BULUNGAN, mandaupost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan memastikan seluruh kasus suspek campak yang sebelumnya dilaporkan pada awal 2026 dinyatakan negatif. Kepastian ini diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium rujukan di Jakarta keluar.
Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, menjelaskan bahwa total 25 kasus yang sempat dikategorikan sebagai suspek memang menunjukkan gejala menyerupai campak. Namun, setelah dilakukan uji laboratorium, seluruhnya tidak terkonfirmasi sebagai campak.
“Dari hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta, 25 kasus suspek tersebut dinyatakan negatif. Memang secara klinis gejalanya mirip campak, tetapi hasil uji lab semuanya negatif,” ujarnya pada Mandau Post, Senin (13/4).
Meski hasilnya negatif, Dinkes Bulungan tetap mengingatkan agar kewaspadaan terhadap penyakit campak tidak diturunkan. Pasalnya, gejala serupa masih bisa muncul dan berpotensi membingungkan dalam penanganan di lapangan.
“Walaupun hasilnya negatif, tapi tetap harus waspada, karena penyebarannya juga cukup cepat,” kata Imam.
Untuk itu, masyarakat diimbau tetap menjalankan langkah pencegahan, salah satunya melalui imunisasi. Vaksinasi dinilai menjadi cara paling efektif dalam melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit campak.
“Pencegahannya ya harus vaksin, bisa di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit,” tutur Imam.
Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta terus meningkatkan pemantauan dan pelaporan jika ditemukan kasus dengan gejala serupa. Dinkes berharap, dengan kewaspadaan dan cakupan imunisasi yang baik, potensi penyebaran penyakit menular dapat ditekan sejak dini.(cda)





