Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mendorong seluruh perangkat daerah berkolaborasi mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Sekprov Denny saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Lapangan Agathis, Senin (6/7) pagi.

Dalam arahannya, Denny mencontohkan keberhasilan Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim), yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,9 persen.

Ia menyebutkan, meski memiliki wilayah yang relatif kecil dengan hanya empat kecamatan, Mojokerto mampu memaksimalkan potensi wisata, khususnya wisata sejarah, sehingga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberhasilan daerah lain dapat menjadi pembelajaran bagi kita. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujar Denny.

Denny menegaskan, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi memerlukan dukungan dan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui kolaborasi tersebut, ia optimistis potensi wisata yang dimiliki Kaltara dapat dikembangkan lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh bagi Kaltara. Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” tutupnya. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Deru mesin motor memecah suasana Sirkuit Bumi Rahayu, Bulungan, Minggu (5/7), saat para pembalap dari berbagai daerah bersaing dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Putaran 2 Region C Kalimantan Gubernur Kaltara Cup 2026.

Di tengah semangat kompetisi itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengajak generasi muda menyalurkan bakat balap melalui jalur yang aman, resmi dan berprestasi.

Mewakili Gubernur Kaltara, Denny menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan atlet otomotif sekaligus melahirkan talenta-talenta baru dari Kaltara.

“Melalui ajang ini kita berharap lahir pembalap-pembalap muda yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” kata Denny.

Menurutnya, sirkuit merupakan tempat terbaik bagi para pembalap mengasah kemampuan dan memacu adrenalin, bukan di jalan raya yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Ia berharap Kejurnas Motoprix dapat terus digelar setiap tahun sehingga pembinaan atlet otomotif berlangsung secara berkesinambungan hingga mampu mencetak pembalap yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Bagi Denny, kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang tercepat mencapai garis finis, tetapi juga tentang disiplin, keberanian, dan sportivitas yang harus dimiliki setiap pembalap.

Di sisi lain, ramainya kejuaraan juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Kehadiran peserta, tim, dan penonton ikut menggerakkan aktivitas UMKM serta meningkatkan kunjungan masyarakat ke Kabupaten Bulungan.

Sebelum menutup sambutannya, Denny mengajak masyarakat menjaga ketertiban selama perlombaan berlangsung. Kepada seluruh pembalap, ia berpesan agar tetap mengutamakan keselamatan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi, tetapi kejujuran dan disiplin adalah jati diri seorang juara sejati,” tutupnya.

Setelah membuka kejuaraan, Denny bersama Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltara Sulis Krisbowo menyaksikan jalannya perlombaan, menyerahkan piagam dan hadiah kepada para pemenang, kemudian menyempatkan diri meninjau paddock untuk menyapa para pembalap dan tim yang mengikuti Kejurnas Motoprix Gubernur Kaltara Cup 2026. (dkisp)

BULUNGAN, MP – Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si secara resmi menutup rangkaian Festival Bulungan Hibot 2026 yang digelar di Taman Budaya Tanjung Palas, Sabtu malam  (4/7).

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, jajaran perangkat daerah, tokoh adat, pelaku seni budaya, serta masyarakat.

Festival Bulungan Hibot 2026 yang berlangsung sejak 3 Juli menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Antara lain  Fun Race 100 Meter Tingkat Pelajar Open Kalimantan Utara, Lomba Mewarnai, Lomba Fotografi serta Lomba Muda Berkarya (Madya) yang menjadi wadah pelestarian seni budaya sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat, pelaku seni, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Bulungan Hibot 2026. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan panitia, perputaran ekonomi selama pelaksanaan festival mencapai kurang lebih Rp65 juta.

“Festival ini bukan hanya sekadar melestarikan seni dan budaya, tetapi juga memberikan panggung dan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk terlibat serta memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Festival Bulungan Hibot dan Festival Tempayan merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

“Harapan kita, anak-anak dan cucu-cucu kita mengetahui bahwa Kabupaten Bulungan memiliki kekayaan seni budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama,” katanya.

Bupati juga mengajak para orang tua, guru, pegiat seni budaya, serta para penutur bahasa daerah untuk terus mengenalkan bahasa dan budaya lokal kepada anak-anak melalui pendidikan formal maupun di lingkungan keluarga. Menurutnya, upaya tersebut telah didukung melalui muatan lokal di sekolah, namun memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Bupati menyampaikan bahwa Pemkab tengah mendorong pembentukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah berhimpunnya para pelaku seni budaya dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah.

Bupati menginformasikan rencana pembangunan 3 rumah adat suku asli Kabupaten Bulungan, yakni rumah adat Suku Dayak, Suku Bulungan, dan Suku Tidung di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati pada tahun 2026. Keberadaan rumah adat tersebut diharapkan menjadi pusat pembelajaran budaya bagi para pelajar sekaligus destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap kawasan Kebun Raya Bunda Hayati nantinya menjadi sarana edukasi budaya sekaligus destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk berbagai kegiatan dengan latar rumah adat sebagai identitas daerah,” jelasnya.

Bupati juga mengundang seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Festival Sungai Kayan yang akan digelar pada Oktober 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bulungan. Festival tersebut akan menghadirkan lomba dayung tradisional antar desa dan kecamatan sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.(**)

BULUNGAN, MP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bulungan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor pada Sabtu malam (4/6).

Kegiatan dibuka Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si dan diikuti jajaran pengurus, para ulama, tokoh masyarakat, badan otonom NU serta tamu undangan.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas digelarnya konfercab sebagai forum tertinggi untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memilih kepengurusan baru.

“Saya berharap Konfercab IV ini dapat menghasilkan kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu membawa NU Kabupaten Bulungan semakin maju serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Bupati.

Kegiatan ini juga diharapkan momentum memperkuat sinergi NU sebagai mitra pemerintah menjaga kerukunan umat, memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan daerah.

“Siapa pun nanti yang terpilih menjadi Pengurus Cabang NU Kabupaten Bulungan, saya berharap akan muncul ide-ide atau gagasan serta pokok pikiran  yang dapat berkontribusi  membantu membangun Kabupaten Bulungan,” imbuh Bupati.(**)

BULUNGAN, MP – Pembukaan Festival Bulungan Hibot 2026 berlangsung di kawasan Taman Budaya, Museum Kesultanan Tanjung Palas pada Jumat malam (3/7).

Festival yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si. Bupati turut mengajak segenap masyarakat menjaga akar budaya lokal.

Bupati menegaskan, modernisasi dan kemajuan infrastruktur di Bulungan jangan sampai menggerus akar budaya lokal.

“Spirit ini harus terus kita kawal dan terus kita jaga. Kemajuan Kabupaten Bulungan sebuah keniscayaan. Namun, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kita tidak kehilangan identitas kita, kearifan lokal kita sebagai warga masyarakat Kabupaten Bulungan,” ucap Bupati.

Dalam arahannya, Bupati meminta Kepala DKOP Bulungan bergerak cepat mengumpulkan para pencinta seni budaya. Targetnya yaitu membentuk Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah resmi anak muda berasah kemampuan.

Lalu warisan tradisi dan aneka ragam olahraga tradisional akan diinternalisasikan langsung ke dalam ruang-ruang kelas melalui program Pendidikan Muatan Lokal di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Langkah ini juga dikonversikan langsung dengan program prioritas Muda Berdaya, Muda Berkarya serta melibatkan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Kabupaten Bulungan demi menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai langka.

Bupati tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada tokoh adat, sesepuh, dan seluruh masyarakat Tanjung Palas. Ditegaskan, segenap unsur masyarakat adalah motor utama penggerak kelestarian budaya daerah.

“Saya berharap festival ini menjadi lem perekat sosial yang menyatukan beragam suku dan agama di Bulungan,” pesan Bupati.(**)

MALINAU, MP – Kabupaten Bulungan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Malinau.

Berdasarkan hasil keputusan Dewan Hakim, Kafilah Kabupaten Bulungan berhasil meraih nilai tertinggi sebanyak 611 poin, mengungguli Kabupaten Malinau di posisi kedua dengan 452 poin, Kota Tarakan di peringkat ketiga dengan 436 poin, Kabupaten Nunukan dengan 425 poin, serta Kabupaten Tana Tidung dengan 367 poin.

Penutupan MTQ X Kaltara berlangsung khidmat di Panggung Utama Padan Liu’ Burung, Lapangan Pro Sehat Malinau. Acara diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan Wakil Bupati Malinau mewakili Ketua Umum Panitia, Wempi W. Mawa.

Kegiatan kemudian secara resmi ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Utara, Drs. H. Sanusi, M.Si, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau atas suksesnya penyelenggaraan MTQ serta ucapan selamat kepada para pemenang yang akan mewakili Kalimantan Utara pada MTQ Tingkat Nasional.

Keberhasilan Kabupaten Bulungan kembali meraih Juara Umum menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat dalam membina generasi Qurani, sekaligus memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pembinaan tilawah, hafalan, serta pemahaman Al-Qur’an di Kabupaten Bulungan.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kafilah untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi MTQ Tingkat Nasional serta mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat yang lebih tinggi.(**)

MAHAKAM ULU, MP – Perjalanan itu jauh dari kata mudah. Selama hampir sembilan jam, rombongan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., harus berjibaku melewati jalan berlumpur, tanjakan curam, hingga ruas yang rusak parah untuk mencapai Kilometer (KM) 95 di jalur perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) – Kaltara, Kamis (2/7).

Bukan sekadar kunjungan lapangan, peninjauan tersebut menjadi upaya melihat langsung kondisi akses yang selama ini menjadi urat nadi penghubung masyarakat di wilayah perbatasan.

Bersama rombongan, Wagub Ingkong menyusuri ruas jalan milik PT. Adindo hingga ke titik yang selama ini dikenal memiliki medan paling berat.

Sepanjang perjalanan, kendaraan beberapa kali terjebak di kubangan lumpur dan harus saling ditarik agar dapat kembali melaju. Medan yang sulit dilalui menjadi gambaran nyata tantangan yang setiap hari dihadapi masyarakat maupun pelaku usaha dalam mendistribusikan barang dan menjangkau wilayah perbatasan.

Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi kunci untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Ingkong mengatakan hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan infrastruktur bersama pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, serta perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut.

“Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” kata Ingkong.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong percepatan pembangunan jalan yang menghubungkan kedua provinsi, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan akses yang selama ini menjadi hambatan aktivitas ekonomi.

“Saya berharap ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan perbaikan jalan akses perbatasan, agar konektivitas Kaltara-Kaltim semakin lancar dan tidak lagi menjadi kendala ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Melalui peninjauan langsung di lapangan, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan konektivitas wilayah perbatasan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mendorong PT. Benuanta Kaltara Jaya (BKJ) terus memperkuat tata kelola perusahaan agar mampu tumbuh secara profesional, kompetitif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT. BKJ di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (2/7). Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bertindak sebagai pemegang saham tunggal perusahaan milik daerah tersebut.

Menurut Gubernur Zainal, RUPS merupakan organ perseroan yang memiliki kewenangan mengevaluasi kinerja perusahaan, menyetujui laporan tahunan, sekaligus menetapkan arah kebijakan perusahaan ke depan.

“RUPS Tahunan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan forum strategis bagi saya selaku pemegang saham untuk memastikan pengelolaan perusahaan telah berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya,” ujar Zainal.

Ia menegaskan, sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), PT. BKJ memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Selain menghasilkan keuntungan, perusahaan juga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan sesuai bidang usahanya, menciptakan nilai tambah terhadap potensi daerah, dan memberikan kontribusi berkelanjutan melalui dividen yang sehat.

Zainal berharap seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris dapat menjadikan hasil evaluasi RUPS sebagai langkah memperkuat kinerja perusahaan.

“Evaluasi ini bukan semata untuk menilai hasil yang dicapai, tetapi menjadi dasar menyusun strategi yang lebih baik agar perseroan mampu tumbuh secara sehat, profesional, kompetitif dan memberikan manfaat optimal bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mendorong terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara PT. BKJ dengan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun BUMD lainnya di Kaltara agar peluang usaha dan pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Menutup arahannya, Zainal berharap seluruh agenda RUPS dapat menghasilkan keputusan terbaik demi keberlanjutan dan kemajuan PT. BKJ.

PT. BKJ merupakan perusahaan milik daerah yang bergerak di bidang jasa, perdagangan, industri, pariwisata, dan agroindustri. Saat ini perusahaan memfokuskan pengembangan usahanya pada sektor perdagangan umum, jasa konstruksi dan properti. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kalimantan Utara (Kaltara) membawa kabar membanggakan. Provinsi termuda di Indonesia ini kini tercatat sebagai provinsi teraman kedua di tingkat nasional setelah Bali. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., usai menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Rabu, (1/7).

Gubernur Zainal mengatakan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi seluruh elemen daerah, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga aparat keamanan yang terus menjaga stabilitas di Bumi Benuanta.

“Kita bersyukur Kaltara menjadi provinsi teraman nomor dua di Indonesia setelah Bali. Capaian ini harus terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Zainal.

Ia berharap predikat sebagai provinsi teraman kedua tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, daerah yang aman akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan. Investor lebih percaya menanamkan modalnya, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Zainal juga menyoroti pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antar pimpinan daerah tidak hanya dilakukan melalui rapat resmi, tetapi juga dalam suasana santai yang semakin memperkuat koordinasi.

“Kami sering bertemu, berdiskusi, bahkan ngopi bersama untuk memastikan komunikasi tetap terjalin dan setiap persoalan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menilai sinergi yang selama ini terbangun menjadi kunci terjaganya keamanan di Kaltara.

Menurutnya, komunikasi yang cepat dan kolaborasi antar instansi membuat berbagai persoalan dapat ditangani secara efektif sehingga stabilitas daerah tetap terpelihara.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama Forkopimda berkomitmen terus menjaga keamanan sebagai fondasi utama bagi pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tumbuhnya investasi di wilayah perbatasan Indonesia tersebut. (dkisp)

TANJUNG SELOR, MP – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat ratusan purnawirawan Polri berkumpul memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) di Gang H. Raju, Jelarai, Kamis (2/7).

Di tengah kebersamaan itu, hadir sosok yang tak asing bagi mereka, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang pernah mengabdikan diri sebagai anggota Polri.

Jabat tangan erat, pelukan hangat, hingga canda bersama para senior dan rekan lama menggambarkan bahwa ikatan persaudaraan di lingkungan Bhayangkara tetap terjalin meski masa dinas telah usai.

Di hadapan para purnawirawan, Zainal mengingatkan bahwa seorang Bhayangkara sejati tidak pernah berhenti mengabdi hanya karena memasuki masa pensiun.

“Jiwa Bhayangkara tidak pernah pensiun. Pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara akan terus hidup dalam diri setiap insan Bhayangkara,” kata Zainal.

Menurutnya, nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, kedisiplinan dan semangat melayani masyarakat merupakan bekal yang akan terus melekat sepanjang hayat.

Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada seluruh anggota PP Polri yang telah meletakkan fondasi keamanan dan ketertiban di Kaltara. Berkat dedikasi mereka selama bertugas, masyarakat kini dapat menikmati suasana daerah yang aman, damai dan kondusif.

Di tengah pesatnya pembangunan Kaltara, Zainal mengajak PP Polri untuk terus mengambil peran di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai tempat berkumpul para purnawirawan, tetapi juga sebagai sumber pengalaman, teladan dan mitra pemerintah dalam menjaga persatuan.

“Pengalaman yang dimiliki para purnawirawan merupakan modal besar untuk membimbing generasi muda dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” tutupnya. (dkisp)

Scroll to Top