Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove melalui Kick Off Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Forest Programme (FP) VI yang digelar di Hotel Luminor, Selasa (30/6).

Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Kaltara yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si. Program ini difokuskan pada perlindungan, konservasi, serta pemulihan ekosistem hutan mangrove secara berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.

Dalam sambutannya, Taufik menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

“Sinergi dan komitmen kuat dari seluruh pihak menjadi landasan penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kalimantan Utara,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan Kaltara memiliki posisi strategis dalam pembangunan berkelanjutan karena sebagian besar wilayahnya masih didominasi kawasan hutan. Kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya alam sebagai penyangga kehidupan saat ini maupun bagi generasi mendatang.

Menurutnya, hutan di Kaltara bukan hanya menjadi aset daerah, tetapi juga aset nasional dan global karena berfungsi sebagai penyerap karbon, menjaga keanekaragaman hayati, mengatur tata air, serta menjadi sumber penghidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Namun demikian, Taufik mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari degradasi lahan, perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya alam, hingga kebutuhan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara harmonis.

Ia menegaskan Pemprov Kaltara akan terus memberikan dukungan melalui penguatan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar pelaksanaan Forest Programme VI berjalan optimal.

“Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, saya optimistis kita dapat mewujudkan hutan yang lestari, masyarakat yang mandiri, dan pembangunan yang berkeadilan,” pungkasnya.

Turut hadir Direktur Rehabilitasi Hutan Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI Nikolas Nugroho Surjobasuindro, S.Hut., M.T., serta Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Nur Laila, S.Hut., M.Si. (dkisp)

MALINAU, MP – Gema bedug berpadu dengan lantunan takbir menggema di Panggung Budaya Padan Liu Burung, Senin (29/6) malam. Suasana khidmat sekaligus semarak itu menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026, yang mempertemukan ratusan kafilah dari seluruh penjuru provinsi.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melalui prosesi pemukulan bedug didampingi Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tokoh daerah. Tepuk tangan meriah dari para tamu undangan dan kafilah mengiringi dimulainya ajang syiar Islam tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau selaku tuan rumah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltara atas kerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ.

Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi sarana membina generasi Qur’ani sekaligus memperkuat pembangunan spiritual masyarakat.

“MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang kompetisi keagamaan. Kegiatan ini merupakan wahana pembinaan generasi Qur’ani serta implementasi nyata pembangunan spiritual umat Islam di Kalimantan Utara,” ujar Zainal.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital dan berbagai tantangan sosial, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup, khususnya bagi generasi muda, agar Kaltara tetap menjadi daerah yang aman, damai dan penuh keberkahan.

MTQ X Kaltara tahun ini diikuti 330 peserta dari lima kabupaten dan kota. Rinciannya, Kabupaten Nunukan mengirimkan 104 peserta, Kabupaten Tana Tidung 66 peserta, Kabupaten Bulungan 56 peserta, Kabupaten Malinau 53 peserta dan Kota Tarakan 51 peserta.

Kepada seluruh peserta, Zainal mengajak untuk mengikuti perlombaan dengan penuh keikhlasan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang atau kalah adalah hal biasa, namun menjadi penjaga Al-Qur’an adalah kemuliaan yang utama,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim dan berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta penuh tanggung jawab sehingga menghasilkan penilaian yang adil. (dkisp)

SAMARINDA, MP – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menerima kunjungan kerja (Kunker) Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Wagub Kaltara) Ingkong Ala beserta rombongan di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Selasa 30 Juni 2026.

Gubernur Harum mengapresiasi atas kunjungan kerja yang dilakukan Wagub Kaltara dan rombongan. Kunjungan ini menjadikan silaturahmi dan kolaborasi semakin kuat antara Provinsi Kaltim dengan Kaltara.

“Hubungan Provinsi Kaltim dengan Kaltara tidak erat lagi, tapi tak terpisahkan. Artinya, bukan hanya wilayahnya saja yang saling terhubung, tetapi SDMnya yang juga memiliki hubungan dengan Kaltim,” katanya.

Menurut Gubernur, ada beberapa wilayah Kaltim yang berhubungan langsung dengan Kaltara, yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau.

Masyarakat di daerah tersebut saling berinteraksi. Sehingga, komunikasi antara daerah tetap terjaga dengan baik di perbatasan wilayah antara Kaltim dan Kaltara. Seperti masyarakat Apau Kayan, Malinau dengan Mahulu.

“Harapan kita bukan mengenai pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur saja. Tetapi, bagaimana pemerintah wajib hadir di perbatasan pedalaman Kaltim dan Kaltara, sehingga masyarakat mendapatkan akses lebih baik,” jelas Gubernur.

Gubernur Harum mengajak bersama membangun wilayah perbatasan. Pemprov Kaltim menginginkan ke depan adanya perubahan terkait wilayah perbatasan ini. Jika dulu bagian dari halaman belakang provinsi. Ke depan akan menjadi halaman depan Provinsi Kalimantan.(**)

MALINAU, MP – Pembukaan MTQ ke X tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berlangung di arena utama Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau pada Senin malam (29/6).

Kegiatan dibuka Gubernur Kaltara, Dr H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum dan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bulungan, H Jamal, SH, MAP.

Gubernur dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh kafilah dari kabupaten kota se-Kaltara, LPTQ, Dewan Hakim serta Kabupaten Malinau selaku tuan rumah.

“Saya berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama daerah,” pesannya.

MTQ ke X tingkat provinsi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.(**)

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengajak seluruh masyarakat memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Agatis, Senin (29/6) pagi.

Upacara dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., Gubernur Zainal menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi dan mengawasi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi benteng utama dalam menjaga masa depan anak-anak serta membentuk generasi yang berkarakter.

“Ketangguhan keluarga bukanlah pilihan, tetapi sebuah keharusan jika kita ingin bangsa ini tetap kuat menghadapi perubahan global,” ujar Zainal.

Zainal menjelaskan Indonesia saat ini tengah memasuki bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, terampil dan berdaya saing.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi dapat berubah menjadi tantangan apabila tidak diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, pembangunan keluarga perlu berfokus pada tiga pilar utama, yakni memastikan anak tumbuh sehat dan cerdas, memperkuat pendidikan karakter serta keterampilan abad ke-21, dan membangun ketahanan mental serta spiritual.

Menutup sambutannya, Zainal mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Harganas sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang tangguh.

“Keluarga adalah hulu dari semua kebijakan publik dan keberhasilan pembangunan. Mari bersama menghadirkan keluarga yang kuat demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (dkisp)

MALINAU – Suasana khidmat menyelimuti Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) saat para Dewan Hakim resmi mengucapkan sumpah dan memulai amanah mereka, Minggu (28/6).

Di hadapan seluruh kafilah se-Kaltara, pelantikan menjadi penanda dimulainya tugas besar untuk menjaga kehormatan dan kredibilitas ajang MTQ.

Pelantikan dipimpin oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Kaltara.

Sanusi mengingatkan bahwa setiap sumpah yang diucapkan bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan komitmen moral untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Amanah yang diemban ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Kami sangat berharap seluruh Dewan Hakim dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, adil, jujur dan penuh integritas,” kata Sanusi.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap hasil MTQ sangat bergantung pada objektivitas para Dewan Hakim. Penilaian yang jujur dan profesional akan melahirkan peserta terbaik sekaligus menjaga marwah musabaqah.

Sanusi juga mengingatkan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada kualitas penampilan peserta sehingga hasil perlombaan dapat diterima semua pihak.

Meski tanggung jawab yang diemban cukup besar, ia optimistis seluruh Dewan Hakim mampu menjalankan tugas dengan baik karena memiliki pengalaman, kompetensi, dan integritas yang telah teruji.

“Dengan rekam jejak, kompetensi dan integritas tinggi yang dimiliki oleh para tokoh yang dilantik, proses penjurian di Kabupaten Malinau diyakini akan berjalan bersih dan kredibel,” pungkasnya. (dkisp)

MALINAU – Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan suasana penuh keakraban mewarnai Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Panggung Budaya Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau, Minggu (28/6).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di Bumi Benuanta.

Malam Ta’aruf tersebut dibuka oleh Gubernur Kaltara yang diwakili oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si.

Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau di bawah kepemimpinan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H. atas kesiapan menjadi tuan rumah MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara.

Ia menilai kerja keras panitia dan seluruh pihak telah menciptakan suasana yang hangat serta penuh kebersamaan sejak awal pelaksanaan kegiatan.

Sanusi mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan harmoni di tengah masyarakat.

“Keberagaman kafilah yang datang dari berbagai daerah merupakan representasi dari kekayaan budaya dan harmonisasi umat beragama yang harus terus dirawat di Kaltara,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pembina, hingga para peserta, untuk terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta bersama-sama mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter, cerdas, dan berakhlakul karimah.

Menurutnya, Malam Ta’aruf bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang silaturahmi yang mempererat ukhuwah Islamiyah antarkafilah dan masyarakat se-Kaltara.

“MTQ ini jangan hanya dipandang sebagai ajang perlombaan demi mengejar predikat siapa yang terbaik dalam membaca, menghafal, atau menafsirkan Al-Qur’an. Esensi utamanya adalah bagaimana kita secara kolektif membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam realitas kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Sanusi berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai wadah meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran dan akhlakul karimah selama mengikuti perlombaan. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi diterima DPRD Kabupaten Bulungan untuk memasuki tahapan pembahasan bersama. Penerimaan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat landasan hukum penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Keputusan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-IV Masa Persidangan II Tahun 2026 dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Penjelasan Tiga Raperda Kabupaten Bulungan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan, Senin (29/6/2026).

Rapat paripurna dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya.

Tiga Raperda yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bulungan meliputi Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Raperda tentang Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, serta Raperda tentang Penataan Permukiman.

Ketiga regulasi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan tertib, sekaligus menjadi dasar hukum penataan kawasan permukiman yang lebih layak, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, Gabungan Fraksi DPRD Kabupaten Bulungan yang disampaikan salah satu Anggota DPRD Bulungan, Ramli bahwa pada prinsipnya seluruh fraksi menerima dan mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bulungan yang mengajukan ketiga Raperda tersebut.

“Pada prinsipnya, Gabungan Fraksi DPRD Kabupaten Bulungan menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas penyampaian tiga Rancangan Peraturan Daerah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat landasan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ramli.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan peraturan daerah merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah.

Meski demikian, DPRD juga menyampaikan sejumlah pandangan, catatan, serta pertanyaan terhadap substansi masing-masing Raperda sebagai bahan penyempurnaan pada tahapan pembahasan berikutnya.

Menurut Ramli, pandangan umum fraksi merupakan bagian dari amanat peraturan perundang-undangan sekaligus wujud pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang dimiliki DPRD.

“Diharapkan melalui pandangan fraksi ini dapat menjadi dorongan bagi Pemerintah Daerah untuk menyempurnakan setiap Raperda sehingga benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, bukan sekadar menjadi produk hukum semata,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan perhatian, masukan, dan saran konstruktif terhadap ketiga Raperda yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Menurut Kilat, berbagai pandangan yang disampaikan DPRD merupakan bagian penting dari proses pembentukan regulasi yang berkualitas sehingga implementasinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bulungan mengucapkan terima kasih atas masukan, pandangan, serta saran yang telah disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Seluruh catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan agar Raperda yang dihasilkan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Kilat.

Ia menambahkan, sinergi yang terjalin antara Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan modal penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas, implementatif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Kabupaten Bulungan.

Di akhir rapat, Gabungan Fraksi DPRD Kabupaten Bulungan secara resmi menerima ketiga Raperda usulan Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk dibahas bersama pada tahapan selanjutnya sesuai mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan.

Dengan diterimanya ketiga Raperda tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap proses pembahasan bersama DPRD dapat berjalan lancar sehingga menghasilkan regulasi yang kuat, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan pelayanan publik, ketertiban masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta percepatan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bulungan.(**)

TANA TIDUNG, MP – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menetapkan 10 paket pekerjaan strategis yang akan menjadi prioritas pembangunan daerah. Sejumlah paket tetap dipertahankan sesuai rencana awal, sementara beberapa proyek mengalami perubahan nilai anggaran maupun nomenklatur pekerjaan.

Berdasarkan dokumen perubahan paket strategis, proyek dengan nilai terbesar masih berada pada sektor pembangunan kawasan pusat pemerintahan dan fasilitas perkantoran. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Kawasan Pusat Pemerintahan yang menghubungkan Kantor Bupati dan Kantor DPRD dengan nilai anggaran sebesar Rp26,25 miliar. Paket ini tetap dilaksanakan tanpa perubahan dan berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Di sektor pendidikan, pembangunan Gedung Auditorium Pendidikan Tahap III dengan pagu anggaran Rp22 miliar juga tetap dipertahankan. Selain itu, pembangunan Balai Adat Belusu Kabupaten senilai Rp1,5 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, beberapa paket mengalami penyesuaian. Pekerjaan Interior dan Meubelair Gedung Utama Kantor Bupati yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp32,82 miliar diubah menjadi Pembangunan Gedung Utama Kantor Bupati Tahap III dengan nilai anggaran Rp18 miliar. Perubahan juga terjadi pada paket Interior dan Meubelair Gedung A serta Gedung B Kantor Bupati yang masing-masing bernilai Rp4,51 miliar.

Penyesuaian turut dilakukan pada pembangunan Lapangan Upacara Kantor Bupati. Nilai anggaran proyek tersebut meningkat dari Rp3 miliar menjadi Rp6,35 miliar. Selain itu, pembangunan Jaringan Listrik Kawasan Pusat Pemerintahan mengalami perubahan anggaran dari Rp15 miliar menjadi Rp13 miliar.

Adapun beberapa paket lainnya tetap berjalan sesuai perencanaan awal, antara lain Pemeliharaan Berkala Jalan Sebawang–Simpang Pelabuhan Nusantara senilai Rp2,36 miliar dan Pembangunan Jaringan Air Minum Simpang Pelabuhan Nusantara–Pusat Pemerintahan dengan nilai Rp10 miliar.

Pemerintah daerah berharap pelaksanaan paket-paket strategis tersebut dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, mendukung pelayanan publik, serta memperkuat pengembangan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tana Tidung. (**)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kebocoran data. Perlindungan data Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat menjadi prioritas utama dalam menjaga keamanan siber di lingkungan Pemprov Kaltara.

Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa setiap indikasi kebocoran data harus ditangani secara serius melalui langkah yang cepat dan terkoordinasi.

“Kita harus serius dan memberikan perhatian penuh terhadap setiap indikasi kebocoran data. Perlindungan data, khususnya data ASN dan masyarakat Kaltara, adalah prioritas utama keamanan siber dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Iskandar.

Iskandar menyebutkan, DKISP Kaltara melalui pimpinan telah menyurati organisasi perangkat daerah (OPD) yang terdampak agar mengikuti rapat koordinasi bersama Tim Penanganan Insiden Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI.

Secara intensif, DKISP Kaltara juga terus berkoordinasi dengan Tim Penanganan Insiden BSSN RI serta Agen Siber Computer Security Incident Response Team (CSIRT) OPD.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengeluarkan instruksi keamanan siber kepada seluruh ASN sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap keamanan informasi (security awareness).

Selain itu, OPD terdampak juga diminta segera mengimbau seluruh pengguna sistem elektronik untuk mengganti kata sandi dengan password yang kuat, minimal 12 karakter yang terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol.

Iskandar juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk ancaman siber. Masyarakat diminta tidak sembarang mengklik tautan yang mencurigakan maupun mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.

“Masyarakat agar lebih berhati-hati. Ganti password secara berkala, gunakan password yang kuat minimal 12 karakter dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Jika tersedia fitur Multi-Factor Authentication (MFA), segera aktifkan untuk menambah keamanan akun,” pungkasnya. (dkisp)

Scroll to Top