Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan yang akan mengikuti Temu Karya Relawan PMI Tingkat Provinsi Kalimantan Utara ke-II di Kabupaten Bulungan. Pelepasan berlangsung di ruang kerja Bupati Nunukan, Selasa (11/11).

Ketua PMI Kabupaten Nunukan Saddam Husen, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 35 relawan akan berangkat mengikuti kegiatan tersebut di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini diisi dengan berbagai pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas relawan PMI, baik dari sisi keterampilan, solidaritas, maupun kesiapsiagaan dalam tugas-tugas kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menyampaikan rasa syukur dan bangga atas semangat para relawan PMI Nunukan yang akan membawa nama baik daerah di ajang provinsi.

“Temu Karya Relawan PMI ini menjadi wadah untuk belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antar relawan. Melalui kegiatan ini, para relawan dapat meningkatkan kemampuan dan semangat kemanusiaan,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa peran PMI sangat penting, tidak hanya dalam kegiatan donor darah, tetapi juga dalam kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, serta berbagai misi kemanusiaan lainnya.

“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, relawan PMI harus selalu siap, tangguh, dan ikhlas dalam membantu masyarakat,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PMI yang telah bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi. Ia juga berpesan kepada para relawan agar menjaga nama baik daerah, disiplin, serta menunjukkan sikap tangguh selama mengikuti kegiatan.

“Manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, memperluas jaringan, dan membawa nama baik Kabupaten Nunukan. Tunjukkan bahwa relawan PMI Nunukan adalah relawan yang berdedikasi tinggi,” pesan Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati Irwan berharap kegiatan ini berjalan lancar dan sukses.

“Semoga para relawan kembali dengan membawa pengalaman dan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Nunukan,” tutupnya.

Di akhir acara, Bupati Irwan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan relawan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pementasan Akhir Hasil Pembelajaran Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025 tingkat SMA/SMK/SLB sederajat digelar di Lapangan SMK Negeri 1 Tanjung Selor berlangsung meriah pada Selasa (11/11) pagi.

Momen pembukaan Pementasan Akhir Hasil Pembelajaran Program GSMS Tahun 2025 itu, ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman.

Dalam kesempatan ini, Robby menyampaikan bahwa pementasan akhir GSMS merupakan langkah strategis pemerintah dalam memfasilitasi sekolah agar dapat menghadirkan seniman ke ruang pembelajaran.

“Melalui GSMS ini, kita tidak hanya menumbuhkan kreativitas pelajar, tetapi juga menjaga warisan budaya Kalimantan Utara di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh media sosial,” kata Robby.

Robby menuturkan program ini dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menggali potensi, mengekspresikan kreativitas, dan menyalurkan bakat seni sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.

Dikatakannya dengan kreativitas para pelajar, terutama dari sekolah kejuruan, menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Kaltara mampu berinovasi tanpa meninggalkan akar kultur budaya lokal.

Pelaksanaan GSMS sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mendorong keterlibatan aktif para seniman dalam memperkenalkan kekayaan dan keberagaman budaya bangsa kepada pelajar, sekaligus menyaring budaya asing yang dapat mengikis nilai moral generasi muda.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memberikan dana pembinaan kepada sekolah-sekolah peserta GSMS sebagai apresiasi atas dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan budaya daerah.

Robby menuturkan setelah melalui proses panjang 15 kali pertemuan dengan dukungan APBD dan 20 kali pertemuan melalui anggaran APBN, akhirnya terlaksananya pementasan akhir GSMS 2025 yang menampilkan hasil karya terbaik siswa siswi Kaltara.

“Melalui pementasan akhir yang menampilkan karya-karya terbaik dari para siswa, kita dapat melihat hasil nyata pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh para seniman di sekolah,” ucapnya.

Sementara itu turut juga diluncurkan “Rumalawai”, sebuah brand fashion lokal Kaltara yang mengusung kekayaan budaya daerah melalui karya busana batik khas Kaltara.

Nama Rumalawai berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Bulungan yakni “ruma” yang berarti rumah dan “lawai” yang berarti benang, bermakna “Rumah Benang” menjadi simbol tempat lahirnya karya-karya busana eksklusif menjunjung tinggi nilai budaya dan estetika lokal.

Rumalawai berfokus pada pembuatan batik motif Kaltara dengan desain modern dan elegan, tanpa meninggalkan unsur kearifan lokal. Kehadirannya diharapkan menjadi ikon fashion Bumi Benuanta yang memperkuat identitas daerah sekaligus membuka ruang bagi pengembangan industri kreatif berbasis budaya.

Staf Ahli Gubernur, Robby merasa bangga atas peluncuran brand fashion Rumalawai yang menjadi simbol nyata bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.

“Melalui sinergi ini, semangat pelajar dan seniman lokal diharapkan terus tumbuh, menjadikan budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber inspirasi, inovasi, dan kebanggaan bersama masyarakat Kaltara.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus mendukung setiap langkah kreatif anak muda dan pelaku seni yang mengangkat kearifan lokal menjadi karya bernilai tinggi. Inilah wajah Kaltara yang berbudaya, berdaya saing, dan penuh inovasi,” pungkasnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Suasana ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung, Senin pagi (10/11), tampak berbeda dari biasanya.

Deretan meja yang biasanya digunakan untuk rapat kini dipenuhi tumpukan berkas dan laptop, sementara para peserta tampak serius mencatat materi. Di sinilah dimulainya Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Pelaporan Barang Milik Daerah (BMD) yang digelar Disdikbud Tana Tidung.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plt. Kepala Disdikbud, Arman Jauhari, S.H. ini diikuti oleh seluruh Pengurus Barang sekolah dari tingkat TK, SD, hingga SMP, serta staf penatausahaan aset dari berbagai unit kerja di lingkungan Disdikbud.

Dalam sambutannya, Arman menekankan pentingnya pengelolaan aset secara tertib dan transparan sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang akuntabel.

“Barang Milik Daerah, terutama aset-aset di sekolah dan kantor dinas, adalah modal utama kita dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, pengelolaan dan pelaporannya harus dilakukan dengan tertib dan akuntabel,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa Bimtek ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan langkah nyata untuk memastikan seluruh aset daerah—dari meja, komputer, hingga bangunan sekolah—terdata dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap seluruh peserta serius mengikuti materi, dan setelah ini segera menertibkan data aset di sekolah masing-masing. Jangan sampai aset yang dibeli dengan uang negara tidak tercatat atau tidak diketahui keberadaannya,” pesan Arman.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tana Tidung, yaitu Nadia Prayudianti (Kasubid Penatausahaan, Pemindahtanganan, dan Penghapusan Aset), Asad Aris Munandar (Kasubid Pengamanan, Pengawasan, dan Pengendalian Aset), serta Rizal Rachman (staf pelaksana BPKAD KTT).

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan. Sesekali, tawa kecil terdengar ketika narasumber mencontohkan situasi lucu seputar pencatatan aset di sekolah—seperti meja yang “hilang” tapi ternyata dipakai untuk kegiatan pramuka.

Materi Bimtek meliputi pembaruan regulasi tentang BMD, teknik inventarisasi aset, dan praktik penginputan data melalui aplikasi SIMDA Aset. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan lebih memahami tata cara pengelolaan aset dari proses perolehan hingga penghapusan.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini menjadi momentum penting bagi Disdikbud untuk memperkuat sistem administrasi aset, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa aset yang dikelola dengan baik mencerminkan wajah pemerintahan yang bersih dan profesional.

“Aset tertib, pendidikan pun maju. Itu yang ingin kita capai bersama,” tutup Arman dengan senyum optimis.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menghadiri kegiatan Doa Bersama Lintas Agama TNI-Polri bersama Elemen Masyarakat dalam rangka menghadapi potensi bencana alam di Kota Tarakan.

Acara yang diinisiasi oleh Polres Tarakan ini berlangsung di Mako Polres Tarakan, pada Senin, 10 November 2025 dan diikuti oleh jajaran TNI, Polri, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Wakil Wali Kota di kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan keimanan di tengah ujian yang dihadapi.

“Melalui doa bersama ini kita semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, meningkatkan iman dan takwa. Dengan ujian yang ada, kita juga belajar untuk semakin bersatu dan peduli terhadap sesama serta lingkungan,” ujar Wakil Wali Kota.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, mengikuti Upacara Ziarah Nasional yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dwikora Tarakan, Senin (10/11).

Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.

Usai pelaksanaan upacara, Wakil Wali Kota bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tarakan melakukan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan sebagai simbol penghargaan dan doa bagi para pejuang yang telah gugur.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan, Irwan Sabri,  melantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) pada Senin, 10 November 2025, di ruang pertemuan lantai 5 Kantor Bupati Nunukan. Bupati menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan untuk memperkuat efektivitas birokrasi, meningkatkan kecepatan layanan, dan memastikan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bupati menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan telah melalui tahapan sesuai peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, integritas, rekam jejak, serta hasil evaluasi kinerja. Pejabat yang baru dilantik diminta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Nunukan berada di wilayah strategis sebagai beranda terdepan NKRI. Maka pejabat Eselon II harus menjadi motor birokrasi — bukan sekadar pelaksana rutinitas,” tegas Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan mendukung penuh pelaksanaan Program Strategis Nasional serta implementasi 17 Arah Baru Menuju Perubahan sebagaimana tertuang dalam visi-misi RPJMD Kabupaten Nunukan 2025–2029. Pejabat diminta fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sinergi antar-perangkat daerah, dan tidak ragu melakukan terobosan sepanjang tetap dalam koridor hukum.

Selain itu, Bupati menekankan bahwa implementasi 17 Arah Baru Menuju Perubahan adalah mandat utama yang harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata oleh para pejabat yang baru dilantik. 17 arah baru tersebut menjadi panduan perubahan tata kelola pemerintahan selama periode RPJMD 2025–2029, mulai dari penguatan pelayanan dasar, percepatan pembangunan wilayah perbatasan, transformasi digital, peningkatan produktivitas ekonomi daerah, hingga kepemimpinan berbasis integritas dan kolaborasi lintas sektor.

“17 arah baru ini bukan hanya dokumen visi. Ini roadmap. Ini arah gerak kita. Saya ingin seluruh pejabat Eselon II menjadi lokomotif pelaksana perubahan, bukan hanya pembaca konsep,” tegas Bupati.

Adapun penguatan tata kelola pemerintahan Pemkab Nunukan saat ini berjalan melalui lima prioritas pembangunan, yaitu peningkatan kualitas layanan publik, percepatan pembangunan wilayah perbatasan, transformasi digital pemerintahan, penguatan ketahanan pangan–energi–lingkungan hidup, serta peningkatan integritas dan disiplin kerja aparatur.

Bupati menegaskan agar pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, melakukan konsolidasi internal, memahami visi misi kepala daerah, serta merumuskan langkah strategis program kerja secara efektif dan terukur.

“Tunjukkan kinerja terbaik, jaga integritas, dan hadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Nunukan yang kita cintai bersama,” pungkas Bupati.

Setelah pelantikan, masing-masing pejabat menandatangani Pakta Integritas disaksikan langsung oleh Bupati Nunukan.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – 251 Orang PPPK Tahap II Resmi Dilantik dan menerima SK yang diserahkan langsung oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri. PPPK Tahap II terdiri dari Guru sebanyak 111 orang, Teknis 11 orang,dan Kesehatan sebanyak 129 orang. Senin (10/11).

Pelantikan dan Penyerahan SK ini dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Dwikora Nunukan disaksikan langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan, Asisten Admnistrasi Umum Syafarudin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Munir, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Asmar, TP2D Abidin Tajang, Kepala OPD Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pimpinan Bankaltimtara.

Pada sambutannya, Bupati Nunukan Irwan Sabri memberikan ucapan selamat kepada PPPK Tahap II yang hari ini resmi dilantik dan menerima SK.

Menurut Bupati Irwan, Kebijakan optimalisasi ini lahir sebagai bentuk perhatian Pemerintah terhadap keberadaan Tenaga Kontrak Daerah serta meminimalisir kekosongan formasi yang telah ditetapkan dalam seleksi penerimaan PPPK Tahap I yang lalu.

“Semua adalah bagian dari ASN, tidak akan membeda-bedakan mana PNS dan PPPK tapi semua harus bekerja dengan baik, jadi tidak perlu menempatkan diri kalau saya PPPK status saya dibawah PNS, Tidak, semua punya tugas dan tanggung jawab sama sesuai dengan penugasan masing-masing,” ungkapnya.

Bupati Irwan juga berharap dengan peningkatan ini juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugasnya masing-masing.

“Pada kesempatan ini juga saya mengingatkan kepada saudara-saudari sekalian, selain bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan dengan rah dan baik, dihatapkan diluar tugas kedinasannya juga dapat bersosialisasi dengan baik di lingkungan masyarakat sehingga dapat menciptakan lingkunganasyarakat yang kondusif,”ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Irwan memberikan beberapa pesan kepada PPPK Tahap II yang menerima SK pada hari ini.

Yang pertama, PPPK dapat menunjukan kinerja yang baik denganeningkatkan akuntabilitas dan efisiensi kinerha serta berorientasi pada hasil.

Kedua, PPPK harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan karena tantangan birokrasi yang akan dihadapi ke depan semakin berat.

Dan yang terakhir, PPPK harus menjaga integritas dan loyalitas dan menjadi teladan dalam layanan publik.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, memimpin Upacara Ziarah Peringatan Hari Pahlawan 2025 digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa, Senin (10/11) pagi.

Upacara yang penuh khidmat ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari semua matra, Polda Kaltara, Satpol PP, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, DPRD Provinsi Kaltara, Forkopimda, sejumlah veteran perang kemerdekaan beserta keluarga para pahlawan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa momen ziarah Makam Pahlawan hari ini dapat memberikan pesan bagi masyarakat agar dapat meneladani perjuangan para pahlawan yang telah mendedikasikan hidup dan nyawa untuk negeri.

“Selamat memperingati Hari Pahlawan, mari kita jadikan momentum ini untuk meneladani semangat para pahlawan-pahlawan bangsa yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kata Gubernur Zainal.

Menurutnya, dengan meneladani nilai-nilai perjuangan pahlawan tersebut bisa dimulai dari hal sederhana seperti menjaga persatuan dan menebar manfaat bagi sesama. Ia berharap semangat kepahlawanan dapat menjadi inspirasi dalam membangun Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.

Karena itu, Gubernur menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap merah putih di setiap hati masyarakat Kaltara, khususnya generasi muda untuk selalu meneladani nilai-nilai semangat perjuangan para pahlawan bangsa.

Mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, dia berharap semangat juang para pahlawan dapat menjadi pengingat agar dapat diteruskan dimasa kini hingga dimasa depan.

Gubernur Zainal mengajak semua perangkat daerah dan masyarakat dapat bersinergi semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa pembangunan daerah bisa sejalan dengan cita-cita para pahlawan nasional.

“Kita sebagai generasi penerus mari menjaga semangat mereka, kemudian melakukan upaya-upaya peningkatan dalam konteks pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dalam momen tabur bunga tersebut, Gubernur Zainal bersama para pejabat yang hadir menaburkan bunga di pusara Makam Pahlawan sebagai simbol penghormatan tertinggi atas jasa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Setelah upacara selesai, Gubernur Zainal menyerahkan tali asih kepada keluarga veteran perang kemerdekaan.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati Zainal, optimistis provinsi ke 34 ini menjadi yang terbaik dalam desain fesyen berciri khas daerah. Hal ini disampaikannta saat Pelatihan Desain Fesyen dan Menjahit Tingkat Lanjutan bagi Desainer Muda di SMK Negeri 1 Tanjung Selor, Senin (10/11).

Di mana kegiatan berkolaborasi antara Dekranasda Provinsi Kaltara dan Bank Indonesia ini diikuti oleh 20 peserta yang digelar selama 5 hari sejak tanggal 9-13 November 2025.

Rahmawati menyampaikan, pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah provinsi (pemprov) dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang fashion.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan teknis menjahit dan mendesain busana yang mengangkat kearifan lokal, sehingga memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahmawati juga mengingatkan kita, untuk selalu menghargai karya desaigner daerah kita, dengan menggunakan hasil produknya.

“Saya bangga memakai hasil karya desainer kita sendiri. Siapa lagi yang bisa memasarkannya kalau bukan kita? Ini bagian dari menjaga dan menghargai kearifan lokal,” tegasnya.

Rahmawati berharap, melalui pelatihan ini dapat menjadi wadah pembinaan desainer muda yang mampu bersaing ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan menjahit, tapi juga untuk mencetak desainer muda Kaltara yang membawa identitas budaya lokal dalam setiap karyanya,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, menyerahkan Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota Terbaik dalam Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kaltara Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Wagub Ingkong dalam acara Pembukaan Benuanta Fest 2K25 yang digelar di Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor pada Sabtu (8/11) malam.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong mengatakan penyerahan penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltara.

“Upaya percepatan penurunan stunting adalah investasi besar untuk masa depan daerah. Pemerintah Provinsi akan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar target nasional dapat tercapai,” ucap Wagub.

Penilaian kinerja 8 Aksi Konvergensi merupakan agenda evaluasi tahunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk menilai dan mengukur tingkat akuntabilitas, efektivitas, dan capaian kinerja pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurut Wagub, penilaian 8 Aksi Konvergensi ini juga menjadi simbol dukungan penuh Pemprov terhadap pengembangan UMKM, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai dari tema besar Benuanta Fest 2K25.

“Mari kita satukan semangat, kita gali dan kembangkan setiap potensi yang dimiliki daerah ini, dan kita jadikan sebagai energi dalam mempercepat pembangunan Kalimantan Utara menuju masyarakat yang semakin sejahtera, maju, dan berdaya saing,” tegasnya.

Wagub Ingkong berharap penghargaan 8 Aksi Konvergensi stunting bisa memacu masyarakat untuk terus mendukung program inovasi dan mampu mengurangi jumlah kasus stunting di Provinsi Kaltara.

Dalam upaya mendukung 8 Aksi Konvergensi penurunan stunting tersebut, Pemprov Kaltara juga mengusung kampanye lingkungan bertema “Kurangi Penggunaan Sampah Plastik” sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan budaya.(**)

Scroll to Top