Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

Balikpapan, MP – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong upaya pelindungan populasi mangrove langka Camptostemon philippinensis di kawasan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Camptostemon philippinensis merupakan mangrove yang masuk kategori terancam punah berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Indonesia, tumbuhan yang ditemukan di pesisir Kelurahan Pantai Lango dan Pulau Kowangan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim termasuk jenis mangrove yang dilindungi pemerintah.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Istiana Prihatini dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan keberadaan spesies mangrove langka tersebut menunjukkan pentingnya Teluk Balikpapan sebagai habitat biodiversitas pesisir yang harus dijaga secara berkelanjutan.

“Keberadaan C. philippinensis di Teluk Balikpapan menunjukkan kawasan ini memiliki nilai biodiversitas yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian serius dalam upaya konservasi,” katanya.

Istiana menyebut populasi C. philippinensis menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia, mulai dari alih fungsi lahan mangrove, pencemaran lingkungan, dan pembalakan liar.

Habitat spesies ini berada di area mangrove yang relatif sempit dan terlokalisasi, serta dekat dengan pemukiman penduduk. Sehingga, kerusakan kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko kepunahan lokal.

“Habitat C. philippinensis sangat terbatas. Jika terjadi kerusakan habitat, risiko kepunahan lokal spesies ini akan semakin besar,” ujarnya.

Istiana menyebut keberadaan mangrove ini juga diduga memiliki hubungan ekologis dengan bekantan (Nasalis larvatus), satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.

Peneliti menemukan indikasi bekas gigitan primata pada daun C. philippinensis serta informasi keberadaan kelompok bekantan di sekitar habitat mangrove tersebut dari nelayan setempat yang turut mendampingi kegiatan tim selama di Teluk Balikpapan.

Adapun habitat C. philippinensis di Teluk Balikpapan berada pada zona mangrove lapis kedua dengan tekstur tanah dominan berpasir dan genangan air yang terjadi saat pasang tinggi. Di kawasan itu, spesies ini tumbuh bersama sejumlah vegetasi mangrove lain seperti Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Avicennia alba, Lumnitzera littorea, dan Xylocarpus granatum.

Tim peneliti menilai diperlukan langkah konservasi yang lebih kuat untuk melindungi populasi mangrove langka tersebut. Upaya yang direkomendasikan meliputi perlindungan habitat alami, restorasi kawasan mangrove yang rusak, penyimpanan material genetik, hingga pengembangan konservasi ex-situ melalui perbanyakan tanaman.(**)

Berau, MP – Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) memperkuat konservasi penyu di pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Berau, dengan menggunakan pesawat nirawak.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim dan kelompok masyarakat pegiat konservasi, dalam pemantauan populasi penyu di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS).

“Pemanfaatan teknologi pesawat nirawak membantu menghasilkan data yang lebih akurat dan efisien untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi,” kata Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak-KKP, Syarif Iwan Taruna Alkadrie di Berau, Minggu.

Ia menyebut bahwa dengan dukungan teknologi, pemantauan habitat dan populasi penyu dilakukan secara lebih luas dan detail untuk memperoleh data akurat, bahkan detail di area yang sulit dijangkau dapat diperoleh.

Menurutnya, data yang diperoleh lewat pemanfaatan teknologi ini sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis ilmiah dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Melalui survei udara, tim berhasil memetakan habitat penyu di 12 lokasi. Citra udara resolusi tinggi memungkinkan peneliti mengidentifikasi penyu secara visual di perairan dangkal, padang lamun, dan area terumbu karang.

“Dalam survei udara, tim berhasil mengidentifikasi hingga 913 individu penyu di perairan pesisir wilayah KKP3K KDPS,” kata Syarif Iwan.

Citra udara yang dihasilkan memiliki tingkat ketelitian tinggi dengan resolusi spasial berkisar antara 1,5 hingga 5 sentimeter. Resolusi ini memungkinkan tim membedakan penyu secara akurat dari objek lain di laut.

Sementara itu, Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN, Yusuf Fajariyanto mengatakan keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci penting dalam mendukung konservasi penyu di Berau.

Menurutnya, konservasi penyu tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau lembaga konservasi. Peran masyarakat pesisir sangat penting, karena mereka hidup berdampingan langsung dengan habitat penyu.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi pesawat nirawak beresolusi tinggi juga membantu memperoleh data sebaran penyu secara lebih cepat dan akurat di kawasan pesisir yang luas.

“Temuan sebanyak 913 individu penyu di KKP3K KDPS tersebut memperlihatkan bahwa wilayah ini merupakan habitat penting yang perlu terus dijaga bersama,” ujar Yusuf.

Tenggarong, MP – Audiensi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar berlangsung hangat di Ruang Rapat Lantai 3 Diskominfo Kukar, Selasa, 19 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi wartawan serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Kukar Solihin, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik beserta jajaran staf Diskominfo Kukar. Dari unsur organisasi wartawan, hadir Ketua PWI Kukar Andi Wibowo bersama sejumlah anggota PWI Kukar.

Dalam audiensi tersebut, Solihin berharap pertemuan itu menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin antara Diskominfo dan insan media. Ia menilai komunikasi yang terbuka penting dilakukan agar tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan kerja sama ke depan.

“Kita berharap pertemuan ini dapat mempererat kerja sama kita sehingga bisa mencapai satu kesimpulan dan semangat yang sama untuk bekerja ke depannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan Diskominfo Kukar tetap membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan media, termasuk dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan kapasitas wartawan. Menurutnya, Diskominfo memiliki ruang lingkup yang cukup luas untuk mendukung kemitraan bersama media.

Sementara itu, Ketua PWI Kukar Andi Wibowo menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap program peningkatan kompetensi wartawan, terutama pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia mengatakan PWI Kukar telah menyusun sejumlah program kerja yang mencakup berbagai bidang.

“Terkait peningkatan kompetensi teman-teman wartawan, penyebarluasan informasi ke masyarakat, hingga penguatan literasi, kami berharap sinergi yang sudah terbangun ini ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Menurutnya, beberapa agenda strategis yang sebelumnya telah dibahas bersama Diskominfo Kukar diharapkan dapat tersinkronisasi dan mendapat dukungan pemerintah daerah, termasuk dorongan bagi wartawan yang belum mengikuti UKW agar dapat segera meningkatkan kompetensinya.(**)

BULUNGAN, mandaupost.com – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, meresmikan gedung baru Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Pejalin di Bukit Hormon, Desa Pejalin, Tanjung Palas, Jumat (24/4).

Peresmian yang dirangkaikan dengan Perayaan Paskah Seksi Pelayanan Perempuan Sentral VI GKII Daerah Kayan Hilir ini menjadi momentum memperkuat nilai spiritual serta kebersamaan jemaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Wagub Ingkong menyampaikan bahwa kemegahan gedung gereja merupakan hasil dari kesetiaan, kerja keras dan persatuan jemaat yang patut diapresiasi.

Ia mengingatkan jemaat GKII agar gereja tidak hanya dirawat secara fisik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Jadikan gereja ini sebagai pusat pekabaran Injil, pendidikan, pemberdayaan, dan perdamaian. Bukalah pintunya untuk kegiatan sosial masyarakat,” kata Ingkong.

Bertepatan dengan perayaan Paskah, Ingkong juga memberikan apresiasi kepada kaum perempuan GKII yang dinilainya memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.

Ia menyebut perempuan sebagai sosok yang membawa nilai kasih dan perubahan positif di tengah masyarakat.

“Paskah mengajarkan tentang kasih dan pengorbanan. Semangat ini harus terus kita jaga untuk membangun daerah yang rukun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ingkong menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam menjamin kebebasan beragama sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan pemberian ucapan selamat kepada jemaat GKII Pejalin atas peresmian gedung baru tersebut.(**)

MAHAKAM ULU, MANDAUPOST – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu, Stephanus Madang, membuka secara resmi kegiatan Presentasi Laporan Tiga Kajian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Mahulu dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Balkon, Lantai 3, Kantor Bupati Mahulu. Jumat (17/10).

Dalam sambutannya, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang dibacakan Sekda menyampaikan, apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kajian-kajian tersebut yang dinilai sangat penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan daerah.

“Melalui kerja sama dengan lembaga akademik seperti UNESA, kita berharap hasil kajian ini dapat memberikan dasar ilmiah dan rekomendasi strategis yang kuat dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan,” ujarnya.

Tiga laporan yang dipresentasikan dalam kesempatan tersebut meliputi:

  1. Laporan Akhir Kajian Transformasi Kelembagaan dan Strategi Operasional Pemkab Mahakam Ulu untuk Peningkatan Tipologi Sekretariat Daerah.
  2. Laporan Awal Kajian Naskah Akademik Pemisahan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
  3. Kajian Penyusunan Peraturan Daerah tentang Minuman Beralkohol Tradisional.

Ketiga kajian ini menegaskan urgensi peningkatan tipologi Sekretariat Daerah Mahakam Ulu menjadi tipe A. Tingginya intensitas dan keluasan fungsi di berbagai bagian, terutama di Bagian Umum dan Bagian Organisasi, menunjukkan ketimpangan antara beban kerja dan kapasitas kelembagaan.

“Tanggung jawab penyusunan LKJIP, SAKIP, serta Reformasi Birokrasi yang saat ini terpusat pada satu bagian, menuntut desain kelembagaan yang lebih proporsional dan berdaya saing,” tambahnya.

Sekda melanjutkan, selain itu Pemkab Mahulu sedang mengkaji pentingnya adanya regulasi yang membatasi peredaran dan konsumsi minuman beralkohol.

“Langkah ini bukan untuk membatasi kebebasan individu, melainkan sebagai upaya preventif untuk menekan dampak sosial dan kesehatan yang dapat merugikan masyarakat, terutama generasi muda. Sebab, tata kelola sosial yang baik selalu berpijak pada keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab publik,” tandasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan tim peneliti dari UNESA, sejumlah Kepala Bagian Sekretariat Daerah, serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Mahulu.

Dengan terselenggaranya presentasi ini, diharapkan hasil kajian dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan serta peraturan daerah yang lebih responsif, berdaya saing, dan berpihak kepada masyarakat Mahulu.(**)

BONTANG, MANDAUPOST – Dalam rangka mengimplementasikan pendidikan kependudukan melalui jalur formal, nonformal, dan informal pada jenjang SLTA/MA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Perkemahan Saka Kencana di Kampung Adat Guntung, Kelurahan Guntung, Kota Bontang, pada Jumat (17/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Saka Kencana, yang bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya perencanaan kehidupan dan keluarga berkelanjutan.

Mewakili Walikota Bontang, Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, dalam sambutannya menekankan bahwa anggota Pramuka diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, wawasan kebangsaan, dan kesadaran akan pentingnya peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Kegiatan perkemahan ini memiliki tujuan yang sangat penting. Selain untuk meningkatkan kesadaran akan arti perencanaan masa depan yang baik, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dan mempererat kebersamaan,” ujar Soraya.

Ia menambahkan, Pramuka Penegak dan Pandega memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami berbagai isu penting, seperti pencegahan stunting dan perencanaan keluarga. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat belajar menjadi pemuda yang sadar, peduli, dan berperan aktif dalam membangun keluarga serta masyarakat yang sehat dan berkualitas.

“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi perkemahan biasa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membentuk Pramuka Penegak dan Pandega sebagai kader bangsa yang tangguh, inspiratif, dan mampu menjadi teladan di masyarakat,” tutur Soraya

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa perkemahan ini menjadi momentum tepat untuk menyatukan jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Menurutnya, pendidikan di sekolah akan semakin lengkap jika diiringi dengan kegiatan nonformal seperti kepramukaan, serta diperkuat oleh pendidikan karakter dan nilai kehidupan dalam keluarga maupun masyarakat.

“Generasi muda kita harus tumbuh menjadi insan yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Soraya juga berharap setelah kegiatan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, serta memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya perencanaan masa depan.

“Pramuka sejati adalah mereka yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara. Jangan pernah takut mencoba, jangan berhenti belajar, dan jangan ragu untuk bermimpi,” pesan Soraya menutup sambutannya.

Kegiatan Perkemahan Saka Kencana ini diikuti oleh ratusan anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah di Bontang, dengan rangkaian kegiatan edukatif, kebersamaan, dan pembinaan karakter yang dikemas secara menarik dan inspiratif.

Turut hadir Perangkat Daerah Kaltim, Pimpinan Instansi Vertikal, Ketua Majelis Pembimbing Saka Kencana Tingkat Cabang se Kaltim, Ketua Pimpinan Saka Kencana Tingkat Cabang se-Kaltim.(**)

BONTANG, MANDAUPOST – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, resmi membuka ajang Balap Ketinting bertajuk “Race Laut Cup I 2025” di perairan RT 12, Anjungan TPI II Bontang Kuala, Jumat (17/10).

Sebanyak 60 peserta dari Bontang dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam lomba yang memadukan sportivitas, tradisi bahari, dan kepedulian lingkungan ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang memacu adrenalin di atas laut, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

“Kita butuh alam, kita nikmati sekarang namun tak mengurangi hak anak cucu nanti. Jagalah bumi, maka bumi akan menjaga kita,” pesan Neni di hadapan warga dan peserta lomba.

Bunda Neni—sapaan akrabnya—juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak membuang sampah ke laut serta menghentikan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bontang terus mendorong gerakan GESIT (Gerakan Sampahku, Tanggung Jawabku. Red) sebagai upaya menjaga kebersihan laut dan pesisir.

“Saya minta tidak ada lagi sampah di laut. Melalui GESIT, kita ingin Bontang menjadi kota terbersih di Indonesia sekaligus destinasi wisata bahari yang menarik dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ajang Race Laut Cup I 2025 akan berlangsung hingga 19 Oktober 2025, menampilkan berbagai kelas lomba seperti Jarum-Jarum 250cc, Piston 74 All Merk, Dompeng Underbone 24 PK, Lunas Underbone 500cc, Lunas Standar, hingga Perahu Nelayan Race Laut Bontang Kuala.

Sorak penonton dan deru mesin ketinting menjadi pemandangan khas yang menghidupkan suasana di perairan Bontang Kuala.

Selain menjadi tontonan menarik, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggairahkan ekonomi lokal serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap potensi maritim Bontang.(**)

KUTAI KARTANEGARA, MANDAUPOST – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Dr H Sunggono melakukan penandatangan adendum pertama perjanjian sewa menyewa tentang perpanjangan pemanfaatan Aset Daerah Ruas Jalan Bhuana Jaya – Desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PT. Khotai Makmur Insan Abadi Jl. Poros Samarinda – Tenggarong Km. 12 Rt. 16 Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jum’at (17/10).

Penandatangan dilakukan oleh Sekdakab Kukar Dr H Sunggono ( Atasnama Pemkab Kukar ) dengan Reno Barus General Manager Operational PT Khotai Makmur Insan Abadi yang disaksikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wiyono, Sekretaris DLHK Taupiq, Kabag SDA Muhammad Reza, Kabid Kerjasama Mirsa Gulam Asvahani, Kabid Aset Toni Bowo Satoto, dan sejumlah dinas instansi terkait lainnya.

Menurut Sunggono, perjanjian sewa menyewa perpanjangan pemanfaatan Aset Daerah Ruas Jalan Bhuana Jaya – Desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang. Pihak Kedua diwajibkan menyampaikan laporan per semester pemanfaatan obyek perjanjian dengan dilampiri foto satlit obyek sewa kepada Pihak Kesatu. Melengkapi jalan pengalih yang sudah dibangun sarana prasarana kelengkapan jalan sesuai standart Dinas Pekerjaan Umum berupa lampu penerang jalan, rambu jalan dan marka jalan. Melengkapi jalan pengalih dengan bangunan pelengkap jalan seperti gorong-gorong dan saluran drainase dengan standart Dinas Pekerjaan Umum serta memberikan jaminan untuk pemeliharaan jalan pengalih secara berkala dan perbaikan kerusakan jalan sebelum dihibahkam ke Pihak Kesatu.

Ruas jalan dimaksud tentang penetapan besaran tarif sewa barang milik daerah dengan obyek sewa ruas tanah seluas 17.565 m2 (panjang 2.342 meter lebar 7,5 meter) dan perkerasan jalan ( panjang 1.131 m2 lebar 4,5 meter). Jangka waktu sewa dan nilai obyek perjanjian ditetapkan selama 5 (lima ) Tahun berlaku efektif terhitung sejak perjanjian. Perpanjangan waktu sewa dapat dilakukan Pihak Kedua dengan menyampaikan pemberitahuan perpanjangan jangka waktu sewa secara tertulis kepada Pihak Kesatu selambat-lambatnya dalam jangka waktu 4 (empat) bulan sebelum berakhir jangka waktu sewa perdasarkan ketentuan yang berlaku,ujar Sunggono.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan, agar mampu di kelola secara efektif, tepat sasaran, transparan dan  akuntabel.

Hadirnya Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2025 ini menjadi salah satu payung hukum dan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian desa melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa.

Peraturan ini juga mengatur secara rinci tara cara, mekanisme, serta prioritas penggunaan bantuan agar  selaras dengan kebutuhan masyarakat desa dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah salah satunya dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui sosialisasi yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU),  Kecamatan Sangatta Utara, Jum’at (17/10) pagi.

Hadir pada kegiatan yang di buka langsung oleh  Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tersebut, Kepala  DPMD Kutim, Muhammad Basuni dan Camat Sangatta Utara Hasdiah, Lurah/Kepala Desa, ketua RT, serta undangan lainya.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah, menegaskan bahwa BKK desa merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat ekonomi desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Desa merupakan garda terdepan penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, karna itu pemerintah kabupaten kutai timur menempatkan pembangunan desa sebagai pilar utama dalam mewujudkan visi kutai timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar pria berkecamata tersebut.

Orang nomor satu di Kutim itu juga menyampaikan tujuan utama dari BKK desa yaitu, meningkatkan dan mengakselerasi pemenuhan infrastruktur Di lingkungan RT. Menurunkan angka kemiskinan. Meningkatkan usaha ekonomi berskala rumah tangga, dan intervensi penurunan angka stunting.

“Mari bersama-sama kita pastikan agar setiap  rupiah dan bantuan keuangan benar-benar berkontribusi bagi kemajuan dan kemandirian desa di Kutai Timur,” ujarnya.

Kadis DPMD Muhammad Basuni, menyampaikan bahwa sosialisai ini menjadi bagian penting untuk mmpercepat implementasi pembangunan yang di usung oleh Bupati dan Wakil Bupati yang masuk dalam 50 program unggulan yakni kluster Desa Hebat.

“Hari ini kita memasuki sosialisasi kecamatan yang ke 12 yaitu sangatta utara dengan khusus sangatta utara ini jumlahnya 219 RT, ” ujarnya.

Dalam Perbup tersebut, sambung Basuni  juga sudah tertuang rumusan  tentang penggunaan BKK yang menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan serta pelaporan. Sebagai daya dukungya, pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada Ketua RT untuk memastikan agar program tersebut berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pemdamping ini tugasnya adalah mendampingi bapak ibu ketua RT di dalam membuat perencanaan pengawasan dalam pelaksanaan dan pembuatan pelaporan, jadi 1 pendamping akan menangani 10 RT,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung sehari efektif ini, selain ada pemaparan dari tiga narasumber ini juga di rangkai dengan diskusi tanya jawab. Sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk memperdalam pemahaman aparatur desa mengenai aturan baru yang mengatur mekanisme penyaluran dan penggunaan bantuan khusus dari pemerintah daerah kepada desa yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintah desa yang terarah, transparan, dan akuntabel untuk kesejahteraan masyarakat di Kutim.(**)

PASER, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Panitia Pelaksana menggelar rapat pemantapan persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke -49 Tingkat Kabupaten Paser. Rapat yang dipimpin langsung oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Ir. Romif Erwinadi, M.Si ini dilaksanakan di Ruang Rapat Seratai pada Kamis (16/10).

Rapat ini merupakan langkah untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan MTQ yang dijadwalkan akan berlangsung di Kecamatan Tanjung Harapan pada bulan November mendatang berjalan lancar dan sukses.

Dalam arahannya, Asisten Romif menekankan bahwa kesuksesan MTQ bukan hanya terletak pada pelaksanaan acara semata, tetapi juga pada kualitas persiapan yang matang di setiap bidang.

“MTQ adalah ajang syiar Islam dan etalase budaya daerah. Kita harus memastikan semua komponen, mulai dari kesiapan arena, akomodasi kafilah, hingga protokol kesehatan, sudah siap,” tegasnya.

Rapat diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh jajaran yang hadir diantaranya, LPTQ, Kemenag, Bagian Kesra, Bagian Umum, Bagian Prokopim, jajaran Kecamatan se-Paser dan instansi terkait untuk bekerja secara sinergis.

Diharapkan MTQ Kabupaten Paser ke 49 yang dilaksanakan di Kecamatan Ranjung Harapan dapat berjalan meriah, sukses secara penyelenggaraan, dan menghasilkan qori-qoriah terbaik yang akan mewakili Paser di ajang Provinsi hingga nasional.(**)

Scroll to Top