Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Bencana kebakaran kembali terjadi di wilayah Kota Balikpapan. Sejumlah gerobak dagang milik warga yang terletak di kawasan belakang Samsat Drive Thru, Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan, dilaporkan terbakar hebat pada pukul 02.45 WITA, Senin (4/8).

Begitu menerima informasi dari masyarakat, Tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tiba sekitar pukul 02.50 WITA, tim langsung berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dan elemen terkait untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan area terdampak.

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji, menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan merupakan personel dengan kemampuan Search and Rescue (SAR) yang sudah terlatih menghadapi situasi darurat.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung menerjunkan personel dari Tim Respons Bencana. Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat dan saat ini masih dalam tahap pendinginan,” terang Kompol Iwan.

Ia menambahkan bahwa sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, sementara data kerusakan dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan pendataan oleh pihak berwenang.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, menegaskan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman, khususnya saat terjadi situasi darurat.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami segera mengerahkan personel ke lokasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Brimob bersama instansi pemerintah setempat akan terus hadir membantu warga,” tutur Kombes Pol Andy Rifai.

Kegiatan evakuasi dan pengamanan berjalan aman dan kondusif. Polda Kaltim melalui Satbrimob terus memperkuat peran tanggap darurat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.(**)

PENAJAM, MANDAUPOST — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melakukan kunjungan sekaligus temu wicara bersama kelompok tani “Hidup Baru” di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu. Dalam kesempatan tersebut, Mudyat menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian demi kesejahteraan petani, Minggu (3/8).

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono, Camat Babulu, Kansip para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan puluhan petani di wilayah itu.

Bupati membuka sambutannya dengan mengapresiasi semangat para petani dan menyatakan kekagumannya atas potensi besar yang dimiliki sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di wilayah Babulu, khususnya Desa Labangka Barat.

“Kita ingin para petani tidak hanya sekadar menanam dan dapat capeknya saja. Harus ada peningkatan kualitas bibit, teknik tanam yang lebih modern, dan hasil panen yang maksimal,” ujar Mudyat.

Ia menyoroti rendahnya rata-rata hasil panen padi petani di wilayah tersebut, yang hanya berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektar. Menurutnya, angka ini masih jauh dari rata-rata nasional sekitar 5,5 ton, bahkan di daerah lain ada yang mampu mencapai 10 hingga 13 ton per hektar.

Dalam upaya mendukung pertanian, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU siap memfasilitasi petani melalui pembinaan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan dukungan program strategis.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sudah ada pembentukan satuan khusus “Batalyon Pembangunan” beranggotakan 1.300 personel, yang terdiri dari bidang pertanian, perikanan, kesehatan, dan pembangunan lainnya, sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo terhadap ketahanan pangan nasional.

“Kita punya potensi luar biasa. Tapi kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi? Saya ingin desa-desa kita menjadi desa mandiri. Kita juga sudah gandeng akademisi dari UGM, IPB, dan Unmul untuk membangun inovasi di sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak malu menjadi petani. Menurutnya, bertani adalah pekerjaan mulia yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan harus dibanggakan.

Bupati menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa semua persoalan pertanian harus dipecahkan secara bersama-sama. Ia berpesan agar petani tidak cepat menyerah dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Menjadi petani itu pekerjaan luar biasa. Kita ini pejuang. Jangan bilang kita tidak punya uang dulu, gali dulu potensinya. Di mana ada niat, di situ pasti ada jalan,” pungkasnya di tengah suasana hujan yang disambut sebagai berkah oleh seluruh peserta acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, turut menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan dukungan dari BPS berupa bantuan irigasi yang saat ini dalam tahap penyelesaian. Ia menyebutkan, keberadaan sumur bor di wilayah tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan air bagi pertanian.

“Namun masih banyak yang perlu dibenahi, salah satunya adalah pembangunan jalan usaha tani. Kami telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap,” terang Andi.

Ia juga berharap para petani aktif menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi melalui forum-forum resmi seperti Musrenbang, agar dapat diakomodir dalam skala prioritas pembangunan daerah.

Acara ditutup dengan dialog dan diskusi antara petani, pemerintah desa, dan pihak dinas terkait untuk menindaklanjuti berbagai persoalan dan rencana pengembangan pertanian ke depan serta penyerahan secara simbolis bantuan pemda PPU kepada petani.(**)

SAMARINDA, MANDAUPOST — Bertempat di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, berlangsung “Rapat Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota terhadap Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024”. Kegiatan yang digelar secara virtual ini diikuti oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), pada Kamis (31/07).

Dalam rapat tersebut, TPPS Pemkot Samarinda mendapat apresiasi dari Pemprov Kaltim karena berhasil menurunkan angka stunting. Samarinda menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang mencatatkan penurunan angka stunting. Sebaliknya, enam kabupaten/kota lainnya justru mengalami peningkatan.

Wakil Wali Kota Samarinda (Wawali), Saefuddin Zuhri, memaparkan bahwa pada tahun 2022 angka stunting di Kota Samarinda berada di angka 25,3 persen. Angka ini turun menjadi 24,4 persen pada tahun 2023 dan kembali turun menjadi 20,3 persen pada tahun 2024.

“Hal ini merupakan wujud pembelajaran, kerja keras, dan kekompakan dari semua unsur TPPS Pemkot Samarinda dalam melaksanakan upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Saefuddin Zuhri.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Isfihani, menjelaskan bahwa TPPS Samarinda telah melaksanakan 29 indikator cakupan layanan, sehingga mampu mencapai penurunan stunting sebesar 4,1 persen dari tahun 2023 ke 2024.

Sementara itu, Ketua Penggerak PKK Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, turut menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh PKK dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 2000, PKK telah membentuk “Posyandu Bayangan” dan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dasar, menengah pertama, serta kampus.

“Penyuluhan yang dilakukan di kampus menyasar mahasiswa dan mahasiswi dengan materi tentang bagaimana mempersiapkan rumah tangga atau keluarga yang sehat, yang dapat mengurangi risiko stunting,” jelas Rinda Wahyuni.

Selain itu, ia juga memaparkan kegiatan bersama ibu-ibu Dasawisma yang diberikan pembelajaran tentang pola asuh anak, termasuk pola pendidikan anak remaja dalam keluarga.

Menutup rapat tersebut, Wawali Saefuddin Zuhri menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dan kerja sama yang telah diberikan oleh TPPS Pemprov Kaltim kepada TPPS Pemkot Samarinda selama ini.

“Ia berharap agar ke depannya kerja sama ini semakin terjalin erat,” tutupnya.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST — Tim Piket Pammat Direktorat Samapta Polda Kalimantan Timur bergerak cepat merespons laporan kebakaran yang terjadi di kawasan Ruko Bandar, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis dini hari (31/7).

Begitu menerima laporan dari warga, tim Pammat segera menuju lokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.25 Wita dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah potensi api kembali muncul.

Dalam peristiwa tersebut, yang terbakar adalah area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sekitar ruko. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Untuk mendukung penanganan kebakaran, Dit Samapta Polda Kaltim menerjunkan satu unit Rantis Karhutla bersama unit gabungan lainnya dari TRC PB, UPT PBD Kota Balikpapan, serta mendapat dukungan penuh dari BPBD, unsur relawan, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan penanganan di lapangan berjalan dengan aman, tertib, serta terkendali hingga situasi dinyatakan kondusif. Kehadiran personel Pammat Dit Samapta Polda Kaltim dalam peristiwa ini merupakan bentuk nyata kesiapsiagaan Polri dalam mendukung respons cepat terhadap situasi darurat di wilayah hukum Kalimantan Timur, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga ketertiban dan keselamatan publik.(**)

SAMARINDA, MANDAUPOST – Dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi pelaksanaan tugas di wilayah perairan, Direktorat Polairud Polda Kalimantan Timur melaksanakan kunjungan kerja ke Satuan Polairud Polresta Samarinda, Selasa (29/7).

Rombongan dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Kaltim, Kombes Pol Eduward Pardede, yang turut didampingi Wadir Polairud AKBP Supriyanto, serta Kasubdit Patroliairud AKBP Syarifur Rahman. Setibanya di Dermaga Satpolairud Samarinda menggunakan armada KPC. XII – 2018, jajaran disambut hangat oleh personel Satpolairud Polresta Samarinda.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Wakapolresta AKBP Heri Rusyaman, dan Kabag Ops Kompol Zarma Putra.

Dalam agenda kunjungan, rombongan melakukan tatap muka dengan personel Satpolairud di area gazebo Mako. Dalam arahannya, Kombes Pol Eduward Pardede menekankan pentingnya peningkatan kapasitas personel, kecepatan respons di lapangan, serta peran aktif Satpolairud dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perairan di Samarinda.

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan evaluasi guna memastikan kesiapan operasional, khususnya dalam menghadapi tantangan di perairan,” ujar Dirpolairud di hadapan personel.

Usai arahan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung sarana dan prasarana pendukung, termasuk kondisi alat apung (Alpung) serta fasilitas pendukung lainnya di Satpolairud Polresta Samarinda.

Seluruh rangkaian kunjungan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, sebagai wujud soliditas internal Polri dalam menjaga keamanan wilayah perairan Kalimantan Timur.(**)

PASER, MANDAUPOST — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Paser melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Paser. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pelajar terbaik tingkat SLTA sederajat dari seluruh wilayah Kabupaten Paser dan dilaksanakan mulai tanggal 30 Juli 2025 hingga 18 Agustus 2025.

Pembukaan karantina dan pelatihan calon Paskibraka secara resmi dibuka yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya mewakili Bupati Paser. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Paser serta sejumlah pejabat terkait, di Pendopo Lou Bepekat, pada Rabu, (30/07).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Katsul Wijaya membacakan sambutan Bupati Paser yang menekankan pentingnya pelaksanaan program Paskibraka sebagai bentuk pembinaan karakter generasi muda. Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 yang menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar bagian dari seremoni kenegaraan, melainkan upaya strategis untuk mencetak generasi unggul yang menjunjung tinggi nilai-nilai ideologi Pancasila.

“Paskibraka harus menjadi agen perubahan, bukan hanya simbol seremoni namun sebagai cermin dari kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di daerah kita, Kabupaten Paser, yang merupakan miniatur Indonesia dengan berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya yang hidup rukun dan harmonis,” tegas Sekda Katsul.

Ia juga berpesan kepada para peserta pelatihan agar mengikuti pendidikan dan latihan dengan penuh disiplin, semangat, serta tanggung jawab tinggi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama masa pelatihan serta tetap berdoa agar kegiatan berjalan lancar dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Pesan yang sama juga ditujukan kepada para pelatih, pembimbing, dan panitia.

“Berikan pelatihan secara tegas namun tetap menjunjung tinggi moralitas. Perhatikan kondisi fisik dan mental anak-anak kita agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter,” terang Sekda kepada para pelatih dan pembimbing.

Khusus kepada Bakesbangpol sebagai penanggung jawab kegiatan, Sekda menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana, karena disiplin dan keberhasilan pelatihan juga bergantung pada perhatian terhadap hal-hal kecil yang menunjang proses pendidikan. Dalam kesempatan yang sama, Sekda Katsul Wijaya juga mengukuhkan 7 orang sebagai Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kabupaten Paser, Para Duta Pancasila ini diharapkan menjadi teladan dan agen penyebar nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, baik melalui tindakan, tutur kata, maupun perilaku sehari-hari.

“Kami ucapkan selamat bertugas kepada tujuh Duta Pancasila yang telah dikukuhkan. Semoga kehadiran kalian menjadi cahaya dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah dinamika zaman,” ungkap Sekda.

Acara pembukaan diakhiri dengan prosesi simbolis penyematan tanda peserta pelatihan calon Paskibraka 2025, pelantikan Duta Pancasila, dan sesi foto bersama seluruh peserta, pelatih, panitia, dan tamu undangan. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Paser berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan yang kuat demi kemajuan Bumi Daya Taka tercinta.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar Sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sosialisasi yang dibuka oleh Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Ida Budi Gunadi Sadikin ini mengusung tema “Mari bersama memperkuat fondasi organisasi melalui pemahaman yang mendalam tentang AD/ART DWP”, Gedung Auditorium Dharma Wanita Pusat, Jakarta, Rabu (30/7).

Acara yang digelar secara hybrid ini menghadirkan narasumber Staf Ahli Bidang Organisasi Sasanti Sidharta, diikuti seluruh DWP Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk DWP Kabupaten Kutim, yang dihadiri langsung Ketua DWP Kutim Lisnawarty Rizali beserta jajarannya, secara online (via zoom) di Ruang Rapat, Diskominfo Staper Kutim, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DWP Ida Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa selain sosialisasi rangkaian kegiatan lainnya terkait merangkai kata menebar makna. Hal ini, lanjutnya bagaimana memilih konten yang positif untuk semua.

“Harapan saya, kita menjadi DWP untuk mengayomi anggota-anggotanya. Tidak sekedar untuk beraktivitas saja, tetapi kita menebarkan informasi terkait kegiatan yang bermanfaat dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat luas. Jangan sekedar kegiatan yang untuk flexing,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPW Kutim Lisnawarty Rizali menyambut baik kegiatan sosialisasi AD/ART tersebut. Ia mengakui pihaknya juga mengikuti kegiatan serupa yang diadakan oleh DWP Provinsi dalam Rakerda yang dilaksanakan pada Mei 2025 lalu.

“Dan lebih rincinya disampaikan lagi, hari ini oleh DWP Pusat. Setelah menerima materi ini, kami akan lanjutkan ke DWP SKPD hingga tingkat Kecamatan,” pungkas Lisnawarty(**)

SAMARINDA, MANDAUPOST – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berkomitmen membangun transportasi merata di Kota Tepian. Hal ini karena ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dan harus menjawab kebutuhan transportasi kedepan bagi Kota Samarinda. Wali Kota Andi Harun sendiri, sangat mendukung terciptanya transportasi massal baik itu yang berbasis rel maupun roda.

Dukungan yang ia maksud berupa menyiapkan anggaran pada 2026 melalui Anggara APBD. Hal ini Wali Kota sampaikan disela pembahasannya di gedung Balai Kota, bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda terkait efektivitas angkutan massal di kota Samarinda pada Rabu (30/07).

“Tapi yang kita danai terlebih dahulu pembangunan sistemnya, mulai perencanaan hingga Review Detail Engineering Design (DED) pembangunan halte, jalan hingga sarana pendukung sebelum ada transportasinya,” pinta Wali Kota .

 

Hal ini maksudnya, agar sistem yang terbangun bisa menyesuaikan dengan karakteristik perjalanan dan perkembangan demografi wilayah di kota Samarinda. Tujuannya supaya pemerintah bisa menghitung harga RAB Halte dan perkembangan sistem manajemen serta rekayasa lalu lintas pada ruas-ruas jalan yang dilalui koridor angkutan massal nantinya.

“Sehingga kalau sistemnya sudah terbangun, tahun 2027 baru kita anggarkan kembali pembelian kebutuhan bus nya,” kata Wali Kota.

Ia juga meminta agar Dishub Samarinda bisa inovatif dalam menyusun perencanaan transportasi massal ini. Terutama mengedepankan bebas macet dan menjawab ketepatan waktu tiba bagi penggunanya, Selain mengurangi polusi dan beban jalan.

“Untuk pembahasan anggarannya silakan Dishub merapatkan dengan Bapperida, yang penting saya minta perencanaan sistem dan DED-nya dulu kita baiki untuk menyesuaikan dengan kondisi kota kita,” pesan Andi Harun.

Hadir dalam kesempatan Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus, Asisten II, Marnabas Patiroy, Kepala Bapperida, Ananta Fathurrozi dan Ketua TWAP Samarinda, Syafaruddin. (**)

KUTAI BARAT, MANDAUPOST – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Ketua TP-PKK Maria Christina Mozes Edwin menghadiri perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) se-Kabupaten Kutai Barat. Perayaan dipusatkan di Alun-Alun ITHO Sendawar, Senin (29/7).

Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Tolak Pernikahan Dini, Wujudkan Anak Sehat, Cerdas dan Bahagia”, yang menyoroti isu penting seputar perlindungan anak, khususnya dalam menghadapi tantangan seks bebas dan pernikahan dini yang dinilai dapat menghambat masa depan generasi muda.

Bupati Frederick Edwin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan PPA yang telah memilih tema relevan dan mendesak. Ia menilai tema tersebut menunjukkan keseriusan dalam menangani isu sosial yang krusial dan membutuhkan perhatian bersama.

“Saya sangat mengapresiasi panitia PPA yang telah mengangkat tema ini. Ini adalah langkah nyata untuk menyatukan tekad dan langkah kita semua dalam mengatasi masalah pernikahan dini yang masih menjadi tantangan besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendampingi dan membimbing anak-anak, terutama anak perempuan, agar mereka mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Mari kita pupuk semangat anak-anak kita untuk terus belajar dan berkembang. Kita harus memperkuat peran pra-sekolah dan lembaga keagamaan dalam memberikan pengasuhan yang positif. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menciptakan keluarga yang utuh, sejahtera, dan melahirkan anak-anak yang berbudi pekerti luhur,” pesan Bupati.

Ia juga mengajak orang tua dan lembaga pendidikan untuk terus membina anak-anak agar mampu mengembangkan potensi diri, meraih cita-cita, dan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap momentum Hari Anak Nasional dapat menjadi penguat sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan lembaga pengasuhan anak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia Layak Anak, khususnya di Kabupaten Kutai Barat.

“Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, mari kita semua bergandengan tangan untuk melindungi anak-anak kita, memberikan mereka pendidikan yang layak, serta menjamin masa depan mereka yang cerah,” tambahnya.

Bupati Frederick Edwin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Anak Nasional ke-41 kepada seluruh anak Indonesia. Ia berharap semangat HAN dapat terus mendorong upaya membangun generasi masa depan yang berkualitas: cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi.(**)

PASER, MANDAUPOST – Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari, mewakili Bupati Paser membuka Seminar Koperasi Nasional ke-78 yang digelar di Pendopo Lou Bepekat. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional sekaligus bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Paser dalam memperkuat gerakan koperasi modern dan inklusif, Selasa (29/07)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan  rasa bangga karena Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pasir Belengkong telah ditunjuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai salah satu dari 108 koperasi percontohan nasional dalam peluncuran 80.081 KD/KMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) se-Indonesia.

“Ini menjadi kado terindah pada Hari Koperasi Nasional ke-78. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan program ini—dari kementerian hingga jajaran pemerintah desa dan mitra koperasi,” imbuhnya.

Seminar ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara mitra koperasi sebagai wujud sinergi dalam mendukung keberlangsungan KDMP di Kabupaten Paser.

Wabup menegaskan bahwa koperasi masa kini harus menjadi entitas yang modern, transparan, berbasis teknologi, serta mampu melayani kebutuhan masyarakat secara luas. Ia juga mengingatkan pentingnya peran Kepala Desa sebagai pengawas koperasi, dan meminta pengurus koperasi untuk rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum evaluasi.

 “Koperasi bukan lagi lembaga kuno. Kita harus ubah persepsi bahwa koperasi hanya soal simpan pinjam. Saatnya koperasi hadir memenuhi kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan teknologi sebagai alat utama pelayanan,” tegasnya.

Dalam keterangannya usai kegiatan, wakil bupati ikhwan menambahkan bahwa secara struktur, koperasi di Kabupaten Paser telah terbentuk 100%. Saat ini, pemerintah daerah terus mendorong operasionalisasi koperasi agar lebih optimal, terutama dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami ingin koperasi bisa memutus mata rantai distribusi yang jauh antara kabupaten dan desa. Seperti ketersediaan pupuk, sembako, hingga obat-obatan harus bisa diakses langsung di koperasi desa. Ini yang terus kita siapkan,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Paser optimistis bahwa keberadaan koperasi yang sehat dan aktif akan memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong kemajuan status desa. Data terbaru menunjukkan tidak ada lagi desa tertinggal di Paser; 45% desa sudah berstatus mandiri, 47% maju, dan hanya 7% masih berkembang.

Semangat membangun dari desa ini sejalan dengan program nasional Asta Cita poin ke-6 serta visi pembangunan daerah Paser TUNTAS(Tanggung ,unggul Transformatif ,Adil dan Sejahtera).

Turut hadir pada acara Pembukaan Seminar Koperasi yaitu; Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya, Forkopimda atau yang mewakili, para nara sumber, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Yusup, pimpinan perusahaan dan perbankan serta para kepala desa dan pengurus koperasi di Kabupaten Paser.(**)

Scroll to Top