TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat terus digencarkan di berbagai daerah. Di Kabupaten Bulungan, semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di Pasar Induk, Kamis (16/4).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dijadikan agenda rutin di seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Jadi hari ini memang saya sudah menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden, adanya satu gerakan Indonesia ASRI, aman, sehat, resik dan indah, dan tentu ini kita tindaklanjuti di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan gerakan dilakukan secara serentak di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan. Para kepala perangkat daerah diminta memimpin langsung kegiatan di wilayah masing-masing.
Tidak hanya terfokus di Pasar Induk, ke depan gerakan ini akan menyasar berbagai ruang publik lainnya.
“Ke depan kita bisa bergeser ke beberapa kawasan publik lainnya, termasuk di pelabuhan, Pujasera, maupun lingkungan rumah sakit,” kata Bupati.
Bupati juga mengajak dunia pendidikan untuk turut ambil bagian dalam gerakan ini. Ia berharap sekolah-sekolah dapat menjadwalkan kegiatan serupa secara rutin guna membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
“Saya menghimbau kepada kepala sekolah SD dan SMP agar bisa menjadwalkan gerakan ASRI di sekolahnya masing-masing, sehingga ini bisa membangun budaya anak-anak kita untuk mencintai lingkungan yang bersih,” jelas Syarwani.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah, khususnya di Pasar Induk. Ia menyebutkan bahwa ke depan hanya sekitar 20 persen sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara sisanya akan dikelola melalui pemilahan dan daur ulang.
“Kita ingin ada pengelolaan dan pemilahan sampah, terutama limbah plastik yang bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya.
Pemkab Bulungan saat ini juga tengah membangun fasilitas pemilahan sampah terpadu di TPA untuk menangani produksi sampah yang mencapai kurang dari 80 ton per hari di wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas.
“Insya Allah paling lambat Agustus atau September sudah bisa fungsional,” tambah Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengajak para pedagang di Pasar Induk untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan kantong sampah di lapak masing-masing.
“Minimal satu sampai dua jam kita bisa membantu menjaga kebersihan, sehingga memudahkan petugas dalam mengangkut sampah ke TPA,” kata Syarwani.
Ia juga mendorong pemerintah desa untuk menggerakkan masyarakat melalui kegiatan kerja bakti secara rutin dengan melibatkan RT, karang taruna, hingga kelompok perempuan.
“Paling tidak bisa dilaksanakan satu kali dalam sebulan atau dua bulan sekali, agar ini menjadi budaya bersama di lingkungan masyarakat,” tutupnya.(cda)





