Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TARAKAN, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang, mengambil langkah progresif untuk mempercepat realisasi pembangunan Pabrik Minyak Goreng Kalimantan Utara (Minyak KU).

Dengan target rampung pada Agustus 2026, Gubernur memimpin rapat koordinasi (Rakor) di Tarakan bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, perwakilan kepala daerah (Bupati Nunukan, Wakil Bupati Malinau, dan Wakil Bupati Tana Tidung), serta pihak Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) dan dinas terkait, Selasa (30/09).

Rapat difokuskan pada pemetaan kapasitas dan pengamanan rantai pasok minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku utama pabrik.

Rakor ini menghasilkan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi dan para pemangku kepentingan industri kelapa sawit di Kaltara. Pemetaan kemampuan penyediaan bahan baku dan pernyataan dukungan resmi dari PKS menjadi acuan penting bagi Dirjen Perkebunan.

Dukungan tersebut akan menjadi dasar bagi Kementan RI, melalui Dirjen Perkebunan, untuk memberikan bantuan pendanaan dan konsultasi teknis yang diperlukan, khususnya dalam program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Hal dianggao penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan CPO berkualitas tinggi untuk Pabrik Minyak KU.

Proyek Minyak KU diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi minyak goreng domestik Kaltara, tetapi juga berpotensi menciptakan surplus untuk diekspor ke wilayah regional Kalimantan.

Dukungan konkret juga datang dari pemerintah kabupaten. Bupati Nunukan dan Wakil Bupati Malinau menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi ketersediaan lahan yang dibutuhkan sebagai lokasi pembangunan pabrik.

Lebih lanjut, Gubernur Zainal menekankan perlunya inisiatif untuk pembentukan forum atau asosiasi petani plasma di Kaltara. Harapannya, organisasi ini dapat meniru model sukses yang ada di daerah lain (seperti di Pekanbaru) guna memfasilitasi dan menyuarakan aspirasi petani plasma secara kolektif, sehingga mereka menjadi bagian integral dari rantai nilai proyek Minyak KU.

Kehadiran Plt. Dirjen Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, serta kepala daerah se-Kaltara dalam rakor pentingnya untuk kuatnya sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan penguatan hilirisasi komoditas perkebunan di wilayah perbatasan Indonesia.(**)

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Dalam agenda reses Masa Persidangan I Tahun 2025, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat di media sosial. Salah satunya adalah ruas Jalan Kilo 6 menuju Simpang Manis, yang hingga kini kondisinya masih memprihatinkan.

Menurutnya, jalan tersebut bukan kewenangan Kabupaten Tana Tidung, melainkan berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Karena itu, ia menekankan agar perbaikan segera menjadi prioritas Pemprov Kaltara.

“Sebagai wakil rakyat di provinsi, saya sangat berharap agar jalan ini bisa segera ditangani. Bagaimanapun, Kabupaten Tana Tidung adalah bagian dari Kalimantan Utara, dan akses jalan yang baik tentu akan mendorong kemajuan ekonomi daerah,” ujarnya.

Bagi Vamelia, isu infrastruktur tidak bisa dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jalan yang mulus akan membuka akses distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas warga, sekaligus menumbuhkan geliat ekonomi lokal.

Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa perjuangannya di parlemen provinsi tidak hanya sebatas program pemberdayaan perempuan, tetapi juga meliputi infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Saya ingin memastikan, Tana Tidung sebagai daerah pemilihan saya benar-benar merasakan kehadiran pemerintah provinsi. Harapan saya, jalan ini segera diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Suara Vamelia ini menjadi cerminan keresahan warga yang setiap hari melewati jalan tersebut. Harapannya, Pemerintah Provinsi segera merespons sehingga keluhan publik tidak hanya berhenti di ruang diskusi, melainkan terwujud dalam aksi nyata di lapangan.(**)

MALINAU, MANDAUPOST Panitia Festival Budaya Irau ke-11 Tahun 2025 yang sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Malinau ke-26 akan menggelar pertemuan teknis bagi 551 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mendaftar sebagai peserta.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 September 2025, pukul 14.00 WITA di Ruang Tebengang, Kantor Pemda Malinau. Jadwal ini merupakan perubahan dari rencana awal yang sebelumnya ditetapkan pukul 10.00 WITA.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Malinau, Melani Indah, menegaskan bahwa pertemuan teknis merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan Irau.

“Pertemuan ini memberikan arahan teknis sekaligus pengundian nomor stan agar pelaksanaan Irau berjalan adil, tertib, dan transparan,” ujarnya, Senin (29/09).

Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Melani menambahkan, Festival Budaya Irau bukan hanya ajang perayaan budaya, melainkan juga momentum besar untuk menggerakkan perekonomian rakyat. UMKM dipandang sebagai tulang punggung ekonomi daerah karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“UMKM adalah wajah ekonomi rakyat yang akan tampil di tengah semangat budaya Irau. Mereka membawa produk unggulan, kreativitas lokal, dan semangat kewirausahaan yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Antusiasme Peserta

Panitia mencatat, sejak dibukanya pendaftaran hingga proses registrasi ulang, antusiasme pelaku usaha sangat tinggi. Tercatat 551 UMKM siap meramaikan festival tahun ini dengan menghadirkan berbagai produk kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga hasil olahan lokal.

Dalam pertemuan teknis nanti, peserta akan menerima penjelasan rinci mengenai: Ketentuan stan pameran (ukuran, fasilitas, aturan dekorasi),Jadwal operasional dan pembukaan stan, Pembagian area usaha sesuai zonasi produk, Serta mekanisme pengundian nomor stan untuk menjamin keadilan dalam penempatan lokasi.

Menjaga Ketertiban dan Kenyamanan

Melani menekankan, sistem pengundian nomor stan dipilih untuk mencegah potensi konflik antar peserta mengenai lokasi pameran. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pelaku usaha mendapat kesempatan yang sama.

“Kami ingin semua tertib, rapi, dan tetap meriah. Irau tahun sebelumnya membuktikan sektor UMKM menjadi daya tarik utama dengan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.

Harapan Panitia

Panitia mengimbau seluruh UMKM yang sudah terdaftar hadir tepat waktu pada pertemuan tersebut. Kehadiran peserta dianggap krusial agar setiap pelaku usaha memahami aturan dan bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Dengan koordinasi dan kesiapan bersama, Festival Budaya Irau ke-11 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi yang lebih luas, serta menguatkan posisi UMKM sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Malinau.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Inspektur Jenderal Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Kalimantan Utara yang baru, menegaskan kembali dedikasinya dalam memberantas narkoba dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia menyatakan tidak akan menoleransi perilaku semacam itu, meskipun pelakunya adalah internal kepolisian.

“Kalau masih ada anggota, termasuk di lingkungan Polda, yang coba-coba main narkoba, sanksinya jelas: Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegas Irjen Djati, saat melakukan pertemuan dengan insan pers di Lepak Komai, Selasa (30/9).

Kapolda menambahkan, bahwa TPPO kini menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan, sedangkan sudah menimbulkan kerugian besar bagi korban, terutama perempuan dan anak-anak.

“Jaringan TPPO ini harus kita bongkar. Banyak masyarakat tergiur dengan janji pekerjaan dan kehidupan sejahtera di luar daerah, tapi akhirnya malah jadi korban,” jelas Kapolda.

Selanjutnya, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas terkait narkoba atau perdagangan manusia yang mencurigakan. Informasi dari masyarakat sangat penting bagi pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.

“Siapapun yang ingin menyampaikan informasi, silakan. Jangan takut. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambah dia.

Sementara itu, Sekretaris SMSI, Febriandi, menambahkan, bahwa peredaran narkoba dan kasus TPPO kini menjadi topik yang ramai dibicarakan, baik di kalangan masyarakat maupun media.

Febriandi menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan media, terutama di bidang hubungan masyarakat, guna mencegah persepsi eksklusivitas atau kubu informasi yang hanya mengutamakan kelompok tertentu.

“Tidak boleh ada versi A atau versi B. Semua pihak harus bisa mendapat informasi yang sama, agar masyarakat tidak disesatkan oleh informasi yang keliru,” tutup Febriandi.(cda)

TARAKAN, MANDAUPOST – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan sinyal alokasi dana besar untuk mengakselerasi sektor pertanian di Kalimantan Utara (Kaltara). Dalam kunjungan kerjanya di Kota Tarakan membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA), Mentan mendesak Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, dan Bupati/Walikota segera mengambil bagian dari anggaran Rp40 triliun yang dialokasikan untuk APBN tahun depan, plus tambahan Rp9,95 triliun ABT (Anggaran Biaya Tambahan) tahun ini, Senin (29/09).

Amran tegas menyoroti minimnya proposal yang diajukan oleh dinas terkait, padahal Kementan telah menyiapkan dukungan besar untuk komoditas strategis.

Mentan meminta proposal realistis dari pemerintah daerah harus segera dikirim. Jika tidak bisa terealisasi tahun ini, Amran menargetkan implementasi bantuan harus berjalan paling lambat pada Januari tahun depan.

“Kalau bisa ini tahun, usahakan, masih ada waktu tiga bulan. Tapi kalau tidak bisa, Pak Gubernur, tolong Bupati, persiapkan Januari,” ujar Mentan.

Fokus utama Mentan beralih ke komoditas kelapa, yang dinilai sedang berada di masa keemasan. Menurutnya, harga kelapa telah melonjak tajam, dari kisaran Rp1.000-Rp1.350 per biji, kini mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per biji.

Kenaikan harga ini disebut Mentan Amran, terjadi pergeseran konsumsi global yang masif, di mana permintaan coconut milk dan Palm Coconut Oil (PCO) melonjak di Tiongkok, Eropa, dan India, menggeser konsumsi susu hewan.

“Karena ada pergeseran konsumsi dari susu biasanya, bergeser menjadi coconut milk. Dari susu kelapa dan PCO di China dengan Eropa. India ini penduduk terbesar, ini ada pergeseran. Nah ini kita harus penuhi dunia. Sehingga akhir-akhir ini industri kelapa dalam negeri kesulitan bahan baku,” papar Amran.

Kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemasok komoditas strategis utama di pasar global.

Amran menekankan perlunya semangat “petarung” dari kepala daerah untuk merealisasikan target ini, mengutip keberhasilan Presiden yang mampu mempercepat target swasembada pangan dari 4 tahun menjadi 3 tahun.

“Pak Gubernur, kalau bisa kita yang mensuplai komoditas strategis Malaysia. Kami tadi dari perbatasan. Kita suplai ke sana, jangan kita kalah dengan Thailand, Vietnam, India, Pakistan,” demikian Amran Sulaiman.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Upacara Serah Terima Jabatan Kepala Staf Korem 092/Maharajalila dan Komandan Kodim 0903/Bulungan, telah diselenggarakan pada Senin (29/09).

Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja resmi menggantikan Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0903/Bulungan.

Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, menyatakan bahwa kegiatan pergantian merupakan kegiatan rutin tour of area atau tour of duty. Ia menekankan bahwa selama ini kinerja jajaran Kodim 0903/Bulungan telah menjalankan tugasnya dengan baik, begitupun juga hubungan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Dengan ini Dandim yang baru akan meneruskan apa yang telah dirintis oleh Dandim yang lama,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim yang baru, Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh Dandim sebelumnya, khususnya ketahanan pangan di wilayah Bulungan. Ia menyampaikan, tersedia lahan pertanian dan petak sawah yang siap dikerjakan bersama kelompok petani yang telah ditunjuk.

“Program ketahanan pangan ini adalah strategi dari pemerintah pusat yang harus didukung di tingkat daerah, apalagi untuk kebutuhan lokal masyarakat Bulungan. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Dhuwi menyampaikan pesan yang diterima dari mantan Dandim, yaitu memprioritaskan dan mendukung pembinaan teritorial, menjunjung tinggi adat, menghormati tokoh-tokoh masyarakat dan adat yang ada di Kab. Bulungan.

“Langkah awal saya menjabat adalah mempelajari tugas, mengumpulkan keterangan-keterangan, belajar masalah, yang sudah baik saya pertahankan dan tingkatkan, yang belum akan saya benahi secara bertahap,” tambahnya.

Diharapkan dengan pergantian kepemimpinan ini, Kodim 0903/Bulungan akan lebih baik dalam memajukan pembangunan daerah, menjaga keamanan dan stabilitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulungan.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Bulungan meresmikan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Kaltimtara, di kawasan Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (28/9).

Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa TP2DD merupakan tim yang dibentuk oleh pemerintah daerah dengan bantuan Bank Kaltimtara dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan pembetukan tim ini adalah untuk mempercepat digitalisasi layanan publik agar mempermudah masyarakat Kab. Bulungan dalam mengakses layanan.

“Era digitalisasi sudah kita masuki. Semua layanan kini bisa diakses dengan lebih mudah dan dekat dengan masyarakat. Saya mengapresiasi kerja TP2DD sejak 2022 hingga 2025 ini, dengan rata-rata indeks pelayanan publik berada di atas 90 persen. Ini bukti kerja nyata mendorong digitalisasi di Bulungan,” ungkap Syarwani.

Agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara menyeluruh, Bupati berharap sosialisasi TP2DD dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di 74 desa dan 10 kecamatan di Bulungan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Bulungan, Zulkifli menambahkan, TP2DD dibentuk secara integral dari pusat hingga desa. Ia menegaskan pentingnya sistem pembayaran non-tunai atau cashless yang memudahkan transaksi publik.

“Pembayaran, baik formal maupun nonformal, kini bisa dilakukan dengan non-tunai, misalnya menggunakan QRIS di warung. Ini akan mempermudah transaksi keuangan daerah sekaligus mendorong partisipasi pelaku usaha dalam digitalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bank Kaltimtara Tanjung Selor, Heri Herianto, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan TP2DD.

“Sebagai bagian TP2DD dan selaku pemegang kas daerah Kab. Bulungan, kami dituntut untuk menyediakan kanal-kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah,” terang Heri.

Ia menambahkan, kini pihaknya telah menyiapkan aplikasi DG by Bank Kaltimtara, QRIS, ATM, maupun kantor pelayanan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan Kab. Bulungan. Selain itu, Bank Kaltimtara juga menghadirkan tapping box di hotel dan restoran yang berada di Kab. Bulungan.

Dengan adanya TP2DD, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap digitalisasi layanan publik semakin meringankan masyarakat sebagai wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan transaksi keuangan lainnya.(cda)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, meninjau langsung proyek pembangunan turap dan jalan akses SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kamis (25/09).

Kegiatan ini merupakan bagian agenda monitoring dan evaluasi (monev) proyek-proyek yang dibiayai APBD Pemprov Kaltara 2025 di berbagai daerah.

Proyek senilai Rp2,29 miliar ini ditarget rampung pada 23 Desember 2025. Hingga saat ini, progres pembangunannya tercatat sebesar 10%.

Dalam kunjungannya, Wagub Ingkong Ala menekankan pentingnya percepatan pengerjaan proyek. Ia meminta pihak kontraktor untuk segera meningkatkan mobilisasi material agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar mutu dan tenggat waktu yang telah disepakati.

Tidak hanya fokus pada proyek infrastruktur, Wagub Ingkong Ala juga menyempatkan diri bertemu dengan puluhan siswa SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, yang sebagian besar merupakan anak-anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Dalam kesempatan ini, Wagub memberikan motivasi inspiratif.

“Tantangan di perbatasan ini tidak mudah. Kalian adalah aset berharga, bahkan bangsa. Dengan disiplin, patuh pada guru, dan mengikuti proses belajar dengan baik, kalian akan bisa meraih cita-cita merubah nasib keluarga,” ujar Wagub Ingkong Ala.

Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa bersemangat menuntut ilmu, bersaing secara sehat untuk meraih prestasi, serta membangun karakter yang kuat agar kelak menjadi kebanggaan keluarga.

Wagub juga secara tegas meminta para siswa untuk menjauhi narkoba agar menjadi generasi muda yang sehat dan dapat mencapai cita-cita di masa depan.(**)

MALINAU, MANDAUPOST Menjelang pelaksanaan Festival Budaya Irau ke-11 yang akan digelar pada 7 hingga 26 Oktober 2025, Pemerintah Kecamatan Malinau Kota memperkuat sinergi dengan pengusaha perhotelan dan penginapan setempat.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh tamu yang datang dapat memperoleh pelayanan terbaik, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, maupun ketersediaan kamar.

Camat Malinau Kota, Muhamad Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menggelar rapat koordinasi dengan 14 pengelola hotel dan penginapan. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus pemetaan kesiapan sektor akomodasi yang diperkirakan akan menampung ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

“Festival Irau selalu menyedot perhatian banyak pengunjung. Karena itu, kami ingin memastikan pengelola akomodasi sudah siap menghadapi lonjakan tamu. Pembahasan tidak hanya menyangkut jumlah kamar, tetapi juga pelayanan, keamanan, serta kenyamanan,” terang Yusuf, Kamis (25/09).

Berdasarkan data terbaru, kapasitas kamar hotel dan penginapan di Malinau Kota mencapai sekitar 400 unit dengan variasi antara 10 hingga 50 kamar di tiap tempat. Tingkat pemesanan sudah cukup tinggi, rata-rata 60–70 persen, bahkan beberapa penginapan telah melaporkan okupansi penuh untuk periode festival.

Para pelaku usaha juga menunjukkan kesiapan mereka. Yulius Lalong, pemilik Aco Borneo Hotel, menuturkan pihaknya menambah tenaga kerja dan melakukan pengaturan reservasi sejak jauh-jauh hari.

“Irau merupakan momentum penting bagi Malinau. Kami ingin memastikan tamu yang datang mendapat layanan terbaik,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti pada penyediaan kamar, Kecamatan Malinau Kota juga menyiapkan langkah antisipasi tambahan.

Salah satunya adalah pembentukan posko informasi dan kanal pengaduan yang bisa diakses pengunjung jika mengalami kendala.

“Dengan adanya posko ini, setiap masalah bisa cepat ditangani sehingga tamu merasa aman dan nyaman,” tambah Yusuf.

Melalui kerja sama yang erat dengan dunia usaha, pemerintah kecamatan optimistis penyelenggaraan Festival Irau tahun ini akan berjalan sukses.

Selain menampilkan kekayaan budaya, acara tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra Malinau sebagai daerah tujuan wisata budaya.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Seremonial Pemasangan Sambungan Rumah Gratis Pemerintah (SRGP) Kota Tarakan Tahun 2025 dan Peninjauan Pekerjaan Pengembangan Jaringan Pipa Distribusi, Kamis (25/09).

Seremonial pemasangan ditandai dengan penghidupan keran air di RT 14 dan RT 15 Kelurahan Gunung Amal oleh Wali Kota Tarakan, Khairul. Selain itu, Wali Kota juga meninjau langsung pekerjaan pemasangan pipa di Jalan Kusuma Bangsa, berupa pembaruan pipa lama menggunakan metode bor. Hingga saat ini, pipa telah terpasang sepanjang 1,2 km dan ditargetkan dalam dua minggu ke depan mencapai 3 km untuk menjangkau wilayah pesisir.

Sejak program sambungan gratis PDAM diluncurkan pada tahun 2019 hingga 2025, sudah terpasang sebanyak 28.366 sambungan. Khusus tahun 2025, Wali Kota menargetkan pemasangan 3.000 sambungan baru.

Wali Kota di kesempatan ini menyampaikan bahwa sebagian besar pengelolaan dan pengembangan layanan PDAM kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBD. Melainkan, juga dibiayai dari iuran bulanan pelanggan sehingga pemasangan maupun perbaikan jaringan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu prosedur penganggaran yang panjang.

Saat ini, PDAM juga telah melakukan koneksi antar embung sehingga pasokan air lebih terjamin. Penambahan cadangan air turut dilakukan melalui pembangunan reservoir.

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa pemerintah bersama PDAM sedang mengupayakan pembangunan embung baru. Bahkan, opsi pengambilan air dari wilayah seberang juga sedang dijajaki, mengingat Tarakan tidak memiliki sungai besar sebagai sumber utama.(**)

Scroll to Top