Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

BULUNGAN, MP – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si didampingi Wakil Bupati, Kilat, A.Md beserta jajaran Pemkab, DPRD dan Forkopimda meluncurkan produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) bernama “Kayanku”, bertempat di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sabanar Lama, Tanjung Selor pada Senin (6/7).

Bupati dalam sambutannya menjelaskan, produk yang dihasilkan Perumda Danum Benuanta menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah daerah menggerakkan roda ekonomi melalui hilirisasi potensi lokal. Mulai Juli 2026, Bupati juga meminta segenap OPD menggunakan AMDK Kayanku dalam setiap kegiatan kedinasan.

“Mulai terhitung di bulan Juli 2026 ini, masing-masing OPD untuk minumannya dalam rapat-rapat atau kegiatan agar mengutamakan AMDK Kayanku sebagai dukungan terhadap produk lokal,” ujar Bupati.

Langkah ini diambil berkaca dari tingginya konsumsi air minum kemasan di Bulungan yang selama ini didatangkan dari Pulau Jawa hingga mencapai ratusan dus per hari. Dengan melimpahnya sumber air di Sungai Kayan, pemerintah daerah melakukan inovasi agar perputaran ekonomi dari sektor ini tetap berada di Bulungan dan memberikan manfaat langsung bagi warganya.

Produksi AMDK Kayanku dikelola oleh Perumda Danum Benuanta yang berfokus pada proses produksi. Sementara untuk jalur distribusi dan pemasaran, pemerintah menunjuk Perusda Persada Bulungan Mandiri sebagai distributor tunggal. Sinergi antar-BUMD ini diharapkan menciptakan manajemen bisnis yang akuntabel, transparan, dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Dengan jumlah penduduk Bulungan yang mencapai lebih dari 160.000 jiwa, potensi pasar AMDK Kayanku sangat besar. Bupati juga mengundang para pelaku usaha, pemilik toko, swalayan, serta jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamidi untuk ikut serta memasarkan produk lokal ini.

Pemerintah daerah memastikan harga AMDK Kayanku tetap terjangkau dan berada di bawah harga merek-merek terkenal yang beredar di pasaran. Kualitas, higienitas, dan keamanan produk juga dijamin telah melewati proses ketat, mulai dari pemenuhan standar SNI, BPOM, hingga sertifikasi halal.

Selain berfokus pada ekonomi, Bupati mengingatkan pihak pengelola untuk memperhatikan penanganan sampah plastik yang dihasilkan agar tidak menjadi beban lingkungan bagi masyarakat. Bupati meminta adanya kontribusi nyata dalam pengelolaan limbah plastik demi menjaga kebersihan wilayah Bulungan.(**)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemprov Kaltara dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Dua penghargaan yang diraih yakni kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta The New Emerging Sharia Economic Region. Penghargaan diserahkan kepada Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., pada malam puncak Anugerah Adinata Syariah 2026 di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7).

Anugerah Adinata Syariah merupakan penghargaan yang diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama CNN Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang berhasil mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI ke-13 K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa sektor keuangan syariah nasional terus menunjukkan perkembangan yang positif.

“Tercatat sektor keuangan syariah memiliki kinerja tahunan yang kuat. Total aset keuangan syariah tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 10 persen,” ujarnya.

Ma’ruf Amin menjelaskan, hingga Maret 2026 total aset keuangan syariah mencapai Rp10.542 triliun. Capaian tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan rasio aset keuangan syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 52 persen, lebih tinggi dari target 45,38 persen.

Ia berharap Anugerah Adinata Syariah tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga mampu mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di seluruh daerah.

Bagi Pemprov Kaltara, penghargaan ini menjadi bukti konsistensi dalam mengimplementasikan kebijakan yang sejalan dengan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029.

Ke depan, Pemprov Kaltara akan terus memperkuat berbagai program strategis, di antaranya percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi instrumen keuangan sosial guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri acara Penyerahan Persetujuan Menteri Kehutanan terhadap Proyek Karbon dan Peresmian Sentra Karbon Kehutanan Indonesia secara daring dari Ruang Kerja Wagub, Kantor Gubernur Kaltara, Senin (6/7).

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia (RI), Raja Juli Antoni.

Dalam sambutannya, Menhut Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa peresmian Sentra Karbon Kehutanan Indonesia merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pengelolaan hutan berkelanjutan dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat lokal.

Menurutnya, sentra karbon diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru tanpa mengabaikan upaya pelestarian hutan.

“Kementerian Kehutanan diarahkan, dalam program ini, harus dipastikan hutan lestari, pembangunan tak boleh berhenti dan kesejahteraan masyarakat lokal merupakan hal yang pasti,” katanya.

Raja Juli Antoni menjelaskan, penerapan perdagangan karbon menjadi transformasi model bisnis kehutanan, dari yang sebelumnya berorientasi pada penebangan menjadi penanaman dan pelestarian hutan.

Saat ini terdapat empat proyek karbon yang telah memperoleh persetujuan, terdiri atas tiga Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan satu perhutanan sosial dengan potensi sekitar 30 juta ton CO2 ekuivalen.

“Nilai transaksi ekonomi dari proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun dengan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp500 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila skema tersebut diterapkan pada lahan terdegradasi seluas sekitar 12,7 juta hektare, maka sektor kehutanan berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Menutup sambutannya, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa keberhasilan perdagangan karbon sangat bergantung pada tata kelola kehutanan yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi dan manipulasi. (dkisp)

TARAKAN – Deru ombak Pantai Amal Lama berpadu dengan sorak ribuan warga yang memadati bibir pantai. Di tengah semarak Festival Iraw Tengkayu XV, sebuah perahu adat berhiaskan warna kuning, hijau, dan merah perlahan bergerak menuju laut lepas. Bagi masyarakat Tidung, inilah momen paling sakral, Pelarungan Padaw Tuju Dulung, tradisi turun-temurun yang sarat makna syukur dan penghormatan kepada leluhur.

Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., hadir menyaksikan langsung prosesi yang menjadi puncak Festival Iraw Tengkayu XV di Pantai Amal Lama, Minggu (5/7).

Menurut Sanusi, pelarungan Padaw Tuju Dulung bukan sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang telah memberikan kehidupan dari generasi ke generasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat Suku Tidung yang tetap menjaga tradisi ini hingga kini.

“Iraw Tengkayu telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dalam kategori ritus budaya, sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” kata Sanusi.

Sanusi menilai generasi muda memiliki peran penting agar tradisi tersebut tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Dengan memanfaatkan teknologi, seni dan media digital, budaya lokal dapat dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.

“Generasi muda dapat menghadirkan Iraw Tengkayu dalam berbagai karya kreatif sehingga tradisi ini tetap hidup dan terus dikenal,” ujarnya.

Ia optimistis, jika dikelola secara profesional, Festival Iraw Tengkayu tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tidung, tetapi juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat citra Kaltara.

Saat Padaw Tuju Dulung akhirnya menghilang di balik ombak, yang tersisa bukan hanya jejak sebuah perahu di lautan. Lebih dari itu, tersimpan harapan agar semangat persatuan, gotong royong, rasa syukur dan penghormatan kepada warisan leluhur terus berlayar bersama generasi penerus di Bumi Benuanta. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mendorong seluruh perangkat daerah berkolaborasi mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Sekprov Denny saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Lapangan Agathis, Senin (6/7) pagi.

Dalam arahannya, Denny mencontohkan keberhasilan Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim), yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,9 persen.

Ia menyebutkan, meski memiliki wilayah yang relatif kecil dengan hanya empat kecamatan, Mojokerto mampu memaksimalkan potensi wisata, khususnya wisata sejarah, sehingga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberhasilan daerah lain dapat menjadi pembelajaran bagi kita. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujar Denny.

Denny menegaskan, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi memerlukan dukungan dan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui kolaborasi tersebut, ia optimistis potensi wisata yang dimiliki Kaltara dapat dikembangkan lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh bagi Kaltara. Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” tutupnya. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Deru mesin motor memecah suasana Sirkuit Bumi Rahayu, Bulungan, Minggu (5/7), saat para pembalap dari berbagai daerah bersaing dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Putaran 2 Region C Kalimantan Gubernur Kaltara Cup 2026.

Di tengah semangat kompetisi itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengajak generasi muda menyalurkan bakat balap melalui jalur yang aman, resmi dan berprestasi.

Mewakili Gubernur Kaltara, Denny menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan atlet otomotif sekaligus melahirkan talenta-talenta baru dari Kaltara.

“Melalui ajang ini kita berharap lahir pembalap-pembalap muda yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” kata Denny.

Menurutnya, sirkuit merupakan tempat terbaik bagi para pembalap mengasah kemampuan dan memacu adrenalin, bukan di jalan raya yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Ia berharap Kejurnas Motoprix dapat terus digelar setiap tahun sehingga pembinaan atlet otomotif berlangsung secara berkesinambungan hingga mampu mencetak pembalap yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Bagi Denny, kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang tercepat mencapai garis finis, tetapi juga tentang disiplin, keberanian, dan sportivitas yang harus dimiliki setiap pembalap.

Di sisi lain, ramainya kejuaraan juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Kehadiran peserta, tim, dan penonton ikut menggerakkan aktivitas UMKM serta meningkatkan kunjungan masyarakat ke Kabupaten Bulungan.

Sebelum menutup sambutannya, Denny mengajak masyarakat menjaga ketertiban selama perlombaan berlangsung. Kepada seluruh pembalap, ia berpesan agar tetap mengutamakan keselamatan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi, tetapi kejujuran dan disiplin adalah jati diri seorang juara sejati,” tutupnya.

Setelah membuka kejuaraan, Denny bersama Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltara Sulis Krisbowo menyaksikan jalannya perlombaan, menyerahkan piagam dan hadiah kepada para pemenang, kemudian menyempatkan diri meninjau paddock untuk menyapa para pembalap dan tim yang mengikuti Kejurnas Motoprix Gubernur Kaltara Cup 2026. (dkisp)

BULUNGAN, MP – Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si secara resmi menutup rangkaian Festival Bulungan Hibot 2026 yang digelar di Taman Budaya Tanjung Palas, Sabtu malam  (4/7).

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, jajaran perangkat daerah, tokoh adat, pelaku seni budaya, serta masyarakat.

Festival Bulungan Hibot 2026 yang berlangsung sejak 3 Juli menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Antara lain  Fun Race 100 Meter Tingkat Pelajar Open Kalimantan Utara, Lomba Mewarnai, Lomba Fotografi serta Lomba Muda Berkarya (Madya) yang menjadi wadah pelestarian seni budaya sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat, pelaku seni, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Bulungan Hibot 2026. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan panitia, perputaran ekonomi selama pelaksanaan festival mencapai kurang lebih Rp65 juta.

“Festival ini bukan hanya sekadar melestarikan seni dan budaya, tetapi juga memberikan panggung dan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk terlibat serta memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Festival Bulungan Hibot dan Festival Tempayan merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

“Harapan kita, anak-anak dan cucu-cucu kita mengetahui bahwa Kabupaten Bulungan memiliki kekayaan seni budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama,” katanya.

Bupati juga mengajak para orang tua, guru, pegiat seni budaya, serta para penutur bahasa daerah untuk terus mengenalkan bahasa dan budaya lokal kepada anak-anak melalui pendidikan formal maupun di lingkungan keluarga. Menurutnya, upaya tersebut telah didukung melalui muatan lokal di sekolah, namun memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Bupati menyampaikan bahwa Pemkab tengah mendorong pembentukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah berhimpunnya para pelaku seni budaya dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah.

Bupati menginformasikan rencana pembangunan 3 rumah adat suku asli Kabupaten Bulungan, yakni rumah adat Suku Dayak, Suku Bulungan, dan Suku Tidung di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati pada tahun 2026. Keberadaan rumah adat tersebut diharapkan menjadi pusat pembelajaran budaya bagi para pelajar sekaligus destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap kawasan Kebun Raya Bunda Hayati nantinya menjadi sarana edukasi budaya sekaligus destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk berbagai kegiatan dengan latar rumah adat sebagai identitas daerah,” jelasnya.

Bupati juga mengundang seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Festival Sungai Kayan yang akan digelar pada Oktober 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bulungan. Festival tersebut akan menghadirkan lomba dayung tradisional antar desa dan kecamatan sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.(**)

BULUNGAN, MP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bulungan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor pada Sabtu malam (4/6).

Kegiatan dibuka Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si dan diikuti jajaran pengurus, para ulama, tokoh masyarakat, badan otonom NU serta tamu undangan.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas digelarnya konfercab sebagai forum tertinggi untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memilih kepengurusan baru.

“Saya berharap Konfercab IV ini dapat menghasilkan kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu membawa NU Kabupaten Bulungan semakin maju serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Bupati.

Kegiatan ini juga diharapkan momentum memperkuat sinergi NU sebagai mitra pemerintah menjaga kerukunan umat, memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan daerah.

“Siapa pun nanti yang terpilih menjadi Pengurus Cabang NU Kabupaten Bulungan, saya berharap akan muncul ide-ide atau gagasan serta pokok pikiran  yang dapat berkontribusi  membantu membangun Kabupaten Bulungan,” imbuh Bupati.(**)

BULUNGAN, MP – Pembukaan Festival Bulungan Hibot 2026 berlangsung di kawasan Taman Budaya, Museum Kesultanan Tanjung Palas pada Jumat malam (3/7).

Festival yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si. Bupati turut mengajak segenap masyarakat menjaga akar budaya lokal.

Bupati menegaskan, modernisasi dan kemajuan infrastruktur di Bulungan jangan sampai menggerus akar budaya lokal.

“Spirit ini harus terus kita kawal dan terus kita jaga. Kemajuan Kabupaten Bulungan sebuah keniscayaan. Namun, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kita tidak kehilangan identitas kita, kearifan lokal kita sebagai warga masyarakat Kabupaten Bulungan,” ucap Bupati.

Dalam arahannya, Bupati meminta Kepala DKOP Bulungan bergerak cepat mengumpulkan para pencinta seni budaya. Targetnya yaitu membentuk Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah resmi anak muda berasah kemampuan.

Lalu warisan tradisi dan aneka ragam olahraga tradisional akan diinternalisasikan langsung ke dalam ruang-ruang kelas melalui program Pendidikan Muatan Lokal di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Langkah ini juga dikonversikan langsung dengan program prioritas Muda Berdaya, Muda Berkarya serta melibatkan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Kabupaten Bulungan demi menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai langka.

Bupati tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada tokoh adat, sesepuh, dan seluruh masyarakat Tanjung Palas. Ditegaskan, segenap unsur masyarakat adalah motor utama penggerak kelestarian budaya daerah.

“Saya berharap festival ini menjadi lem perekat sosial yang menyatukan beragam suku dan agama di Bulungan,” pesan Bupati.(**)

MALINAU, MP – Kabupaten Bulungan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Malinau.

Berdasarkan hasil keputusan Dewan Hakim, Kafilah Kabupaten Bulungan berhasil meraih nilai tertinggi sebanyak 611 poin, mengungguli Kabupaten Malinau di posisi kedua dengan 452 poin, Kota Tarakan di peringkat ketiga dengan 436 poin, Kabupaten Nunukan dengan 425 poin, serta Kabupaten Tana Tidung dengan 367 poin.

Penutupan MTQ X Kaltara berlangsung khidmat di Panggung Utama Padan Liu’ Burung, Lapangan Pro Sehat Malinau. Acara diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan Wakil Bupati Malinau mewakili Ketua Umum Panitia, Wempi W. Mawa.

Kegiatan kemudian secara resmi ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Utara, Drs. H. Sanusi, M.Si, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau atas suksesnya penyelenggaraan MTQ serta ucapan selamat kepada para pemenang yang akan mewakili Kalimantan Utara pada MTQ Tingkat Nasional.

Keberhasilan Kabupaten Bulungan kembali meraih Juara Umum menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat dalam membina generasi Qurani, sekaligus memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pembinaan tilawah, hafalan, serta pemahaman Al-Qur’an di Kabupaten Bulungan.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kafilah untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi MTQ Tingkat Nasional serta mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat yang lebih tinggi.(**)

Scroll to Top