Berita Populer

Berita Terbaru

OLAHRAGA

PONTIANAK, MP – Sejumlah pebulu tangkis Indonesia siap bersaing di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Turnamen kategori International Challenge tersebut berlangsung pada 25–30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak dalam turnamen yang diikuti peserta dari 17 negara tersebut. Para wakil tuan rumah tidak hanya memburu gelar juara, tetapi juga kesempatan menambah pengalaman dan poin ranking Badminton World Federation (BWF).

Sejumlah nama yang menjadi perhatian di Pontianak antara lain Richie Duta Richardo, Christian Adinata, Chico Aura Dwi Wardoyo, hingga Apriyani Rahayu yang kini mencoba tantangan baru di nomor ganda campuran.

Richie Duta Bidik Gelar Kedua

Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Christian Adinata, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Richie menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Ia mengincar gelar keduanya pada musim 2026 setelah sebelumnya menjadi juara Vietnam International Challenge 2026 di Hanoi pada Maret lalu.

Richie mengaku sudah mempersiapkan diri cukup lama untuk menghadapi turnamen di Pontianak.

“Untuk persiapan sendiri sudah cukup lama dan sudah sangat siap,” kata Richie dalam keterangan tertulis PBSI.

Gelar di Vietnam menjadi modal bagi Richie untuk menghadapi persaingan di Pontianak. Ia juga mendapat keuntungan tampil di hadapan publik Indonesia.

Sementara itu, Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo akan menjadi nama lain yang menarik perhatian di sektor tunggal putra.

Chiara dan Dalila di Tunggal Putri

Pada sektor tunggal putri, Indonesia diwakili Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri. Keduanya akan berusaha memberikan hasil terbaik sekaligus memanfaatkan turnamen untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional.

Rian/Daniel hingga Tiga Pasangan Ganda Putra

Indonesia juga memiliki sejumlah wakil pada sektor ganda putra.

Tiga pasangan yang tercantum dalam materi penyelenggara adalah Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo.

Kehadiran mereka menambah peluang Indonesia untuk bersaing memperebutkan gelar di Pontianak.

Ester/Lanny Perkuat Ganda Putri

Sementara itu, sektor ganda putri Indonesia diisi Siti Sarah Azzahra/Velisha Christina, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari, serta Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika.

Nama Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari menjadi salah satu pasangan yang menarik perhatian karena keduanya merupakan bagian dari skuad ganda putri Indonesia.

Apriyani Rahayu Lanjutkan Adaptasi Ganda Campuran

Sorotan khusus tertuju kepada Apriyani Rahayu. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu kini menjalani tantangan baru di nomor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.

Apriyani dan Dejan dijadwalkan tampil di Pontianak International Challenge 2026. Keduanya sedang berupaya meningkatkan adaptasi, terutama dalam pola permainan dan rotasi.

Apriyani mengatakan perpindahan dari ganda putri ke ganda campuran membuatnya harus menyesuaikan peran. Jika sebelumnya lebih banyak berperan sebagai playmaker di ganda putri, kini ia dituntut lebih aktif bermain di depan.

“Yang menjadi tantangan saya pindah ke ganda campuran mungkin di adaptasi pola main, karena di ganda putri saya sebagai playmaker, namun di ganda campuran saya harus bermain di depan,” ujar Apriyani.

Apriyani/Dejan sebenarnya sudah menjalani debut sebagai pasangan ganda campuran di Taipei Open 2026 pada akhir Juli. Tapi, mereka langsung tersingkir di babak pertama setelah kalah dari pasangan Jepang Haruki Kawabe/Kokona Ishikawa.

Karena itu, penampilan di Pontianak bukan debut pertama Apriyani/Dejan, tetapi menjadi kesempatan penting bagi keduanya untuk melanjutkan proses adaptasi di nomor ganda campuran.

Selain Apriyani/Dejan, materi awal penyelenggara juga mencantumkan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana di sektor ganda campuran.

Pontianak International Challenge 2026 berlangsung hingga 30 Agustus. Selain mengejar gelar, para wakil Indonesia akan memanfaatkan turnamen ini untuk menguji kemampuan sekaligus mengumpulkan poin ranking BWF.(**)

KUDUS, MP – Timnas Putri U-16 Indonesia, Garuda Pertiwi, memang harus puas sebagai runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026. Namun, pelatih Timo Scheunemann melihat ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar trofi, yakni perkembangan mental bertanding para pemain muda Indonesia.

Garuda Pertiwi kalah tipis 0-1 dari Thailand pada final di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026). Gol tunggal Thailand dicetak Kawinthida Kikuntod melalui tendangan bebas pada menit ke-23.

Meski gagal menjadi juara, Timo tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Ia menilai para pemain mampu menunjukkan keberanian dan daya juang ketika menghadapi Thailand yang menjadi lawan tangguh di kawasan Asia Tenggara.

“Pemain sudah berjuang. Butuh mental yang luar biasa malam ini, butuh jiwa pejuang, dan itu mereka tunjukkan saat lawan Thailand. Jadi walaupun capek, mereka berjuang, mereka sudah kasih 100 persen,” ujar Timo.

Menurut Timo, pengalaman menghadapi tim seperti Thailand justru menjadi bagian penting dari proses perkembangan pemain. Sebelum final, ia memang menyebut Garuda Pertiwi membutuhkan pertandingan dengan lawan yang lebih kuat untuk mengukur sejauh mana kematangan skuadnya.

Timo: Banyak Pemain Bisa Tembus Timnas Senior

Timo bahkan melihat peluang sejumlah pemain Garuda Pertiwi untuk melanjutkan perjalanan hingga level timnas senior.

Namun, ia mengingatkan para pemain tidak boleh berhenti berkembang setelah tampil baik di turnamen ini.

“Saya rasa akan ada banyak pemain yang bisa tembus ke timnas senior asal mereka terus mengembangkan performa sama sikap di dalam maupun di luar lapangan. Saya ingin mereka kalau sudah ke senior bisa jauh lebih baik daripada yang ada sekarang,” ungkap Timo.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hasil di Srikandi Merdeka Cup bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Garuda Pertiwi.

Bagi Timo, turnamen ini juga menjadi bagian dari proses membentuk pemain yang lebih siap menghadapi tuntutan sepak bola di level yang lebih tinggi.

Garuda Pertiwi Tunjukkan Perkembangan Positif

Perjalanan Garuda Pertiwi menuju final juga menjadi modal positif.

Indonesia tampil impresif sepanjang turnamen dan melaju ke partai puncak setelah mengalahkan Yordania 3-0 pada semifinal. Hasil tersebut membuat Garuda Pertiwi bertemu Thailand di final setelah sebelumnya tampil tanpa kebobolan di fase grup.

Di laga final, Indonesia memang harus mengakui keunggulan Thailand. Namun, pertandingan berlangsung ketat dan Garuda Pertiwi tetap berusaha mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir.

Bahkan, menurut Timo, respons para pemain terhadap tekanan dan banyaknya pelanggaran sepanjang pertandingan juga menjadi bukti perkembangan mental mereka.

“Tadi banyak sekali pelanggaran dan mereka tanggapi dengan sangat baik sehingga kita dapat (penghargaan) tim fair play. Jadi, saya juga respek sama mereka, mentalitasnya udah oke banget,” katanya.

Garuda Pertiwi akhirnya mendapatkan penghargaan Tim Fair Play, sementara penjaga gawang Alleana Ayu Arumy dinobatkan sebagai kiper terbaik turnamen.

Thailand Jadi Ujian Penting Garuda Pertiwi

Kekalahan dari Thailand sekaligus memperlihatkan area yang masih perlu diperbaiki Indonesia.

Thailand mampu memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol kemenangan. Kawinthida melepaskan tendangan bebas yang gagal diantisipasi Alleana dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.

Bagi Garuda Pertiwi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.

Timo sebelumnya memang menempatkan turnamen ini sebagai kesempatan untuk melihat kualitas sebenarnya dari para pemain ketika menghadapi lawan yang lebih kuat.

Karena itu, posisi runner-up tidak lantas membuat perjalanan Garuda Pertiwi kehilangan makna.

Justru dari pertandingan seperti inilah tim pelatih dapat melihat sejauh mana pemain mampu bertahan dalam tekanan, menjaga konsentrasi, sekaligus merespons situasi sulit.

Srikandi Merdeka Cup Jadi Panggung Talenta Muda

Srikandi Merdeka Cup 2026 sendiri berlangsung pada 14-23 Agustus di Kudus dan diikuti tujuh negara Asia. Indonesia menurunkan dua tim, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara.

Bagi sepak bola putri Indonesia, kehadiran turnamen internasional seperti ini memberikan kesempatan bagi pemain usia muda untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari negara lain.

Hal tersebut juga sejalan dengan pandangan anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, yang menilai pengalaman bertanding di level internasional dapat memperluas talent pool Timnas Putri Indonesia.

“Peningkatan kualitas mental terlihat jelas ketika para srikandi muda melangkah ke lapangan tanpa rasa gugup saat bertemu dengan negara-negara raksasa Asia,” ujar Vivin.

Menurut dia, proses pembinaan berjenjang menjadi bagian penting agar para pemain muda tersebut memiliki fondasi kuat sebelum nantinya masuk ke level senior.

“Turnamen ini adalah awal, bukan akhir. Saya sangat berharap anak-anak ini tidak cepat puas, terus disiplin berlatih, dan konsisten mengembangkan kemampuan mereka di klub maupun akademi,” lanjutnya.

Dari Lapangan Menuju Timnas Senior

Optimisme serupa juga muncul dari penyelenggara turnamen.

Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menilai penampilan Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara menunjukkan adanya potensi besar yang bisa dikembangkan untuk masa depan Timnas Putri Indonesia.

“Kami juga melihat Timnas Indonesia yang Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Kami harapkan mereka-mereka ini yang nantinya akan menjadi tulang punggung bagi timnas senior putri Indonesia,” ujar Teddy.

Teddy menilai rangkaian pembinaan yang dilakukan sebelum turnamen dapat menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak pemain putri berkualitas.

Artinya, petualangan para pemain tidak berhenti setelah Srikandi Merdeka Cup berakhir. Mereka masih memiliki perjalanan panjang untuk terus mengasah kemampuan di klub, akademi, maupun kompetisi kelompok usia.

Kini, tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut terus berkembang hingga akhirnya melahirkan pemain-pemain yang siap menjadi bagian dari Timnas Putri Indonesia senior.(**)

SHAOXING, MP – Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (Perbafi) kembali mengharumkan nama Indonesia. Dua emas dibawa pulang dari WFF Asia Pacific Championship 2026.

WFF Asia Pacific Championships dihelat di Shaoxing, China, akhir pekan kemarin. Kejuaraan tahunan yang masuk kalender WFF Internasional ini diikuti atlet dari lebih dari 250 atlet dari 20 negara.

Perbafi mengirim lima atlet, empat di antaranya berhasil medali. Rinciannya dua medali emas dan satu medali perunggu dari Divisi Profesional, serta satu medali perak dari Divisi Amatir.

Dua medali emas dipersembahkan oleh Imelda Takasowa dari nomor Women Sportsmodel Pro dan Reimun Sarumaha pada nomor Jeans Model.

Kemudian perak diraih oleh Denny Enjel dari Men Beach Model-Amateur Division. Plus medali perunggu direngkuh Muhammad Iksir dari kategori Men Sportsmodel-Pro Division.

Hanya Rosiana Tasya yang gagal mendapatkan medali di kategori Miss Glamour. Meski demikian, pencapaian para atlet Perbafi itu sudah bikin sang ketua Kemalsyah Nasution.

“Selamat kepada seluruh atlet dan keluarga besar PERBAFI, WFF Indonesia. Terima kasih atas perjuangan, disiplin dan pengorbanannya untuk Merah Putih,” kata Kemalsyah dalam rilis kepada detikSport.

“Dari Indonesia, untuk dunia. Mandiri dalam perjuangan. Merah Putih dalam tujuan. Yang membanggakan adalah medali emas ini diraih di bulan Kemerdekaan,” tambah pria yang juga bertugas sebagai juri WFF Asia Pacific Championships 2026 itu.

Kabar membanggakan lainnya datang adalah Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah WFF Asia Pacific Championships 2027, yang rencananya digelar di Jakarta.(**)

BEIJING, MP – Sebuah robot humanoid menyelesaikan lari dalam waktu kurang dari 10 detik. Catatan waktunya mengalahkan rekor dunia manusia milik Usain Bolt!

World Humanoid Robot Games digelar di Beijing pada 22-26 Agustus 2026. Ajang ini menyerupai gelaran Olimpiade, tapi diikuti ribuan robot yang bertanding di 51 cabang olahraga.

Salah satu yang ditampilkan adalah kemampuan lari robot humanoid. Menukil The Guardian, salah satu robot bernama Lightning berhasil menyelesaikan lari 100 meter hanya dalam tempo 9,32 detik

Catatan waktunya bisa dibilang luar biasa. Kecepatan lari Lightning mengalahkan rekor dunia milik Usain Bolt dalam Kejuaraan Atletik Dunia di Berlin pada 2009 (9,58 detik).

memenangkan lomba lari setengah maraton Beijing (21 kilometer) pada April 2026.

Lightning mencatatkan waktu 50 menit dan 26 detik dalam lomba lari setengah maraton Beijing. Waktunya lebih cepat beberapa menit daripada pemegang rekor dunia manusia, Jacob Kiplimo (Uganda), yang menyelesaikan race 21 km di Lisbon selama 58 menit 20 detik pada Maret 2026.

Robot Lightning memiliki tinggi 169 sentimeter dan panjang kaki 95 sentimeter saat lomba setengah maraton. Kehadirannya menunjukkan kemajuan besar di bidang kecerdasan buatan, mengingat robot humanoid terbaik kesulitan menyelesaikan perlombaan tahun lalu.

China telah mempromosikan robot humanoid sebagai industri yang berkembang pesat. Para pembuat kebijakan dan perusahaan memprediksi kemajuan AI (akal imitasi) dan perangkat keras akan mempercepat penerapan di bidang manufaktur, logistik, dan aplikasi konsumen.(**)

ROMA, MP – AS Roma masih berburu pemain di sisa jendela transfer musim panas. Allenatore Giallorossi, Gian Piero Gasperini, secara terbuka mengungkapkan kebutuhan timnya demi menjaga daya saing, khususnya saat berlaga di panggung elite Liga Champions.

Strategi Transfer Roma

Roma berfokus mengincar pemain depan yang bisa bermain di tengah atau di kiri serta pelapis Wesley untuk pos bek kanan. Di sisa 10 hari bursa transfer, klub hanya akan merekrut sosok yang benar-benar mampu meningkatkan level permainan tim secara signifikan.

“Kami masih butuh dua pemain lagi untuk melengkapi skuad, terutama karena kami bermain di Liga Champions. Kami masih membutuhkan striker atau winger kiri dan pelapis Wesley,” kata Gasperini.

“Kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan dalam 10 hari terakhir ini, tapi kami tidak mau mendatangkan pemain karena terpaksa. Kami butuh pemain yang bisa meningkatkan level skuad,” tegasnya.

Pengorbanan Para Bintang Demi Keseimbangan Tim

Keinginan mendaratkan nama-nama besar terhalang oleh aturan ketat Financial Fair Play (FFP) UEFA serta kebijakan internal klub dalam menjaga kestabilan struktur gaji. Di tengah keterbatasan finansial yang mengikat, komitmen para pemain senior I Lupi menjadi angin segar bagi klub.

“Kami memulai dengan mencari nama-nama besar, tapi tak bisa merekrut mereka dengan kebutuhan mempertahankan struktur gaji di bawah nilai tertentu. Aturan FFP UEFA juga sangat membatasi kami,” bebernya.

Langkah kooperatif dari Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini, dan Bryan Cristante ini memberikan ruang bernapas bagi manajemen Roma untuk bermanuver di sisa bursa transfer tanpa melanggar regulasi keuangan.

“Karena itu saya senang dengan keputusan pemain seperti Dybala, Pellegrini, dan Cristante yang sepakat memangkas gaji mereka.(**)

JAKARTA, MP – Franco Morbidelli belum mendapatkan tim untuk MotoGP 2027. Rider asal Italia itu kini dikabarkan mau pindah ke Superbike.

Kontrak Morbidelli bersama tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team berakhir selepas musim MotoGP 2026. Dia belum mendapat perpanjangan kontrak untuk bisa ikut balapan musim depan.

Alih-alih memperpanjang kontrak Morbidelli, VR46 Racing Team malah mendatangkan Fermin Aldeguer. Tim asal Italia itu kabarnya juga mau merekrut pebalap Superbike Nicolo Bulega untuk musim 2027.

Rekan Morbidelli di VR46 Racing Team Fabio Di Giannantonio sudah meneken kontrak bersama KTM. Diggia dikontrak jangka panjang mulai musim 2027 membela pabrikan asal Austria itu.

Masa depan Morbidelli untuk musim 2027 kini jadi spekulasi. Menukil Marca, rider berusia 31 tahun itu justru dikaitkan dengan kepindahan ke Superbike.

Morbidelli akan tetap menunggang Ducati, tapi untuk kompetisi Superbike. FM21 ‘ditukar’ dengan Nicolo Bulega yang kemungkinan besar tampil di MotoGP musim depan.

Tim Ducati di Superbike awalnya berminat merekrut pebalap muda potensial Manu Gonzalez. Namun, Morbidelli diklaim lebih dipilih karena pengalaman dan jam terbangnya.

Morbidelli bukan satu-satunya rider MotoGP yang saat ini santer diisukan pindah ke Superbike tahun depan. Jack Miller, Alex Rins, dan Brad Binder juga kabarnya diincar tim-tim Superbike.(**)

JAKARTA, MP – Kota Tangerang resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hoki Indoor di GOR Nambo. Ajang ini diikuti 24 tim dari 12 provinsi di Indonesia.

Kejurnas Hoki Indoor dibuka oleh Gubernur Banten, H. Andra Soni, Minggu (23/8/2026). Perhelatan ini akan berlangsung selama tujuh hari.

Momen pembukaan juga dihadiri oleh Ketua Umum PP FHI Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, Sekjen FHI Yasser Arafat Suaidy, Ketua Pengprov FHI Banten HM Ali Hanafiah, dan Wali Kota Tangerang H. Sachrudin.

“Kami berharap prestasi olahraga hockey di Indonesia, khususnya di Banten, terus berkembang. Hoki merupakan olahraga Olimpiade yang populer di dunia, dan tugas kita bersama untuk makin mempopulerkannya di Tanah Air,” ujar Andra Soni dalam keterangan persnya.

Andra Soni, menyampaikan rasa hormatnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Federasi Hockey Indonesia (FHI). Pihaknya berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan kompetisi ini sesuai dengan standar terbaik.

“Hoki adalah olahraga global dengan lebih dari 3 miliar penggemar di seluruh dunia, berada di tingkat atas bersama sepakbola dan kriket. Kami berkomitmen penuh mendorong kemajuan prestasi hoki Indonesia melalui proses pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Andra Soni menyoroti catatan gemilang Timnas Hoki Indonesia yang sukses menyabet medali emas pada SEA Games di Bangkok 2025 dan Kamboja 2023, serta persiapan berlaga di Asian Games Nagoya mendatang. Guna menjaga tren positif ini, Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemkot Tangerang telah menyiapkan langkah strategis terkait penyediaan fasilitas olahraga.

Selain pemanfaatan indoor venue yang ada saat ini, Wali Kota Tangerang menginisiasi pembangunan GOR khusus hoki indoor pada tahun 2027. Fasilitas ini ditujukan untuk pembinaan atlet muda sekaligus persiapan Banten sebagai tuan rumah PON XXXII.

Tak berhenti di situ, Pemprov Banten juga berencana melengkapi area Banten Sport Center dengan Stadion Hockey Field (Hoki Lapangan) berstandar internasional, bersanding dengan fasilitas akuatik, atletik, beladiri, dan futsal yang telah direncanakan dalam RPJMD.

“Kejurnas ini sangat strategis sebagai tolak ukur pembinaan prestasi di daerah-daerah. Kami berharap seluruh atlet tampil maksimal mengeluarkan performa terbaik dari hasil latihan selama ini,” kata Budi Sulistijono.(**)

JAKARTA, MP –  Jonatan Christie dipastikan akan berada di peringkat satu dunia setelah BWF World Championships 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Chou Tien Chen kalah dari Kodai Naraoka pada semifinal Kejuaraan Dunia 2026.

Sebelum turnamen berlangsung, atlet yang akrab disapa Jojo itu menempati peringkat ketiga dunia dengan 89.231 poin berdasarkan ranking BWF per 18 Agustus 2026. Jojo saat itu berjarak sekitar 5.000 poin dari Shi Yu Qi yang berada di posisi teratas dengan 94.255 poin.

Namun, persaingan berubah setelah sejumlah pemain papan atas tersingkir lebih awal. Shi Yu Qi secara mengejutkan kalah dari wakil India, Ayush Shetty, pada babak 64 besar.

Posisi Puncak Makin Aman

Kunlavut Vitidsarn, yang menempati peringkat kedua dunia dengan 91.215 poin, juga tersingkir di perempat final. Hasil serupa dialami Anders Antonsen dari Denmark yang berada di peringkat keempat dengan 87,705 poin.

Sementara itu, Christo Popov dari Prancis yang menempati peringkat kelima dunia dengan 87.002 poin juga tersingkir pada babak awal. Kondisi tersebut membuat posisi Jonatan di puncak ranking dunia semakin aman.

Chou Tien Gagal Kejar Poin Jojo

Peluang Chou Tien Chen untuk merebut posisi nomor satu dunia sempat terbuka. Pebulu tangkis Taiwan yang menempati peringkat keenam dengan 84.280 poin itu membutuhkan hasil maksimal di BWF World Championships 2026. Langkah Chou terhenti di semifinal setelah kalah dari wakil Jepang, Kodai Naraoka.

Dengan estimasi 87.631 poin setelah penyesuaian hasil Kejuaraan Dunia, Jojo dipastikan tetap menjadi peringkat satu dunia pada pembaruan ranking BWF pekan depan.(**)

JAKARTA, MP – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tersingkir di perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026. Mereka mengaku sulit keluar dari tekanan lawan.

Alih-alih menjadi andalan Indonesia untuk merebut gelar juara dunia, Fajar/Fikri justru terhenti di babak delapan besar.

Unggulan kedua itu takluk dari ganda putra Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dalam laga yang bergulir Jumat (21/8/2026). Fajar/Fikri menyerah dari Lee/Yang dengan skor 19-21, 16-21.

Fajar mengatakan permainan lawan yang bertumpu pada kecepatan dan power membuat ia dan Fikri kesulitan keluar dari tekanan.

“Hari ini kami tidak bisa keluar dari tekanan, mereka bermain sangat baik dengan speed dan power yang luar biasa. Kami sudah mencoba tapi mereka tampil lebih baik,” kata Fajar dalam keterangannya melalui federasi.

Selain tekanan dari lawan, juara China Open 2026 ini juga mengaku terkejut dengan kondisi angin di lapangan.

“Gim pertama khususnya saya banyak ragu-ragu ya dengan permainan, sedikit kaget juga hembusan angin hari ini lumayan kencang ke pinggir jadi pengembalian bola saya banyak tidak pas,” dia mengungkapkan.

Sementara itu, Fikri menilai, lawan bermain sangat rapat dan membuat ia dan Fajar tak bisa bergerak leluasa menyerang.

“Kami tidak merasa terlalu ada pressure, di lapangan memang lawan bermain baik. Permainan mereka cukup mengagetkan dan solid, seperti sempit dan tidak ada celah di lapangan mereka,” kata Fikri.

Kekalahan ini menjadi evaluasinya untuk turnamen berikutnya. Terutama soal kecepatan menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.

“Banyak pelajaran untuk saya pribadi di Kejuaraan Dunia ini. Mau lawan siapapun kami harus selalu siap dan harus cepat adaptasi,” ujar Fikri.(**)

JAKARTA, MP – MLS menjatuhkan denda kepada Lionel Messi karena sengaja melakukan kontak fisik dengan Quinn Sullivan sewaktu Inter Miami ditahan Philadelphia Union pada tengah pekan ini.

Dalam laga di Subaru Park, Kamis (20/8/2026) WIB yang berakhir 2-2 itu, Messi menampar belakang leher Sullivan saat keduanya terlibat adu mulut. Tak cuma Messi, pemain Miami lainnya yakni Ian Fray turut didenda.

Bek berpaspor Jamaika itu juga terlibat gesekan dengan Sullivan dengan mencekek sang lawan. Namun tak diungkap berapa denda yang dijatuhkan untuk keduanya, seperti dilaporkan ESPN pada Jumat (21/8) waktu lokal.

Laga Philadelphia vs Miami berakhir dengan kartu merah untuk dua pemain di injury time babak kedua, yakni Yannick Bright dari kubu tim tamu dan Cavan Sullivan dari kubu tuan rumah. Keduanya terlibat keributan yang tak perlu saat tak menguasai bola.

Namun dalam putusan yang diumumkan pada Jumat, sanksi larangan main satu laga untuk Cavan Sullivan akhirnya dicabut menyusul peninjauan ulang oleh Panel Peninjau Independen.

Messi mencetak satu gol di laga itu, yang merupakan gol pertama sejak wafatnya sang ayah, Jorge Messi, karena sakit pada 8 Agustus lalu. Namun Miami belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir setelah kabar duka tersebut, tiga berujung kekalahan.(**)

Scroll to Top