Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

SEBAKUNG ATULAI, MP – Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Sembakung Atulai melaksanakan pengamanan dan pengawalan proses pelaksanaan Pemilihan Ketua Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katul,Rabu (26/8/2026). Kegiatan pengamanan ini dilakukan guna menjamin berjalannya proses demokrasi di tingkat desa secara aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaan tugas pengamanan tersebut, Marten selaku petugas Polisi Pamong Praja Kecamatan Sembakung Atulai yang bertugas di lokasi turut serta memantau langsung setiap tahapan kegiatan slah satunya terpilihnya ketua BPD desa Katul. Kehadiran petugas diharapkan dapat memberikan rasa aman, ketenangan, serta menjaga ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Marten menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa memastikan suasana di lingkungan tempat pemungutan suara tetap aman dan damai.

“Kami hadir di sini untuk menjaga ketertiban umum dan menjamin proses pemilihan berjalan lancar tanpa gangguan apa pun. Kami mengimbau seluruh masyarakat, para calon, serta pendukung untuk tetap menjaga sikap, saling menghormati, dan mengutamakan kerukunan desa di atas segalanya. Proses demokrasi ini harus berjalan dengan damai, jujur, dan transparan demi terciptanya pimpinan yang dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat Desa Katul,” ujar Marten.

Kegiatan pengamanan ini juga bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan memastikan seluruh rangkaian pemilihan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui sinergi antara panitia penyelenggara, masyarakat, dan aparat keamanan, diharapkan proses pemilihan Ketua Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katul dapat berjalan sukses, aman, dan menghasilkan pimpinan yang mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.(**)

SEBAKUNG ATULAI, MP – Pemilihan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dilaksanakan secara serentak di empat wilayah desa di Kecamatan Sembakung Atulai yakni Desa Katul, Desa Liuk Bulu, Desa Binanun, dan Desa Pulau Keras. Kegiatan tersebut berlangsung di BPU masing-masing desa dan di hadiri masayarakat setempat. Rabu (26/8/2026)

Pemilihan kali ini berlangsung kompetitif, dengan masing-masing desa menampilkan lima calon Ketua Badan Permusyawaratan Desa yang bersaing untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Tingginya minat calon menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi dalam proses demokrasi di tingkat desa.

Guna memastikan pelaksanaan pemilihan berjalan lancar, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai menurunkan tim monitoring untuk memantau langsung setiap tahapan proses pemilihan, mulai dari persiapan, pelaksanaan pemungutan suara, hingga penetapan hasil pemilihan Ketua Badan Permusyawaratan Desa di masing-masing desa.

Dalam kesempatan tersebut, Agung Wiranto, S. Ip selaku perwakilan Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai yang bertugas melakukan monitoring menyampaikan:

“Pelaksanaan pemilihan Ketua Badan Permusyawaratan Desa secara serentak di empat desa hari ini merupakan momen penting dalam memperkuat lembaga perwakilan rakyat desa. Kami dari pihak kecamatan mencatat bahwa masing-masing desa memiliki lima calon yang berkualitas, yang menunjukkan besarnya potensi kepemimpinan di wilayah kita. Kami berharap seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, serta mengutamakan prinsip kejujuran dan keadilan. Masyarakat diharapkan tetap menjaga kondusivitas dan memberikan dukungan penuh kepada proses pemilihan ini. Kami juga memastikan setiap tahapan pemilihan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga terpilih Ketua Badan Permusyawaratan Desa yang berkualitas, mampu memimpin lembaga perwakilan dengan baik, serta dapat bekerja sama dengan Pemerintah Desa demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.” Ujar agung

Pemilihan Ketua Badan Permusyawaratan Desa ini menjadi langkah strategis bagi terselenggaranya tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik. Ketua yang terpilih diharapkan dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, menjembatani aspirasi masyarakat, serta memperkuat peran lembaga perwakilan rakyat desa sebagai mitra kerja Pemerintah Desa.

Melalui pengawasan langsung dari tim monitoring ini, diharapkan pelaksanaan pemilihan di keempat desa tersebut dapat berjalan sukses dan menghasilkan pimpinan yang dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Samsat Bulungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Kaltara menggelar operasi gabungan pemeriksaan kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Sengkawit, Rabu (26/8) pagi.

Penertiban dilakukan untuk mengurai kemacetan akibat antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang hingga menggunakan dua lajur jalan.

Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilakukan pada 19–21 Agustus 2026. Melalui penertiban ini, pengendara diimbau mengantre pengisian BBM secara tertib dalam satu lajur agar fungsi jalan tetap berjalan dengan baik.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kaltara, Desi Witasari, S.E., M.AP., mengatakan kondisi antrean kendaraan dalam beberapa pekan terakhir telah mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU Sengkawit.

“Antrean sampai dua lajur mengganggu fungsi jalan. Karena itu, kami menertibkan agar kendaraan mengantre BBM dalam satu lajur,” kata Desi.

Desi menyampaikan dalam operasi tersebut, petugas memfokuskan pemeriksaan dan pendataan pada tiga hal utama. Pertama, penindakan terhadap pengendara yang menggunakan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang telah habis masa berlaku serta kendaraan yang menunggak pajak. Untuk pelanggaran tersebut, petugas memberikan penindakan di tempat sesuai ketentuan.

Kedua, petugas memberikan sosialisasi mengenai uji berkala atau KIR, khususnya kepada kendaraan angkutan barang. Langkah persuasif ini dilakukan karena masih ditemukan truk yang terindikasi melanggar batas dimensi kendaraan atau over dimension.

“Untuk kendaraan angkutan barang, kami memberikan sosialisasi dan imbauan terkait KIR karena masih ditemukan kendaraan yang terindikasi over dimension,” ujarnya.

Dan ketiga, tim gabungan melakukan pendataan terhadap kendaraan dengan pelat nomor luar wilayah Kaltara. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan ketertiban administrasi sekaligus pola penggunaan BBM di wilayah Kaltara.

Melalui operasi gabungan ini, Dishub Kaltara berharap ketertiban antrean kendaraan di SPBU dapat terus dijaga sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas dan fungsi jalan. (dkisp)

NUNUKAN, MP – Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Nunukan Tahun 2026 berlangsung di Alun-Alun Nunukan, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Dalam upacara tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., bertindak sebagai Komandan Upacara. Pada kesempatan yang sama, ia juga membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso, dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menekankan bahwa tema yang diangkat berkaitan erat dengan dukungan Gerakan Pramuka terhadap Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Kami memandang swasembada pangan bukan semata persoalan tanam menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya.” ujarnya.

Gerakan Pramuka juga diarahkan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan kepramukaan didorong agar berkembang melalui proses belajar, mencipta, dan menyelesaikan berbagai persoalan dengan tetap berpegang pada nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

“Kami ingin setiap pramuka memiliki lebih dari sekadar pengalaman. Tetapi mereka juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di Gugus Depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.” tambahnya

Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda diharapkan mampu mengenali potensi daerah dan mengembangkannya melalui kegiatan produktif, termasuk bidang pertanian, peternakan, perkebunan, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pengelolaan lingkungan.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, terampil, mandiri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.(**)

TARAKAN, MP – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan mencatat kualitas udara di Pantai Amal pada 21-22 Agustus 2026 masuk kategori tidak sehat. Hasil ini didapat dari pengukuran selama 24 jam non-stop.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di DLH Tarakan, Chaizir Zein mengatakan pengujian dilakukan menggunakan alat APAS untuk mengukur parameter PM2,5, PM10, TSP, Ozone dan CO.

“Untuk hasil uji kualitas udara yang di Amal sudah kita lakukan. Itu tanggal 21-22, dari hari Jumat sampai Sabtu selama 24 jam non-stop. Memang ada parameter yang melebihi baku mutu yaitu PM2,5,” katanya, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, berdasarkan pengujian indeks kualitas udara, angka PM2,5 di Pantai Amal berada di angka 101. “Itu kategori 101 dia. Kalau di indeks itu 101, dia kualifikasinya sudah kuning. Berarti tidak sehat untuk tanggal 21-22 kemarin,” jelasnya.

Chaizir menyebut tingginya partikulat PM2,5 berkaitan erat dengan banyaknya titik api dan intensitas asap di wilayah sekitar. PM2,5 merupakan partikel berukuran 2,5 miklA yang jika terhirup dapat langsung masuk ke paru-paru dan berpotensi menyebabkan ISPA.

“PM2,5 itu partikulat debu dan juga partikel asap. Sangat kecil. Kalau yang 2,5 ini kan dia kalau kita bernapas itu bisa langsung masuk ke paru-paru. Makanya penyebabnya ISPA,” ujar Chaizir.

Menindaklanjuti hasil tersebut, DLH sudah menyampaikan laporan ke Wali Kota Tarakan. Arahan yang diberikan adalah agar Dinas Kesehatan menyampaikan imbauan melalui masjid-masjid agar warga sekitar menggunakan masker.

Namun Chaizir menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang turun semalam cukup membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara.

“Hujan ini dengan intensitas sedang tinggi itu cukup sangat mempengaruhi. Karena dia melarutkan partikel debu asap yang ada di udara seperti PM2,5, PM10 itu. Jadi setelah hujan itu insya Allah bisa turun,” kata Chaizir.

Meski begitu, ia mengingatkan kualitas udara bisa kembali memburuk jika cuaca panas dan tidak ada hujan dalam beberapa hari ke depan. Adapun untuk wilayah tengah kota, berdasarkan data SPKUA DLH Tarakan, kualitas udara masih tergolong baik dengan indeks 60-69.

Sementara itu, DLH juga berencana melakukan pengujian di wilayah Juata. “Pak Kadis arahkan kita lakukan pengujian juga di area Juata. Cuma kita lihat dulu ini trendnya seperti apa, kabut asapnya,” ucap Chaizir.

Masyarakat juga bisa memantau kualitas udara secara real time melalui aplikasi ISPU yang bisa diunduh di Playstore. Data terbaru tanggal 23 Agustus menunjukkan indeks turun menjadi 57.

“Kalau mau dicek juga bisa di aplikasi di HP di download. Di playstore itu ada ISPU. Real time, sehari-hari,” pungkasnya. (Rajab)

TANJUNG SELOR, MP – Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), yang diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) pengembangan peternakan terintegrasi di Kabupaten Bulungan.
Bupati Bulungan menegaskan pentingnya kebersamaan dan kerja sama lintas sektor untuk mengikis ketergantungan pasokan dari luar daerah. Selama ini, kebutuhan konsumsi daging unggas harian di Bulungan yang mencapai tidak kurang dari 6 ton masih dominan didatangkan dari kawasan luar seperti Berau dan Tarakan. Salah satu faktor mendasar belum maksimalnya peternak lokal adalah tingginya biaya pakan yang diimpor dari Surabaya.
Guna mengatasi kendala pakan tersebut, Pemkab Bulungan menyambut baik inisiasi dan pendampingan akademis untuk memanfaatkan potensi bahan baku lokal, seperti tanaman jagung hingga integrasi ubi kayu (singkong). Limbah tanaman ubi kayu berupa daun, batang, hingga ubi berukuran kecil (undergrade) dinilai sangat potensial dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi, kambing, hingga babi.
Selain perbaikan rantai pakan, program ini juga diarahkan sebagai ruang belajar bersama guna meningkatkan kapasitas serta kompetensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas teknis setempat. Pemkab Bulungan akan menugaskan penanggung jawab (Person in Charge/PIC) khusus dari Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan agar penyusunan peta jalan (roadmap) serta pelaksanaan teknis di lapangan dapat berjalan optimal.

Lebih jauh, pengembangan kawasan peternakan ini direncanakan mengusung konsep ekonomi sirkular yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tidak hanya memenuhi kebutuhan daging dan pakan lokal, koridor peternakan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi dan penggerak sektor jasa serta perdagangan daerah.(**)

NUNUKAN, MP –  Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) terus digaungkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan, khususnya bagi tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Parenting Gabungan PAUD Yayasan Aisyiyah yang digelar di Aula Pantai Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, Merdeka Anak Sehat, Cerdas dan Ceria, Gemar Makan Ikan Sejak Dini, Bersama Kita Wujudkan Indonesia Kuat”.

Sebelum kegiatan parenting dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan senam pagi bersama. Senam pagi berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, diikuti oleh para pendidik PAUD, orang tua atau wali murid, serta peserta kegiatan lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun suasana yang sehat, ceria, dan penuh kebersamaan sebelum memasuki rangkaian acara utama.

Setelah kegiatan senam pagi, acara dilanjutkan dengan kegiatan parenting dan edukasi GEMARIKAN. Dalam kegiatan tersebut, Sirajuddin Saleh, S.Pi., M.A.P., dari Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan hadir sebagai narasumber undangan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi bagi anak-anak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Sebatik, yang mempertemukan para pendidik PAUD, orang tua atau wali murid, serta anak-anak dalam suasana edukatif dan kekeluargaan.

Melalui kegiatan parenting tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat ikan sebagai salah satu sumber protein dan gizi yang penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, serta kecerdasan anak.

Ketua IGABA Cabang Sebatik, Aminah, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan dan para narasumber yang telah berkenan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai kehadiran Dinas Perikanan memberikan nilai tambah bagi kegiatan parenting karena tidak hanya memperkuat peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya membangun kebiasaan makan ikan sejak dini.

Kampanye GEMARIKAN juga menjadi momentum untuk mengajak para orang tua agar lebih aktif memperkenalkan berbagai jenis ikan dan olahan ikan kepada anak dengan cara yang menarik, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Kegiatan turut dihadiri oleh unsur UPTD, PDA Kabupaten Nunukan, PCA, Bunda PAUD, para guru, wali murid, serta tamu undangan lainnya.

Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan melalui sinergi dengan berbagai pihak, khususnya lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, sehingga budaya gemar makan ikan semakin tumbuh di tengah keluarga.

Melalui kolaborasi tersebut, kampanye GEMARIKAN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan bersama dalam membangun kebiasaan konsumsi ikan sejak usia dini demi mewujudkan generasi Nunukan yang sehat, cerdas, ceria, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang kuat.(**)

NUNKAN, MP – Suasana penuh keceriaan dan semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui lomba-lomba 17 Agustus yang diselenggarakan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nunukan bersama Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Jalasenastri, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP), di Lapangan Olahraga Kantor Bupati Nunukan, Senin (24/8/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus dan anggota organisasi wanita di Kabupaten Nunukan. Beragam perlombaan tradisional digelar, seperti lomba balap sarung, estafet air dan sejumlah permainan khas peringatan kemerdekaan yang mengundang gelak tawa para peserta maupun penonton.

Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarorganisasi wanita sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dalam memaknai kemerdekaan.
“Peringatan HUT RI bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong di antara kita. Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, kita ingin terus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Menurutnya, perlombaan 17 Agustus juga menjadi sarana membangun kekompakan serta menghadirkan suasana kebersamaan di lingkungan organisasi wanita yang selama ini aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Selama perlombaan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap pertandingan. Sorak sorai dan dukungan dari rekan-rekan peserta menambah semarak suasana di lapangan olahraga Kantor Bupati Nunukan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan sportivitas seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kemerdekaan terus terjaga dan menjadi inspirasi untuk memperkuat persatuan serta kolaborasi dalam membangun Kabupaten Nunukan.(**)

NUNUKAN, MP – Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Tudang Sipulung dalam rangka pembentukan Pengurus Cabang IWSS Kabupaten Nunukan di Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Nunukan, Minggu (23/8/2026).

Musyawarah ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali struktur kepengurusan yang sempat demisioner sejak sebelum Provinsi Kalimantan Utara berdiri.

Ketua Panitia, Andi Marwa, menegaskan bahwa metode Tudang Sipulung dipilih atas arahan Pengurus Wilayah IWSS Provinsi Kalimantan Utara guna mengedepankan asas musyawarah mufakat. Dalam kesempatan tersebut, ia membeberkan visi utama di balik pembentukan kepengurusan baru ini.

“Yang ingin kita lahirkan hari ini bukan sekadar sebuah struktur organisasi. Yang ingin kita lahirkan adalah rumah bersama perempuan yang memiliki abbatireng dari Sulawesi Selatan di Kabupaten Nunukan,” tegas Andi Marwa.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Nunukan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan atas dukungan penuh serta fasilitasi tempat sehingga acara dapat berjalan lancar.

Bupati Nunukan yang diwakili oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan, Kaharuddin, menyambut hangat pelaksanaan tradisi berembuk ini. Menurutnya, nilai-nilai lokal harus terus dirawat di tengah dinamika organisasi.

“Tudang Sipulung bukan sekadar kegiatan organisasi, Tudang Sipulung adalah bagian kekayaan dari budaya kita. Duduk bersama, berbicara bersama, mendengar satu sama lain, dan mencari jalan baik untuk kepentingan bersama, itulah esensinya,” ujar Kaharuddin saat membacakan sambutan.

Kaharuddin berharap IWSS Kabupaten Nunukan ke depan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Peran wanita dinilai sangat krusial dalam menjaga kehormatan keluarga, menggerakkan ekonomi, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Nunukan.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Perjalanan itu dimulai jauh sebelum rombongan tiba di Tanjung Selor. Dari Brunei Darussalam, berlanjut ke Sabah, Malaysia, hingga akhirnya menjejakkan kaki di Kalimantan Utara (Kaltara). Yang dicari bukan sekadar bangunan, melainkan cerita yang tersimpan di balik setiap bentuk, ruang dan peninggalan masa lalu.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari Tanju Tanjung Arsitektur (TTA) Seri Ke-5 yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Di Tanjung Selor, rangkaian ekspedisi lintas negara itu ditutup dengan malam ramah tamah di depan China Town, Minggu (23/8) malam.

Mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., menyambut kedatangan para peserta sekaligus mengajak mereka melihat Kaltara sebagai bagian dari perjalanan panjang sejarah dan peradaban Borneo.

Dalam sambutannya, Sapi’i menjelaskan bahwa istilah “Tanju Tanjung” berasal dari perbendaharaan kata bahasa Dayak yang berarti berjalan-jalan atau berkeliling untuk melihat bangunan-bangunan bersejarah dari dekat.

Namun, menurutnya, makna perjalanan tersebut jauh lebih dalam daripada sekadar melihat bentuk bangunan.

Setiap bangunan membawa jejak masyarakat yang pernah hidup di dalamnya. Ada nilai, kebiasaan, sejarah dan identitas yang melekat dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Yang kita lihat bukan hanya bangunan. Di dalamnya ada cerita dan nilai yang menggambarkan identitas masyarakat,” kata Sapi’i.

Perjalanan TTA Seri Ke-5 pun menjadi gambaran bahwa sejarah Borneo tidak berdiri sendiri-sendiri. Meski kini terbagi dalam batas administratif beberapa negara, Brunei, Sabah dan Kalimantan memiliki keterhubungan sejarah dan budaya yang panjang.

Di Kaltara, cerita itu dapat ditemukan dalam sejumlah peninggalan yang masih bertahan hingga hari ini. Balai Teras Nawang di Desa Teras Nawang, misalnya, menjadi salah satu jejak arsitektur dan sejarah yang masih dapat dikenali.

Begitu pula peninggalan Kesultanan Bulungan dan Masjid Sultan Kasimuddin di Tanjung Palas. Sementara di Tarakan, Rumah Bundar, Balai Adat Tidung, serta lanskap peninggalan kawasan Pertamina menyimpan cerita masing-masing tentang perjalanan daerah ini.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berharap perjalanan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman melihat bangunan lama. Jejak yang ditemukan di sepanjang perjalanan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para arsitek untuk menciptakan karya baru yang tetap memiliki hubungan dengan tempat dan masyarakatnya.

Sapi’i mengingatkan bahwa pembangunan dan modernisasi akan terus berjalan. Namun, kemajuan tersebut sebaiknya tidak membuat daerah kehilangan wajah dan akar budayanya.

“Arsitektur masa depan jangan sampai kehilangan identitas lokal. Modern boleh, tetapi akar budayanya tetap harus dijaga,” ujarnya.

Dari perjalanan panjang Brunei, Sabah, hingga Tanjung Selor, TTA Seri Ke-5 akhirnya membawa satu pesan sederhana arsitektur bukan hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang manusia, sejarah dan identitas yang hidup di dalamnya. (dkisp)

Scroll to Top