Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam Sidang Paripurna ke-14 Masa Persidangan III Tahun 2026 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara, Senin (13/7).

Sidang paripurna beragendakan penyampaian jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas dukungan terhadap capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang berhasil dipertahankan selama 12 tahun berturut-turut sejak 2014.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir pengelolaan keuangan daerah.

“Opini WTP merupakan sarana untuk memastikan APBD dikelola secara baik, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga pengurangan kesenjangan antar wilayah,” kata Zainal.

Untuk memperkuat kinerja keuangan daerah, Pemprov Kaltara telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya menetapkan target pendapatan yang lebih realistis berbasis data historis dan proyeksi makroekonomi, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset daerah, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, serta ekonomi hijau.

Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi agar lebih mudah, efisien, transparan dan tetap berkeadilan bagi masyarakat.

Di sektor pembangunan, Zainal menegaskan percepatan pengadaan barang dan jasa akan dilakukan sejak awal tahun anggaran agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.

“Pembangunan kawasan perbatasan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan kapasitas fiskal akan diantisipasi melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, peningkatan konektivitas, pemberian subsidi ongkos angkut (SOA), serta pengkajian pembentukan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis.

Di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), Pemprov Kaltara juga akan mempertimbangkan penyusunan Master Plan Kawasan Pendidikan Terpadu serta skema pembangunan multi-years. Program Beasiswa Kaltara Unggul pun akan terus dievaluasi agar semakin tepat sasaran, transparan dan akuntabel.

Menutup penyampaiannya, Zainal berharap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat segera disetujui bersama untuk dievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kaltara di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Senin (13/7).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi retribusi daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menjelaskan penyelenggaraan HLM TP2DD merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021 mengenai implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

“Regulasi ini menegaskan bahwa kebijakan digitalisasi merupakan instrumen wajib yang harus kita terapkan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.

Zainal menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026 terjadi penyesuaian strategis dengan ditunjuknya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara sebagai lead sector TP2DD menggantikan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Menurutnya, perubahan tersebut bertujuan agar Bapenda dapat lebih fokus mendampingi dan memantau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil retribusi dalam menerapkan digitalisasi sehingga potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa HLM TP2DD ini juga menjadi tindak lanjut dari rapat teknis optimalisasi PAD sektor retribusi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Karena itu, Zainal meminta seluruh OPD pengampu retribusi segera memaksimalkan potensi daerah melalui berbagai inovasi dan kreativitas.

“Saya meminta dengan tegas kepada seluruh OPD pengampu retribusi untuk segera memaksimalkan segala potensi yang ada di Provinsi Kalimantan Utara melalui berbagai inovasi dan kreativitas,” tegasnya.

Zainal menambahkan bahwa digitalisasi melalui penerapan Sistem Pembayaran Non Tunai (cashless) menjadi salah satu kunci meningkatkan penerimaan retribusi daerah.

Ia mengingatkan bahwa pajak dan retribusi merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai fasilitas publik lainnya.

“Saya berharap peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar kewajiban daerah dapat berjalan seiring dengan penyediaan kanal pembayaran digital yang semakin mudah, aman dan cepat,” pungkasnya.

Pada akhir kegiatan, Zainal menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Timur, Gentur Anggoro Waseso. Acara juga dirangkaikan dengan Gebyar Pajak 2026 melalui pengundian hadiah berupa lima unit sepeda listrik serta hadiah emas seberat 1 gram, 2,5 gram, dan 5 gram bagi wajib pajak kendaraan bermotor di Kaltara. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menghadiri Rapat Paripurna ke-13, yang berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara, Senin (13/7).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara, H. Muddain, S.T., dengan agenda mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2025.

Melalui rapat paripurna ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama DPRD melanjutkan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. (dkisp)

TARAKAN, MP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Muhammad Yunus mengapresiasi perkembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan yang baru berjalan 9 bulan 10 hari.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Open House di halaman SRT 59 Tarakan, Kompleks LLK Tarakan, Jumat (10/7/2026). Acara itu menjadi ajang unjuk kebolehan siswa-siswi SRT 59 Tarakan terhadap apa yang sudah diperoleh selama bersekolah.

Menurutnya, sekolah ini telah membuktikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik.

Hari ini kita tidak sekedar menghadiri kegiatan seremonial. Lebih dari itu kita sedang menyaksikan sebuah perjalanan yang penuh makna, ujar Muhammad Yunus.

Mengangkat tema “Transformasi Karakter Menuju Prestasi” Yunus menilai tema tersebut sangat relevan dengan arah pembangunan SDM Indonesia.

Sesungguhnya keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai akademik semata. Tetapi juga dari lahirnya generasi yang berkarakter, berintegritas, mandiri, disiplin, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadapi tantangan zaman, kata Yunus.

Ia menyebut, dalam waktu sembilan bulan, SRT 59 Tarakan sudah menunjukkan jejak perubahan itu. Anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulai terbentuk sikap dan mentalnya.

Yunus menegaskan Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi.

“Program ini mencerminkan semangat bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik,” ujar Yunus.

Ia mengapresiasi Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kota Tarakan, seluruh guru, tenaga pendidik, pendamping, dan orang tua yang telah membimbing siswa selama ini.

Yunus juga mengapresiasi Wali Kota Tarakan yang komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan SDM di Tarakan.

“Sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk menciptakan pendidikan yang semakin maju dan inklusif,” lanjut Yunus.

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Tarakan, kata Yunus, juga berkomitmen untuk terus mengawal program pendidikan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Kami akan terus mengawal agar program-program pendidikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak generasi penerus bangsa, tegasnya.

Ia berharap SRT 59 dapat terus berkembang menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya melahirkan murid cerdas, tetapi juga insan berakhlak mulia, kreatif, berdaya saing, dan memiliki semangat mengabdi.

Yunus mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi. Menurutnya pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah.(**)

NUNUKAN, MP – Tepuk tangan riuh mengiringi berakhirnya Turnamen Futsal Tingkat Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) Piala Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Nunukan, Sabtu (11/7) malam.

Setelah menyuguhkan pertandingan penuh semangat dan sportivitas selama penyelenggaraan turnamen, Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., secara resmi menutup ajang yang menjadi panggung lahirnya bibit-bibit atlet muda berbakat di Kaltara.

Suasana semakin semarak saat partai final mempertemukan SMA Negeri 4 Tarakan dengan SMA Negeri 1 Nunukan Selatan. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal, saling melancarkan serangan dan menunjukkan pertahanan yang disiplin sehingga pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir tanpa pemenang.

Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen yang menegangkan itu, SMA Negeri 4 Tarakan berhasil tampil lebih tenang dan memastikan diri sebagai juara Turnamen Futsal Piala Gubernur Kaltara Tahun 2026. Sementara SMA Negeri 1 Nunukan Selatan harus puas menjadi runner up setelah memberikan perlawanan sengit hingga akhir pertandingan.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan selama menjalani pertandingan.

“Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, berlatih lebih giat, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Kepada para atlet yang belum berhasil menjadi juara, Zainal berpesan agar tidak menjadikan kekalahan sebagai akhir perjuangan. Menurutnya, setiap pertandingan memberikan pengalaman berharga untuk memperbaiki kemampuan dan bangkit menjadi lebih baik.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memandang turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga wadah membangun karakter, menanamkan sportivitas, dan mempererat persaudaraan antar generasi muda di Kaltara.

Karena itu, Zainal berharap Turnamen Futsal Piala Gubernur dapat terus diselenggarakan secara rutin dan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Dengan demikian, semakin banyak atlet muda berbakat yang lahir dan mampu membawa nama Kaltara berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara terus diperkuat guna menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung percepatan pembangunan daerah.

Harapan itu disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri acara Kenal Pamit Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara di Gedung B Rupatama Mapolda Kaltara, Jumat (10/7) malam.

Acara tersebut menandai serah terima kepemimpinan Kapolda Kaltara dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, pejabat TNI-Polri, instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy selama memimpin Polda Kaltara.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Bapak selama bertugas di Kalimantan Utara. Semoga sukses dan selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah di tempat tugas yang baru,” kata Zainal.

Kepada Kapolda yang baru, Zainal menyampaikan ucapan selamat datang di Bumi Benuanta dan optimistis pengalaman kepemimpinan Irjen Pol. Agus Wijayanto akan semakin memperkuat kinerja Polda Kaltara.

“Selamat datang di Kalimantan Utara. Kami yakin pengalaman dan kepemimpinan Bapak akan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Zainal menegaskan, kolaborasi antara Pemprov Kaltara, Polda Kaltara, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan daerah yang aman, tertib, dan kondusif.

Menurutnya, situasi keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat untuk berjalan secara optimal.

Sebagai bentuk penghargaan, Zainal menyerahkan cendera mata kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. (dkisp)

SEBATIK TIMUR, MP – Langkah nyata dan krusial dalam melindungi generasi muda serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif resmi dimulai di wilayah perbatasan. Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Kawasan Bebas Narkoba, Sabtu (11/07/2026).

​Deklarasi ini bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan wujud komitmen kolektif yang kuat dari berbagai elemen masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di tingkat lingkungan terkecil.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Sebatik Timur yang diwakili oleh Plt. Kasubbag Sungram dan Keuangan, Amad Soderi,SE. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Bapak Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H., perangkat desa, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, hingga mahasiswa KKN.

​Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan membawa dampak positif yang masif bagi masyarakat Sebatik Timur melalui tiga pilar utama:

  • Perlindungan Generasi Muda: Keterlibatan aktif Karang Taruna dan mahasiswa menjadi benteng pertahanan yang kuat untuk membentengi remaja dan pemuda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
  • Sinergi Hukum dan Kesehatan: Kehadiran BNNK Nunukan bersama Kepala Puskesmas memastikan bahwa upaya pencegahan, edukasi, dan penanganan berjalan beriringan secara holistik, baik dari sisi penegakan hukum maupun pemulihan kesehatan.
  • Penguatan Ketahanan Desa: Dengan menjadikan desa sebagai garda terdepan, keamanan swakarsa dan kepedulian antarwarga akan meningkat, sehingga ruang gerak peredaran narkoba dapat dipersempit.

​Mewakili Camat Sebatik Timur, Amad Soderi, menegaskan harapan besarnya agar deklarasi ini menjadi pemantik aksi nyata yang konsisten.

​”Kami mengharapkan kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, namun menjadi langkah awal tindakan preventif dan edukasi berkelanjutan di Wilayah Kecamatan Sebatik Timur, dan Desa Tanjung Aru pada khususnya,” ujarnya.

​Kegiatan ini diinisiasi oleh Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia, sebuah organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Muhammad Abrar Putra Siregar.

​Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Desa Tanjung Aru, AYS Indonesia tidak hanya membawa pesan antinarkoba, tetapi juga menyalurkan bantuan literasi dan pemenuhan gizi berupa 200 buku bacaan untuk meningkatkan minat baca dan mengalihkan aktivitas pemuda ke arah yang positif dan 101 butir telur sebagai simbol kepedulian terhadap perbaikan gizi generasi muda di desa.

​Langkah preventif yang tegas dan kreatif seperti ini sangat penting untuk terus didukung secara konsisten, agar Desa Tanjung Aru tetap menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan bersih dari narkoba (BERSINAR). (**)

MAKASSAR, MP – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan produk kriya dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) daerah melalui partisipasi dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7).

Wakil Ketua Dekranasda Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T., menghadiri kegiatan bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” bersama Ketua Harian Edy Suharto, S.Sos., M.T. dan Wakil Ketua Harian Sipta Meylina Denny Harianto, S.Psi., M.M.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan penabuhan Gandrang Pakanjara dan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, sebagai simbol dimulainya perayaan sekaligus komitmen memajukan industri kerajinan nasional.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekranas dan Bank Indonesia sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan nasional.

Dalam sambutannya, Selvi mengajak seluruh Dekranasda di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepada para perajin agar mampu menghasilkan produk yang inovatif, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Yang dibutuhkan bukan hanya banyaknya pembinaan, tetapi pembinaan yang benar-benar menjawab kebutuhan perajin dan memberikan solusi nyata,” ujarnya.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan, Kornie mengunjungi sejumlah stan pameran dari berbagai provinsi untuk bertukar informasi, memperluas jejaring, serta menggali inspirasi dalam pengembangan produk kerajinan daerah.

Ia juga menyempatkan mengunjungi stan Kaltara yang menampilkan berbagai produk kriya dan wastra unggulan Bumi Benuanta sebagai bentuk promosi potensi kerajinan lokal kepada masyarakat luas. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Bulungan siap memulai tahun ajaran baru pada 16 Juli 2026. Sejumlah persiapan terus dimatangkan, mulai dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hingga pemenuhan tenaga pendidik.

Kepastian tersebut disampaikan saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menerima audiensi perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jajaran SMA Unggul Garuda Bulungan di Ruang Rapat Sekprov, Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (10/7).

Audiensi dihadiri perwakilan Kemdiktisaintek Euline, Kepala Sekolah SMA Unggul Garuda Bulungan Adhi Sulandani Pangreksa, wakil kepala sekolah, serta jajaran lainnya.

Sekprov Denny menjelaskan, pada gelombang pertama terdapat tujuh siswa putra asal Kaltara yang akan mengikuti proses pembelajaran.

“Insya Allah tanggal 16 sudah mulai pembelajaran tahun ajaran baru. Sementara waktu, proses belajar mengajar akan dipusatkan dulu di Konawe Selatan sambil menunggu pembangunan fisik sekolah di Bulungan selesai yang ditargetkan rampung pada Januari mendatang. Setelah sekolah siap digunakan, para siswa akan kembali belajar di Bulungan,” katanya

Selain kesiapan peserta didik, pertemuan juga membahas kebutuhan tenaga pengajar. Saat ini masih terdapat kekurangan sekitar delapan formasi guru yang akan dipenuhi melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Denny, Pemprov Kaltara akan mengupayakan skema insentif yang kompetitif agar mampu menarik guru-guru terbaik untuk mengabdi di SMA Unggul Garuda.

“Kita diskusikan formula yang tepat. Jangan sampai yang ditawarkan lebih rendah dari yang diterima ASN saat ini. Minimal sama, bahkan lebih baik agar menjadi daya tarik bagi guru yang ingin mengajar di SMA Unggul Garuda,” ujarnya.

Pemprov Kaltara juga mendukung identitas lokal di lingkungan sekolah. Sesuai arahan Gubernur Kaltara, nantinya SMA Unggul Garuda Bulungan akan menggunakan ornamen khas daerah seperti Batik motif Kaltara dan penutup kepala tradisional Singal sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya lokal. (dkisp)

JAKARTA, MP – Menembus pasar internasional sering kali dianggap seperti menempuh jalan menanjak bagi sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Rumitnya birokrasi, keterbatasan bahasa, hingga minimnya pengetahuan soal peta persaingan global kerap jadi penghalang utama.

Namun, stigma itu dipatahkan oleh Assed Lussak, Alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM). Lewat perusahaan konsultan Next Step yang didirikannya, Assed membawa semangat “serangan balik” untuk memobilisasi UMKM lokal agar berani menginvasi pasar raksasa, khususnya Tiongkok.

“Saya melihat ada potensi raksasa yang belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik,” ujar Assed di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Sebagai fasilitator, mantan penerima beasiswa Tanoto Foundation ini sadar betul bahwa Tiongkok dengan 1,4 miliar penduduknya adalah target market yang sangat seksi. Next Step pun terjun langsung melakukan business matching, menyediakan info pasar, hingga mengurasi produk lokal seperti komoditas, furnitur, dan industri kreatif agar bisa bersaing di Negeri Panda tersebut.

“Kami melakukan pendampingan ini mulai dari tahap pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga peninjauan dokumen kerja sama legal seperti Letter of Agreement (LOA) dan Letter of Intent (LOI),” lanjut Assed di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Hasilnya nggak main-main! Sudah ada lebih dari 10 pelaku bisnis menengah yang berhasil difasilitasi, dengan nilai transaksi menembus angka di atas Rp1 miliar per bulan untuk masing-masing pengusaha. Makin totalitas, Next Step bahkan membuka kantor perwakilan resmi di Shanghai agar UMKM Indonesia punya jangkar kuat di episentrum ekonomi Tiongkok.

Buka Jalan Gen Z Kuliah ke Luar Negeri

Bagi Assed, menjembatani konektivitas Indonesia dan Tiongkok tidak cuma soal keuntungan dan dagang. Paparan global ini juga harus dirasakan oleh generasi muda Tanah Air. Dari sinilah layanan Eduverse Next Step lahir.

Next Step berekspansi menjadi konsultan pendidikan end-to-end yang fokus membantu mahasiswa Indonesia melanjutkan studi jenjang S1, S2, hingga S3 di berbagai kampus bergengsi Tiongkok. Beberapa di antaranya adalah Beijing Institute of Technology, Tianjin University, hingga Beijing Language and Cultural University. Sering kali, klien mereka juga mengajak generasi kedua penerus bisnis untuk ikut business trip sembari merencanakan studi.

“Dengan menyediakan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran. Karena kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Misi Sosial Pemuda dari Kampus ke Pelosok Negeri

Kesadaran tinggi Assed soal akses pendidikan dan pemerataan rupanya lahir dari pengalaman pribadinya. Pada 2009 silam saat masih berstatus mahasiswa FISIPOL UGM, ia adalah penerima beasiswa National Champion Scholarship dari Tanoto Foundation. Beasiswa ini membebaskannya dari keharusan part-time alias kerja sampingan, sehingga ia bisa fokus networking dan berorganisasi.

Pijakan inilah yang membentuk kepedulian sosialnya. Saat malang melintang bekerja sebagai konsultan bisnis hingga pelabuhan pada periode 2011-2014, Assed sering blusukan ke luar Pulau Jawa dan melihat langsung realitas pahit ketimpangan.

“Begitu jomplang jika dibandingkan dengan kehidupan di kota-kota besar di Jawa,” kata Assed.

Keresahan itu memanggilnya untuk bergabung dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara pada 2017. Lembaga inisiasi alumni SMA Taruna Nusantara ini fokus menggarap pemberdayaan sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Bersama anak-anak muda lainnya, Assed turun tangan langsung membangun fasilitas sosial di Poso, Sulawesi Tengah.

Bahkan, ada cerita tak terlupakan saat ia bertugas di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ada pengalaman unik juga ketika kami menjalankan program di NTB. Program utama kami sebenarnya adalah mendirikan fasilitas layanan kesehatan karena ini program kolaborasi antara yayasan dengan Kemenkes. Namun dalam perjalanannya, kami juga diminta untuk mendamaikan dua desa yang selama bertahun-tahun saling bermusuhan,” kenangnya di Jakarta.

Perjalanan panjang dari bangku kuliah, mendirikan perusahaan multinasional, hingga blusukan ke daerah terpencil membuat Assed menyadari satu hal krusial, yakni peran kekuatan anak muda. Baginya, anak-anak muda kreatif adalah motor penggerak paling potensial untuk membawa perubahan inklusif bagi Indonesia yang lebih merata.(**)

Scroll to Top