkan sebagai Ketua Umum PB ESI periode 2026-2030 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Ia menilai kepemimpinan di PB ESI merupakan amanah strategis untuk meningkatkan prestasi sekaligus membangun ekosistem esports yang lebih profesional dan berkelanjutan.

“Menjadi Ketua Umum PB ESI merupakan amanah strategis bangsa, bukan sekadar tugas memajukan olahraga. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herindra dalam pernyataan yang diterima detikSport.

Pembinaan tidak hanya akan diarahkan pada kemampuan teknis atlet. Disiplin, kebugaran, kesehatan mental, perlindungan pemain, hingga kepastian jalur karier juga menjadi bagian yang perlu diperkuat. Herindra optimistis Indonesia memiliki banyak talenta muda yang bisa membawa prestasi esports ke level internasional.

“Saya yakin bahwa ke depan kita akan dapat banyak berprestasi. Karena saya melihat banyak talenta-talenta muda Indonesia yang mempunyai bakat untuk membawa Indonesia lebih berbicara di tingkat internasional,” tegas Herindra.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ekosistem dalam negeri. Pengembangan developer game lokal, penyelenggara kompetisi, content creator, platform streaming, regulasi, dan standardisasi menjadi bagian dari arah kepengurusan PB ESI.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herindra.

Herindra juga memandang prestasi esports tidak sebatas perolehan medali, tetapi dapat menjadi bagian dari diplomasi Indonesia di era digital. “Prestasi internasional bukan hanya soal medali, tetapi juga bentuk diplomasi digital yang memperkuat citra Indonesia,” ujarnya.
KONI Dukung Pembinaan Atlet

Ketua Umum KONI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman memberikan dukungan terhadap kepengurusan PB ESI di bawah Herindra. Ia menilai esports Indonesia sudah memiliki fondasi prestasi setelah meraih gelar di tingkat ASEAN, Asia, hingga dunia.

“PB Esports Indonesia ini telah melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dan membanggakan kita semua. Mereka telah berhasil meraih juara, baik di tingkat ASEAN, di tingkat Asia, maupun di tingkat dunia,” kata Marciano.

Marciano berharap capaian tersebut menjadi modal untuk meningkatkan prestasi Indonesia pada kompetisi internasional berikutnya, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya.

“Saya betul-betul memberikan dukungan penuh kepada Ketua PB Esports Indonesia, Bapak Muhammad Herindra, beserta jajaran pengurus masa bakti 2026-2030, agar prestasi esports kita dari waktu ke waktu semakin baik,” tegas Marciano Norman.

Selain pembinaan atlet, Marciano menyoroti pentingnya memperkuat industri game dalam negeri. Menurutnya, Indonesia perlu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan memberikan ruang lebih besar bagi game karya anak bangsa.

“Esports ini juga harus menjadi tuan rumah di negara kita sendiri. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dan menyosialisasikan game-game yang merupakan produk dalam negeri,” ujarnya.

Taufik: Pembinaan Harus Dimulai Sejak Dini

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat juga mendukung kepengurusan PB ESI 2026-2030. Ia menilai esports sudah berkembang dari sekadar permainan dan hiburan menjadi olahraga prestasi, profesi, serta industri.

“Esports bukan lagi sekadar permainan atau hiburan, tetapi telah menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, dan bagian dari masa depan generasi muda,” ujar Taufik di Jakarta, Selasa (15/9).

Taufik menilai pembinaan atlet esports membutuhkan proses panjang. Latihan fisik, daya tahan, dan pembentukan mental perlu menjadi bagian dari sistem pembinaan sejak usia dini. Ia juga mengingatkan bahwa esports membutuhkan latihan dan persiapan seperti cabang olahraga lainnya.

“Yang saya titipkan bahwa jenjang atletnya harus pembinaan dari usia dini agar lebih baik lagi,” tambah Taufik Hidayat.

“Jangan orang berasumsi bahwa esports ini hanya main game, tapi mereka butuh latihan itu juga,” ungkap Taufik.

Dengan dukungan pemerintah, KONI, PB ESI, industri, dan komunitas, kepengurusan Herindra periode 2026-2030 diarahkan untuk memperkuat jalur pembinaan atlet sekaligus membangun ekosistem esports nasional yang lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
(dspo/krs)

BEIJING, MP – Insiden Joanna Wietrzyk cepirit di ajang Hyrox Beijing jadi sorotan. Pendiri Hyrox, Moritz Furste, akhirnya minta maaf.

Insiden terjadi di ajang Hyrox Beijing akhir pekan lalu. Wietr Wietrzyk, pemegang rekor dunia, cepirit akibat diare di tengah perlombaan.

Kakinya penuh kotorannya sendiri saat menjalani sesi walking lunges membawa kantong pasir, namun ia tetap melanjutkan perlombaanya. Panitia penyelenggara juga tak menyetopnya.

Insiden itu viral, mempertanyakan standar Hyrox. Khususnya soal kebersihan dan kesehatan atlet, sebab Hyrox menerapkan aturan penggunaan alat dan lintasan bersama.

Pendiri Hyrox, Moritz Furste, akhirnya angkat suara. Mantan atlet hoki asal Jerman itu meminta maaf karena

“Hyrox membuat kesalahan dengan tidak langsung bereaksi selama balapan. Pada akhirnya adalah tugas saya untuk meramalkan potensi insiden ini, dan saya tidak melakukannya,” kata Fürste.

“Saya perlu berbicara langsung kepada kalian semua mengenai peristiwa-peristiwa terbaru di Tiongkok. Saya meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, serta kepada semua orang yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya. Hyrox melakukan kesalahan dengan tidak bereaksi segera selama balapan berlangsung. Pada akhirnya, tugas saya adalah mengantisipasi insiden-insiden potensial semacam ini-dan saya tidak melakukannya,” tulis Furste.

“Mulai saat ini, telah diberlakukan aturan dan prosedur baru untuk mencegah terulangnya situasi seperti ini,” lanjutnya. Kami belajar dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari,” katanya.

Sebelumnya Hyrox China selaku penyelenggara mengaku sudah membersihkan area yang terkena kotoran Wietrzyk.

“Setelah insiden itu, panitia penyelenggara segera menutup dan mengisolasi daerah yang terkena dampak dan melacak, dan menyelesaikan desinfeksi komprehensif,” kata penyelenggara Hyrox China.(**)

JAKARTA, MP – Jepang sebagai tuan rumah sudah pasti diunggulkan di cabang olahraga karate Asian Games 2026. Tapi, PB FORKI yakin Indonesia bisa membawa pulang satu emas.

Karate jadi salah satu cabor yang diandalkan Indonesia untuk meraih medali emas Asia Games Aichi-Nagoya. Setelah mengirim berbagai atletnya ke ajang internasional, FORKI kemudian menetapkan enam atlet Asian Games 2026.

Di nomor kata ada Marzella Sekar Damayanti dabn Christopher Edbert Setiabudi. Sementara di nomor kumite, ada Muhammad Tegar Januar, Leica Al Humaira Lubis, Cok Istri Sanistya Rani, dan Daniel Hutapea.

Dengan dibantu tiga pelatih termasuk Syamsuddin Barkhani sebagai pelatih kepala, tim karate Indonesia setidaknya ditargetkan membawa pulan minimal satu emas dari nomor kumite wanita.

“Menurut saya persiapan sudah bagus. Kami sudah mempersiapkan timnas Asian Games Nagoya sudah 7 bulan lalu, persiapan fisik maupun mental. Saya yakin mereka sudah siap. Apalagi mereka juga kita libatkan beberapa event internasioinal untuk tambah wawasan dan mental,” ujar Ketua PB Forki, Hadi Tjahjanto, kepada detikSport dalam acara pelepasan atlet Asian Games 2026 di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

“Ada enam atlet, kita harapkan dapat emas dari kelas kumite wanita. Kalau kata pria harapkan kita bisa ambil juga. Lawan kita paling kuat Jepang. Jika melihat latihan mereka, saya optimistis kami bisa meraih emas untuk kumite. Harapan kami juga dari nomor kata, setiap event kata jadi andalan kami,”sambungnya.

“Saya yakin kumite dapatkan satu emas, kalau kata dapat emas, itu hal luar biasa. Tapi estimasi saya, perak atau perunggu pasti dapat.”

Indonesia sendiri di Asian Games 2022 memang kurang bagus prestasinya karena cuma mendapat satu medali perunggu. Tugas makin berat di 2026 karena adanya pengetatan biaya pelatnas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) imbas efisiensi yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Untuk event Asian Games Nagoya, kita dapat bantuan dari Kemenpora juga sesuai porsinya. Tapi saya rasa tidak masalah semuanya. Tapi memang pembinaan sebelumnya kita harus koordinasi dengan kemenpora.”

“Kita selalu koordinasi dan kita selalu mendapatkan solusi yang solutif untuk situasi yang seperti ini. Tapi, untuk atlet kita semua juga, akhirnya bisa kita bisa melaksanakan kegiatan sesuai program yang kami buat,” papar purnawirawan TNI-AU tersebut.

Tim Karate Indonesia akan terbang ke Jepang pada 17 September dan melakukan persiapan akhir sebelum pertandingan 20-23 September. Mengingat karate bukan cabang terukur, bagaimana FORKI mengantisipasi adanya kemungkinan keputusan juri nantinya menguntungkan tuan rumah?

“Oh ya, maka itu kita kirim pelatih yang sudah pengalaman, satu untuk kata, dua untuk kumite. Tidak khawatir dengan tekanan rumah. Kami yakin emas untuk kumite, kata paling gak kita perunggu dapat,” demikian Hadi yang sempat menjabat Panglima TNI serta Menteri Agraria dan Tata Ruang itu.(**)

JAKARTA, MP – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, menargetkan karateka Indonesia meraih medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Target tersebut didukung persiapan matang selama tujuh bulan sebelum para atlet tampil di Jepang.

Hal itu disampaikan Hadi dalam acara pelepasan atlet karate Indonesia di Jakarta, Senin, 14 September 2026. Tim karate Indonesia akan bertanding pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung pada 20-24 September.

Indonesia diperkuat enam karateka yang terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Mereka akan turun di nomor kata dan kumite. Hadi menjelaskan dua karateka akan tampil di nomor kata, sedangkan empat lainnya bertanding pada nomor kumite.

“Sebanyak 6 atlet sudah kita persiapkan. Di antaranya adalah 2 untuk Kata dan 4 untuk Kumite. Untuk kelas Kata terbagi 1 untuk pria dan 1 wanita. Sedangkan untuk Kumite sendiri adalah 2 pria dan 2 wanita,” ujar Hadi.

Tiga karateka putra yang memperkuat Indonesia ialah Christopher Elbert Setiabudi, Daniel Hutapea, dan M. Tegar Januar. Sementara itu, sektor putri diisi Marzell Sekar Damayanti, Leica Al Humaira Lubis, dan Cok Istri Sanistya Rani.

Targetkan Medali Emas

Hadi menegaskan medali emas menjadi target yang ingin diwujudkan tim karate Indonesia di Asian Games 2026. PB FORKI berharap emas dapat diraih dari nomor kumite.

Selain itu, Hadi memberikan tantangan kepada atlet nomor kata untuk mengalahkan Jepang. Menurutnya, keberhasilan menaklukkan wakil Jepang akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

“Harapan kami, yang jelas yang sudah pasti ya kita harapkan adalah emas untuk Kumite. Dan kami tadi sudah challenge juga kepada para atlet supaya bisa mendapatkan emas untuk kelas Kata, bisa mengalahkan Jepang. Kalau kita bisa mengalahkan Jepang adalah kebanggaan kita semua,” kata Hadi.

Persiapan Matang Selama Tujuh Bulan

Hadi optimistis target tersebut dapat tercapai karena para karateka Indonesia telah menjalani persiapan selama tujuh bulan. Persiapan dilakukan dengan mempelajari berbagai kemungkinan yang akan dihadapi atlet selama pertandingan.

Selain fisik dan mental, tim juga telah menyiapkan taktik untuk menghadapi persaingan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hadi menilai persiapan panjang tersebut menjadi modal penting sebelum para atlet bertanding.

“Karena kita sudah mempersiapkan para atlet ini berlatih selama 7 bulan. Kita sudah mempelajari apa yang akan terjadi, taktik di lapangan yang sudah kita persiapkan,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, persiapan tujuh bulan tersebut sudah cukup untuk membentuk kesiapan fisik dan mental para karateka. Ia berharap seluruh atlet mampu menerapkan hasil latihan dan menjadi pemenang saat bertanding.

“Sehingga waktu 7 bulan itu saya kira sudah bisa mempersiapkan mereka baik mental maupun fisik dan siap untuk menjadi pemenang. Itu yang kita harapkan,” pungkasnya.

(Muhammad Zaidan Rizky)

JAKARTA, MP – Wartawan Entertainment (Warrent FC) mengalahkan tim alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, LA32 FC, dengan skor 6-2 dalam laga persahabatan. Pertandingan berlangsung di Lapangan Mini Soccer DNA Arena, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu, 13 September 2026.

Pertandingan tersebut menjadi ajang silaturahmi bagi para pemain yang mayoritas merupakan alumni IISIP dari berbagai angkatan. Selain berolahraga, laga ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarpemain.

LA32 FC diperkuat sejumlah nama dari kalangan sepak bola wartawan, termasuk Uda Dino serta dua mantan pemain tim Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta yang pernah tampil di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwarnas), Samuel ‘Coki’ Bukti Sihotang dan Wisnu Bowo.

Sementara itu, Warrent FC menurunkan sejumlah jurnalis yang meliput industri hiburan nasional. Mereka di antaranya Toni Bramantoro, alumni IISIP angkatan 1986, serta Abie Mujib, Musa Sanz, Elang Riki Yanuar, dan Rio.

Warrent FC tampil produktif sepanjang pertandingan. Rana dan Lutfi masing-masing mencetak dua gol, sedangkan Muller Mulyadi dan Ismail menyumbang satu gol.

Kemenangan tersebut menjadi hasil positif bagi Warrent FC yang baru terbentuk. Tim ini dibentuk sebagai wadah bagi wartawan yang meliput industri hiburan untuk berolahraga sekaligus menjalin silaturahmi.

Warrent FC diharapkan dapat terus menggelar kegiatan olahraga dan menjadi wadah komunikasi bagi komunitas wartawan entertainment.

(Ahmad Raul)

NEW YORK, MP –  Alexander Zverev meraih gelar juara US Open 2026 setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, dalam partai final yang digelar di Stadion Arthur Ashe, pada Senin (14/9) dini hari WIB.

Zverev mengalahkan Shelton dalam empat set dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, dan 6-2. Kemenangan tersebut menjadi gelar Grand Slam keduanya setelah sebelumnya menjuarai French Open pada Juni 2026.

Zverev Manfaatkan Kesalahan Shelton di Final

Petenis asal Jerman itu tampil konsisten sepanjang pertandingan dengan memenangi 85 persen poin dari servis pertama dan mencatatkan 35 winner. Meski kehilangan set ketiga, Zverev mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan.

Sementara itu, Shelton kesulitan mengimbangi permainan Zverev setelah melakukan 47 unforced error. Petenis asal Amerika Serikat tersebut sebenarnya mampu mencatatkan 35 winner, sama seperti Zverev, tetapi jumlah kesalahan sendiri membuatnya kehilangan momentum.

Kekalahan Shelton juga memperpanjang penantian Amerika Serikat untuk meraih gelar Grand Slam tunggal putra. Petenis AS terakhir yang menjuarai Grand Slam di nomor tersebut adalah Andy Roddick saat menjadi juara US Open 2003.

Zverev Raih Dua Gelar Grand Slam di 2026

Gelar US Open melengkapi pencapaian Zverev pada musim 2026. Ia sebelumnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah menjuarai French Open pada Juni lalu.

Dengan dua gelar Grand Slam dalam satu musim, Zverev kini tidak lagi menyandang status sebagai salah satu petenis terbaik yang belum pernah memenangi turnamen major.

Petenis berusia 29 tahun itu sebelumnya gagal meraih gelar Grand Slam setelah kalah dari Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di sejumlah pertandingan penting, termasuk final US Open 2020.

(Ahmad Raul)

MADRID, MP – Pelatih Real Madrid Jose Mourinho memuji potensi yang dimiliki Yan Diomande usai membantu timnya mengalahkan Rayo Vallecano 4-1 di Liga Spanyol. Meski begitu, sang winger juga perlu banyak belajar.

Pada laga di Bernabeu, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, Diomande turun sebagai starter untuk pertama kalinya. Pada lima laga sebelum ini, ia selalu memulai laga dari bench.

Beroperasi dari sayap kanan, Diomande tampil baik selama 72 menit di lapangan. Ia melakukan tiga dribel sukses, melepas dua umpan kunci, juga melepaskan satu tembakan. Dalam bertahan, ia mencatat tiga tekel sukses.

Meski begitu, Mourinho merasa banyak aspek yang masih bisa dikembangkan dari pemain asal Pantai Gading itu. Sebuah hal yang wajar mengingat Diomande baru 19 tahun.

“Diomande terus menunjukkan peningkatan,” ujar Mourinho dalam jumpa pers usai laga, dikutip ESPN.

“Dia belum lama berkecimpung di sepak bola level top Eropa. Dia baru menjalani satu musim di Leipzig dan belum banyak pengalaman lainnya. Dari segi taktis, ia masih perlu banyak belajar.”

“Namun, Anda bisa melihat potensi luar biasanya dalam situasi satu lawan satu, kemampuan mengirim umpan silang, serta tembakannya. Dia adalah pemain yang sangat kuat dan memberikan kami banyak opsi.”

“Dia bisa bermain di posisi (Vinícius Júnior) ataupun di sisi kanan… Saya ingin melihat perkembangan Diomande, karena saya sudah tahu apa yang bisa diberikan oleh (para pemain) lain kepada saya,” tegasnya.

Diomande baru didatangkan Madrid dari Leipzig pada musim panas ini. Ia ditebus seharga 125 juta euro plus bonus, menjadikannya pembelian termahal Los Blancos.(**)

MISANO, MP – Marc Marquez memimpin klasemen untuk kali pertama di MotoGP 2026 setelah jadi jawara di Misano. Marquez mengaku sangat bahagia, sekaligus menolak terlena.

Marquez diuntungkan dengan crash yang dialami pole sitter Marco Bezzecchi di putaran pertama balapan MotoGP San Marino, Minggu (13/9). Pebalap Ducati itu mengambil alih pimpinan lomba, kemudian mengatasi perlawanan Jorge Martin.

Pada prosesnya, Marquez menjaga posisi terdepan sampai akhir lomba untuk menyapu bersih seri San Marino. Tambahan 37 poin ini melambungkan Marc Marquez ke puncak klasemen MotoGP dengan 274 poin. Marquez memiliki jumlah angka yang sama dengan Martin (2) tapi unggul jumlah kemenangan.

Marc Marquez akhirnya kembali ke performa terbaik setelah tersendat di awal musim ini. Dipengaruhi cedera bahu yang dideritanya di Mandalika tahun lalu, Marquez kesulitan sehingga sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen.

kan tetapi, setelah seri Italia Marquez bangkit. Juara dunia sembilan kali itu memenangi lima dari tujuh balapan grand prix terakhir, termasuk menyapu bersih empat seri di antaranya. Kendati demikian, Marc Marquez menegaskan kejuaraan belum selesai.

“Rasanya tidak nyata. Ini terasa tidak nyata,” cetus Marquez di parc ferme, yang diwartakan Crash. “Tapi aku tidak pernah menyerah. Aku akan berjuang sampai akhir. Ini belum selesai, ini belum berakhir.”

“Jadi, kami sekarang ada di puncak klasemen, bersaing melawan pebalap-pebalap yang sangat bagus terutama Martin dan Bez. Namun, seperti yang kita saksikan, semuanya di ambang batas, dan sebuah kesalahan kecil bisa mengakibatkan kehilangan banyak poin.”

“Dan hari ini, memang benar di balapan tadi, setelah kesalahan Bezzecchi, aku sedikit terlalu percaya diri dan kemudian Martin menyerangku. Namun, kemudian aku mendapatkan kembali kepercayaan diri, aku menjaga kecepatan dan merasa gembira karena 37 poin di sini di Misano berarti sangat penting,” lugas Marc Marquez.(**)

JAKARTA, MP –  PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjalin kerja sama dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Minggu (13/9). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dalam Main Forum Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

MoU ditandatangani Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Direktur Utama PT LIB Sadikin Aksa bersama Ketua LMKN Pencipta Andi Mulhanan Tombolotutu serta Ketua LMKN Pemilik Hak Terkait Marcellius Siahaan.

Bangun Ekosistem Musik di Sepak Bola

Kerja sama tersebut bertujuan membangun ekosistem musik dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan kepentingan dunia olahraga dengan industri kreatif secara adil dan berkelanjutan.

Ketua LMKN Pemilik Hak Terkait Marcellius Siahaan menyambut kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan PSSI dan PT LIB dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Saya hadir untuk menandatangani Nota Kesepahaman antara LMKN dengan LIB dan PSSI. Terima kasih Pak Erick Thohir atas kesempatan ini, semoga menjadi kolaborasi yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujar Marcellius.

Erick Thohir Saksikan Penandatanganan MoU

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Sekjen Kementerian Hukum Nico Afinta.

Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi untuk menyatukan dunia olahraga dan industri kreatif. Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan sertifikat lisensi dari LMKN Pencipta kepada Sekretaris Kemenpora Suyadi Pawiro.

(Mohammad Althaf Musyaffa)

JAKARTA, MP –  Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, kembali mencetak rekor setelah menjuarai US Open 2026. Rybakina mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dengan skor 6-4, 5-7, 6-2 pada final di Arthur Ashe Stadium, Minggu, 13 September 2026 pagi WIB.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Sabalenka di posisi puncak peringkat dunia. Rybakina dipastikan naik ke peringkat nomor satu dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Lebih istimewa, Rybakina menjadi petenis Kazakhstan pertama yang berhasil menduduki posisi nomor satu dunia. Pencapaian tersebut melengkapi musim luar biasa yang dijalaninya sepanjang 2026.

Gelar US Open menjadi trofi Grand Slam ketiga dalam karier Rybakina. Sebelumnya, Rybakina meraih gelar Grand Slam pertamanya ketika menjuarai Wimbledon 2022. Ia kemudian kembali menjadi juara di Australian Open 2026.

Pada final Australian Open yang berlangsung di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, 31 Januari 2026, Rybakina kembali menghadapi Sabalenka. Ia keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.

Menariknya, Rybakina kini memenangkan dua turnamen Grand Slam pada tahun yang sama. Kedua gelar tersebut diraih setelah mengalahkan Sabalenka di partai final. Dengan tambahan trofi US Open, Rybakina kini hanya membutuhkan gelar French Open untuk melengkapi koleksi gelar Grand Slam dalam kariernya.

Pencapaian tersebut membuat 2026 menjadi tahun yang sangat bersejarah bagi Rybakina. Selain mengoleksi dua gelar Grand Slam dalam satu tahun, ia juga berhasil merebut posisi nomor satu dunia dan mencatat sejarah sebagai petenis Kazakhstan pertama yang mencapai puncak peringkat dunia.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Scroll to Top