Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TARAKAN, MANDAUPOST – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan sinyal alokasi dana besar untuk mengakselerasi sektor pertanian di Kalimantan Utara (Kaltara). Dalam kunjungan kerjanya di Kota Tarakan membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA), Mentan mendesak Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, dan Bupati/Walikota segera mengambil bagian dari anggaran Rp40 triliun yang dialokasikan untuk APBN tahun depan, plus tambahan Rp9,95 triliun ABT (Anggaran Biaya Tambahan) tahun ini, Senin (29/09).

Amran tegas menyoroti minimnya proposal yang diajukan oleh dinas terkait, padahal Kementan telah menyiapkan dukungan besar untuk komoditas strategis.

Mentan meminta proposal realistis dari pemerintah daerah harus segera dikirim. Jika tidak bisa terealisasi tahun ini, Amran menargetkan implementasi bantuan harus berjalan paling lambat pada Januari tahun depan.

“Kalau bisa ini tahun, usahakan, masih ada waktu tiga bulan. Tapi kalau tidak bisa, Pak Gubernur, tolong Bupati, persiapkan Januari,” ujar Mentan.

Fokus utama Mentan beralih ke komoditas kelapa, yang dinilai sedang berada di masa keemasan. Menurutnya, harga kelapa telah melonjak tajam, dari kisaran Rp1.000-Rp1.350 per biji, kini mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per biji.

Kenaikan harga ini disebut Mentan Amran, terjadi pergeseran konsumsi global yang masif, di mana permintaan coconut milk dan Palm Coconut Oil (PCO) melonjak di Tiongkok, Eropa, dan India, menggeser konsumsi susu hewan.

“Karena ada pergeseran konsumsi dari susu biasanya, bergeser menjadi coconut milk. Dari susu kelapa dan PCO di China dengan Eropa. India ini penduduk terbesar, ini ada pergeseran. Nah ini kita harus penuhi dunia. Sehingga akhir-akhir ini industri kelapa dalam negeri kesulitan bahan baku,” papar Amran.

Kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemasok komoditas strategis utama di pasar global.

Amran menekankan perlunya semangat “petarung” dari kepala daerah untuk merealisasikan target ini, mengutip keberhasilan Presiden yang mampu mempercepat target swasembada pangan dari 4 tahun menjadi 3 tahun.

“Pak Gubernur, kalau bisa kita yang mensuplai komoditas strategis Malaysia. Kami tadi dari perbatasan. Kita suplai ke sana, jangan kita kalah dengan Thailand, Vietnam, India, Pakistan,” demikian Amran Sulaiman.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Upacara Serah Terima Jabatan Kepala Staf Korem 092/Maharajalila dan Komandan Kodim 0903/Bulungan, telah diselenggarakan pada Senin (29/09).

Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja resmi menggantikan Kolonel Inf Prasetyo Ari Wibowo sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0903/Bulungan.

Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, menyatakan bahwa kegiatan pergantian merupakan kegiatan rutin tour of area atau tour of duty. Ia menekankan bahwa selama ini kinerja jajaran Kodim 0903/Bulungan telah menjalankan tugasnya dengan baik, begitupun juga hubungan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Dengan ini Dandim yang baru akan meneruskan apa yang telah dirintis oleh Dandim yang lama,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim yang baru, Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh Dandim sebelumnya, khususnya ketahanan pangan di wilayah Bulungan. Ia menyampaikan, tersedia lahan pertanian dan petak sawah yang siap dikerjakan bersama kelompok petani yang telah ditunjuk.

“Program ketahanan pangan ini adalah strategi dari pemerintah pusat yang harus didukung di tingkat daerah, apalagi untuk kebutuhan lokal masyarakat Bulungan. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Dhuwi menyampaikan pesan yang diterima dari mantan Dandim, yaitu memprioritaskan dan mendukung pembinaan teritorial, menjunjung tinggi adat, menghormati tokoh-tokoh masyarakat dan adat yang ada di Kab. Bulungan.

“Langkah awal saya menjabat adalah mempelajari tugas, mengumpulkan keterangan-keterangan, belajar masalah, yang sudah baik saya pertahankan dan tingkatkan, yang belum akan saya benahi secara bertahap,” tambahnya.

Diharapkan dengan pergantian kepemimpinan ini, Kodim 0903/Bulungan akan lebih baik dalam memajukan pembangunan daerah, menjaga keamanan dan stabilitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulungan.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Pemerintah Kabupaten Bulungan meresmikan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Kaltimtara, di kawasan Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (28/9).

Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa TP2DD merupakan tim yang dibentuk oleh pemerintah daerah dengan bantuan Bank Kaltimtara dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan pembetukan tim ini adalah untuk mempercepat digitalisasi layanan publik agar mempermudah masyarakat Kab. Bulungan dalam mengakses layanan.

“Era digitalisasi sudah kita masuki. Semua layanan kini bisa diakses dengan lebih mudah dan dekat dengan masyarakat. Saya mengapresiasi kerja TP2DD sejak 2022 hingga 2025 ini, dengan rata-rata indeks pelayanan publik berada di atas 90 persen. Ini bukti kerja nyata mendorong digitalisasi di Bulungan,” ungkap Syarwani.

Agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara menyeluruh, Bupati berharap sosialisasi TP2DD dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di 74 desa dan 10 kecamatan di Bulungan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Bulungan, Zulkifli menambahkan, TP2DD dibentuk secara integral dari pusat hingga desa. Ia menegaskan pentingnya sistem pembayaran non-tunai atau cashless yang memudahkan transaksi publik.

“Pembayaran, baik formal maupun nonformal, kini bisa dilakukan dengan non-tunai, misalnya menggunakan QRIS di warung. Ini akan mempermudah transaksi keuangan daerah sekaligus mendorong partisipasi pelaku usaha dalam digitalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bank Kaltimtara Tanjung Selor, Heri Herianto, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan TP2DD.

“Sebagai bagian TP2DD dan selaku pemegang kas daerah Kab. Bulungan, kami dituntut untuk menyediakan kanal-kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah,” terang Heri.

Ia menambahkan, kini pihaknya telah menyiapkan aplikasi DG by Bank Kaltimtara, QRIS, ATM, maupun kantor pelayanan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan Kab. Bulungan. Selain itu, Bank Kaltimtara juga menghadirkan tapping box di hotel dan restoran yang berada di Kab. Bulungan.

Dengan adanya TP2DD, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap digitalisasi layanan publik semakin meringankan masyarakat sebagai wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan transaksi keuangan lainnya.(cda)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, meninjau langsung proyek pembangunan turap dan jalan akses SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kamis (25/09).

Kegiatan ini merupakan bagian agenda monitoring dan evaluasi (monev) proyek-proyek yang dibiayai APBD Pemprov Kaltara 2025 di berbagai daerah.

Proyek senilai Rp2,29 miliar ini ditarget rampung pada 23 Desember 2025. Hingga saat ini, progres pembangunannya tercatat sebesar 10%.

Dalam kunjungannya, Wagub Ingkong Ala menekankan pentingnya percepatan pengerjaan proyek. Ia meminta pihak kontraktor untuk segera meningkatkan mobilisasi material agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar mutu dan tenggat waktu yang telah disepakati.

Tidak hanya fokus pada proyek infrastruktur, Wagub Ingkong Ala juga menyempatkan diri bertemu dengan puluhan siswa SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, yang sebagian besar merupakan anak-anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Dalam kesempatan ini, Wagub memberikan motivasi inspiratif.

“Tantangan di perbatasan ini tidak mudah. Kalian adalah aset berharga, bahkan bangsa. Dengan disiplin, patuh pada guru, dan mengikuti proses belajar dengan baik, kalian akan bisa meraih cita-cita merubah nasib keluarga,” ujar Wagub Ingkong Ala.

Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa bersemangat menuntut ilmu, bersaing secara sehat untuk meraih prestasi, serta membangun karakter yang kuat agar kelak menjadi kebanggaan keluarga.

Wagub juga secara tegas meminta para siswa untuk menjauhi narkoba agar menjadi generasi muda yang sehat dan dapat mencapai cita-cita di masa depan.(**)

MALINAU, MANDAUPOST Menjelang pelaksanaan Festival Budaya Irau ke-11 yang akan digelar pada 7 hingga 26 Oktober 2025, Pemerintah Kecamatan Malinau Kota memperkuat sinergi dengan pengusaha perhotelan dan penginapan setempat.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh tamu yang datang dapat memperoleh pelayanan terbaik, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, maupun ketersediaan kamar.

Camat Malinau Kota, Muhamad Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menggelar rapat koordinasi dengan 14 pengelola hotel dan penginapan. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus pemetaan kesiapan sektor akomodasi yang diperkirakan akan menampung ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

“Festival Irau selalu menyedot perhatian banyak pengunjung. Karena itu, kami ingin memastikan pengelola akomodasi sudah siap menghadapi lonjakan tamu. Pembahasan tidak hanya menyangkut jumlah kamar, tetapi juga pelayanan, keamanan, serta kenyamanan,” terang Yusuf, Kamis (25/09).

Berdasarkan data terbaru, kapasitas kamar hotel dan penginapan di Malinau Kota mencapai sekitar 400 unit dengan variasi antara 10 hingga 50 kamar di tiap tempat. Tingkat pemesanan sudah cukup tinggi, rata-rata 60–70 persen, bahkan beberapa penginapan telah melaporkan okupansi penuh untuk periode festival.

Para pelaku usaha juga menunjukkan kesiapan mereka. Yulius Lalong, pemilik Aco Borneo Hotel, menuturkan pihaknya menambah tenaga kerja dan melakukan pengaturan reservasi sejak jauh-jauh hari.

“Irau merupakan momentum penting bagi Malinau. Kami ingin memastikan tamu yang datang mendapat layanan terbaik,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti pada penyediaan kamar, Kecamatan Malinau Kota juga menyiapkan langkah antisipasi tambahan.

Salah satunya adalah pembentukan posko informasi dan kanal pengaduan yang bisa diakses pengunjung jika mengalami kendala.

“Dengan adanya posko ini, setiap masalah bisa cepat ditangani sehingga tamu merasa aman dan nyaman,” tambah Yusuf.

Melalui kerja sama yang erat dengan dunia usaha, pemerintah kecamatan optimistis penyelenggaraan Festival Irau tahun ini akan berjalan sukses.

Selain menampilkan kekayaan budaya, acara tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra Malinau sebagai daerah tujuan wisata budaya.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Seremonial Pemasangan Sambungan Rumah Gratis Pemerintah (SRGP) Kota Tarakan Tahun 2025 dan Peninjauan Pekerjaan Pengembangan Jaringan Pipa Distribusi, Kamis (25/09).

Seremonial pemasangan ditandai dengan penghidupan keran air di RT 14 dan RT 15 Kelurahan Gunung Amal oleh Wali Kota Tarakan, Khairul. Selain itu, Wali Kota juga meninjau langsung pekerjaan pemasangan pipa di Jalan Kusuma Bangsa, berupa pembaruan pipa lama menggunakan metode bor. Hingga saat ini, pipa telah terpasang sepanjang 1,2 km dan ditargetkan dalam dua minggu ke depan mencapai 3 km untuk menjangkau wilayah pesisir.

Sejak program sambungan gratis PDAM diluncurkan pada tahun 2019 hingga 2025, sudah terpasang sebanyak 28.366 sambungan. Khusus tahun 2025, Wali Kota menargetkan pemasangan 3.000 sambungan baru.

Wali Kota di kesempatan ini menyampaikan bahwa sebagian besar pengelolaan dan pengembangan layanan PDAM kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBD. Melainkan, juga dibiayai dari iuran bulanan pelanggan sehingga pemasangan maupun perbaikan jaringan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu prosedur penganggaran yang panjang.

Saat ini, PDAM juga telah melakukan koneksi antar embung sehingga pasokan air lebih terjamin. Penambahan cadangan air turut dilakukan melalui pembangunan reservoir.

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa pemerintah bersama PDAM sedang mengupayakan pembangunan embung baru. Bahkan, opsi pengambilan air dari wilayah seberang juga sedang dijajaki, mengingat Tarakan tidak memiliki sungai besar sebagai sumber utama.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, melanjutkan monitoring dan evaluasi (monev) sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBD Pemprov Kaltara, di Kabupaten Nunukan, Rabu (24/9).

Kunjungan kerja di Nunukan difokuskan pada percepatan penyelesaian proyek-proyek vital, khususnya pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Nunukan yang telah tiga tahun beroperasi tanpa gedung permanen.

Wakil Gubernur Ingkong Ala didampingi oleh Wakil Bupati Nunukan Hermanus, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Jaini, Kepala Biro Administrasi Pembangunan H. Sapi’i, serta Plt. Kepala Disdikbud Kaltara Hasanuddin. Kunjungan ini juga turut untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan proyek-proyek APBD Pemprov Kaltara Tahun Anggaran 2025.

Salah satu sorotan utama kunjungan ini adalah pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 3 Nunukan di Jalan Abdul Rajab, Kelurahan Sei Bilal, Kecamatan Nunukan Barat. Sejak didirikan pada Juli 2022, sekolah ini belum pernah memiliki gedung sendiri. Proses belajar mengajar (PBM) selama ini dilakukan di SD Negeri 11 Nunukan.

Proyek senilai Rp11,4 miliar ini ditargetkan selesai pada Desember 2025. Dengan progres fisik saat ini 30%, Ingkong Ala meminta pihak kontraktor untuk mempercepat pekerjaan tanpa mengesampingkan kualitas.

“Kami minta semua pelaksana memanajemen waktu dengan baik. Cuaca tidak bisa kita prediksi, jadi kita yang harus beradaptasi. Jika cuaca bagus, manfaatkan untuk kerja lembur. Namun, kualitas harus tetap terjamin untuk dapat digunakan dalam masa waktu yang panjang ke depan,” ujar Wagub Ingkong Ala.

Gedung baru SMAN 3 Nunukan akan dibangun dua lantai dengan delapan ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, dan satu ruang wakil kepala sekolah di atas lahan seluas 1,4 hektare. Saat ini, SMAN 3 Nunukan memiliki 324 siswa yang akan meluluskan 103 siswa, serta 24 guru dan 19 tenaga kependidikan.

Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kaltara atas respons cepat terhadap kebutuhan pendidikan di Nunukan.

“Dengan pembangunan gedung baru ini, kami yakin dapat menampung lebih banyak siswa dan mengurangi kekurangan daya tampung, karena ada lebih dari 3.000 siswa SMP yang akan naik ke jenjang SMA di Pulau Nunukan,” jelas Hermanus.

Selain fokus utama pada pembangunan gedung SMAN 3, Wakil Gubernur Ingkong Ala juga meninjau sejumlah proyek infrastruktur penting lainnya yang sedang berjalan di Nunukan. Antara lain adalah pembangunan gedung kantor UPT Bapenda Kelas A Wilayah Nunukan yang memiliki nilai proyek Rp3,6 miliar dan telah mencapai progres fisik 50%.

Tak hanya itu, Ingkong Ala turut memantau pembangunan Jalan Coastal Road Nunukan senilai Rp4,3 miliar dengan progres 40% untuk ruas Rusunawa hingga Pangkalan TNI AL. Proyek ini sangat strategis karena akan meningkatkan konektivitas di wilayah pesisir.

Selanjutnya, untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas, Pemprov juga melakukan penanganan longsor di ruas Lingkar Pulau Nunukan senilai Rp2,9 miliar, yang penanganan sepanjang 112 meter ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Terakhir, monev juga mencakup penanganan long segment Jalan Lingkar Pulau Nunukan senilai Rp4,9 miliar yang meliputi pekerjaan agregat hingga perkerasan aspal sepanjang 939 meter, dengan progres fisik mencapai 21,10%. Seluruh proyek ini menunjukkan komitmen Pemprov Kaltara meratakan pembangunan dan meningkatkan kualitas infrastruktur di Kabupaten Nunukan.

Dalam kunjungannya, Ingkong Ala juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Nunukan yang telah telah mendampingi. Kami harap Pemda Nunukan juga ikut mengawasi agar pembangunan berjalan tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Wagub juga mengingatkan para pelaksana proyek untuk tidak ragu menyampaikan kendala di lapangan.

“Mari kita cari solusi bersama. Yang paling penting adalah koordinasi yang kuat agar proyek tidak molor dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tutupnya. (**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Wali Kota Tarakan, Khairul, menghadiri sekaligus melepas secara resmi peserta Pekan Daerah (PEDA) KTNA III Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025, yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Rabu (24/09).

Kota Tarakan sebagai tuan rumah kegiatan ini, yang menjadi ajang strategis bagi pemberdayaan petani dan nelayan se-Kalimantan Utara. Sebanyak 200 peserta dari Kota Tarakan akan berpartisipasi, membawa semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya PEDA bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antar pelaku utama di lapangan. Ia juga menyampaikan komitmen Pemkot Tarakan dalam mendukung transformasi sektor pertanian dan kelautan melalui program pelatihan, bantuan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani dan nelayan.

“Bawalah semangat positif, jadilah duta pertanian dan perikanan yang tangguh dan inovatif. Tunjukkan karakter sebagai perwakilan Kota Tarakan,” pesan Wali Kota kepada para peserta.

PEDA KTNA III diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dan mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan yang lebih berkelanjutan di Kalimantan Utara. (**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST Pemerintah Kabupaten Tana Tidung kembali mencatat momen penting dalam pembangunan daerah. Sebanyak 554 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sekaligus menandatangani perjanjian kerja yang digelar di halaman Pendopo Djaparudin, pada Rabu (24/09).

Acara yang digelar dengan penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali dan sambutan dibacakan oleh Wakil Bupati Sabri. Ia menegaskan, hadirnya ratusan PPPK baru akan menjadi motor tambahan bagi percepatan kinerja pemerintah daerah.

“Hari ini Tana Tidung menambah amunisi baru. Dengan 554 PPPK yang resmi bertugas, kita berharap target-target pembangunan di setiap OPD bisa berjalan maksimal. Kehadiran mereka adalah energi baru bagi daerah,” ujar Sabri.

Sabri menjelaskan, penempatan PPPK dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Oleh sebab itu, mereka tidak akan dimutasikan.

“Mereka sudah ditempatkan sesuai formasi dan kebutuhan. Jadi, akan fokus bekerja di tempat tersebut. Meski kontrak mereka lima tahun, evaluasi kinerja tetap kita lakukan setiap tahun,” jelasnya.

Ada Teguran hingga Pemutusan Kontrak

Dalam kesempatan itu, Sabri juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab. Bagi PPPK yang kinerjanya kurang baik, Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan mekanisme sanksi.

“Kalau ada yang tidak menunjukkan kinerja, akan ada teguran. Jika tidak berubah, diberikan surat peringatan, dan bila tetap tidak ada perbaikan, bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja,” tegasnya.

Wabup juga turut menjelaskan perbedaan mendasar antara PPPK dengan CPNS. Menurutnya, CPNS masih melewati masa percobaan satu hingga dua tahun sebelum resmi diangkat, sementara PPPK setelah lulus seleksi langsung bekerja dan menerima hak sesuai golongan.

Namun, ada beberapa hal yang masih dalam pembahasan, seperti tunjangan pensiun dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“TPP akan kita sesuaikan dengan kemampuan daerah. Bisa sama dengan PNS, bisa juga berbeda. Untuk pensiun PPPK, masih kita tunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah pusat,” tambah Sabri.

Energi Baru untuk Pembangunan

Dengan resmi bertugasnya 554 PPPK ini, Pemkab Tana Tidung berharap pelayanan publik semakin optimal dan program pembangunan dapat dijalankan lebih cepat serta tepat sasaran.

“Semoga kehadiran mereka menambah semangat dan memberi warna baru dalam mewujudkan Tana Tidung yang lebih maju,” tutup Sabri.(**)

MALINAU, MANDAUPOST – Festival Budaya IRAU 2025 kembali menghadirkan kisah inspiratif tentang kuatnya ikatan budaya masyarakat Malinau. Warga pedalaman Kecamatan Mentarang Hulu, khususnya dari Desa Long Pala, rela menempuh perjalanan panjang hingga dua hari melewati aliran sungai dan hutan demi berpartisipasi dalam pesta budaya terbesar di Kabupaten Malinau tersebut.

Camat Mentarang Hulu, Paris, menjelaskan bahwa sejak awal pekan, sejumlah warga sudah mulai bergerak menuju ibu kota kabupaten. Desa Long Pala yang berada di ujung wilayah Mentarang Hulu menjadi salah satu desa terjauh.

“Mereka harus menggunakan ketinting dari Long Pala menuju Long Berang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan longboat ke Malinau. Biasanya, rombongan bermalam terlebih dahulu di Long Berang sebelum melanjutkan perjalanan. Total perjalanan bisa memakan waktu dua hari,” ujar Paris, Selasa (23/9).

Biaya Tinggi, Semangat Tak Surut

Paris menambahkan, jarak tempuh yang jauh membuat ongkos perjalanan cukup besar. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat warga.

“Walaupun dengan biaya yang tinggi, masyarakat tetap bersemangat hadir. Antusiasme mereka luar biasa, ini bukti bahwa Irau bukan sekadar acara hiburan, melainkan pesta budaya yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Tidak Hanya Menonton, Tapi Juga Berkontribusi

Partisipasi warga pedalaman tidak sebatas hadir sebagai penonton. Mereka turut membawa produk unggulan desa untuk dipamerkan dan dijual pada stan UMKM Festival Irau 2025.

Beberapa produk yang disiapkan di antaranya: Parang adat dan tombak hasil kerajinan pandai besi lokal,Alat penangkap ikan tradisional khas sungai pedalaman, Kerajinan tangan dari bahan alam seperti anjat (tas rotan) dan tampi (anyaman penampi beras).

Produk-produk tersebut bukan hanya hasil kerajinan tangan, melainkan juga simbol identitas budaya masyarakat Mentarang Hulu.

Agar para pengrajin tidak terbebani risiko kerugian, pemerintah desa mengimbau agar produk-produk itu terlebih dahulu dibeli melalui dana desa atau koperasi lokal.

“Kami ingin para pelaku UMKM tetap semangat, tidak takut rugi, dan yakin bahwa karya mereka dihargai,” tegas Paris.

Bukti Kuatnya Ikatan Budaya

Perjuangan warga Long Pala dan desa-desa pedalaman lain menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap Festival Irau. Meski medan berat dan biaya tinggi menjadi tantangan, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya membuat mereka tetap hadir.

Festival Budaya Irau sendiri telah menjadi agenda tahunan yang sangat ditunggu-tunggu, bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ajang pemersatu etnis, budaya, dan agama di Malinau.

Kehadiran warga pedalaman, lengkap dengan produk dan kesenian asli mereka, diharapkan membuat IRAU 2025 semakin meriah sekaligus memperkuat jati diri budaya Bumi Intimung.(**)

Scroll to Top