Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MP – Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kalimantan Utara (Kaltara) membawa kabar membanggakan. Provinsi termuda di Indonesia ini kini tercatat sebagai provinsi teraman kedua di tingkat nasional setelah Bali. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., usai menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Rabu, (1/7).

Gubernur Zainal mengatakan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi seluruh elemen daerah, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga aparat keamanan yang terus menjaga stabilitas di Bumi Benuanta.

“Kita bersyukur Kaltara menjadi provinsi teraman nomor dua di Indonesia setelah Bali. Capaian ini harus terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Zainal.

Ia berharap predikat sebagai provinsi teraman kedua tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, daerah yang aman akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan. Investor lebih percaya menanamkan modalnya, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Zainal juga menyoroti pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antar pimpinan daerah tidak hanya dilakukan melalui rapat resmi, tetapi juga dalam suasana santai yang semakin memperkuat koordinasi.

“Kami sering bertemu, berdiskusi, bahkan ngopi bersama untuk memastikan komunikasi tetap terjalin dan setiap persoalan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menilai sinergi yang selama ini terbangun menjadi kunci terjaganya keamanan di Kaltara.

Menurutnya, komunikasi yang cepat dan kolaborasi antar instansi membuat berbagai persoalan dapat ditangani secara efektif sehingga stabilitas daerah tetap terpelihara.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama Forkopimda berkomitmen terus menjaga keamanan sebagai fondasi utama bagi pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tumbuhnya investasi di wilayah perbatasan Indonesia tersebut. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat ratusan purnawirawan Polri berkumpul memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) di Gang H. Raju, Jelarai, Kamis (2/7).

Di tengah kebersamaan itu, hadir sosok yang tak asing bagi mereka, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang pernah mengabdikan diri sebagai anggota Polri.

Jabat tangan erat, pelukan hangat, hingga canda bersama para senior dan rekan lama menggambarkan bahwa ikatan persaudaraan di lingkungan Bhayangkara tetap terjalin meski masa dinas telah usai.

Di hadapan para purnawirawan, Zainal mengingatkan bahwa seorang Bhayangkara sejati tidak pernah berhenti mengabdi hanya karena memasuki masa pensiun.

“Jiwa Bhayangkara tidak pernah pensiun. Pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara akan terus hidup dalam diri setiap insan Bhayangkara,” kata Zainal.

Menurutnya, nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, kedisiplinan dan semangat melayani masyarakat merupakan bekal yang akan terus melekat sepanjang hayat.

Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada seluruh anggota PP Polri yang telah meletakkan fondasi keamanan dan ketertiban di Kaltara. Berkat dedikasi mereka selama bertugas, masyarakat kini dapat menikmati suasana daerah yang aman, damai dan kondusif.

Di tengah pesatnya pembangunan Kaltara, Zainal mengajak PP Polri untuk terus mengambil peran di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai tempat berkumpul para purnawirawan, tetapi juga sebagai sumber pengalaman, teladan dan mitra pemerintah dalam menjaga persatuan.

“Pengalaman yang dimiliki para purnawirawan merupakan modal besar untuk membimbing generasi muda dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” tutupnya. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md. menghadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolresta Bulungan, Rabu (1/7/2026), sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bulungan terhadap peran Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dipimpin Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., M.H., dan membacakan amanat Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, tokoh masyarakat, purnawirawan Polri, Bhayangkari, serta jajaran Polresta Bulungan.

Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Wakil Bupati Kilat menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polresta Bulungan, atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tercipta situasi yang kondusif bagi pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kilat.

Ia berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan yang humanis dan Presisi agar semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Kilat juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi yang kuat akan menciptakan daerah yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Kilat menyatakan Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi bersama Polri dalam menciptakan rasa aman serta menjaga kepercayaan publik.

“Semoga Polri senantiasa menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, serta terus menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat,” tutupnya.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (1/7).

Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga mempertegas komitmen seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga Kaltara tetap aman dan kondusif.

Komitmen itu ditunjukkan dengan kehadiran Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., pada Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Gedung B Rupatama Kayan, Polda Kaltara.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin dicintai masyarakat dan terus mengabdi untuk masyarakat,” kata Zainal.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena Kaltara saat ini menjadi provinsi teraman kedua di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, Zainal mengajak seluruh jajaran Polri untuk terus mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh keikhlasan.

Zainal menambahkan, komunikasi dan koordinasi antara Pemprov Kaltara dan Polda Kaltara selama ini terjalin dengan baik, baik melalui forum resmi maupun pertemuan informal yang memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Bagi kami, komunikasi dan kebersamaan menjadi kunci untuk terus menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Kalimantan Utara,” jelasnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung khidmat dengan dihadiri Kapolda Kaltara beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai wujud sinergi dalam menjaga keamanan dan kemajuan Bumi Benuanta. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat penyusunan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2027 dengan menggelar rapat bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (1/7).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., sebagai tindak lanjut Surat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Nomor T-11492/D.02/PP.04.02/06/2026 tanggal 19 Juni 2026 tentang Kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2027.

Sekprov Denny menegaskan seluruh perangkat daerah harus memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memastikan seluruh usulan DAK fisik maupun non fisik telah di input melalui Sistem KRISNA sebelum batas akhir pada 10 Juli 2026.

“Batas waktu dari tanggal 17 Juni sampai 10 Juli 2026. Kita harus memastikan usulan DAK fisik maupun non fisik sudah disampaikan melalui Sistem KRISNA,” kata Denny.

Ia mengungkapkan alokasi DAK yang diperebutkan pemerintah daerah di seluruh Indonesia mencapai sekitar Rp5 triliun. Karena itu, Kaltara harus bergerak cepat dan aktif agar memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Kaltara tidak boleh diam saja. Karena itu, kita lakukan koordinasi agar peluang tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Denny menegaskan akan kembali melakukan evaluasi pada 10 Juli untuk memastikan seluruh usulan telah selesai di input. Apabila masih terdapat usulan yang belum disampaikan, hal tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Kaltara.

Selain memastikan kelengkapan usulan, Pemprov Kaltara juga akan mengawal proposal DAK ke kementerian agar memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh persetujuan.

Ia mengingatkan setiap OPD agar tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga aktif memanfaatkan sumber pendanaan dari DAK fisik maupun non fisik untuk mendukung pembangunan daerah.

“Saya berharap dana DAK bisa masuk dan bermanfaat bagi Kaltara, karena ini sangat kita butuhkan,” tegasnya.

Denny turut mengapresiasi antusiasme seluruh kepala OPD yang hadir dalam rapat dan aktif memberikan masukan serta usulan terkait penyusunan DAK Tahun 2027.

Ia berharap koordinasi yang terus dilakukan mampu menghasilkan usulan yang berkualitas sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan di Kaltara. (dkisp)

Bulungan, MP – Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md didampingi Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi., M.Si memimpin diskusi informal terkait pelaksanaan Program Kawasan Cepat Tumbuh di Koridor Barat Kabupaten Bulungan. Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Bupati pada Selasa malam (30/6) dan dihadiri perangkat daerah terkait, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Universitas Kaltara, serta perwakilan Kecamatan Peso.

Diskusi membahas langkah strategis dalam pelaksanaan Program Kawasan Cepat Tumbuh yang mencakup pengembangan Kawasan Agrokompleks dan Pelatihan Petani Muda di 10 desa di Koridor Barat Kabupaten Bulungan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian berbasis potensi lokal.

Wakil Bupati Kilat menegaskan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program Kawasan Cepat Tumbuh ini harus kita laksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra pembangunan, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat penting agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di desa,” ujar Kilat.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di sektor pertanian.

“Melalui pelatihan petani muda dan pengembangan kawasan agrokompleks, kita ingin melahirkan petani-petani yang produktif, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi daerah secara mandiri,” tambahnya.

Wabup juga berharap Program Kawasan Cepat Tumbuh dapat mendukung pelaksanaan Pembangunan Kawasan Terpadu (Integrated Area Development) di Lanskap Kayan yang menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Bulungan.

“Harapan kita, program ini menjadi bagian dari upaya membangun kawasan Koridor Barat secara menyeluruh, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Lanskap Kayan,” tutupnya.

Melalui diskusi tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi dan menyusun langkah-langkah implementasi agar Program Kawasan Cepat Tumbuh di 10 desa Koridor Barat dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. (Fy/red)

TANJUNG SELOR, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memperkuat perdagangan di wilayah perbatasan sekaligus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Bagus Nugroho Tamtomo Putro, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (1/7).

Dalam pertemuan itu, Zainal menyambut baik kunjungan Kakanwil DJBC Kalbagtim yang baru sekaligus membahas sinergi antara Bea Cukai dan Pemprov Kaltara dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya di kawasan perbatasan.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan ialah perlunya penataan sistem perdagangan internasional antara Indonesia dan Malaysia agar lebih sesuai dengan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan.

“Perbaikan sistem perdagangan ini harus berorientasi pada kemudahan dan kesejahteraan rakyat,” kata Zainal.

Ia juga menilai masih terdapat sejumlah regulasi yang belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik masyarakat perbatasan. Karena itu, Pemprov Kaltara akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak serta menyampaikan berbagai kendala tersebut kepada pemerintah pusat.

“Negara harus hadir di tengah masyarakat perbatasan. Untuk mewujudkan itu, kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi yang kuat, sinergi yang nyata, rasa saling percaya, dan komitmen bersama untuk membangun Provinsi Kaltara ini,” tegasnya.

Selain membahas kawasan perbatasan, Zainal turut menekankan pentingnya hilirisasi dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Ia mengapresiasi peran Bea Cukai dalam memberikan pembinaan ekspor bagi pelaku usaha.

Menurutnya, potensi besar Kaltara di sektor perikanan pertanian dan komoditas unggulan lainnya harus mendapat pendampingan agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Saya ingin agar UMKM Kaltara tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Zainal menegaskan bahwa setiap kebijakan Pemprov Kaltara akan terus mengedepankan kepentingan masyarakat melalui percepatan pembangunan ekonomi yang berkeadilan, terutama bagi wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026, Selasa (30/6). Ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet pelajar yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional.

Pembukaan O2SN yang digelar di Lapangan SMA Negeri 1 Tanjung Selor ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Zainal, didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Hasanuddin, S.Pd., M.Si., Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara Drs. H. Sanusi, M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., serta disaksikan seluruh kontingen dari kabupaten dan kota se-Kaltara.

O2SN Tingkat Provinsi Kaltara tahun ini diikuti 152 peserta yang terdiri atas 46 peserta jenjang SD, 40 peserta jenjang SMP, 48 peserta jenjang SMA/SMK, dan 18 peserta jenjang SLB. Seluruh pertandingan didukung oleh 50 orang juri dan dilaksanakan selama dua hari, 1–2 Juli 2026.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, bulu tangkis, renang, pencak silat, panjat tebing, serta senam untuk jenjang SD. Sementara bagi peserta jenjang SLB, cabang yang diperlombakan adalah bocce dan balap kursi roda.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada Disdikbud Kaltara, panitia pelaksana, dewan juri, pelatih, pendamping, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan O2SN Tahun 2026.

Menurutnya, O2SN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan untuk mengembangkan bakat dan potensi peserta didik di bidang olahraga.

“O2SN merupakan wadah yang sangat strategis untuk mengembangkan bakat dan potensi peserta didik di bidang olahraga,” ujarnya.

Zainal menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen mendukung pengembangan talenta dan prestasi pelajar. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Karena itu, pembinaan olahraga pelajar harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet muda yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.

Ia berharap para juara O2SN tingkat provinsi dapat mempersiapkan diri dengan maksimal untuk mewakili Kalimantan Utara pada O2SN Tingkat Nasional Tahun 2026.

Kepada seluruh peserta, Zainal berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan O2SN sebagai ruang untuk belajar, mengasah kemampuan, serta mempererat persaudaraan antarpelajar.

“Tunjukkan kemampuan terbaik yang kalian miliki. Jadikan ajang ini sebagai sarana untuk belajar, berprestasi dan mempererat persaudaraan antarpelajar se-Kalimantan Utara,” pungkasnya. (dkisp)

BULUNGAN, MP – Suasana penuh khidmat dan semarak menyelimuti Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Selasa (30/6/2026), saat ribuan masyarakat menyambut pembukaan Festival Budaya dan Musyawarah Besar (Mubes) Temengang Iwan Dayak Kenyah Lepoq Tepu Tahun 2026.

Kegiatan diawali dengan prosesi adat sakral yang menjadi simbol penghormatan terhadap tamu sekaligus penegasan kuatnya eksistensi budaya Dayak Kenyah yang terus lestari.

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Ketua DPRD Bulungan Riyanto, Ketua Umum Temengang Iwan Yan Ipui, serta rombongan tamu kehormatan disambut dengan prosesi adat berupa tradisi digotong menggunakan perahu menuju lokasi acara. Prosesi tersebut diiringi tarian adat, musik tradisional, dan sambutan hangat masyarakat yang memadati kawasan festival.

Tradisi penyambutan itu menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus menggambarkan eratnya hubungan masyarakat Dayak Kenyah dengan nilai-nilai adat, persaudaraan, dan pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Setelah prosesi adat, Gubernur Kalimantan Utara secara resmi membuka Festival Budaya dan Musyawarah Besar Temengang Iwan Tahun 2026 yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara serta DPRD Kabupaten Bulungan, kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga pelaku seni budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Kalimantan Utara yang dinilainya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan penguatan masyarakat adat di Kabupaten Bulungan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan dan seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan, kami mengucapkan selamat datang serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Kalimantan Utara atas kehadiran dan kesediaannya membuka secara resmi Festival Budaya dan Musyawarah Besar Temengang Iwan Tahun 2026. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi masyarakat adat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya,” ujar Kilat.

Menurutnya, Festival Budaya dan Musyawarah Besar Temengang Iwan bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kelembagaan adat, mempererat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Dayak.

“Budaya adalah jati diri daerah. Melalui festival ini kita tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga memperkuat persatuan, menjaga nilai gotong royong, serta memastikan warisan leluhur tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.

Kilat menegaskan bahwa keberagaman suku, adat istiadat, bahasa, dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bulungan merupakan kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.

“Keberagaman yang kita miliki bukanlah pembeda, melainkan modal sosial yang sangat berharga dalam membangun Kabupaten Bulungan yang aman, damai, maju, dan sejahtera. Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan lembaga adat untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangannya sebagai potensi pariwisata dan pembangunan karakter masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda agar tetap mencintai budaya daerah di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap menjaga bahasa, adat istiadat, seni, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Kemajuan tidak boleh menghilangkan identitas budaya yang kita miliki,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Festival Budaya dan Musyawarah Besar Temengang Iwan sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara yang maju tanpa meninggalkan akar budaya.

Rangkaian prosesi adat yang mengawali pembukaan festival menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi sekaligus penegasan bahwa budaya tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui Festival Budaya dan Musyawarah Besar Temengang Iwan Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bulungan meneguhkan komitmennya untuk terus merawat warisan budaya sebagai identitas daerah sekaligus kekuatan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(Fy/red)

BULUNGAN, MP – Iringan musik tradisional, tarian adat dan warna-warni busana khas Dayak Kenyah memenuhi Lapangan Sepak Bola Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Selasa (30/6). Suasana penuh semangat itu menandai dibukanya Festival Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.

Festival ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kecintaan masyarakat terhadap budaya leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dayak Kenyah Temengang Iwan dan semua pihak yang telah bergotong royong menyelenggarakan festival tersebut.

Menurutnya, setiap tarian, pakaian adat, dan tradisi yang ditampilkan bukan sekadar pertunjukan, tetapi menyimpan nilai sejarah, gotong royong, serta hubungan harmonis masyarakat adat dengan alam.

“Melalui pagelaran seni dan budaya ini, kita sedang menceritakan jati diri masyarakat Dayak Kenyah Temengang Iwan kepada generasi sekarang dan yang akan datang,” kata Zainal.

Zainal berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan sebagai pewaris budaya yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi leluhur.

Ia juga menilai kekayaan budaya Dayak merupakan modal besar bagi Kaltara untuk memperkuat persatuan sekaligus mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Lebih jauh, dikatakannya apabila terus dikembangkan secara konsisten, festival budaya akan menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur.

Menutup sambutannya, Zainal mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana festival tetap aman, tertib, dan penuh persaudaraan.

“Dengan kebersamaan, kita tunjukkan kepada dunia bahwa budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan adalah warisan luhur yang tetap hidup, terbuka dan membanggakan Kalimantan Utara,” tutupnya. (dkisp)

Scroll to Top