Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANA TIDUNG, MANDAUPOST Keberadaan penampungan sawit yang berada tepat di pinggir jalan poros Tana Tidung membuat Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, angkat bicara. Ia menilai kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

“Sudah saya perintahkan Dinas Perhubungan untuk menertibkan. Kemarin kita sudah tindak cukup keras. Namun karena lokasi itu berada di areal hutan produksi yang izinnya milik PT Adindo, kita memang tidak bisa langsung ikut campur lebih dalam,” tegas Bupati, Rabu (02/10).

Menurutnya, selain lokasi penampungan, aktivitas tumpahan sawit di jalan aspal juga menambah risiko kecelakaan. Jalan yang licin bercampur lumpur, ditambah buah sawit yang berhamburan, membuat pengendara rawan tergelincir.

“Itu minyak, jadi sangat berbahaya. Kita khawatir kalau ada kendaraan oleng. Ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Bupati Ibrahim juga menyoroti keberadaan truk-truk angkutan sawit yang kerap merusak kondisi jalan poros. Ia mencontohkan kerusakan jalan di sekitar Desa Sebawang yang mulai tampak parah sampai ke daerah puspem akibat lalu lintas kendaraan berat.

“Saya sudah minta Kadis PUPR untuk mencari solusi, apakah bisa dialihkan ke jalan hauling milik PT Adindo. Kita akan bersurat resmi ke perusahaan agar persoalan ini segera ditangani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan perlunya penerapan sanksi terhadap aktivitas penampungan maupun angkutan sawit yang merugikan masyarakat dan merusak fasilitas umum.

“Harusnya ada sanksi, sesuai aturan Perda yang berlaku. Kita akan lebih tegas soal ini,” ucapnya.

Kekhawatiran Bupati bukan tanpa alasan. Beberapa warga yang sering melintasi jalan poros tersebut mengaku resah dengan kondisi jalan yang licin akibat tumpahan sawit.

“Kadang kalau hujan, jalannya jadi sangat licin. Pernah saya lihat ada mobil hampir tergelincir karena menginjak buah sawit yang berhamburan,” kata seorang warga yang kerap melewati jalan poros tersebut.

Hal senada diungkapkan Devi, seorang warga yang setiap hari menggunakan motor. Ia menilai keberadaan truk-truk sawit yang parkir di bahu jalan semakin mempersempit ruang bagi kendaraan kecil.

“Berapa minggu lalau saya lewat tergelicir dan jatuh. Malam hari lagi sempat pingasan dan saya tidak sadar. Untung ada warga yang melintas menolong saya. Ini akibat jalan licin dekat penampungan sawit,”keluhnya.

Di tengah keresahan masyarakat, Bupati Ibrahim Ali menegaskan agar para pengguna jalan tetap waspada.

“Saya minta masyarakat berhati-hati saat melintas. Keselamatan adalah hal utama, dan kami pemerintah akan mengambil langkah tegas agar tidak ada korban,” tutupnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Setiap helai batik bukan hanya lembaran kain dengan corak indah, melainkan juga kisah panjang tentang budaya, tradisi, dan identitas daerah. Begitulah yang tercermin dari sikap Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, saat memperingati Hari Batik Nasional, Kamis (02/10).
Pada momen tersebut, Sabri tampil mengenakan batik perpaduan khas Tana Tidung.

Bagi dirinya, busana batik adalah cara sederhana namun bermakna untuk menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya sekaligus memperkenalkan keindahan motif lokal kepada khalayak yang lebih luas.

10 Koleksi Batik Khas Tidung

Sabri mengaku dirinya memiliki 10 koleksi batik khas Tana Tidung dengan berbagai motif. Koleksi itu bukan sekadar pakaian, tetapi juga simbol kecintaan pada produk-produk lokal, terutama hasil karya pengrajin batik dari Desa Sedulun.

“Saya lebih suka memesan langsung ke pengrajin kita. Selain mendapatkan motif yang otentik, ini juga bentuk dukungan terhadap pengrajin agar mereka terus berkarya. Harga bervariasi, tergantung kebutuhan dan kemampuan, tapi yang terpenting hasilnya bisa menambah penghasilan masyarakat lokal,” ucapnya.

Motif Penuh Filosofi

Batik khas Tidung dikenal dengan warna-warna lembut seperti biru laut, hijau daun, dan cokelat tanah, mencerminkan perpaduan antara budaya pesisir dan kekayaan alam hutan Kalimantan Utara.

Motifnya banyak terinspirasi dari flora dan fauna, seperti daun, burung, hingga ikan, yang semuanya mengandung makna keseimbangan hidup dengan alam.

Sementara itu, motif Dayak Belusu lebih menonjolkan garis geometris tegas dengan pola spiral atau sulur yang biasa ditemukan dalam ukiran rumah adat, perisai, hingga seni pahat masyarakat pedalaman. Filosofi dari motif ini erat kaitannya dengan perlindungan, kekuatan, serta hubungan manusia dengan leluhur.

“Setiap motif punya cerita. Ada yang melambangkan kesuburan, ada pula yang menjadi simbol keberanian. Itu sebabnya saya merasa bangga setiap kali mengenakan batik khas Tidung dan Belusu, karena kita tidak hanya memakai pakaian, tapi juga membawa pesan budaya,” tutur Sabri.

ASN Wajib Pakai Batik Khas Tidung

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan batik khas Tidung setiap hari Kamis. Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap produk lokal, sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Ini kebiasaan yang baik. Kalau bukan kita yang melestarikan batik khas Tana Tidung, siapa lagi? Dengan ASN mengenakan batik setiap Kamis, akan ada kebanggaan bersama sekaligus promosi budaya yang berkelanjutan,” tambahnya.

Batik Sebagai Fesyen dan Ekonomi

Menurut Sabri, batik bukan hanya produk budaya, tetapi juga peluang ekonomi. Industri kecil dan menengah (IKM) berbasis batik memiliki potensi besar untuk berkembang, apalagi jika produk lokal mampu menembus pasar luar daerah.

“Memakai batik itu sebenarnya banyak manfaatnya. Dari aspek fesyen, batik bisa dipakai dalam acara resmi maupun kasual. Dari aspek budaya, ini bentuk penghormatan terhadap tradisi kita. Dan dari aspek ekonomi, batik bisa menjadi penggerak bagi UMKM lokal, khususnya pengrajin di Tana Tidung,” jelasnya.

Harapan Batik Tidung Go Nasional

Sabri berharap, batik khas Tana Tidung tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus panggung nasional, bahkan internasional. Untuk itu, ia menjadikan dirinya sebagai duta budaya, dengan selalu mengenakan batik Tidung setiap kali menghadiri acara, baik di dalam daerah maupun luar daerah.

“Tujuan saya sederhana, setiap ada even di luar kota, saya pasti pakai batik khas Tidung. Ini sebagai ajang memperkenalkan warisan budaya kita. Harapan saya, suatu hari nanti orang luar akan mengenal Tidung bukan hanya lewat nama daerahnya, tetapi juga melalui motif batiknya,” pungkas Sabri dengan senyum bangga.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Jajaran Polisi Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Polda Kaltara), kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Polda Kaltara, berhasil mengungkap tindak pidana Narkoba Periode Bulan September 2025, dengan menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 3.938,71 gram.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan Narkoba ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, stakeholder, dan dukungan masyarakat terhadap penyebaran bahaya narkoba di wilayah Kalimantan utara. Termasuk bantuan dari Bea dan Cukai Nunukan serta dukungan dari instansi terkait lainnya.

“Pengungkapan dan pemusnahan narkoba kali ini adalah kesuksesan dari kerja sama semua instansi yang terlibat. Tentu kegiatan ini bukan sekadar proses administratif hukum, tetapi menjadi bentuk akuntabilitas dan transparansi upaya kami dalam memberantas bahaya narkoba kepada masyarakat,” ujar Kapolda pada pelaksanaan press release dan pemusnahan barang bukti narkotika yang dilakukan di Lobby Kantor Polisi Daerah Kalimantan Utara, Kamis (02/10).

Dalam paparannya, Kapolda menyatakan barang bukti narkotika yang berhasil diamankan adalah total dari 3 (tiga) Laporan Polisi (LP), diantaranya yaitu LP tanggal 12 September 2025, LP tanggal 20 September 2025, dan LP tanggal 24 September 2025.

“Dari tiga laporan polisi yang dilakukan dalam sebulan ini, kami mengamankan narkotika jenis sabu sebesar 3.938,71 gram. Selain barang bukti sabu, Kami juga berhasil menangkap empat orang tersangka berjenis kelamin laki-laki,” ucap Irjen Pol Djati.

Dengan total keseluruhan barang bukti, kemudian disisihkan sebanyak 12,79 gram sabu untuk dilakukan pengujian laboratorium forensik dan pembuktian di persidangan. Kapolda mengatakan, barang bukti yang diamankan sudah dilakukan pemeriksaan dengan hasil positif metafetamina.

“Barang bukti sabu yang akan dimusnahkan dengan berat netto sebesar 3.925,92 gram ini telah mendapat penetapan dari kejaksaan negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol Djati menyebutkan bahwa jika narkotika jenis sabu tersebut sempat beredar di masyarakat, maka diperkirakan dapat merusak sebanyak 78.774 jiwa.

“Maka dari itu, kegiatan ini turut menandai upaya penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” tutup Kapolda.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Infrastruktur jalan di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, saat ini sedang dalam perbaikan yaitu proses pengerasan badan jalan.

DPRD Bulungan, Komisi 3 Bidang Pembangunan, Ilhamsyah, mengatakan bahwa, adanya proyek peningkatan jalan ke Desa Salimbatu merupakan harapan masyarakat. DPRD mengapresiasi pemerintah Kab. Bulungan yang telah menanggapi keluhan-keluhan dari masyarakat, khususnya pada perbaikan jalan ke Desa Salimbatu.

“Perbaikan jalan ke Desa Salimbatu memang menjadi keluhan masyarakat sejak lama. Tentu ini hasil perjuangan oleh Anggota DPRD yang berada di dapil kami” Ucap Ilham saat ditemui, Selasa (30/09).

Dalam hal ini, DPRD tetap mendorong Pemerintah Kab. Bulungan, untuk terus menanggapi keluhan masyarakat lainnya, yang disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami sangat menghargai kinerja pemerintah yang sikap, tanggap, dan mendengar setiap aspirasi dan usulan dari masyarakat,” tambah Ilham.

Ia berharap, perbaikan infrastruktur yang ada di Kab. Bulungan ini tentu dapat terus dilanjutkan terutama pada jalan-jalan yang masih belum memadai untuk dilalui.

“Sesuai dengan keluhan masyarakat di Kab. Bulungan, masih beberapa yang perlu diperbaiki, seperti jalan dari Tanjung Selor hingga Tanjung Palas Timur, Dari Desa Salimbatu menuju ke Panca Agung, dan daerah terpencil lainnya” harap Ilham.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Kapal ponton speedboat tenggelam di Pelabuhan Kayan III Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Rabu (01/10).

Kepala Dinas Perhubungan Kab. Bulungan, Yunus Luat, mengatakan bahwa kejadian ini bermula dikarenakan adanya kebocoran pada kapal ponton speedboat yang terhantam oleh kayu.

“Kejadiannya pada pagi tadi, kondisi kapal ponton ini sudah lama dan keropos, maka rentan untuk bocor” ujarnya saat dihubungi.

Kadishub menambahkan, untuk penanganan selanjutnya Dishub segera melakukan perbaikan dan akan mengganti kerusakan dengan anggaran sekitar 250 juta rupiah.

“Kami harap untuk pemilik ponton speedboat agar merawat dan menjaga kapal mereka” ungkap Yunus.

Ia juga menghimbau untuk seluruh pemilik ponton speedboat, agar dapat bekerja sama dan membantu menguras air yang menggenangi kapal ponton mereka.

“Selama ini, sudah ada petugas yang melakukan penyedotan air yang penuh di kapal-kapal, tapi waktu petugas yang bekerja ini terbatas, jadi kami minta bantuannya bagi seluruh pemilik kapal,” pinta Yunus.

Dari kejadian ini, untuk sementara waktu aktifitas perairan dialihkan ke Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor. Kadishub menyampaikan, jika pengerjaan penimbunan telah selesai, maka aktifitas akan kembali ke Pelabuhan Kayan III Tanjung Selor.

“Untuk estimasi pengerjaannya, kami koordinasikan dengan kapal yang memiliki keruk, jika hari ini sudah tersedia alat pengangkat, maka akan langsung dilakukan pengerjaan dan ditimbulkan” ucapnya.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Bupati Bulungan Syarwani, melantik dan mengambil sumpah 176 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan pada Selasa, (30/09).

Acara pelantikan dan penyerahan surat keputusan Bupati Bulungan ini berlangsung di Ruang Tenguyun Kantor Bupati Bulungan.

Para PPPK yang dilantik berasal dari tenaga Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Tenaga Teknis lainnya. Sebanyak 176 tenaga PPPK ini diharapkan menjadi amunisi baru untuk mendorong dan mengakselerasi pembangunan Kabupaten Bulungan.

Bupati Syarwani menyampaikan bahwa para PPPK ini merupakan orang-orang yang beruntung dan sudah teruji kemampuannya, mengingat banyak di antara mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer, bahkan lebih dari 5 tahun.

Dalam arahannya, Bupati Syarwani memberikan beberapa pesan penting, salah satunya adalah penegasan terkait status kepegawaian baru mereka dan tempat penugasan.

Pertama, Bupati Syarwani menegaskan bahwa tidak ada mutasi bagi tenaga PPPK selama masa kontrak.

“Antar mutasi antar dalam wilayah Kabupaten Bulungan pun saya pastikan selama masa kontrak tidak ada yang melakukan rotasi mutasi,” ujarnya.

Tempat penempatan sudah diatur dalam kontrak, sehingga pengajuan mutasi, termasuk antar-wilayah di Kalimantan Utara, tidak akan disetujui.

Kedua, Syarwani mengingatkan agar para PPPK menjaga sinergi dan kolaborasi yang baik dengan pimpinan di unit kerja masing-masing, seperti kepala dinas, kepala sekolah, atau kepala puskesmas.

Pesan utama lainnya dari Bupati adalah terkait perilaku dan integritas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menitipkan beberapa hal untuk menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Bulungan:

Jauhi Narkoba dan Judi Online: Bupati meminta agar PPPK tidak coba-coba terlibat dalam narkotika dan obat-obatan terlarang, serta judi online, karena hal ini dapat merusak karier dan mengganggu kinerja pelayanan. Keterlibatan dalam narkoba akan berdampak pada pemberhentian sebelum proses hukum.

Waspada Informasi Media Sosial: Para PPPK diminta untuk tidak mudah terpancing oleh pemberitaan di media sosial mengenai hak-hak kepegawaian. Jika ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung kepada pimpinan di tempat kerja.

Jaga Keutuhan Rumah Tangga: Syarwani secara khusus meminta agar para PPPK menjaga keutuhan rumah tangga dan menghindari pengajuan perceraian. Untuk ASN atau PPPK, pengajuan perceraian hanya dapat disidangkan dengan persetujuan Bupati Bulungan.

“Sayang pengabdian kawan-kawan semuanya berjuang dari nol tiba-tiba ada satu hal yang bisa merusak,” kata Syarwani, menekankan betapa berharganya status yang telah diperoleh setelah bertahun-tahun mengabdi.

Pelantikan ini sekaligus menjadi kado dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235. Bupati mengajak seluruh PPPK untuk sama-sama menjaga nama baik pemerintah daerah dan terus berpacu membangun sinergi demi kemajuan Kabupaten Bulungan.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang, mengambil langkah progresif untuk mempercepat realisasi pembangunan Pabrik Minyak Goreng Kalimantan Utara (Minyak KU).

Dengan target rampung pada Agustus 2026, Gubernur memimpin rapat koordinasi (Rakor) di Tarakan bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, perwakilan kepala daerah (Bupati Nunukan, Wakil Bupati Malinau, dan Wakil Bupati Tana Tidung), serta pihak Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) dan dinas terkait, Selasa (30/09).

Rapat difokuskan pada pemetaan kapasitas dan pengamanan rantai pasok minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku utama pabrik.

Rakor ini menghasilkan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi dan para pemangku kepentingan industri kelapa sawit di Kaltara. Pemetaan kemampuan penyediaan bahan baku dan pernyataan dukungan resmi dari PKS menjadi acuan penting bagi Dirjen Perkebunan.

Dukungan tersebut akan menjadi dasar bagi Kementan RI, melalui Dirjen Perkebunan, untuk memberikan bantuan pendanaan dan konsultasi teknis yang diperlukan, khususnya dalam program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Hal dianggao penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan CPO berkualitas tinggi untuk Pabrik Minyak KU.

Proyek Minyak KU diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi minyak goreng domestik Kaltara, tetapi juga berpotensi menciptakan surplus untuk diekspor ke wilayah regional Kalimantan.

Dukungan konkret juga datang dari pemerintah kabupaten. Bupati Nunukan dan Wakil Bupati Malinau menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi ketersediaan lahan yang dibutuhkan sebagai lokasi pembangunan pabrik.

Lebih lanjut, Gubernur Zainal menekankan perlunya inisiatif untuk pembentukan forum atau asosiasi petani plasma di Kaltara. Harapannya, organisasi ini dapat meniru model sukses yang ada di daerah lain (seperti di Pekanbaru) guna memfasilitasi dan menyuarakan aspirasi petani plasma secara kolektif, sehingga mereka menjadi bagian integral dari rantai nilai proyek Minyak KU.

Kehadiran Plt. Dirjen Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, serta kepala daerah se-Kaltara dalam rakor pentingnya untuk kuatnya sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan penguatan hilirisasi komoditas perkebunan di wilayah perbatasan Indonesia.(**)

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Dalam agenda reses Masa Persidangan I Tahun 2025, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat di media sosial. Salah satunya adalah ruas Jalan Kilo 6 menuju Simpang Manis, yang hingga kini kondisinya masih memprihatinkan.

Menurutnya, jalan tersebut bukan kewenangan Kabupaten Tana Tidung, melainkan berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Karena itu, ia menekankan agar perbaikan segera menjadi prioritas Pemprov Kaltara.

“Sebagai wakil rakyat di provinsi, saya sangat berharap agar jalan ini bisa segera ditangani. Bagaimanapun, Kabupaten Tana Tidung adalah bagian dari Kalimantan Utara, dan akses jalan yang baik tentu akan mendorong kemajuan ekonomi daerah,” ujarnya.

Bagi Vamelia, isu infrastruktur tidak bisa dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jalan yang mulus akan membuka akses distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas warga, sekaligus menumbuhkan geliat ekonomi lokal.

Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa perjuangannya di parlemen provinsi tidak hanya sebatas program pemberdayaan perempuan, tetapi juga meliputi infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Saya ingin memastikan, Tana Tidung sebagai daerah pemilihan saya benar-benar merasakan kehadiran pemerintah provinsi. Harapan saya, jalan ini segera diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Suara Vamelia ini menjadi cerminan keresahan warga yang setiap hari melewati jalan tersebut. Harapannya, Pemerintah Provinsi segera merespons sehingga keluhan publik tidak hanya berhenti di ruang diskusi, melainkan terwujud dalam aksi nyata di lapangan.(**)

MALINAU, MANDAUPOST Panitia Festival Budaya Irau ke-11 Tahun 2025 yang sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Malinau ke-26 akan menggelar pertemuan teknis bagi 551 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mendaftar sebagai peserta.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 September 2025, pukul 14.00 WITA di Ruang Tebengang, Kantor Pemda Malinau. Jadwal ini merupakan perubahan dari rencana awal yang sebelumnya ditetapkan pukul 10.00 WITA.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Malinau, Melani Indah, menegaskan bahwa pertemuan teknis merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan Irau.

“Pertemuan ini memberikan arahan teknis sekaligus pengundian nomor stan agar pelaksanaan Irau berjalan adil, tertib, dan transparan,” ujarnya, Senin (29/09).

Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Melani menambahkan, Festival Budaya Irau bukan hanya ajang perayaan budaya, melainkan juga momentum besar untuk menggerakkan perekonomian rakyat. UMKM dipandang sebagai tulang punggung ekonomi daerah karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“UMKM adalah wajah ekonomi rakyat yang akan tampil di tengah semangat budaya Irau. Mereka membawa produk unggulan, kreativitas lokal, dan semangat kewirausahaan yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Antusiasme Peserta

Panitia mencatat, sejak dibukanya pendaftaran hingga proses registrasi ulang, antusiasme pelaku usaha sangat tinggi. Tercatat 551 UMKM siap meramaikan festival tahun ini dengan menghadirkan berbagai produk kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga hasil olahan lokal.

Dalam pertemuan teknis nanti, peserta akan menerima penjelasan rinci mengenai: Ketentuan stan pameran (ukuran, fasilitas, aturan dekorasi),Jadwal operasional dan pembukaan stan, Pembagian area usaha sesuai zonasi produk, Serta mekanisme pengundian nomor stan untuk menjamin keadilan dalam penempatan lokasi.

Menjaga Ketertiban dan Kenyamanan

Melani menekankan, sistem pengundian nomor stan dipilih untuk mencegah potensi konflik antar peserta mengenai lokasi pameran. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pelaku usaha mendapat kesempatan yang sama.

“Kami ingin semua tertib, rapi, dan tetap meriah. Irau tahun sebelumnya membuktikan sektor UMKM menjadi daya tarik utama dengan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.

Harapan Panitia

Panitia mengimbau seluruh UMKM yang sudah terdaftar hadir tepat waktu pada pertemuan tersebut. Kehadiran peserta dianggap krusial agar setiap pelaku usaha memahami aturan dan bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Dengan koordinasi dan kesiapan bersama, Festival Budaya Irau ke-11 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi yang lebih luas, serta menguatkan posisi UMKM sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Malinau.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Inspektur Jenderal Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Kalimantan Utara yang baru, menegaskan kembali dedikasinya dalam memberantas narkoba dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia menyatakan tidak akan menoleransi perilaku semacam itu, meskipun pelakunya adalah internal kepolisian.

“Kalau masih ada anggota, termasuk di lingkungan Polda, yang coba-coba main narkoba, sanksinya jelas: Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegas Irjen Djati, saat melakukan pertemuan dengan insan pers di Lepak Komai, Selasa (30/9).

Kapolda menambahkan, bahwa TPPO kini menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan, sedangkan sudah menimbulkan kerugian besar bagi korban, terutama perempuan dan anak-anak.

“Jaringan TPPO ini harus kita bongkar. Banyak masyarakat tergiur dengan janji pekerjaan dan kehidupan sejahtera di luar daerah, tapi akhirnya malah jadi korban,” jelas Kapolda.

Selanjutnya, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas terkait narkoba atau perdagangan manusia yang mencurigakan. Informasi dari masyarakat sangat penting bagi pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.

“Siapapun yang ingin menyampaikan informasi, silakan. Jangan takut. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambah dia.

Sementara itu, Sekretaris SMSI, Febriandi, menambahkan, bahwa peredaran narkoba dan kasus TPPO kini menjadi topik yang ramai dibicarakan, baik di kalangan masyarakat maupun media.

Febriandi menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan media, terutama di bidang hubungan masyarakat, guna mencegah persepsi eksklusivitas atau kubu informasi yang hanya mengutamakan kelompok tertentu.

“Tidak boleh ada versi A atau versi B. Semua pihak harus bisa mendapat informasi yang sama, agar masyarakat tidak disesatkan oleh informasi yang keliru,” tutup Febriandi.(cda)

Scroll to Top