Berita Populer

Berita Terbaru

OLAHRAGA

JAKARTA, MP – An Se-young jadi kampiun Denmark Open 2026. Sukses ini membawa An melewati pencapaian Susy Susanti, sekaligus jadi pebulutangkis tunggal putri tersukses.

Ratu bulutangkis Korea Selatan itu memenangi gelar Denmark Open back to back lewat kemenangan atas Akane Yamaguchi di final pada Minggu (18/10/2026). An bangkit dari kekalahan di gim pertama sebelum menang dengan skor akhir 21-23, 21-14, 21-18 dalam tempo 1 jam 19 menit.

An Se-young memenangi gelar individual kesembilan di sepanjang 2026. Dari 11 turnamen yang diikuti, An hanya dua kali gagal juara, yaitu saat jadi runner-up All England dan tersingkir di babak kedua Japan Open usai walkout akibat cedera.

Dengan titel Denmark Open 2026, An Se-young secara keseluruhan sudah mengoleksi total 47 gelar juara sejak melakoni debut pada 2018. An melampaui rekor trofi juara individu yang selama ini dipegang oleh legenda bulutangkis Indonesia Susy Susanti (46).

Lebih mengagumkan lagi karena An Se-young mencapainya di usia yang masih sangat muda, 24 tahun. Adapun, pebulutangkis tunggal putri tersukses ketiga adalah Carolina Marin (Spanyol) yang memenangi 39 gelar juara di sepanjang kariernya.

Kesempatan An Se-young untuk kian mengilapkan prestasinya terbuka lebar karena masih akan mengikuti sejumlah turnamen di depan. An dijadwalkan tampil di ajang-ajang bergengsi di antaranya French Open, Korea Open, dan World Tour Finals.(**)

JAKARTA, MP – Rider asal Jawa Timur, Agung Prio Apriliano dan Milatul Khaqimah, tampil gemilang pada putaran kedua 76 Ultimate Downhill 2026 di Arjuno Bike Park, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026). Keduanya sukses merebut podium tertinggi di kelas elite putra dan putri setelah menaklukkan lintasan yang menantang.

Agung Prio, yang akrab disapa Super Prilly, menjadi yang tercepat di kelas Men Elite dengan catatan waktu 2 menit 47,826 detik. Sementara itu, Milatul Khaqimah mengamankan gelar juara Women Elite setelah finis dengan waktu 3 menit 20,555 detik.

Kejuaraan besutan 76 Rider ini diikuti 113 rider yang bersaing dalam 10 kelas. Persaingan berlangsung sengit, terutama di kategori elite, dengan karakter lintasan Arjuno Bike Park yang menuntut kemampuan teknik, fisik, dan adaptasi tinggi dari setiap peserta.

Perwakilan 76 Rider selaku penyelenggara, Agnes C. Wuisan, mengaku puas dengan jalannya putaran kedua yang untuk pertama kalinya digelar di Arjuno Bike Park.

“Putaran kedua 76 Ultimate Downhill ini benar-benar menantang dan kompetitif. Kejar-kejaran poin terjadi, terutama di kelas prestasi Men Elite maupun Women Elite. Karakter trek di Arjuno Bike Park juga menghadirkan tantangan yang sulit ditaklukkan para rider,” ujar Agnes dalam keterangan persnya.

Menurutnya, tantangan lintasan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan, baik dari segi keterampilan maupun kondisi fisik.

Agung Prio tampil konsisten sepanjang putaran kedua. Setelah menjadi yang tercepat pada sesi Seeding Run sehari sebelumnya, rider Astrindo Racing Team itu kembali mencatatkan waktu terbaik pada Final Run.

Lintasan sepanjang hampir 1.600 meter dengan elevasi 233 meter di lereng Gunung Arjuno menjadi ujian tersendiri. Kondisi trek yang keras, kering, berdebu, serta dipenuhi lubang membuat para rider harus cermat menentukan jalur terbaik agar terhindar dari kesalahan.

Agung mampu melewati tantangan tersebut dengan baik. Ia unggul lebih dari tiga detik atas Yosi Saputra dari YTI Racing Team yang finis di posisi kedua dengan waktu 2 menit 51,753 detik. Posisi ketiga ditempati Putra Ganda Arrozak dari Alaska Squad dengan catatan 2 menit 54,902 detik.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Agung. Atlet yang telah dua kali menjadi juara nasional tersebut akhirnya meraih gelar juara Men Elite di seri 76 Ultimate Downhill setelah berpartisipasi belasan kali.

“Saya senang bisa tampil konsisten tahun ini. Keberhasilan menjadi juara di kelas Men Elite adalah yang pertama buat saya. Tambahan poin yang signifikan di Arjuno Bike Park juga membuat saya naik ke posisi pertama klasemen sementara perebutan gelar juara,” kata Agung.

Dengan kemenangan tersebut, Agung mengumpulkan 300 poin dari putaran kedua sehingga total raihannya menjadi 510 poin. Ia kini memimpin klasemen sementara Men Elite, menggeser Andi Prayoga yang gagal finis pada seri ini.

Agung pun semakin percaya diri menghadapi putaran final di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah.

Meski sudah cukup sering berlatih di Arjuno Bike Park, ia mengakui kondisi lintasan kali ini berbeda dari biasanya. Trek yang bergelombang dan berlubang menuntutnya untuk terus beradaptasi.

Bagi Agung, tantangan tersebut justru menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing di level internasional. Saat ini, ia menempati peringkat ke-65 dalam UCI World Ranking.

Di kelas Women Elite, Milatul Khaqimah juga menunjukkan dominasinya. Rider Nukeproof Exess Team asal Lumajang itu menjadi yang tercepat pada Seeding Run dan Final Run, sekaligus mengamankan poin maksimal di Arjuno Bike Park.

Milatul mencatatkan waktu 3 menit 20,555 detik pada Final Run. Ia mengungguli Nilna Murni Ningtias dari Spartan Racing yang finis kedua dengan waktu 3 menit 23,474 detik. Sementara itu, Ayu Triya Andriana dari Alaska Squad menempati posisi ketiga dengan catatan 3 menit 28,251 detik.

Milatul mengaku puas karena mampu mencapai targetnya pada putaran kedua. Ia juga bangga bisa menjadi rider terbaik di hadapan publik Jawa Timur.

“Saya puas dengan performa sendiri di seri kedua dan sesuai target dengan menjadi juara. Sebagai perwakilan Jawa Timur, saya tentu bangga bisa menjadi yang terbaik di Arjuno Bike Park,” ujar Milatul.

Keberhasilan menjadi juara pada putaran pertama dan kedua membuat Milatul semakin nyaman di puncak klasemen sementara Women Elite dengan koleksi 400 poin.

Ayu Triya Andriana berada di posisi kedua dengan 280 poin. Sementara itu, Nining Porwaningsih dan Nilna Murni Ningtias sama-sama mengoleksi 220 poin untuk menempati posisi berikutnya.

Meski memiliki keunggulan poin, Milatul menegaskan tidak akan mengendurkan persiapan menjelang putaran terakhir. Ia bertekad mempertahankan performa terbaik demi meraih gelar juara umum 76 Ultimate Downhill 2026.(**)

JAKARTA, MP – Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia setelah merampungkan rangkaian MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (11/10).

Melalui akun Instagram pribadinya, juara dunia delapan kali itu membagikan momen saat menikmati keindahan alam Indonesia di tepi laut. Dalam unggahan tersebut, bendera Merah Putih tampak berkibar.

“Terima kasih Indonesia!” tulis Marquez pada Minggu (18/10/2026).

Dalam balapan utama di Mandalika, pembalap asal Spanyol itu finis di posisi keenam setelah mendapat perlawanan dari Pedro Acosta dan Ai Ogura.

Marquez gagal naik podium yang ditempati Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Jorge Martin.

Marquez Bidik Gelar Juara Dunia

Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin ketat. Jorge Martin dari Aprilia Racing memimpin klasemen, hanya unggul dua poin atas Marquez yang membela Ducati Lenovo Team.

Selisih tipis tersebut mengingatkan pada persaingan musim 2022, ketika Fabio Quartararo unggul tipis atas Francesco Bagnaia setelah Grand Prix Thailand. Bagnaia akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah bangkit dan membalikkan keadaan pada sisa musim.

Jika Marquez berhasil merebut gelar juara dunia musim ini, pencapaian tersebut akan menjadi salah satu kebangkitan terbesar dalam sejarah kejuaraan.

Ia berpeluang melampaui pencapaiannya sendiri pada 2022, ketika membalikkan ketertinggalan 91 poin setelah Grand Prix Jerman.

Sisa Lima Grand Prix Menuju Akhir Musim 2026

MotoGP 2026 menyisakan lima putaran yang akan menentukan gelar juara dunia. Rangkaian balapan penutup musim dimulai dengan Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island.

Setelah itu, para pembalap akan berlaga di Grand Prix Malaysia dan Grand Prix Qatar. Dua seri terakhir akan berlangsung di Eropa, yakni Grand Prix Portugal dan Grand Prix Valencia.(**)

NAGOYA, MP –  Asian Para Games 2026 resmi dibuka melalui upacara meriah di Stadion Paloma Mizuho pada Minggu (18/10) malam WIB. Ajang tersebut menjadi momen bersejarah bagi Jepang yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Asian Para Games.

Upacara pembukaan edisi kelima ini menampilkan beragam pertunjukan tradisional Jepang dengan tema “We Are Beautiful Individuals”. Tema tersebut menggambarkan bahwa keunikan setiap individu melampaui batas disabilitas, kebangsaan, dan budaya.

Upacara tersebut disaksikan langsung oleh Kaisar Jepang Naruhito. Bendera nasional Jepang kemudian dibawa oleh enam tokoh olahraga disabilitas, termasuk ahli prostetik Fumio Usui dan mantan kapten tim bola basket kursi roda Shinji Negi.

Kontingen Indonesia Tampil dengan Busana Karya Ivan Gunawan

Segmen artistik pembuka juga menampilkan karakter boneka burung hantu bernama Konoha yang menantikan selesainya gerbang penyambutan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan parade atlet. Sebanyak 45 kontingen negara, termasuk Indonesia, berjalan melewati Welcome Gate.

Asian Para Games 2026 Pertandingkan 18 Cabang Olahraga

Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya diikuti oleh sekitar 4.000 atlet dan ofisial dari 45 Komite Paralimpiade Nasional. Mereka akan memperebutkan 492 medali dari 18 cabang olahraga para.

Edisi kali ini juga menghadirkan kembali cabang olahraga rugbi kursi roda, yang absen selama 12 tahun dari kalender Asian Para Games.

Seluruh rangkaian kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga upacara penutupan pada 24 Oktober 2026.

(Ahmad Raul)

BIELSKO-BIALA, MP – Indonesia membawa satu medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026. Dia adalah atlet kata perorangan putri Zaskia Putri Salurante.

Zaskia jadi salah satu dari 11 karateka Indonesia yang diturunkan di 14th WKF Cadet, Junior & U21 World Championships 2026. Ajang itu berlangsung di Bielsko-Biala, Polandia, 14-18 Oktober.

Zaskia memastikan tempat di podium dunia setelah memenangkan pertandingan perebutan medali perunggu, Sabtu (17/10). Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia sekaligus membuktikan bahwa atlet-atlet muda Tanah Air mampu bersaing dengan karateka terbaik dari berbagai negara.

Perjalanan Zaskia dimulai pada babak eliminasi, Kamis (15/10). Ia membuka pertandingan dengan menampilkan kata Kanku Sho dan mengalahkan Aurelija Ivanova (Latvia) dengan skor 5-0. Zaskia kemudian menundukkan Isabella Sanchez (Amerika Serikat) 5-0, Chiara Brandauer (Portugal) 4-1, dan Belen Guzman Vergara (Republik Dominika) 4-1.

Pada semifinal, Zaskia harus mengakui keunggulan Wakana Ito (Jepang) dengan skor 0-5. Namun, dia bangkit pada pertandingan perebutan medali perunggu dan berhasil mengalahkan Rocio Castro Lopez (Spanyol) untuk mengamankan podium dunia.

Manajer Tim Nasional Karate Indonesia sekaligus Head of Delegation, Harmen Saputra, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas perjuangan seluruh atlet yang mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia tersebut.

“Kami tentu sangat bangga dengan hasil yang dicapai tim Indonesia, khususnya Zaskia Putri Salurante yang berhasil meraih medali perunggu dunia di kategori Junior Female Kata. Ini merupakan hasil yang sangat berarti bagi kontingen Indonesia,” ujar Harmen dalam keterangan kepada detikSport.

Harmen menjelaskan bahwa persiapan tim nasional menghadapi kejuaraan dunia kali ini tergolong singkat. Para atlet menjalani pemusatan latihan atau Training Camp (TC) selama kurang lebih dua minggu sebelum bertolak ke Polandia.

“Dengan persiapan TC yang relatif singkat, sekitar dua minggu, kami tentu sangat bersyukur masih bisa membawa pulang medali dari kejuaraan dunia. Ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah berjuang maksimal,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Harmen mengakui bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang harus menjadi perhatian, khususnya pada nomor kumite yang belum berhasil mempersembahkan medali.

“Untuk kategori kumite, kali ini memang belum menjadi rezeki kita. Namun, hasil ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita melihat banyak atlet dari negara lain memiliki keunggulan postur tubuh yang lebih tinggi serta jangkauan serangan yang lebih panjang. Ini merupakan tantangan yang harus kita jawab melalui peningkatan strategi, teknik, kecepatan, pengaturan jarak, dan kualitas latihan,” jelas Harmen.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB FORKI Bidang Luar Negeri, Ricky Muchtar, menegaskan bahwa keberhasilan Zaskia bukanlah prestasi yang datang secara instan.

Menurutnya, perjalanan panjang Zaskia, yang akrab disapa Keong, merupakan contoh nyata pentingnya pembinaan atlet secara konsisten, berkelanjutan, dan melalui pengalaman kompetisi internasional.

“Prestasi Keong hari ini tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah hasil dari proses pembinaan yang panjang. Kami sudah beberapa kali memberikan kesempatan kepada Keong untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional yang diselenggarakan World Karate Federation,” ujar Ricky.

Ricky juga berharap prestasi Zaskia dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan karate Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan atlet usia muda menuju level senior.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan semata-mata berdasarkan keberhasilan membawa pulang medali dalam satu pertandingan.

“Kita tidak bisa mengharapkan seorang atlet langsung menjadi juara dunia hanya dengan satu atau dua kali mengikuti pertandingan internasional. Mereka membutuhkan proses, pengalaman, kesempatan untuk kalah, belajar, memperbaiki diri, dan kembali bertanding. Itulah bagian penting dari pembinaan,” demikian Ricky.(**)

ODENSE, MP –  Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menggondol gelar juara Denmark Open 2026 usai menekuk jagoan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final yang digelar Minggu, 18 Oktober. Fajar/Fikir mengalahkan Chia/Soh lewat dua game langsung dengan skor 21-8 dan 21-11.

Fajar/Fikri Tampil Agresif, Chia/Soh Tak Berkutik

Fajar/Fikri langsung menunjukkan permainan menyerang sejak awal pertandingan final Denmark Open 2026. Menghadapi Chia/Soh yang merupakan salah satu pasangan kuat Malaysia, wakil Indonesia tersebut memilih untuk tidak memberikan kesempatan kepada lawan mengembangkan permainan.

Strategi agresif itu terbukti efektif. Fajar/Fikri mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga menutup game pertama dengan kemenangan telak 21-8. Dominasi mereka berlanjut pada game kedua, yang kembali dimenangi dengan skor 21-11.

Fajar mengungkapkan bahwa dirinya dan Fikri sudah cukup mengenal karakter permainan Aaron/Soh. Pengalaman sering berhadapan dengan pasangan Malaysia tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menyusun strategi di lapangan.

“Kami sudah sangat sering bertemu Aaron/Soh bahkan sejak sebelum kami berpasangan jadi sudah tahulah kelemahan dan kelebihan masing-masing,” ujar Fajar.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi shuttlecock yang melaju sangat cepat membuat mereka memilih bermain menyerang daripada bertahan. Pendekatan tersebut membuat Fajar/Fikri mampu menjaga tekanan sepanjang pertandingan dan mengamankan gelar juara tanpa harus memainkan game ketiga.

“Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan, kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang jadi lawan juga tidak bisa berkembang,” papar Fajar.

Tebus Kegagalan di Final Tahun Lalu

Keberhasilan menjuarai Denmark Open 2026 terasa istimewa bagi Fajar Alfian. Pasalnya, ia masih mengingat kegagalan meraih gelar pada final tahun sebelumnya.

Kali ini, Fajar dan Fikri mampu membalikkan keadaan dengan menampilkan permainan solid hingga memastikan diri berdiri di podium tertinggi. Ia berharap kemenangan tersebut menjadi awal dari pencapaian yang lebih baik pada masa mendatang.

“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open,” kata Fajar.

Menurutnya, gelar juara ini juga dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka sebagai pasangan ganda putra Indonesia. Fajar turut mengungkapkan bahwa kekalahan di Asian Games sebelumnya menjadi dorongan bagi mereka untuk kembali berjuang dan membuktikan kemampuan di lapangan.

“Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” lanjutnya.

Tak Mau Cepat Puas

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menegaskan bahwa keberhasilan menjuarai Denmark Open 2026 tidak boleh membuat mereka cepat berpuas diri. Bagi Fikri, setiap pertandingan harus dihadapi dengan pola pikir baru.

Ia ingin menjaga semangat dan fokus agar bisa terus memberikan penampilan terbaik, terlepas dari hasil yang diraih sebelumnya. Fikri juga mengaku berusaha meluapkan semangatnya di partai final.

“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,” ujar Fikri.

Baginya, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk menebus rasa kecewa setelah gagal menjadi juara pada final Denmark Open tahun lalu. Semangat tersebut menjadi salah satu dorongan bagi Fikri untuk tampil maksimal bersama Fajar.

“Seperti tadi main di final, sayang banget kalau nggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin,” ungkapnya.

Pengalaman Fajar Jadi Motivasi bagi Fikri

Fikri juga mengakui bahwa pengalaman Fajar Alfian memberikan banyak pelajaran berharga dalam menghadapi pertandingan besar, terutama di partai final. Menurutnya, pengalaman bertanding yang dimiliki Fajar membantu dirinya membangun mental yang lebih matang.

“Kalau sebelumnya, untuk saya terutama sering tidak maksimal ketika di final tapi tahun ini dengan pengalaman a Fajar yang sudah melanglangbuana jadi banyak pelajaran dan motivasi yang saya dapat,” beber Fikri.

Ia menambahkan bahwa kedewasaan dalam berpikir turut membantunya mengurangi tekanan saat bertanding. Alih-alih terlalu memikirkan hasil akhir, Fikri memilih berfokus pada usaha yang bisa dilakukan di lapangan.

“Selain itu, mungkin saya juga sudah semakin dewasa jadi tidak terlalu banyak yang dipikirkan. Saya mencoba untuk sudah nggak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa,” lanjutnya.(**)

MADIRD, MP – FIFA memberi hukuman berat kepada Spanyol terkait chant anti-muslim. Sanksi denda dan penutupan sebagian area stadion dijatuhkan.

Melansir Reuters, FIFA menghukum Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF) berupa denda senilai 20 ribu dolar AS, atau setara Rp 361 jutaan. Hukuman belum sampai di situ.

Spanyol juga diharuskan menutup 15 persen area stadionnya. Hukumannya diberlakukan pada laga kandang pertandingan internasional berikutnya.

Spanyol dikabarkan sudah banding, namun ditolak FIFA. RFEF belum menyerah, dan kabarnya akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase.

Hukuman ini dijatuhkan FIFA usai pertandingan Spanyol vs Mesir pada April lalu diwarnai ulah suporter yang menyanyikan chant anti-muslim. Momen itu terjadi di RCDE Stadium, Barcelona.

Fans tuan rumah meledek Mesir dengan nyanyian bernada xenophobia di tribune. Meski sudah diperingatkan panitia lewat pengeras suara, fans tetap berisik, bahkan meledek lagu kebangsaan Mesir. Salah satunya dengan kata-kata ‘Kalau tak melompat, berarti muslim,” ledek fans Spanyol.

Hal itu sampai bikin Lamine Yamal, pemain Spanyol muslim, ikutan kesal. Usai laga, ia mengunggah foto yang isinya bangga menjadi seorang muslim.

Dalam penyangkalannya, RFEF menilai kata ‘Muslim’ “bukanlah kata yang menghina maupun merendahkan”. RFEF juga menambahkan perilaku para suporter seharusnya dinilai berdasarkan Pasal 17 FIFA, yang mencakup pesan-pesan politik, ideologis, keagamaan, atau yang menyinggung, bukan Pasal 15, yang mengatur diskriminasi dan pelecehan rasial.

Komite disiplin FIFA disebut menolak argumen tersebut, dengan menyatakan Pasal 15 tidak mensyaratkan penggunaan kata-kata hinaan secara eksplisit, dan suatu istilah dapat bersifat diskriminatif jika digunakan dalam konteks sebagai “hinaan, ejekan, atau penanda inferioritas”.

Atas hal itu, Spanyol akan mengajukan banding kepada FIFA. Pejabat RFEF menilai sanksinya terlalu berat.

“Sepanjang proses persidangan, RFEF tetap berpendapat bahwa mereka bertindak segera, cermat, dan efektif sejak pertama kali mengetahui insiden tersebut,” kata seorang pejabat tinggi di RFEF kepada Reuters.

“Selain itu, langkah-langkah yang diambil memastikan bahwa nyanyian tersebut tidak terulang dan bahwa penonton yang hadir di stadion sendiri menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap perilaku semacam itu,” katanya.(**)

JAKARTA, MP – Nasib pilu dialami Antony. Rumahnya dibobol maling saat tampil membela Real Betis di Liga Champions.

Real Betis menjamu Porto dalam matchday kedua Liga Champions, Kamis (15/10/2026). Los Verdiblancos menutup duel dengan kemenangan 3-2.

Antony tampil sebagai starter di laga ini. Dia menyumbang assist untuk gol kedua Real Betis yang dicetak Cucho Hernandez.

Kabar buruk dibawakan Antony selepas pertandingan. Eks penggawa Manchester United ini menyebut rumahnya dibobol maling di tengah laga Real Betis vs Porto.

Antony mengaku amat sedih dan marah atas rumahnya yang dibobol maling. Pemain asal Brasil ini khawatir akan ketakutan yang dialami keluarganya.

“Hari ini, saya ingin berbicara tentang sesuatu yang membuat saya sangat sedih dan marah. Apa yang seharusnya menjadi malam yang indah berakhir dengan kemarahan dan frustrasi. Rumah saya kemalingan,” Antony menuliskan di InstaStory, dikutip dari Manchester Evening News.

“Sulit untuk menggambarkan perasaan rumah Anda dibobol. Segala sesuatu yang telah kami perjuangkan dengan susah payah dan curahkan segenap hati kami untuk mendapatkannya telah direbut oleh seseorang yang tidak tahu betapa beratnya perjuangan yang telah kami lalui untuk mendapatkannya,” dia menambahkan.

“Hal yang paling membuat marah bukanlah hanya kehilangan harta benda, tetapi juga kehilangan rasa aman di tempat di mana seharusnya kami merasa paling terlindungi, dan melihat kegelisahan di mata keluarga saya. Namun setelah semua ini, satu hal membuat saya semakin yakin: di dunia ini, tidak ada harta benda yang lebih berharga daripada nyawa dan keselamatan keluarga saya,” ujarnya.(**)

PAMEKASAN, MP – Bhayangkara Presisi Lampung FC membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Madura United FC pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (16/10) malam.

Gol Sani Rizki Fauzi pada menit ke-90+2 menjadi penyelamat Bhayangkara FC setelah tim berjuluk The Guardian of Saburai itu harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-60.

Madura United sempat unggul melalui Juan Santacruz pada menit ke-52 dan ke-90 serta Balotelli pada menit ke-78. Sementara itu, Bhayangkara FC mencetak gol melalui Jefferson Brenes pada menit ke-26, M. Ocampo pada menit ke-71, dan Sani Rizki pada masa injury time.

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Bhayangkara FC yang mampu bertahan dan menyamakan kedudukan meski kehilangan satu pemain. Jefferson Brenes menerima kartu merah pada menit ke-60, sehingga tim tamu harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang tetap berjuang hingga pertandingan berakhir. Menurut dia, para pemain menunjukkan semangat pantang menyerah meski menghadapi tekanan dalam laga tandang.

“Saya ingin memberikan apresiasi kepada pemain saya karena kami bermain tandang dengan 10 pemain, tetapi semangat pemain tidak gentar,” kata Oscar seusai pertandingan.

Oscar menilai Bhayangkara FC sebenarnya berpeluang meraih kemenangan. Ia menyoroti dua peluang timnya yang hanya membentur mistar gawang.

“Kami seharusnya bisa meraih kemenangan jika dua peluang kami tidak mengenai mistar,” ujarnya.

Pemain Bhayangkara FC, Nehar Sadiki, juga menilai rekan-rekannya telah memberikan kemampuan terbaik di lapangan. Ia menyebut Madura United kerap mengandalkan umpan-umpan panjang sejak awal pertandingan, sehingga timnya berupaya meredam strategi tersebut.

“Bermain tandang melawan Madura United yang sejak babak awal selalu memberikan bola-bola panjang, kami mencoba menetralisirnya,” kata Nehar.

Setelah kehilangan Brenes akibat kartu merah, Bhayangkara FC tetap berusaha membalikkan keadaan dan menambah gol. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol Sani Rizki pada penghujung pertandingan.

Nehar menilai hasil imbang itu tetap memberikan sisi positif bagi timnya. Ia menegaskan Bhayangkara FC masih mampu menjaga catatan belum terkalahkan.

Hasil imbang 3-3 tersebut memperlihatkan daya juang Bhayangkara FC yang mampu menghindari kekalahan di kandang Madura United meski bermain dengan kekurangan jumlah pemain. Gol pada masa injury time sekaligus memastikan kedua tim harus puas berbagi poin.(**)

ODENSE, MP – Alwi Farhan harus mengakui keunggulan Anders Antonsen pada perempat final Denmark Open 2026. Alwi kalah dari wakil tuan rumah itu lewat dua game langsung dengan skor 17-21 dan 16-21.

Menghadapi Antonsen yang berstatus unggulan kelima, Alwi mengakui lawannya tampil lebih matang dalam mengendalikan permainan. Kondisi shuttlecock yang melaju cukup kencang menjadi salah satu tantangan, tetapi Antonsen mampu memanfaatkannya dengan baik untuk menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.

“Tentu nggak mudah pertandingan hari ini, bolanya cukup kencang dan Antonsen bisa mengontrol itu dengan cukup baik. Dia tetap bisa mengontrol agar bolanya nggak gampang mati sendiri. Itu world class top elite level dan saya harus akui,” kata Alwi.

Alwi Soroti Kecerdikan Antonsen

Salah satu hal yang menjadi perhatian Alwi dalam pertandingan perempat final Denmark Open 2026 adalah kemampuan Antonsen mengubah pola permainan. Menurutnya, pemain dengan level elite dunia tidak hanya mengandalkan strategi yang sudah disiapkan sebelum pertandingan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan.

Alwi menilai fleksibilitas tersebut menjadi aspek penting yang perlu ia tingkatkan untuk menghadapi pemain-pemain papan atas dunia pada turnamen berikutnya. Ia juga berusaha memahami perbedaan kualitas permainan yang membuat Antonsen mampu mempertahankan kendali ketika strategi awal tidak berjalan sesuai rencana.

“Memang kadang dengan apa yang kita planning semuanya nggak berjalan dengan yang kita mau tapi mereka (world class top elite) bisa mengubah dan lebih fleksibel untuk menyesuaikan pola dan kebutuhan yang ada di lapangan. Ini yang harus juga saya punya ke depan,” urainya.

Pukulan Tipuan Antonsen Repotkan Alwi

Selain kemampuan mengontrol permainan, variasi pukulan Antonsen juga menjadi tantangan tersendiri bagi Alwi, terutama pada game pertama. Alwi mengungkapkan, beberapa kali ia terkecoh oleh pukulan Antonsen yang seolah-olah ditahan atau di-hold.

Gerakan tersebut membuatnya kesulitan membaca arah pukulan dan terlambat mengantisipasi bola. Kemampuan menyamarkan pukulan dan mengubah tempo permainan memang menjadi salah satu aspek penting dalam bulu tangkis level tinggi.

“Tadi di game pertama beberapa kali pukulan Antonsen mengecoh saya karena pukulannya seperti di-hold jadi agak kagok dan kaki saya banyak terpaku,” ulasnya.

Ketika lawan mampu menyembunyikan arah pukulan dengan baik, pemain dituntut memiliki kecepatan membaca permainan sekaligus kesiapan gerak yang lebih baik. Pengalaman menghadapi Antonsen pun menjadi bahan evaluasi bagi Alwi untuk meningkatkan antisipasi, kelincahan kaki, serta kemampuan beradaptasi selama pertandingan.

Alwi Siap Berbenah

Meski gagal melangkah ke semifinal Denmark Open 2026, Alwi tetap berusaha mengambil sisi positif dari perjalanan turnamennya. Ia menyadari bahwa persaingan sejak babak pertama sudah menghadirkan tantangan yang tidak mudah.

Namun, hasil di Denmark Open belum membuatnya puas. Alwi menegaskan masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan sejumlah turnamen mendatang yang harus dihadapi.

“Banyak pelajaran di sini, tentu nggak mudah dari babak pertama lawannya tapi ya tetap step by step, belum puas juga. Masih banyak turnamen ke depannya yang harus saya jalani,” pungkasnya.(**)

Scroll to Top