Kasus Kebakaran Meningkat, Distribusi Armada Damkar Bulungan Belum Merata

BULUNGAN, mandaupost.com – Rentetan kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Bulungan sejak awal 2026 terus menjadi perhatian. Selain terjadi di pusat kota, insiden juga banyak ditemukan di wilayah kecamatan hingga desa yang cukup jauh dari jangkauan layanan pemadam kebakaran.

Kondisi geografis dan keterbatasan armada menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran. Jarak tempuh yang jauh kerap membuat api lebih cepat membesar sebelum petugas tiba di lokasi.

Sejumlah kejadian pun tercatat sejak Januari. Pada 14 Januari 2026, kebakaran di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, menghanguskan satu bangunan lamin adat serta tiga rumah warga. Selanjutnya, pada 30 Januari, kebakaran terjadi di kawasan Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, tepatnya di sekitar Tugu Telur Pecah, yang menyebabkan belasan kios dan rumah kontrakan terbakar.

Dua hari berselang, tepatnya 2 Februari, kebakaran kembali terjadi di kawasan Jalan Sengkawit, Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Dalam kejadian tersebut, satu unit rumah yang juga difungsikan sebagai tempat usaha kuliner dilaporkan terbakar.

Memasuki akhir Maret, kebakaran kembali terjadi di Desa Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, pada 30 Maret malam. Satu rumah terbakar dan beberapa bangunan lain di sekitarnya ikut terdampak.

Peristiwa serupa terus berlanjut hingga April. Pada 7 April 2026, kebakaran di Sungai Uma, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, menghanguskan lima rumah warga. Sehari kemudian, 8 April, kebakaran kembali terjadi di wilayah Lebong, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas, yang menyebabkan satu rumah warga ludes terbakar.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan, Wilson Ului, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan meskipun kebakaran tidak dapat diprediksi.

“Peristiwa kebakaran itu tidak bisa kita tentukan kapan terjadi. Karena itu, kesiapan harus terus ditingkatkan,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, beberapa wilayah sebenarnya sudah mulai diperkuat dengan sarana pemadam.

“Di Tanjung Palas Barat sudah tersedia satu unit mobil pemadam. Sementara untuk desa-desa, kami juga menyalurkan kendaraan roda tiga seperti di Teras Nawang, Antutan, dan Binai,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan armada masih belum merata di seluruh wilayah.

“Usulan penambahan armada terus disampaikan melalui musrenbang. Tapi realisasinya tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Ia berharap ke depan jumlah armada pemadam dapat terus bertambah agar penanganan kebakaran di seluruh wilayah Bulungan bisa lebih optimal.

“Mudah-mudahan tahun ini ada tambahan armada, dan tahun depan bisa terus bertambah,” tutupnya.(cda)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top