Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

NUSANTARA, MANDAUPOST – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia menggelar rapat pendahuluan (entry meeting) dan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk penguatan pengamanan pembangunan pada proyek/kegiatan strategis penataan Kawasan Sepaku serta kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau di IKN.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga integritas penyelenggaraan pembangunan strategis di IKN. Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN dan Jamintel Kejagung menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

“Saya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan semua pihak, khususnya Jamintel Kejagung, dalam menjaga kelancaran pembangunan ini. Saat ini, pembangunan IKN dilakukan melalui tiga sumber pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi langsung dari pihak swasta. Ini yang harus kita jaga, jangan sampai ada yang merugikan atau menciderai proses besar ini. Mari kita jaga bersama integritas, komitmen, dan semangat kolaborasi dalam membangun Ibu Kota Nusantara,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono (07/08).

Basuki menambahkan, sejumlah proyek strategis di IKN membutuhkan pengamanan dan pengawalan intelijen yang kuat, mengingat proyek-proyek tersebut bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga menyangkut dimensi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Di Ibu Kota Nusantara, terdapat sejumlah proyek strategis dan progres pembangunan yang membutuhkan pengamanan dan pengawalan intelijen. Hal ini menjadi krusial karena proyek-proyek tersebut bukan hanya membangun fisik kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan pakta integritas antara Roni Rosaji, selaku Pejabat Penandatangan Kontrak XVII-2025 Satuan Kerja Otorita IKN, dengan Fuad Prabowo, Direktur PT PP URBAN, sebagai pihak pelaksana pembangunan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Kepala Otorita IKN dan Direktur IV Jamintel Kejagung, serta dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Pengamanan Pembangunan Strategis Jaksa Agung Muda Intelijen dengan Nomor: SP.PPS-59/D/Dpp.4/05/2025 tanggal 23 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur IV Jamintel Kejagung, Setiawan Budi Cahyono, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dari seluruh pihak sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko pembangunan.

“Dalam pelaksanaan pengawalan ini, kami sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh stakeholder untuk dapat memberikan informasi yang utuh dan seluas-luasnya. Informasi tersebut menjadi dasar penting bagi kami dalam melakukan mitigasi risiko secara tepat. Dengan pemetaan potensi ancaman yang akurat, kami bersama Otorita IKN dapat merespons dan mengatasinya secara efektif, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” pungkas Setiawan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Ibu Kota Nusantara menjadi saksi digelarnya Eco Fashion Nusantara pada Sabtu (02/08), sebuah pertunjukan busana yang mengangkat tema keberlanjutan dan kekayaan budaya lokal. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Kongres Diaspora Indonesia ke-8 di IKN, yang digelar oleh IDN Global sebagai bentuk dukungan nyata diaspora terhadap pembangunan ibu kota baru yang ramah lingkungan.

Fashion show tersebut menampilkan tujuh koleksi karya desainer diaspora yang mengusung konsep slow fashion, menggunakan bahan alami, teknik tradisional, serta pewarnaan ramah lingkungan. Koleksi yang tampil di antaranya Maharani Persada by Essy Masita, Gee Batik by Sugeng Waskito, Ms Bella Collection by Grace Isybella, Kebaya House by MS Hadi Collection, Carousel Brides by Jennifer Flory, Javabor by Tyas Dani x Griya Godong, dan Abel Couture by Abel Collections.

Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian diaspora terhadap masa depan IKN.

“Tujuan dari kegiatan ini, para diaspora ingin menunjukkan bahwa kami mensupport dan mengawal Nusantara sebagai kota yang ramah lingkungan. Sangat penting, bukan hanya zero emission dari kendaraan, tapi pakaiannya juga bukan yang fast moving fashion, baik dari segi bahan, pewarnaan, dan juga recycling. Semoga dengan diselenggarakannya Eco Fashion Nusantara ini, kita semakin mempertegas dukungan diaspora untuk Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Acara ini juga menghadirkan model dari berbagai negara, termasuk Australia, Kolombia, Chile, Amerika Serikat, Sudan, Kenya, Belanda, Rusia. Keberagaman ini menjadi simbol keterbukaan IKN terhadap kolaborasi global dan budaya yang inklusif.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan diaspora Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih, tidak ada kata lain kecuali terima kasih kepada diaspora Indonesia dan IDN Global yang telah memanfaatkan IKN dengan mengadakan kegiatan Kongres Diaspora di IKN,” kata Basuki.

Lebih dari sekadar pertunjukan mode, Eco Fashion Nusantara menjadi simbol konkret diplomasi budaya dan ekosistem keberlanjutan yang ingin dibangun di IKN. Dari bahan alami hingga keterlibatan lintas negara, acara ini mencerminkan kota yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

Dalam membangun IKN sebagai kota global, inisiatif seperti ini memperkuat pesan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal kebijakan, melainkan juga gaya hidup, estetika, dan identitas. IKN bukan hanya kota untuk semua, tetapi juga kota yang dibentuk oleh semua.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Ratusan anggota Indonesian Diaspora Network (IDN) Global bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Embung MBH. Kegiatan ini menjadi bagian dari Congress of Indonesian Diaspora ke-8 sekaligus wujud komitmen membangun IKN sebagai Kota Dunia untuk Semua yang berlandaskan prinsip keberlanjutan, dan dilaksanakan pada Kamis (31/07).

Lebih dari 200 lubang tanam telah disiapkan OIKN. Bibit yang ditanam pun beragam, mulai dari tanaman endemik Kalimantan seperti Balangeran, tanaman herbal seperti daun salam, hingga tanaman hias seperti Ketapang Kencana, Tabebuya, Bungur, dan Pucuk Merah. Keberagaman jenis tanaman ini bertujuan memperkuat fungsi ekologis sekaligus memperindah lanskap kota.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono didampingi pejabat eselon I dan II dari berbagai kedeputian, pegawai Otorita IKN, serta perwakilan Artha Graha sebagai sponsor turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Selamat datang Bapak-Ibu Diaspora di Embung MBH. Sebagai simbol kolaborasi, area ini ke depannya akan kita sebut sebagai Diaspora Park atau Taman Diaspora,” ujar Basuki dalam sambutannya.

Salah satu peserta, Joseph Wan dari Melbourne, Australia, menyampaikan kekagumannya terhadap progres pembangunan IKN.

“Saya sangat terkesan dengan pembangunan di Nusantara yang begitu pesat dan berorientasi pada keberlanjutan. Ruang terbuka hijaunya luas, dan saya merasa sangat disambut. Saya pasti akan kembali,” ungkap Joseph.

Penanaman pohon bersama ini menjadi simbol sinergi antara diaspora Indonesia dan OIKN dalam membangun masa depan Nusantara. Selain memperkuat aspek lingkungan, kegiatan ini juga menegaskan keterlibatan komunitas global dalam mewujudkan IKN sebagai kota masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Indonesian Diaspora Network (IDN) Global, sebuah organisasi yang mewadahi diaspora Indonesia di seluruh dunia akan menyelenggarakan Congress of Indonesian Diaspora (CID) ke-8 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tanggal 30 Juli hingga 4 Agustus 2025.

Kongres ini mengusung tema “Bersama Diaspora Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia Untuk Semua”, sebagai bentuk dukungan diaspora Indonesia terhadap pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang hijau, modern, dan ramah lingkungan.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan CID ke-8, dengan menampilkan kekayaan budaya dan inovasi karya anak bangsa. Salah satu yang menarik adalah Bazaar Nusantara, yang akan menyuguhkan aneka kuliner khas daerah serta produk-produk unggulan UMKM khas Nusantara.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhi Pameran Foto Nusantara, yang menampilkan potret sejarah kemerdekaan Indonesia yang didukung oleh para diaspora Indonesia di masa lampau.

Dalam semangat keberlanjutan, kongres ini juga menghadirkan Trade Exhibition Designer Eco Fashion Nusantara dan Eco Fashion Show, yang memperkenalkan karya-karya desainer Indonesia dengan konsep mode berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, kekayaan tradisi lokal Kalimantan turut diangkat melalui Festival Sumpit Nusantara, yang menghadirkan atraksi budaya dan perlombaan menyumpit.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, beberapa kegiatan diskusi juga akan berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, di area Kantor Kemenko 3, yang akan mempertemukan para diaspora untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta kolaborasi dalam mendukung kemajuan IKN dan kontribusi diaspora Indonesia di berbagai bidang.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kongres ini.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran CID ke-8 di IKN. Ini merupakan bentuk nyata dukungan diaspora terhadap pembangunan Nusantara sebagai kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan. Partisipasi aktif para diaspora menunjukkan semangat kolaborasi lintas batas demi kemajuan Indonesia ke depan,” ujarnya Selasa, (29/07).(**)

Otorita IKN dan PT. Plantaran Boga Rasa Jalin Kerja Sama, Rabu 23/7/2025.

NUSANTARA, MANDAUPOST – Dalam upaya memperkuat sektor kuliner berbasis budaya dan pariwisata di Ibu Kota Nusantara (IKN), PT. Plataran Boga Rasa menjalin kerja sama strategis dengan Otorita IKN melalui penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) dan Akta Notarial. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kepala Otorita IKN, Nusantara, pada Rabu (23/07)

PT. Plataran Boga Rasa merupakan entitas lokal Indonesia yang bergerak di sektor hospitality, dengan reputasi kuat dalam menyuguhkan pengalaman kuliner dan pariwisata mewah berciri khas budaya Indonesia. Dalam kerja sama ini, Plataran akan mengembangkan dua kawasan strategis di IKN, yakni Persil 1A dan Persil 1B.

Pada Persil 1A seluas 2.094 m², akan dibangun Teras Hutan IKN by Plataran, sebuah ruang makan modern yang menawarkan pengalaman gastronomi bernuansa Indonesia dan terintegrasi dengan taman terbuka hijau. Lokasi kedua, Persil 1B, memiliki luas 12.605 m² dan akan dikembangkan dengan konsep serupa, namun dengan pekarangan yang lebih luas dan fleksibel. Pembangunan tahap awal direncanakan dimulai pada tahun 2025, dengan fokus utama pada pengembangan di Persil 1A.

“Terima kasih atas kepercayaan PT. Plataran Boga Rasa untuk dapat berinvestasi di IKN, semoga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik.”, ujar Basuki.

Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kepastian hukum bagi para pelaku usaha dalam mengatur hak dan kewajiban para pihak, serta menegaskan komitmen kolektif guna mengawal keseluruhan proses pembangunan.

Dengan terwujudnya kolaborasi antara Otorita IKN dan PT. Plataran Boga Rasa, diharapkan sektor kuliner di Ibu Kota Nusantara dapat terus bertumbuh menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas budaya bangsa, tetapi juga terus menarik minat investor dan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.(**)

NUSANTARA − Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak ke fase-fase strategis dengan menekankan tidak hanya percepatan, tetapi juga kualitas, estetika, dan keberlanjutan. Melalui Pre-Construction Meeting (PCM) terintegrasi untuk sejumlah paket utama, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan kedisiplinan, tata kelola yang baik, serta perhatian terhadap lingkungan dan lanskap.

PCM ini bertujuan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terkait rencana kerja, potensi tantangan, dan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum dimulainya pekerjaan di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kelancaran pelaksanaan proyek sesuai dengan target dan timeline yang telah direncanakan.

Terdapat dua paket pekerjaan utama yang menjadi fokus dalam PCM kali ini.

Paket pertama adalah Penataan Kawasan Sepaku, yang ruang lingkupnya meliputi pembangunan dua bangunan dan kawasan Pasar Sepaku, penataan koridor Sepaku sepanjang 1,5 km mulai dari SDN 004 Sepaku hingga SD IT Ma’arif, keduanya berada WP IKN Barat, serta pembangunan 10 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah delineasi IKN.

Sementara itu, paket kedua adalah Penataan Kawasan Olahraga dan Ruang Terbuka Hijau, yang mencakup pembangunan nursery anggrek (orchid garden), rehabilitasi area glamping di KIPP 1A, pembangunan Pusat Riset Wanagama, serta pembangunan infrastruktur PSSI di KIPP 1B. Seluruh pekerjaan tersebut didanai melalui anggaran APBN Otorita IKN Tahun Anggaran 2025.

Dalam arahannya, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan, kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan, serta manajemen pelaksanaan konstruksi yang tertib.

“Saya akan kerasin. Batching plant yang masih mengotori jalan akan saya stop. Minimal dua bulan saya hentikan. Supaya penyedia jasa tahu bahwa kita serius soal kebersihan,” tegas Basuki.

Ia juga menyoroti praktik pengangkutan material konstruksi yang masih kurang memperhatikan keamanan dan ketertiban lalu lintas, terutama truk-truk dari quarry yang mengangkut tanah atau batu split.

“Saya tidak ingin melarang, tapi muatan tanah dan split itu harus ditutup terpal. Dari Sumbu Barat ke Sepaku itu banyak split tumpah di jalan. Tolong ini diperhatikan. Kita harus memberi contoh pembangunan yang tertib,” ujarnya.

Basuki juga meminta agar jalur-jalur menuju IKN, seperti tanjakan Polewali dijaga kebersihannya. Ia menekankan bahwa pembangunan IKN harus mencerminkan manajemen konstruksi yang terencana.

Isu kedua yang menjadi sorotan dalam PCM adalah aspek estetika lanskap, terutama dalam penanaman pohon. Kepala Otorita IKN menyampaikan keprihatinannya terhadap kualitas penanaman yang masih rendah dan tidak berkelanjutan.

Ia menekankan agar semua pohon yang telah ditanam diperiksa ulang. Banyak tanaman masih dibungkus karung atau plastik, yang menyebabkan akar tidak bisa berkembang dengan baik.

“Saya mohon dengan sangat, bongkar itu satu per satu, ambil karungnya, tanam lagi dengan benar. Jangan sampai dua tahun jadi sia-sia. Kalau tanamannya bagus, IKN bisa lebih rimbun,” tambahnya.

Basuki juga menyoroti bahwa pola penanaman di lapangan masih perlu dirapikan. Ia mencontohkan bahwa tanaman yang membutuhkan banyak air tidak boleh dicampur dengan yang tidak memerlukan air, karena keduanya memiliki kebutuhan tumbuh yang berbeda.

Kepala Otorita IKN menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa pekerjaan besar lainnya akan segera menyusul, termasuk 15 proyek multi-years yang akan dimulai dalam waktu dekat, seperti pembangunan jalan kawasan yudikatif, gedung legislatif, embung, dan infrastruktur kawasan lainnya.

“Jangan mengulur-ulur waktu. Yang paket-paket ini hanya sampai Desember. Mulai akhir Juni ini dilelangkan, nanti Agustus–September kita mulai kerjaan yang lebih rumit lagi,” pungkasnya.(**)

KUTAI KARTANEGARA, MANDAUPOST − Sebanyak 574 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan pertama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menuntaskan pelatihan bela negara, menandai lahirnya generasi pionir aparatur sipil negara yang turut menjadi penggerak awal transformasi Nusantara. Mereka adalah formasi CPNS perdana, putra-putri terpilih dari berbagai penjuru negeri, termasuk Kalimantan. Kehadiran mereka mewarnai arah dan wajah kelembagaan OIKN dari dalam.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut mereka sebagai “mesin baru” yang akan menggerakkan organisasi menuju transformasi kelembagaan dan pelayanan publik yang berkelas dunia. “Kami membangun kota dari manusianya lebih dahulu,” tegas Basuki dalam upacara penutupan pelatihan di Puslatpur Amborawang, Rabu (2/7).

Hal ini disampaikan Kepala Otorita IKN saat Upacara Penutupan Pelatihan dan Pendidikan Bela Negara CPNS Otorita IKN Tahun 2025, yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kodam VI/Mulawarman, pada Rabu (02/07/2025) dihadiri juga oleh jajaran pimpinan OIKN serta anggota keluarga para CPNS.

“Saya sangat berharap saudara-saudara menjadi mesin baru yang mempercepat, mendisiplinkan, dan mewarnai organisasi Otorita IKN ke depan. Apa yang Anda dapatkan selama tiga minggu di Puslatpur Mulawarman harus terus dijaga dan diterapkan dalam tugas-tugas sebagai abdi negara,” ujar Basuki.

Pelatihan dan pendidikan bela negara ini diikuti oleh 574 CPNS angkatan pertama Otorita IKN, dengan lebih dari 30% berasal dari wilayah Kalimantan sebagai bentuk afirmasi talenta lokal. Program ini berlangsung sejak 10 Juni hingga 1 Juli 2025, dan mencakup materi pembinaan disiplin, wawasan kebangsaan, integritas, serta dasar-dasar bela negara dan tata kelola pemerintahan. Kegiatan diwarnai dengan berbagai atraksi yang mengesankan hasil pelatihan dari para CPNS  tersebut.

Basuki juga menekankan pentingnya penguatan karakter CPNS melalui nilai-nilai pengabdian dan kebangsaan. “Brain boleh baik, tapi kalau hati tidak diisi, bisa keblinger. Kami hanya bisa memberikan modal saja tetapi nanti akhirnya mereka sendiri. Tapi saya yakin, melalui kegiatan selama 3 minggu ini mudah-mudahan mereka lebih siap menghadapi tugas ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Kodam VI/Mulawarman, khususnya Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, serta para instruktur dan pelatih Puslatpur. “Terima kasih atas dedikasi dalam membentuk karakter CPNS kami. Nilai-nilai kejuangan bela negara ini sangat dibutuhkan untuk membangun IKN.”

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, dalam arahannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi proses pembentukan karakter ASN yang tangguh, nasionalis, dan berintegritas. “CPNS Otorita IKN adalah agen perubahan yang akan mewarnai pembangunan IKN lima, sepuluh, lima belas, dua puluh tahun ke depan. Mudah-mudahan waktu yang tiga minggu ini, memang singkat, tetapi bisa memberikan dasar-dasar bagi hati dan pikiran,” pungkasnya.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tiba di Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, tepat pukul 14.09 Wita, Rabu 28 Mei 2025.

Kedatangan Wapres Gibran disambut Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) bersama Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Bupati Penajam Paser Utara Mudiyat Noor.

Kunjungan kerja Wapres Gibran yang pertama kali ke IKN ini untuk meninjau berbagai proyek infrastruktur strategis di kawasan ibu kota baru negara Indonesia, pengganti DKI Jakarta.

Setibanya di Bandara IKN, Wapres Gibran didampingi Gubernur Harum dan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan jalan tol Km.58 menuju KIPP di IKN Sepaku.

 

 

Berlanjut kunjungan ke RS Abdi Waluyo dan Universitas Guna Dharma, berakhir meninjau proyek ASN Tower.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam percepatan pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Republik Indonesia,” kata Gubernur Harum.

Sesuai rencana Presiden RI Prabowo Subianto segera berkantor di IKN pada tahun 2028, seiring rampungnya pembangunan kawasan IKN.(**)

PPU, mandaupost – Dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar apel kesiapan pengamanan yang berlangsung di halaman Swissôtel IKN, Sepaku, pada Rabu pagi (28/5/2025).

 

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat Polres PPU serta sejumlah perwira dari Polda Kaltim dan Polres sekitar IKN, yang turut diperbantukan dalam kegiatan pengamanan ini.

 

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya soliditas dan profesionalisme dalam mengawal agenda kenegaraan di wilayah strategis nasional tersebut.

 

“Keberhasilan pengamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga merupakan simbol kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan”, ungkapnya.

 

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tugas dan penempatan personel oleh Kabag Ops Polres PPU, AKP Kasiyono, S.H. Adapun sejumlah titik strategis yang menjadi fokus pengamanan meliputi Simpang Rico, Simpang Sumbu Barat, Simpang Empat Kemenko, Simpang RS Abdi Waluyo, Simpang Istana Negara IKN, Simpang Bank Indonesia (BI) dan Koridor Sumbu Timur.

 

“Setiap titik akan dijaga oleh gabungan personel dari Polres PPU, Polsek Sepaku, Samapta, staf operasional, serta perkuatan dari Satgas Polda Kaltim guna menjamin keamanan dan kelancaran rangkaian kegiatan Wakil Presiden”, terangnya.

 

 

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga komunikasi yang efektif antarsatuan.

 

“Kegiatan pengamanan ini menjadi tolok ukur kesiapan kita dalam mengawal stabilitas dan ketertiban di kawasan IKN,” tegas AKBP Andreas.

 

Apel kesiapan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung agenda nasional serta menjaga situasi kondusif di wilayah ibu kota negara yang baru.(**)

Ruang Baru untuk Bertumbuh dan Terhubung di Ibu Kota Nusantara

NUSANTARA, mandaupost – Di tengah geliat pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN), tumbuh semangat baru dari masyarakat yang telah lebih dulu menetap dan beradaptasi. Salah satunya adalah lahirnya komunitas #HealingdiIKN atau ‘Healing di IKN’, sebuah ruang bersama yang dibentuk oleh masyarakat IKN sebagai wadah pengembangan diri, relaksasi, serta pengikat sosial di tengah dinamika kehidupan kota baru.

Komunitas tersebut merupakan inisiatif kolektif dari Adinda Alya Salsabila dan Arif Ridwan Mas, dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Otorita IKN yang telah menetap di IKN sejak Maret 2025. Keduanya berhasil menggugah partisipasi masyarakat untuk ikut menciptakan ruang bersama yang mendukung produktivitas dan rasa memiliki terhadap tanah yang kini mereka sebut sebagai rumah.

“Sebagai bagian dari generasi awal ASN yang tinggal dan bekerja di IKN, saya merasa perlu memiliki sense of belonging terhadap kota ini. Komunitas ini lahir dari concern yang sama, bagaimana kita tetap berkembang tentunya di luar aspek pekerjaan, di tengah transisi besar ini. ‘Healing di IKN’ adalah bentuk kecil dari harapan kami agar IKN tak sekadar jadi tempat kerja, tapi juga ruang hidup yang sehat dan nyaman,” ujar Adinda.

Sejak didirikan pada 19 April 2025, ‘Healing di IKN’ telah mengadakan berbagai kegiatan inspiratif seperti workshop membuat makrame, membatik bersama pengrajin lokal, hingga menjelajahi Gunung Parung. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana relaksasi, tetapi juga memperkuat koneksi sosial lintas profesi dan latar belakang.

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati yang jatuh pada 22 Mei, komunitas ini berkolaborasi dengan Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN serta kelompok tani lokal menggelar kegiatan bertajuk ‘Healing di IKN: Belajar dari Alam’. Kegiatan ini mengajak masyarakat IKN baik para ASN maupun non-ASN untuk merasakan langsung pengalaman bertani dan berkebun di lahan pertanian Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku.

Lahan pertanian yang menjadi lokasi kegiatan tersebut merupakan bagian dari Zona Pertanian dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) IKN. Zona ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus menjaga fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati yang menjadi dasar keberlanjutan pembangunan di IKN.

“Wisata edukasi ‘Healing di IKN’ kali ini sangatlah positif. Kami berharap para ASN dapat tersadar untuk mengubah gaya hidupnya dalam rangka mendukung visi IKN menjadi kota berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memperkenalkan konsep urban farming yang akan diterapkan di lingkungan hunian rusun ASN di IKN dalam waktu dekat. Konsep urban farming ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di tingkat komunitas,” ujar Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk menyampaikan apresiasinya.

Komunitas ‘Healing di IKN’ akan terus menyelenggarakan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh kelompok masyarakat di IKN untuk turut menciptakan ruang-ruang sosial yang sehat, inklusif, dan berdaya. Seiring berjalannya waktu, inisiatif-inisiatif akar rumput seperti ini akan menjadi fondasi penting dalam membentuk ekosistem sosial yang seimbang di tengah pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara.(**)

Scroll to Top