Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

JAKARTA, MANDAUPOST – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, melakukan audiensi langsung dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI) Afriansyah Noor, digelar di ruang rapat kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (10/12).

Dalam pertemuan itu Wagub Ingkong turut didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara Bustan, dan Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara Asnawi.

Kunjungan ini bertujuan membahas rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) serta upaya peningkatan kualitas pelatihan vokasi, pengembangan sumber daya manusia dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di Kaltara.

Wagub Ingkong menyampaikan bahwa pemerintah perlu menyediakan tenaga kerja lokal yang terampil dan kompeten untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Di Kaltara sudah ada beberapa proyek strategis yang sedang berjalan, maka dari itu kita perlu mempersiapkan tenaga kerja lokal yang terampil dan kompeten agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari proyek strategis yang ada di Kaltara,” kata Wagub.

Ia menyebutkan dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah menghibahkan lahan seluas lima hektare di pusat kota Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor sebagai lokasi pembangunan.

“Untuk lahan sudah disiapkan agar pembangunan BLK ini bisa cepat terlaksana di 2026”, ujarnya.

Di kesempatan yang sama Pj. Sekprov Kaltara Bustan juga menjelaskan terhadap kondisi tenaga kerja lokal saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan sektor industri yang ada di Kaltara.

Beberapa perusahaan besar seperti PT. KIPI, PLTA Mentarang dan PT. Phoenix membutuhkan tenaga kerja terampil yang saat ini masih terbatas ketersediaannya di provinsi.

“Prioritas utama adalah penyerapan tenaga kerja lokal di tengah arus investasi besar dan kehadiran tenaga kerja asing,” ucap Bustan.

Dikatakannya, dengan hadirnya BLK ini juga diproyeksikan akan menjadi pusat pelatihan untuk mendukung kebutuhan industri di berbagai sektor, termasuk sektor energi, infrastruktur dan proyek strategis nasional.

Dengan pembangunan BLK ini, Pemprov Kaltara menargetkan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, optimalisasi penyerapan tenaga kerja dan kesiapan menghadapi berbagai proyek industri besar dan PSN yang ada di Bumi Benuanta.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana di Kabupaten Tana Tidung kembali mendapat dorongan kuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana (KB) Tahun Anggaran 2024 dan 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Ex. IGD Dinas Kesehatan, pada Rabu, (10/12).

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis yang tidak hanya memotret capaian program, tetapi juga menyusun arah kebijakan pembangunan keluarga untuk tahun-tahun mendatang.

Monev berlangsung dinamis dengan hadirnya pejabat lintas kementerian dan lembaga. Hadir Budiyono, dari Kementerian PPN/Bappenas, Fitri Cahyani dari Biro Perencanaan dan Keuangan BKKBN, Nurizky Permanajat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, serta Al Khafid Hidayat, Sekretaris Perwakilan BKKBN Kaltim.

Dari daerah, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, perwakilan Bappeda & Litbang, BPKAD, para Penyuluh KB, dan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini menjadi ujung tombak implementasi program di tingkat desa.

Dalam sesi evaluasi, seluruh peserta melakukan pembahasan rinci mengenai realisasi anggaran DAK KB tahun 2024–2025, progres program, serta kendala lapangan yang mempengaruhi serapan dan kinerja kegiatan.

Tak hanya menyoroti angka, pembahasan juga menyentuh aspek kualitas layanan, kesiapan sarana prasarana, hingga efektivitas pendampingan keluarga di wilayah terpencil.

Para narasumber menyampaikan sejumlah catatan penting, termasuk perlunya perencanaan berbasis data yang lebih presisi, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta penguatan sistem pelaporan agar pergerakan program dapat dipantau secara lebih akurat.

Selain evaluasi pelaksanaan 2024–2025, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk merancang pelaksanaan DAK KB Tahun Anggaran 2026. Arah kebijakan baru menekankan pada efektivitas, keberlanjutan, dan penguatan layanan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup keluarga.

Dengan dukungan kementerian, Pemkab Tana Tidung diharapkan mampu mendorong inovasi layanan KB, memperkuat edukasi keluarga, dan mengatasi tantangan demografis yang terus berkembang.

Melalui forum Monev ini, seluruh pihak menegaskan komitmennya untuk mengawal pengelolaan DAK KB agar semakin akuntabel dan tepat sasaran. Harapannya, setiap rupiah yang digelontorkan melalui DAK benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat—mulai dari peningkatan kesehatan ibu dan anak hingga penguatan ketahanan keluarga di Kabupaten Tana Tidung.(cda/red)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menerima kunjungan dan silaturahmi Komandan Lanud Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, di Ruang Rapat Bupati Tana Tidung pada Rabu (10/12).

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kedatangan Komandan Lanud disambut langsung oleh Bupati Ibrahim Ali yang turut didampingi Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Uus Rusmanda.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Lanud menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas waktu dan kesempatan yang diberikan untuk dapat bersilaturahmi dengan pemerintah daerah. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengemban tugas sebagai Komandan Lanud Anang Busra dan berharap dapat menjalin komunikasi serta kolaborasi yang baik dengan Pemkab Tana Tidung.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyampaikan selamat datang kepada Komandan Lanud Anang Busra dan mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan TNI AU.

“Terima kasih atas kunjungannya. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan dapat membawa manfaat bagi pembangunan dan keamanan wilayah Tana Tidung,” ujar Bupati.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal sinergi yang lebih erat antara Pemkab Tana Tidung dan Lanud Anang Busra, terutama dalam mendukung stabilitas, pelayanan publik, serta kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kaltara.(cda/red)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Musyawarah Daerah (MUSDA) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tana Tidung resmi digelar di Pendopo Djaparuddin pada Kamis (11/12). Mengusung tema “Melalui musyawarah daerah PPDI Kabupaten Tana Tidung kita wujudkan perangkat desa yang memiliki semangat gotong royong, persatuan, berintegritas dan profesional”, kegiatan berlangsung hangat dengan semangat kebersamaan seluruh perangkat desa.

Acara ini dihadiri Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim, Asisten II, Kadis PMD, para camat, kepala desa se-Kabupaten Tana Tidung, serta pendamping desa.

Dalam arahannya sebelum membuka MUSDA, Bupati Ibrahim Ali menegaskan bahwa perangkat desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang menggerakkan pelayanan publik paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh bagaimana pemerintahan desa menjalankan kebijakan secara tepat, konsisten dan berintegritas.

Bupati menyampaikan bahwa sejalan dengan visi dan misi Pemkab Tana Tidung, arah kebijakan di tingkat desa difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan desa yang baik, peningkatan kualitas SDM aparatur, serta percepatan pembangunan berbasis potensi dan kearifan lokal.

Ia menekankan bahwa desa harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan mengoptimalkan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, perkebunan, UMKM, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian desa secara bertahap dan berkelanjutan.

“Melalui musyawarah PPDI ini saya berharap terbangun komitmen bersama untuk memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menjalankan tugas,” ujar Bupati.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam pencegahan dan penanganan stunting. Penguatan Posyandu, edukasi gizi masyarakat, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta pemanfaatan Dana Desa secara tepat sasaran harus terus ditingkatkan. Penanganan stunting, tegasnya, membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh perangkat desa.

Tak hanya itu, percepatan digitalisasi desa turut menjadi penekanan Bupati. Ia berharap penggunaan teknologi informasi dalam administrasi pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pengelolaan keuangan desa dapat mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas sebagai bagian dari reformasi birokrasi di tingkat desa.(cda/red)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengadakan rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan optimal menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (nataru), dengan fokus pada keamanan, pelayanan publik, dan kebutuhan pokok di tengah meningkatnya mobilitas akhir tahun, rapat berlangsung di ruang pertemuan bupati, pada hari Rabu (10/12).

Dalam diskusi tersebut, pemerintah daerah bersama pejabat TNI dan Polri membahas berbagai tindakan strategis, mulai dari pengamanan tempat ibadah dan pusat-pusat yang ramai hingga mengatur arus transportasi agar mobilitas masyarakat tetap lancar.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menekankan bahwa koordinasi yang efektif antar sektor sangat penting untuk memastikan keamanan dan pelayanan publik yang optimal selama musim liburan.

“Sinergi yang baik antar lembaga sangat penting agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga membahas persiapan untuk barang-barang kebutuhan pokok. Dinas terkait juga mempresentasikan langkah-langkah untuk memantau harga pasar dan menjaga pasokan logistik yang stabil menjelang nataru. Layanan kesehatan juga ditekankan, dengan tim medis dan ambulans disiagakan untuk menanggapi keadaan darurat apa pun.

Sebagai penutup pertemuan, Bupati Ibrahim Ali mendorong masyarakat untuk membantu menjaga stabilitas dan ketertiban, menekankan bahwa keamanan Nataru bergantung pada upaya bersama.

“Semangat persatuan dan saling menghormati adalah kekuatan Tana Tidung. Mari kita jaga keharmonisan ini agar setiap keluarga dapat menikmati perayaan Natal dan Tahun Baru dengan sukacita,” tutup Bupati.(cda)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), melaksanakan program Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) sebagai inisiatif strategis untuk secara sistematis mengidentifikasi potensi dan kompetensi pegawai negeri sipil. Kegiatan ini dilaksanakan di Bandiklat Malinau, pada Selasa (09/12).

Sebanyak 300 ASN berpartisipasi dalam proses profiling, terdiri dari pejabat eselon II, III, dan IV, petugas fungsional, dan staf tingkat eksekutif. Hasil dari inisiatif ini diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam merumuskan program pengembangan kapasitas dan melaksanakan manajemen talenta yang lebih terarah di dalam pemerintahan daerah.

Kepala BKPSDM Tana Tidung, Munawir, menggarisbawahi bahwa program ProASN bukan hanya mekanisme penilaian tetapi evaluasi komprehensif yang dirancang untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang kemampuan setiap ASN.

“Profiling ini dilakukan untuk memetakan potensi dan kompetensi setiap pegawai negeri sipil. Hasilnya akan jadi rujukan kami dalam pengembangan karier, penguatan kapasitas, dan penempatan personel yang lebih akurat,” ujarnya.

Ia lebih lanjut menegaskan bahwa pemetaan komprehensif tersebut sangat penting untuk membangun birokrasi yang profesional dan adaptif yang mampu menanggapi tuntutan pelayanan publik di masa depan.

“Dengan data yang andal, manajemen talenta dapat diimplementasikan secara lebih efektif, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan,” tambahnya.

Inisiatif ProASN juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk memperkuat tata kelola personel dan memastikan bahwa pegawai negeri sipil menerima kesempatan pengembangan yang selaras dengan kompetensi mereka.

Pemerintah daerah berharap hasil profiling ini dapat memberikan arahan yang lebih jelas untuk pengembangan ASN, peningkatan kinerja, dan penguatan kualitas sumber daya manusia di seluruh instansi daerah.(cda)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara) Bertius, membuka secara resmi Thought Leader Forum (TLF) Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang digelar di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (9/12).

Mewakili Gubernur Kaltara, Bertius menyampaikan apresiasi kepada YKAN atas konsistensinya dalam menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, khususnya dalam upaya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara berkelanjutan.

Bertius mengatakan forum ini merupakan agenda tindaklanjut dari nota kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltara dan YKAN yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2021, tentang Kerjasama Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan di Provinsi Kaltara.

“Melalui kerjasama ini kita menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola lingkungan yang lebih baik, berbasis ilmu pengetahuan, kolaborasi multipihak dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” kata Bertius.

Mengusung tema “Peranan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan Dan Area Dengan Nilai Konservasi Tinggi,” tema ini sebut Bertius, sangat relevan dengan situasi dan tantangan pembangunan saat ini.

Ia menuturkan pada sektor perkebunan merupakan salah satu pilar penting ekonomi Kaltara, namun pertumbuhan ekonomi itu juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan.

“Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi di berbagai wilayah lain ketika ekspansi perkebunan menyebabkan hilangnya hutan, berkurangnya keanekaragaman hayati serta menurunnya kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

“Dalam konteks inilah, Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) memiliki peranan penting,” sambungnya.

ANKT bukan hanya tentang menjaga kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi, tetapi juga tentang memastikan keberlanjutan jasa lingkungan seperti penyediaan air, penyerapan karbon, pelestarian satwa liar dan perlindungan fungsi lindung lainnya.

Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perkebunan yang lebih hijau, transparan dan berkelanjutan.

Bertius berharap melalu Thought Leader Forum ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret, ide-ide inovatif dan rencana tindak lanjut yang dapat dijalankan bersama demi masa depan Provinsi Kaltara.

“Rekomendasi tersebut harus mampu menjawab tantangan di lapangan demi terwujudnya perkebunan yang produktif secara ekonomi, namun tetap lestari secara ekologi,” pungkasnya.

Turut hadir diantaranya Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto, Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur (Kaltim) Prof. Daddy Ruhiyat, Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Yahya Ahmad Zein, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kaltara Supaad Hadiyanto, beserta seluruh jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltara.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Meisa Ruslina Bustan, menegaskan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-26 menjadi momentum refleksi dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

Hal ini diutarakannya dalam acara yang digelar di Aula Gedung Gadis Lantai 1, Selasa (9/12).

Tema HUT DWP kali ini yaitu “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan Dalam Pendidikan Anak Bangsa Untuk Indonesia Emas 2045” dengan sub tema “DWP Mengajar: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”.

Meisa Ruslina menegaskan bahwa masa depan Indonesia khususnya cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi dan ketangguhan perempuan.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 setiap anak harus tumbuh dalam keluarga yang memberikan asih (kasih sayang), asuh (nutrisi dan perawatan) dan asah (stimulasi dan pendidikan yang cukup),” ucap Meisa.

Ia juga mengingatkan bahwa perempuan sebagai peran sentral dalam keluarga menjadi kunci penting untuk memastikan setiap anak tumbuh sesuai potensinya.

Dan Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari proses instan, melainkan dibangun oleh kesabaran, kerja keras dan ketulusan hari ini.

“Apa yang kita tanam dalam keluarga dan organisasi saat ini, itulah yang akan kita tuai oleh negeri ini 20 tahun mendatang. Sesungguhnya kita yang sedang menyiapkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Meisa menuturkan DWP memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk fondasi masa depan Indonesia.

“Peran kita sebagai istri, ibu dan anggota organisasi bukanlah peran kecil. Justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa. Dari rumah yang harmonis lahir anak-anak yang berintegritas,” ucap Meisa.

“Dan dari ibu yang cerdas dan berdaya, tumbuh generasi yang siap bersaing secara global,” sambungnya.

Meisa Ruslina mengajak seluruh anggota untuk tidak hanya mendampingi tetapi juga memberi makna. Tidak sekadar hadir tetapi turut mengambil peran. Tidak hanya mengikuti zaman tetapi membentuk arah peradaban.

“Perjalanan DWP telah menunjukkan bahwa perempuan adalah kekuatan besar. Dengan kerjasama, gotong royong dan semangat melayani, DWP terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga Indonesia,” tutupnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Bustan, membuka kegiatan Forum Satu Data Daerah (SSD) Provinsi Kaltara, digelar di Balroom Hotel Luminor, Selasa (9/12) pagi.

Di kesempatan itu, Bustan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen untuk memperkuat tata kelola SDD melalui serangkaian pembenahan yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur dalam beberapa tahun terakhir.

Upaya penguatan SSD tersebut meliputi dari penguatan kelembagaan, penyempurnaan metadata hingga peningkatan pemahaman terhadap standar pengelolaan data di lingkungan perangkat daerah.

“Langkah-langkah penataan ini tidak hanya bersifat administratif tetapi menjadi fondasi penting untuk memastikan tersedianya data yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” kata Bustan.

Ia menjelaskan Pemprov Kaltara tahun ini memasuki tahap krusial berupa penataan Daftar Data 2026. Namun dalam proses tersebut masih ditemukan belum terintegrasinya data geospasial di sejumlah produsen data daerah.

Kondisi ini sebut Bustan, menjadi perhatian bersama mengingat data geospasial merupakan elemen penting dalam penyusunan perencanaan infrastruktur, penataan kewilayahan, dan pengelolaan sumber daya.

Pemprov Kaltara menyediakan portal resmi data daerah melalui situs data.kaltaraprov.go.id atau SIDARA Cantik 2.0., memuat berbagai data yang dihasilkan perangkat daerah dan menjadi sarana resmi penyebarluasan data untuk publik serta pemangku kepentingan pembangunan.

“Kehadiran portal ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase data, tetapi juga pusat integrasi dan aksesibilitas data daerah,” ujarnya.

Pj. Sekprov Kaltara ini menyatakan bahwa seluruh data yang dikonsolidasikan dalam kerangka SSD juga telah dimanfaatkan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Mulai dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) Kaltara 2025–2029.

Tidak hanya berhenti di ranah pemerintah, Bustan menyebutkan peningkatan literasi data juga diperluas hingga ke lingkungan akademik melalui program Campus Data Insight (CDI).

“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca, menganalisis dan memanfaatkan data statistik. Melalui CDI, sejumlah mahasiswa terpilih telah ditetapkan sebagai Duta Data yang berperan sebagai agen literasi data di kampus dan masyarakat,” katanya.

Pemprov Kaltara juga aktif dalam melakukan pembinaan dan harmonisasi kebijakan SDD pada kabupaten/kota bertujuan untuk memperkuat integrasi data lintas wilayah di Kaltara.

Bustan mengajak seluruh peserta forum dan pemangku kepentingan untuk terus berkontribusi aktif dalam memberikan masukan, berbagi pengalaman serta memperkuat komitmen dalam penyelenggaraan Satu Data Daerah.

“Sinergi yang kuat diharapkan mampu mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, terbuka dan mendukung transformasi pembangunan Kaltara menuju daerah yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, bersama istrinya Martha, menyambut hangat Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Inspektur Jenderal Djati Wiyoto Abadhy, dan timnya selama kunjungan kerja mereka ke Markas Besar Kepolisian Tana Tidung pada hari Senin (8/12).

Meskipun menyambut delegasi saat kedatangan, Wabup Sabri tidak dapat mendampingi Kepala Kepolisian sepanjang agenda yang direncanakan karena kewajiban yang tidak terduga.

“Saya harus melakukan perjalanan ke ibu kota provinsi, Tanjung Selor, untuk rapat yang telah dijadwalkan. Saya mohon maaf karena tidak dapat mendampingi Kapolda selama kegiatannya,” jelas Wabup.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Bupati Ibrahim Ali, yang juga tidak dapat hadir karena komitmen yang tidak terduga.

Dengan ini, Wabup Sabri mengkonfirmasi bahwa ia akan melewatkan beberapa bagian dari agenda Kepala Kepolisian, termasuk pelepasan benih ikan di kolam setempat, kegiatan program SPPG, penyerahan simbolis tiga sepeda motor operasional, dan peresmian fasilitas layanan SIM baru di Polsek Tana Tidung.

Kunjungan Inspektur Jenderal Djati bertujuan untuk mengamati langsung kinerja layanan kepolisian dan memperkuat dukungan untuk peningkatan fasilitas umum dan kualitas pelayanan di Kabupaten Tana Tidung.(cda)

Scroll to Top