Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 di Kalimantan Utara kembali diwarnai gelombang desakan dari kalangan pekerja. Buruh menilai pemerintah belum menunjukkan langkah nyata terhadap berbagai tuntutan yang selama ini terus disuarakan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Buruh Perjuangan Indonesia (SBPI) Kaltara, Joko Supriyadi, menegaskan bahwa May Day tahun ini menjadi momentum untuk menagih janji yang dinilai masih menggantung tanpa kepastian.

“Sudah terlalu lama tuntutan ini disampaikan, tapi belum ada kejelasan. Pemerintah tidak bisa terus diam,” ujarnya, Rabu (29/4).

Puluhan tuntutan kembali digelindingkan, hasil dari penjaringan aspirasi buruh dan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Isinya tak hanya menyangkut pekerja formal, tetapi juga menyentuh persoalan yang dihadapi sopir, pekerja informal, hingga pelaku usaha kecil.

Isu krusial seperti sistem outsourcing, perlindungan tenaga kerja lokal, hingga dampak kebijakan terhadap sumber penghidupan masyarakat menjadi sorotan utama. Buruh menilai sejumlah kebijakan justru mempersempit ruang kerja dan mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Tak hanya itu, persoalan lahan yang dihadapi petani, ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir, hingga lemahnya keberpihakan terhadap UMKM juga ikut masuk dalam daftar tuntutan.

Buruh menilai, tanpa langkah konkret dari pemerintah, persoalan-persoalan tersebut hanya akan terus berulang setiap tahun tanpa solusi.

Dalam peringatan May Day kali ini, buruh tetap akan menyuarakan tuntutan tersebut melalui forum yang telah disiapkan. Penyampaian aspirasi direncanakan berlangsung di salah satu kafe di Tanjung Selor, dengan fasilitasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Utara.

Meski diformat dalam bentuk dialog, buruh mengingatkan agar forum tersebut tidak menjadi sekadar ajang formalitas tanpa hasil nyata.

“Jangan sampai ini hanya jadi ruang bicara tanpa keputusan. Kami butuh tindakan, bukan sekadar janji,” tegas Joko.

Ia juga menegaskan, kesabaran buruh memiliki batas. Jika tuntutan yang disampaikan kembali diabaikan, aksi dengan skala lebih besar bukan tidak mungkin akan dilakukan.

“Kalau tetap tidak ada respons, kami siap turun dengan kekuatan lebih besar. Ini soal hak dan keberlangsungan hidup,” pungkasnya.

May Day tahun ini pun menjadi ujian bagi pemerintah daerah—apakah mampu menjawab tuntutan buruh dengan kebijakan konkret, atau kembali membiarkannya menjadi daftar panjang yang tak kunjung terselesaikan.(cda)

BULUNGAN, mandaupost.com – Fenomena bunuh diri yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Bulungan menjadi perhatian serius. Kasus bunuh diri menunjukkan kecenderungan bahwa laki-laki lebih sering menjadi korban. Hal ini mendapat perhatian dari kalangan psikolog yang menilai ada faktor sosial dan budaya yang kuat di baliknya.

Psikolog Amalia Laili Barokah menjelaskan, salah satu penyebab utama adalah kebiasaan bagi laki-laki yang cenderung memendam masalah sendiri dan enggan menunjukkan kelemahan di hadapan orang lain.

“Laki-laki itu cenderung tidak mau terlihat lemah. Jadi ketika mereka punya masalah, lebih sering dipendam sendiri, tidak diceritakan ke orang lain,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (28/4).

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan perempuan yang umumnya lebih terbuka dan memiliki sistem dukungan sosial yang lebih kuat, seperti berbagi cerita dengan teman atau keluarga.

“Kalau perempuan biasanya lebih terbuka, mereka punya support system. Mereka tidak masalah kalau terlihat lemah, jadi lebih mudah mencari bantuan,” jelasnya.

Amalia menyebut, tekanan sosial yang melekat pada laki-laki turut memperparah kondisi tersebut. Ada anggapan bahwa laki-laki harus selalu kuat dan mampu menyelesaikan masalah sendiri, sehingga mereka enggan mencari pertolongan.

“Ada istilah toxic masculinity, di mana laki-laki dituntut harus kuat. Akhirnya mereka merasa malu atau gengsi untuk bercerita ketika sedang mengalami kesulitan,” katanya.

Akibatnya, masalah yang dihadapi terus menumpuk tanpa ada penyaluran, hingga pada titik tertentu memicu perasaan putus asa.

“Karena dipendam terus, akhirnya menumpuk. Ketika sudah di titik paling bawah, mereka merasa tidak sanggup lagi dan melihat bunuh diri sebagai jalan keluar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, faktor ekonomi juga sering menjadi pemicu utama, terutama ketika laki-laki merasa memiliki tanggung jawab besar sebagai pencari nafkah.

“Banyak kasus dipicu masalah ekonomi. Laki-laki merasa harus bertanggung jawab, jadi ketika tidak mampu memenuhi itu, tekanannya jadi lebih berat,” jelasnya.

Amalia mengingatkan pentingnya peran lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi laki-laki yang tampak tertutup atau mulai menjauh dari interaksi sosial.

“Kalau ada yang mulai menarik diri atau berubah, sebaiknya didekati dan diajak bicara. Jangan dihakimi, tapi didukung,” katanya.

Ia juga mendorong agar stigma terhadap laki-laki yang mengekspresikan emosi mulai dihilangkan, sehingga mereka memiliki ruang aman untuk berbagi.

“Harus mulai diubah pola pikirnya, bahwa laki-laki juga boleh merasa lemah dan butuh bantuan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika menghadapi tekanan mental yang berat.

“Kalau sudah tidak sanggup, segera minta bantuan. Bisa ke teman, keluarga, atau tenaga profesional. Jangan dipendam sendiri,” tutupnya.(cda)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kaltara, Robby Yuridi Hatman, membuka Lokakarya Finalisasi Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) dan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD-PUG) Provinsi Kaltara Tahun 2025–2029, Selasa (28/4).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Luminor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Kaltara.

Dalam sambutannya, Robby menyampaikan bahwa penyusunan RAD-PUG merupakan upaya nyata agar pembangunan di Kaltara dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

“Hari ini menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan tidak meninggalkan siapa pun,” kata Robby.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan di berbagai sektor. Di bidang ekonomi, perempuan masih terbatas dalam akses usaha dan pembiayaan. Di pendidikan dan kesehatan, ketimpangan masih terlihat, termasuk pada isu kesehatan ibu dan anak.

Di sisi lain, representasi perempuan dalam politik juga dinilai belum optimal.

Tak hanya itu, tantangan juga datang dari sisi internal pemerintah, seperti belum meratanya kemampuan perangkat daerah dalam mengintegrasikan perspektif gender serta pemanfaatan data yang belum maksimal.

Karena itu, penyusunan RAD-PUG 2025–2029 menjadi sangat penting sebagai panduan arah pembangunan ke depan.

“Ini bukan sekadar dokumen, tapi alat untuk mendorong perubahan nyata,” katanya.

Robby juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) yang telah memberikan dukungan dalam kegiatan ini

Ia meminta seluruh perangkat daerah dapat terlibat aktif dan serius dalam proses ini, sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan prinsip keadilan, kesetaraan dan inklusi sosial.

“Penyusunan dokumen ini dapat menjadi instrumen perubahan yang mendukung visi besar pembangunan Kalimantan Utara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar kegiatan senam pagi yang dirangkaikan dengan aksi donor darah sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah di PMI, Selasa (28/4).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan Kantor Gubernur Kaltara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan darah di Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltara, Muhammad Rosyit, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan PMI yang menunjukkan stok darah dalam kondisi menipis.

“Kami rutin koordinasi setiap tiga bulan. Kemarin kami mendapat informasi bahwa stok darah menipis, jadi hari ini langsung kita laksanakan donor darah,” kata Rosyit.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Biro Kesra melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara. Partisipasi para pegawai terlihat tinggi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Rosyit mengapresiasi antusiasme seluruh OPD yang ikut berpartisipasi mendonorkan darah.

“Setetes darah sangat berarti untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Gubernur Kaltara yang mendorong agar kegiatan seperti ini terus dilanjutkan. Menurutnya, memadukan olahraga dan aksi sosial adalah langkah sederhana dengan dampak besar.

Bagi Rosyit, konsistensi menjadi kunci. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga tumbuh sebagai budaya di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Kami harap kegiatan ini menjadi budaya positif, baik untuk kesehatan maupun kepedulian sosial,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati Zainal, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pramuka Kaltara Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk mendukung program 1.000 Pramuka Garuda, Selasa (28/4).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Pramuka di dunia pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satu agenda utama adalah penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Kwarda Pramuka Kaltara dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara terkait pelaksanaan program 1.000 Pramuka Garuda.

Program ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya Pramuka Garuda di semua jenjang, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA.

Selain itu, dilakukan pula kerja sama dengan Universitas Kalimantan Utara (Unikaltar) dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi Pramuka Garuda.

Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa Pramuka Garuda kini menjadi kebutuhan penting dalam pembinaan generasi muda.

“Pramuka Garuda bukan sekadar prestasi tambahan, tapi menjadi kebutuhan bagi generasi muda kita,” kata Rahmawati.

Ia juga menambahkan bahwa Pramuka Garuda akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tingkat nasional hingga internasional.

“Mereka akan kita dorong mendapat prioritas pendidikan dan kesempatan lebih luas,” tambahnya.

Rahmawati juga menyebutkan, hingga tahun 2025 jumlah anggota Pramuka di Kaltara mencapai 24.952 anggota muda dan 2.451 anggota dewasa, melampaui target pertumbuhan sebesar 20 persen.

Tak hanya fokus pada pendidikan, Pramuka Kaltara juga aktif dalam aksi kemanusiaan. Mulai dari membantu pekerja migran di Nunukan hingga turun langsung saat banjir melanda Sembakung.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan dalam pengembangan Pramuka.

“Kita harus tetap kreatif dan memperkuat kolaborasi untuk kemajuan Pramuka Kaltara,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Penguatan program kepramukaan dan kesiapan Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi tuan rumah kegiatan nasional menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Kaltara Tahun 2026 yang resmi dibuka di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (28/4).

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara,Denny Harianto, membuka kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya sinergi antar jajaran kwartir.

Dalam kesempatan itu, Sekprov Denny menyoroti kesiapan Kaltara sebagai tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) 2026, sebuah ajang nasional yang akan menjadi panggung bagi daerah untuk menunjukkan kapasitasnya.

Menurutnya, menjadi tuan rumah bukan hanya soal penyelenggaraan, tetapi juga tentang menunjukkan kualitas dan kesiapan daerah.

“Ini kesempatan besar. Kita harus menunjukkan kapasitas Kaltara dalam menghadirkan kegiatan kepramukaan yang berkualitas dan berdaya guna, bisa menampilkan yang terbaik,” kata Denny.

Tak hanya itu, Kaltara juga tengah mempersiapkan Jambore Daerah serta Lomba Tingkat Empat Nasional yang akan digelar di tahun yang sama

Di bawah kepemimpinan Rahmawati Zainal, Kwarda Kaltara menargetkan sejumlah program strategis, mulai dari penguatan 1.000 Pramuka Garuda, peningkatan kapasitas pembina melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan (Kursus Mahir Lanjutan) KML, hingga akreditasi gugus depan di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan.

Peran Satgas Pramuka Peduli juga menjadi perhatian penting, terutama dalam membantu penanganan bencana dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Denny menegaskan bahwa Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan era digital.

“Nilai-nilai kepramukaan harus menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemprov Kaltara, Rakerda ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk melahirkan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Bangsal Tengah RT 04, Desa Bunyu Selatan, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, pada Senin (27/4) sore. Peristiwa tersebut sempat diiringi tiga kali suara ledakan sebelum api membesar dan melalap bangunan.

Kejadian itu dibenarkan oleh Ps Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Hadi Purnomo. Ia menyampaikan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 17.39 Wita dan menghanguskan satu unit ruko milik M. Yusuf Kirman (64).

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.39 Wita dan menghanguskan satu unit bangunan ruko,” ujar Hadi, Selasa (28/4).

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum api terlihat membesar, terdengar tiga kali ledakan dari dalam bangunan. Tak lama kemudian, api muncul dari area meja kasir dan dengan cepat menyebar.

“Saksi mendengar suara ledakan dari dalam ruko, lalu melihat api berasal dari meja kasir. Karena api cepat membesar, saksi langsung keluar dan meminta pertolongan warga,” jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat berjibaku memadamkan api selama hampir dua jam. Sebanyak lima unit mobil pemadam dikerahkan hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.45 Wita.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, ruko dalam kondisi kosong.

“Tidak ada korban jiwa karena bangunan sedang tidak berpenghuni saat kebakaran terjadi,” tambah Hadi.

Meski demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1 miliar. Dugaan sementara, api cepat membesar karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam ruko yang diketahui menjual perabotan rumah tangga.

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik ruko, M. Yusuf Kirman, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia baru mengetahui insiden tersebut setelah kembali dari luar.

“Saat saya tiba, ruko sudah terbakar dan warga sudah ramai di lokasi. Saya sempat ingin masuk mengambil APAR, tetapi dicegah karena api sudah terlalu besar,” ungkapnya singkat.(cda)

NUNUKAN, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) terus memperkuat literasi digital bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah perbatasan, khususnya di Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Kegiatan Sosialisasi Literasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara resmi dibuka oleh Kepala DKISP Kaltara, Iskandar, yang berlangsung di SMA Negeri 1 Sebatik, Senin (27/4).

Iskandar menegaskan bahwa Sebatik memiliki peran strategis sebagai wajah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebatik bukan sekadar wilayah di peta, tetapi bagian penting dari wajah Indonesia,” kata Iskandar.

Ia menjelaskan, di era digital saat ini tidak ada lagi batas wilayah dalam mengakses informasi. Pelajar di Sebatik memiliki kesempatan yang sama dengan pelajar di daerah lain.

“Kalian punya akses informasi yang sama seperti di Jakarta atau bahkan dunia,” ujarnya.

Iskandar juga mengingatkan pentingnya ketahanan digital bagi pelajar di wilayah perbatasan. Menurutnya, pelajar tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menyaring informasi di ruang digital.

“Jangan sampai ruang digital diisi hoaks, perpecahan, atau pengaruh yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, literasi digital saat ini sudah menjadi bagian dari bela negara. Bukan lagi soal fisik, tetapi bagaimana menjaga ruang digital tetap sehat dan positif.

Dalam kegiatan ini, para pelajar dibekali pemahaman tentang cara menggunakan teknologi dengan baik, menjaga etika di media sosial, melestarikan budaya melalui konten digital, hingga melindungi diri dari ancaman siber.

Harapannya, dari Sebatik akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan bertanggung jawab di dunia digital.

“Gunakan internet untuk hal yang bermanfaat. Apa yang kalian lakukan hari ini di dunia digital akan menjadi gambaran masa depan kalian,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Senin (27/4).

Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga menerima bantuan satu unit mobil ambulans dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan di daerah.

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan, Wagub Ingkong menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan peran kita dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ingkong.

Ia menambahkan, otonomi daerah berperan dalam pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Ingkong menjelaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan melalui integrasi perencanaan, reformasi birokrasi berbasis hasil, dan penguatan kemandirian fiskal.

Tak hanya berbicara soal pembangunan, peringatan ini juga mengangkat semangat perjuangan perempuan melalui Hari Kartini. Ingkong menilai nilai-nilai yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan hingga saat ini.

Menurutnya, perempuan kini memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi dalam berbagai bidang.

“Negara telah memberikan ruang kepada perempuan secara luas melalui kebijakan afirmasi dengan semangat anti-diskriminasi. Komitmen ini menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan,” tegasnya.

Ingkong pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai pengingat pentingnya kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, bantuan ambulans dari BNI menjadi pelengkap makna dalam peringatan ini. Dukungan tersebut dinilai akan membantu meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari fasilitas medis.

Upacara diakhiri dengan peninjauan langsung ambulans yang akan segera digunakan, menandai langkah konkret dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Bumi Benuanta.(**)

TARAKAN, mandaupost.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dalam hal ini diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Bustan, menghadiri kegiatan Halalbihalal dan Milad ke-1 Majelis Taklim Arraudah Ikatan Pemuda Bubuhan Banjar (IPBB) Kota Tarakan yang digelar di Gedung Moderasi FKUB, Minggu (26/4).

Dalam kesempatan tersebut, Bustan menyampaikan ucapan selamat atas Milad pertama Majelis Taklim Arraudah IPBB.

Ia menilai, meskipun masih tergolong baru, majelis ini telah menunjukkan semangat yang tinggi dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan menjadi wadah pembinaan spiritual bagi masyarakat.

“Walaupun baru satu tahun, semangatnya sudah sangat baik dalam menyebarkan kebaikan dan membina masyarakat,” kata Bustan.

Ia juga menyampaikan bahwa momentum Halalbihalal menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.

Menurutnya, majelis taklim memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun karakter dan moral masyarakat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan di Kaltara tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak dan memiliki pemahaman agama yang baik.

Bustan berharap Majelis Taklim Arraudah IPBB dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Mari jadikan majelis ini sebagai tempat belajar yang menyejukkan dan memperkuat persatuan,” pungkasnya.(**)

Scroll to Top