Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – DPRD Kalimantan Utara bersama sejumlah pihak terkait mulai bergerak mengantisipasi potensi antrean panjang di SPBU akibat meningkatnya selisih harga BBM subsidi dan non-subsidi.

Langkah ini dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang turut melibatkan instansi teknis dan pihak Pertamina. Salah satu keputusan utama adalah pembentukan tim terpadu untuk memperketat pengawasan distribusi BBM di lapangan.

Wakil Ketua DPRD Kaltara, Muddain, mengatakan lonjakan disparitas harga menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu penyalahgunaan.

“Kalau sebelumnya selisih harga hanya sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per liter, sekarang untuk Dexlite bisa mencapai Rp10.000. Ini tentu rawan dimanfaatkan oleh oknum,” ujarnya, Senin (20/4).

Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran. Ia juga mengingatkan bahwa antrean di SPBU sudah sering terjadi bahkan sebelum selisih harga meningkat.

“Ini yang kami antisipasi. Jangan sampai masyarakat yang berhak justru kesulitan mendapatkan BBM,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD bersama stakeholder sepakat membentuk tim terpadu yang akan bekerja selama tiga bulan ke depan untuk mengawasi distribusi BBM subsidi maupun non-subsidi.

Selain itu, DPRD juga menyoroti sistem QR Code dalam pembelian BBM subsidi yang dinilai masih memiliki celah penyalahgunaan, seperti ketidaksesuaian data kendaraan hingga penggunaan berulang.

“Ada laporan QR Code tidak sesuai dengan pelat kendaraan atau STNK. Bahkan satu kode bisa dipakai berkali-kali,” tambahnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Fuel Kaltara, Muhammad Naufal Athiyah, memastikan bahwa dari sisi ketersediaan, stok BBM di wilayah Bulungan dalam kondisi aman.

“Untuk stok, rata-rata di setiap lembaga penyalur berada di atas lima hari. Jadi secara supply tidak ada kendala,” jelasnya.

Ia menegaskan, antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan lebih kepada tingginya aktivitas pembelian dan adanya indikasi penyalahgunaan di lapangan.

Naufal juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan melalui sistem digital, termasuk mendeteksi kendaraan dengan tangki modifikasi maupun pembelian berulang.

“Kalau terindikasi, nomor kendaraan bisa langsung diblok di sistem. Itu sudah kami lakukan,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui pengawasan tidak bisa hanya dilakukan satu pihak. Diperlukan kolaborasi lintas instansi untuk menindak praktik yang terjadi, terutama di tingkat pengecer.

Dalam waktu dekat, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat terkait akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pengecer BBM yang diduga menjadi salah satu sumber permasalahan.

“Kami juga akan menyusun sistem pengawasan yang lebih ketat, termasuk kemungkinan pemisahan distribusi BBM subsidi dan non-subsidi ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rencana penindakan terhadap pengecer nakal juga sedang disiapkan melalui regulasi yang akan melibatkan pemerintah daerah.

Dengan langkah bersama ini, diharapkan distribusi BBM di Kalimantan Utara bisa lebih tertib, tepat sasaran, dan antrean di SPBU dapat ditekan.(cda)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam menindaklanjuti aduan masyarakat secara cepat dan tuntas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemprov Kaltara di Lapangan Agatis, Senin (20/4).

Dalam arahannya, Denny menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus responsif terhadap laporan masyarakat sehingga dapat ditangani secara optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi global, seperti ekonomi dan geopolitik turut berdampak pada daerah. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menurutnya, akan memengaruhi berbagai sektor, mulai dari anggaran daerah hingga kondisi masyarakat.

Terkait itu, Denny meminta ASN untuk bijak dalam menggunakan fasilitas negara, khususnya kendaraan dinas di luar jam operasional.

“Saya minta ASN menggunakan kendaraan dinas secara bijak dan sesuai aturan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Denny mengingatkan 38 pejabat eselon II untuk mengikuti uji kompetensi, serta pelaksanaan evaluasi kinerja bagi 3 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjelang peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, Denny mengajak seluruh ASN untuk meneladani semangat perjuangan Kartini dalam menjalankan tugas.

“Selamat Hari Kartini 2026, mari kita hargai jasa beliau dan teladani semangatnya,” tutupnya.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halalbihalal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Tanjung Selor yang digelar pada Sabtu (18/4) malam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Denny Harianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan harmoni antarwarga, khususnya keluarga besar IKAT di Bumi Benuanta.

Ia mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan baik sehingga berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

“Halalbihalal tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. IKAT memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan, budaya, serta kebersamaan,” ujar Denny.

Menurut dia, nilai-nilai luhur masyarakat Toraja seperti Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakainge (saling mengingatkan) sangat relevan dengan semangat persatuan.

Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kaltara yang majemuk.

“Momentum ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersamaan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Denny juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk warga IKAT, untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan di Kaltara akan berjalan optimal jika didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, paguyuban, dan masyarakat.

“Saya berharap semangat kebersamaan dan persatuan terus terjaga untuk membangun Kaltara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltara Hj Sipta Meylina Denny, tokoh IKAT dari tingkat provinsi dan kabupaten, serta tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bulungan.(**)

BULUNGAN, mandaupost.com – Upaya melestarikan warisan budaya terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Salah satunya melalui Kompetisi Olahraga Tradisional/Permainan Rakyat dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 yang resmi dibuka Bupati Bulungan, Syarwani, Sabtu (18/04/2026) di Kebun Raya Bundayati.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan ini mengangkat tema “Kearifan Lokal Untuk Hidup Berkelanjutan, Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan” dan diikuti pelajar tingkat SD dan SMP dari seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan, Suparmin, menjelaskan kompetisi tersebut merupakan langkah konkret menjaga eksistensi permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui PKD ini, kita dorong agar permainan tradisional kembali dimainkan dan diwariskan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 331 peserta dari 10 kecamatan ambil bagian dalam kompetisi ini. Adapun cabang yang diperlombakan meliputi egrang, gasing, dan menyumpit.

“Tujuannya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap permainan rakyat, membentuk karakter sportif, serta mengembangkan bakat dan minat peserta didik,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menegaskan pentingnya menjaga olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Kegiatan ini adalah upaya kita menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dilestarikan oleh generasi sekarang,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang datang dari seluruh kecamatan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pelajar.

“Ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk saling mengenal sekaligus memperkuat persatuan,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan peran penting guru dalam mendampingi perkembangan anak, khususnya di tengah tantangan era digital.

“Pendampingan sangat penting agar anak-anak tidak terpengaruh konten negatif yang dapat merusak karakter,” ujarnya.

Usai membuka kegiatan, Bupati turut mencoba olahraga tradisional menyumpit dan berhasil mencetak poin yang cukup baik. Ia kemudian berbaur bersama peserta dan mengabadikan momen melalui foto bersama.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap olahraga tradisional tetap lestari serta mampu menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.(cda)

BULUNGAN, mandaupost.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Bank Indonesia resmi melakukan soft launching sistem pembayaran digital SIAP QRIS di Pelabuhan Kayan II, Jumat (17/4). Peluncuran ini menjadi langkah awal dalam mendorong digitalisasi transaksi di sektor pelayanan publik, khususnya di kawasan pelabuhan.

Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Kalimantan Utara serta seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan sistem pembayaran berbasis digital tersebut.

“Saya mengapresiasi Kepala Bank Indonesia Kalimantan Utara, jajaran perbankan, serta pengelola Pelabuhan Kayan II. Hari ini kita bersama-sama mewujudkan soft launching aplikasi SIAP QRIS, sehingga seluruh aktivitas transaksi di pelabuhan ini sudah mengarah ke digitalisasi pelayanan,” ujar Syarwani.

Ia menegaskan, penerapan QRIS di Pelabuhan Kayan II merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem digital keuangan di Kabupaten Bulungan. Menurutnya, sistem ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Dengan sistem digital, setiap transaksi retribusi dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting agar pendapatan daerah benar-benar tercatat dengan baik dan bisa digunakan untuk pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, Syarwani juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk meminimalisir potensi kesalahan dalam pengelolaan keuangan oleh aparatur.

“Kita tidak ingin ada petugas atau ASN yang bermasalah secara hukum karena kesalahan dalam pengelolaan retribusi. Dengan sistem digital, semuanya lebih tertib dan transparan,” tambahnya.

Ke depan, Pemkab Bulungan berencana memperluas penerapan sistem serupa ke sejumlah fasilitas publik lainnya, seperti Pelabuhan Ferry Ancam dan Pasar Induk.

“Kita ingin ke depan ada inovasi serupa di Pelabuhan Ferry Ancam hingga pasar induk, sehingga akses pelayanan dan transaksi masyarakat semakin mudah dan modern,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiandi Ginsar Manik, menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran tidak terbatas pada QRIS saja, tetapi juga mencakup berbagai metode non-tunai lainnya.

“Digitalisasi itu tidak melulu QRIS. Bisa juga menggunakan e-money, transfer, atau metode non-tunai lainnya. Yang penting adalah memberikan alternatif pembayaran yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelas Hasiandi.

Ia juga mengingatkan bahwa meski memiliki banyak kelebihan, transaksi digital tetap memiliki risiko sehingga diperlukan edukasi kepada masyarakat.

“Dalam penggunaan QRIS, masyarakat harus memastikan rekening tujuan benar dan tidak ada manipulasi. Edukasi terkait modus kejahatan digital akan terus kami lakukan,” katanya.

Hasiandi menambahkan, pertumbuhan penggunaan QRIS di Kalimantan Utara menunjukkan tren positif yang cukup signifikan.

“Tahun lalu pertumbuhan QRIS di Kalimantan Utara meningkat lebih dari 100 persen, baik dari sisi nilai, volume, maupun jumlah pengguna. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap transaksi digital,” ungkapnya.

Ia menyebut, soft launching ini menjadi tahap awal sebelum dilaksanakannya grand launching yang direncanakan pada Juni mendatang.

“Soft launching ini untuk mengukur kesiapan dan komitmen semua pihak. Nanti saat grand launching, kami berharap dapat menghadirkan pimpinan Bank Indonesia serta seluruh kepala daerah di Kalimantan Utara,” pungkasnya.

Dengan hadirnya SIAP QRIS di Pelabuhan Kayan II, diharapkan masyarakat semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai, sekaligus mendorong efisiensi, keamanan, dan transparansi dalam sistem pembayaran di daerah.(cda)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat terus digencarkan di berbagai daerah. Di Kabupaten Bulungan, semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di Pasar Induk, Kamis (16/4).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dijadikan agenda rutin di seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Jadi hari ini memang saya sudah menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden, adanya satu gerakan Indonesia ASRI, aman, sehat, resik dan indah, dan tentu ini kita tindaklanjuti di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan gerakan dilakukan secara serentak di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan. Para kepala perangkat daerah diminta memimpin langsung kegiatan di wilayah masing-masing.

Tidak hanya terfokus di Pasar Induk, ke depan gerakan ini akan menyasar berbagai ruang publik lainnya.

“Ke depan kita bisa bergeser ke beberapa kawasan publik lainnya, termasuk di pelabuhan, Pujasera, maupun lingkungan rumah sakit,” kata Bupati.

Bupati juga mengajak dunia pendidikan untuk turut ambil bagian dalam gerakan ini. Ia berharap sekolah-sekolah dapat menjadwalkan kegiatan serupa secara rutin guna membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Saya menghimbau kepada kepala sekolah SD dan SMP agar bisa menjadwalkan gerakan ASRI di sekolahnya masing-masing, sehingga ini bisa membangun budaya anak-anak kita untuk mencintai lingkungan yang bersih,” jelas Syarwani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah, khususnya di Pasar Induk. Ia menyebutkan bahwa ke depan hanya sekitar 20 persen sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara sisanya akan dikelola melalui pemilahan dan daur ulang.

“Kita ingin ada pengelolaan dan pemilahan sampah, terutama limbah plastik yang bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya.

Pemkab Bulungan saat ini juga tengah membangun fasilitas pemilahan sampah terpadu di TPA untuk menangani produksi sampah yang mencapai kurang dari 80 ton per hari di wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas.

“Insya Allah paling lambat Agustus atau September sudah bisa fungsional,” tambah Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengajak para pedagang di Pasar Induk untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan kantong sampah di lapak masing-masing.

“Minimal satu sampai dua jam kita bisa membantu menjaga kebersihan, sehingga memudahkan petugas dalam mengangkut sampah ke TPA,” kata Syarwani.

Ia juga mendorong pemerintah desa untuk menggerakkan masyarakat melalui kegiatan kerja bakti secara rutin dengan melibatkan RT, karang taruna, hingga kelompok perempuan.

“Paling tidak bisa dilaksanakan satu kali dalam sebulan atau dua bulan sekali, agar ini menjadi budaya bersama di lingkungan masyarakat,” tutupnya.(cda) 

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Kenaikan harga bahan kemasan plastik mulai memengaruhi harga minyak goreng di sejumlah wilayah. Meski demikian, harga Minyakita di Kabupaten Bulungan masih terjaga dan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bulungan, Oktavianur, memastikan bahwa distribusi Minyakita dari Bulog ke para pedagang mitra masih sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Penyaluran Minyakita dari Bulog ke mitra pedagang tetap mengikuti HET, yakni Rp15.700 per liter,” jelasnya, Rabu (15/4).

Ia menerangkan, penyaluran dilakukan melalui 13 mitra yang beroperasi di Pasar Induk Tanjung Selor. Skema ini diterapkan untuk menjaga ketersediaan minyak goreng di tingkat masyarakat tetap aman dan merata.

Saat ini, stok Minyakita yang tersedia mencapai sekitar 10.000 liter. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir April.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, Bulog juga telah mengajukan tambahan pasokan dalam waktu dekat.

“Kami sudah mengusulkan penambahan minimal 20.000 liter sebelum akhir April,” ujarnya.

Selain minyak goreng, Bulog turut memastikan kondisi stok beras di wilayah Bulungan dalam keadaan aman. Ketersediaan beras saat ini tercatat sekitar 2.500 ton, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, Bulog juga merencanakan penambahan stok beras sekitar 1.000 hingga 1.500 ton. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan di tengah fluktuasi harga bahan pokok di pasaran.

Dengan berbagai langkah tersebut, Bulog berupaya memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tetap terkendali.(cda)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menekankan pentingnya kerja sama antardaerah serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah Kasulampua tahun 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala dengan prosesi pemukulan gong sebagai tanda dimulainya acara. Acara ini juga diikuti oleh peserta dari 19 provinsi. Agenda itu diselenggarakan di ruang serbaguna Kantor Gubernur Kalimantan Utara, pada Rabu (15/4).

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk mempererat koordinasi antarprovinsi di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Menurutnya, kolaborasi lintas daerah diperlukan agar kebijakan pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dan saling mendukung.

Ia menilai UMKM memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Selain menjadi penopang ekonomi masyarakat, sektor ini juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat peran UMKM sekaligus mendorong kerja sama antardaerah agar ekonomi kawasan semakin berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Konreg PDRB bukan hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk menilai capaian ekonomi daerah dan merumuskan langkah strategis ke depan. Dari hasil diskusi tersebut, diharapkan lahir kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Zainal juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak bisa dicapai secara sendiri-sendiri. Diperlukan kesamaan arah kebijakan dan pemanfaatan potensi daerah secara bersama agar hasilnya lebih optimal.

“Kolaborasi menjadi kunci utama. Jika semua daerah bergerak bersama, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih merata,” tegasnya.

Ia berharap hasil dari pertemuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait, sehingga tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program pembangunan yang nyata.(cda)

JAKARTA, mandaupost.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Top Business, Bupati Bulungan, Syarwani, dianugerahi penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2026.

Tak hanya itu, dua BUMD unggulan Bulungan juga berhasil membawa pulang penghargaan. Perumda Danum Benuanta meraih predikat Bintang 5 tahun 2026, sementara PT BPT Bank Bulungan turut mendapatkan apresiasi dalam ajang tersebut.

Syarwani menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja BUMD agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola dan profesionalisme BUMD.

“Ini bukan hanya soal prestasi, tetapi bagaimana kami menjaga konsistensi agar BUMD mampu memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Keberhasilan Perumda Danum Benuanta meraih Bintang 5, lanjutnya, tidak lepas dari peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam penyediaan air bersih di wilayah Bulungan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada tim juri yang dinilai bekerja secara objektif dan profesional, serta kepada jajaran direksi dan komisaris BUMD atas dedikasi mereka.

“Kami berterima kasih atas penilaian yang objektif serta kerja keras seluruh tim BUMD yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkab Bulungan melalui Perumda Danum Benuanta tengah menyiapkan inovasi berupa produksi air minum dalam kemasan (AMDK) yang direncanakan meluncur tahun ini.

“Kami berharap inovasi ini dapat memperluas layanan sekaligus memenuhi kebutuhan air minum masyarakat secara lebih optimal,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daerah.

“Semoga program ini tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah,” tutupnya.

Dengan capaian ini, Kabupaten Bulungan semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun BUMD yang profesional, kompetitif, dan berorientasi pada pelayanan publik.(cda)

BULUNGAN, mandaupost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan memastikan seluruh kasus suspek campak yang sebelumnya dilaporkan pada awal 2026 dinyatakan negatif. Kepastian ini diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium rujukan di Jakarta keluar.

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, menjelaskan bahwa total 25 kasus yang sempat dikategorikan sebagai suspek memang menunjukkan gejala menyerupai campak. Namun, setelah dilakukan uji laboratorium, seluruhnya tidak terkonfirmasi sebagai campak.

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta, 25 kasus suspek tersebut dinyatakan negatif. Memang secara klinis gejalanya mirip campak, tetapi hasil uji lab semuanya negatif,” ujarnya pada Mandau Post, Senin (13/4).

Meski hasilnya negatif, Dinkes Bulungan tetap mengingatkan agar kewaspadaan terhadap penyakit campak tidak diturunkan. Pasalnya, gejala serupa masih bisa muncul dan berpotensi membingungkan dalam penanganan di lapangan.

“Walaupun hasilnya negatif, tapi tetap harus waspada, karena penyebarannya juga cukup cepat,” kata Imam.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap menjalankan langkah pencegahan, salah satunya melalui imunisasi. Vaksinasi dinilai menjadi cara paling efektif dalam melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit campak.

“Pencegahannya ya harus vaksin, bisa di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit,” tutur Imam.

Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta terus meningkatkan pemantauan dan pelaporan jika ditemukan kasus dengan gejala serupa. Dinkes berharap, dengan kewaspadaan dan cakupan imunisasi yang baik, potensi penyebaran penyakit menular dapat ditekan sejak dini.(cda)

Scroll to Top