Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

NUSANTARA, MP – Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin banyak yang mulai beroperasi. Salah satunya adalah Qubika Boutique Hotel Nusantara, investasi swasta murni pertama yang telah berjalan dan meraih keuntungan di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. Di bawah naungan PT Indonesia Kubika Nasional, Qubika hadir bukan hanya menambah ragam sarana akomodasi, namun juga sebagai simbol optimisme investor awal terhadap masa depan IKN.

Hotel yang berdiri melalui skema kerja sama sewa lahan dengan PT Karya BSH Mandiri (bagian dari BSH Community Hub IKN) ini mulai dibuka secara terbatas saat periode libur Lebaran 2025.

“Banyak tamu yang bertanya apakah Qubika sudah beroperasi? Akhirnya kami putuskan untuk membuka, guna menjawab kebutuhan penginapan yang semakin meningkat di IKN,” ujar Ferry Angkawidjaya, Direktur Qubika Boutique Hotel Nusantara.

Baca juga: Gubernur Kaltim Dampingi Menteri PPPA dan Gubernur Jatim ke IKN

Respons masyarakat sangat menggembirakan. Sejak hari pertama, permintaan kamar terus berdatangan, mulai dari wisatawan hingga perwakilan instansi pemerintahan yang memiliki agenda di IKN. “Tingkat demand hunian di sini sangat tinggi. Bahkan, dari pengalaman kami membuka hotel pertama di Gading Serpong pun, awal okupansi di IKN ini jauh lebih menjanjikan. Kami melihat betul betapa besarnya potensi ekonomi di sini,” tambah Ferry.

Keunggulan Qubika tak hanya terletak pada lokasi, namun juga pada konsepnya yang unik. Hotel ini dibangun dengan pendekatan eco-friendly yang mengutamakan sustainability, memanfaatkan kontainer bekas yang telah dimodifikasi menjadi hunian modern yang nyaman. Qubika memiliki 206 kamar, 6 ruang pertemuan, ballroom berkapasitas hingga 700 orang, dan restoran yang mampu menampung 300 orang.

“Kami ingin menjawab kebutuhan instansi dan masyarakat yang datang ke IKN, baik untuk urusan bisnis maupun wisata. Konsep industrial dan berkelanjutan menjadi pembeda kami,” jelas Ferry.

Keberhasilan awal Qubika tidak lepas dari peran aktif Otorita IKN dalam memberikan dukungan sejak awal proses investasi. “Kami merasa sangat didampingi oleh Otorita IKN. Semua proses berjalan lancar berkat respons cepat dan sikap suportif dari mereka. Hal ini yang membangun kepercayaan kami untuk terus berkembang di sini,” ujarnya.

Baca juga: Dapat Dukungan ADB, Pembangunan IKN Terus Berlanjut

Dari sisi pemerintah, langkah seperti ini memang diharapkan menjadi pemantik investasi sektor swasta lainnya. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa Qubika adalah contoh nyata bagaimana IKN terbuka dan ramah terhadap pelaku usaha.

“Kami menyambut baik investasi swasta seperti Qubika yang bergerak cepat, kreatif, dan berani menjadi pelopor. Kehadiran mereka membuktikan bahwa IKN bukan hanya visi masa depan, tapi sudah menjadi kenyataan hari ini. Ini adalah sinyal positif bagi investor lain bahwa IKN adalah tempat yang prospektif untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Agung.

Selain dampak ekonomi, kehadiran Qubika juga membawa manfaat sosial, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal, “Kami sudah mempekerjakan beberapa warga dari sekitar IKN. Kami percaya, tumbuh bersama masyarakat adalah bagian dari kesuksesan berinvestasi di sini,” tutur Ferry.

Melihat peluang yang terbuka lebar, Qubika berencana untuk terus memperluas usahanya di IKN. “Saat ini, pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya di IKN masih memiliki peluang yang sangat besar. Kami sangat optimis,” tutup Ferry.

Kehadiran Qubika Boutique Hotel Nusantara menandai fase baru bagi IKN dari pembangunan, menuju perputaran ekonomi riil. Investasi telah bergulir, bisnis telah berjalan, dan keuntungan mulai dirasakan. Qubika menjadi bukti bahwa bagi investor yang bergerak lebih awal bahwa IKN bukan hanya tempat membangun, tetapi juga tempat untuk tumbuh.(**)

NUSANTARA, MP – Indonesia, khususnya Pulau Kalimantan, dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Hutan tropisnya menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, termasuk satwa liar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam konteks ini, interaksi manusia dengan makhluk hidup lain di alam menjadi sesuatu yang tidak terelakkan, terlebih ketika pembangunan dan konservasi berjalan beriringan.

Oleh karena itu, pemahaman tentang bagaimana hidup berdampingan secara harmonis dengan satwa liar menjadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip ini, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Konflik antara Manusia dan Satwa Liar bagi pegawai Otorita IKN, di Auditorium Kantor Otorita IKN.

Baca juga: Kepala Otorita: Percepatan Pembangunan IKN Signifikan

Pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali para pegawai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi potensi interaksi negatif dengan satwa liar di kawasan IKN.

“Ketika suatu wilayah disebut sebagai kota hutan, akan ada konsekuensi yang harus kita hadapi, termasuk dalam upaya memulihkan kembali ekosistem hutan tropis. Artinya, kita berusaha mengembalikan rumah yang telah hilang bagi satwa yang ada. Pada saat itu, pertanyaannya apakah kita semua akan merasa nyaman atau tidak hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya? Di sinilah tantangan yang harus kita hadapi,” ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri (07/05/2025).

 

 

Acara pelatihan ini dimoderatori oleh Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, dan menghadirkan narasumber ahli, yaitu Bambang Hari Trimarsito selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalimantan Timur serta drh. Agus Irwanto dan drh. Agnes Pratamiutami dari BOSF.

Dalam pelatihan ini, para pegawai Otorita IKN mendapatkan pembekalan materi mulai dari cara berinteraksi yang aman dan tepat dengan satwa liar, pemahaman tentang landasan hukum dalam perlindungan satwa, langkah-langkah pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar, hingga teknik pertolongan pertama saat menghadapi konflik di lapangan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Dampingi Menteri PPPA dan Gubernur Jatim ke IKN

IKN dibangun dengan konsep menyatu dan serasi dengan alam. Dalam perspektif ini, satwa liar tidak lagi dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian penting dari komunitas ekosistem yang turut menjaga keseimbangan lingkungan. Satwa liar diharapkan menjadi teman, bahkan sahabat bagi warga IKN.

Dengan semangat hidup berdampingan ini, pembangunan IKN bukan hanya soal membangun infrastruktur modern, tetapi juga membentuk kesadaran baru untuk hidup selaras dengan alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.(**)

IBUKOTA NUSANTARA, MP – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan adanya percepatan signifikan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berlokasi di Kalimantan Timur. Berbagai proyek strategis kini telah mencapai tahap akhir proses tender dan dijadwalkan untuk penandatanganan kontrak pada 21 Mei 2025 mendatang.

Basuki menjelaskan bahwa percepatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan IKN. Ia menyatakan bahwa proses tender telah dimulai dan akan mencapai puncaknya dengan penandatanganan kontrak pada akhir Mei. “Bahkan ini bakal lebih ramai lagi pada 21 Mei. Sudah ada kontrak penandatanganan pekerjaan. Makanya kami sudah tender tanggal 21 ini,” ujarnya, Rabu, 07/05.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah fokus menyelesaikan proyek-proyek prioritas di IKN, termasuk pembangunan jalan tol menuju kawasan istana, gedung kantor Wakil Presiden, serta masjid negara yang menjadi ikon spiritual nasional.

Selain proyek infrastruktur inti, sektor permukiman dan kawasan perumahan juga menjadi perhatian utama. OIKN memastikan bahwa pembangunan hunian yang layak dan terintegrasi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan kawasan ini.

Dalam hal pendanaan, Basuki menyebut skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) telah berhasil menjaring investasi hingga Rp 132 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun berbagai infrastruktur seperti hunian, jalan, sarana dan prasarana strategis, serta kanal multi-utility hasil kolaborasi dengan pihak swasta.

Tak hanya proyek pemerintah, sektor swasta juga dilibatkan secara aktif. Basuki mengungkapkan bahwa berbagai investasi murni swasta, termasuk pembangunan hotel, rumah makan, arena pacuan kuda, hingga taman safari kini tengah dalam tahap persiapan. Lahan telah tersedia dan proses investasi sedang berjalan.

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan tugas khusus kepada Basuki untuk menuntaskan pembangunan ekosistem legislatif dan yudikatif di kawasan IKN. Target penyelesaian pembangunan lembaga-lembaga negara ini ditetapkan pada akhir 2027 atau awal 2028.

Basuki menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya difokuskan pada aspek fisik. Pemerintah juga menjalankan program-program yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat lokal, terutama warga di Kecamatan Sepaku yang menjadi pusat pengembangan kawasan.

Ia menyampaikan bahwa proses perencanaan kawasan dilakukan secara partisipatif. Masyarakat setempat dilibatkan sejak awal untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Jadi, bukan kami desain lalu dibicarakan ke masyarakat, tetapi sebaliknya kami dengar dulu aspirasi masyarakat, baru kami desain dan kembalikan untuk disetujui,” tutup Basuki. (rls/red)

NUSANTARA, MP  Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar kegiatan penanaman pohon bersama keluarga besar Otorita IKN di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, pada Selasa pagi (06/05/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman pohon rutin dua mingguan yang dilakukan ASN OIKN,  sebuah wujud upaya mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan.

Sebanyak 712 bibit pohon ditanam dalam kegiatan ini, yang meliputi berbagai jenis pohon kayu-kayuan dan buah-buahan seperti mahoni, manggis, sukun, nyamplung, angsana, ketapang kencana, trembesi, pulai, manai, dan kopi.

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, jajaran eselon I dan II Otorita IKN, seluruh pegawai Otorita IKN, serta Dharma Wanita Persatuan Otorita IKN sebagai wujud keterlibatan menyeluruh dalam pembangunan kota hutan yang partisipatif dan inklusif.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung secara rutin setiap dua minggu dengan cakupan total lahan penanaman mencapai 80 hektare.

“Ini menjadi gaya hidup kita. Dua minggu sekali kita menanam, tidak hanya di KIPP tapi juga nanti di Miniatur Hutan Hujan Tropis. Kita mulai sekarang dan lihat hasilnya 15 tahun lagi,” ujar Basuki.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan kebiasaan mencintai lingkungan terutama bagi seluruh pegawai Otorita IKN.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran untuk mencintai kota hutan melalui kegiatan penanaman ini. Kota hutan yang baik adalah kota hutan yang dibangun bersama, secara partisipatif,” ujar Myrna. Ia menambahkan bahwa penanaman hari ini didominasi oleh jenis kayu-kayuan dan beberapa pohon buah-buahan.

Selain penanaman pohon, Otorita IKN juga memfasilitasi pembentukan komunitas urban farming untuk ASN di IKN. Inisiatif ini bertujuan mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, sekaligus menambah ruang hijau di lingkungan KIPP.

Melalui dua kegiatan ini, Otorita IKN memperkuat komitmennya untuk membangun Ibu Kota Nusantara sebagai kota hijau yang berkelanjutan, bukan hanya melalui perencanaan tetapi juga lewat aksi nyata. (rud/red)

NUSANTARA, MP – Beragam lembaga internasional terus menunjukkan minatnya untuk urun andil dalam membangun Nusantara. Salah satunya adalah kolaborasi signifikan yang terjalin dengan Asian Development Bank (ADB) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada 5 Mei 2023,

Terkait Kolaborasi Perencanaan Kota Hutan Netral Karbon untuk Ibu Kota Nusantara. Sebagai wujud komitmen, ADB telah memberikan dukungan konkret berupa bantuan teknis dan penyediaan tenaga ahli senilai Rp75 miliar, yang mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi pembangunan IKN.

Selain ADB, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) juga menunjukkan minat yang kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Nusantara. Hal ini diawali dengan pengajuan Letter of Interest pada 29 Agustus 2023, yang kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan Presiden AIIB ke Jakarta dan pertemuan bilateral pada 11 Maret 2025. Pertemuan tersebut mengindikasikan potensi persetujuan pinjaman dari AIIB senilai sekitar USD 1 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di Ibu Kota Nusantara.

Untuk memastikan kesiapan administratif dan teknis para pegawai Otorita IKN dalam mengakses dan mengelola pembiayaan internasional, Otorita IKN bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas juga telah menggelar kegiatan capacity building. Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan kapasitas Otorita IKN sebagai instansi yang professional dalam mengelola dana pembangunan yang bersumber dari pembiayaan internasional, dimulai dengan tatacara penyusunan dokumen usulan proyek yang berkualitas ke dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM/Blue Book).

“Dukungan yang kami terima dari lembaga-lembaga internasional seperti ADB dan AIIB menunjukkan bahwa visi Nusantara sebagai kota dunia untuk semua mendapat pengakuan global. Kami terus memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan dilandasi tata kelola pembiayaan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Agung Wicaksono, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga diperkuat oleh kolaborasi global yang progresif. Komitmen ini menegaskan posisi IKN sebagai proyek strategis nasional yang terbuka, berkelanjutan, dan kolaboratif.(**)

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Media Kaltim menggelar Nusantara Fun Run di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dalam rangka mewujudkan gaya hidup yang sehat di IKN, Pada Minggu, 04 Mei 2025,.

 

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WITA dengan flag off oleh Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin; CEO Media Kaltim Agus Susanto; dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal.

Peserta yang berjumlah lebih dari dua ribu orang menempuh rute yang dimulai dari Istana Negara, melalui Sumbu Timur, Titik Nol, Sumbu Barat, dan berakhir di Sentra Massa di Plaza Seremoni.

CEO Media Kaltim Agus Susanto menjelaskan, acara ini bukan hanya sebagai sarana olahraga, namun juga sebagai bentuk kolaborasi dalam menyambut wajah baru Indonesia di IKN. Agus juga menyampaikan apresiasinya atas partisipasi para pelari dari berbagai wilayah di Indonesia yang telah mengikuti Nusantara Fun Run.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi–tingginya atas kehadiran dan partisipasi seluruh runner, yang hadir bukan saja dari Kaltim tetapi juga dari beberapa daerah di luar Kaltim, dari catatan kami ada 31 daerah dari seluruh Indonesia yang hadir pada hari ini, jadi terima kasih bapak ibu semua,” ujar Agus.

Mewakili Gubernur Kaltim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kaltim Muhammad Faisal juga mengungkapkan dukungannya agar kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin, sebagai cara untuk menunjukkan eksistensi IKN.

“Beliau (Gubernur Kaltim) menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada Otorita IKN dan Media Kaltim. Mudah – mudahan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan dengan rutin. Beliau berpesan mari kita sampaikan kepada seluruh masyarakat Kaltim dan seluruh Indonesia bahwa IKN ini ada dan terus membangun,” ujar Muhammad Faisal.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin menambahkan, kegiatan ini juga berfungsi untuk memperkaya ekosistem IKN dan mendukung pola hidup sehat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk tatanan hidup yang sesuai dengan rencana induk pembangunan IKN, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga pada pembangunan manusianya.

“Pembangunan Ibu Kota Nusantara bukan sekedar pembangunan gedung, tapi lebih daripada itu juga pembangunan manusia, kita akan menjadi warga dunia karena IKN adalah kota dunia untuk semua,” tutup Alimuddin.

Turut hadir juga dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi; Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN Troy Pantouw; Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi; Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto; Direktur Pengelolaan Gedung dan Kawasan Perkotaan, Desiderius Viby Indrayana; Pimpinan Bank Indonesia Ibu Kota Nusantara, Novyanto; dan Rektor Universitas Balikpapan Isradi Zainal.

Otorita IKN mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan selama kegiatan Nusantara Fun Run berlangsung.

NUSANTARA, MP – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan pentingnya menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu elemen kunci dalam pembangunan IKN. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen Otorita IKN dalam mempercepat kehadiran investor bidang pendidikan di IKN. 

Otorita IKN menyelenggarakan rapat percepatan pembangunan bersama para investor pelopor di sektor pendidikan. Rapat ini merupakan bagian dari komitmen Otorita IKN untuk mempercepat realisasi pembangunan beragam fasilitas pendidikan di IKN.  

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah investor pelopor yang telah menunjukkan komitmen kuat untuk berinvestasi dalam pembangunan institusi pendidikan di IKN. Di antaranya adalah: Yayasan Jakarta International School (Nusantara Intercultural School/NIS), PT AIS Property Asia (Australian Independent School/AIS), PT Nusantara Selaras Sejati (Sekolah Terpadu Al Azhar Nusantara), PT PAM Cendekia Balikpapan (Bina Bangsa School), Universitas Negeri Surabaya (PSDKU), PT Utama Gunadarma Komunika (Universitas Gunadarma), dan PT Patra Jasa (Pusat Riset Pendidikan Tinggi dan Nusantara Sustainability Hub). 

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh terhadap keberlanjutan pembangunan IKN, khususnya dalam sektor pendidikan. Otorita IKN menjamin akan terus mengawal kelancaran proses pembangunan oleh para investor pelopor di sektor pendidikan melalui dukungan teknis, administratif, dan dukungan pembangunan infrastruktur dasar. 

“Pemerintah tidak hanya menjamin kepastian hukum dan kelanjutan pembangunan, tetapi juga memberikan kemudahan proses perizinan untuk investor termasuk para penyelenggara pendidikan. Karena salah satu yang diharapkan oleh ASN dalam kepindahan ke IKN adalah ketersediaan sarana pendidikan yang berkualitas,” ujar Agung di Jakarta. 

Dari sisi infrastruktur, Otorita IKN memastikan bahwa di seluruh lokasi proyek para investor pelopor sedang dibangun infrastruktur pendukungnya, terutama untuk aksesibilitas. Otorita IKN juga menjamin dukungan infrastruktur tidak hanya selama proses konstruksi, tetapi juga pasca penyelesaian pembangunan. 

Untuk mendukung kelangsungan operasional institusi pendidikan tersebut, Otorita IKN tengah menyiapkan strategi peningkatan captive demand, yaitu menciptakan basis pengguna tetap atau populasi yang stabil dan berkelanjutan yang membutuhkan layanan pendidikan di IKN, termasuk berbagai upaya untuk melengkapi ekosistem kota untuk menyambut   pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN. Selain itu, bersama Kementerian Luar Negeri, Otorita IKN juga tengah merancang insentif bagi pembangunan kantor-kantor perwakilan diplomatik di kawasan IKN. 

Melalui langkah strategis ini, Agung berharap sektor pendidikan dapat tumbuh dan berkembang secara progresif sebagai bagian penting dari ekosistem IKN yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Kami di Otorita IKN akan terus mengawal dan tentunya kami ucapkan terima kasih atas segala dukungan, mudah-mudahan ekosistem pendidikan di IKN dapat segera terwujud, karena IKN bukan hanya membangun fisik tetapi membangun manusia. Sehingga peran bapak/ibu sekalian sangat penting,” pungkas Agung.(rud/red)

Balikpapan, 2 Mei 2025 – Pemerintah Indonesia terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Pulau Kalimantan, khususnya dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang kini menjadi sorotan adalah pembangunan jalan tol Balikpapan–IKN–Penajam–Banjarmasin, yang akan menjadi tulang punggung konektivitas antarprovinsi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa tol ini akan menjadi jalan tol antarpulau pertama di Indonesia yang membentang lebih dari 200 km dan melintasi kawasan pesisir, hutan lindung, serta wilayah IKN. Proyek ini juga mencakup pembangunan jembatan tol sepanjang 7,5 km yang menghubungkan Teluk Balikpapan dan Penajam Paser Utara, dengan target selesai pada kuartal III tahun 2025.

“Ini bukan sekadar tol, tapi penggerak ekonomi kawasan Kalimantan. Konektivitas dari Balikpapan hingga Banjarmasin akan memangkas waktu tempuh dari 12 jam menjadi hanya 4–5 jam,” ujar Basuki dalam konferensi pers di Balikpapan.

Spesifikasi Jalan Tol:

  • Total Panjang: ±210 km

  • Seksi 1: Balikpapan – IKN (57 km)

  • Seksi 2: IKN – Penajam – Batu Licin (80 km)

  • Seksi 3: Batu Licin – Banjarmasin (73 km)

  • Investasi: ±Rp38 triliun

  • Sumber dana: APBN, KPBU, dan investasi swasta

Proyek ini telah melalui tahap pembebasan lahan lebih dari 70% dan mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar, terutama karena memberikan peluang kerja lokal serta mendorong pertumbuhan kawasan industri di sepanjang jalur tol.

Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengungkapkan optimismenya bahwa tol ini akan menjadi pemicu pemerataan pembangunan di Kalimantan. “Dengan tol ini, hasil pertanian dan tambang dari daerah seperti Tanah Bumbu atau Paser bisa langsung dikirim ke pelabuhan di Balikpapan atau ke pusat logistik IKN,” jelasnya.

Pemerintah pusat juga menggandeng mitra dari Jepang dan Korea Selatan dalam studi struktur jembatan dan sistem pengelolaan lalu lintas berbasis smart mobility. Dalam desain akhir, tol ini akan dilengkapi dengan area istirahat bertema eco-park dan panel surya di sepanjang lintas.

NUSANTARA, MP – Optimisme terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap perubahan iklim semakin nyata dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh Otorita IKN. Salah satunya adalah melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengarusutamaan pendekatan pembangunan yang inovatif dan berbasis ilmu pengetahuan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Otorita IKN bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dengan dukungan dari Pemerintah Australia menyelenggarakan kuliah umum dalam program pengembangan kapasitas bertajuk Kota Peka Air – sebuah pendekatan untuk mengoperasionalkan visi Kota Spons bagi Ibu Kota Nusantara. Kegiatan ini digelar di Auditorium Kantor Otorita IKN, Nusantara, pada Selasa (29/04/2025).

Kegiatan ini didukung dan difasilitasi oleh Asian Development Bank (ADB) dengan pendanaan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) melalui program Sustainable Infrastructure Assistance Program Phase 2 (SIAP2), yang merupakan mitra aktif dalam pembangunan OIKN.

Dalam kesempatan tersebut, materi utama disampaikan oleh Profesor Tony Wong dari Monash University, yang diakui secara internasional atas kepemimpinannya dalam pengembangan desain perkotaan yang peka terhadap air atau Water Sensitive Urban Design, dengan latar belakang yang kuat di bidang konsultasi teknik, penelitian, dan akademik.

Prof. Wong telah memimpin berbagai proyek desain urban yang meraih penghargaan dan berkontribusi besar dalam redefinisi tata kota berkelanjutan. Pada tahun 2010, ia dianugerahi Sir John Holland Award sebagai Insinyur Sipil Terbaik Australia, dan dikenal luas sebagai tokoh yang mendefinisikan paradigma baru dalam perancangan lingkungan perkotaan yang menggabungkan kreativitas, ketelitian teknis, dan keilmuan.

Program pengembangan kapasitas ini memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Nusantara sebagai kota yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga adaptif terhadap tantangan lingkungan dan sosial. Dengan pendekatan Kota Spons, pembangunan kota diharapkan mampu memperkuat ketahanan terhadap krisis air dan perubahan iklim, sekaligus menghadirkan ruang kota yang sehat, hijau, dan layak huni bagi semua.

Kegiatan ini merupakan bagian dari empat tahapan utama dalam program pengembangan kapasitas yaitu kelas pengantar, hari pendampingan teknis berbasis lapangan, pelatihan daring, dan pelatihan kelompok secara hybrid. Seluruh rangkaian dirancang untuk membangun pemahaman teknis, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat kompetensi lokal dalam mendesain dan mengelola ruang kota yang peka terhadap air.

Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan “Kami percaya bahwa pembangunan IKN harus berpijak pada prinsip-prinsip keberlanjutan dan inovasi. Melalui kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional terkemuka, seperti ADB dan DFAT, kami ingin memastikan bahwa Nusantara dibangun dengan visi jangka panjang yang selaras dengan kebutuhan generasi masa depan.”

Sejalan dengan semangat tersebut, jajaran pimpinan Otorita IKN turut menekankan pentingnya pendekatan ini dalam konteks perencanaan dan pengelolaan lingkungan kota Nusantara secara holistik.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyoroti pentingnya integrasi desain yang peka terhadap air dalam kerangka perencanaan tata ruang jangka panjang, ia mengatakan “Kota yang tangguh dan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada bagaimana kita merancang ruang yang mampu beradaptasi secara alami dengan siklus air. Pendekatan ini akan memperkuat landasan perencanaan IKN sebagai kota yang resilien dan berketahanan iklim.”

Sementara itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, menekankan pentingnya kolaborasi lintas keilmuan dan nilai-nilai ekologis dalam membangun IKN sebagai kota masa depan.

“Kota Peka Air bukan sekadar konsep teknis, melainkan pendekatan yang menyatukan prinsip ekologis, sosial, dan budaya dalam satu kesatuan. Dengan program seperti ini, kita membangun fondasi pemahaman lintas sektor yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan IKN sebagai kota berkelanjutan sejati,” Pungkasnya. (rud/red)

NUSANTARA, MP – Ajak masyarakat Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalani gaya hidup sehat, Otorita IKN menggandeng Pegadaian dan Bank Negara Indonesia (BNI) menyelenggarakan peluncuran program Nusantara Sehat yang berlangsung di Plaza Ceremony, Nusantara pada Minggu (27/04/).

Program Nusantara Sehat diinisiasi sebagai aktivasi kegiatan masyarakat, guna mendorong keseimbangan antara rutinitas pekerjaan dengan aktivitas rekreatif yang mendukung kebugaran dan kesehatan. Kegiatan ini berhasil menarik antusiasme sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan.

Acara dimulai dengan gerak jalan santai menyusuri jalur forest trail yang hijau nan asri di Plaza Ceremony. Dilanjutkan dengan sesi pemanasan dan senam aerobik zumba yang dipandu instruktur profesional serta diiringi musik enerjik yang membangkitkan semangat para peserta.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik, Nusantara Sehat juga menjadi ruang interaksi sosial yang menyatukan masyarakat dari beragam latar belakang, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja konstruksi, hingga warga dari sekitar kawasan IKN seperti Samarinda dan Balikpapan.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menekankan pentingnya membentuk budaya hidup sehat dan kebiasaan baik di lingkungan IKN.

“Sebagai masyarakat pionir di IKN, kita perlu membentuk kebiasaan baik, termasuk menjaga kesehatan, agar dapat menjadi contoh yang baik bagi calon penduduk Nusantara ke depan,” ujar Alimuddin.

“IKN bukan hanya di sini, ini adalah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tapi wilayah IKN mencakup enam kecamatan yang luas. Karena itu, penting bagi kita yang tinggal pertama di sini untuk memulai pola hidup sehat dari sekarang,” tambahnya.

Selain aktivitas fisik, masyarakat juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Mayapada Nusantara. Acara turut dimeriahkan dengan panggung hiburan, doorprizemenarik, serta ragam kudapan dan minuman segar dari berbagai tenant.

“Banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan ini. Sangat menghibur, apalagi banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi. Ini bisa jadi ajang penyegaran juga,” ungkap Junaidi, salah satu petugas keamanan di KIPP yang turut serta dalam kegiatan ini.

Nantinya Nusantara Sehat akan menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan di tiap bulannya, diikuti dengan kegiatan kerja bakti bersama guna menjaga kebersihan ibu kota kita semua.

Melalui peluncuran Nusantara Sehat, terbentuk ekosistem kota yang tidak hanya modern dan inklusif, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan program serupa di seluruh kawasan IKN ke depannya.(**)

Scroll to Top