Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

BULUNGAN, MP – Pembukaan Festival Bulungan Hibot 2026 berlangsung di kawasan Taman Budaya, Museum Kesultanan Tanjung Palas pada Jumat malam (3/7).

Festival yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si. Bupati turut mengajak segenap masyarakat menjaga akar budaya lokal.

Bupati menegaskan, modernisasi dan kemajuan infrastruktur di Bulungan jangan sampai menggerus akar budaya lokal.

“Spirit ini harus terus kita kawal dan terus kita jaga. Kemajuan Kabupaten Bulungan sebuah keniscayaan. Namun, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kita tidak kehilangan identitas kita, kearifan lokal kita sebagai warga masyarakat Kabupaten Bulungan,” ucap Bupati.

Dalam arahannya, Bupati meminta Kepala DKOP Bulungan bergerak cepat mengumpulkan para pencinta seni budaya. Targetnya yaitu membentuk Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah resmi anak muda berasah kemampuan.

Lalu warisan tradisi dan aneka ragam olahraga tradisional akan diinternalisasikan langsung ke dalam ruang-ruang kelas melalui program Pendidikan Muatan Lokal di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Langkah ini juga dikonversikan langsung dengan program prioritas Muda Berdaya, Muda Berkarya serta melibatkan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Kabupaten Bulungan demi menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai langka.

Bupati tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada tokoh adat, sesepuh, dan seluruh masyarakat Tanjung Palas. Ditegaskan, segenap unsur masyarakat adalah motor utama penggerak kelestarian budaya daerah.

“Saya berharap festival ini menjadi lem perekat sosial yang menyatukan beragam suku dan agama di Bulungan,” pesan Bupati.(**)

MALINAU, MP – Kabupaten Bulungan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Malinau.

Berdasarkan hasil keputusan Dewan Hakim, Kafilah Kabupaten Bulungan berhasil meraih nilai tertinggi sebanyak 611 poin, mengungguli Kabupaten Malinau di posisi kedua dengan 452 poin, Kota Tarakan di peringkat ketiga dengan 436 poin, Kabupaten Nunukan dengan 425 poin, serta Kabupaten Tana Tidung dengan 367 poin.

Penutupan MTQ X Kaltara berlangsung khidmat di Panggung Utama Padan Liu’ Burung, Lapangan Pro Sehat Malinau. Acara diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan Wakil Bupati Malinau mewakili Ketua Umum Panitia, Wempi W. Mawa.

Kegiatan kemudian secara resmi ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Utara, Drs. H. Sanusi, M.Si, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau atas suksesnya penyelenggaraan MTQ serta ucapan selamat kepada para pemenang yang akan mewakili Kalimantan Utara pada MTQ Tingkat Nasional.

Keberhasilan Kabupaten Bulungan kembali meraih Juara Umum menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat dalam membina generasi Qurani, sekaligus memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pembinaan tilawah, hafalan, serta pemahaman Al-Qur’an di Kabupaten Bulungan.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kafilah untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi MTQ Tingkat Nasional serta mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat yang lebih tinggi.(**)

MAHAKAM ULU, MP – Perjalanan itu jauh dari kata mudah. Selama hampir sembilan jam, rombongan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., harus berjibaku melewati jalan berlumpur, tanjakan curam, hingga ruas yang rusak parah untuk mencapai Kilometer (KM) 95 di jalur perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) – Kaltara, Kamis (2/7).

Bukan sekadar kunjungan lapangan, peninjauan tersebut menjadi upaya melihat langsung kondisi akses yang selama ini menjadi urat nadi penghubung masyarakat di wilayah perbatasan.

Bersama rombongan, Wagub Ingkong menyusuri ruas jalan milik PT. Adindo hingga ke titik yang selama ini dikenal memiliki medan paling berat.

Sepanjang perjalanan, kendaraan beberapa kali terjebak di kubangan lumpur dan harus saling ditarik agar dapat kembali melaju. Medan yang sulit dilalui menjadi gambaran nyata tantangan yang setiap hari dihadapi masyarakat maupun pelaku usaha dalam mendistribusikan barang dan menjangkau wilayah perbatasan.

Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi kunci untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Ingkong mengatakan hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan infrastruktur bersama pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, serta perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut.

“Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” kata Ingkong.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong percepatan pembangunan jalan yang menghubungkan kedua provinsi, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan akses yang selama ini menjadi hambatan aktivitas ekonomi.

“Saya berharap ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan perbaikan jalan akses perbatasan, agar konektivitas Kaltara-Kaltim semakin lancar dan tidak lagi menjadi kendala ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Melalui peninjauan langsung di lapangan, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan konektivitas wilayah perbatasan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mendorong PT. Benuanta Kaltara Jaya (BKJ) terus memperkuat tata kelola perusahaan agar mampu tumbuh secara profesional, kompetitif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT. BKJ di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (2/7). Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bertindak sebagai pemegang saham tunggal perusahaan milik daerah tersebut.

Menurut Gubernur Zainal, RUPS merupakan organ perseroan yang memiliki kewenangan mengevaluasi kinerja perusahaan, menyetujui laporan tahunan, sekaligus menetapkan arah kebijakan perusahaan ke depan.

“RUPS Tahunan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan forum strategis bagi saya selaku pemegang saham untuk memastikan pengelolaan perusahaan telah berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya,” ujar Zainal.

Ia menegaskan, sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), PT. BKJ memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Selain menghasilkan keuntungan, perusahaan juga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan sesuai bidang usahanya, menciptakan nilai tambah terhadap potensi daerah, dan memberikan kontribusi berkelanjutan melalui dividen yang sehat.

Zainal berharap seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris dapat menjadikan hasil evaluasi RUPS sebagai langkah memperkuat kinerja perusahaan.

“Evaluasi ini bukan semata untuk menilai hasil yang dicapai, tetapi menjadi dasar menyusun strategi yang lebih baik agar perseroan mampu tumbuh secara sehat, profesional, kompetitif dan memberikan manfaat optimal bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mendorong terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara PT. BKJ dengan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun BUMD lainnya di Kaltara agar peluang usaha dan pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Menutup arahannya, Zainal berharap seluruh agenda RUPS dapat menghasilkan keputusan terbaik demi keberlanjutan dan kemajuan PT. BKJ.

PT. BKJ merupakan perusahaan milik daerah yang bergerak di bidang jasa, perdagangan, industri, pariwisata, dan agroindustri. Saat ini perusahaan memfokuskan pengembangan usahanya pada sektor perdagangan umum, jasa konstruksi dan properti. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kalimantan Utara (Kaltara) membawa kabar membanggakan. Provinsi termuda di Indonesia ini kini tercatat sebagai provinsi teraman kedua di tingkat nasional setelah Bali. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., usai menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Rabu, (1/7).

Gubernur Zainal mengatakan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi seluruh elemen daerah, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga aparat keamanan yang terus menjaga stabilitas di Bumi Benuanta.

“Kita bersyukur Kaltara menjadi provinsi teraman nomor dua di Indonesia setelah Bali. Capaian ini harus terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Zainal.

Ia berharap predikat sebagai provinsi teraman kedua tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, daerah yang aman akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan. Investor lebih percaya menanamkan modalnya, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Zainal juga menyoroti pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antar pimpinan daerah tidak hanya dilakukan melalui rapat resmi, tetapi juga dalam suasana santai yang semakin memperkuat koordinasi.

“Kami sering bertemu, berdiskusi, bahkan ngopi bersama untuk memastikan komunikasi tetap terjalin dan setiap persoalan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menilai sinergi yang selama ini terbangun menjadi kunci terjaganya keamanan di Kaltara.

Menurutnya, komunikasi yang cepat dan kolaborasi antar instansi membuat berbagai persoalan dapat ditangani secara efektif sehingga stabilitas daerah tetap terpelihara.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama Forkopimda berkomitmen terus menjaga keamanan sebagai fondasi utama bagi pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tumbuhnya investasi di wilayah perbatasan Indonesia tersebut. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat ratusan purnawirawan Polri berkumpul memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) di Gang H. Raju, Jelarai, Kamis (2/7).

Di tengah kebersamaan itu, hadir sosok yang tak asing bagi mereka, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang pernah mengabdikan diri sebagai anggota Polri.

Jabat tangan erat, pelukan hangat, hingga canda bersama para senior dan rekan lama menggambarkan bahwa ikatan persaudaraan di lingkungan Bhayangkara tetap terjalin meski masa dinas telah usai.

Di hadapan para purnawirawan, Zainal mengingatkan bahwa seorang Bhayangkara sejati tidak pernah berhenti mengabdi hanya karena memasuki masa pensiun.

“Jiwa Bhayangkara tidak pernah pensiun. Pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara akan terus hidup dalam diri setiap insan Bhayangkara,” kata Zainal.

Menurutnya, nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, kedisiplinan dan semangat melayani masyarakat merupakan bekal yang akan terus melekat sepanjang hayat.

Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada seluruh anggota PP Polri yang telah meletakkan fondasi keamanan dan ketertiban di Kaltara. Berkat dedikasi mereka selama bertugas, masyarakat kini dapat menikmati suasana daerah yang aman, damai dan kondusif.

Di tengah pesatnya pembangunan Kaltara, Zainal mengajak PP Polri untuk terus mengambil peran di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai tempat berkumpul para purnawirawan, tetapi juga sebagai sumber pengalaman, teladan dan mitra pemerintah dalam menjaga persatuan.

“Pengalaman yang dimiliki para purnawirawan merupakan modal besar untuk membimbing generasi muda dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” tutupnya. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md. menghadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolresta Bulungan, Rabu (1/7/2026), sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bulungan terhadap peran Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dipimpin Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., M.H., dan membacakan amanat Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, tokoh masyarakat, purnawirawan Polri, Bhayangkari, serta jajaran Polresta Bulungan.

Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Wakil Bupati Kilat menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polresta Bulungan, atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tercipta situasi yang kondusif bagi pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kilat.

Ia berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan yang humanis dan Presisi agar semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Kilat juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi yang kuat akan menciptakan daerah yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Kilat menyatakan Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi bersama Polri dalam menciptakan rasa aman serta menjaga kepercayaan publik.

“Semoga Polri senantiasa menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, serta terus menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat,” tutupnya.(**)

TANJUNG SELOR, MP – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (1/7).

Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga mempertegas komitmen seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga Kaltara tetap aman dan kondusif.

Komitmen itu ditunjukkan dengan kehadiran Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., pada Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Gedung B Rupatama Kayan, Polda Kaltara.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin dicintai masyarakat dan terus mengabdi untuk masyarakat,” kata Zainal.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena Kaltara saat ini menjadi provinsi teraman kedua di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, Zainal mengajak seluruh jajaran Polri untuk terus mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh keikhlasan.

Zainal menambahkan, komunikasi dan koordinasi antara Pemprov Kaltara dan Polda Kaltara selama ini terjalin dengan baik, baik melalui forum resmi maupun pertemuan informal yang memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Bagi kami, komunikasi dan kebersamaan menjadi kunci untuk terus menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Kalimantan Utara,” jelasnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung khidmat dengan dihadiri Kapolda Kaltara beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai wujud sinergi dalam menjaga keamanan dan kemajuan Bumi Benuanta. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat penyusunan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2027 dengan menggelar rapat bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (1/7).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., sebagai tindak lanjut Surat Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Nomor T-11492/D.02/PP.04.02/06/2026 tanggal 19 Juni 2026 tentang Kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2027.

Sekprov Denny menegaskan seluruh perangkat daerah harus memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memastikan seluruh usulan DAK fisik maupun non fisik telah di input melalui Sistem KRISNA sebelum batas akhir pada 10 Juli 2026.

“Batas waktu dari tanggal 17 Juni sampai 10 Juli 2026. Kita harus memastikan usulan DAK fisik maupun non fisik sudah disampaikan melalui Sistem KRISNA,” kata Denny.

Ia mengungkapkan alokasi DAK yang diperebutkan pemerintah daerah di seluruh Indonesia mencapai sekitar Rp5 triliun. Karena itu, Kaltara harus bergerak cepat dan aktif agar memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Kaltara tidak boleh diam saja. Karena itu, kita lakukan koordinasi agar peluang tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Denny menegaskan akan kembali melakukan evaluasi pada 10 Juli untuk memastikan seluruh usulan telah selesai di input. Apabila masih terdapat usulan yang belum disampaikan, hal tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Kaltara.

Selain memastikan kelengkapan usulan, Pemprov Kaltara juga akan mengawal proposal DAK ke kementerian agar memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh persetujuan.

Ia mengingatkan setiap OPD agar tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga aktif memanfaatkan sumber pendanaan dari DAK fisik maupun non fisik untuk mendukung pembangunan daerah.

“Saya berharap dana DAK bisa masuk dan bermanfaat bagi Kaltara, karena ini sangat kita butuhkan,” tegasnya.

Denny turut mengapresiasi antusiasme seluruh kepala OPD yang hadir dalam rapat dan aktif memberikan masukan serta usulan terkait penyusunan DAK Tahun 2027.

Ia berharap koordinasi yang terus dilakukan mampu menghasilkan usulan yang berkualitas sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan di Kaltara. (dkisp)

Bulungan, MP – Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md didampingi Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi., M.Si memimpin diskusi informal terkait pelaksanaan Program Kawasan Cepat Tumbuh di Koridor Barat Kabupaten Bulungan. Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Bupati pada Selasa malam (30/6) dan dihadiri perangkat daerah terkait, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Universitas Kaltara, serta perwakilan Kecamatan Peso.

Diskusi membahas langkah strategis dalam pelaksanaan Program Kawasan Cepat Tumbuh yang mencakup pengembangan Kawasan Agrokompleks dan Pelatihan Petani Muda di 10 desa di Koridor Barat Kabupaten Bulungan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian berbasis potensi lokal.

Wakil Bupati Kilat menegaskan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program Kawasan Cepat Tumbuh ini harus kita laksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra pembangunan, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat penting agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di desa,” ujar Kilat.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di sektor pertanian.

“Melalui pelatihan petani muda dan pengembangan kawasan agrokompleks, kita ingin melahirkan petani-petani yang produktif, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi daerah secara mandiri,” tambahnya.

Wabup juga berharap Program Kawasan Cepat Tumbuh dapat mendukung pelaksanaan Pembangunan Kawasan Terpadu (Integrated Area Development) di Lanskap Kayan yang menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Bulungan.

“Harapan kita, program ini menjadi bagian dari upaya membangun kawasan Koridor Barat secara menyeluruh, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Lanskap Kayan,” tutupnya.

Melalui diskusi tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi dan menyusun langkah-langkah implementasi agar Program Kawasan Cepat Tumbuh di 10 desa Koridor Barat dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. (Fy/red)

Scroll to Top