JAKARTA, MP – Komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus diperkuat. Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., melakukan audiensi dengan Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kamis (16/7/2026), guna memperkuat sinergi dan dukungan program PAUD di wilayah perbatasan.
Dalam audiensi tersebut, Andi Annisa Muthia didampingi Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Bambang, SSTP, serta Wakil Sekretaris Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Tuti Yuliati, S.S. Rombongan diterima langsung oleh Direktur PAUD, Kurniawan, S.T., M.B.A., bersama jajaran Direktorat PAUD.
Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan Annisa memaparkan berbagai program prioritas yang telah dan akan dilaksanakan untuk meningkatkan mutu layanan PAUD. Diantaranya, rencana program beasiswa bagi guru PAUD serta program bedah rumah tidak layak huni bagi para pendidik PAUD sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina generasi penerus bangsa.
Andi Annisa Muthia mengatakan, guru PAUD memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan tumbuh kembang anak di masa emasnya. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kapasitas guru PAUD harus menjadi prioritas bersama.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Nunukan, termasuk yang berada di wilayah perbatasan, mendapatkan layanan PAUD yang berkualitas. Untuk itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga memberikan perhatian kepada para guru PAUD yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan geografis sebagai daerah perbatasan tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Melalui audiensi ini, kami berharap terjalin sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat sehingga berbagai kebutuhan dan tantangan penyelenggaraan PAUD di Kabupaten Nunukan dapat memperoleh dukungan yang optimal. Pendidikan anak usia dini adalah investasi besar untuk masa depan generasi kita,” tambahnya.
Selain memaparkan sejumlah program, audiensi juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan penyelenggaraan PAUD di wilayah perbatasan, mulai dari penguatan kapasitas pendidik, peningkatan kualitas satuan PAUD, pemerataan akses layanan pendidikan, hingga pengembangan program-program inovatif yang berpihak kepada guru dan anak usia dini.
Direktur PAUD Ditjen Dikdasmen, Kurniawan, S.T., M.B.A., menyampaikan apresiasinya atas komitmen Bunda PAUD dan Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mengembangkan layanan PAUD di daerah perbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah disampaikan oleh Bunda PAUD Kabupaten Nunukan. Program yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan guru PAUD merupakan langkah yang sangat baik dan patut didukung,” ungkapnya.
Menurut Kurniawan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas dan inklusif di seluruh Indonesia.
“Daerah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan. Direktorat PAUD siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih baik bagi seluruh anak Indonesia,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui peran aktif Bunda PAUD dan Direktorat PAUD dalam mendukung berbagai program pengembangan PAUD. Sinergi ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya, khususnya bagi anak-anak di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.(**)





