Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

NUNUKAN, mandaupost.com – Penguatan peran kader Dasawisma menjadi fokus utama dalam kegiatan Pembinaan Dasawisma Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang resmi dibuka di Nunukan Selatan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara, Rahmawati Zainal, membuka kegiatan tersebut di Kantor Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Jumat (24/4).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi PKK mulai dari tingkat provinsi hingga kelurahan, khususnya melalui peran kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak di masyarakat.

Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa keberhasilan program kesejahteraan keluarga sangat bergantung pada efektivitas Dasawisma.

“Dasawisma adalah ujung tombak PKK karena langsung berhubungan dengan keluarga. Perannya sangat menentukan keberhasilan program,” kata Rahmawati.

Ia menjelaskan, pembinaan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader, terutama dalam hal pendataan keluarga dan pengelolaan administrasi.

Rahmawati berharap para kader mampu menyajikan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Kader harus mampu melakukan pendataan yang baik dan mengelola administrasi dengan benar agar program berjalan tepat sasaran,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa Dasawisma tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas sosial di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan pembinaan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen dan menyamakan langkah dalam menjalankan program PKK.

“Pembinaan ini bukan sekadar formalitas, tapi untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan peran dalam membangun keluarga sejahtera,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Rahmawati mengajak seluruh kader PKK untuk terus berinovasi dan bersinergi dalam menjalankan program, tanpa meninggalkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Mari jadikan setiap kegiatan PKK sebagai gerakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya.(**)

NUNUKAN, mandaupost.com – Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat di Kalimantan Utara (Kaltara), dengan target ambisius mencapai zero stunting di wilayah Nunukan Selatan melalui optimalisasi peran Posyandu.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kaltara, Rahmawati Zainal, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, melakukan kunjungan kerja pembinaan di Posyandu Free Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Jumat (24/4).

Dalam arahannya, Rahmawati menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia menargetkan dua anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut dapat terbebas dari stunting dalam waktu dekat.

“Kami titipkan kepada camat dan masyarakat, agar bulan depan dua anak ini bisa menjadi zero. Kuncinya rajin datang ke Posyandu,” ujarnya.

Rahmawati menjelaskan bahwa penyebab utama stunting di Kaltara bukan karena kekurangan pangan, melainkan kurangnya pemahaman tentang pola asuh dan pemberian gizi yang tepat.

“Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya asupan bergizi bagi anak, bahkan masih memberikan makanan ringan yang tidak sesuai kebutuhan nutrisi. Inilah yang memicu stunting, padahal disini berlimpah ikan dan ayam,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan tentang Posyandu. Rahmawati menegaskan bahwa Posyandu merupakan pusat layanan kesehatan dan edukasi yang sudah dilengkapi fasilitas modern.

“Posyandu bukan hanya tempat berobat, tapi tempat mendapatkan informasi kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Sekarang bahkan sudah ada layanan USG 4 dimensi,” jelasnya.

Rahmawati turut mengapresiasi capaian Provinsi Kaltara yang berhasil menempati peringkat kedua nasional dalam penurunan prevalensi stunting.

Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, target zero stunting di Nunukan Selatan dapat segera terwujud.

Sebagai penutup, Rahmawati menyerahkan bantuan makanan tambahan kepada 35 ibu hamil serta bantuan khusus bagi dua anak yang terindikasi stunting.(**)⁩

BULUNGAN, mandaupost.com – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, meresmikan gedung baru Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Pejalin di Bukit Hormon, Desa Pejalin, Tanjung Palas, Jumat (24/4).

Peresmian yang dirangkaikan dengan Perayaan Paskah Seksi Pelayanan Perempuan Sentral VI GKII Daerah Kayan Hilir ini menjadi momentum memperkuat nilai spiritual serta kebersamaan jemaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Wagub Ingkong menyampaikan bahwa kemegahan gedung gereja merupakan hasil dari kesetiaan, kerja keras dan persatuan jemaat yang patut diapresiasi.

Ia mengingatkan jemaat GKII agar gereja tidak hanya dirawat secara fisik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Jadikan gereja ini sebagai pusat pekabaran Injil, pendidikan, pemberdayaan, dan perdamaian. Bukalah pintunya untuk kegiatan sosial masyarakat,” kata Ingkong.

Bertepatan dengan perayaan Paskah, Ingkong juga memberikan apresiasi kepada kaum perempuan GKII yang dinilainya memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.

Ia menyebut perempuan sebagai sosok yang membawa nilai kasih dan perubahan positif di tengah masyarakat.

“Paskah mengajarkan tentang kasih dan pengorbanan. Semangat ini harus terus kita jaga untuk membangun daerah yang rukun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ingkong menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam menjamin kebebasan beragama sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan pemberian ucapan selamat kepada jemaat GKII Pejalin atas peresmian gedung baru tersebut.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan tahapan wawancara dalam Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 untuk memastikan kesesuaian antara kinerja dan gagasan para pejabat.

Bertempat di Ruang Kerja Sekprov, Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (24/4), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto, memimpin langsung proses wawancara tersebut.

Denny menyampaikan bahwa tahapan wawancara menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan dan pemahaman peserta terhadap gagasan yang telah disusun.

“Wawancara ini untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap kondisi saat ini,” kata Denny.

Ia menjelaskan, proses ini juga digunakan untuk menilai rekam jejak kinerja para pejabat selama menjalankan tugas di perangkat daerah masing-masing.

Menurutnya, wawancara menjadi ruang untuk menggali lebih dalam capaian kerja, kontribusi nyata, serta rencana strategis ke depan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan apa yang disampaikan dalam makalah sesuai dengan apa yang telah dikerjakan,” ujarnya.

Dalam penilaian, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, di antaranya kualitas makalah, integritas, kemampuan komunikasi, kerja sama serta pengambilan keputusan.

Selain itu, pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan juga menjadi indikator penting dalam penilaian.

Denny memastikan seluruh proses dilakukan secara objektif dan transparan, dengan sistem yang memungkinkan peserta berhadapan langsung dengan tim penilai.

Hasil wawancara nantinya akan dikompilasi bersama penilaian dari lima anggota panitia seleksi untuk menghasilkan rekomendasi kandidat terbaik yang dinilai layak menduduki jabatan yang dilamar.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan akses keuangan bagi masyarakat hingga wilayah perbatasan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kaltara Semester I Tahun 2026.

Mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Administrasi Umum Pollymaart Sijabat, secara resmi membuka kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (23/4).

Pollymaart menegaskan bahwa akses keuangan merupakan fondasi penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kaltara.

Ia menyebut, masih adanya keterbatasan akses layanan keuangan di daerah perbatasan dan 3T menjadi perhatian serius.

“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat di pelosok kesulitan mengakses layanan keuangan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Pollymaart.

Pollymaart menjelaskan, terdapat sejumlah agenda prioritas yang harus segera dipercepat. Pertama, peningkatan inklusi keuangan digital melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), khususnya di wilayah perbatasan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan perbankan, termasuk kepemilikan rekening.

Kedua, penguatan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang tidak hanya sebatas pembukaan rekening, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi dan literasi keuangan di sekolah.

“Program ini harus menjadi sarana pembelajaran keuangan bagi pelajar,” jelasnya.

Serta yang ketiga, melakukan percepatan digitalisasi keuangan daerah, termasuk penggunaan QRIS di pasar tradisional guna meningkatkan transparansi transaksi.

Selain itu, literasi keuangan juga perlu diperkuat melalui program “Satu Desa Satu Edukasi Keuangan” untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan investasi ilegal.

Pollymaart juga menekankan pentingnya sinergi antara program bantuan sosial dengan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Dengan data yang tepat, program ini bisa lebih efektif dan benar-benar membantu masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kaltara, Misran Pasaribu.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Peredaran narkotika di Kalimantan Utara masih menjadi ancaman serius. Hal ini tergambar dari jumlah barang bukti yang berhasil diungkap aparat kepolisian dalam kurun waktu Februari hingga April 2026.

Polda Kalimantan Utara memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 3.044,85 gram. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total sitaan yang mencapai 4.269,6 gram sabu dan 2 butir ekstasi dari berbagai pengungkapan kasus. Pemusnahan tersebut dilakukan dalam konferensi pers yang digelar di Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Kamis (23/4).

Kapolda Kalimantan Utara menegaskan, besarnya jumlah barang bukti menunjukkan bahwa peredaran narkoba di wilayah ini masih cukup masif dan memerlukan penanganan serius dari semua pihak.

“Barang bukti yang kami amankan ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih terjadi dan menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seluruh barang bukti yang diamankan telah melalui uji laboratorium forensik dan dinyatakan positif mengandung metamfetamina untuk sabu serta MDMA untuk ekstasi. Sebagian kecil barang bukti disisihkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan, sementara sisanya dimusnahkan.

Pemusnahan dilakukan setelah mendapatkan penetapan dari kejaksaan negeri di sejumlah daerah, sebagai bagian dari prosedur hukum yang berlaku.

Kapolda menekankan bahwa langkah pemusnahan ini bukan hanya bagian dari proses hukum, tetapi juga strategi untuk memutus rantai peredaran narkotika.

“Pemusnahan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memutus peredaran narkoba agar tidak kembali beredar di masyarakat,” tegasnya.

Dalam periode yang sama, aparat kepolisian mencatat 75 laporan kasus dengan total 104 tersangka yang berhasil diamankan dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara. Para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

Polda Kaltara juga kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pemberantasan narkoba di wilayah perbatasan tersebut.

“Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku narkoba. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tutup Kapolda.(cda)

JAKARTA, mandaupost.com – Potensi besar Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, investor asal Qatar datang membawa minat serius untuk menanamkan modalnya di Bumi Benuanta, membuka peluang baru bagi percepatan pembangunan daerah.

Rombongan investor yang membawa bendera Nick Oil dipimpin Mr. Ali Haji diterima langsung Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, bersama jajaran di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4).

Turut hadir Ketua DPRD Kaltara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Bustan, Kepala Bapperida Kaltara Bertius, serta Sekretaris DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani.

Mereka siap membuka peluang investasi di Kaltara pada bidang minyak dan gas (migas), serta dengan jaringan global mereka di sejumlah negara besar seperti Rusia, Inggris, Kanada dan negara Teluk juga peluang industri manufaktur.

“Saya sebagai kepala daerah berterima kasih dan menyambut niat Nick Oil untuk berinvestasi di bidang migas di Kaltara. Kami memiliki cadangan migas yang signifikan di blok Ambalat,” sambut Zainal.

Angin segar rencana investasi ini diharapkan tidak hanya pada migas, namun juga infrastruktur seperti rumah sakit, storage BBM dan bandara serta pengolahan hasil laut seperti rumput laut, udang serta kepiting.

Potensi ini mendapat tanggapan positif dari Nick Oil. Salah satunya pembangunan bandara internasional di Kabupaten Bulungan yang disampaikan oleh Gubernur.

“Kami sebagai lembaga yang memiliki 33 jaringan dalam struktur kami dan supply chain yang luas serta teknologi mutakhir pada dasarnya tidak masalah dengan nilai investasi. Tentunya setelah dilakukan studi kelayakan dan jaminan berinvestasi dari pemerintah daerah,” terang Mr. Ali Haji.

Zainal menegaskan harapan besarnya bagi kemakmuran rakyat Bumi Benuanta bisa diwujudkan salah satunya dengan investasi Nick Oil di Kaltara.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata Singal khas Kaltara kepada Mr. Ali Haji dan rombongan.(**)

BULUNGAN, mandaupost.com – Warga Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia yang diduga akibat gantung diri, Rabu (22/4) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WITA di sebuah rumah kontrakan yang berada di kawasan Pantai Lima Putri (Salon Hike 04). Laporan pertama kali diterima oleh personel Polsek Tanjung Palas Timur dari masyarakat setempat, yang kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

Korban diketahui berinisial H (36), seorang nelayan asal Desa Tanah Kuning. Berdasarkan keterangan saksi, Mansur, korban sebelumnya sempat datang ke rumahnya pada Selasa malam (21/4/) sekitar pukul 20.00 WITA dengan maksud menumpang menginap

“Korban datang ke rumah saya untuk menumpang tidur karena keesokan harinya ada rencana pekerjaan dekor di gedung penginapan,” ujar Mansur.

Saat itu, Mansur mengaku sedang bekerja di salon miliknya. Korban sempat masuk ke kamar sebanyak dua kali sebelum akhirnya berpamitan keluar untuk membeli rokok.

“Dia sempat bilang mau keluar beli rokok dan berpesan agar pintu tidak ditutup. Saya jawab ‘iya’ lalu melanjutkan aktivitas,” lanjutnya.

Sekitar pukul 23.00 WITA, saksi menutup aktivitasnya dan beristirahat hingga tertidur. Ia mengaku tidak mengetahui apakah korban kembali ke rumah atau tidak pada malam tersebut.

Keesokan paginya, seorang teman korban menghubungi Mansur untuk menanyakan keberadaan korban karena tidak bisa dihubungi. Mansur kemudian mengecek ke dalam kamar dan mendapati korban dalam kondisi tergantung.

“Saya kaget melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di dalam kamar. Setelah itu saya langsung memberitahu warga sekitar,” ungkapnya.

Polresta Bulungan tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya dua kursi hijau dalam posisi tertumpuk, seutas tali nilon warna biru, satu unit telepon genggam, bantal, serta beberapa barang pribadi lainnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanah Kuning untuk dilakukan pemeriksaan visum. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pasti kejadian tersebut. Namun, berdasarkan informasi dari warga, korban diduga memiliki masalah pribadi terkait utang piutang.

Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di Desa Tanah Kuning pada hari yang sama. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali, sementara pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut.(cda)

MAKASSAR, mandaupost.com — Wakil Bupati Bulungan, Kilat, bersama istri dan sejumlah pendeta mengunjungi Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jaffray di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini dirangkaikan dengan pertemuan bersama mahasiswa asal Kabupaten Bulungan yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh civitas akademika dan para mahasiswa. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para mahasiswa yang tengah menimba ilmu di luar daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam mendukung pendidikan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Ia juga mengapresiasi semangat belajar dan pelayanan iman yang ditunjukkan mahasiswa asal Bulungan di STT Jaffray.

“Kami bangga melihat semangat belajar dan dedikasi kalian. Ini menjadi harapan besar bagi masa depan Bulungan,” ujar Kilat.

Ia menambahkan, kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter yang baik dan sikap melayani.

“Kepemimpinan sejati bukan hanya soal kemampuan intelektual, tetapi juga tentang kerendahan hati, keterbukaan, dan kesiapan melayani sesama,” lanjutnya.

Wakil Bupati juga berpesan agar para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali ke daerah asal untuk mengabdikan diri.

“Kami berharap setelah menyelesaikan studi, kalian bisa kembali ke Bulungan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk membangun daerah serta melayani masyarakat,” pesannya.

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan daerah asalnya.(cda)

JAKARTA, mamdaupost.com – Di tengah keterbatasan akses transportasi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), secercah harapan baru muncul. Rencana menghadirkan kereta api di Bumi Benuanta kembali menguat, kali ini dengan dukungan investasi besar yang mulai dibicarakan serius.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menerima audiensi PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA) yang datang membawa tawaran investasi besar, di Kantor Badan Penghubung (Banhub) Kaltara, Selasa (21/4).

Dipimpin Direktur Utama, Rully Noviandar, perusahaan tersebut memaparkan rencana pembangunan jaringan kereta api dengan nilai investasi mencapai Rp20–25 triliun. Menariknya, seluruh pembiayaan akan ditanggung investor, tanpa melibatkan anggaran pemerintah.

Tak hanya sampai disitu, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Zainal menyambut rencana tersebut dengan optimisme. Ia melihat proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya bersyukur PT. INTRA ini akan berinvestasi membangun jaringan kereta api di Kaltara. Mudah-mudahan akan berdampak positif bagi masyarakat Kaltara pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” kata Zainal.

Lebih dari itu, kehadiran kereta api diyakini akan mengubah wajah konektivitas Kaltara. Jalur ini nantinya diharapkan mampu menghubungkan antar wilayah di Kaltara, bahkan menjangkau negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, serta terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Untuk diketahui, gagasan kereta api di Kaltara bukan hal baru. Sejak tahun 2015, pemerintah daerah telah menyusun masterplan yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani menyebut dokumen tersebut sudah melalui tahap studi kelayakan dan desain teknis, sehingga tinggal diperbarui agar sesuai dengan kondisi saat ini.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara tengah menyiapkan pembaruan masterplan, sementara draft kerja sama masih dalam tahap kajian hukum.

“Masterplan tersebut sudah masuk pada tahap Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) dengan sejumlah koridor yang akan dibangun,” jelas Rahman.

Zainal pun menginginkan momen penting penandatanganan dilakukan di Tanjung Selor sendiri. Ia berharap, langkah ini menjadi awal nyata terwujudnya kereta api di Bumi Benuanta dari sekadar rencana menjadi kenyataan.

“Saya mengundang PT INTRA untuk datang ke Tanjung Selor, ibukota Kaltara ketika draft MoU ini sudah selesai dikaji, kita lanjutkan penandatanganan di Bumi Benuanta,” pungkasnya.

Dalam audiensi ini turut hadir Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Malinau Jakaria, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Bustan, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Tana Tidung, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pertemuan itu menjadi sinyal kuat bahwa mimpi menghadirkan kereta api di Bumi Benuanta bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai bergerak menuju kenyataan.(**)

Scroll to Top