Berita Populer

Berita Terbaru

OLAHRAGA

JAKARTA, MP – Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina. La Roja tampil dominan atas Albiceleste.

Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Spanyol menjadi juara lewat gol tunggal Ferran Torres di menit ke-106.

Secara statistik, Spanyol sangat dominan. Pasukan Luis de la Fuente membuat 65 persen penguasaan bola serta 12 percobaan mengarah ke gawang dari 20 kesempatan.

Argentina sangat payah dalam penyerang di laga ini. Lionel Messi cs cuma punya 35 persen penguasaan bola dengan dua percobaan tanpa ada yang ke arah gawang.

Argentina bermain sangat keras di laga ini. Juara Piala Dunia 2022 itu membuat 24 pelanggaran dengan tujuh kartu kuning, satu menjadi akumulasi untuk Enzo Fernandez. Ada pula kartu merah untuk Leandro Paredes setelah laga usai.

Spanyol tercatat membuat 21 pelanggaran. Dari adangan yang dibuat Spanyol, semuanya lolos dari hukuman kartu.

Spanyol kini sudah punya dua gelar Piala Dunia, yang sebelumnya didapatkan pada 2010. Pada saat itu Spanyol menjadi juara dengan menang 1-0 melawan Belanda.(**)

ROMA, MP – Pergerakan AS Roma di bursa transfer musim panas ini terus menjadi sorotan tajam para Romanisti. Di tengah bayang-bayang ketatnya regulasi finansial dan tuntutan bersaing di Liga Champions, Gian Piero Gasperini akhirnya buka suara terkait strategi klub

Bukannya panik dengan skuad yang dinilai masih ramping, Gasperini justru menunjukkan ketenangan seorang ahli taktik kawakan. Allenatore Giallorossi menjelaskan kenapa timnya bergerak lebih lambat di bursa transfer.

Hierarki Lini Tengah Roma

Banyak pihak mempertanyakan kedalaman skuad Giallorossi untuk musim depan, terutama dengan padatnya jadwal Serie A dan Liga Champions. Namun, Gasperini menegaskan bahwa komposisi lini tengah saat ini adalah sebuah pilihan sadar, bukan keterpaksaan.

“Saat ini, kami memiliki empat gelandang yang semuanya sangat mampu dan andal. Ini bukan departemen yang luar biasa besar, tetapi ini adalah pilihan sadar saya, justru untuk memberi semua orang kesempatan bermain secara konsisten dan dengan percaya diri,” ujar Gasperin.

Dengan rotasi yang terukur, Gasperini ingin memastikan setiap pemain tengah Roma merasa menjadi bagian penting dari proyek klub, sekaligus menjaga ritme permainan tetap tinggi di setiap laga.

Roma Tertinggal di Bursa Transfer?

Banyak klub rival yang sudah tancap gas meresmikan rekrutan baru, sementara pergerakan Roma terkesan lambat. Menanggapi kekhawatiran ini, Gasperini menilai situasinya wajar akibat dampak Piala Dunia yang membuat pasar tersendat.

Banyak pemain incaran baru bergabung terlambat karena komitmen internasional. Gasperini juga menegaskan bahwa fokus utama Roma saat ini adalah menambal posisi lowong yang ditinggalkan para pemain yang hengkang seperti Zeki Celik ke Juventus.

“Pasar sempat stagnan untuk semua orang. Kami kehilangan beberapa pemain pinjaman, jadi secara numerik kami lebih pendek. Namun sekarang, pasar mulai terbuka dan kami tetap selaras dengan timeline yang ada,” ungkapnya.(**)

JAKARTA, MP – Jorge Lorenzo menilai Marc Marquez masih memiliki satu keunggulan besar yang tidak dimiliki para rivalnya dalam persaingan gelar MotoGP 2026.

Mantan pebalap yang pernah menjadi rekan setim Marquez di Repsol Honda itu menyebut ada tiga “kartu truf” yang bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar musim ini. Ketiganya adalah Aragon, Phillip Island, dan Valencia, sirkuit yang memiliki lebih banyak tikungan ke kiri atau berlawanan arah jarum jam.

“Dia memiliki tiga kartu truf yang tidak dimiliki pebalap lain, yakni Aragon, Phillip Island, dan Valencia,” kata Lorenzo dalam podcast Duralavita, seperti dikutip Motosan.

“Jika dia tiba di sana dengan klasemen yang masih sangat ketat, dia bisa memiliki keunggulan kompetitif yang besar. Pebalap lain tidak memiliki senjata seperti itu.”

Lorenzo meyakini karakter tiga sirkuit tersebut sangat cocok dengan gaya membalap Marquez.

“Saya pikir ketika balapan digelar di trek dengan dominasi tikungan kiri seperti tiga sirkuit itu, peluang Marc untuk menang mencapai 80 hingga 90 persen. Di trek yang didominasi tikungan kanan, persaingan jauh lebih seimbang. Perebutan gelar musim ini menjadi sangat menarik,” ujarnya.

Pendapat Lorenzo bukan tanpa alasan. Setelah sempat tertinggal hingga 102 poin dari Jorge Martin saat kembali membalap usai operasi pada MotoGP Italia di Mugello, Marquez perlahan memangkas selisih menjadi hanya 18 poin.

Pebalap Ducati Lenovo itu memenangi tiga dari empat balapan terakhir, ditambah dua kemenangan Sprint, sehingga kembali masuk dalam persaingan juara dunia.

Kehebatan Marquez di sirkuit berkarakter tikungan kiri juga sudah terbukti. Pada MotoGP Jerman pekan lalu, ia meraih kemenangan ke-10 di kelas utama di Sachsenring, menyamai rekor Giacomo Agostini sebagai pebalap dengan kemenangan terbanyak di satu lintasan.

Aragon juga menjadi salah satu trek favorit Marquez. Ia sudah mengoleksi delapan kemenangan di sana, termasuk menjadi lokasi kemenangan pertamanya bersama Ducati pada musim 2024.

Meski catatannya di Valencia tidak seimpresif Aragon maupun Sachsenring, Lorenzo tetap yakin karakter lintasan tersebut akan memberikan keuntungan bagi Marquez apabila perebutan gelar masih berlangsung ketat hingga seri penutup musim.(**)

SPA-FRANCORCHAMPS – Pebalap muda Kimi Antonelli memetik kemenangan keenam di kejuaraan Formula 1 2026. Antonelli memenangi F1 GP Belgia 2026, mengungguli Charles Leclerc.

Pada balapan GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (19/7) malam WIB, Antonelli melintasi garis finis terdepan dengan selisih 1,9 detik dari Leclerc. Max Verstappen melengkapi podium setelah finis ketiga.

Antonelli kembali naik podium tertinggi untuk yang pertama setelah inkonsisten di tiga seri sebelumnya. Kemenangan ini memantapkan posisi pebalap berusia 19 tahun itu di puncak klasemen F1 2026. Antonelli kini mengoleksi 204 poin, unggul 45 poin dari Lewis Hamilton (2) dan 50 poin dari George Russell dalam persaingan titel juara dunia.

Antonelli, yang memperkuat Mercedes, mengalahkan Verstappen sebelum mengambil alih pimpinan di fase awal balapan. Namun, pebalap Italia itu kemudian berada di belakang Leclerc setelah safety car.

Leclerc menjaga posisi terdepan balapan sampai putaran 34, sebelum disalip Antonelli dari sisi luar di trek lurus. Antonelli kemudian bertahan dari tekanan pebalap Ferrari itu untuk mengamankan kemenangan.

Rekan setim Kimi Antonelli, George Russell, justru menerima nasib apes. Driver Inggris itu terpaksa retired bahkan sebelum menyelesaikan putaran pertama setelah bertabrakan dengan Hamilton. Russell mencoba menyalip kompatriotnya itu dari sisi luar, tapi pada prosesnya bersenggolan dengan Hamilton sehingga meluncur ke gravel.

Hamilton bangkit dari hukuman penalti lima detik menyusul insiden dengan Russell.

Hasil F1 GP Belgia 2026
Pos Driver Nat. Team Laps
1 Kimi Antonelli ITA Mercedes AMG Petronas F1 Team 44 laps
2 Charles Leclerc MON Scuderia Ferrari HP +1.9s
3 Max Verstappen NED Oracle Red Bull Racing +11.5s
4 Lewis Hamilton GBR Scuderia Ferrari HP +17.2s
5 Oscar Piastri AUS McLaren Mastercard F1 Team +18.9s
6 Isack Hadjar FRA Oracle Red Bull Racing +23.3s
7 Lando Norris GBR McLaren Mastercard F1 Team +24.0s
8 Gabriel Bortoleto BRA Audi Revolut F1 Team +49.1s
9 Arvid Lindblad GBR Racing Bulls +50.4s
10 Franco Colapinto ARG BWT Alpine F1 Team +76.0s
11 Pierre Gasly FRA BWT Alpine F1 Team +76.9s
12 Liam Lawson NZD Racing Bulls +77.5s
13 Nico Hulkenberg GER Audi Revolut F1 Team +78.3s
14 Ollie Bearman GBR TGR Haas F1 Team +94.4s
15 Alex Albon THA Atlassian Williams F1 Team +102.6s
16 Carlos Sainz ESP Atlassian Williams F1 Team +103.6s
17 Esteban Ocon FRA TGR Haas F1 Team +108.9s
18 Valtteri Bottas FIN Cadillac F1 Team +1 lap
DNF Fernando Alonso ESP Aston Martin Aramco F1 Team +2 laps
DNF Lance Stroll CAN Aston Martin Aramco F1 Team +19 laps
DNF Sergio Perez MEX Cadillac F1 Team +31 laps
DNF George Russell GBR Mercedes AMG Petronas F1 Team. (**)

TOKYO, MP – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengakhiri penantian panjang mereka. Pebulu tangkis ganda putra Indonesia itu kembali berdiri di podium tertinggi setelah menjuarai Japan Open 2026.

Fajar/Fikri memastikan gelar setelah menaklukkan pasangan kuat Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, pada fase final di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu (19/7). Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17.

Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan posisi Fajar/Fikri sebagai juara sektor ganda putra Japan Open 2026. Turnamen ini masuk dalam kalender BWF World Tour Super 750 dan berlangsung pada 14 sampai 19 Juli 2026.

Bagi Fajar, hasil di Tokyo bukan sekadar tambahan trofi. Gelar tersebut memutus penantian hampir satu tahun sejak ia dan Fikri menjuarai China Open 2025.

“Pertama-tama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025,” kata Fajar seusai pertandingan dalam rilis Tim Media & Humas PBSI.

“Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” lanjutnya.

Fajar dan Fikri memang langsung mencuri perhatian sejak mulai dipasangkan pada pertengahan 2025. Mereka bahkan menjuarai China Open 2025 ketika baru menjalani turnamen kedua sebagai pasangan.

Setelah kesuksesan tersebut, perjalanan mereka tidak selalu berujung manis. Kesempatan meraih trofi beberapa kali terlepas, termasuk ketika Fajar/Fikri harus puas menjadi runner-up Singapore Open 2026. Japan Open akhirnya menjadi panggung kebangkitan yang selama ini mereka cari.

Kedisiplinan Redam Pertahanan Kim/Seo

Kim/Seo bukan lawan yang asing bagi Fajar/Fikri. Pasangan Korea Selatan tersebut dikenal mempunyai pertahanan kukuh, kecepatan tinggi, dan kemampuan mengubah situasi tertekan menjadi serangan balik.

Fajar mengakui kualitas itu membuat Kim/Seo sulit ditaklukkan. Bola yang seharusnya sudah menghasilkan poin terkadang masih dapat dikembalikan dengan baik.

“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan. Mereka punya pertahanan yang sangat luar biasa,” ujar Fajar.

“Tapi di pertemuan kali ini kami selalu bisa mewaspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi,” sambungnya.

Kedisiplinan tersebut terlihat ketika skor memasuki fase kritis. Fajar/Fikri tidak tergesa-gesa memburu angka. Mereka tetap menjaga pola, berani memainkan reli, lalu mencari kesempatan menyerang ketika pertahanan lawan mulai terbuka.

Kemenangan atas Kim/Seo juga melanjutkan catatan positif Fajar/Fikri saat menghadapi pasangan Korea tersebut. Pada perempat final China Open 2025, Fajar/Fikri juga menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-14.

Fikri Soroti Kekompakan dan Komunikasi

Muhammad Shohibul Fikri menilai kemenangan di final tidak datang dengan mudah. Kim/Seo tetap memberikan tekanan dan memaksa pasangan Indonesia menjaga konsentrasi sejak awal sampai akhir.

Namun, Fajar/Fikri mampu tampil lebih solid. Mereka dapat mengambil kendali permainan dan menjalankan strategi yang telah disiapkan bersama tim pelatih.

“Mereka bukan lawan yang mudah, mereka bermain sangat baik. Hanya tadi di lapangan kami bisa lebih solid saja, bisa lebih dominan melakukan strategi dengan tepat,” kata Fikri.

“Komunikasi dengan partner dan pelatih pun sangat berjalan baik, jadi semua yang disiapkan berjalan dengan baik dari awal sampai akhir,” lanjutnya.

Komunikasi memang menjadi bagian penting dalam perjalanan Fajar/Fikri sepanjang turnamen. Sejak babak pertama, keduanya beberapa kali harus mengubah pola permainan ketika lawan mulai menemukan celah. Kemampuan membaca situasi tersebut membantu mereka melewati tekanan dan mempertahankan momentum.

Pada semifinal, Fajar/Fikri juga melewati pertandingan melelahkan melawan pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Mereka menang melalui tiga gim dengan skor 21-14, 19-21, dan 21-18 sebelum menantang Kim/Seo pada partai puncak.

Trofi Pertama Fajar setelah Menikah

Ada cerita personal yang membuat gelar Japan Open 2026 terasa semakin istimewa bagi Fajar. Trofi tersebut merupakan gelar pertamanya setelah menikah.

Ia pun mempersembahkan kemenangan di Tokyo secara khusus kepada sang istri.

“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” ucap Fajar.

Kalimat singkat itu membawa sisi berbeda dari kemenangan Fajar/Fikri. Di balik pertandingan, latihan panjang, dan tekanan kompetisi, terdapat orang terdekat yang terus menemani perjalanan seorang atlet.

Sementara bagi Fikri, trofi Japan Open menjadi bayaran atas kesabaran yang terus dijaga. Ia mempersembahkan keberhasilan tersebut untuk dirinya sendiri, keluarga, orang-orang terdekat, dan para pendukung.

“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” tutup Fikri.

Japan Open 2026 mungkin hanya menghasilkan satu trofi pada sebuah akhir pekan. Namun bagi Fajar/Fikri, kemenangan itu membawa lapisan cerita yang jauh lebih tebal.

Ada disiplin yang berhasil dijaga, komunikasi yang berjalan, penantian yang akhirnya berakhir, serta persembahan personal untuk orang-orang yang terus berada di belakang mereka.

Tokyo menjadi titik kebangkitan. Fajar/Fikri kini berharap trofi Japan Open bukan menjadi akhir pesta, melainkan awal dari gelar-gelar berikutnya.(**)

TOKYO, MP – Turnamen bulu tangkis bergengsi Japan Open 2026 menutup rangkaian pertandingannya dengan cerita yang cukup komplet. Ada kemenangan dua gim langsung, kebangkitan setelah kehilangan gim pembuka, sampai pertarungan ganda putri yang berhenti di batas maksimal skor bulu tangkis.

Bagi pencinta badminton Tanah Air, akhir turnamen terasa manis. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil membawa pulang satu gelar untuk Indonesia dari sektor ganda putra turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.

Japan Open 2026 digelar pada 14 hingga 19 Juli dengan total hadiah USD950.000. Seluruh pertandingannya berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang.

Fajar/Fikri Gagalkan Unggulan Pertama

Sorotan utama datang dari final ganda putra. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menundukkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dalam dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-17.

Pertandingan berlangsung selama 45 menit. Fajar/Fikri tampil cukup tenang meski menghadapi pasangan Korea yang agresif sejak awal laga. Mereka mampu merebut gim pembuka yang ketat, kemudian menahan kebangkitan Kim/Seo pada penghujung gim kedua.

Saat kedudukan sempat imbang 17-17, pasangan Indonesia mencetak empat angka beruntun. Rangkaian poin itu langsung mengunci kemenangan sekaligus memastikan Indonesia tidak pulang dengan tangan kosong dari Tokyo.

Gelar tersebut juga menjadi titel Japan Open pertama yang diraih Fajar/Fikri setelah dipasangkan sejak pertengahan tahun lalu.

Christo Popov Redam Tuan Rumah

Pada sektor tunggal putra, Christo Popov keluar sebagai juara setelah menghentikan wakil tuan rumah, Koki Watanabe.

Pemain Prancis tersebut tampil dominan pada gim pertama. Popov hanya memberikan 11 angka kepada Watanabe sebelum menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-11.

Watanabe memberi perlawanan lebih kuat pada gim kedua. Dukungan penonton tuan rumah membuat pertandingan terasa lebih rapat, tetapi Popov tetap mampu mengendalikan momen penting dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-19 dalam tempo 49 menit.

PV Sindhu Kembali ke Podium Tertinggi

Pusarla V. Sindhu menjadi juara tunggal putri setelah mengalahkan bintang Jepang, Akane Yamaguchi. Sindhu menang dua gim langsung dengan skor kembar 21-17 dan 21-17 dalam waktu 50 menit.

Sindhu tidak membiarkan Yamaguchi terlalu lama membangun ritme. Serangan yang dalam, jangkauan luas, serta keberanian mengambil bola dari depan net membuat pemain India tersebut mampu menjaga keunggulan pada dua gim.

Hasil ini menghadirkan makna besar bagi karier Sindhu. Sebab, Japan Open 2026 menjadi titel perdananya pada turnamen level Super 750. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemain India pertama yang menjuarai Japan Open.

Drama 99 Menit di Final Ganda Putri

Pertandingan paling liar muncul dari sektor ganda putri. Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong asal Korea Selatan mengalahkan Jia Yifan/Zhang Shuxian asal Tiongkok melalui tiga gim yang berakhir dengan skor 14-21, 21-15, 30-29.

Jia/Zhang sebenarnya membuka pertandingan dengan meyakinkan. Mereka merebut gim pertama 21-14, tetapi Kim/Kong membalas pada gim kedua dan memaksa pertandingan berlanjut menuju gim penentuan.

Gim ketiga berjalan nyaris tanpa ruang bernapas. Kedua pasangan terus bergantian mendapatkan kesempatan menutup pertandingan. Skor akhirnya mencapai 29-29 sebelum Kim/Kong memperoleh angka terakhir dan menyelesaikan duel selama 99 menit.

Skor 30-29 membuat final ganda putri bukan hanya menjadi pertandingan terpanjang pada hari terakhir. Laga tersebut juga menjadi penutup yang sangat tipis, satu kesalahan kecil saja dapat memindahkan trofi ke sisi lapangan berbeda.

Feng/Huang Menangi Duel Tiga Gim

Tiongkok tetap mendapatkan tempat di daftar juara melalui Feng Yanzhe/Huang Dongping. Pasangan unggulan pertama itu mengalahkan Tang Chun Man/Tse Ying Suet dari Hong Kong dengan skor 21-14, 14-21, dan 21-15.

Feng/Huang menguasai gim pembuka, tetapi kehilangan kendali pada gim kedua. Setelah pertandingan memasuki gim penentuan, pasangan China kembali bermain lebih rapi dan membatasi kesempatan lawan untuk menyerang dari area depan.

Pertandingan berlangsung selama 72 menit. Kemenangan tersebut memastikan Tiongkok membawa pulang gelar dari sektor ganda campuran.

Hasil Lengkap Final Japan Open 2026

Tunggal Putra
Christo Popov (Prancis) vs Koki Watanabe (Jepang): 21-11, 21-19

Tunggal Putri
Pusarla V. Sindhu (India) vs Akane Yamaguchi (Jepang): 21-17, 21-17

Ganda Putra
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) vs Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan): 21-19, 21-17

Ganda Putri
Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (Korea Selatan) vs Jia Yifan/Zhang Shuxian (Tiongkok): 14-21, 21-15, 30-29

Ganda Campuran
Feng Yanzhe/Huang Dongping (Tiongkok) vs Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong): 21-14, 14-21, 21-15

Japan Open 2026 akhirnya menghasilkan lima juara dari lima negara berbeda. Prancis, India, Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok masing-masing membawa pulang satu gelar.

Indonesia mungkin hanya menempatkan satu wakil di podium tertinggi. Namun, keberhasilan Fajar/Fikri menundukkan unggulan pertama menjadikan satu trofi tersebut terasa padat, berharga, dan cukup lantang untuk menutup pekan bulu tangkis di Tokyo. (**)

LIVERPOOL, MP – Liverpool kehilangan dua sosok pemain senior untuk musim depan. Oleh karenanya, Dominik Szoboszlai siap menggantikan peran eks rekan setimnya itu

Adalah Mohamed Salah dan Andy Robertson yang tidak lagi berseragam merah-merah musim depan. Robertson sudah gabung Tottenham Hotspur setelah kontraknya di Liverpool habis.

Lalu, Salah belum menentukan klub barunya sampai saat ini. Kepergian Salah dan Robertson tidak cuma soal gol dan assist, tapi juga kepemimpinan mereka di lapangan.

Sebagai bagian dari skuad emas Liverpool di bawah Juergen Klopp, keduanya memimpin Liverpool sampai “titik darah” penghabisan musim lalu. Wajar ada kekhawatiran skuad Liverpool bakal limbung setelah Salah dan Robertson tidak ada.

Szoboszlai mengakui pasti ada bakal ada perubahan besar setelah kepergian keduanya. Tapi, sebagai salah satu pemain senior di tim dan berstatus kapten Timnas Hungaria, Szoboszlai siap mengisi peran yang ditinggalkan Salah dan Robertson.

Seperti diketahui Robertson dan Salah adalah salah satu dari empat wakil kapten. Selain itu ada Alisson Becker dan Joe Gomez.

“Saya rasa begitu (tanggung jawab lebih besar musim depan). Seperti yang Anda bilang, Mo pergi, Robbo pergi. Jadi kami kehilangan wakil kapten dan juga legenda klub,” kata Szoboszlai di situs resmi klub.

“Kami tentu akan merindukan mereka dan kini harus ada pemain lain yang menggantikan. Jika itu saya, maka saya siap melakukannya.”(**)

TOKYO, MP –  Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menembus semifinal Japan Open 2026 setelah mendepak wakil Inggris, Ben Lane/Sean Vendy. Fajar/Fikri menang dua game langsung dengan skor 22-20 dan 21-13.

Sempat Salah Strategi, Fajar/Fikri Cepat Move On

Usai laga, Fajar Alfian mengakui bahwa mereka sempat terkejut dengan gaya main Ben/Sean yang langsung tancap gas sejak awal laga. Beruntung, kematangan mental dan komunikasi yang baik membuat mereka mampu membalikkan keadaan setelah masa interval.

“Cukup mengagetkan juga mereka cepat ya, mereka bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi di awal gim pertama,” ungkap Fajar jujur.

Fajar menambahkan bahwa strategi hari ini sangat kontras dengan laga sebelumnya saat mereka meredam wakil Chinese Taipei.

“Kemarin saat melawan pasangan Chinese Taipei, kami menerapkan pola yang simple tapi berbeda dengan hari ini, kami harus bermain dengan agresif dan dengan bola cepat. Jadi setelah interval kami langsung inisiatif untuk mengubah pola dan berhasil,” lanjut Fajar mengenai kunci comeback mereka di game pertama.

Misi Balas Dendam Kontra Hoki/Kobayashi

Langkah Fajar/Fikri di semifinal dipastikan tidak akan mudah. Mereka sudah ditunggu oleh unggulan tuan rumah sekaligus rival sengit mereka, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Laga ini juga mengusung misi balas dendam bagi Fajar/Fikri. Pasalnya, pada pertemuan terakhir mereka di partai puncak Denmark Open 2025 lalu, ganda putra Indonesia ini harus kalah tipis dari Hoki/Kobayashi.

Muhammad Shohibul Fikri menegaskan bahwa mereka siap habis-habisan demi mengamankan tiket ke babak final, meski tahu teror mental dari suporter tuan rumah akan sangat besar.

“Mereka pasangan yang sangat bagus, tidak mudah untuk melawan mereka. Tapi kami sama-sama punya peluang,” ujar Fikri dengan penuh optimisme.

“Yang penting kami tidak kalah semangat dan fighting spirit-nya, mengingat mereka pasti tampil penuh ambisi karena akan dapat dukungan publik tuan rumah,” tegas Fikri.

TOKYO, MP –  Alwi Farhan gagal mengatasi perlawanan wakil Jepang, Kodai Naraoka, pada perempat final Japan Open 2026. Alwi kalah rubber game dari wakil tuan rumah dengan skor 18-21, 22-20, dan 18-21.

Enggan Kalah Mudah

Menghadapi Kodai Naraoka di rumahnya sendiri jelas bukan perkara mudah. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah membuat Kodai bermain dengan determinasi tinggi sejak awal laga. Alwi pun mengakui bahwa atmosfer penonton sempat membuatnya berada di bawah tekanan.

Namun, bukan Alwi namanya jika menyerah tanpa perlawanan. Setelah kalah di gim pertama, pebulu tangkis muda Indonesia ini bangkit secara luar biasa di gim kedua dan mencuri kemenangan kritis 22-20.

“Tetap bersyukur karena hari ini saya bisa berjuang sangat maksimal sampai akhir. Pastinya saya tidak membiarkan lawan menang dengan mudah, tidak mau menyerah dulu meskipun hasilnya kalah,” ungkap Alwi Farhan seusai laga.

Dihantam Kram Otot Paha

Memasuki gim penentu, intensitas pertandingan semakin meningkat. Alwi bahkan sempat mengalami kendala fisik berupa kram otot paha. Namun, ia enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama kekalahannya. Menurut Alwi, faktor kematangan di lapangan-lah yang membedakan hasil akhir pertandingan hari ini.

“Di gim ketiga memang ada otot paha saya yang kram, tapi dia (Kodai) pasti juga mengalami kelelahan. Pengalaman yang membedakan dari pertandingan ini,” tambah Alwi dengan sportif.

Pelajaran Berharga

Kekalahan ini jelas menjadi modal berharga bagi perkembangan karier Alwi Farhan di level senior. Alih-alih terpuruk, Alwi justru mengaku memetik banyak pelajaran penting mengenai aspek mental bertanding. Ia bahkan sudah tidak sabar untuk kembali bersua dengan Kodai Naraoka di turnamen-turnamen berikutnya.

“Good match dan saya menantikan pertemuan-pertemuan dengan dia selanjutnya. Saya belajar banyak bagaimana melawan diri sendiri, melawan keraguan, melawan rasa capek dan semua kondisi di lapangan. Saya akan kembali dengan lebih kuat,” tegasnya optimistis.(**)

JAKARTA, MP – Lucas Digne sangat terpukul dalam kekalahan Prancis atas Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Dia yang menyebabkan lawan mendapatkan hadiah penalti.

Prancis vs Spanyol berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Gol-gol Spanyol lahir dari eksekusi penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-22 dan situasi open play yang dibuat oleh Pedro Porro pada menit ke-58.

Hadiah penalti yang didapatkan Spanyol disebabkan oleh tendangan Digne kepada Lamine Yamal. Digne sebetulnya tidak melakukan itu dengan niat buruk, dia hanya ingin menyapu bola karena terlihat dari pandangannya bukan ke Yamal.

“Begitulah, akhir dari sebuah mimpi. Mimpi seorang anak kecil, dan tentu saja mimpi ribuan orang di belakang kita,” bunyi kalimat pembuka Digne di Instagram pribadinya.

“Kita selalu membayangkan begitu banyak hal, seringkali hal-hal yang paling indah. Tetapi akhir dari sebuah mimpi terkadang bisa sulit, dan kebangkitannya bahkan lebih brutal. Hal tersulit hari ini adalah menemukan kata-kata untuk mengungkapkan kekecewaan yang luar biasa ini.”

“Pertama dan terutama, saya kecewa pada diri sendiri. Kecewa tim juga, untuk semua usaha yang telah kami lakukan, dan untuk kelompok pemain yang luar biasa ini.”

“Saya juga memikirkan semua orang yang melakukan perjalanan, serta mereka yang mendukung kami dari Prancis dan seluruh dunia. Dukungan Anda telah membawa kami sepanjang petualangan ini.”

“Terlepas dari kekecewaan yang luar biasa ini, saya tetap bangga telah mewakili negara kita, dengan segala kekayaan, keragaman, dan semua orang yang membentuknya. Terima kasih untuk semuanya, untuk dukungan Anda, dan untuk semua emosi ini.”

Prancis akan berhadapan dengan Inggris dalam perebutan tempat ketiga. Duel ini berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (19/7/2026) subuh WIB.

“Anda luar biasa sepanjang kompetisi. Ini belum berakhir; kita masih memiliki podium yang harus kita raih,” Digne mengakhiri. (**)

Scroll to Top