Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri peresmian pembangunan jalan daerah dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 yang digelar secara daring, Selasa (23/6).

Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meresmikan total 1.151 kilometer jalan daerah di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendukung percepatan pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam menurunkan biaya logistik, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pencapaian swasembada pangan dan energi nasional.

Ia menegaskan, pemerataan pembangunan harus terus dilakukan agar seluruh daerah memiliki akses yang memadai dan tidak tertinggal akibat keterbatasan infrastruktur transportasi.

“Tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Jalan yang baik akan memperkuat perekonomian dan mendukung ketahanan nasional,” ujar Presiden.

Menutup arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah mendukung pelaksanaan program pembangunan jalan daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Keikutsertaan Gubernur Zainal dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terhadap program pembangunan infrastruktur nasional yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Indonesia dari Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungannya terhadap perkembangan media massa serta pembangunan daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., bersama Ketua SMSI Kaltara Viktor Ratu di ruang kerja Wagub, Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (23/6).

Penghargaan Tokoh Inspiratif Indonesia merupakan apresiasi tertinggi dari SMSI kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi nyata dalam membangun kemitraan yang positif dengan media serta mendukung kemajuan daerah.

Sebelumnya, penghargaan itu diumumkan dalam Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6). Karena berhalangan hadir, penghargaan diterima oleh Iskandar untuk kemudian diserahkan langsung kepada Wagub Kaltara.

SMSI merupakan salah satu konstituen Dewan Pers dan tercatat sebagai organisasi perusahaan media siber terbesar di dunia versi Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan lebih dari 3.000 perusahaan media siber yang tergabung di dalamnya.

Iskandar menjelaskan penghargaan tersebut diberikan karena kepemimpinan inklusif yang ditunjukkan Wagub Ingkong dinilai berhasil membangun hubungan kemitraan yang kuat dengan insan pers dan berbagai elemen masyarakat.

Menerima penghargaan tersebut, Ingkong menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat SMSI dan seluruh insan pers yang selama ini berperan dalam menyebarluaskan informasi pembangunan di Kaltara.

“Terima kasih kepada Pengurus Pusat SMSI atas penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kontribusi dan memperkuat kemitraan bersama SMSI secara berkelanjutan,” kata Ingkong.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan terus menerapkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dengan merangkul seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan media dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami akan terus menjaga sinergi dengan semua pihak untuk mengawal keberlanjutan pembangunan dan kemajuan Kaltara,” tegasnya.

Melalui penghargaan ini, Pemprov Kaltara berharap sinergi dan kemitraan strategis dengan media siber yang tergabung dalam SMSI semakin kuat dalam menyebarluaskan informasi pembangunan yang akurat, edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (dkisp)

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri Untuk Kalimantan Utara), yang dirancang untuk menghubungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning sebagai Program Strategis Nasional (PSN).

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I di Gedung Graha Wisesa Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Selasa (23/6).

Gubernur Zainal, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan investasi besar yang masuk ke Kaltara mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Saya mendukung penuh inovasi SINERGI Kaltara ini. Kita harus bergerak cepat dan melakukan intervensi kebijakan agar masyarakat Kalimantan Utara tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri di tengah besarnya investasi yang masuk,” kata Zainal.

Ia menilai SINERGI Kaltara menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri yang akan berkembang di Kawasan Industri Tanah Kuning.

“Program ini adalah jembatan emas yang akan mempertemukan kebutuhan industri besar dengan produk-produk unggulan UMKM lokal kita,” lanjutnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Zainal menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memperkuat program tersebut melalui regulasi yang mendukung penggunaan produk lokal.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mendorong pengelola kawasan industri untuk memprioritaskan produk lokal yang telah memenuhi standar kualitas dan kebutuhan industri.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku UMKM, diharapkan hilirisasi industri di Kaltara tidak hanya menghadirkan nilai investasi yang besar, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

SINERGI Kaltara menjadi salah satu upaya strategis Pemprov Kaltara untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berlangsung lebih inklusif dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari rantai pasok industri global. (dkisp)

JAKARTA – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., memaparkan proyek perubahan bertajuk SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I di Gedung Graha Wisesa Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Selasa (23/6).

Gagasan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dapat terlibat langsung dalam rantai pasok industri di Kawasan Industri Tanah Kuning yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN).

Di hadapan Mentor Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., Narasumber Dr. Andi Taufik, M.Si., dan Coach Dr. Ir. Robinson Hasoloan Sinaga, S.H., Sekprov Denny menjelaskan bahwa derasnya investasi hilirisasi industri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Menurutnya, tanpa intervensi yang tepat, investasi besar berpotensi menciptakan kesenjangan ekonomi dan membuat pelaku usaha lokal sulit mengambil bagian dalam pertumbuhan yang terjadi.

“Jika kita tidak melakukan intervensi sekarang, Kalimantan Utara berisiko menghadapi fenomena enclave economy, di mana investasi yang masuk sangat besar tetapi manfaatnya sangat minimal bagi masyarakat lokal,” kata Denny.

Melalui SINERGI Kaltara, Pemprov Kaltara membangun sistem yang menghubungkan kebutuhan industri dengan kapasitas UMKM lokal secara terstruktur dan berkelanjutan.

Proyek perubahan ini didukung tiga pilar utama, yaitu penguatan kelembagaan, integrasi digital, dan penguatan regulasi. Ketiga pilar tersebut dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperluas akses UMKM terhadap peluang usaha yang muncul dari kawasan industri.

“Melalui tiga pilar strategis dalam gagasan SINERGI Kaltara ini, kita hadir untuk menjembatani kesenjangan antara sisi permintaan yang diwakili oleh kawasan industri dengan sisi penawaran dari UMKM lokal Kalimantan Utara,” jelasnya.

Pada aspek kelembagaan, akan dibentuk Forum Koordinasi Multipihak yang dipimpin langsung oleh Sekprov untuk mengintegrasikan berbagai layanan pendukung UMKM, mulai dari perizinan hingga standardisasi produk.

Sementara pada aspek digital, akan dikembangkan platform Business-to-Business (B2B) SINERGI Kaltara yang mempertemukan kebutuhan pengadaan industri dengan kemampuan produksi UMKM lokal. Platform tersebut juga akan terintegrasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan guna mempermudah akses pembiayaan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui regulasi berupa Peraturan Gubernur tentang Produk Lokal yang mendorong pengelola kawasan industri memberikan ruang bagi produk lokal yang memenuhi standar kualitas.

Gagasan SINERGI Kaltara mendapat apresiasi dari tim penguji karena dinilai memiliki konsep yang matang, aplikatif dan didukung kesiapan anggaran lintas sektor serta infrastruktur pendukung yang memadai.

Melalui inovasi ini, Pemprov Kaltara berharap hilirisasi industri tidak hanya menghasilkan investasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (dkisp)

TANA TIDUNG, MP – Persidangan Sinode Anggota Majelis (AM) Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI) XVI Tahun 2026 resmi dibuka di Pendopo Djaparuddin, Kabupaten Tana Tidung, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Gubernur Kalimantan Utara serta seluruh peserta Persidangan Sinode AM GKPI XVI yang hadir di Kabupaten Tana Tidung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tana Tidung menyampaikan apresiasi kepada para pelayan gereja dan seluruh peserta persidangan yang terus bekerja, melayani, serta memberikan teladan bagi jemaat. Ia berharap setiap rumusan dan keputusan yang dihasilkan dalam persidangan ini dapat menjadi arah pelayanan yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Kami berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam persidangan ini mampu menjadi pedoman yang bermanfaat bagi pelayanan gereja serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati Tana Tidung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., yang sekaligus membuka secara resmi Persidangan Sinode AM GKPI XVI Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Utara menyampaikan bahwa momentum persidangan ini bukan hanya sekadar agenda organisasi gerejawi, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk melakukan evaluasi, perencanaan, serta penguatan pelayanan gereja dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan saat ini maupun di masa mendatang.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Tana Tidung, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Kodim 0914/TNT, Polres Tana Tidung, serta peserta persidangan dari GKPI Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

JAKARTA – Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kalimantan Utara (Kaltara) terus dilakukan. Salah satunya melalui pertemuan strategis yang dilakukan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dengan Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia (RI), Helvi Yuni Moraza, di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (22/6).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda koordinasi biasa. Di hadapan pemerintah pusat, Gubernur Zainal membawa berbagai gagasan dan kebutuhan daerah untuk mempercepat kemajuan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kaltara.

Didampingi Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, S.H., Zainal memaparkan kondisi terkini UMKM di Kaltara yang jumlahnya telah mencapai 51.840 unit usaha dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 5,51 persen per tahun.

Meski menunjukkan perkembangan positif, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari daya saing produk yang belum optimal, keterbatasan akses pembiayaan dan pasar, hingga minimnya infrastruktur pendukung serta hilirisasi produk.

“Kami memetakan beberapa isu strategis yang perlu mendapat dukungan bersama agar UMKM Kaltara mampu berkembang lebih cepat,” kata Zainal.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengajukan dukungan anggaran kepada Kementerian UMKM RI untuk mendanai sembilan program prioritas, yakni Sertifikasi Halal, Pelatihan Kewirausahaan, Business Matching dengan Perbankan dan Lembaga Keuangan, Bantuan Alat Produksi, Fasilitasi Pendamping UMKM, Pembangunan Plaza UMKM, Fasilitasi Promosi UMKM, Penguatan Rumah Kemasan, serta Fasilitasi Galeri Dekranasda.

Melalui program tersebut, Pemprov Kaltara menargetkan lahirnya UMKM yang lebih berdaya saing, mandiri dan berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi yang disusun, program ini berpotensi menghasilkan tambahan aktivitas ekonomi daerah hingga Rp102 miliar per tahun.

Selain itu, program tersebut ditargetkan mampu menciptakan 500 hingga 1.000 lapangan kerja baru, melahirkan 50 produk unggulan berorientasi ekspor, menghasilkan 240 sertifikasi halal baru, 200 kekayaan intelektual (KI) baru, serta mendorong 1.000 UMKM naik kelas dan 300 UMKM masuk ke pasar modern maupun digital.

Untuk mendukung realisasi program, Pemprov Kaltara telah menyiapkan berbagai komitmen, mulai dari regulasi pendukung, penyediaan data UMKM, kesiapan bangunan Rumah Kemasan, hingga penyediaan lahan strategis di Hutan Kota Bundahayati untuk pembangunan Plaza UMKM.

Menanggapi usulan tersebut, Wamen UMKM RI, Helvi Yuni Moraza menyampaikan apresiasi dan respons positif terhadap sembilan program yang diajukan Pemprov Kaltara. Sebagai tindak lanjut, Kementerian UMKM berencana melakukan kunjungan kerja ke Kaltara pada Juli mendatang.

Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh melalui penguatan sektor UMKM di Bumi Benuanta.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Zainal didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Sapi’i, S.T., M.A.P., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop) Kaltara Edy Suharto, S.Sos., M.T., serta Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si. (dkisp)

MURUK RIAN, MP – Wakil Bupati Tana Tidung sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Sabri, S.Pd., menghadiri Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Tana Tidung di Kecamatan Muruk Rian, Senin (22/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bappeda, Dinas Kesehatan, Camat Muruk Rian, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), TP-PKK, serta kader Posyandu.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Sabri menyampaikan bahwa upaya penanganan stunting di Kabupaten Tana Tidung menunjukkan perkembangan positif dengan menurunnya jumlah kasus. Namun demikian, persentase prevalensi stunting justru mengalami peningkatan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi secara matematis dan statistik kesehatan ketika jumlah total populasi balita yang menjadi sasaran pengukuran mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan penurunan jumlah kasus stunting. Akibatnya, meskipun jumlah anak yang mengalami stunting berkurang, angka prevalensinya dapat terlihat meningkat.

Menyikapi kondisi tersebut, Sabri menegaskan pentingnya komitmen dan sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga seluruh unsur yang tergabung dalam TPPS.

Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun dan melaksanakan rencana aksi yang terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap program dan intervensi yang dilakukan memiliki target yang jelas serta tepat sasaran.

Selain itu, pemanfaatan data yang akurat menjadi salah satu kunci dalam menentukan fokus intervensi, baik intervensi spesifik maupun sensitif. Pendampingan secara berkala kepada keluarga berisiko stunting juga perlu terus ditingkatkan guna memperkuat kapasitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan dan dukungan seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

MANOKWARI – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6).

Kehadiran Wagub Ingkong menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kepada kontingen daerah yang mengikuti ajang nasional tersebut.

Pembukaan Pesparawi Nasional XIV dilakukan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Gibran Rakabuming Raka, ditandai dengan pemukulan alat musik tifa di hadapan lebih dari 5.000 peserta dan tamu undangan dari 38 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan pemerataan pembangunan infrastruktur dan program sosial di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Tanah Papua.

Menurutnya, pembangunan membutuhkan situasi yang aman, damai, dan kondusif agar berbagai program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pembangunan membutuhkan suasana yang damai dan kondusif. Karena itu saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” kata Gibran.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga berbagai fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah, termasuk Lapangan Borarsi yang menjadi lokasi pembukaan Pesparawi.

Selain itu, Gibran mencontohkan sejumlah program pembangunan yang telah berjalan, seperti rumah sakit, Jalan Trans Papua, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Harapannya program-program tersebut dapat mengurangi ketimpangan, memperluas akses layanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.

Pesparawi Nasional XIV mempertandingkan 12 kategori lomba yang berlangsung selama 10 hari di empat venue di Kota Manokwari. Kegiatan ini dijadwalkan berakhir pada 28 Juni 2026.

Turut mendampingi Wagub Ingkong dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kaltara Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara Jonilius, S.STP. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Sumpit Tradisional Dayak yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana penting dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltara H. Safi’i, S.T., M.A.P., saat mewakili Gubernur Kaltara menghadiri kegiatan yang berlangsung di Markas Komando (Mako) Brimob Batalyon A Pelopor, Sabtu (20/6).

Dalam kesempatan itu, Safi’i menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Kaltara.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Terima kasih atas pengabdian dalam mengayomi masyarakat dan menjaga rasa aman di Provinsi Kalimantan Utara,” kata Safi’i.

Menurut Safi’i, budaya menyumpit memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat bagi masyarakat Dayak. Karena itu, pelestariannya perlu terus didukung sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah.

Ia menjelaskan bahwa sumpit bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga mengandung nilai kedisiplinan, ketenangan, ketepatan dan fokus yang relevan dalam kehidupan sehari-hari maupun pembangunan daerah.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sumpit dapat menjadi inspirasi dalam membangun Kalimantan Utara yang maju, harmonis, dan berdaya saing,” ujarnya.

Safi’i menambahkan, kegiatan tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga kondusivitas daerah, terlebih Kaltara memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di akhir sambutannya, Safi’i mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan perlombaan sebagai sarana mempererat silaturahmi.

“Yang terpenting bukan sekadar menang atau kalah, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari,” pungkasnya.

Dalam acara ini turut hadir Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, tokoh adat, serta para peserta lomba sumpit. (dkisp)

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, secara resmi melepas Kontingen Pesparawi Kaltara yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Pelepasan dilaksanakan di Gedung Pertemuan Hotel Royal Tarakan, Kamis (18/6).

Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kaltara, pelatih, pembina dan official yang telah mempersiapkan kontingen dengan penuh dedikasi.

Menurutnya, Pesparawi bukan hanya ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga sarana pembinaan iman, penguatan karakter, pengembangan bakat, serta mempererat persaudaraan dalam memuliakan Tuhan melalui seni dan pujian.

“Pesparawi merupakan wadah pembinaan iman, penguatan karakter, pengembangan bakat dan kreativitas, serta sarana mempererat persaudaraan,” kata Zainal.

Zainal menegaskan para peserta yang berangkat ke Manokwari membawa amanah besar sebagai duta daerah. Selain mewakili Kaltara, mereka juga membawa nilai-nilai keberagaman, persaudaraan, dan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kaltara.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, disiplin, kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Tampilkan kemampuan terbaik dengan percaya diri, tetap rendah hati, santun, dan menjaga sikap yang baik di mana pun berada,” pesannya.

Gubernur juga berharap momentum Pesparawi Nasional menjadi kesempatan memperluas persaudaraan antar daerah, memperkuat toleransi, serta menunjukkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltara di tingkat nasional.

Kepada para pelatih, pembimbing dan official, Zainal menitipkan seluruh peserta agar terus mendapatkan pendampingan dan pembinaan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Ia optimistis dengan kerja keras, disiplin, doa, dan semangat kebersamaan, Kontingen Pesparawi Kaltara mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah.

“Apa pun hasil yang diraih nantinya, saudara sekalian sudah menjadi kebanggaan masyarakat Kaltara karena telah berani berkompetisi dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Acara ditutup dengan prosesi pelepasan simbolis dan pengibaran bendera kontingen oleh Gubernur Kaltara. (dkisp)

Scroll to Top