Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

NUNUKAN, MP – Pemerintah Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, mendorong peningkatan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan edukasi langsung di kawasan konservasi.

Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan siswa-siswi SMA Negeri 1 Lumbis ke Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Selasa (13/10/2026).

Rombongan yang didampingi Camat Lumbis Hulu, Justinus, S.Sos., M.A.P., beserta jajaran tersebut mengikuti kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk mengenal fungsi hutan, keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Kegiatan ini menjadi salah satu kesempatan bagi para pelajar untuk memperoleh pengetahuan langsung dari petugas pengelola kawasan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Selain mengikuti kegiatan edukasi lingkungan, rombongan Kecamatan Lumbis Hulu bersama siswa-siswi SMA Negeri 1 Lumbis juga turut menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan di Nunukan.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor SPTN Wilayah I tersebut, para siswa mendapatkan materi bertajuk “Mengenal Hutan dan Taman Nasional Kayan Mentarang”.

Materi disampaikan oleh petugas SPTN Wilayah I Long Bawan, yakni Anggi selaku Polisi Kehutanan (Polhut), Rahmi selaku Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), dan Rizki selaku Penyuluh.

Para siswa diperkenalkan dengan pengertian hutan, perbedaan antara hutan dan kawasan hutan, serta pembagian fungsi hutan yang meliputi hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi.

Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai Taman Nasional Kayan Mentarang yang memiliki luas sekitar 1.271.700 hektare dan secara administratif berada di Kabupaten Nunukan serta Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam pemaparan tersebut, petugas menjelaskan berbagai upaya pengelolaan TNKM, mulai dari perlindungan dan pengamanan kawasan, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat.

Para pelajar turut diperkenalkan dengan sejumlah satwa yang ditemukan di kawasan TNKM, seperti beruang madu, rusa sambar, kijang, kucing hutan, beruk, dan puyuh sengayan.

Selain itu, mereka melihat dokumentasi flora, termasuk anggrek dan Rafflesia, serta potensi wisata alam berupa lanskap perbukitan dan hamparan awan.

Pengenalan tersebut diharapkan memberikan gambaran kepada para siswa mengenai kekayaan alam yang dimiliki Kalimantan Utara sekaligus pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.

Camat Lumbis Hulu, Justinus, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada pihak SPTN Wilayah I Long Bawan yang telah memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung mengenai Taman Nasional Kayan Mentarang.

“Kami berterima kasih kepada pihak SPTN Wilayah I atas kesempatan ini. Kami ingin anak-anak kita mengenal langsung Taman Nasional Kayan Mentarang yang menjadi kebanggaan kita bersama. Harapan kami, setelah kunjungan ini mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli dan ikut menjaga hutan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di kampung masing-masing. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Justinus.

Menurutnya, pengenalan lingkungan sejak usia sekolah menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kekayaan alam di daerahnya.

Dengan mengenal langsung kawasan konservasi dan memahami manfaat hutan, para pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mempelajari fungsi hutan dan keanekaragaman hayati, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga bumi melalui kebiasaan sederhana, seperti mengelola sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan pola konsumsi yang bertanggung jawab.

Petugas juga memperkenalkan prinsip 3R, yaitu reduce atau mengurangi sampah, reuse atau menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, dan recycle atau mendaur ulang sampah agar dapat dimanfaatkan kembali.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa mengikuti pemaparan dengan antusias dan aktif bertanya dalam sesi diskusi mengenai hutan, kawasan TNKM, dan upaya pelestarian lingkungan.

Salah seorang siswa, Viona, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Sebelumnya saya hanya tahu nama Taman Nasional Kayan Mentarang. Hari ini saya jadi tahu bahwa hutan punya banyak manfaat dan harus kita jaga bersama. Senang sekali bisa belajar langsung dan mendengar cerita petugas yang menjaga hutan,” ungkap Viona.

Sementara itu, Desmas menyampaikan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Ternyata menjaga alam bisa dimulai dari hal kecil, seperti mengurangi plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Kepala Seksi SPTN Wilayah I Long Bawan, Hery Gunawan, S.Hut., menyambut baik kunjungan rombongan Kecamatan Lumbis Hulu beserta para pelajar, ia berharap kegiatan edukasi lingkungan dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjaga kawasan konservasi.

“Kami menyambut baik kedatangan adik-adik pelajar dan Bapak Camat beserta jajaran. Taman Nasional Kayan Mentarang adalah warisan alam yang harus kita jaga bersama untuk anak cucu kita, dan generasi muda memegang peran penting untuk meneruskannya. Kami berharap kunjungan ini menambah pemahaman adik-adik tentang pentingnya menjaga hutan, sehingga mereka dapat menjadi teladan dalam pelestarian lingkungan di sekolah maupun di tempat tinggal masing-masing,” ujar Hery.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Lumbis Hulu dan SPTN Wilayah I diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan kampung masing-masing dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan serta ikut menjaga kekayaan alam yang menjadi warisan Bersama, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. (**)

NUNUKAN, MP – Kegiatan Paras Fest 2026 yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

Berdasarkan rekapitulasi omzet pada 2–13 Oktober 2026, total omzet yang tercatat selama kegiatan tersebut mencapai Rp1.557.267.090 atau sekitar Rp1,55 miliar.

Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Mardiana, menyampaikan bahwa kegiatan seperti Paras Fest menjadi salah satu momentum untuk mendorong aktivitas usaha dan memperluas pemasaran produk UMKM lokal.

“Paras Fest bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dan meningkatkan penjualan,” ujar Mardiana, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan laporan harian, omzet tertinggi tercatat pada 10 Oktober 2026 sebesar Rp215.614.000. Selanjutnya, pada 12 Oktober omzet mencapai Rp200.501.000, sedangkan pada 7 Oktober tercatat sebesar Rp174.505.000.

Adapun omzet pada 2 Oktober mencapai Rp157.815.090, 3 Oktober sebesar Rp131.366.000, 4 Oktober Rp130.927.000, 5 Oktober Rp106.958.000, dan 6 Oktober Rp94.911.000.

Pada periode berikutnya, omzet tercatat sebesar Rp71.774.000 pada 8 Oktober, Rp95.024.000 pada 9 Oktober, Rp126.659.000 pada 11 Oktober, serta Rp51.213.000 pada 13 Oktober.

Menurut Mardiana, capaian omzet tersebut menjadi gambaran aktivitas ekonomi yang berlangsung selama Paras Fest.

Momentum keramaian dalam perayaan hari jadi daerah dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin untuk mempromosikan produk, meningkatkan kualitas usaha, serta membangun kepercayaan konsumen terhadap produk lokal,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan promosi dan pemasaran seperti Paras Fest dapat terus mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Nunukan.

Dengan demikian, pelaku usaha lokal tidak hanya memperoleh manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan Paras Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan sekaligus momentum untuk memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian daerah. (**)

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong gerakan literasi yang lebih terarah, merata, dan berkelanjutan, terutama di wilayah perbatasan, pesisir, dan daerah yang masih terbatas akses bacaannya. Penguatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membentuk masyarakat yang kritis, kreatif, dan mampu memanfaatkan informasi secara bijak.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Hubungan Antar Lembaga, dr. Rustan Samsuddin, M.M., saat membuka Dialog Aspirasi dan Lokakarya Akselerasi Penggerak Literasi Kaltara di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, Rabu (14/10).

Dalam sambutannya, Rustan mengapresiasi para penggerak literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pustakawan sekolah dan komunitas literasi yang selama ini berkontribusi dalam menumbuhkan budaya membaca di Kaltara.

Rustan menyebutkan, literasi saat ini tidak cukup hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, mengenali berita bohong atau hoaks, serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Literasi harus membantu masyarakat berpikir kritis, kreatif, dan mampu membedakan informasi yang benar dengan yang tidak benar,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan literasi perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah perbatasan yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas dan fasilitas perpustakaan.

Karena itu, keberadaan TBM, perpustakaan sekolah, keluarga, dan komunitas lokal perlu terus diperkuat sebagai garda terdepan dalam mendekatkan akses pengetahuan kepada masyarakat.

Rustan berharap lokakarya tersebut menghasilkan langkah konkret, mulai dari pemetaan kebutuhan literasi di lapangan, penguatan pengelolaan TBM, pengembangan bahan bacaan berbasis kearifan lokal, hingga penyusunan rencana aksi yang terukur dan dapat dievaluasi bersama.

Ia juga menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pengetahuan dan menciptakan inovasi dalam gerakan literasi. Namun, pemanfaatannya harus disertai kemampuan memverifikasi informasi serta sikap bijak, etis dan bertanggung jawab.

Selain itu, Rustan mengajak para penggerak literasi menjadikan kekayaan lokal Kaltara sebagai sumber pengetahuan. Cerita rakyat, sejarah perjuangan daerah, bahasa lokal, serta pengalaman hidup masyarakat di wilayah perbatasan perlu didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi muda.

Pemprov Kaltara akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, perpustakaan, komunitas, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas manfaat gerakan literasi bagi masyarakat.

“Harapannya, gerakan literasi di Kaltara tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung, saling mendukung dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dkisp)

TARAKAN, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menghadiri peringatan 20 tahun penanaman mangrove di kawasan Konservasi Mangrove, Kota Tarakan, Selasa (13/10).

Gubernur Zainal mengapresiasi panitia, pegiat lingkungan, dunia usaha, serta mitra internasional yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian mangrove di Kaltara selama dua dekade terakhir.

Ia menyebutkan, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan badai, menyerap karbon, menjaga kualitas air, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Ekosistem ini juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama 20 tahun dalam menjaga mangrove. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan,” kata Zainal.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, luas ekosistem mangrove di Kaltara, baik di area penggunaan lain maupun kawasan hutan, mencapai 326.396,37 hektare. Kawasan ini tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, hingga Kabupaten Tana Tidung.

Zainal menegaskan, peringatan dua dekade penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi upaya pelestarian sekaligus memperkuat langkah ke depan, termasuk rehabilitasi kawasan pesisir yang kritis dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Lanjutnya, ia juga mendorong penguatan tata kelola mangrove melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, mitra internasional, pegiat lingkungan dan masyarakat lokal. Selain menjaga ekosistem, mangrove perlu dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat serta pengolahan produk mangrove yang memiliki nilai tambah bagi warga pesisir.

“Pemprov Kaltara akan terus mendukung pelestarian mangrove. Kita ingin ekosistem ini tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Secara khusus, Zainal menyampaikan apresiasi kepada PT. Mustika Minanusa Aurora (MMA) beserta mitra dari Jepang dan Taiwan atas kontribusi waktu, tenaga, dan investasi dalam upaya pelestarian mangrove selama 20 tahun terakhir.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut sehingga mangrove Kaltara tetap lestari dan mampu memberikan manfaat ekologis serta ekonomi bagi generasi mendatang.

“Saya percaya, jika kita tulus menjaga lingkungan, alam juga akan memberikan manfaat bagi kita. Mari bersama-sama menjaga mangrove Kaltara agar tetap lestari untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Peringatan 20 tahun penanaman mangrove tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita dan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama sebagai bentuk komitmen nyata menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Puji Iswaria, S.Hut., M.Si.; Kapokja Tata Kelola Ekosistem Mangrove, Sandi Prasetyo, S.T., M.Si.; Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is; perwakilan PT MMA Taiwan, Mr. Han Chia Yau; mitra PT MMA dari Jepang, Mr. Kenya Okushi; Direktur Eksekutif APINDO, Rudolf Saut, Ir., S.H., M.B.A.; Direktur Utama PT MMA, Fieyono Hiu; serta Ketua DPP APINDO Kaltara, Peter Setiawan. (dkisp)

TARAKAN, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., meminta perusahaan yang beroperasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) membuka peluang kerja lebih luas bagi putra-putri asli Kaltara. Ia menilai lulusan perguruan tinggi di daerah memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri migas.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri kunjungan kehormatan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Kaltara di Hotel Tarakan Plaza, Rabu (14/10).

Gubernur Zainal menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS dalam mengembangkan sektor migas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki potensi sumber daya alam yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong perkembangan usaha lokal. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan ketentuan yang berlaku.

Secara khusus, Zainal berharap perusahaan migas memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal untuk berkarier di industri hulu migas. Ia meyakini perguruan tinggi di Kaltara telah memiliki kualitas pendidikan dan fasilitas yang memadai untuk menghasilkan lulusan yang dapat mendukung kebutuhan industri.

“Kami berharap putra-putri asli Kaltara mendapat kesempatan yang lebih luas untuk bekerja di perusahaan migas. Lulusan perguruan tinggi di daerah juga memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri,” kata Zainal.

Selain penyerapan tenaga kerja, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mendorong agar pengembangan sektor migas turut meningkatkan keterlibatan pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), membuka peluang bagi perusahaan lokal, serta memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Pemprov Kaltara juga mendorong kajian peluang participating interest sebesar 10 persen bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik.

Zainal menegaskan, pengembangan sektor migas perlu didukung komunikasi dan koordinasi yang intensif agar kegiatan operasional perusahaan sejalan dengan kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah.

Ia menyatakan Pemprov Kaltara siap memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai kewenangannya untuk mendukung pengembangan potensi migas secara terukur dan berkelanjutan.

“Kemitraan ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya sebatas pertemuan dan koordinasi. Kami berharap ada tindak lanjut yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui penguatan kerja sama tersebut, Pemprov Kaltara berharap sektor hulu migas dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dksip)

TARAKAN, MP – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menerima kunjungan kehormatan dan koordinasi kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) di Ruang Rapat Wali Kota Tarakan, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, perwakilan PT Medco E&P Tarakan dan Pertamina Tarakan Field, serta jajaran asisten, kepala OPD, dan kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Tarakan.

Dalam sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan selamat datang kepada rombongan SKK Migas di Kota Tarakan. Ia berharap kunjungan ini dapat mempererat silaturahmi dan meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Kota Tarakan dengan SKK Migas serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), khususnya dalam mendukung keberlanjutan kegiatan usaha hulu migas di wilayah Tarakan.

Pertemuan dilanjutkan dengan paparan perkembangan kegiatan operasi produksi hulu migas dari PT Medco E&P Tarakan dan Pertamina Tarakan Field, sesi diskusi dan berbagi informasi, serta diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama. (**)

JAKARTA, MP – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bertemu dan berdiskusi dengan Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si., di Graha Pratama, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pertemuan ini membahas perhatian khusus Pemerintah Kota Tarakan terhadap pekerja migran, terutama upaya memitigasi berbagai dampak sosial yang timbul dari keberadaan tenaga kerja yang tidak berizin atau nonprosedural. Pembahasan juga mencakup persoalan kependudukan serta pemberdayaan masyarakat.

Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI membidangi kebijakan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Cakupannya meliputi pelayanan kepulangan dan rehabilitasi, reintegrasi dan penguatan keluarga PMI, literasi keuangan dan pemanfaatan remitansi, serta pengembangan kewirausahaan dan usaha produktif bagi PMI dan keluarganya.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap terjalin sinergi yang lebih kuat dengan KP2MI dalam pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran beserta keluarganya. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga ketertiban sosial dan administrasi kependudukan di Kota Tarakan.(**)

JAKARTA, MP – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) Kota Tarakan di Ruang Rapat Sekretariat Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. Penandatanganan dilakukan bersama Sekretaris Ditjen EBTKE, Harris.

Dengan penandatanganan ini, 169 unit PJUTS yang dibangun melalui Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025 resmi menjadi aset Pemerintah Kota Tarakan. Sebanyak 159 unit di antaranya masih berfungsi baik, sementara unit yang rusak akan diupayakan perbaikannya.

Wali Kota menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasokan listrik PLN di Tarakan kini sudah cukup andal, tetapi masih ada sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan. Untuk wilayah seperti itu, PJUTS menjadi solusi yang sangat membantu masyarakat. Wali Kota juga berharap ada tambahan PJUTS ke depan, serta dukungan pengembangan energi baru dan terbarukan lainnya, seperti PLTS atap.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Ditjen EBTKE mendorong Pemerintah Kota Tarakan mengidentifikasi wilayah yang masih jauh dari jaringan PLN beserta jumlah rumah tangga yang belum teraliri listrik. Wilayah tersebut dapat diusulkan untuk program PLTS komunal, dengan dukungan kajian teknis dan kesiapan lahan dari pemerintah daerah. Selain itu, rumah tangga tidak mampu yang belum memasang sambungan listrik dapat diusulkan untuk mendapat bantuan pemasangan sambungan baru dari pemerintah.

Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen merawat aset PJUTS tersebut dan menindaklanjuti peluang kerja sama di bidang energi terbarukan untuk kepentingan masyarakat.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Bupati, Syarwani, S.P, M.Si menyampaikan nota penjelasan 4 rancangan peraturan daerah (raperda) dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan pada Selasa (13/10). Sebanyak 4 raperda yaitu raperda tentang APBD tahun anggaran 2027, raperda tentang Rencana Induk Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik 2025 – 2044, raperda tentang Pengelolaan dan Perlindungan Perikanan Perairan Darat serta raperda tentang Pembentukan Kelurahan Tanjung Harapan, Kelurahan Tanjung Selor Utara dan Kelurahan Sepunggur di Kecamatan Tanjung Selor.
Pada raperda APBD 2027, Pemkab merencanakan Pendapatan sebesar Rp1,5 triliun dan Belanja Rp1,8 triliun. Pendapatan terdiri Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan Rp239,8 miliar, Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Rp1,2 triliun dan Pendapatan Transfer Antar Daerah sekitar Rp77,1 miliar.
Sementara Belanja Daerah terdiri Belanja Operasi Rp1,2 triliun, terdiri Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial. Kemudian Belanja Modal direncanakan Rp358 miliar untuk program prioritas pembangunan, program pendukung dan program pelayanan masyarakat. Lalu Belanja Tidak Terduga direncanakan Rp8 miliar, untuk keadaan darurat meliputi bencana alam, bencana non alam, bencana sosial dan atau kejadian luar biasa hingga bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya.
Selanjutnya Belanja Transfer direncanakan Rp161,9 miliar terdiri Belanja Bagi Hasil Rp12,8 miliar dan Belanja Bantuan Keuangan, yaitu alokasi TAKE direncanakan Rp7 miliar, Dana Desa Rp25 miliar dan Alokasi Dana Desa Rp117 miliar.
“Sama dengan tahun anggaran 2026, pada 2027 juga tidak diberlakukan istilah anggaran kegiatan luncuran kecuali akibat di luar kendali penyedia barang/jasa dan pengguna abrang/jasa (force majeure”, ungkap Bupati.
Dengan tidak diberlakukannya anggaran kegiatan luncuran maka semua bentuk kerjasama / kontrak kepada pihak ketiga hanya berlaku untuk tahun anggaran berkenaan terkecuali kontrak kegiatan tahun jamak yang telah direncanakan.
Terkait raperda tentang Rencana Induk Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Kabupaten Bulungan tahun 2025 – 2044, Bupati menjelaskan rencana induk ini menjadi pedoman jangka panjang dalam perencanaan dan pengembangan, termasuk penentuan wilayah pelayanan, kebutuhan infrastruktur, pengembangan sistem pengolahan, tahapan pembangunan serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan. Tujuannya mewujudkan pengelolaan limbah air domestik yang aman, layak dan berkelanjutan sehingga mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.
Untuk raperda tentang Pengelolaan dan Perlindungan Perikanan Perairan Darat, bertujuan mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang tertib, meningkatkan produktifitas perikanan, memperkuat peran masyarakat serta menjaga keberlanjutan ekosistem perairan darat.
Sementara raperda tentang pembentukan 3 kelurahan berdasarkan pertumbuhan penduduk di Kecamatan Tanjung Selor yang terus meningkat setiap tahun, posisi sebagai Ibukota Kabupaten Bulungan maupun Ibukota Provinsi Kalimantan Utara serta kondisi wilayah yang luas 1.277,81 kilometer persegi yang saat ini terdiri 3 kelurahan dan 6 desa.
“Pembentukan Kelurahan Tanjung Harapan di Tanjung Selor, Kelurahan Tanjung Selor Utara di Sabanar Lama dan Kelurahan Sepunggur di Selimau 3 merupakan langkah strategis Pemkab Bulungan untuk memperpendek rentang kendali birokrasi, meningkatkan efektifitas koordinasi serta mendekatkan pelayanan administratif, pembangunan dan pemberdayaan kepada masyarakat,” urai Bupati.
TANJUNG SELOR, MP – Sebanyak 192 peserta mengikuti Turnamen Catur Piala Bupati Bulungan tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati di Jl Jelarai Raya, Tanjung Selor pada Selasa (13/10). Turnamen dibuka secara resmi oleh Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si yang menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diikuti para pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan umum hingga pecatur dari Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.
Kegiatan yang diselenggarakan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bulungan ini sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke 236 dan Kabupaten Bulungan ke 66 tahun 2026.
“Ajang ini tidak hanya menjadi wadah silaturrahmi bagi para pecinta olahraga Catur tapi juga sarana strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet catur potensial dari Kabupaten Bulungan,” ujar Bupati.
Diungkapkan, tahun depan juga akan dibangun Sekolah Catur di Tanjung Selor dan Sekolah Tenis Meja di Tanjung Palas untuk meningkatkan pengembangan prestasi olahraga.
“Saya berharap turnamen semacam ini mampu melahirkan pecatur-pecatur handal yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di kancah regional maupun nasional,” imbuhnya.
Dilanjutkan, Pemkab terus mendorong sinergi dengan pengurus cabang olahraga terutama dalam memperkuat pembinaan usia dini melalui dunia pendidikan di Bulungan.(**)
Scroll to Top