Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

SENDAWAR, MANDAUPOST – Dalam semangat pelestarian warisan budaya Nusantara, Serasehan Harmoni Mandau digelar sebagai forum kolaboratif lintas sektor yang mempertemukan para pelaku budaya, akademisi, pemerintah, Komunitas adat, dan generasi muda.

 

Acara ini menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk mendorong pengakuan Mandau senjata tradisional suku Dayak sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia UNESCO pada tahun 2025. Yang berlangsung digedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Jum’at (4/7/2025).

 

Sebagimana kita ketahui bersama bahwa Mandau adalah senjata tradisional suku Dayak di Kalimantan yang sudah di akui oleh Indonesia. Mandau juga bukan hanya sekadar alat, melainkan sebuah simbol identitas, keberanian, dan kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai sejarah dan spiritual. Keberadaannya melekat erat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat adat Dayak, mulai dari upacara adat, ritual keagamaan, hingga seni pertunjukan.

 

Namun, di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi, warisan budaya tak benda seperti Mandau menghadapi tantangan pelestarian yang serius. Kurangnya pemahaman lintas generasi, minimnya dokumentasi yang komprehensif, serta potensi hilangnya pengrajin tradisional adalah beberapa ancaman nyata.

 

Oleh karena itu, penting untuk secara aktif berkolaborasi lintas sektor dalam upaya melestarikan Mandau, tidak hanya sebagai benda mati tetapi sebagai warisan hidup yang harus terus diwariskan dan diakui dunia. Pengusulan Mandau sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO menjadi sebuah keniscayaan untuk memastikan keberlanjutan dan pengakuan global terhadap kekayaan budaya.

 

Dalam sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan, Memaknai filosofi mandau secara mendalam dapat mengajarkan kita tentang ketajaman pemikiran, keberanian bertindak, dan keuletan dalam mempertahankan nilai-nilai luhur. Namun, di tengah gempuran modernisasi, kita menghadapi tantangan besar untuk memastikan Mandau tetap hidup, dikenal, dan dihargai oleh generasi mendatang, bahkan oleh dunia.

 

Inilah mengapa saresehan kita hari ini menjadi sangat relevan. Dengan mengangkat tema “Kolaborasi Lintas Sektor untuk Asih Asah Asuh Menuju Warisan Budaya Tak Benda Dunia” ini bisa dijadikan sebagai panggilan sekaligus tantangan bagi kita semua.

 

“Asih” berarti kasih sayang, kepedulian. Kita harus menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian yang mendalam terhadap Mandau, bukan hanya sebagai artefak, tetapi sebagai jiwa yang terus berdetak dalam denyut kehidupan kita. Ini berarti melibatkan generasi muda, menanamkan kebanggaan, dan memastikan cerita serta makna Mandau terus diceritakan.

 

“Asah” berarti mengasah, mengembangkan. Ini adalah tugas kita untuk terus menggali, meneliti, dan mendokumentasikan setiap aspek Mandau. Mulai dari proses pembuatannya, ragam motifnya, hingga kisah-kisah heroik yang menyertainya. “Asah” juga berarti mengembangkan potensi Mandau sebagai inspirasi dalam berbagai bidang, termasuk seni, ekonomi kreatif, dan pariwisata dan “Asuh” berarti membimbing, memelihara. Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian Mandau secara fisik dan non-fisik. Ini mencakup perlindungan para empu dan pengrajin Mandau, regenerasi keahlian, serta memastikan ekosistem budaya yang mendukung keberlangsungan Mandau terus berkembang.

 

Sarasehan ini bukan hanya menjadi forum diskusi semata, tetapi juga pemicu lahirnya gerakan nyata dan berkelanjutan dalam pelestarian Mandau.

 

Frederick Edwin berharap kolaborasi lintas sektor yang terjalin semakin kuat, melahirkan inovasi dalam pelestarian, dan memastikan bahwa Mandau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga diakui sebagai warisan berharga bagi seluruh umat manusia.

 

“Semoga dengan kerja keras dan komitmen bersama, Mandau dapat segera tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO, menginspirasi daerah lain untuk terus menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya mereka”. Ungkapnya

Melalui saresehan ini, “saya berharap kita dapat merumuskan langkah-langkah konkret, menyusun rencana aksi yang terpadu, dan mengidentifikasi potensi kolaborasi yang lebih luas. Mari kita jadikan forum ini sebagai titik tolak untuk memperkuat jaringan, berbagi ide, dan menyatukan energi demi satu tujuan mulia: menjadikan Mandau sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.” Pungkanya. (**)

PPU, MANDAUPOST – Satuan Reserse Narkoba kembali menorehkan prestasi dalam pemberantasan peredaran narkotika di lingkungan Polres PPUdengan mengamankan dua kasus penyalah gunaan narkotika dan menyita uang jutaan rupiah dari 2 lokasi berbeda, Kamis (03/07).

Wakapolres PPU Kompol Awan Kurnianto, S.H., mengungkap dua kasus penangkapan pengedar sabu dalam waktu berdekatan.

“Keberhasilan ini berkat sinergi petugas dan partisipasi aktif masyarakat. Kami sangat menghargai informasi warga yang membantu pengungkapan kasus ini,” terang Kompol Awan.

Kasus pertama terjadi Minggu malam (29/06/25) sekitar pukul 22.00 WITA, ketika tim Opsnal Sat Resnarkoba menangkap ABP (31), warga Desa Tepian Batang, Paser, di depan Pelabuhan Chevron, Penajam. ABP diduga sedang akan melakukan transaksi narkoba.

Dari penggeledahan, polisi menemukan dua paket sabu seberat 10,08 gram yang disembunyikan dalam kotak rokok Sampoerna.

Selain itu, diamankan pula lakban hitam, uang tunai Rp 50.000, dan HP Samsung Galaxy A04s. ABP yang positif menggunakan narkoba berdasarkan tes urin dijerat dengan Pasal 114 dan 112 UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

Kasus kedua terjadi pada Selasa malam (17/06/25) sekitar pukul 21.30 WITA, ketika Satresnarkoba menangkap JS (38), warga Kediri yang tinggal di Sepaku, setelah menerima laporan warga tentang aktivitas mencurigakan di sebuah kontrakan.

Dari penggeledahan, polisi menemukan delapan paket sabu seberat 27,77 gram tersembunyi di celana panjang tersangka. Barang bukti lain yang diamankan meliputi dua timbangan digital, plastik klip bening, sekop kecil dari sedotan, uang Rp 3,8 juta, HP Infinix, dan motor Honda Vario tanpa plat. JS yang hanya lulusan SD dan bekerja sebagai buruh harian dijerat dengan pasal yang sama karena menguasai sabu melebihi 5 gram.

Wakapolres menyatakan bahwa penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar. Seluruh barang bukti telah diamankan, dan berkas perkara sedang dipersiapkan untuk proses hukum.(**)

KUTAI KARTANEGARA, MANDAUPOST – Menteri Lingkungan Hidup yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis 3 Juli 2025.

Ia hadir untuk melihat langsung kondisi ekosistem Pesut Mahakam dan mengeksekusi langkah  penyelamatan spesies endemik  satwa air yang hampir punah tersebut.

Menteri Hanif Faisol menguraikan kawasan Danau Mahakam merupakan salah satu kawasan yang bernilai penting bagi keanekaragaman hayati karena terdapat spesies endemik yaitu Pesut Mahakam dan ekosistem spesifik yaitu danau dan lahan gambut.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan satwa yang dilindungi, masuk dalam kategori critically endangered (kritis) yaitu pada daftar merah (Red List) IUCN, dan masuk pada daftar Appendiks I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

“Menteri jauh-jauh datang tidak hanya untuk melakukan seremoni. Menteri jauh-jauh datang untuk mengeksekusi apa yang harus dieksekusi dalam penanganan pelestarian biodiversiti kita,” kata Menteri Hanif Faisol di Gedung BPU Desa Pela di depan puluhan masyarakat desa tersebut.

Hadir dalam kunjungan kerja tersebut Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum), Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dan Sekda Kaltim Sri Wahyuni.

Sekitar tiga puluh tahun lampau, kata Menteri Hanif Faisol, Pesut Mahakam bisa dengan mudah ditemui di Tepian Mahakam Samarinda. Tapi sekarang, Pesut Mahakam hanya menampakkan diri di sekitar Sungai Pela dan Danau Semayang. Jumlahnya pun diperkirakan tersisa hanya 62 ekor.

Menteri Hanif Faisol menegaskan, penyelamatan spesies endemik ini hanya bisa dilakukan dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika, deklarasi dan diksi.(**)

SAMARINDA, MANDAUPOST – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda gencar dalam menangani masalah banjir secara keseluruhan baik itu secara jangka panjang dan pendek. Salah satunya dengan itens melakukan kunjungan lapangan untuk memantau terhadap kawasan yang dianggap masih rawan terhadap terjadinya genangan air supaya segera diselesaikan.

Wali Kota Samarinda DR H Andi Harun didampingi instansi teknis kembali meninjau kawasan Bengkuring di Kecamatan Samarinda Utara untuk dilakukan penanganan jangka pendek termasuk membongkar bottoneck yang berkaitan dengan tanah warga termasuk bangunan SMK MEDIKA yang halamannya berada diatas saluran air.

Bahkan siang itu, tak sungkan orang nomor wahid di kota tepian ini untuk langsung turun masuk ke saluran drainase demi memastikan penyebab terjadinya aliran air tak menggalir dengan lancar.

“Tadi ada salah satu rumah milik warga di seberang parit yang berpotensi mempersempit aliran air, saya minta Pak Camat dan Lurah supaya melakukan komunikasi dengan pemilik rumah supaya kita bisa melakukan pelebaran saluran air yang berasal dari berbagai arah,”kata Wali Kota kepada awak media Kamis, 03/07.

Dalam kunjungannya tadi, Andi Harun juga mengidentifikasi satu void atau lubang eks tambang yang dianggap luberan airnya sangat berbahaya. Dirinya meminta kepada Camat untuk segera mengecek kepemilikan lahan tersebut karena berdekatan dengan kawasan perumahan.

“Hasil pengecekan, kolamnya tidak dipagar, tidak ada pengaman dan luberan airnya juga bisa masuk ke saluran drainase yang akan kita lebarkan. Keberadaan kolam ini membahayakan keselamatan manusia di masa yang akan datang. Jadi temuan tadi akan menjadi PR yang pekan depan akan segera kita tindak lanjuti,”sebut Wali Kota.

Tak itu saja, Wali Kota juga mengecek proyek pengendalian banjir di jalan terong yang dimana pekerjaannya tinggal menyelesaikan tanggul parit yang dituntaskan hingga tahun depan.

“Semoga proyek ini bisa mengurangi efek genangan yang ada di Bengkuring, karena pekerjaan pengendalian banjir mulai dari kawasan Betapus dan jalur sungai Karangmumus disekitar  Bengkuring terus berlangsung dari tahun ke tahun, jadi untuk menyelesaikan masalah ini tidak bisa mengandalkan satu tahun anggaran maka kita juga butuh bantuan pusat dan provinsi untuk berbaik hati membantu kita menyelesaikan masalah banjir ini,”harapnya.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Dua orang residivis kasus narkotika kembali diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Balikpapan dalam pengungkapan kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan obat keras di wilayah hukum Polresta Balikpapan.

Kedua pelaku, yakni IM alias A (45) dan NI alias E (47), ditangkap di kawasan Jalan Bukit Niaga, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota setelah petugas menerima informasi dari masyarakat. Penangkapan dilakukan oleh tim opsnal Satresnarkoba yang bergerak cepat ke lokasi dan langsung mengamankan kedua tersangka.

Dalam penggeledahan yang dilakukan di lokasi dan rumah pelaku, petugas menyita 8 paket sabu seberat bruto 2,48 gram, 760 butir pil double L, 1 unit timbangan digital, 2 sendokan dari sedotan, 6 bundel plastik klip bening, 1 tutup toples plastik, 1 dompet hitam bertuliskan Vonreh, uang tunai sebesar Rp8.350.000, 1 kartu ATM BCA, serta 2 unit ponsel masing-masing merek Realme C53 dan Vivo Y36.

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan, Kompol Bangkit Danjaya, menjelaskan bahwa pelaku mengaku mendapatkan sabu dari seseorang bernama Wisnu dengan sistem “jejak”, dan akan membayar setelah barang terjual dengan harga Rp1,3 juta per gram. Barang bukti dan kedua pelaku kemudian dibawa ke Mapolresta Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Polresta Balikpapan mengajak masyarakat untuk terus aktif melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkoba melalui layanan aduan 110.

“Kami jamin identitas pelapor aman dan dirahasiakan,” tegas Ipda Sangidun, anggota penyidik Satresnarkoba.(**)

TENGGARONG, MANDAUPOST  – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri secara terbuka mengajak para investor untuk berkolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Kukar. Ajakan ini khususnya ditujukan untuk potensi wisata milik Pemkab Kukar, seperti Pulau Kumala, dan berbagai destinasi lain di wilayah tersebut. Hal tersebut diungkapkan Aulia Rahman Basri saat menjadi narasumber dalam wawancara video podcast sebagai bagian dari konten promosi potensi investasi Kabupaten Kukar, yang berlangsung di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Rabu (2/7).

Bupati Aulia Rahman menegaskan bahwa Pemkab Kukar terus berupaya mempromosikan dan membuka peluang bagi investor yang berminat bekerja sama dalam sektor pariwisata. Ia menjanjikan rasa aman dan nyaman bagi investor, terutama untuk pengembangan Pulau Kumala.

 Pemkab Kukar berencana membangun jembatan akses mobil, memperkuat UMKM, dan bahkan merencanakan pembangunan lapangan golf bertaraf internasional di Pulau Kumala. Selain itu, Pemkab Kukar berkomitmen memberikan kemudahan regulasi agar investor tidak merasa khawatir.

Aulia menambahkan, melalui program-program visi misi Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Kukar tidak hanya fokus pada pembangunan destinasi wisata, event budaya, dan pengembangan SDM. Pemkab juga berencana membangun pelabuhan kapal di wilayah pesisir untuk peningkatan dan penguatan ekonomi, memastikan akses laut juga menjadi perhatian dalam pengembangan potensi Kukar.

 “Saat ini berbagai pembangunan infrastruktur guna mendukung terwujudnya kawasan wisata yang nyaman dan memadai terus berjalan, khususnya aksesibilitas menuju sentra-sentra wisata. Tentu semua ini merupakan upaya memberikan daya tarik untuk investor,” ujarnya.

 Strategi promosi yang disuguhkan juga mencakup penguatan hilirisasi industri yang memberikan kemudahan bagi investor maupun investasi dari pihak swasta untuk membantu pembangunan infrastruktur pariwisata. Perusahaan swasta dan investor juga diajak turut serta dalam menciptakan destinasi wisata unik yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung.

Aulia Rahman Basri kembali mengajak semua investor dan perusahaan swasta untuk berinvestasi dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi di Kukar. “Mari kita bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kukar akan memfasilitasi dan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada investor untuk menanamkan modalnya membangun destinasi wisata dan lain-lain di Kutai Kartanegara, seperti halnya pengurusan izin tempat dan sebagainya, dengan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan,” tutupnya.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) resmi meluncurkan program Gerakan Pasar Murah (GPM) Beriman sebagai upaya pengendalian inflasi daerah di Aula Kantor Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Rabu (2/7/2025).

 

GPM Beriman menawarkan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras premium 5 kg seharga Rp78.000, minyak goreng 2 liter Rp38.000, daging premium Rp110.000/kg, serta bahan pokok penting lainnya.

 

Selain itu, juga tersedia gas elpiji bersubsidi 3 kg sebanyak 560 tabung setiap hari Rabu di masing-masing lokasi, khusus bagi warga yang berdomisili di wilayah tempat kegiatan berlangsung.

 

Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM Beriman merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), termasuk Bank Indonesia sebagai mitra pendukung.

 

“Hari perdana Gerakan Pangan Murah (GPM) Beriman ini merupakan bentuk kolaborasi kami dengan TPID dan Bank Indonesia, terutama dalam hal fasilitasi distribusi pangan, sehingga pelaku usaha pangan dapat menjual bahan pokok dengan harga di bawah pasar,” ujar Sri Wahyuningsih.

 

Ia juga menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di wilayah rawan pangan.

 

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan ini, khususnya mereka yang berada di kantong-kantong rawan pangan. Tujuannya agar bahan pokok penting bisa lebih mudah diakses,” tambahnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Umran Usman, menyatakan bahwa GPM Beriman merupakan bagian dari strategi nasional pengendalian inflasi dalam kurun 2025–2027.

 

“Kegiatan seperti operasi pasar, pasar murah, dan gerakan pangan murah ini termasuk dalam program strategis untuk menjaga keterjangkauan harga. Melalui fasilitasi distribusi kepada para pelaku usaha, mereka dapat menjual komoditas di bawah harga pasar,” jelas Umran Usman.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun keyakinan masyarakat untuk berbelanja secara bijak.

 

“Dengan adanya GPM Beriman, masyarakat diyakinkan bahwa harga terjangkau dan aman. Harapannya, inflasi Kota Balikpapan tahun 2025 dapat mencapai target nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen,” imbuhnya.

 

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi Kota Balikpapan per Juni 2025 secara bulanan mencapai 0,82%, dengan inflasi kumulatif Januari–Juni sebesar 2,16%. Angka ini mendekati sasaran tengah inflasi nasional.

 

“Karena itu, di semester kedua ini, kami bersama TPID Kota Balikpapan akan terus menggencarkan operasi pasar, pasar murah, dan kegiatan serupa agar target inflasi nasional bisa tercapai,” tutup Umran Usman.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalimantan Timur menggelar acara syukuran di Gedung Mahakam Mapolda Kaltim, Selasa (1/7/2025).

Dalam acara syukuran peringatan Hari Bhayangkara ke-79 turut hadir Wakil Gubernur Kaltim, Pangdam VI/Mulawarman, Forkopimda Kaltim, Kepala Otorita IKN, Wakapolda Kaltim, Bhayangkari Daerah Kaltim.

Acara syukuran tersebut diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue syukuran sebagai simbol rasa syukur atas usia ke-79 Bhayangkara.

Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Endar Priantoro, didampingi Wakapolda Brigjen. Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, secara simbolis memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada personel tertua di lingkungan Polda Kaltim, yaitu AKBP Bergas selaku Kayanma.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim Ny. Natasha Endar Priantoro yang hadir bersama Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim Ny. Nur Sabilul Alif turut memotong kue syukuran dan menyerahkannya kepada personel termuda, yakni Bripda Muhammad Syahrul Hidayat dari Satuan Brimob Polda Kaltim.

Peringatan hari Bhayangkara ke-79 di jadikan sebagai wahana introspeksi untuk membenah diri dalam menyongsong tugas-tugas kedepan yang semakin berat dan kompleks.

“Polri telah di hadapkan dengan berbagai tantangan dan cobaan yang begitu banyak upaya di lakukan oleh Polri khususnya di Polda Kaltim serta jajaran untuk menjaga stabilitas Kamtibmas,” ucap Kapolda.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kaltim juga memberikan penghargaan kepada satuan yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap kebersihan lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Untuk kategori kebersihan Mako, penghargaan diberikan kepada Dit Polair, Dit Lantas, dan Ro SDM. Sedangkan untuk kategori kebersihan asrama, penghargaan diraih oleh Asrama Polisi Segara dan Asrama Polisi Karanganyar.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar upacara peringatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Mapolda Kaltim, Selasa (1/7/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Endar Priantoro, dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, yang mencerminkan komitmen institusi Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hadir dalam upacara tersebut sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Wakil Gubernur Kaltim, Pangdam VI/Mulawarman, Forkopimda Kaltim, Kepala Otorita IKN, serta Wakapolda Kaltim, turut memberikan dukungan dalam momentum bersejarah bagi Korps Bhayangkara ini.

Mengawali amanatnya, Kapolda ucapkan selamat Hari hayangkara ke- 79 kepada seluruh personel Polda Kaltim, di manapun bertugas. Semoga di usia 79 tahun pengabdian ini, kita dapat terus optimal dalam menjamin sitkamtibmas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat bumi etam-kaltim yang kita cintai ini.

Pada peringatan Hari Bhayangkara Tahun ini, mengambil tema “Polri Untuk Masyarakat”. Tema yang diangkat tentunya bukan sekedar slogan semata, namun juga telah menjadi program Polri, yang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kehadiran Polri di tengah Masyarakat, menjaga transparansi dan profesionalisme serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke- 79 ini, saya tekankan kepada seluruh personel Polda Kaltim dan polres/ta jajaran, untuk pegang teguh komitmen dan pengabdian sebagai penjaga pancasila dan NKRI, senantiasa jaga kehormatan institusi, serta tanamkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.(**)

SENDAWAR, MANDAUPOST  – Musyawarah Besar (MUBES) Ke-XII “PEBEKA TAWEI” Kenyah Lepoq Bakung Se-Kalimantan Tahun 2025, resmi dibuka Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., dengan ditandai pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Acara ini digelar di Kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Hubung, Senin (30/06).

Acara Mubes turut dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mahulu, Devung Paran, A.Md., Keb., S.H., Wakil Ketua I DPRD, Nor Lili Bulan beserta Para Anggota DPRD Mahulu, Plt.Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wenefrida Kayang, S.Sos., M.Si., Perwakilan dari Kodim 0912/Kbr, Perwakilan dari Kapolres Mahulu, Camat Long Hubung Mikael Tingang Lung,S.Kom., Ketua Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Bakung Kaltimtara Herman Kila Ule,S.E.,M.Si.,serta Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Mahulu.

Dalam sambutannya, Bupati Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Bakung dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Serawak Malaysia, tetapi juga sarana strategis pelestarian budaya dan perumusan kebijakan adat.

“Masyawarah ini mempererat kekompakan dan memperkuat jati diri serta solidaritas masyarakat adat dalam menghadapi era perubahan global,” ujar Bupati Bonifasius.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya nilai-nilai luhur suku Dayak Kenyah, seperti gotong royong, toleransi, dan penghargaan terhadap alam. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi kuat dalam menjaga identitas sekaligus menghadapi tantangan modernisasi.

“Tradisi dan kearifan lokal harus diwariskan ke generasi muda, agar menjadi pondasi kokoh bagi masa depan,” tambahnya.

Bonifasius Belawan Geh juga mengapresiasi ragam kegiatan dalam Mubes, mulai dari seminar adat, lomba seni budaya, hingga pertandingan olahraga tradisional dan modern. Semua kegiatan itu dinilai mampu meningkatkan kreativitas dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Bupati mengingatkan makna filosofi “Sapu Lidi” sebagai simbol pentingnya persatuan dalam keberagaman. “Seperti lidi yang lemah jika sendiri, namun kuat jika disatukan, demikian pula kekuatan masyarakat adat terletak pada solidaritasnya,” tuturnya.

Mengangkat tema “Melalui Mubes Pebeka Tawei Kenyah Lepoq Bakung Ke-XII Tahun 2025, Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan dalam Meneguhkan Jati Diri, Menguatkan Solidaritas untuk Mewujudkan Kedaulatan Masyarakat Adat di Era Perubahan Global”, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi masyarakat adat yang mandiri dan berdaya saing.

“Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Musyawarah Besar Ke-XII Pebeka Tawei Dayak Kenyah Lepoq Bakung secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkas Bupati dengan semangat.(**)

Scroll to Top