Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

NUSANTARA, MANDAUPOST Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyambut kedatangan berbagai perwakilan kedutaan besar dan pengusaha serta potential investor dari berbagai negara dalam agenda Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Nusantara, Jumat (10/10/2025). Forum ini menjadi wadah untuk menjajaki potensi kerja sama lintas sektor dan memperkuat keterlibatan dunia usaha serta negara sahabat dalam pembangunan IKN.

Dipimpin oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto, Mahakam Investment Forum 2025 menghadirkan tiga bidang kerja sama potensial, yaitu housing and residential, education and tech, serta commercial and lifestyle. Dengan tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”, forum ini menegaskan peran Kalimantan Timur sebagai superhub ekonomi nasional nantinya.

Budi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menumbuhkan optimisme baru terhadap pembangunan IKN.

“Berbagai masukan dari embassy dan mitra investor, baik lokal maupun internasional, menunjukkan ketertarikan besar terhadap progres pembangunan IKN. Mereka datang, melihat langsung, dan memberi apresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi Otorita IKN semakin konkret melalui layanan langsung berupa penyampaian Letter of Intent dari para investor.

Basuki Hadimuljono turut mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi investasi di Nusantara.

“Nusantara sudah mempersiapkan infrastruktur dasar, termasuk berencana membangun kompleks perkantoran dan hunian trias politika. Saat ini sudah ada 50 investor yang menandatangani kerja sama. Nusantara akan menjadi Ibu Kota Indonesia, sementara Jakarta akan bertransformasi sebagai pusat kawasan ASEAN,” tegasnya.

Optimisme tersebut turut disambut Duta Besar Pakistan, Zahid Hafeez Chaundhri, yang meninjau langsung kawasan pembangunan IKN.

“Ini tempat yang indah. Insyaallah kami akan membangun sekolah internasional di sini, dan juga tertarik berinvestasi pada sektor perumahan,” ujarnya, sembari menyampaikan perpindahan ibu kota serupa dari Karachi ke Islamabad di negaranya.

Forum ini menjadi simbol kuatnya kepercayaan dunia internasional terhadap arah pembangunan IKN, sekaligus membuka peluang investasi baru di berbagai sektor strategis, dari pendidikan hingga gaya hidup modern. Dengan dukungan Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para mitra global, Nusantara terus meneguhkan posisinya sebagai superhub ekonomi Indonesia dan kawasan ASEAN.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama sejumlah instansi kesehatan Nusantara menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai dan masyarakat sekitar pada Kamis hingga Jumat, 9–10 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Nusantara ini menjadi wujud nyata komitmen Otorita IKN dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Program CKG ini melibatkan tenaga medis dari berbagai fasilitas kesehatan di Nusantara, seperti Mayapada Hospital Nusantara, Puskesmas Sepaku 1, Klinik Nusantara Baru, Kimia Farma, dan Klinik Sehat Bahagia (KSB), serta berhasil menjangkau ratusan penerima manfaat. Inisiatif ini sejalan dengan program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, yang diluncurkan serentak pada 10 Februari 2025 melalui jaringan puskesmas dan klinik mitra BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Melalui program CKG, penerima manfaat memperoleh layanan skrining kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta gula darah untuk deteksi dini berbagai penyakit. Selain itu, peserta juga mendapatkan sesi konsultasi gizi dan pemberian obat secara gratis sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sehari-hari.

Juru Bicara Otorita IKN / Staff Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harrold Yohanes Pantouw, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Otorita IKN dalam memastikan seluruh pegawai dan masyarakat di kawasan Nusantara untuk selalu sehat dan produktif, serta memiliki akses kesehatan yang mudah dan berkualitas.

“Kami ingin menanamkan kesadaran, terutama bagi pegawai Otorita IKN dalam membangun pola hidup sehat. Dimulai dari langkah kecil, mengatur pola makan dan minum serta menjaga kesehatan pribadi, sekaligus menciptakan pelayanan publik untuk mewujudkan masyarakat Nusantara yang sehat dan produktif,” ujar Troy, Kamis (09/10).

Kegiatan CKG ini menjadi wujud nyata Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Kolaborasi dengan stakeholder kesehatan menjadi cerminan sinergi Otorita IKN pula dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang mudah, sekaligus membangun masyarakat sehat dan produktif menuju Nusantara yang berkelanjutan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus IKN. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penegasan batas wilayah IKN dengan daerah sekitarnya, termasuk Kota Balikpapan.

Rapat koordinasi digelar di Balai Pertemuan Umum Desa Tani Bakti, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara. Rapat dihadiri jajaran pemerintah daerah serta dilanjutkan survei lapangan ke titik perbatasan IKN–Balikpapan, pada Selasa (26/8).

Direktur Pengendalian Penyelenggaraan Pemerintahan dan Perizinan Pembangunan Otorita IKN, Kuswanto, menjelaskan pentingnya penegasan batas di lapangan. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 telah menetapkan batas IKN, namun petanya skalanya 1: 400.000. Di lapangan perlu pendetailan dengan peta skala besar, serta dilakukan penataan wilayah terhadap desa/kelurahan yang terdampak adanya IKN.

“Di dalam undang-undang sudah ditetapkan batas yang ditetapkan. Namun pendetailan dilapangan diperlukan agar garis batas tidak memotong rumah penduduk, jalan, sungai, bidang tanah, atau fasilitas umum sehingga kewenangan pengelolaan jelas. Ini proses yang normal yang mana penegasan batas akan di tuangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Penegasan ini penting dalam pelaksanaan fungsi IKN sebagai Pemda Khusus,” tegas Kuswanto.

Kegiatan penegasan batas wilayah mengacu pada beberapa dasar hukum. Dasar utamanya adalah UU 21 Tahun 2023 tentang Perubahan UU 3 Tahun 2022 tentang IKN dan memperhatikan Permendagri Nomor 30 Tahun 2017 tentang Batas Daerah Kota Balikpapan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara serta Permendagri Nomor 48 Tahun 2012 tentang Batas Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Menurut Kuswanto, regulasi tersebut perlu dilakukan penyesuaian karena terjadi perubahan entitas wilayah.

“Dulu Balikpapan berbatasan langsung dengan Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Namun sekarang, dengan adanya IKN, maka batas ini harus direview ulang dan ditegaskan kembali. Jadi rapat ini tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya,” ujarnya.

Penegasan batas ini juga melibatkan pemerintah daerah setempat (Kabupaten/Kota serta Provinsi Kaltim) bahkan organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat juga dilibatkan. Kuswanto menyebutkan, sebelumnya Otorita IKN bersama pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara sudah beberapa kali melakukan pembahasan.

“Bukan hanya soal garis batas, tapi juga penataan wilayah. Tim dari Kemendagri pun sudah turun langsung. Dengan Balikpapan, meskipun sudah ada regulasinya, kami perlu menyesuaikan kembali karena entitas wilayah berubah. Sepanjang tahun ini, koordinasi kami cukup intens untuk menyelesaikan batas ini,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa secara prinsip batas wilayah Balikpapan sudah jelas sesuai regulasi yang berlaku.

“Bagi Balikpapan, batas wilayah sebenarnya sudah jelas karena sudah ditegaskan melalui Permendagri Nomor 30 Tahun 2017 untuk Balikpapan dengan Kutai Kartanegara, serta Permendagri Nomor 48 Tahun 2012 untuk Balikpapan dengan Penajam Paser Utara. Dua penegasan inilah yang menjadi batas Balikpapan dengan IKN. Jadi, sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Kita hanya menegaskan ulang,” jelasnya.

Meski demikian, Zulkifli mengakui ada beberapa segmen batas yang memerlukan penyesuaian agar lebih jelas dan sesuai dengan kaidah penataan batas.

“Dalam penataan batas, kita mengutamakan batas alam atau batas buatan yang permanen. Kita melihat ada segmen-segmen yang sebelumnya belum jelas, karena tidak ada batas alam maupun buatan yang bisa dijadikan tanda. Maka hari ini, dalam rapat koordinasi, kita bersepakat menyesuaikan kembali,” ungkapnya.

Dari rapat koordinasi dan survei lapangan, disepakati beberapa poin penting. Salah satunya adalah penyesuaian garis batas di empat kelurahan IKN yang berbatasan langsung dengan Kota Balikpapan, yakni:

  1. Kelurahan Salok Api Laut (Samboja Barat) berbatasan dengan Kelurahan Teritip (Balikpapan Timur), dengan batas alami berupa sungai. Seluruh badan sungai masuk wilayah IKN, namun pemanfaatannya dapat digunakan bersama.
  2. Kelurahan Salok Api Darat (Samboja Barat) berbatasan dengan Kelurahan Teritip (Balikpapan Timur), dengan batas berupa jalan dan Pilar Batas Utama (PABU) sebagaimana diatur dalam Permendagri 30/2017.
  3. Kelurahan Karya Merdeka (Samboja Barat) berbatasan dengan Kelurahan Karangjoang (Balikpapan Utara), dengan batas berupa jalan yang menyesuaikan Jalan Vico dan PABU sesuai aturan.
  4. Kelurahan Mentawir (Sepaku) berbatasan dengan Kelurahan Kariangau (Balikpapan Barat), dengan batas jalan dan PABU sebagaimana diatur dalam Permendagri 48/2012.

Selain itu, rapat menyepakati perlunya penambahan, rehabilitasi, dan pembangunan PABU/Titik Koordinat di beberapa lokasi strategis, di antaranya di Jalan Tol Balikpapan–Samarinda Km 18,8, serta di titik PABA 1, PABU 8, PABA 2, dan PABU 35.

Pemerintah Kota Balikpapan juga diminta untuk menyesuaikan regulasi tata wilayah, termasuk melakukan revisi atau pembentukan aturan baru terkait kecamatan dan kelurahan, sebagai dampak dari perubahan batas wilayah akibat keberadaan IKN.

Tahap berikutnya, tim teknis dari Otorita IKN dan Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan pemetaan bersama menggunakan peta kartometrik. Hasil pemetaan kemudian akan dibahas dan disepakati secara teknis sebelum dilaporkan kepada pimpinan masing-masing.

“Setelah ada kesepakatan terkait penegasan batasnya hasilnya akan ditandatangani bersama oleh Kepala Otorita IKN, Walikota Balikpapan, Bupati Kutai Kartanegara, dan Bupati Penajam Paser Utara. Selanjutnya akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk ditetapkan secara resmi,” terang Kuswanto.

Ia menambahkan, kepastian batas wilayah sangat penting untuk menghindari potensi sengketa antarwilayah sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Dengan adanya penegasan batas ini, maka pengelolaan wilayah IKN akan lebih jelas, tidak tumpang tindih, dan bisa menjadi dasar yang kuat untuk pembangunan ke depan,” pungkasnya.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan resmi dari Pemerintah Provinsi Anhui, China, di Kantor Otorita IKN pada Selasa (19/08).

Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi Pemerintah Anhui untuk menjajaki peluang investasi, khususnya di sektor infrastruktur dan perumahan di IKN.

Provinsi Anhui merupakan salah satu provinsi di Tiongkok yang memiliki keunggulan di industri manufaktur dan semen. Anhui juga berperan dalam pembangunan transportasi modern, termasuk keterlibatannya pada produksi sarana Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta–Bandung.

Dalam kesempatan ini, Otorita IKN memaparkan potensi investasi di sembilan wilayah pengembangan IKN. Deputy Director-General, Department of Housing and Urban-Rural Development of Anhui Province, Liu Xiaohua, mengungkapkan kesiapan provinsinya untuk membuka jalur kerja sama yang lebih luas.

“Saat ini di Provinsi Anhui terdapat banyak pengusaha besar yang bergerak di bidang manufaktur dan sektor lainnya. Harapannya, melalui penjajakan investasi hari ini, kami dapat mempelajari lebih dalam potensi yang ada di IKN serta menghadirkan investor yang tepat dari Anhui untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN,” ujar Liu.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menegaskan bahwa IKN membuka peluang investasi seluas-luasnya.

“Saat ini sudah ada sejumlah investor dari Tiongkok yang menanamkan modal di sektor perhotelan. Kami menyambut baik minat dari Provinsi Anhui, terutama pada investasi perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga tinggi,” jelas Sudiro Roi.

Otorita IKN melihat kemitraan dengan Provinsi Anhui sebagai langkah strategis untuk meneguhkan Nusantara sebagai Kota Dunia untuk Semua. Kolaborasi ini bukan sekadar investasi, melainkan bagian dari misi besar Indonesia untuk melahirkan kota masa depan yang berdaulat, hijau, dan resilien, sekaligus memperkuat posisi Nusantara sebagai simpul penting dalam arsitektur peradaban global.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia menggelar rapat pendahuluan (entry meeting) dan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk penguatan pengamanan pembangunan pada proyek/kegiatan strategis penataan Kawasan Sepaku serta kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau di IKN.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga integritas penyelenggaraan pembangunan strategis di IKN. Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN dan Jamintel Kejagung menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

“Saya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan semua pihak, khususnya Jamintel Kejagung, dalam menjaga kelancaran pembangunan ini. Saat ini, pembangunan IKN dilakukan melalui tiga sumber pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi langsung dari pihak swasta. Ini yang harus kita jaga, jangan sampai ada yang merugikan atau menciderai proses besar ini. Mari kita jaga bersama integritas, komitmen, dan semangat kolaborasi dalam membangun Ibu Kota Nusantara,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono (07/08).

Basuki menambahkan, sejumlah proyek strategis di IKN membutuhkan pengamanan dan pengawalan intelijen yang kuat, mengingat proyek-proyek tersebut bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga menyangkut dimensi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Di Ibu Kota Nusantara, terdapat sejumlah proyek strategis dan progres pembangunan yang membutuhkan pengamanan dan pengawalan intelijen. Hal ini menjadi krusial karena proyek-proyek tersebut bukan hanya membangun fisik kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan pakta integritas antara Roni Rosaji, selaku Pejabat Penandatangan Kontrak XVII-2025 Satuan Kerja Otorita IKN, dengan Fuad Prabowo, Direktur PT PP URBAN, sebagai pihak pelaksana pembangunan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Kepala Otorita IKN dan Direktur IV Jamintel Kejagung, serta dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Pengamanan Pembangunan Strategis Jaksa Agung Muda Intelijen dengan Nomor: SP.PPS-59/D/Dpp.4/05/2025 tanggal 23 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur IV Jamintel Kejagung, Setiawan Budi Cahyono, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dari seluruh pihak sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko pembangunan.

“Dalam pelaksanaan pengawalan ini, kami sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh stakeholder untuk dapat memberikan informasi yang utuh dan seluas-luasnya. Informasi tersebut menjadi dasar penting bagi kami dalam melakukan mitigasi risiko secara tepat. Dengan pemetaan potensi ancaman yang akurat, kami bersama Otorita IKN dapat merespons dan mengatasinya secara efektif, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” pungkas Setiawan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Ibu Kota Nusantara menjadi saksi digelarnya Eco Fashion Nusantara pada Sabtu (02/08), sebuah pertunjukan busana yang mengangkat tema keberlanjutan dan kekayaan budaya lokal. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Kongres Diaspora Indonesia ke-8 di IKN, yang digelar oleh IDN Global sebagai bentuk dukungan nyata diaspora terhadap pembangunan ibu kota baru yang ramah lingkungan.

Fashion show tersebut menampilkan tujuh koleksi karya desainer diaspora yang mengusung konsep slow fashion, menggunakan bahan alami, teknik tradisional, serta pewarnaan ramah lingkungan. Koleksi yang tampil di antaranya Maharani Persada by Essy Masita, Gee Batik by Sugeng Waskito, Ms Bella Collection by Grace Isybella, Kebaya House by MS Hadi Collection, Carousel Brides by Jennifer Flory, Javabor by Tyas Dani x Griya Godong, dan Abel Couture by Abel Collections.

Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian diaspora terhadap masa depan IKN.

“Tujuan dari kegiatan ini, para diaspora ingin menunjukkan bahwa kami mensupport dan mengawal Nusantara sebagai kota yang ramah lingkungan. Sangat penting, bukan hanya zero emission dari kendaraan, tapi pakaiannya juga bukan yang fast moving fashion, baik dari segi bahan, pewarnaan, dan juga recycling. Semoga dengan diselenggarakannya Eco Fashion Nusantara ini, kita semakin mempertegas dukungan diaspora untuk Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Acara ini juga menghadirkan model dari berbagai negara, termasuk Australia, Kolombia, Chile, Amerika Serikat, Sudan, Kenya, Belanda, Rusia. Keberagaman ini menjadi simbol keterbukaan IKN terhadap kolaborasi global dan budaya yang inklusif.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan diaspora Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih, tidak ada kata lain kecuali terima kasih kepada diaspora Indonesia dan IDN Global yang telah memanfaatkan IKN dengan mengadakan kegiatan Kongres Diaspora di IKN,” kata Basuki.

Lebih dari sekadar pertunjukan mode, Eco Fashion Nusantara menjadi simbol konkret diplomasi budaya dan ekosistem keberlanjutan yang ingin dibangun di IKN. Dari bahan alami hingga keterlibatan lintas negara, acara ini mencerminkan kota yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

Dalam membangun IKN sebagai kota global, inisiatif seperti ini memperkuat pesan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal kebijakan, melainkan juga gaya hidup, estetika, dan identitas. IKN bukan hanya kota untuk semua, tetapi juga kota yang dibentuk oleh semua.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Ratusan anggota Indonesian Diaspora Network (IDN) Global bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Embung MBH. Kegiatan ini menjadi bagian dari Congress of Indonesian Diaspora ke-8 sekaligus wujud komitmen membangun IKN sebagai Kota Dunia untuk Semua yang berlandaskan prinsip keberlanjutan, dan dilaksanakan pada Kamis (31/07).

Lebih dari 200 lubang tanam telah disiapkan OIKN. Bibit yang ditanam pun beragam, mulai dari tanaman endemik Kalimantan seperti Balangeran, tanaman herbal seperti daun salam, hingga tanaman hias seperti Ketapang Kencana, Tabebuya, Bungur, dan Pucuk Merah. Keberagaman jenis tanaman ini bertujuan memperkuat fungsi ekologis sekaligus memperindah lanskap kota.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono didampingi pejabat eselon I dan II dari berbagai kedeputian, pegawai Otorita IKN, serta perwakilan Artha Graha sebagai sponsor turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Selamat datang Bapak-Ibu Diaspora di Embung MBH. Sebagai simbol kolaborasi, area ini ke depannya akan kita sebut sebagai Diaspora Park atau Taman Diaspora,” ujar Basuki dalam sambutannya.

Salah satu peserta, Joseph Wan dari Melbourne, Australia, menyampaikan kekagumannya terhadap progres pembangunan IKN.

“Saya sangat terkesan dengan pembangunan di Nusantara yang begitu pesat dan berorientasi pada keberlanjutan. Ruang terbuka hijaunya luas, dan saya merasa sangat disambut. Saya pasti akan kembali,” ungkap Joseph.

Penanaman pohon bersama ini menjadi simbol sinergi antara diaspora Indonesia dan OIKN dalam membangun masa depan Nusantara. Selain memperkuat aspek lingkungan, kegiatan ini juga menegaskan keterlibatan komunitas global dalam mewujudkan IKN sebagai kota masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Indonesian Diaspora Network (IDN) Global, sebuah organisasi yang mewadahi diaspora Indonesia di seluruh dunia akan menyelenggarakan Congress of Indonesian Diaspora (CID) ke-8 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tanggal 30 Juli hingga 4 Agustus 2025.

Kongres ini mengusung tema “Bersama Diaspora Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia Untuk Semua”, sebagai bentuk dukungan diaspora Indonesia terhadap pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang hijau, modern, dan ramah lingkungan.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan CID ke-8, dengan menampilkan kekayaan budaya dan inovasi karya anak bangsa. Salah satu yang menarik adalah Bazaar Nusantara, yang akan menyuguhkan aneka kuliner khas daerah serta produk-produk unggulan UMKM khas Nusantara.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhi Pameran Foto Nusantara, yang menampilkan potret sejarah kemerdekaan Indonesia yang didukung oleh para diaspora Indonesia di masa lampau.

Dalam semangat keberlanjutan, kongres ini juga menghadirkan Trade Exhibition Designer Eco Fashion Nusantara dan Eco Fashion Show, yang memperkenalkan karya-karya desainer Indonesia dengan konsep mode berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, kekayaan tradisi lokal Kalimantan turut diangkat melalui Festival Sumpit Nusantara, yang menghadirkan atraksi budaya dan perlombaan menyumpit.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, beberapa kegiatan diskusi juga akan berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, di area Kantor Kemenko 3, yang akan mempertemukan para diaspora untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta kolaborasi dalam mendukung kemajuan IKN dan kontribusi diaspora Indonesia di berbagai bidang.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kongres ini.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran CID ke-8 di IKN. Ini merupakan bentuk nyata dukungan diaspora terhadap pembangunan Nusantara sebagai kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan. Partisipasi aktif para diaspora menunjukkan semangat kolaborasi lintas batas demi kemajuan Indonesia ke depan,” ujarnya Selasa, (29/07).(**)

Otorita IKN dan PT. Plantaran Boga Rasa Jalin Kerja Sama, Rabu 23/7/2025.

NUSANTARA, MANDAUPOST – Dalam upaya memperkuat sektor kuliner berbasis budaya dan pariwisata di Ibu Kota Nusantara (IKN), PT. Plataran Boga Rasa menjalin kerja sama strategis dengan Otorita IKN melalui penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) dan Akta Notarial. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kepala Otorita IKN, Nusantara, pada Rabu (23/07)

PT. Plataran Boga Rasa merupakan entitas lokal Indonesia yang bergerak di sektor hospitality, dengan reputasi kuat dalam menyuguhkan pengalaman kuliner dan pariwisata mewah berciri khas budaya Indonesia. Dalam kerja sama ini, Plataran akan mengembangkan dua kawasan strategis di IKN, yakni Persil 1A dan Persil 1B.

Pada Persil 1A seluas 2.094 m², akan dibangun Teras Hutan IKN by Plataran, sebuah ruang makan modern yang menawarkan pengalaman gastronomi bernuansa Indonesia dan terintegrasi dengan taman terbuka hijau. Lokasi kedua, Persil 1B, memiliki luas 12.605 m² dan akan dikembangkan dengan konsep serupa, namun dengan pekarangan yang lebih luas dan fleksibel. Pembangunan tahap awal direncanakan dimulai pada tahun 2025, dengan fokus utama pada pengembangan di Persil 1A.

“Terima kasih atas kepercayaan PT. Plataran Boga Rasa untuk dapat berinvestasi di IKN, semoga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik.”, ujar Basuki.

Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kepastian hukum bagi para pelaku usaha dalam mengatur hak dan kewajiban para pihak, serta menegaskan komitmen kolektif guna mengawal keseluruhan proses pembangunan.

Dengan terwujudnya kolaborasi antara Otorita IKN dan PT. Plataran Boga Rasa, diharapkan sektor kuliner di Ibu Kota Nusantara dapat terus bertumbuh menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas budaya bangsa, tetapi juga terus menarik minat investor dan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.(**)

NUSANTARA − Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak ke fase-fase strategis dengan menekankan tidak hanya percepatan, tetapi juga kualitas, estetika, dan keberlanjutan. Melalui Pre-Construction Meeting (PCM) terintegrasi untuk sejumlah paket utama, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan kedisiplinan, tata kelola yang baik, serta perhatian terhadap lingkungan dan lanskap.

PCM ini bertujuan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terkait rencana kerja, potensi tantangan, dan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum dimulainya pekerjaan di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kelancaran pelaksanaan proyek sesuai dengan target dan timeline yang telah direncanakan.

Terdapat dua paket pekerjaan utama yang menjadi fokus dalam PCM kali ini.

Paket pertama adalah Penataan Kawasan Sepaku, yang ruang lingkupnya meliputi pembangunan dua bangunan dan kawasan Pasar Sepaku, penataan koridor Sepaku sepanjang 1,5 km mulai dari SDN 004 Sepaku hingga SD IT Ma’arif, keduanya berada WP IKN Barat, serta pembangunan 10 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah delineasi IKN.

Sementara itu, paket kedua adalah Penataan Kawasan Olahraga dan Ruang Terbuka Hijau, yang mencakup pembangunan nursery anggrek (orchid garden), rehabilitasi area glamping di KIPP 1A, pembangunan Pusat Riset Wanagama, serta pembangunan infrastruktur PSSI di KIPP 1B. Seluruh pekerjaan tersebut didanai melalui anggaran APBN Otorita IKN Tahun Anggaran 2025.

Dalam arahannya, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan, kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan, serta manajemen pelaksanaan konstruksi yang tertib.

“Saya akan kerasin. Batching plant yang masih mengotori jalan akan saya stop. Minimal dua bulan saya hentikan. Supaya penyedia jasa tahu bahwa kita serius soal kebersihan,” tegas Basuki.

Ia juga menyoroti praktik pengangkutan material konstruksi yang masih kurang memperhatikan keamanan dan ketertiban lalu lintas, terutama truk-truk dari quarry yang mengangkut tanah atau batu split.

“Saya tidak ingin melarang, tapi muatan tanah dan split itu harus ditutup terpal. Dari Sumbu Barat ke Sepaku itu banyak split tumpah di jalan. Tolong ini diperhatikan. Kita harus memberi contoh pembangunan yang tertib,” ujarnya.

Basuki juga meminta agar jalur-jalur menuju IKN, seperti tanjakan Polewali dijaga kebersihannya. Ia menekankan bahwa pembangunan IKN harus mencerminkan manajemen konstruksi yang terencana.

Isu kedua yang menjadi sorotan dalam PCM adalah aspek estetika lanskap, terutama dalam penanaman pohon. Kepala Otorita IKN menyampaikan keprihatinannya terhadap kualitas penanaman yang masih rendah dan tidak berkelanjutan.

Ia menekankan agar semua pohon yang telah ditanam diperiksa ulang. Banyak tanaman masih dibungkus karung atau plastik, yang menyebabkan akar tidak bisa berkembang dengan baik.

“Saya mohon dengan sangat, bongkar itu satu per satu, ambil karungnya, tanam lagi dengan benar. Jangan sampai dua tahun jadi sia-sia. Kalau tanamannya bagus, IKN bisa lebih rimbun,” tambahnya.

Basuki juga menyoroti bahwa pola penanaman di lapangan masih perlu dirapikan. Ia mencontohkan bahwa tanaman yang membutuhkan banyak air tidak boleh dicampur dengan yang tidak memerlukan air, karena keduanya memiliki kebutuhan tumbuh yang berbeda.

Kepala Otorita IKN menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa pekerjaan besar lainnya akan segera menyusul, termasuk 15 proyek multi-years yang akan dimulai dalam waktu dekat, seperti pembangunan jalan kawasan yudikatif, gedung legislatif, embung, dan infrastruktur kawasan lainnya.

“Jangan mengulur-ulur waktu. Yang paket-paket ini hanya sampai Desember. Mulai akhir Juni ini dilelangkan, nanti Agustus–September kita mulai kerjaan yang lebih rumit lagi,” pungkasnya.(**)

Scroll to Top