Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TARAKAN, MANDAUPOST – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar fasilitasi pelaksanaan sertifikasi pustakawan.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (11-12/11) kemarin. Bertempat di Aula Perpustakaan Dewantara SMAN 1 Tarakan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DPK Kaltara Ilham Zain, dan dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Standarisasi Kompetensi dan Pengendalian Mutu Tenaga Perpustakaan Ardita Dwi Anggraeni, tim dari pusat pembinaan Perpustakaan Nasional RI.

Kepada wartwan, Ilham Zain mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tenaga kerja perpustakaan yang kompeten dan profesional.

“Di samping juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan masyarakat serta penyelenggaraan perpustakaan sesuai standar nasional khususnya di Kaltara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa sertifikasi kompetensi merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kepustakawanan.

Proses sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan uji kompetensi pustakawan.

“Sertifikasi kali ini mencakup 6 klaster kompetensi. Yakni, layanan dasar perpustakaan, layanan anak, layanan pengataloqan diskriptif, layanan pengembangan koleksi perpustakaan, promosi perpustakaan, serta pengembangan kemampuan literasi informasi,” jelas Ilham.

Ditambahkan, potensi pustakawan di Kalimantan Utara cukup baik. Namun demikian, masih terus ditingkatkan, baik kompetensinya maupun sertifikasinya.

Ilham menyampaikan, pustakawan yang telah lulus sertifikasi akan memperoleh sejumlah manfaat. Di antaranya Kepastian Kinerja Harian, Pustakawan yang dinyatakan kompeten dianggap mampu melaksanakan tugas sesuai standar profesional.

Selain itu juga bedampak pada citra dan kinerja Instansi, instansi memiliki jaminan bahwa pustakawan yang dimiliki benar-benar ahli di bidangnya, sehingga berdampak positif terhadap produktivitas dan kinerja lembaga.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara dalam meningkatkan profesionalisme pustakawan di Kalimantan Utara.

“Fasilitasi sertifikasi ini diikuti sebanyak 20 peserta, terdiri atas pustakawan dari DPK provinsi dan kabupaten/kota, serta pengelola perpustakaan sekolah, serta perguruan tinggi,” ujarnya.

Ilham berharap, seluruh peserta dapat mengikuti proses uji kompetensi berhasil lulus sertifikasi dengan baik.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Seorang Ketua Kelompok Tani berinisial AS (38), menjadi korban pengeroyokan di salah satu cafe di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor. Menurut pengakuan korban, kronologi terjadi pada Rabu, (12/11) saat dirinya diajak bertemu oleh Sekretaris Kelompok Tani Telaga Bukit Bulungan berinisial DA, setibanya di lokasi, korban terheran karena melihat banyak orang telah berkumpul di dalam cafe tersebut. Ia mengira hanya akan bertemu oleh sekretaris kelompok tani.

“Saat masuk ke cafe, saya langsung dimarah-marahi, saya pun bingung kenapa,” ungkap korban saat ditemui di rumahnya, Kamis (13/11).

Setelah itu, korban diarahkan untuk duduk di sebelah salah satu pelaku. Tak lama kemudian, ia lanjut dimarahi dan diceramahi tanpa diberi kesempatan berbicara untuk bertanya ataupun membela diri. Lalu, secara tiba-tiba kepala korban dipegang dari belakang oleh salah satu pelaku, dan langsung mendapatkan pukulan dari pelaku lainnya.

Korban mengaku dikeroyok oleh lima orang, termasuk dua anggota DPRD Kabupaten Bulungan. Pengeroyokan tersebut baru berhenti setelah korban dilerai oleh orang-orang yang berada di lokasi.

Tak sampai situ, ketika ingin meninggalkan tempat tersebut, korban kembali mendapat pukulan di bagian belakang kepala dari salah satu pelaku. Ia kemudian berlari ke arah mobilnya untuk berlindung, namun tetap menerima pukulan dari luar mobil disertai teriakan untuk turun.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian bibir bawah dan lebam di kepala yang disertai rasa nyeri.

“Yang saya sesalkan, dua anggota DPRD ikut memukul saya. Padahal kami sebelumnya kenal baik. Saya tidak tahu kenapa mereka ikut terlibat,” kata korban.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalimantan Utara dengan didampingi oleh teman-teman yang mendukungnya. Ia juga mengatakan terdapat tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian untuk dapat memberikan keterangan.

Pihak kepolisian disebut telah menerima laporan dan akan menindaklanjuti kasus tersebut. Korban berharap laporannya segera diproses secara hukum.

“Saya ingin permasalahan ini segera ditangani oleh pihak kepolisian dan menuntut kebenaran permasalahan yang terjadi, karena saya benar-benar tidak tahu apa penyebabnya. Jika laporan ini dilalaikan, kemungkinan saya akan menurunkan massa dari aliansi adat karena masalah ini sudah tersebar ke seluruh Kalimantan,” harap korban.

Berdasarkan Laporan Polisi dengan nomor: LP/B/32//XI/2025/SPKT/ Tanggal 12 November 2025 dengan terlapor 5 orang, dua diantaranya oknum anggota DPRD Bulungan, hingga berita ini di turunkan masih menunggu konfirmasi dari pihak Polda Kaltara terkait proses hukum lebih lanjut.(cda/red)

JAKARTA, MANDAUPOST – Senyum bahagia terpancar dari wajah Vamelia Ibrahim, Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, saat namanya diumumkan sebagai peringkat 1 kategori Wiyata Darma Utama dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (13/11).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming, Pembina Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus istri Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, hadir pula Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Wakil Menteri, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian.

Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada Bunda PAUD Tana Tidung atas kontribusi dan dedikasi luar biasa dalam mensukseskan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Di bawah kepemimpinannya, berbagai inovasi pendidikan usia dini lahir dan berkembang—mulai dari gerakan “Tana Tidung Kids Got Talent” hingga penguatan peran orang tua sebagai mitra belajar anak.

Berbuah manis, upaya tersebut berhasil meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5–6 tahun dari 59% pada tahun 2021 menjadi 91,81% di tahun 2024. Capaian ini menempatkan Tana Tidung sebagai salah satu daerah dengan kemajuan PAUD tercepat di Kalimantan Utara.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh pendidik, orang tua, dan masyarakat Tana Tidung yang bersama-sama mencintai pendidikan anak usia dini,” ujar Vamelia dengan mata berkaca-kaca usai menerima penghargaan.

Dalam ajang yang dihadiri para Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa se-Indonesia, Kementerian juga menyerahkan apresiasi untuk berbagai kategori, mulai dari Wiyata Darma Pratama, Muda, Madya, hingga yang tertinggi Wiyata Darma Utama—kategori yang diraih oleh Bunda PAUD Tana Tidung.

Kebahagiaan Tana Tidung semakin lengkap ketika Bunda PAUD Desa Tengku Dacing juga ikut menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Bunda PAUD Desa Inovatif 3 Nasional. Sebuah bukti bahwa semangat mencerdaskan anak bangsa di Bumi Upun Taka terus menyala dari tingkat desa hingga kabupaten.

Penghargaan ini menjadi inspirasi bahwa dengan ketulusan dan kolaborasi, pendidikan usia dini bukan sekadar pondasi, melainkan awal dari masa depan gemilang bagi generasi Tana Tidung dan Indonesia.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, kembali turun langsung ke lapangan untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap sejumlah proyek pembangunan yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, termasuk Gedung Perpustakaan dan SDN 013 Tana Tidung. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (12/11).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ibrahim Ali didampingi oleh Sekretaris Daerah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan dari Dinas PUPRKP. Mereka bersama-sama meninjau progres pembangunan gedung perpustakaan dan sarana pendidikan guna memastikan pengerjaannya berjalan sesuai rencana, baik dari segi kualitas, anggaran, maupun ketepatan waktu.

Bupati Ibrahim Ali menegaskan pentingnya kegiatan monitoring dan evaluasi sebagai bentuk pengawasan yang memastikan setiap pembangunan dilakukan secara efisien, transparan, dan akuntabel.

“Langkah pengawasan seperti ini penting agar kita bisa memastikan bahwa setiap pembangunan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Kita ingin hasilnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, terutama di sektor pendidikan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Ibrahim Ali menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan dan perpustakaan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan serta mendorong literasi di kalangan pelajar.

“Dengan adanya gedung baru ini, kita harapkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman, dan minat baca anak-anak semakin meningkat. Semua ini untuk menyiapkan generasi Tana Tidung yang cerdas dan unggul,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Bupati terhadap sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proyek dapat diselesaikan sesuai target dan mutu yang diharapkan.

“Kami memastikan bahwa setiap pembangunan di bidang pendidikan mengedepankan kualitas dan manfaatnya bagi peserta didik. Dukungan dan arahan Bupati menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan layanan pendidikan di Tana Tidung,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, keberadaan gedung perpustakaan baru akan menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi dan minat baca di kalangan siswa.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang tumbuhnya ide dan kreativitas anak-anak kita,” tambahnya.

Suasana di lapangan tampak penuh semangat. Para pekerja terus melanjutkan pengerjaan proyek, sementara tim teknis memaparkan progres terkini kepada rombongan Bupati. Di sela kunjungan, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan pihak sekolah dan tenaga teknis, menanyakan langsung kendala yang mungkin dihadapi di lapangan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan literasi daerah.

Suasana di lapangan tampak penuh semangat. Para pekerja terus melanjutkan pengerjaan proyek, sementara tim teknis memaparkan progres terkini kepada rombongan Bupati. Di sela kunjungan, Bupati juga menyempatkan diri berdialog singkat dengan pihak sekolah dan tenaga teknis, menanyakan langsung kendala yang mungkin dihadapi di lapangan.

Monitoring dan evaluasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan literasi daerah.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang paling berharga, dan bangsa yang maju adalah bangsa yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, saat membuka Seminar Pendidikan PGRI Provinsi Kaltara digelar di Ruang Serbaguna Gedung Gadis Kamis, (13/11).

​Seminar yang diprakarsai oleh PGRI Provinsi Kaltara ini mengusung tema “Investasi Terbaik Masa Depan Generasi Kalimantan Utara Guna Mewujudkan Pendidikan Kalimantan Utara yang Unggul dan Setara dengan Provinsi Maju Lainnya di Indonesia”.

​Mewakili Gubernur Kaltara, Robby menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PGRI Provinsi Kaltara atas penyelenggaraan kegiatan ini, serta komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Benuanta.

“Seminar ini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik di Kaltara,” ucap Robby.

Provinsi Kaltara memiliki potensi besar untuk tumbuh sejajar dengan provinsi-provinsi maju lainnya di Indonesia, namun potensi ini hanya dapat diwujudkan apabila kualitas pendidik dan peserta didik terus ditingkatkan.

“Guru yang unggul akan melahirkan generasi yang unggul. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui seminar ini adalah langkah yang strategis dan tepat sasaran,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen dan berupaya untuk memperkuat sektor pendidikan, melalui pembangunan sarana dan prasarana, peningkatan akses pendidikan yang merata hingga ke perbatasan maupun peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Menurutnya dengan membangun pendidikan berarti menanam benih untuk masa depan. “Semakin baik kualitas pendidikan kita hari ini, maka semakin cerah depan Kalimantan Utara dan Indonesia di masa yang akan datang,” jelasnya.

Robby berharap melalui seminar ini, para peserta dapat memperoleh wawasan baru, memperkuat jejaring profesional, serta mengimplementasikan hasil-hasil pembelajaran dalam proses pendidikan di lingkungan masing-masing.

“Mari jadikan momentum ini sebagai energi baru untuk terus berinovasi, beradaptasi dan berkontribusi dalam membangun generasi emas Kalimantan Utara,” pungkasnya.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri strategis nasional PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Desa Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Rabu (12/11).

Pada kunjungan kerja tersebut Gubernur Zainal turut didampingi Bupati Bulungan Syarwani dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.

Dalam paparan singkat PT. KIPI dan PT. Kalimantan Aluminium Industry (KAI) terdapat sejumlah perkembangan positif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanah Kuning tersebut khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal Kaltara yang mencapai 70 persen.

Mendapati laporan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan terima kasih atas hadirnya kawasan industri ini yang cukup mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga otomatis akan mengurangi angka pengangguran di Kaltara.

“Pekerja-pekerja yang ada di area ini kita utamakan pekerja-pekerja lokal, dan memang sudah terbukti dari jumlah 11.900 pekerja yang ada di kawasan ini 70 persen sudah orang lokal,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur mengapresiasi langkah PT. KIPI dan PT.KAI yang dalam operasionalnya tetap menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) berasal dari pekerja lokal Kaltara. Dia meminta agar perekrutan tenaga lokal ini dapat dilakukan seterusnya di kawasan industri KIPI.

“Insyaallah di tahun depan akan membuka lagi Job Fair di Provinsi yang akan kita pekerjakan di kawasan ini,” ujarnya.

Untuk mendukung kawasan industri strategis ini, Gubernur memastikan akan membekali para pemuda-pemudi dengan berbagai kemampuan dengan mengikuti pelatihan dan kompetensi yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kita pasti bekali mereka, tidak ujuk-ujuk kita pekerjakan disini tanpa skill. Jadi kita memang siapkan pemuda-pemudi kita di Kaltara ini, dengan kita buka Balai Latihan Kerja,” ucap Gubernur.

“Kemudian nanti kita minta sertifikasi dari Perindustrian bahwa memang yang dilatih ini sudah memenuhi syarat untuk bekerja, dan memiliki sertifikat untuk dapat bekerja di areal ini,” sambungnya.

Gubernur Zainal berharap para pemuda-pemudi Kaltara dapat bekerja di kawasan wilayah strategis nasional KIPI, selain dapat menyerap tenaga kerja lokal juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltara, serta memperkuat posisi Kaltara sebagai kawasan ekonomi yang diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah melaksanakan Workshop Menulis Tahun 2025. Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi pada masyarakat, terutamanya pada generasi muda saat ini. Selasa (11/11).

Mewakili Bupati Nunukan, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Nunukan Erlina membuka secara resmi kegiatan Workshop Menulis. Kegiatan Workshop yang dilaksanakan di aula Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah ini menghadirkan narasumber dari Komunitas Yuk Menulis (KYM) Yogyakarta bapak Sutanto dan diikuti oleh siswa-siswi SD, SMP, serta para guru dan juga para Komunitas Penulis Nunukan.

Dalam sambutan Bupati, Erlina menyampaikan bahwa workshop menulis ini merupakan inisiatif yang sangat positif dan strategis di era digitalisasi dan arus informasi yang begitu cepat, kemampuan untuk mengelola kata, meyampaikan gagasan, dan menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat menjadi sangat penting.

“Menulis bukan hanya sekedar keterampilan, tetapi juga alat untuk memberdayakan masyarakat, mendokumentasikan sejarah lokal, serta mempromosikan potensi daerah kita, baik dari segi budaya, pariwisata, maupun ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Erlina juga mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum untuk melahirkan bakat penulis-penulis baru di Kabupaten Nunukan yang mampu menyuarakan dan mempublikasikan aspirasi dan potensi daerah ke kancah lebih luas.

Sementara itu, Sutanto selaku narasumber memberikan materi yang luar biasa kepada para peserta, sehingga para peserta bisa menuangkan dan menghasilkan karyanya berupa puisi, Obituari, Pantun, Cergam, Cerita anak, Quote, Cerita Binatang/Fabel, serta cara menulis berita.

Di sesi akhir, para peserta juga membuat tulisan berupa puisi dan Quote yang nantinya akan dijadikan sebuah buku antologi. Selain itu, untuk terus meningkatkan minat literasi kepada siswa-siswi sekolah dan masyarakat, Kantor Kearsipan dan Perpustakaan bekerjasama dengan Komunitas Yuk Menulis (KYM) akan membuat buku antologi ataupun karya solo yang dihasilkan dari tulisan-tulisan siswa-siswi dari tiap-tiap sekolah dan Komunitas Penulis Nunukan, sehingga diharapkan Kabupaten Nunukan bisa menghasilkan1000 penulis buku dalam setahun dari penulis-penulis hebat yabg ada di Kabupaten Nunukan.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mulai memperketat pengawasan terhadap angkutan hasil perkebunan, khususnya truk pengangkut kelapa sawit. Langkah ini bukan tanpa alasan, sebab akhir-akhir ini marak ditemui kendaraan bermuatan sawit yang melebihi kapasitas dan ukuran bak, melintas di ruas-ruas jalan kabupaten.

Melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: B.500.11.9.3/362/DISHUB-KTT/XI/2025 tentang Pembatasan Muatan Kendaraan Angkutan Kelapa Sawit, Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung secara resmi memberlakukan pembatasan dan penertiban muatan angkutan sawit.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung gerakan nasional penertiban Over Dimension and Over Loading (ODOL), yakni kendaraan dengan ukuran dan berat melebihi ketentuan yang dapat membahayakan pengguna jalan dan mempercepat kerusakan infrastruktur.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Tana Tidung, Maltomi, menjelaskan bahwa pihaknya telah lebih dahulu menyusun surat edaran sebagai dasar pembatasan muatan angkutan kelapa sawit di wilayah Tana Tidung.

“Kita sudah membuat surat edaran terkait pembatasan muatan kendaraan angkutan kelapa sawit. Ini berkaitan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung penertiban masalah ODOL,” terang Maltomi saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menegaskan, kebijakan ini sama sekali tidak bermaksud menghambat kegiatan usaha para pelaku perkebunan sawit. Sebaliknya, langkah tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi hasil perkebunan, keselamatan lalu lintas, serta keberlanjutan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi ekonomi daerah.

“Bukan kita menghambat usaha mereka. Ibaratnya, kita memberi jalan agar semua bisa berjalan dengan baik. Ekonomi tetap bergerak, tapi jalan juga tidak cepat rusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maltomi menjelaskan bahwa pembatasan muatan disesuaikan dengan kelas jalan yang ada di Kabupaten Tana Tidung, di mana batas maksimal angkutan yang diizinkan sekitar 8 ton.

“Kalau disesuaikan dengan kelas jalan kita, berat angkutan maksimal sekitar 8 ton. Sementara untuk susunan muatan, hasil kesepakatan dengan Polres adalah maksimal satu tumpuk di atas bak truk,” paparnya.

Namun, ia juga menambahkan bahwa pelanggaran yang sering terjadi bukan hanya pada berat muatan, tetapi juga dimensi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.

“Sebenarnya kelapa sawit itu kan ada rongganya, tidak padat, jadi secara tonase seringkali dianggap belum melebihi batas. Tapi yang jadi masalah itu dimensinya—tinggi muatan yang menyalahi,” jelasnya.

Saat ini Dishub Tana Tidung masih berada pada tahap sosialisasi. Penindakan terhadap pelanggar belum dilakukan secara penuh, karena Dishub belum memiliki sarana alat timbang untuk mengukur tonase kendaraan secara akurat.

“Untuk sementara ini yang kita hitung dimensinya dulu karena kita belum punya sarana penimbangan. Jadi tonasenya belum bisa dihitung secara pasti,” ujar Maltomi.

Sanksi yang diterapkan juga masih bersifat edukatif, berupa teguran langsung di lapangan. Jika ke depan diperlukan tindakan hukum, maka penegakan akan dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya satuan Polantas Polres Tana Tidung.

“Kalau sekarang ini kita masih sosialisasi dulu. Paling diberikan teguran. Kalau nanti sudah ada penindakan, itu wewenangnya kepolisian. Bisa saja kalau pelanggarannya berat, muatannya diturunkan di tempat,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi bersama perusahaan-perusahaan perkebunan sawit di wilayah Tana Tidung, Dishub juga telah menyampaikan pentingnya dukungan dari pihak swasta terhadap kebijakan ini. Pihak perusahaan menyambut baik dan meminta waktu untuk melakukan sosialisasi kepada para rekanan dan pengemudi truk.

“Hasil kesepakatan kita dengan perusahaan, mereka minta waktu untuk bersosialisasi kepada rekanan mereka. Jadi langkah ini kita jalankan bersama-sama, tidak serta-merta langsung menindak,” jelas Maltomi.

Fenomena pelanggaran muatan berlebih pada kendaraan sawit di Tana Tidung memang meningkat, terlebih di musim panen seperti sekarang. Aktivitas pengangkutan yang padat berpotensi menyebabkan kerusakan jalan lebih cepat, serta menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang tidak stabil.

“Di KTT ini memang sedang marak pelanggaran kendaraan muatan sawit, apalagi banyak perkebunan yang panen. Kita tentu mendukung usaha mereka agar ekonomi tetap berjalan, tapi keselamatan dan infrastruktur jalan juga harus diperhatikan,” tutur Maltomi.

Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha bisa memahami kebijakan ini sebagai langkah perlindungan bersama, bukan pembatasan semata. Karena jika jalan cepat rusak, distribusi hasil perkebunan pun pada akhirnya akan terganggu.

“Intinya, kita ingin semua berjalan beriringan. Ekonomi maju, tapi keselamatan tetap terjaga dan jalan kita bisa bertahan lama,” pungkasnya.

Kebijakan pembatasan ODOL di Kabupaten Tana Tidung menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung program nasional Kementerian Perhubungan untuk menekan angka pelanggaran ODOL di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan menciptakan tata kelola transportasi angkutan hasil bumi yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang, bersama gubernur se-Indonesia berkumpul di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menghadiri pengukuhan pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) masa bakti 2025-2029.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Akhmad Wiyagus secara resmi mengukuhkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sebagai Ketua Umum APPSI di Multifunction Hall Kemenko 1 IKN, Selasa (11/11).

Sementara Gubernur Zainal, didapuk menjadi Anggota/Koordinator Wilayah Kalimantan yang menjadi bagian bersama 21 gubernur dari 38 provinsi sebagai pengurus APPSI.

Wamendagri Ahmad Wiyagus mengatakan, kehadiran APPSI selama ini telah banyak membantu pemerintah pusat, khususnya menjaga stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa, serta harmonisasi pusat daerah untuk optimalisasi pembangunan.

“Mari jadikan momentum ini sebagai titik awal memperkuat sinergi, meneguhkan kolaborasi untuk membangun Indonesia dari daerah,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Ia menekankan, agar APPSI mampu menjadi wadah kolaboratif antap pemerintah provinsi seluruh Indonesia, serta terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang memiliki dukungan arah kebijakan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.

“APPSI tidak lagi hanya menjadi penikmat manfaat kebijakan pusat, tapi menjadi bagian aktif penyusunan kebijakan fiskal, APBN dan arah kebijakan nasional,” bebernya.

Dalam momentum yang sama, Gubernur Zainal memberikan masukan berupa tindakan konkret yaitu segera menjalin pertemuan antara APPSI dengan ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia) terkait RUU Daerah Kepulauan.

“Makanya, diawal tahun nanti perlu kita lakukan pertemuan bersama atau rapat bersama dengan ASPEKSINDO, untuk mengawal dan mempercepat undang-undang tersebut,” ujar Gubernur Zainal.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud terpilih secara aklamasi dalam Munas VII APPSI yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis, 23 Oktober 2025 yang lalu.

Dalam rangkaian pengukuhan Dewan Pengurus APPSI turut dihadiri Wamen ATR BPN Ossy Dermawan, Wamen PAN RB Purwadi Arianto, Kepala BKN Zuldan Arif Fakrullah, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Dirjen Otda Kemendagri yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, serta jajaran unsur Forkopimda Kaltim.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, secara resmi membuka kegiatan Cendekiawan Muslim yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah Kota Tarakan. Acara yang mengusung tema “Pengembangan Muslim Muda Berbasis 4I: Imam, Intelektual, Innovation, Implementation di Era Digitalisasi” ini berlangsung di kompleks pesantren Jalan Sei Bengawan RT 02, Juata Permai, Pada hari Selasa, (11/11).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tarakan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah yang telah menjadi pelopor dalam mencetak generasi Muslim berakhlak mulia, berwawasan luas, serta memiliki semangat inovasi dan kreativitas tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.

Wakil Walikota menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas generasi muda,” ujarnya.

Dalam konteks era modern, lanjutnya, pesantren harus mampu melahirkan cendekiawan Muslim yang tangguh, pribadi yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya semangat 4I “Imam, Intelektual, Innovation, dan Implementation” sebagai landasan dalam membentuk generasi Muslim muda yang unggul. “Setiap santri harus memiliki jiwa kepemimpinan (Imam), kecerdasan berpikir (Intelektual), kemampuan berinovasi (Innovation), serta penerapan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata (Implementation),” tutur beliau.

Dalam era digitalisasi yang serba cepat, pendidikan pesantren, menurutnya, harus bersifat komprehensif dan adaptif, dengan menanamkan kemampuan berpikir kritis,

Di akhir sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tarakan, akan terus mendukung setiap upaya pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebagai tulang punggung masa depan bangsa.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh sinergi antara dunia pendidikan, pesantren, dan pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.(**)

Scroll to Top