Berita Populer

Berita Terbaru

KALTIM

SAMARINDA, MANDAUPOST — Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Kesehatan kembali menyelenggarakan Jambore Kader Posyandu 2025. Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi 3.865 kader Posyandu yang berperan sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat, yang digelar di Hotel Midtown Samarinda, Rabu (24/09).
Acara ini juga dirangkai dengan Penilaian Kader Berprestasi Bidang Kesehatan, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan inisiatif luar biasa para kader. Jambore dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, didampingi Wakil Ketua TP-PKK Nova Saefuddin Zuhri, Kepala Dinas Kesehatan Ismid Kusasih, serta dihadiri unsur OPD terkait, camat, dan kepala Puskesmas se-Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, Wawali menegaskan peran vital kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, mulai dari pendampingan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pembinaan kesehatan lansia.
“Semoga dengan keikhlasan dan semangat gotong royong para kader, kesehatan masyarakat Kota Samarinda semakin maju, angka stunting terus menurun, dan kesehatan lansia meningkat,” ujarnya.
Jambore tahun ini juga menjadi momen membanggakan, setelah diumumkan salah satu kader asal Samarinda Ulu berhasil meraih juara tingkat nasional. Prestasi tersebut membuktikan bahwa kontribusi kader Posyandu tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
Nova Saefuddin Zuhri turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader. Ia menekankan bahwa Posyandu merupakan pilar transformasi kesehatan masyarakat, sementara Jambore menjadi penyemangat untuk terus berinovasi.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini memotivasi kader untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Ketua Panitia, Budi Trianto Hadi, menjelaskan bahwa Jambore bertujuan meningkatkan kapasitas kader, mengevaluasi program pembinaan, sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi kader berprestasi. Tahun ini, kegiatan diikuti 118 kader perwakilan kelurahan, didampingi 26 tenaga promosi kesehatan Puskesmas, serta 10 pendamping dari tingkat kecamatan.
Jambore berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2025, dengan beragam agenda, mulai dari penilaian kader berprestasi, presentasi inspiratif pemenang nasional, lomba drama teatrikal, lomba yel-yel kader, ranking 1, hingga cerdas cermat kader Posyandu.
Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik, inovasi, dan pengalaman lintas wilayah. Para kader mendapat ruang untuk menularkan ide-ide segar serta pendekatan efektif dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pemerintah Kota Samarinda berharap, Jambore ini semakin memperkuat semangat dan pengabdian para kader Posyandu. Apresiasi yang diberikan bukan hanya penghargaan simbolis, melainkan pengakuan atas peran vital kader sebagai agen perubahan di sektor kesehatan masyarakat.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek pembangunan Pemerintah Kota Balikpapan pada Selasa (23/09).

Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, ketepatan waktu, serta ketercapaian penyerapan anggaran.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah pengerjaan drainase dan trotoar di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir.

Bagus menegaskan pentingnya keselarasan antara dinas teknis, konsultan pengawas, dan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan. Menurutnya, seluruh pihak harus berpedoman pada spesifikasi dan jadwal pelaksanaan yang disepakati.

“Saya melihat ada beberapa pekerjaan yang mengalami keterlambatan, padahal pekerjaannya sederhana. Misalnya, pemasangan kanstin yang seharusnya muncul 25 cm, ternyata hanya 10 cm. Itu jelas tidak sesuai desain dan harus dibongkar,” ungkapnya.

Selain itu, Bagus menyoroti masalah ketebalan pondasi jalan, gambar kerja (shop drawing), serta keterbatasan jumlah tenaga kerja. Ia mengingatkan agar penyerapan anggaran yang bersumber dari uang rakyat tidak terhambat akibat kelalaian pelaksana proyek.

“Saat ini tenaga kerja hanya 27 orang. Kalau ingin selesai tepat waktu, seharusnya minimal 100 hingga 200 orang. Kalau tidak ditambah, saya yakin proyek ini tidak akan selesai,” tegasnya.

Meski demikian, ia menekankan pendekatan pembinaan dibandingkan pemberian sanksi.

“Kalau masih ada waktu untuk diperbaiki, ya perbaiki saja dulu. Kami ingin mengingatkan bahwa ada aturan dan spesifikasi yang harus dipenuhi,” tambahnya.

Bagus juga menitipkan aspek estetika pada proyek trotoar agar tidak hanya berfungsi, tetapi juga indah dan nyaman bagi masyarakat.

Sidak berlanjut ke proyek pembangunan Wisma Kejaksaan di sekitar Universitas Balikpapan. Bangunan rumah dinas ini disiapkan untuk karyawan Kejaksaan Negeri, khususnya pegawai bujangan, dengan kapasitas 20 kamar. Disana, tidak ada kendala yang berarti.

“Pekerjaannya sederhana, hanya dua lantai. Namun saya minta dilakukan penanganan turap di bagian depan agar tidak terjadi longsor,” jelas Bagus.

Selanjutnya, sidak dilakukan ke Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) Gedung Kesenian Balikpapan. Proyek ini merupakan bagian dari masterplan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Yang dikerjakan saat ini masih pekerjaan struktural, terutama beton untuk gardu pandang. Nantinya kawasan ini akan menjadi sarana olahraga terpadu sekaligus ruang rekreasi keluarga, dilengkapi jogging track, taman, hingga fasilitas ramah anak dan lansia,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proyek ini akan diselesaikan secara bertahap, dengan target maksimal dua tahun ke depan.

“Mudah-mudahan dengan pendapatan kota yang meningkat, penyelesaian taman ini bisa dipercepat,” ujarnya.

Pembangunan Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) Gedung Kesenian ini, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga tata ruang hijau yang ramah bagi seluruh kalangan masyarakat.

Bagus Susetyo mengungkapkan bahwa kawasan ini akan ditanami berbagai pohon langka dan pepohonan peneduh untuk menciptakan suasana sejuk dan nyaman. Selain itu, ruang terbuka hijau tersebut juga disiapkan sebagai sarana rekreasi dan olahraga.

“Di kawasan KOT rencananya akan ditanami pohon langka dan pohon-pohon yang nantinya membuat area di sini sejuk, sehingga bisa dijadikan sarana wisata keluarga, jogging, maupun tempat bersantai,” jelas Bagus.

Ia menambahkan, konsep pengembangan taman di kawasan tersebut dirancang untuk semua kalangan usia. Mulai dari anak-anak balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia akan mendapatkan ruang dan fasilitas sesuai kebutuhan mereka.

“Konsepnya setiap taman itu untuk semua elemen masyarakat. Balita sudah kita siapkan karena kita menjadikan Balikpapan sebagai kota ramah anak. Lansia juga kita fasilitasi, misalnya untuk olahraga ringan atau penderita stroke. Untuk anak muda, kita siapkan area untuk berdiskusi dan berkumpul agar kreativitas mereka bisa muncul,” terangnya.

Lebih lanjut, Bagus menyebut desain RTH ini juga melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia agar tata ruangnya terkonsep dengan baik.

“Mudah-mudahan taman RTH yang kita siapkan bersama ikatan arsitek ini tahun depan sudah bisa kita bangun,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan taman tersebut akan menjadi salah satu tujuan wisata keluarga baru di Balikpapan, sekaligus menambah ruang interaksi sosial masyarakat dengan suasana yang lebih sehat dan asri.

Lokasi berikutnya adalah pembangunan Gedung Puskesmas Sepinggan Baru yang berlokasi di samping Masjid di kawasan KNPI. Dalam sidak ini, progres bangunan ini baru mencapai progres 29 persen.

“Secara kualitas cukup baik, tapi ada keterlambatan pada struktur. Saya minta agar finishing bisa dikerjakan simultan dengan menyiapkan parkir yang memadai,” papar Bagus.

Sidak terakhir dilakukan di proyek pembangunan drainase dan pedestrian di Jalan Ruhui Rahayu. Proyek ini baru berjalan 27 persen sejak Juli, sementara kontrak berakhir pada Desember 2025.

“Progresnya masih kecil, sementara waktunya kurang dari tiga bulan. Kami mendorong kontraktor agar segera menambah tenaga kerja dan menyelesaikan tepat waktu. Jangan saling menyalahkan, yang penting hasilnya baik,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan bahwa pedestrian ini akan menjadi bagian dari konsep kawasan perkantoran terintegrasi di Balikpapan. Selain itu, akan ditambah pohon, taman, dan fasilitas disabilitas agar menjadi ikon kota yang indah sekaligus nyaman bagi warga.

Dalam evaluasinya, Bagus menyebut sidak dilakukan untuk memastikan kendala proyek dapat segera diatasi, baik dari sisi teknis maupun serapan anggaran.

“Setiap daerah kini dipantau serapan anggarannya tiap bulan oleh Kementerian Keuangan. Kita tidak ingin pekerjaan terlambat. Semua proyek ini harus selesai sesuai waktu, kualitas, dan anggaran yang ada,” tegasnya.

Seluruh proyek yang ditinjau merupakan satu tahun anggaran dan ditargetkan rampung pada 23-30 Desember 2025. Ia juga memberi peringatan khusus pada proyek bangunan gedung agar mempercepat tahapan arsitektur dan finishing.

“Kalau November nanti masih ada keterlambatan, kita akan turun lagi. Tapi saya optimistis dengan keterbukaan dan komitmen semua pihak, proyek-proyek ini bisa selesai sesuai target,” pungkas Bagus.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi memiliki Mal Pelayan Publik (MPP). MPP sendiri merupakan layanan dari instansi pemerintah (pusat dan daerah), BUMN, BUMD, dan swasta yang disatukan dalam satu lokasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai layanan publik.

Menteri PANRB Rini Widyantini secara virtual meresmikan MPP yang ditandai dengan penandatanganan prasasti yang diikuti oleh sebelas kepala daerah dari kabupaten/kota di indonesia. Tidak terkecuali oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang mengikuti kegiatan tersebut di Balikpapan, Rabu (24/09).

Kegiatan yang dirangkai dengan diskusi serta dialog interaktif ini, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mahyunadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Darsafani, perwakilan perangkat daerah, Forkopimda serta undangan lainnya berlangsung di Kantor DPMPTSP, Kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi Sangatta Utara.

Dalam sesi diskusi, Bupati Ardiansyah Sulaiman berkesempatan untuk berdialog bersama Menteri PANRB, Rini Widyantini. Dalam dialog tersebut, Bupati Ardiansyah menyampaikan beberapa layanan publik yang sudah tersedia di MPP.

“Saat ini pelayanan yang banyak diminati oleh masyarakat yaitu persetujuan pembangunan gedung, sertifikat live konfungsi,PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang), Perizinan usaha dan tenaga kesehatan. semua sudah dilayani dengan layanan online menggunakan MPP Digital.” ucap Bupati.

Selain itu, dalam paparanya, orang nomor satu di Kutim ini juga menyebut, saat ini MPP Kutim memberikan sebanyak 13 layanan yang berasal dari PD, instansi vertikal, lembaga non Kementrian. BUMN termasuk BUMD. Selain itu, untuk memudahkan masyarakat, MPP Kutim juga hadir menghadirkan layanan online yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

“Daya dukung lainya, saat ini kami sedang berproses pembangunan gedung MPP yang representatif dan lokasinya juga sangat strategis sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan publik melalui MPP. Kami harap Bu Menteri nantinya bisa meresmikan gedung tersebut apabila sudah siap di gunakan,”ujarnya.

Ditemui usai kegiatan, Wabup Mahyunadi berharap adanya MPP ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain itu dirinya meminta kepada instansi terkait untuk lebih gencar mensosialisasikan pelayanan tersebut kepada masyarakat.

“Diresmikannya MPP ini yang pertama optimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tau bahwa sudah ada Mal Pelayanan Publik. Hadirnya MPP ini menjadi langkah maju kita untuk memberikan layanan publik secara optimal kepada masyarakat,” ucap Wabup Mahyunadi.

Kadis DPMPTSP Kutim Darsafani, menambahkan menyampaikan berbagai fasilitas sudah tersedia di MPP diantaranya ruang bermain anak, laktasi, dan akses bagi penyandang disabilitas.

“Meskipun saat ini masih ada perangkat daerah yang belum bergabung, namun secara bertahap mereka (Perangkat Daerah) akan menghadirkan layanannya di MPP. Kami targetkan seluruh layanan akan tersedia di tahun depan,” ucap Darsafani. (**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Polres Kutai Timur menggelar konferensi pers terkait pengungkapan dua kasus kriminal menonjol, di Aula Polres Kutim, Selasa (23/09) .

Konferensi Pers dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, didampingi Kasat Reskrim AKP Ardian Rahayu Priatna, yang juga turut dihadiri para Jurnalis Media.

Didepan awak media, Kapolres menjelaskan kronologi kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka berinisial AL (46), warga Gg. Damai, Sangatta Utara. Pelaku merupakan residivis yang baru bebas dari Lapas Bontang. Setelah mengintai rumah, pelaku masuk saat kondisi sepi dengan cara mencongkel menggunakan obeng. Ia beraksi di tiga lokasi berbeda, yakni pada 01 September di Jl.Dayung Desa Singa Gembara, 06 September di Jl. Ilham Maulana, serta 07 September di Jl. Wolter Monginsidi, Sangatta Utara.

“Pelaku ini residivis. Usai bebas dari Lapas Bontang, kembali melakukan aksinya dengan menyasar rumah-rumah warga. Barang yang dicuri mulai dari tas, uang tunai, laptop, HT, emas, jam tangan, ponsel hingga sepeda motor. Setelah aksi terakhir, pelaku sempat kabur ke Samarinda,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, total kerugian korban ditaksir mencapai Rp.1 miliar. Atas perbuatannya, AL dijerat Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Lanjutnya, AKBP Fauzan juga memaparkan kronologi kasus kedua yakni pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar beberapa agen Brilink di wilayah Kutim. Para pelaku beraksi dengan cara mengancam korban menggunakan parang, mendobrak pintu konter, dan mengambil uang. Aksi dilakukan di tiga lokasi, yaitu Brilink Bengalon, Brilink Galeri Jasa 4 Gg. Rambutan Jl. Yos Sudarso II, serta Brilink Lumintu Gg. Masjid Jl. Yos Sudarso II.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Anti Hoaks dan Konten Pornografi di Media Sosial. Setelah sebelumnya dilaksanakan di SMA Negeri 5 Balikpapan, kali ini kegiatan serupa digelar di SMP Negeri 12 Balikpapan, bertempat di Aula Multi, Jumat (19/9).

Sebanyak 50 pelajar dari SMP Negeri 12 Balikpapan dari berbagai kelas hadir sebagai perwakilan dalam kegiatan tersebut.

Seperti kegiatan sebelumnya, sosialisasi menghadirkan narasumber Kepala Sub Bidang Multimedia Bidang Humas Polda Kaltim AKBP Qori Kurniawati dan Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim Dafa Ezra.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili Kepala Diskominfo, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan, Irene Yuriantini, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SMP Negeri 12 Balikpapan.

“Kami sampaikan rasa terima kasih, atas kesediaan pihak SMPN 12, kegiatan ini dapat dilaksanakan,” kata Irene.

Irene menekankan derasnya arus informasi khususnya dalam platform digital dan kemudahan akses internet menjadi penting bagi pelajar untuk memahami bahaya hoaks dan konten negatif di media sosial.

“Adik-adik harus dibekali pengetahuan agar bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Disadari bahwa, kini pelajar menjadi salah satu sasaran utama penyebaran informasi, termasuk yang tidak benar.

“Makanya itu, adik-adik diberikan ilmu agar dapat memahami apa itu hoaks, bahayanya, serta dampak yang ditimbulkan,” terang Irene.

Sementara itu, Ketua Panitia yang diwakili Pranata Humas Ahli Muda, Arminiwati, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun literasi digital di kalangan pelajar.

“Kami berharap remaja tidak hanya mampu melindungi diri sendiri dari pengaruh hoaks, tetapi juga bisa menjadi agen penyebar informasi yang benar di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dengan begitu, literasi digital dapat meluas secara berjenjang,” ucapnya.

Mewakili Kepala Sekolah SMPN 12 Balikpapan, Wakil Kepala, Nur Wahyudi juga mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat berharga, selain SMPN 12 dipilih sebagai lokasi sosialisasi, pelajar juga akan mendapatkan banyak ilmu dan manfaat agar dapat memanfaatkan sosial media dengan lebih bijak.

“Kami menyambut baik kegiatan ini dilaksanakan di sekolah kami. Kami harap, siswa  yang ikut sosialisasi nantinya bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-teman di kelas masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang literasi digital bisa menyebar lebih luas di kalangan pelajar,” harapnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para pelajar antusias mengajukan pertanyaan seputar berita-berita hoaks yang belakangan viral. Antusiasme ini menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap dampak informasi digital dan keinginan mereka untuk lebih cerdas bermedia sosial.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus gencar memberikan edukasi digital di sekolah-sekolah. Harapannya, pelajar di Kalimantan Timur bisa tumbuh menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan berakhlak baik dalam memanfaatkan dunia digital.(**)

BONTANG, MANDAUPOST – Kabar gembira bagi ribuan keluarga di Kota Bontang. Sebanyak 10.553 rumah tangga yang tersebar di 14 kelurahan akan segera menikmati akses energi yang lebih efisien, aman, dan terjangkau melalui program jaringan gas bumi (jargas).

Kepastian ini didapat setelah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (18/9).

Penandatanganan ini menjadi wujud nyata dari upaya advokasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menghadirkan program strategis nasional ke tengah-tengah warganya.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bontang, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM. Dengan dukungan ini, kami optimis target Bontang sebagai ‘City Gas’ di Indonesia akan segera terwujud,” ungkap Wali Kota Neni Moerniaeni.

Program jargas ini merupakan komitmen pemerintah pusat untuk menyediakan energi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa Kementerian ESDM merencanakan pembangunan hingga 1 juta sambungan rumah di seluruh Indonesia untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Bagi masyarakat Bontang, realisasi 10.553 sambungan baru ini tidak hanya berarti penghematan biaya energi bulanan, tetapi juga peningkatan keamanan dan kenyamanan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Keberhasilan Pemkot Bontang dalam mengamankan alokasi ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warganya.(**)

KUTAI TIMUR, MANDAUPOST – Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akhirnya menyepakati tentang perubahan kebijakan umum APBD (KUA) dan perubahan prioritas dan anggaran sementara (PPAS) tahun anggaran 2025.

Setelah sebelumnya digelar beberapa kali rapat bersama antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kutim. Akhirnya kedua belah pihak menyepakati nota yang  menjadi landasan  kuat untuk menyusun APBD, ditandai dengan penandatangan oleh Bupati Kutim yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sudirman Latief serta unsur pimpinan DPRD yakni Ketua Jimmi dan Wakil 1 Sayid Anjas dalam sidang Paripurna yang digelar di gedung DPRD Kutim, Sangatta,Jumat (19/09).

Ditemui usai kegiatan Asisten Administrasi Umum, Sudirman Latief mengatakan, meskipun dalam pembahasannya sedikit terlambat, namun dirinya memastikan bahwa keterlambatan ini menjadi bagian dari proses penyusunan program prioritas yang akan dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, dalam setiap penyusunan kegiatan yang dilakukan oleh daerah harus selaras dengan program yang di canangkan baik oleh Pemerintah Provinsi maupun pusat.

“Selain APBD kita besar, kita juga harus mempertimbangkan mana yang menjadi program prioritas kita. Dan kita harapkan nantinya program yang akan kita laksnakan ini bisa berjalan sesuai yang kita rencanakan,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya menyebut, dalam setiap proses penyusunan APBD, diperlukan sikap hati-hati dan cermat. Hal itu bertujuan agar setiap kegitan yang akan di susun harus mampu memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak bagi masyarakat.

“Selain karena ada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Makanya kita (Pemkab Kutim) harus berhati-hati. Mana yang harus dimasukkan dan sebaliknya termasuk mengakomodir program yang sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati kita,” pungkasnya.

Diketahui, sesuai hasil rapat antara TPAD dengan Banggar DPRD Kutim menyepakati adanya perubahan KUA dan PPAS tahun 2025 pada bagian pendapatan yang sebelumnya Rp 11,1 triliun menjadi Rp 9,8 triliun. Sehingga terdapat pengurangan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun.(**)

PENAJAM, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melakukan pendampingan terhadap SDN 013 Penajam di Desa Girimukti dalam rangka persiapan menuju predikat Sekolah Ramah Anak (SRA), Jum’at (19/09).

Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin, menjelaskan bahwa kegiatan audit SRA ini berawal dari adanya surat resmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada bulan Mei lalu. Surat tersebut meminta adanya sekolah di daerah yang dapat dijadikan lokus percontohan program SRA.

“Makanya kami bersama bidang terkait turun langsung ke SDN 013 untuk menyampaikan permintaan Kementerian PPPA, sekaligus mengoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Kami juga bersurat secara resmi untuk menyiapkan sekolah ini sebagai salah satu yang diaudit,” ucap Chairur saat di jumpai.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan mengacu pada format penilaian Kementerian PPPA. Proses audit sendiri dilakukan secara daring melalui Zoom langsung oleh Kementerian untuk memastikan kesiapan sekolah menjadi SRA.

“Alhamdulillah, dari hasil pengamatan awal, SDN 013 ini sudah sangat memenuhi persyaratan yang ditentukan. Harapan kami sekolah ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di PPU untuk mengembangkan konsep ramah anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Chairur menegaskan bahwa dalam jangka panjang SDN 013 akan dijadikan sekolah percontohan. Dengan begitu, sekolah-sekolah lain di PPU dapat melakukan studi banding ke SDN 013 untuk mengembangkan program serupa. Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 013 Penajam, Rusmala Wati, menyampaikan bahwa komitmen seluruh pihak menjadi langkah awal dalam mewujudkan SRA.

“Yang pertama tentu ada komitmen bersama, baik dari guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua, hingga anak-anak untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Lalu, memastikan program SRA berjalan konsisten, serta memberikan dukungan dan motivasi kepada semua pihak yang terlibat,” jelasnya saat dijumpai usai audit penilaian secara via zoom.

Meski begitu, ia juga menjelaskan untuk menjalankan program SRA ini tentu adan tantangan, terutama menjaga konsistensi dan motivasi para guru serta membiasakan perilaku positif bagi siswa baru.

“Setiap semester kami selalu memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah, baik siswa lama maupun baru, termasuk guru, agar terbiasa dengan budaya positif di sekolah. Misalnya, pembiasaan kegiatan pendidikan karakter sejak pukul 07.00, seperti sholat duha, mengaji, sholat dzuhur bagi siswa Muslim, dan ibadah di tempat ibadah yang disediakan bagi siswa Kristen,” ungkapnya.

Rusmala berharap program SRA tidak hanya sebatas penghargaan formalitas, tetapi benar-benar menjadi budaya dan karakter di sekolah.

“Alhamdulillah, hasil audit hari ini SDN 013 mendapat nilai yang bagus, hanya ada dua poin yang perlu dilengkapi. Insya Allah SDN 013 bisa mewakili Kabupaten PPU ke tingkat nasional dalam program SRA,” pungkasnya.(**)

BALIKPAPAN, MANDAUPOST – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim menggelar press release pengungkapan kasus tindak pidana penggelapan bahan bakar minyak (BBM), Jumat (19/09).

Dalam pengungkapan ini, Ditreskrimum berhasil mengamankan lima tersangka berinisial DM (52), WA (33), JN (40), JW (22), dan RP (16), dan untuk pelaku lain masih dalam pengembangan.

Direktur Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Jamaluddin Farti, melalui Kasubdit Jatanras Kompol M. Eko P. Baramula, menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan PT. Virgo Kencana Sejati Line terkait hilangnya sebagian muatan BBM yang diangkut dari Tangker Pertamina menuju PT. Bayan Resources Tbk.

Berdasarkan keterangan, pada 12 Agustus 2025, sebanyak 3.036.060 liter solar dikirim menggunakan kapal tongkang Royal 19. Namun saat dilakukan pengecekan pada 15 Agustus 2025, volume BBM berkurang 552.417 liter.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui kapal tongkang sempat berhenti di perairan Loa Janan, Samarinda, dan disambangi oleh tiga kapal LCT bernama PSA selama sekitar satu jam. Setelah kejadian, dua kru kapal dan tiga kru perbantuan menghilang dan tidak dapat dihubungi,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 7,6 miliar. Sementara itu, berdasarkan pengakuan para tersangka, sebanyak 450.000 liter solar telah dijual dengan harga Rp 10.000 per liter sehingga menghasilkan Rp 4,5 miliar.

Dalam kasus ini, Ditreskrimum turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda HRV warna putih, satu unit mobil Mitsubishi Triton warna putih, satu unit sepeda motor Vespa Sprint warna hitam, tiga unit telepon genggam (satu iPhone 16 Pro Max, dua iPhone 16 Pro), satu unit Samsung Galaxy S25 Ultra, satu unit Apple Watch, satu unit headset Apple AirPods, perhiasan emas berupa tujuh cincin, dua kalung, satu gelang, serta uang tunai Rp 1.006.000.000.

Ditreskrimum Polda Kaltim menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan penggelapan BBM ini.

“Kami berkomitmen menindak tegas pelaku kejahatan yang merugikan negara maupun perusahaan, serta memastikan keamanan distribusi energi di wilayah Kaltim tetap terjaga,” tegasnya.(**)

PENAJAM, MANDAUPOST – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini resmi memiliki identitas baru. Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, meresmikan logo dan tagline city branding “Gerbang Nusantara” di Auditorium Gedung 2 Kampus N Universitas Gunadarma, PPU pada Rabu malam (17/9).

Bupati PPU Mudyat Noor dalam sambutannya menegaskan bahwa city branding “Gerbang Nusantara” bukan sekadar logo atau slogan, melainkan semangat baru dalam menempatkan PPU sebagai pintu utama peradaban bangsa.

“Gerbang Nusantara adalah wujud semangat baru, pernyataan jati diri, sekaligus tekad kita untuk menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. PPU bukan lagi sekadar serambi penyambut, melainkan gerbang utama peradaban bangsa, penghubung Kalimantan Timur dengan Nusantara, tradisi dengan modernitas, serta lokal dengan global,” ucap Mudyat.

Ia menjelaskan bahwa elemen-elemen dalam logo memiliki makna filosofis yang dalam. Padi, ikan, dan rusa merepresentasikan kemakmuran, ketahanan pangan, kekayaan bahari, dan kearifan lokal. Lekuk garis mencerminkan harmoni sungai, laut, dan hutan, sementara warna merah, kuning, dan hijau melambangkan keberanian, kemakmuran, dan kesuburan.

Tagline “Gerbang Nusantara” sendiri menegaskan posisi PPU sebagai pintu masuk peradaban baru, wajah depan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus simpul penghubung Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud dalam sambutannya menekankan bahwa city branding “Gerbang Nusantara” sejalan dengan visi pembangunan daerah, terutama dalam menyiapkan PPU sebagai pintu gerbang menuju IKN.

“City branding ini bertujuan meningkatkan citra positif daerah serta mewakili semangat, harapan, dan karakteristik masyarakat PPU. Branding ini bukan sekadar promosi, tetapi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang menegaskan kesiapan PPU sebagai gerbang peradaban baru,” tegas Rudi.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik.

“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Yang kita butuhkan adalah sumber daya manusia berkualitas. Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Gunadarma yang hadir di IKN, karena dari sinilah generasi unggul dan berkarakter dapat lahir,” tambahnya.

Rudi mengingatkan bahwa Kalimantan Timur adalah etalase Indonesia, sehingga branding ini juga menjadi pesan kuat bahwa PPU siap memainkan peran strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui peluncuran city branding ini, Pemkab PPU bersama Pemprov Kaltim berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi, menyamakan visi, dan bergerak bersama. “Gerbang Nusantara” bukan hanya simbol, melainkan tekad bersama untuk menegaskan peran PPU sebagai gerbang utama peradaban Indonesia.

Acara peluncuran city branding “Gerbang Nusantara” turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Anggota DPR RI Dapil Kaltim Sarifah Suraidah, Rektor Universitas Gunadarma Margianti, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU Raup Muin, Sekda PPU Tohar, Sekretaris PKK PPU Dr. Indrayani, jajaran Forkopimda PPU, serta sejumlah pejabat terkait dari Kaltim maupun PPU.(**)

Scroll to Top