Berita Populer

Berita Terbaru

NASIONAL

NEW DELHI, MP – Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026. Kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS dan tata kelola global yang lebih adil menjadi pokok pandangan Indonesia yang disampaikan Kepala Negara dalam forum tersebut.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa ketiga pesan tersebut ditekankan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Indonesia hadir dengan visi untuk memperkuat tata kelola global yang inklusif sekaligus menyatukan suara negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depannya.

Pesan pertama Presiden Prabowo menitikberatkan pada pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional. Bagi Presiden, kemampuan suatu negara untuk berdiri kuat di tengah dinamika global harus dimulai dari kemampuannya memenuhi kebutuhan mendasar masyarakatnya.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Seskab Teddy.

Fondasi tersebut menjadi penting bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasionalnya secara mandiri. Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi modal bagi Indonesia untuk berdiri sejajar dan memainkan peran yang semakin aktif di tingkat global.

Pesan kedua yang dibawa Presiden Prabowo adalah pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South. Kepala Negara mengangkat pepatah Indonesia sebagai pengingat bahwa kebersamaan merupakan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Seskab Teddy.

Semangat Konferensi Asia-Afrika tersebut kembali mendapatkan relevansinya ketika negara-negara berkembang kini memiliki posisi yang semakin penting dalam perekonomian maupun geopolitik dunia. Persatuan menjadi modal untuk memastikan aspirasi dan kepentingan Global South mendapatkan tempat yang setara dalam menentukan arah tatanan global.

Pesan ketiga Presiden Prabowo menyoroti besarnya kekuatan BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Menurut Presiden, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi kolaborasi konkret yang mampu memberikan manfaat langsung, khususnya dalam membuka kesempatan pembangunan yang semakin luas bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Seskab Teddy.

Sejalan dengan itu, Presiden Prabowo turut mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap berada di pusat sistem multilateral dunia, tetapi pada saat yang sama perlu terus diperkuat agar mampu menjawab perubahan dan tantangan global.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” lanjut Seskab Teddy.

“Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa,” pungkas Seskab Teddy. (BPMI SETPRES)

NEW DELHI, MP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026. Kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Negara ke India untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis di tengah dinamika global.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability” yang mencerminkan komitmen negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat ketahanan, mendorong inovasi, meningkatkan kerja sama, serta membangun pembangunan yang berkelanjutan.

Setibanya di South Plaza, Bharat Mandapam, Presiden Prabowo Subianto disambut jajar pasukan kehormatan sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara yang hadir. Kedatangan Presiden Prabowo kemudian disusul oleh sejumlah pemimpin negara lainnya, antara lain Republik Islam Iran, Republik Arab Mesir, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Federasi Rusia.

Presiden Prabowo kemudian menuju lokasi utama penyelenggaraan KTT dan disambut secara langsung oleh Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi selaku Ketua BRICS tahun 2026. Kedua pemimpin tampak berjabat tangan dan berpelukan hangat sebelum berbincang singkat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Usai penyambutan tersebut, Presiden Prabowo bergabung bersama para pemimpin negara lainnya di ruang tunggu naratetama. Di ruangan tersebut, para pemimpin negara memanfaatkan waktu sebelum sesi utama untuk saling bertegur sapa dan bertukar pandangan secara singkat mengenai berbagai perkembangan serta tantangan global.

Selanjutnya, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara bergerak menuju Summit Hall untuk mengikuti sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Dalam sesi tersebut, PM Modi menyampaikan pengantar dengan menekankan komitmen India selama memimpin BRICS pada 2026 untuk menempatkan kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam memperkuat ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“Saya sangat senang menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mengutamakan kemanusiaan. Ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan senantiasa menjadi prioritas kami,” ucap PM Modi.

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS juga menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan posisi dan kepentingan Indonesia dalam berbagai isu global, sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS. Selain mengikuti sesi terbatas, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara dijadwalkan mengunjungi pameran “Bharat Innovates” Exhibition dan “BRICS @20” Exhibition.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama para pemimpin negara dan penanaman pohon bersama. Rangkaian KTT ke-18 BRICS di New Delhi pada hari pertama akan ditutup dengan jamuan makan malam yang dihadiri para pemimpin negara. Melalui partisipasi aktif Presiden Prabowo dalam KTT Ke-18 BRICS, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan yang menjembatani berbagai kepentingan, memperkuat solidaritas Global South, dan berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, tangguh, serta berkelanjutan. (BPMI SETPRES)

JABAR, MP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim dan Kuasa Usaha ad interim (Chargé d’affaires ad interim) US Mission to ASEAN Joy M. Sakurai di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu sore, 5 September 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Seskab Teddy menyebut pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus memperkuat hubungan dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Dalam pertemuan tersebut dibahas pula berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara, termasuk dalam mendorong kerja sama dan stabilitas di kawasan, serta mempererat hubungan kedua negara yang berlandaskan prinsip saling menghormati dan kemitraan yang setara,” ujar Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy mengatakan pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat fondasi hubungan Indonesia dan Amerika Serikat baik secara bilateral maupun kerja sama untuk mendukung kemajuan di kawasan.

“Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat fondasi hubungan Indonesia-Amerika Serikat, sekaligus mendorong kerja sama yang semakin erat, konstruktif, dan saling menguntungkan, baik secara bilateral maupun dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan kemajuan di kawasan,” imbuh Seskab Teddy.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (BPMI SETPRES)

VLADIVOSTOK, MP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengangkat tema “The Far East: Development for the Benefit of the People” dan menjadi ajang pertemuan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli dari Rusia dan berbagai negara.

Presiden Putin menjadi pembicara pembuka sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Dalam pidatonya, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara pada EEF ke-11. Ia menekankan pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” ujar Presiden Putin.

Menurut Presiden Putin, Rusia merupakan salah satu negara yang aktif terlibat dalam kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Ia menegaskan bahwa Rusia membangun kerja sama dengan mitra-mitranya secara setara, termasuk melalui berbagai asosiasi integrasi di kawasan.

”Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” kata Presiden Putin.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia, dan Roscongress Foundation atas undangan untuk hadir dan berbicara dalam forum tersebut. Kepala Negara mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada tahun yang sama dan berharap hubungan tersebut semakin memperkuat kerja sama kedua negara, sekaligus membuka peluang bagi Presiden Putin serta para peserta forum untuk berkunjung ke Indonesia.

”Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan alasan Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan kawasan Rusia Timur Jauh dan Eurasian Economic Union (EAEU). Menurut Presiden Prabowo, posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memberikan peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya.

Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan dalam hal bentang wilayah yang luas. Presiden Prabowo juga menyinggung tantangan yang dihadapi negara dengan wilayah luas, ketika pusat pemerintahan dapat terasa jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan.

Namun, bagi Presiden Prabowo, jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah antara Rusia dan Indonesia.

”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” kata Presiden Prabowo.

Pesan tersebut menjadi salah satu penegasan utama Presiden Prabowo di EEF ke-11 bahwa Indonesia memandang kawasan Pasifik bukan sebagai batas geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru.

Melalui kemitraan yang semakin erat dengan Rusia dan kawasan Eurasia, Indonesia ingin menjadikan kedekatan geografis di kawasan Pasifik sebagai kekuatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. (BPMI SETPRES)

VLADIVOSTOK, MP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 dan digelar dalam format working lunch.

Dalam pengantarnya, Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok. Presiden Putin menilai intensitas pertemuan dan komunikasi langsung antara kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.

“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin.

Presiden Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan pemerintah Rusia selama kunjungannya ke Vladivostok. “Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 yang lalu. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum penting tersebut secara langsung.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan kehadirannya di Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia. “Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Federasi Rusia, pada Rabu, 2 September 2026, pukul 10.45 waktu setempat (WS). Kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin untuk hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).

Di bandara, ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Vice Governor of Primorye Region, Said Yusupov dan Minister of Foreign Relations of Vladivostok, Konstantin Sidorenko. Selain itu, Kepala Negara turut disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares dan Atase Pertahanan KBRI Moskow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho.

Kedatangan Kepala Negara di Vladivostok menjadi bagian dari penguatan hubungan Indonesia dan Rusia yang terus berkembang di berbagai bidang. Kehadiran Presiden sebagai tamu kehormatan utama juga mencerminkan eratnya hubungan kedua negara.

Sebelumnya, pada tahun 2025 lalu, Presiden juga hadir sebagai tamu kehormatan pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Kehadiran Presiden kali ini juga melanjutkan partisipasi aktif Indonesia dalam forum ekonomi internasional.

Lebih luas, kunjungan Presiden ke Vladivostok menjadi momentum untuk memperluas kerja sama antara Indonesia dan Rusia di berbagai bidang. Sejumlah isu strategis seperti ekonomi, perdagangan, investasi, maupun sektor potensial lain akan menjadi bagian penting dalam agenda kunjungan ini.

Sebelumnya, Presiden beserta rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Selasa (1/9), pukul 23.20 WIB. Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Federasi Rusia yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (BPMI SETPRES)

KUALA LUMPUR, MP –  Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali bikin hubungan Indonesia-Malaysia semakin kompak.

Indonesia memberikan izin kepada Malaysia untuk masuk ke wilayah udaranya guna melakukan operasi penyemaian awan atau cloud seeding.

Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama kedua negara untuk mengatasi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia.

Dikutip dari The Straits Times, Senin, 24 Agustus 2026, Indonesia saat ini meningkatkan berbagai upaya untuk memperlambat penyebaran kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi.

Dampaknya bukan cuma terasa di Indonesia. Di Malaysia, kabut asap bahkan membuat puluhan sekolah harus ditutup sepanjang Agustus.

Malaysia Siapkan Operasi Penyemaian Awan

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia dan Departemen Meteorologi Malaysia kini tengah menyiapkan jadwal operasi penyemaian awan di wilayah perbatasan kedua negara.Operasi tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama militer Indonesia.

Penyemaian awan dilakukan dengan memicu terbentuknya hujan di wilayah tertentu. Harapannya, hujan bisa membantu meningkatkan kelembapan dan mengurangi dampak kabut asap sekaligus membantu proses pemadaman kebakaran.

Malaysia juga menyatakan siap membantu Indonesia secara langsung untuk memadamkan kebakaran.

Kurup mengatakan jika Indonesia membutuhkan bantuan khusus, pemerintah Malaysia akan mengajukan permintaan tersebut kepada Kabinet untuk ditindaklanjuti.

Fokus Cegah Kabut Asap Makin Parah

Indonesia dan Malaysia juga sepakat meningkatkan upaya pemadaman serta pencegahan kebakaran menjelang sejumlah agenda nasional dalam beberapa minggu ke depan.

Salah satunya adalah Hari Malaysia pada 16 September, yang akan dirayakan di berbagai wilayah, termasuk Sarawak.

Sarawak menjadi salah satu wilayah Malaysia yang paling terdampak kabut asap karena lokasinya berdekatan dengan sejumlah provinsi di Kalimantan, Indonesia.

Kondisinya cukup serius. Data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia menunjukkan enam distrik di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat pada 24 Agustus.

Bukan cuma Sarawak, kondisi udara tidak sehat juga terdeteksi di delapan distrik lain yang tersebar di empat negara bagian di Semenanjung Malaysia.

Kerja sama lintas negara pun menjadi semakin penting. Pasalnya, asap akibat karhutla tidak mengenal batas wilayah ketika kebakaran terjadi di satu negara, dampaknya bisa dengan cepat ikut dirasakan negara tetangga.(**)

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul menyaksikan penunjukkan sejumlah dokumen kerja sama antara Indonesia dan Tailan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026. Penunjukan dokumen tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari kunjungan resmi PM Anutin ke Indonesia sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang.

Dokumen pertama yang ditunjukan di hadapan Presiden Prabowo dan PM Anutin adalah Roadmap on Strategic Partnership Between Indonesia and Thailand 2026–2030 oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Kerajaan Tailan Sihasak Phuangketkeow. Dokumen tersebut menjadi panduan bersama bagi kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis selama lima tahun ke depan.

Selanjutnya, ditunjukkan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Kerajaan Tailan tentang Kerja Sama dalam bidang Pendidikan, oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti bersama Menteri Pendidikan Kerajaan Tailan Prasert Jantararuangtong. Kesepahaman tersebut menjadi landasan kerja sama kedua negara dalam pengembangan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam keterangan pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan bilateral tersebut menghasilkan sejumlah capaian nyata yang akan memperkuat hubungan kedua negara di masa mendatang. Selain kerja sama antarpemerintah, Presiden Prabowo juga menyambut baik komitmen sektor swasta yang turut memperluas kolaborasi kedua negara.

“Kami juga menyambut baik komitmen kerja sama dan investasi dari sektor swasta yaitu MoU antara Tourism Authority of Thailand dan TransNusa di bidang pariwisata dan konektivitas. MoU antara Bio-Axel dan Pro-Konsilium terkait proyek pengolahan sampah organik,” ungkap Presiden.

Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi PM Anutin serta optimistis terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Tailan yang semakin erat.

“Yang Mulia Perdana Menteri Anutin, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia, atas komitmen kita bersama untuk memperkuat hubungan kedua negara kita. Saya yakin Indonesia dan Tailan akan terus memastikan kemitraan strategis ini akan membawa manfaat nyata bagi kemakmuran rakyat kedua negara kita,” tutur Presiden.

Pertukaran sejumlah nota kesepahaman tersebut menjadi simbol penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Tailan yang tidak hanya berfokus pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, investasi, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan demi memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat kedua negara. (BPMI Setpres)

JAKARTA, MP – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS menghentikan serangan terhadap Iran atas permintaan rezim negara tersebut. Trump memperingatkan bahwa mereka akan melanjutkan serangan jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata baru.

“Mereka meminta kami dengan sangat baik, ‘Tolong berhenti, mari kita bertemu,'” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One dilansir CNN, Selasa (28/7/2026).

“Dan itulah posisi kita sekarang, lihat apa yang terjadi. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan kembali ke hal yang sama,” imbuhnya.

Jeda saat ini menyusul hampir dua minggu serangan terhadap Iran, sementara Trump dan para pembantunya menilai opsi militer mereka yang tersisa.

Wapres JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine sebelumnya dilaporkan prihatin tentang peningkatan serangan tersebut, sebagian karena kekhawatiran tentang persediaan amunisi AS dan implikasi negatif potensial lainnya.

Trump mengakui AS dapat menggunakan amunisi yang lebih canggih seiring dengan berkurangnya persediaan dalam perang di Iran, tetapi ia menegaskan bahwa militer memiliki apa yang dibutuhkan untuk melancarkan konflik tersebut.

“Kita berada dalam kondisi yang sangat baik. Tetapi untuk beberapa hal yang lebih canggih, kita tentu ingin memiliki lebih banyak,” kata Trump.

Trump mengatakan AS memiliki banyak amunisi dari berbagai jenis, tetapi ia menyalahkan pemerintahan sebelumnya karena mengirimkan senjata yang lebih canggih ke Ukraina.

“Kita memiliki banyak amunisi tingkat menengah,” katanya.

“Sejujurnya, saya ingin memiliki lebih banyak,” sebut Trump.

Trump menambahkan bahwa kontraktor pertahanan Amerika mempercepat produksi, termasuk pencegat rudal Patriot. (**)

JAKARTA, MP – Petugas kesehatan Palestina mengatakan seorang wanita melahirkan bayi yang meninggal dunia di dalam ambulans. Peristiwa memilukan itu setelah ambulans diduga ditahan oleh tentara Israel di pos pemeriksaan di Tepi Barat yang diduduki.

Dilansir AFP, Selasa (28/8/2026), wanita berusia 28 tahun itu sedang hamil enam bulan dan tidak sadarkan diri ketika petugas medis menjemputnya dari rumahnya di desa Qaryout, selatan kota Nablus, kata petugas medis Bashar Qaryouti kepada AFP.

“Dia menderita pendarahan hebat dan kondisinya sangat kritis,” kata Qaryouti.

Wanita itu diberi oksigen dan ambulans berangkat menuju rumah sakit Rafidia di Nablus. Qaryouti mengatakan mereka kesulitan mencari jalan yang tidak diblokade.

Pintu masuk ke salah satu desa terdekat ditutup, memaksa ambulans untuk melewati jalan tanah melalui kebun zaitun sebelum mencapai pos pemeriksaan Awarta, di mana sebuah gerbang ditutup dan antrean panjang kendaraan telah terbentuk.

Qaryouti mengemudi ke depan antrean dan mengaktifkan sirene ambulans. Qaryouti mengatakan bahwa tentara muncul dari menara pengawas di dekatnya sekitar 10 menit kemudian dan memerintahkannya untuk mematikan ambulans.

Qaryouti menjelaskan bahwa peralatan medis kendaraan tersebut sedang digunakan untuk menyelamatkan nyawa pasien. “Mereka memaksa saya, dengan todongan senjata, untuk mematikan kendaraan,” katanya, menambahkan bahwa para tentara menyita kartu identitas kru.

Menanggapi permintaan komentar dari AFP, militer Israel mengatakan “klaim bahwa tentara IDF menunda ambulans di pos pemeriksaan Awarta adalah salah,” dan bahwa mereka tidak menerima laporan insiden tersebut dari pihak Palestina.

Terpaksa Melahirkan di Ambulans

Karena ambulans tetap terhenti, kondisi wanita tersebut memburuk. Perawat yang mendampinginya terpaksa membantu persalinan di dalam kendaraan, kata Qaryouti.

“Bayi itu lahir meninggal,” katanya.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit, para tentara mengembalikan kartu identitas kru dan mengizinkan ambulans untuk melanjutkan perjalanan, menurut Qaryouti.

Ketika mereka sampai di rumah sakit, “sang ibu segera dilarikan ke ruang operasi untuk menghentikan pendarahan,” kata Qaryouti.

Direktur rumah sakit Rafidia, Fouad Nafaa, mengatakan bahwa wanita itu “dicegah oleh tentara Israel untuk sampai ke rumah sakit”. Pendarahannya telah berhasil dikendalikan, dan sekarang kondisinya stabil, katanya.

Militer Israel telah melancarkan “operasi kontra-terorisme” di seluruh Tepi Barat, menyebabkan beberapa penutupan jalan di seluruh wilayah tersebut.

Operasi tersebut menyusul bentrokan mematikan pada hari Jumat antara pemukim Israel dan Palestina di desa Tell yang menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina.

Kekerasan di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967, telah meningkat sejak perang Gaza dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.(**)

Scroll to Top