Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

NUSANTARA, mandaupostEnam perusahaan swasta tandatangani perjanjian kerja sama untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan total nilai investasi mencapai Rp3,65 triliun. Penandatanganan ini berlangsung di Kantor Otorita IKN yang baru beroperasi 3 bulan ini di Nusantara, pada Rabu (21/05/2025).

Keenam perusahaan yang menandatangani kerja sama berasal dari sektor kuliner, perhotelan, pendidikan, ritel, konstruksi, hingga properti komersial dan residensial.

Di bidang kuliner, PT Solusi Harapan Nusantara, yang dikenal melalui brand seperti Bakoel Bamboe dan Katta Coffee & Kitchen, akan membangun pusat kuliner di atas lahan seluas ±1.800 m². Sementara itu, PT Makmur Berkah Hotel (MBH), anak usaha dari perusahaan publik PT Makmur Berkah Amanda Tbk yang telah mengelola hotel internasional seperti Element by Westin dan Four Points by Sheraton, akan menghadirkan hotel bintang lima di bawah jaringan Marriott International di atas lahan ±2,04 hektare.

Dari sektor pendidikan, hadir PT Australia Independent School (AIS) Nusantara, yang berpengalaman lebih dari 28 tahun dalam pengelolaan sekolah bertaraf internasional di Jakarta dan Bali. AIS akan membangun sekolah berkapasitas 750 siswa dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) di lahan seluas ±7.900 m², dengan luas bangunan yang direncanakan mencapai 10.000 m².

Di sektor ritel modern, PT Maxi Nusantara Raya, pelaku utama ritel lokal Kalimantan Timur dengan jaringan swalayan seperti Maxi Swalayan dan Maxi Lux, akan membangun supermarket modern lengkap dengan area kuliner Food & Beverage di atas lahan ±0,21 hektare.

Sementara itu, dua perusahaan nasional di bidang konstruksi turut berpartisipasi dalam pembangunan ruang komersial dan residensial. PT Kreasibeton Nusapersada, perusahaan asal Medan dengan portofolio proyek ikonik seperti JW Marriott Hotel Medan dan Jalan Tol Medan–Kualanamu, akan mengembangkan apartemen, perkantoran swasta, dan supermarket di lahan ±9.342 m². Adapun PT Daya Mulia Turangga, yang telah berkecimpung dalam pembangunan jalan, jembatan, dan gedung komersial di seluruh Indonesia selama lebih dari 35 tahun, akan membangun kawasan perkantoran dan area komersial di atas lahan ±2,88 hektare.

Dalam sambutannya, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa sampai dengan April 2025, investasi yang telah berjalan di IKN mencapai Rp62,08 triliun dari 42 perusahaan. Hari ini, jumlah tersebut bertambah dengan kehadiran enam perusahaan baru.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kepercayaan bapak-ibu sekalian untuk berinvestasi di IKN,”ujar Basuki.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini tengah menunggu pengumuman lelang untuk pembangunan jalan yang akan mendukung aksesibilitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). “Sekarang ini kita mulai pada bulan Mei ini menunggu pengumuman lelang, insyaallah tidak ada sanggahan, kita bisa tandatangan kontrak untuk membangun jalan dan fasilitas yang bisa melayani bapak-ibu investor. Setelah itu kita mulai tender lagi untuk legislatif dan yudikatif,” ungkap Basuki.

“Bapak-ibu dulu bertemu saya sebagai Menteri, tapi sekarang bertemu saya sebagai marketing officer, Jadi apapun yang bapak butuhkan tim kami akan melayani bapak ibu sekalian. Kami tidak menjual tanah, kami ingin investasi datang ke sini,” pungkas Basuki.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, turut menegaskan peran aktif Otorita IKN dalam mengakselerasi realisasi investasi, “Sesuai peran Kepala Otorita IKN sebagai ‘Marketing’, hari ini juga langsung terwujud dengan investor yang tanda tangan kerja sama. Jadi lahan di IKN ini semakin laris dengan investor yang akan membangun,” ujar Agung.

Menutup pernyataannya, Agung menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif.

“Otorita IKN optimistis kerja sama ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan berkelanjutan Nusantara serta membuka banyak peluang bagi masyarakat dan dunia usaha.” pungkasnya. (**)

PONTIANAK, MP – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) didaulat menjadi narasumber pada Seminar Nasional Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) dan Pelantikan Dewan Pengurus Nasional ICDN Periode 2025-2030 di Ballroom Hotel Mercure Pontianak, Senin 19/05.

Di hadapan para cendekiawan Dayak dari seluruh Tanah Borneo, Gubernur Harum mengajak masyarakat Dayak bergandeng tangan untuk turut andil membangun Indonesia dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalimantan harus bersama-sama, bergandeng tangan. Masyarakat Dayak bukan hanya turut serta, tapi harus ikut menentukan masa depan bangsa,” seru Gubernur Harum memberi semangat.

Lebih jauh dijelaskan, luasnya Borneo dan potensi besar Pulau Kalimantan harus terus dirawat dan dijaga. Menurut Gubernur Harum kondisi ini bukan hanya dipandang sebagai tantangan, tapi juga peluang bagi warga Dayak Kalimantan.

“Kita harus kompak bagaimana membangun Tanah Borneo ke depan semakin berakselerasi,” ajak Gubernur disambut aplaus peserta seminar.

Dalam kesempatan yang baik itu, Gubernur Harum juga mengulas kebijakan yang diambil saat memimpin Kalimantan Timur bersama Wagub Seno Aji.

Diakuinya, Kalimantan Timur meski kaya sumber daya alam, kemiskinan masih terjadi. Angkanya mencapai 5,7 persen. Keyakinannya, satu kebijakan yang akan mampu memutuskan rantai kemiskinan itu adalah pendidikan.

“Makanya kita buat Program Gratispol. Bukan hanya gratis biaya pendidikan dari SMA, S1 hingga S3, tapi gratis juga seragam sekolahnya. Saya harap semua provinsi di Kalimantan segera berakselerasi,” harap Gubernur Harum lagi.

Terakhir, Gubernur Harum juga menegaskan pembangunan inklusif tidak boleh meninggalkan siapapun, termasuk warga Dayak.

Apalagi dengan tema seminar nasional “Empowering the Generation, No Dayak Left Behind”, Gubernur Harum menegaskan pembangunan sejati adalah pembangunan yang inklusif, yang tidak boleh meninggalkan siapapun.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam kegiatan peninjauan ke sejumlah lokasi pembangunan hunian di kawasan IKN. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur hunian yang telah dibangun di IKN, (Sabtu, 17 Mei 2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Kementerian PKP akan mengambil langkah progresif untuk menyediakan hunian bagi masyarakat umum di IKN.

“Kunjungan Pak Menteri PKP membawa inovasi bahwa beliau akan membangun rusun tidak hanya untuk ASN Hankam, tapi juga untuk masyarakat. Walaupun satu tower, ini akan membawa kemajuan bahwa IKN juga menyediakan hunian untuk masyarakat,” ujar Basuki.

Senada dengan hal tersebut, Menteri PKP, Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan pembangunan hunian harus mencerminkan arahan Presiden untuk inklusif terhadap seluruh lapisan masyarakat.

“Arahan Presiden harus juga ada hunian buat masyarakat, terutama masyarakat kecil. Memang penting TNI, Polri, dan ASN, tapi tentu rakyat kita juga penting untuk mendapatkan kesempatan,” ujar Maruarar.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan sosial, dengan memberikan akses terhadap hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Real Estat Indonesia (REI), Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, mengajak para anggota REI untuk terus berinvestasi di Ibu Kota Nusantara.

Ajakan ini disampaikan secara langsung oleh Basuki saat menerima kunjungan para pengurus dan anggota REI di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Ada sekitar 1000 orang peserta perwakilan anggota REI dari seluruh Indonesia yang berkunjung ke IKN sebagai bagian dari kegiatan perayaan HUT REI yang digelar di IKN pada Jumat, 16 Mei 2025.

Basuki menyampaikan bahwa IKN terbuka bagi seluruh pihak, termasuk bagi asosiasi pengusaha properti seperti REI, untuk berpartisipasi dalam pembangunan berbagai sektor strategis, khususnya hunian dan kawasan komersial. Ia menekankan bahwa keterlibatan sektor swasta memiliki peran sangat penting dalam pembangunan IKN.

“Ini merupakan kehormatan bagi kami, terlebih dalam momentum istimewa peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia yang ke-54. Kami berharap, kehadiran Bapak dan Ibu semua di sini dapat memberikan gambaran nyata, keyakinan, serta semangat terhadap visi pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota masa depan Indonesia menuju Kota Dunia untuk Semua,” ujar Basuki (16/05/2025).

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan bahwa peluang investasi di IKN masih terbuka luas, khususnya dalam pengembangan ekosistem hunian. Ia mendorong REI untuk mengambil bagian dalam penyediaan beragam jenis hunian, baik hunian komersial maupun bersubsidi, termasuk yang dikembangkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Saya kira potensi pasar di IKN sangat jelas dan pasti karena pembangunan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan aparatur sipil negara dan pejabat negara yang akan bertugas di Nusantara, khususnya mendukung ekosistem kantor Yudikatif dan Legislatif yang akan segera dibangun,” tambah Basuki.

 

Dalam kesempatan tersebut, Otorita IKN menawarkan 16 peluang investasi di sektor hunian dan komersial yang tersebar di Sub Wilayah Perencanaan (SWP) 1A, 1B, dan 1C yang berada dalam kawasan KIPP. Kehadiran REI diharapkan dapat menandai peran aktif sektor swasta dalam membangun sejarah baru bangsa Indonesia di Nusantara.

Sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, pemerintah juga memberikan berbagai insentif menarik bagi investor yang berinvestasi di IKN. Di antaranya adalah pembebasan 100% Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), skema kepemilikan tanah yang kompetitif, serta fasilitas fiskal seperti tax holiday untuk investasi di atas Rp10 miliar maupun untuk sektor UMKM.

Selain itu, pemerintah juga menanggung PPh 21 bagi seluruh karyawan yang berdomisili di IKN, membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk properti dan layanan rental properti, serta memberikan insentif super tax deduction hingga 200% dari penghasilan bruto bagi investor yang memberikan donasi. Tidak hanya itu, pembebasan bea masuk juga diberikan untuk jangka waktu 4 hingga 6 tahun guna mendukung kelancaran pembangunan.

Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas peluang investasi yang terbuka di IKN.

“Kami dari REI menyambut baik ajakan dan dukungan dari Otorita IKN. Ini adalah kesempatan bersejarah bagi para pelaku usaha properti untuk turut membangun wajah baru Indonesia. Kami siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam menjadikan Nusantara sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan inklusif,” pungkas Joko.(**)

NUSANTARA, MP – Minat investasi internasional untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergulir, termasuk komitmen investasi dari perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group yang disampaikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan Otorita IKN.

Penandatanganan NDA ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dan delegasi Ayedh Dejem Group  yang dipimpin oleh Chairman Ayedh Dejem Group, Ayedh Dejem  pada 8 Mei 2025 lalu.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, dan CEO Dejem Group, Zed Ayesh serta turut disaksikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Dejem Group menyatakan minat untuk berinvestasi di atas lahan seluas 10 hektare di wilayah IKN. Lahan tersebut direncanakan untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan campuran (mixed-use) yang terletak secara strategis di area tanpa pusat perbelanjaan lain dalam radius 5 kilometer. Pembangunan ini akan dikembangkan secara bertahap seiring pertumbuhan kawasan IKN.

 

 

Sebagai bagian dari komitmen sosial, Dejem Group juga menyampaikan rencana untuk mengakuisisi lahan tambahan seluas 4 hektare, di mana 2 hektare di antaranya akan dialokasikan untuk pembangunan masjid demi mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Nusantara.

“Kami melihat IKN sebagai simbol masa depan Indonesia yang progresif dan inklusif. Kami sangat percaya bahwa investasi di Nusantara bukan hanya keputusan bisnis, tetapi juga kontribusi nyata dalam membangun pusat peradaban. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal dari perjalanan jangka panjang kami di Indonesia,” ujar CEO Dejem Group, Zed Ayesh.

Optimisme tersebut tentunya disambut baik oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, ia mengatakan  menyambut baik niat investasi dari Dejem Group yang sejalan dengan visi pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan, dan saya perlu sampaikan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di IKN.

Selepas penandatanganan tersebut Basuki mengajak delegasi Dejem Group untuk meninjau langsung lokasi persil yang direncanakan untuk pembangunan investasi, sekaligus berkeliling menikmati bentang alam Nusantara yang asri sebagai bentuk sambutan hangat dan perkenalan langsung terhadap potensi kawasan yang akan menjadi pusat pertumbuhan baru Indonesia.(**)

NUSANTARA, MP – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan dari delegasi Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang dipimpin oleh Representative H.E. Bruce Hung di Kantor Otorita IKN, pada Rabu (15/05).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara TETO dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada November 2024, yang membahas potensi kerja sama dan minat investasi sejumlah perusahaan asal Taiwan di Ibu Kota Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, TETO menyampaikan bahwa berbagai perusahaan Taiwan menunjukkan ketertarikan kuat untuk terlibat dalam pembangunan IKN sebagai smart city, khususnya dalam sektor transportasi, infrastruktur, teknologi, dan energi. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi China Airlines, Starlux Airlines, Sinotech Engineering Consultants, CECI Engineering Consultants, CTCI Construction Engineering Company, CPC Corporation, The Export-Import Bank of ROC (Taiwan), CTBC Bank, PT ACER Indonesia, ASUS, hingga Nam Liong Global Corporation.

 

 

Representative TETO, H.E. Bruce Hung, menyampaikan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara yang mengusung konsep kota pintar dan berkelanjutan sejalan dengan arah pengembangan teknologi dan kapasitas industri Taiwan.

“Kami melihat peluang kerja sama investasi yang sangat positif di IKN. Banyak perusahaan Taiwan tertarik untuk mendukung pembangunan infrastruktur, energi bersih, dan teknologi smart city di Nusantara. Taiwan siap menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam merealisasikan visi IKN sebagai kota masa depan yang inklusif dan hijau,” ujar Bruce Hung.

Pertemuan ini juga mencerminkan ketertarikan investor global terhadap IKN sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia. Selain menjajaki peluang investasi, TETO juga menunjukkan komitmen dalam mempererat hubungan ekonomi dan teknologi yang berbasis pada nilai keberlanjutan dan inovasi.

Menanggapi hal tersebut, Basuki menyambut baik kunjungan TETO dan menyatakan kesiapan pihaknya dalam menjalin kolaborasi jangka panjang. Ia menyampaikan, “Kami terbuka dan sangat menyambut baik minat dari para investor Taiwan. Semoga TETO dan para calon investor bisa segera membangun di sini (IKN).”

Selepas pertemuan tersebut, delegasi TETO diajak berkeliling kawasan Ibu Kota Nusantara. Mereka menikmati langsung panorama alam yang asri dan potensi lahan yang sedang dikembangkan, termasuk berbagai zona inti dan kawasan prioritas pembangunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari sambutan hangat Otorita IKN sekaligus memperkenalkan secara langsung kawasan yang menjadi pusat pemerintahan baru.(**)

NUSANTARA, MP – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) dan Ketua TP PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah Harum, mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Hj Arifatul Choiri Fauzi serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Senin 12 Mei 2025.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima langsung Kepala OIKN Mochamad Basuki Hadimoeljono berserta jajarannya dan langsung melakukan penanaman bibit pohon Maja di Plaza Bhinneka Tunggal Ika (lokasi titik nol IKN).

“Selamat datang di OIKN, kedatangan Ibu Menteri PPPA dan Gubernur Kaltim serta Gubernur Jawa Timur merupakan tamu spesial bagi kami. Dan di depan itu adalah kantor OIKN,” ungkap Basuki Hadimoeljono.

Dalam kunjungan ke OIKN, Gubernur Harum bersama Menteri PPPA dan Gubernur Jatim ingin melihat langsung progres pembangunannya berjalan sesuai targetnya, bahkan selesai lebih awal.

“Kita bersama-sama menanam bibit pohon Maja. Dimana pohon Maja inilah cikal bakal Nusantara dan hari ini Nusantaranya ada di OIKN Provinsi Kaltim dan Jawa Timur adalah gerbangnya, gerbang baru nusantara. Tentu dua provinsi ini tidak mungkin terpisahkan,” kata Gubernur Harum.

Gubernur Harum menambahkan plaza di IKN memiliki makna dari Sabang sampai Merauke, serta dari Pulau Miangas sampai Rote bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah rumah bersama.

“Kita jaga kebersamaan dan IKN, insyaallah akan beroperasi selambat-lambatnya tahun 2028,” tutup Gubernur Harum.

Guberbur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi OIKN yang telah memberikan penjelasan progres IKN. Dan saat ini sedang berada di plaza Bhinneka Tunggal Ika di IKN.

“Kita tanam adalah semangat nusantara dengan menanam pohon Maja,” ujarnya.

Menurut Khofifah, pohon Maja atau pohon Majapahit, karena sesungguhnya terminologi Bhinneka Tunggal Ika dan Nusantara terlahir dari Kerajaan Majapahit.

“Kalau disini Ibu Kota Nusantara, maka gerbang baru nusantaranya adalah Jawa Timur. Meski IKN di Kaltim, gerbang barunya Jatim,” paparnya.(**)

NUSANTARA, MP – Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin banyak yang mulai beroperasi. Salah satunya adalah Qubika Boutique Hotel Nusantara, investasi swasta murni pertama yang telah berjalan dan meraih keuntungan di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. Di bawah naungan PT Indonesia Kubika Nasional, Qubika hadir bukan hanya menambah ragam sarana akomodasi, namun juga sebagai simbol optimisme investor awal terhadap masa depan IKN.

Hotel yang berdiri melalui skema kerja sama sewa lahan dengan PT Karya BSH Mandiri (bagian dari BSH Community Hub IKN) ini mulai dibuka secara terbatas saat periode libur Lebaran 2025.

“Banyak tamu yang bertanya apakah Qubika sudah beroperasi? Akhirnya kami putuskan untuk membuka, guna menjawab kebutuhan penginapan yang semakin meningkat di IKN,” ujar Ferry Angkawidjaya, Direktur Qubika Boutique Hotel Nusantara.

Baca juga: Gubernur Kaltim Dampingi Menteri PPPA dan Gubernur Jatim ke IKN

Respons masyarakat sangat menggembirakan. Sejak hari pertama, permintaan kamar terus berdatangan, mulai dari wisatawan hingga perwakilan instansi pemerintahan yang memiliki agenda di IKN. “Tingkat demand hunian di sini sangat tinggi. Bahkan, dari pengalaman kami membuka hotel pertama di Gading Serpong pun, awal okupansi di IKN ini jauh lebih menjanjikan. Kami melihat betul betapa besarnya potensi ekonomi di sini,” tambah Ferry.

Keunggulan Qubika tak hanya terletak pada lokasi, namun juga pada konsepnya yang unik. Hotel ini dibangun dengan pendekatan eco-friendly yang mengutamakan sustainability, memanfaatkan kontainer bekas yang telah dimodifikasi menjadi hunian modern yang nyaman. Qubika memiliki 206 kamar, 6 ruang pertemuan, ballroom berkapasitas hingga 700 orang, dan restoran yang mampu menampung 300 orang.

“Kami ingin menjawab kebutuhan instansi dan masyarakat yang datang ke IKN, baik untuk urusan bisnis maupun wisata. Konsep industrial dan berkelanjutan menjadi pembeda kami,” jelas Ferry.

Keberhasilan awal Qubika tidak lepas dari peran aktif Otorita IKN dalam memberikan dukungan sejak awal proses investasi. “Kami merasa sangat didampingi oleh Otorita IKN. Semua proses berjalan lancar berkat respons cepat dan sikap suportif dari mereka. Hal ini yang membangun kepercayaan kami untuk terus berkembang di sini,” ujarnya.

Baca juga: Dapat Dukungan ADB, Pembangunan IKN Terus Berlanjut

Dari sisi pemerintah, langkah seperti ini memang diharapkan menjadi pemantik investasi sektor swasta lainnya. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa Qubika adalah contoh nyata bagaimana IKN terbuka dan ramah terhadap pelaku usaha.

“Kami menyambut baik investasi swasta seperti Qubika yang bergerak cepat, kreatif, dan berani menjadi pelopor. Kehadiran mereka membuktikan bahwa IKN bukan hanya visi masa depan, tapi sudah menjadi kenyataan hari ini. Ini adalah sinyal positif bagi investor lain bahwa IKN adalah tempat yang prospektif untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Agung.

Selain dampak ekonomi, kehadiran Qubika juga membawa manfaat sosial, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal, “Kami sudah mempekerjakan beberapa warga dari sekitar IKN. Kami percaya, tumbuh bersama masyarakat adalah bagian dari kesuksesan berinvestasi di sini,” tutur Ferry.

Melihat peluang yang terbuka lebar, Qubika berencana untuk terus memperluas usahanya di IKN. “Saat ini, pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya di IKN masih memiliki peluang yang sangat besar. Kami sangat optimis,” tutup Ferry.

Kehadiran Qubika Boutique Hotel Nusantara menandai fase baru bagi IKN dari pembangunan, menuju perputaran ekonomi riil. Investasi telah bergulir, bisnis telah berjalan, dan keuntungan mulai dirasakan. Qubika menjadi bukti bahwa bagi investor yang bergerak lebih awal bahwa IKN bukan hanya tempat membangun, tetapi juga tempat untuk tumbuh.(**)

NUSANTARA, MP – Indonesia, khususnya Pulau Kalimantan, dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Hutan tropisnya menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, termasuk satwa liar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam konteks ini, interaksi manusia dengan makhluk hidup lain di alam menjadi sesuatu yang tidak terelakkan, terlebih ketika pembangunan dan konservasi berjalan beriringan.

Oleh karena itu, pemahaman tentang bagaimana hidup berdampingan secara harmonis dengan satwa liar menjadi kunci penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip ini, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Konflik antara Manusia dan Satwa Liar bagi pegawai Otorita IKN, di Auditorium Kantor Otorita IKN.

Baca juga: Kepala Otorita: Percepatan Pembangunan IKN Signifikan

Pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali para pegawai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi potensi interaksi negatif dengan satwa liar di kawasan IKN.

“Ketika suatu wilayah disebut sebagai kota hutan, akan ada konsekuensi yang harus kita hadapi, termasuk dalam upaya memulihkan kembali ekosistem hutan tropis. Artinya, kita berusaha mengembalikan rumah yang telah hilang bagi satwa yang ada. Pada saat itu, pertanyaannya apakah kita semua akan merasa nyaman atau tidak hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya? Di sinilah tantangan yang harus kita hadapi,” ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri (07/05/2025).

 

 

Acara pelatihan ini dimoderatori oleh Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, dan menghadirkan narasumber ahli, yaitu Bambang Hari Trimarsito selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalimantan Timur serta drh. Agus Irwanto dan drh. Agnes Pratamiutami dari BOSF.

Dalam pelatihan ini, para pegawai Otorita IKN mendapatkan pembekalan materi mulai dari cara berinteraksi yang aman dan tepat dengan satwa liar, pemahaman tentang landasan hukum dalam perlindungan satwa, langkah-langkah pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar, hingga teknik pertolongan pertama saat menghadapi konflik di lapangan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Dampingi Menteri PPPA dan Gubernur Jatim ke IKN

IKN dibangun dengan konsep menyatu dan serasi dengan alam. Dalam perspektif ini, satwa liar tidak lagi dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian penting dari komunitas ekosistem yang turut menjaga keseimbangan lingkungan. Satwa liar diharapkan menjadi teman, bahkan sahabat bagi warga IKN.

Dengan semangat hidup berdampingan ini, pembangunan IKN bukan hanya soal membangun infrastruktur modern, tetapi juga membentuk kesadaran baru untuk hidup selaras dengan alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.(**)

IBUKOTA NUSANTARA, MP – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan adanya percepatan signifikan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berlokasi di Kalimantan Timur. Berbagai proyek strategis kini telah mencapai tahap akhir proses tender dan dijadwalkan untuk penandatanganan kontrak pada 21 Mei 2025 mendatang.

Basuki menjelaskan bahwa percepatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan IKN. Ia menyatakan bahwa proses tender telah dimulai dan akan mencapai puncaknya dengan penandatanganan kontrak pada akhir Mei. “Bahkan ini bakal lebih ramai lagi pada 21 Mei. Sudah ada kontrak penandatanganan pekerjaan. Makanya kami sudah tender tanggal 21 ini,” ujarnya, Rabu, 07/05.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah fokus menyelesaikan proyek-proyek prioritas di IKN, termasuk pembangunan jalan tol menuju kawasan istana, gedung kantor Wakil Presiden, serta masjid negara yang menjadi ikon spiritual nasional.

Selain proyek infrastruktur inti, sektor permukiman dan kawasan perumahan juga menjadi perhatian utama. OIKN memastikan bahwa pembangunan hunian yang layak dan terintegrasi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan kawasan ini.

Dalam hal pendanaan, Basuki menyebut skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) telah berhasil menjaring investasi hingga Rp 132 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun berbagai infrastruktur seperti hunian, jalan, sarana dan prasarana strategis, serta kanal multi-utility hasil kolaborasi dengan pihak swasta.

Tak hanya proyek pemerintah, sektor swasta juga dilibatkan secara aktif. Basuki mengungkapkan bahwa berbagai investasi murni swasta, termasuk pembangunan hotel, rumah makan, arena pacuan kuda, hingga taman safari kini tengah dalam tahap persiapan. Lahan telah tersedia dan proses investasi sedang berjalan.

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan tugas khusus kepada Basuki untuk menuntaskan pembangunan ekosistem legislatif dan yudikatif di kawasan IKN. Target penyelesaian pembangunan lembaga-lembaga negara ini ditetapkan pada akhir 2027 atau awal 2028.

Basuki menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya difokuskan pada aspek fisik. Pemerintah juga menjalankan program-program yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat lokal, terutama warga di Kecamatan Sepaku yang menjadi pusat pengembangan kawasan.

Ia menyampaikan bahwa proses perencanaan kawasan dilakukan secara partisipatif. Masyarakat setempat dilibatkan sejak awal untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Jadi, bukan kami desain lalu dibicarakan ke masyarakat, tetapi sebaliknya kami dengar dulu aspirasi masyarakat, baru kami desain dan kembalikan untuk disetujui,” tutup Basuki. (rls/red)

Scroll to Top