Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara terus mendorong penguatan budaya literasi yang tidak hanya berfokus pada kebiasaan membaca, tetapi juga melahirkan keberanian generasi muda untuk menulis dan menghasilkan karya.

Momentum Hari Buku Nasional menjadi pengingat penting bahwa pembangunan literasi harus mampu menciptakan generasi kreatif, berpikir kritis dan aktif berkarya bagi masa depan daerah.

Kepala DPK Kaltara, Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., mengapresiasi gerakan literasi yang dilakukan Muhammad Ramli, Juara 2 Duta Baca Kaltara, guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Ibnu Abbas Tarakan sekaligus Founder mudahmenulis.id, bersama para santri di Kota Tarakan, Rabu (20/5).

Menurut Ilham Zain, langkah yang dilakukan Muh. Ramli menjadi contoh nyata bahwa budaya menulis dapat tumbuh dari lingkungan sekolah melalui pendampingan yang konsisten.

“Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya,” kata Ilham Zain.

Melalui pendampingan intensif selama satu bulan dengan 10 kali pertemuan, Ramli membimbing para santri untuk membangun keberanian menulis, mulai dari memahami pentingnya literasi hingga menyusun tulisan pertama.

Hasil dari proses tersebut melahirkan tiga buku karya santri berjudul Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh.

Ilham Zain menilai lahirnya buku-buku tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan literasi secara berkelanjutan mampu membangun rasa percaya diri generasi muda dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Menurutnya, pembangunan budaya literasi tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif sekolah, guru, komunitas, keluarga dan masyarakat.

“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Ia berharap gerakan literasi serupa dapat berkembang di berbagai wilayah Kaltara sehingga semakin banyak generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya.

Melalui penguatan budaya literasi sejak dini, diharapkan lahir generasi muda Kaltara yang siap memberi kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (dkisp)

TARAKAN, MP – Penguatan pelayanan gereja dan pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi perhatian dalam Konferensi Wilayah Ke-4 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kalimantan Utara (Kaltara) yang dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., di Gedung GKII Jemaat Siloam Tarakan, Rabu (20/5) malam.

Dalam sambutannya, Wagub Ingkong mengapresiasi kontribusi GKII yang dinilai tidak hanya berperan dalam pembinaan iman, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat.

“GKII tidak hanya menjadi wadah pembinaan iman jemaat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, rukun dan berdaya saing,” kata Ingkong.

Ingkong turut menyampaikan selamat kepada jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) GKII yang terpilih dalam Konferensi Nasional GKII Tahun 2026 di Makassar.

Ia berpesan kepada kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi pelayanan mulai dari tingkat pusat hingga jemaat, termasuk menjangkau wilayah pedalaman dan perbatasan di Kaltara.

“Saya berharap para pemimpin yang telah dipercaya mampu membangun sinergi yang baik antara pusat, wilayah, daerah hingga jemaat,” ujarnya.

Ingkong menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pembangunan mental dan spiritual masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran GKII terus menjaga kekompakan, memperkuat pelayanan, serta membangun keluarga Kristen yang kuat sebagai fondasi terciptanya masyarakat harmonis.

“Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta membangun Kaltara yang maju, damai dan sejahtera,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Ingkong mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati dalam setiap perbedaan pandangan demi memperkuat persatuan dan pelayanan gereja. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Di balik semangat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), tersimpan harapan besar tentang masa depan generasi muda Kalimantan Utara (Kaltara). Harapan itu kini mulai terlihat, salah satunya melalui keberhasilan 12 putra-putri terbaik Kaltara yang lolos seleksi Sekolah Unggul Garuda Tahun Ajaran 2026.

Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menyinggung pentingnya menjaga tunas bangsa sesuai tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Menurut Denny, menjaga masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi juga diwujudkan melalui penyediaan pendidikan berkualitas.

“Kalau Sekolah Rakyat di Tarakan sudah mulai, insyaallah nanti di Bulungan dan Sekolah Garuda sudah ada di Kalimantan Utara,” ujar Denny.

Ia mengaku bersyukur karena sekitar 12 anak terbaik Kaltara berhasil lolos masuk Sekolah Unggul Garuda dari total 80 peserta yang mengikuti seleksi.

Bagi Denny, capaian itu bukan sekadar angka, melainkan gambaran bahwa generasi muda Kaltara memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkembang.

Saat ini, pembangunan gedung Sekolah Unggul Garuda di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor juga tengah berlangsung dan ditargetkan segera digunakan.

“Kalaupun belum selesai, kita siapkan cadangan di SMA Negeri 1. Tapi insyaallah semua berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Selain Sekolah Garuda, program Sekolah Rakyat di Tarakan mulai berjalan dan dipersiapkan berkembang ke Tanjung Selor.

Denny menegaskan bahwa pendidikan, di mana pun ditempuh, menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi penerus pembangunan daerah.

Melalui penguatan pendidikan, mulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga Sekolah Luar Biasa (SLB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berharap lahir lebih banyak generasi unggul yang kelak menjadi penerus pembangunan di Bumi Benuanta. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga dengan menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Pesan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Agatis, Rabu (20/5).

Membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, Sekprov Denny menyampaikan bahwa peringatan Harkitnas menjadi momentum refleksi atas lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, yang menandai awal tumbuhnya kesadaran berbangsa.

Menurutnya, semangat perjuangan saat itu menjadi tonggak perubahan dari perlawanan fisik menuju perjuangan melalui pemikiran dan diplomasi demi menjaga kedaulatan bangsa.

“Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” kata Denny.

Ia menegaskan, makna kebangkitan nasional terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Karena itu, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan dan pembangunan generasi muda sebagai aset bangsa.

Denny menyebut pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto tengah menjalankan sejumlah program strategis untuk memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan kesehatan.

“Kedaulatan pangan, kesehatan dan pendidikan kini sedang kita bangun sebagai salah satu ekosistem kesejahteraan yang utuh,” tegasnya.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga didorong melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi baru di tingkat desa.

Di akhir amanat, Denny mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Harkitnas sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital dan memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkasnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Telabang Bangsa Tanjung Selor bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. (dkisp)

TARAKAN, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) terus memperkuat transformasi digital guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Pemerintah Digital se-Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang resmi dibuka Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tarakan, Selasa (19/5).

Dalam sambutannya, Iskandar menegaskan transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan seluruh instansi pemerintah.

“Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan dan akuntabel,” kata Iskandar.

Ia menjelaskan penguatan transformasi digital sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital.

Menurutnya, seluruh instansi pemerintah dituntut memperkuat digitalisasi dokumen, integrasi data dan keterpaduan layanan digital nasional secara menyeluruh.

“Kolaborasi dan sinergi antar pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi di Kaltara,” ujarnya.

Ia menyebutkan upaya bersama yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil positif. Indeks SPBE Provinsi Kaltara meningkat menjadi 3,87, Kabupaten Nunukan 3,49 dan Kabupaten Tana Tidung 3,25.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan digital di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Tahun 2026 akan menjadi momentum penting dalam menghadapi evaluasi indeks pemerintahan digital yang tidak hanya menilai sistem dan aplikasi, tetapi juga integrasi layanan, tata kelola, keamanan informasi serta dampak nyata pelayanan digital kepada masyarakat,” jelasnya.

Di akhir sambutan, Iskandar berharap forum ini mampu menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun solusi dan rencana aksi konkret guna meningkatkan indeks pemerintahan digital di seluruh wilayah Kaltara.

“Mari jadikan momentum ini sebagai langkah nyata memperkuat komitmen bersama mewujudkan Kaltara yang maju, adaptif dan berdaya saing melalui taat kelola pemerintahan digital yang handal, terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” tutupnya. (dkisp)

Wagub Minta Peserta Tunjukkan Kemampuan Terbaik

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi memulai tahapan Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi dan Nasional Perwakilan Kaltara Tahun 2026 sebagai upaya menyiapkan generasi muda berkarakter, disiplin dan berjiwa nasionalis.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., membuka secara resmi kegiatan seleksi yang berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (18/5) malam.

Dalam sambutan tertulis Gubernur, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang merupakan siswa-siswi terbaik utusan kabupaten dan kota di Kaltara.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya mengucapkan selamat kepada para siswa-siswi yang terpilih menjadi peserta calon Paskibraka,” kata Ingkong.

Ia mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius, penuh tanggung jawab, serta menjaga kesiapan mental dan fisik.

Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris, tetapi juga tentang dedikasi, ketangguhan mental, disiplin dan semangat kebangsaan.

Ingkong menegaskan proses seleksi memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya di wilayah perbatasan negara seperti Kaltara.

Selain kepada peserta, ia juga berpesan kepada panitia dan tim seleksi agar menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kejujuran, objektivitas dan integritas.

“Kita harus memastikan bahwa Paskibraka yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik yang layak menjadi wakil Kaltara di tingkat provinsi maupun nasional, guna mengharumkan nama Bumi Benuanta yang kita cintai ini” tegasnya.

Pemprov Kaltara berharap peserta yang terpilih nantinya mampu menjadi teladan, agen perubahan dan pembawa pengaruh positif di lingkungan masyarakat.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan prosesi penyematan nomor dada peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian seleksi Paskibraka Tahun 2026. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengajak seluruh perangkat daerah meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ajakan itu disampaikan Denny saat memimpin apel pagi gabungan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Lapangan Agatis, Senin (18/5).

Dalam arahannya, Denny meminta pengguna barang, pengurus barang, dan bendahara di setiap perangkat daerah melakukan pengecekan status pajak kendaraan dinas yang digunakan.

“Saya mohon bantuan dan kerja sama kepada pengguna barang, pengurus barang, dan bendahara untuk melihat seluruh pajak kendaraan bermotor yang ada di perangkat daerah masing-masing,” kata Denny.

Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi pelopor dalam mendukung peningkatan PAD, termasuk melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan.

Selain itu, Denny juga mengingatkan surat edaran Kementerian Pendidikan Tinggi terkait pelaksanaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 yang diperingati serentak pada 20 Mei mendatang.

Di akhir amanat, ia menyampaikan pesan motivasi tentang pentingnya disiplin, konsistensi, pengalaman, dan nilai spiritual dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

“Kita boleh kalah dalam pintar, tapi harus menang dalam disiplin. Kalah dalam modal, harus menang dalam konsisten. Kalah dalam pendidikan, harus menang dalam pengalaman,” ujarnya.

Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi ASN untuk terus meningkatkan integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menegaskan pentingnya evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai upaya memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi secara optimal.

Pesan itu disampaikan saat membuka secara resmi Workshop Peningkatan Kapasitas Evaluator Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal Kabupaten/Kota se-Kaltara, di Aula Tebengang Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltara, Tanjung Selor, Senin (18/5).

Mewakili Gubernur Kaltara, Sekprov Denny menyampaikan apresiasi kepada narasumber, peserta dan seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, evaluasi LPPD merupakan kewajiban kepala daerah sekaligus instrumen penting dalam mengukur kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Indikator-indikator yang ada dalam LPPD merupakan hal paling mendasar yang harus kita laksanakan sebagai pemerintah daerah,” kata Denny.

Ia menjelaskan, bagi pemerintah pusat, LPPD menjadi salah satu acuan pembinaan pemerintah daerah guna meningkatkan kinerja dan mendukung tujuan penyelenggaraan otonomi daerah berdasarkan prinsip good governance.

Selain itu, Denny menekankan pentingnya pencapaian SPM dalam urusan pelayanan dasar.

“Kita sedang bicara tentang pemenuhan hak-hak paling mendasar masyarakat Kaltara. Jika target SPM tidak tercapai, artinya ada hak masyarakat yang belum tertunaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, SPM merupakan pilar utama untuk memastikan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum, hingga sosial dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh dan berkualitas.

Adapun capaian SPM di kabupaten/kota se-Kaltara menunjukkan tren peningkatan. Provinsi Kaltara berhasil mencapai 100 persen pada 2024 dan 2025, sementara sejumlah daerah lain juga mengalami peningkatan signifikan.

Denny juga menyoroti pentingnya peran Inspektorat sebagai aparat pengawasan intern pemerintah dalam mengawal implementasi SPM.

“Kita bukan sekadar penonton, melainkan motor penggerak, pengawal, sekaligus evaluator yang memastikan implementasi SPM berjalan sesuai regulasi, tepat sasaran dan akuntabel,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dan standar pelayanan minimal.

“Dengan terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan prinsip good governance, kita dapat membawa Kalimantan Utara semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching aplikasi Siwaspada (Sistem Informasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah). (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui operasionalisasi 112 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini siap beroperasi di seluruh wilayah Kaltara.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, saat mengikuti peresmian nasional 1.061 KDKMP secara virtual dari Aula KDKMP Tanjung Selor, Sabtu (16/5/2026).

Dalam laporannya kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Ingkong menyebutkan sebanyak 112 titik KDKMP di Kaltara telah siap beroperasi penuh. Dari jumlah tersebut, 30 titik berada di wilayah Kabupaten Bulungan.

“Izin Bapak Presiden, izin melaporkan jumlah KDKMP di wilayah kami, Kalimantan Utara sejumlah 112 titik,” kata Ingkong.

Ia mengungkapkan, salah satu titik yang menjadi perhatian berada di KDKMP Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, yang diproyeksikan melayani sekitar 35.365 penduduk.

“Saya saat ini berada di KDKMP Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, dengan jumlah masyarakat 35.365 penduduk,” ungkapnya.

Ingkong menjelaskan pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada 11 Januari 2026 dan selesai pada 3 Mei 2026 dengan total waktu pengerjaan selama 113 hari.

“KDKMP ini mulai dibangun tanggal 11 Januari 2026 dan selesai dibangun tanggal 3 Mei 2026. Total pembangunan selama 113 hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ingkong turut menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas dukungan terhadap penguatan ekonomi desa melalui program koperasi.

“Kami mewakili masyarakat Provinsi Kalimantan Utara sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena dengan adanya KDKMP, ekonomi di desa-desa akan bertumbuh dengan baik,” ucapnya.

Ia menambahkan masyarakat menyambut program tersebut dengan antusias karena dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa.

“Masyarakat kami juga sangat antusias menyambut KDKMP yang dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk desa kami,” tambahnya.

Selain itu, program KDKMP merupakan implementasi kebijakan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Nomor 100.4.4/4155/SJ yang menginstruksikan dukungan pemerintah daerah hingga tingkat desa dalam mengawal operasional koperasi.

“Melalui 112 titik KDKMP ini, Pemprov Kaltara berharap penguatan rantai pasok lokal, ketahanan pangan nasional dan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya. (*)

TARAKAN, MP – Ratusan imam masjid dari berbagai wilayah di Kota Tarakan berkumpul dalam suasana hangat dan penuh keakraban pada pelantikan dan pengukuhan Pimpinan Daerah (PD) Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kota Tarakan, berlangsung di Aula Serba Guna Malabar Coffee & Resto, Minggu (17/5).

Momentum yang dirangkai dengan halal bihalal itu tidak hanya menjadi ajang pengukuhan kepengurusan baru, tetapi juga mempererat silaturahmi antar imam, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara dan sejumlah tokoh masyarakat.

Di hadapan para imam, Gubernur Zainal menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kaltara, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” kata Zainal.

Menurutnya, IPIM memiliki peran strategis dalam membina umat, menjaga ukhuwah islamiah, serta memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan moral, spiritual dan sosial masyarakat.

Ia menegaskan bahwa imam masjid tidak hanya berperan memimpin ibadah, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.

Selain itu, momentum halal bihalal yang dirangkaikan dengan pelantikan dinilai penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga persatuan dan kekompakan masyarakat.

Zainal berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan manfaat nyata melalui penguatan pembinaan spiritual masyarakat serta menjaga suasana yang harmonis dan kondusif di daerah.

“Semoga kepengurusan ini dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan bersama-sama menjaga persatuan serta kekompakan,” tutupnya.

Pelantikan PD IPIM Kota Tarakan dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) IPIM Kaltara H. Basmar, S.Ag., M.M. (dkisp)

Scroll to Top