JAKARTA, MP – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai upaya memperkuat pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan percepatan reformasi birokrasi di Kabupaten Nunukan.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Lembaga Administrasi Negara RI, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Rangkaian acara diawali dengan pembacaan naskah Nota Kesepahaman, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara RI Dr. Muhammad Taufik, DEA.
Turut hadir dari jajaran LAN RI, Sekretaris Utama Dr. Andi Taufik, M.Si, para Pejabat Pimpinan Tinggi, serta Direktur Politeknik LAN RI. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Nunukan hadir Kepala BKPSDM Kaharuddin, Sekretaris Inspektorat Firdaus, S.Hut., M.AP, Sekretaris BKPSDM Wahyudin, S.STP, dan Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Nasruddin, SE., MM.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menjelaskan bahwa kunjungan Pemerintah Kabupaten Nunukan ke Lembaga Administrasi Negara tidak hanya untuk melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman, tetapi juga melakukan audiensi guna mempererat sinergi dengan LAN RI dalam mendukung pembangunan kapasitas birokrasi di daerah perbatasan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia atas kesediaannya mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan negara, kami memiliki tantangan tersendiri dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Irwan Sabri.
Menurutnya, kesempatan berdialog secara langsung dengan pimpinan LAN RI merupakan sebuah kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperoleh masukan dalam mempercepat transformasi birokrasi di Kabupaten Nunukan.
“Berbagai pengalaman dan kebijakan yang dimiliki LAN RI akan menjadi bekal berharga bagi kami untuk mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun ASN yang profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi maupun perubahan lingkungan strategis,” tambahnya.
Bupati berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi dapat segera diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Ia menginginkan ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kompetensi ASN, penguatan manajemen talenta, reformasi birokrasi, inovasi pelayanan publik, pengembangan sistem pembelajaran digital, kajian administrasi negara, pendampingan transformasi birokrasi, hingga berbagai bentuk kolaborasi lainnya yang dapat mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kami optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai inovasi dan terobosan baru dalam pengembangan sumber daya aparatur, sehingga ASN Kabupaten Nunukan semakin siap menghadapi tantangan pemerintahan modern dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara RI, Dr. Muhammad Taufik, DEA menyambut baik kunjungan Pemerintah Kabupaten Nunukan serta penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut.
Ia menilai Kabupaten Nunukan memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan yang memerlukan dukungan penguatan kapasitas aparatur agar mampu menjawab dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“LAN RI memiliki komitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Kami menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membangun kerja sama ini karena pengembangan kualitas ASN merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,” ujar Muhammad Taufik.
Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi individu ASN, tetapi juga menyangkut transformasi organisasi, kepemimpinan, inovasi pelayanan publik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Karena itu, ia berharap Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani dapat segera ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang terukur.
“Saya berharap setelah penandatanganan MoU ini segera dibentuk tim kecil dari kedua belah pihak untuk menyusun rencana aksi bersama. Dengan begitu, kerja sama ini tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dan masyarakat,” tegasnya.
Muhammad Taufik juga menegaskan bahwa LAN RI siap memberikan dukungan melalui berbagai program pengembangan kompetensi, pendampingan reformasi birokrasi, penguatan manajemen talenta ASN, pengembangan pembelajaran digital, hingga kolaborasi dalam bidang kajian administrasi negara sesuai kebutuhan Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Lembaga Administrasi Negara RI sepakat memperkuat sinergi dalam membangun birokrasi yang profesional, inovatif, adaptif, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (**)





