Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR – Puluhan peserta dari Sekolah Lansia Berlian Kabupaten Bulungan mengikuti Lomba Budaya Kebaya Nasional khusus lansia usia 60 tahun ke atas di Pura Agung Jagat Benuanta Bulungan, Sabtu (6/6).

Kegiatan yang diselenggarakan PWRI Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan Faqih Hasan Center tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 yang diperingati setiap 29 Mei.

Mengusung tema “Sekolah Lansia Sehat dan Sejahtera, Bergembira dan Berdaya” dengan subtema “Seusia Senja Bergaya”, kegiatan menjadi wadah bagi para lansia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif melalui berbagai aktivitas positif.

Ketua panitia, drg. Ida Bagus Komang Sidharahardja, MPH menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sekolah Lansia Berlian yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia melalui berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan budaya.

“Kegiatan ini melibatkan Sekolah Lansia Berlian sebagai bagian dari pembelajaran. Tujuannya agar para lansia tetap aktif, bergembira, menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, sekaligus melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.

Ketua Faqih Hasan Center, Hasanuddin, SE mengatakan pihaknya terus mendukung program Pemerintah Kabupaten Bulungan, khususnya program super prioritas SIAP Pro Lansia dan Disabilitas. Menurutnya, kolaborasi bersama PWRI dan Sekolah Lansia Berlian merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi para lansia.

“Sebelum kegiatan ini berlangsung, kami telah menjalankan program Kayan Tradisian atau Kayan Transportasi Ramah Disabilitas dan Lansia yang memberikan potongan biaya transportasi bagi lansia di Kabupaten Bulungan. Melalui kerja sama ini kami ingin memastikan para lansia tetap berdaya, sehat, dan sejahtera,” kata Hasanuddin.

Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada PWRI, Faqih Hasan Center, serta seluruh pihak yang terus menghadirkan ruang berkegiatan bagi para lansia di Kabupaten Bulungan.

Menurut Bupati, para lansia merupakan aset berharga daerah yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan kontribusi besar bagi pembangunan Kabupaten Bulungan. Karena itu, lansia tidak sepatutnya dipandang sebagai kelompok yang tidak berdaya.

“Orang-orang tua kita adalah pribadi yang berdaya, kreatif, dan memiliki pengalaman panjang. Mereka adalah aset berharga Kabupaten Bulungan yang masih dapat terus berkontribusi melalui berbagai aktivitas positif,” kata Syarwani.

Ia juga mengajak para lansia untuk terus aktif, menjaga kesehatan, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Pemerintah Kabupaten Bulungan, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai masukan dan gagasan dari para senior sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Selain lomba kebaya, kegiatan juga menjadi ajang silaturahmi antar peserta Sekolah Lansia Berlian yang selama ini aktif mengikuti berbagai program pembelajaran nonformal. Para peserta tampil mengenakan kebaya dengan penuh percaya diri, menunjukkan bahwa usia senja tetap dapat dijalani dengan sehat, bahagia, dan produktif.(**)

BANJARBARU – Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Cetak Sawah se-Kalimantan yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Sabtu (6/6).

 Dalam rakor, Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto mengungkapkan, Survei Investigasi Desain (SID) program cetak sawah di Kalimantan pada 2026 telah mencapai 16.450 hektare atau terealisasi 100 persen.

Dijelaskan, dari Data Sistem Informasi Cetak Sawah (SICS) Kementan, pelaksanaan program terbagi dalam dua skema utama, yakni swakelola seluas 14.726,25 hektare atau 89,52 persen dan paket penyedia seluas 1.724,70 hektare atau 10,48 persen.

Pada skema paket penyedia, Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi yang telah menuntaskan penayangan paket secara penuh seluas 1.724,70 hektare atau 100 persen dari alokasi tersebut.

Seluruh paket di Kalimantan Selatan telah memasuki tahapan pengadaan, mulai dari penawaran, evaluasi, penetapan pemenang, surat penunjukan penyedia  arang/jasa (SPPBJ), hingga kontrak e-katalog, yang menandakan proses administrasi telah berjalan lengkap.

Sementara, di Kalimantan Tengah, dari total 9.192,36 hektare seluruhnya dilaksanakan melalui swakelola, sementara Kalimantan Timur dengan 3.342,07 hektare juga sepenuhnya swakelola, serta Kalimantan Utara dengan 2.191,82 hektare masih didominasi skema yang sama dengan sebagian progres surat perintah mulai kerja (SPMK) pada 1.389,00 hektare.

Secara keseluruhan, tahapan pre-construction meeting (PCM) telah mencapai 100 persen, sementara mutual check awal (MC-0) mencapai 16.095,34 hektare atau 97,84 persen, yang menunjukkan kesiapan teknis lapangan hampir sepenuhnya matang.

Selain itu, surat perintah mulai kerja (SPMK) pada skema penyedia telah diterbitkan pada 1.369,09 hektare sebagai tanda dimulainya pelaksanaan awal pekerjaan fisik di sejumlah titik prioritas.

Hermanto menegaskan percepatan program dilakukan melalui penguatan proses pengadaan, percepatan penyerahan jaminan pelaksanaan, serta monitoring harian dan evaluasi paralel untuk memastikan ketepatan waktu pelaksanaan.

“Keberhasilan program cetak sawah 2026 membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kelancaran mobilisasi alat dan bahan, pendampingan calon petani calon lokasi (CPCL), serta pengawasan lintas pihak guna mendukung percepatan realisasi fisik dan penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.(**)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak generasi muda, khususnya pelajar, untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan pembangunan daerah yang semakin besar seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., saat mewakili Gubernur Kaltara membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) V Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kaltara di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (6/6).

Robby menilai tema Muswil V IPM, “Arah Baru Pelajar Benuanta”, sangat relevan dengan kebutuhan daerah saat ini. Menurutnya, forum tersebut bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk melahirkan gagasan dan kepemimpinan generasi muda yang mampu menjawab perkembangan zaman.

“Kita sedang berada di tengah perubahan yang sangat cepat, mulai dari transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi global. Karena itu, generasi muda harus siap menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik yang terus dilakukan pemerintah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelajar diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi, menjunjung tinggi integritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sosialnya.

Robby juga mendorong kader IPM untuk mengambil peran sebagai agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, sekaligus menjadi benteng terhadap berbagai dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial.

Melalui Muswil V IPM ini, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung organisasi kepemudaan dan pelajar sebagai mitra strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju masa depan Kaltara yang lebih maju.

“Jadikan forum ini sebagai ajang musyawarah yang produktif dan siapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas,” pungkasnya. (dkisp)

BULUNGAN – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Bulungan menggelar workshop peningkatan kompetensi guru dan orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi tingkat PAUD di Aula Gedung TP PKK di Jl Kolonel Soetadji pada Kamis pagi (4/6).

Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si membuka kegiatan yang mengusung tema “Ma..Kenali Aku Sedari Dini” dan berpesan agar tidak ada diskriminasi terhadap anak murid termasuk kepada anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan workshop bagi guru dan orangtua ini sangat penting untuk mengenali karakteristik, kebutuhan, potensi dan tumbuh kembang setiap anak sejak usia dini agar mereka mendapatkan layanan pendidikan yang tepat dan optimal.

“Perlakukan semua murid tanpa membedakan serta tidak ada diskriminasi terhadap anak murid,” pesan Bupati.

Jenjang PAUD jangan dipaksakan anak didik untuk bisa membaca atau menulis karena yang terpenting adalah membangun karakter anak. Antara lain karakter untuk saling menolong, membantu sesama, bekerjasama dan sebagainya.

Kegiatan turut diisi penandatanganan MoU Bunda PAUD Kabupaten Bulungan dengan Yayasan Faqih Hasan Centre terkait pendidikan inklusi. Bunda PAUD Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani dalam kesempatan sama berharap, seluruh satuan PAUD dan sekolah di Bulungan semakin siap memberikan layanan pendidikan yang inklusif, ramah anak dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

“Tema kegiatan ini mengingatkan kita bahwa setiap anak sesungguhnya sedang menyampaikan pesan kepada orang dewasa di sekitarnya agar mereka dipahami, didengarkan dan didampingi sesuai kebutuhan masing-masing,” jelasnya.(**)

BULUNGAN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersama Pemkab Bulungan menggelar presentasi laporan akhir kajian teknis studi kelayakan pemekaran kelurahan dan desa di Ruang Benuanta Lantai 2 kantor BKPSDM Bulungan di Jl Agathis, Tanjung Selor pada Rabu (3/6).

Hasil kajian menunjukkan, Kelurahan Tanjung Selor Hilir dan Tanjung Selor Timur, memiliki potensi untuk dimekarkan karena telah memenuhi sejumlah persyaratan dasar yang ditetapkan pemerintah.

Rektor UBT, Prof Dr Yahya Ahmad Zein menerangkan,  kajian dilakukan dengan melihat berbagai aspek mulai dari jumlah penduduk, luas wilayah, hingga kemampuan keuangan daerah.

Berdasarkan hasil kajian, Kelurahan Tanjung Selor Hilir direkomendasikan menjadi 3 kelurahan, sementara Kelurahan Tanjung Selor Timur menjadi 2 kelurahan. Dilanjutkan, rekomendasi tersebut tidak hanya didasarkan pada jumlah penduduk dan luas wilayah, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan daerah dalam membiayai operasional pemerintahan setelah pemekaran dilakukan.

“Setelah menghitung kapasitas fiskal daerah dan kebutuhan pelayanan masyarakat, maka yang paling ideal saat ini adalah pemekaran menjadi 5 kelurahan,” ungkapnya. Disebutkan, keberadaan kelurahan baru nantinya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena akses pelayanan pemerintahan menjadi lebih dekat dan cepat.

Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si dalam kesempatan sama menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas hasil kajian UBT.

“Ini masih dalam tahap kajian yang dilakukan bersama Universitas Borneo Tarakan. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan langkah berikutnya,” ujar Bupati. Diterangkan, jika pemekaran terealisasi maka akan ada penyesuaian administrasi kependudukan sesuai wilayah baru yang dibentuk. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena perubahan tersebut lebih bersifat administratif.

“Yang akan dilakukan adalah penataan administrasi sesuai wilayah kelurahan yang baru. Tujuan utamanya agar pelayanan pemerintah kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan lebih dekat,” tandas Bupati.(**)

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi perhatian dalam audiensi antara Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dan jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara di Ruang Rapat Kerja Gubernur, Kamis (4/6).

Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh lintas agama dalam menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan masyarakat di Bumi Benuanta.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua FKUB Kaltara Wiyono Adie melaporkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama Kaltara secara konsisten berada di jajaran teratas nasional dan menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan.

“Untuk Indeks Kerukunan Beragama Kaltara, kita selalu berada di posisi atas secara nasional. Yang membanggakan, di tingkat Kalimantan kita selalu menjadi yang tertinggi,” ujar Wiyono.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran FKUB yang selama ini aktif menjaga hubungan harmonis antarumat beragama melalui berbagai kegiatan sosial dan pendekatan dialogis.

“Saya berterima kasih atas kekompakan bapak ibu menjalankan kegiatan sosial ini dengan capaian yang luar biasa. Ini prestasi membanggakan yang membawa harum nama Kaltara,” kata Zainal.

Menurutnya, kerukunan yang terjaga dengan baik merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas masyarakat yang majemuk.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai inovasi serta penguatan komunikasi antarumat beragama.

Selain itu, Zainal menginstruksikan FKUB untuk terus mengedepankan deteksi dini dan koordinasi cepat terhadap berbagai potensi persoalan sosial guna menjaga kondusivitas daerah.

Audiensi diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dan program kerja lapangan agar Kaltara tetap menjadi daerah yang aman, damai dan harmonis bagi seluruh masyarakat. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa jauh sebelum peluit pertama dibunyikan. Di Kalimantan Utara (Kaltara), semangat menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia itu tidak hanya berbicara soal pertandingan, tetapi juga peluang ekonomi dan kebersamaan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka saat Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima audiensi jajaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kaltara di Ruang Rapat Kerja Gubernur, Kamis (4/6).

Dalam pertemuan itu dibahas berbagai persiapan TVRI Kaltara sebagai pemegang hak siar resmi, termasuk rencana menggelar nonton bareng (nobar) yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Bagi Gubernur Zainal, Piala Dunia bukan sekadar tontonan olahraga. Di balik euforia yang akan menyatukan jutaan penggemar sepak bola, terdapat peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dampak yang paling terasa nantinya tentu pergerakan ekonomi, terutama bagi UMKM. Selain itu, saya yakin kerukunan, keakraban, dan keharmonisan masyarakat juga akan semakin meningkat,” kata Zainal.

Ia menilai kegiatan nobar dapat menjadi ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan usaha bagi pedagang dan pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Karena itu, Zainal mengajak masyarakat menikmati kemeriahan Piala Dunia dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kita nikmati bersama siaran Piala Dunia dari TVRI dan tetap menjaga keamanan saat melaksanakan kegiatan menonton bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah TVRI Kaltara yang tidak hanya menghadirkan tayangan pertandingan, tetapi turut menggandeng UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Terima kasih kepada TVRI. Dengan hak siar yang dimiliki, tentu akan memberikan dampak yang luar biasa karena penggemar sepak bola sangat banyak, termasuk di Kaltara,” katanya.

Menjelang turnamen bergulir, Zainal pun mengajak seluruh pencinta sepak bola di Bumi Benuanta untuk bersiap menyambut kemeriahan laga pembukaan dan menikmati setiap momen pertandingan bersama-sama.

“Penggemar sepak bola di Kaltara ini sangat luar biasa. Mari kita ramai-ramai untuk menonton siaran langsung pembukaan,” pungkasnya.

Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., serta jajaran pimpinan TVRI Kaltara. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Di tengah padatnya agenda mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E., M.M., menyempatkan meninjau langsung Gedung Baru Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltara di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Rabu (3/6).

Kunjungan itu bukan sekadar melihat bangunan baru yang berdiri megah. Denny ingin memastikan setiap sudut gedung benar-benar siap digunakan sebelum ratusan pegawai mulai beraktivitas di dalamnya.

Saat berkeliling meninjau fasilitas, Sekprov Denny masih menemukan sejumlah pekerjaan yang perlu disempurnakan. Karena itu, ia meminta pekerjaan yang tersisa segera dirampungkan agar proses pemindahan tidak kembali tertunda.

“Masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Saya ingin semuanya benar-benar siap sebelum ditempati,” ujar Denny.

Menurut Denny, percepatan ini penting karena kondisi kantor BPSDM yang saat ini digunakan sudah tidak lagi ideal untuk mendukung aktivitas kerja dan pelayanan.

Ia pun memberikan tenggat waktu 15 hari kepada jajaran teknis untuk menuntaskan seluruh pekerjaan yang masih tersisa.

“Gedung ini harus segera siap karena kantor yang sekarang sudah sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Namun bagi Denny, fungsi gedung baru ini tidak hanya sebagai tempat bekerja. Ia melihat BPSDM memiliki peluang menjadi aset produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Selain digunakan untuk pendidikan dan pelatihan ASN, sejumlah fasilitas yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak swasta sehingga mampu mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Semangat kita bagaimana aset ini bisa dikelola dengan baik dan memberikan manfaat lebih bagi daerah,” katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Denny memberikan perhatian khusus pada sentuhan akhir bangunan. Ia berharap identitas budaya Kalimantan Utara tetap hadir dalam desain maupun tampilan gedung sehingga menjadi representasi daerah yang membanggakan.

Baginya, gedung pemerintah bukan hanya berfungsi sebagai sarana kerja, tetapi juga menjadi wajah daerah yang mencerminkan karakter dan kearifan lokal Kaltara.

Usai dari lokasi BPSDM, Denny melanjutkan peninjauan ke Gedung Pusdalops BPBD Kaltara serta mengecek kesiapan Ruang Sidang Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kekompakan, kedisiplinan dan koordinasi dalam menjalankan program prioritas daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh kepala OPD di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (3/6).

Rapat ini digelar untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan disiplin kerja, mendorong efisiensi anggaran, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Wagub Ingkong memberikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., yang telah menginisiasi rapat koordinasi tersebut.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap solid dan menjalankan arahan yang telah disampaikan demi meningkatkan kualitas pemerintahan dan keterbukaan informasi publik.

“Rapat ini sangat baik. Saya mengapresiasi Pak Sekprov. Apa yang sudah kita dengar bersama hari ini harus kita jalankan dengan baik dan kompak demi memperkuat tata kelola pemerintahan serta keterbukaan informasi,” kata Ingkong.

Ingkong juga menyoroti pentingnya menyesuaikan program pembangunan dengan kondisi fiskal daerah. Menurutnya, setiap program dan kebijakan harus direncanakan secara matang serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kita memiliki banyak gagasan dan rencana pembangunan. Namun semuanya harus dikelola secara bijak dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah demi kebaikan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Sekprov Denny menekankan sejumlah agenda penting yang perlu menjadi perhatian seluruh OPD, mulai dari kedisiplinan menghadiri agenda legislatif, pengelolaan kurban, efisiensi belanja daerah, hingga pengelolaan informasi publik.

Denny meminta seluruh kepala OPD hadir dalam Sidang Paripurna DPRD Kaltara terkait penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pelaksanaan APBD yang dijadwalkan pada 8 Juni mendatang

“Saya berharap seluruh kepala OPD dapat hadir. Ini merupakan agenda penting karena berkaitan dengan penyerahan LHP APBD,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi perhatian bersama agar pembangunan tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan beban keuangan daerah.

Sebagai langkah efisiensi, Denny menginstruksikan seluruh perangkat daerah memaksimalkan penggunaan media digital milik pemerintah untuk publikasi kegiatan dan mengurangi penggunaan spanduk maupun baliho di ruang publik.

“Kita sudah memiliki fasilitas videotron di Tanjung Selor dan Tarakan. Silakan dimanfaatkan untuk publikasi kegiatan. Harapan saya ke depan tidak ada lagi spanduk yang dipasang di jalan-jalan,” pungkasnya. (dkisp)

BULUNGAN, MP  – Bunda Literasi Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani, menghadiri Haflah Ikhtitam dan Pelepasan Murid Kelas VI SD Alkhairaat Tanjung Selor Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula Pondok Pesantren Alkhairaat Tanjung Selor, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Melangkah Bersama Generasi Berprestasi, Kreatif dan Berakhlak Mulia dalam Bingkai Seni dan Budaya” tersebut menjadi momen pelepasan siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Dalam sambutannya, Sri Nurhandayani mengucapkan selamat kepada seluruh siswa serta mengajak mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Ia menekankan pentingnya budaya literasi sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

“Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga membangun pengetahuan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memahami kehidupan,” ujarnya.

Bunda Literasi juga menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dalam mendidik siswa serta kepada orang tua yang terus mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.

Di akhir sambutan, Sri Nurhandayani berpesan agar para siswa terus bermimpi, rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nama baik sekolah dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(**)

Scroll to Top