Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TARAKAN, MANDAUPOST Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) menghadiri Rapat Tim Reses Komisi II DPR RI Masa Persidangan I Sidang 2025-2026 Provinsi Kalimantan Utara, di Kota Tarakan, Jumat (3/10).

Rapat reses ini turut serta dihadiri anggota Komisi II DPR RI dan Wamendagri, Bima Arya Sugiarto beserta rombongan.

“Kunjungan ini tentu tidak hanya bagian dari program kerja DPR RI, tetapi juga merupakan wujud perhatian dan komitmen DPR RI dalam mengawal pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara. Semoga kedatangan ibu dan bapak membawa perubahan dan manfaat yang baik bagi Kalimantan Utara,” ujar Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal memaparkan Kalimantan Utara adalah beranda depan NKRI, dengan garis batas langsung dengan negara tetangga, Malaysia, di wilayah Sebatik, Krayan, Lumbis Ogong, dan Long Midang.

“Kondisi geografis seperti ini menghadirkan tanggung jawab strategis yang membutuhkan dukungan kebijakan pusat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal memaparkan penguatan pemerintah daerah dan otonomi di wilayah perbatasan. Dijelaskannya, Sebatik, Krayan, dan beberapa wilayah lain telah lama menyuarakan pemekaran untuk mempercepat pelayanan publik dan memperkuat kehadiran negara.

“Aspirasi daerah otonomi baru memerlukan telaah kebijakan dan dukungan legislasi agar masyarakat perbatasan tidak merasa menjadi penonton di wilayah sendiri,” ujarnya.

Ia menyambut baik rencana Komisi II DPR RI untuk melakukan kunjungan ke PLBN di wilayah Sebatik.

“PLBN tidak boleh hanya berfungsi sebagai pintu keluar masuk orang dan barang, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perdagangan lintas batas, UMKM, karantina, dan layanan keimigrasian,” tambah Gubernur Zainal.

Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, mengatakan Kalimantan Utara merupakan etalase kedaulatan bangsa yang letaknya berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kaltara sebagai beranda terdepan NKRI tentu memiki aspek geopolitik yang sangat penting, aspek pertahanan, ekonomi, dan sosial budaya. Oleh karena itu, kita berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah secara serius menjaga marwah NKRI di daerah perbatasan,” ujarnya.

“Kehadiran Komisi II DPR RI hari ini adalah sebagai fungsi pengawasan DPR RI dalam pelaksanaan kebijakan program pemerintah,” tambahnya.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOSTFestival Sungai Kayan (FSK) 2025 resmi bergulir di Sungai Kayan, yang tepusat di Dermaga Pelabuhan VIP, Tanjung Selor, pada Senin (6/10).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235.

Ketua Panitia FSK 2025, Iwan Sugiyanta, dalam laporannya menyampaikan bahwa total peserta yang berkompetisi mencapai 130 perahu. Jumlah ini melibatkan total 3.550 pendayung.

“Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa, dari setiap tahun jumlah peserta semakin meningkat,” ujar Iwan, yang berharap penyelenggaraan ke depan dapat lebih maju lagi.

Festival Sungai Kayan ini bertujuan utama untuk melestarikan tradisi sekaligus kearifan budaya lokal, khususnya di Kabupaten Bulungan. Selain itu, festival Sungai Kayan juga menjadi upaya untuk menumbuhkembangkan potensi wisata serta menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Iwan menambahkan, Festival Sungai Kayan 2025 juga sudah masuk dalam calender of event yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Festival ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 6 hingga 8 Oktober. Ada sebanyak 130 perahu yang terbagi dalam beberapa kategori kelas: Kelas 20 putra: 48 perahu, Kelas 20 putri: 25 perahu, Kelas 30 putra: 28 perahu, Kelas 30 putri: 10 perahu, Kelas 50 putra: 12 perahu, Kelas 50 putri: 7 perahu.

Ia juga menegaskan untuk menjamin keselamatan dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat keikutsertaan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bulungan Syarwani, didampingi Wakil Bupati Kilat, secara resmi membuka gelaran Festival Sungai Kayan 2025 ini yang ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan Festival Sungai Kayan 2025. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk melestarikan dan mempertahankan kearifan lokal dari para leluhur.

Bupati juga menegaskan posisi vital Sungai Kayan bagi kehidupan masyarakat yang mana Sungai Kayan adalah merupakan urat nadi perekonomian dan menjadi jantung kehidupan masyarakat Kabupaten Bulungan yang harus tetap dipertahankan dan yang harus dilestarikan.

“Kegiatan lomba perahu tradisional yang kita laksanakan pada tahun ini, tentu ini adalah wujud komitmen kita semuanya, bagaimana upaya kita melestarikan dan mempertahankan kearifan lokal dari para leluhur, daripada pimpinan kita yang ada di Kabupaten Bulungan sebelumnya,” ucap Bupati.

Ia juga berharap kepada seluruh para peserta untuk bersama-sama terus menjaga semangat persaudaraan, semangat gotong royong, hingga menjaga keselamatan selama mengikuti kegiatan lomba perahu tradisional ini.

“Dengan demikian, melalui Festival Sungai Kayan ini kita jadikan sebagai alat pemersatu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan, kita jadikan kegiatan lomba perahu tradisional dan Sungai Kayan ini sebagai kekuatannya masyarakat Kabupaten Bulungan untuk bersama-sama bergandengan tangan membangun Kabupaten Bulungan tanpa kita menghilangkan, tanpa kita meninggalkan kearifan lokal yang telah diletakkan fondasinya oleh para leluhur,” tutupnya.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Kemunculan beberapa Dermaga dan Terminal Khusus (Tersus) yang dibangun perusahaan Swasta di Nunukan dan Sebatik menjadi sorotan tajam publik, termasuk beberapa lembaga terkait dan DPRD Nunukan.

Sorotan jadi ramai sebab dari beberapa kawasan Tersus yang dibangun swasta tercatat hanya dua perusahaan yang disebut mengantongi Izin pembangunan dan Operasional dari Kementerian Kelautan dan Kementerian Perhubungan RI. Dugaan kongkalikong oknum aparat terkait dan pengusaha menjadi bahan perbincangan masyarakat Sebatik dan Nunukan beberapa waktu belakang ini.

Sejatinya Tersus merupakan sarana untuk memutar ekonomi masyarakat di sektor jasa bongkar muat kapal, baik berupa bahan material pembangunan proyek infrastruktur maupun beragam produksi hasil bumi seperti rumput laut tak terkecuali hasil perkebunan kelapa sawit di Nunukan maupun di Pulau Sebatik yang dimiliki pengusaha lokal selama ini.

Sayangnya dari puluhan Dermaga dan Tersus yang ada, tercatat hanya dua perusahaan yang dianggap mengantongi izin resmi dari lembaga Kementerian terkait, yakni Kelautan dan Perhubungan. Sisanya semua perusahaan yang membangun Terminal Khusus tersebut diduga bodong sebab tidak memiliki izin resmi sesuai undang-undang yang berlaku.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otorita Pelabuhan atau KSOP Nunukan, Muhammad Kosasih mengatakan pihaknya tegas menegakkan aturan yang berlaku dengan tidak memberikan toleransi sedikitpun terhadap perusahaan yang membangun fasilitas dermaga dan pelabuhan khusus tanpa mengantongi izin dari Kemeterian Kelautan dan Perhubungan RI.

“Jika pun selama ini terdapat aktifitas pembangunan dan bongkar muat di Dermaga dan Tersus di wilayah Nunukan dan Sebatik sebelum izin dikeluarkan oleh pihak berwenang tak lantas membenarkan situasi operasional perusahaan,”ujar Ahmad Kosasi, saat ditemui pada Senin (06/10).

Kepala Kantor KSOP Nunukan ini beralasan pembiaran operasional Perusahaan Tersus tanpa Izin resmi akan menimbulkan berbagai kontroversi yang mengundang celah pelanggaran hukum.

“Selain itu sifatnya pun lebih mengarah kepada kebijakan pemerintah daerah dan lokal dengan status sementara atas alasan kebutuhan masyarakat yang mendesak,”tambahnya.

Meski demikian pengawasan dan sosialisasi ketat KSOP Nunukan terhadap pelaku usaha tetap dijalankan termasuk melakukan koordinasi khusus dengan aparat penegak hukum yakni Kepolisian maupun Kejaksaan. Dalam kondisi ini KSOP sebagai salah satu penegak ketertiban izin dan administrasi Kepelabuhanan berada dalam situasi dilematis yakni satu sisi tegas dengan aturan namun sisi lain desakan dan kebutuhan mobilisasi bongkar muat dermaga juga dianggap penting.

Tak dapat dipungkiri terminal khusus bongkar muat untuk wilayah Nunukan dan Sebatik tumbuh subur seiring berkembangnya produksi rumput laut, kelapa sawit dan kebutuhan material pembangunan. Situasi ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk bersaing membangun dermaga dan Terminal Khusus bongkar muat kapal.

Sayangnya peluang kompetisi bisnis itu tidak berbanding lurus dengan pemenuhan syarat dan standar lokasi pembangunan dermaga dan terminal khusus. Pasalnya selain memakan waktu lama dalam pengurusan perizinan, juga biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah izin membangun dan operional Tarsus sangat mahal, Selain itu kerap terdapat lokasi pembangunan yang tidak memenuhi standar persyaratan dari sisi lingkungan dan titik pembangunan Tersus itu sendiri.

Akibatnya kondisi inilah yang menyebabkan pengusaha susah mendapatkan perizinan dengan proses panjang yang berliku. Realitasnya justru berbagai kendala ini pula lah yang memaksa pengusaha tetap nekat membangun sarana dermaga dan Tersus tanpa mengantongi izin resmi dari lembaga Kementerian terkait.

Akhirnya dari 7 dermaga dan tarsus yang terbangun di Pulau Sebatik dan Nunukan, tercatat hanya dua perusahaan yang telah dianggap benar-benar mengatongi izin resmi di dua wilayah tersebut, yakni dermaga dan tarsus milik perusahaan PT Sebatik Bintang Utama di Jalan Usman Harun Sungai Pancang Sebatik Utara milik Nuwardi Pakki atau H. Momo dan PT Bumi Sarana Perbatasan di desa Tanjung Batu Nunukan Barat milik H. Suardi.

Sedangkan 5 perusahaan serupa di sungai Sianak dan Perbatasan Bambangan kabarnya baru dalam tahap pengurusan persyaratan dan administrasi perizinan di lembaga terkait namun sudah berani menggerakkan pembangunan sarana dermaga dan Tarsus yang ini ril melanggar ketentuan undang-undang Kedermagaan dan terminal bongkar muata kapal. Bahkan menurut warga sekitar pembangunan, terdapat perusahaan yang nekat mulai melakukan aktifitas bongkar muat kapal sebelum izin mereka diterbitkan.

Kondisi inilah yang membuat Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Mulyono, bersuara lantang meminta aparat kepolisian dan KSOP Nunukan serta UPP Sebatik untuk menghentikan seluruh kegiatan pembangunan dan bongkar muat sebelum mengantongi perizinan.

Alasannya pembiaran lembaga terkait perusahaan berparaktek secara illegal akan berpotensi merugikan keuangan negara dari sisi retribusi dan pembayaran pajak.

“Pembiaran operasi perusahaan tarsus tanpa Perizinan berpotensi merusak lingkungan dan ketertiban masyarakat sebab tanpa melalui kajian Amdal UPL dan UKL sebagai salah satu persyaratan utama sebuah proyek jasa Kepelabuhanan atau Dermaga,”ujar Andi Mulyono.

Senada dengan itu salah satu pimpinan Ombusman RI Kaltara, Maria Ulfa juga mengingatkan praktek illegal tersebut akan berkonsekuensi pelanggaran hukum berat, merusak lingkungan dan kacaunya administrasi negara. Maria Ulfa mengatakan dalam situasi kacau seperti itu pemerintah seharusnya segera hadir tampil terdepan untuk menertibkan praktek kegiatan dermaga dan tarsus yang illegal.

“Kondisi ini menjadi preseden buruk bagi kemajuan daerah Sebatik khusunya yang kini sedang diperjuangkan menjadi salah satu Daerah Otonomi Baru atau DOB,”kata Maria Ulfa.

Maria Ulfa mengatakan akan melakukan kajian terhadap fenomena ganjil itu untuk ditelusuri di mana kelemahan sehingga terjadi kesimpangsiuran Dermaga dan Tersus di Nunukan dan Sebatik.

Sekedar catatan menurut kepala Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Mansur mengatakan di wilayah administrasi desanya terdapat sekitar 7 pembangunan dermaga dan terminal khusus oleh perusahaan swasta. 7 titik pembangunan tarsus tersebut bervariasi, ada yang sedang membangun fasilitas dan terdapat pula yang sudah melakukan aktifitas bongkar muat kapal.

Dari sisi kemajuan dan kesejahteraan Kepala Desa ini berharap perusahaan pengelola Tersus tersebut berjalan eksis karena membuat perputaran ekonomi masyarakat yang maju. Namun sisi lain Kades Liang Bunyu ini berharap agar para jasa pengusaha Kepelabuhanan tersebut memiliki izin operasional yang diakui negara dan undang-undang.

“Kita tidak berharap keberadaan tarsus sebagai pemutar roda ekonomi masyarakat menimbulkan kerawanan dan kekacauan ketertiban masyarakat dikemudia hari,”kata Mansyur. (**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bulungan resmi dibuka oleh Bupati Bulungan, Syarwani, di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Pembukaan PORKAB II Bulungan tersebut, ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati bersama Wakil Bupati sebagai tanda dimulainya ajang perlombaan olahraga antarkecamatan di Kab. Bulungan, Minggu (05/10).

PORKAB II Bulungan 2025 yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan ini diikuti oleh 10 Kecamatan di Kab. Bulungan dengan total 170.663 peserta yang terdiri dari atlet dan ofisial. Dengan ini para peserta akan bertanding di 15 cabang olahraga (cabor).

Bupati Bulungan, Syarwani, memberikan apresiasi kepada KONI Bulungan dan seluruh Panitia PORKAB II Bulungan, karena telah menyukseskan pembukaan PORKAB II Bulungan dan dapat memobilisasi seluruh potensi atlet yang ada di 10 Kecamatan dan 74 Desa.

“Dari seluruh kecamatan, rata-rata mengikutsertakan atlet lebih dari 100 peserta. Berarti, terdapat seribu atlet yang berpotensi untuk mengukir prestasi dan menjadi sumber daya prestasi Kab. Bulungan di cabang olahraga” ucapnya.

Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda serta dukungan DPRD, berkomitmen akan terus menjadikan PORKAB sebagai agenda rutin yang akan dikelola oleh KONI Bulungan dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Bulungan. Bupati menyebutkan, hal ini dikarenakan suatu kesempatan untuk menggali dan menyiapkan atlet-atlet yang bertalenta di Kab. Bulungan.

“Karena Impian kami, Kab. Bulungan dapat menjadi kiblat olahraga yang berprestasi di Provinsi Kalimantan Utara,” ungkap Syarwani.

Pada PORKAB II Bulungan, Syarwani menyatakan bahwa ini menjadi ajang seleksi untuk keikutsertaan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) II Kalimantan Utara tahun 2026 di Kab. Malinau. Ia menargetkan, akan mengikuti seluruh cabor yang diperlombakan pada PORPROV II Kaltara.

“Kami optimis akan juara umum di PORPROV 2026 nanti, maka setelah ini akan dimaksimalkan pemusatan pelatihan dan pembinaan yang harus dilakukan oleh ketua cabor dan seluruh atlet,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bulungan, Heru Rachmadi, mengatakan, bahwa PORKAB II Bulungan merupakan proses awal bagi anak muda untuk berprestasi lebih tinggi. Ia mengatakan, terus memberikan semangat bagi mereka yang mengikuti PORKAB II Bulungan.

“Kami KONI sebagai penyelenggara, memiliki program Bulungan Unggul yang bertujuan untuk menyiapkan program-program pelatihan yang diberikan kepada para atlet berprestasi sebagai persiapan baik untuk PORPROV 2026, Pra-PON 2027, dan PON yang akan datang,” kata Heru.

Ia menambahkan, bahwa KONI menyanggupi target Bupati yang akan menjadikan Kab. Bulungan sebagai juara umum pada pelaksanaan PORPROV II Kaltara 2026.

“Berkaca dari PORPROV 2023, Kabupaten Bulungan memang banyak meraih juara. Namun, tidak menjadi juara umum, karena ada cabor yang tidak kami ikuti. Dengan ini, menjadi catatan untuk PORPROV 2026, maka kami akan mengikuti seluruh cabor yang dipertandingkan dan akan meraih medali terbanyak sebagai syarat untuk juara umum,” tutup Heru.(cda)

NUNUKAN, MANDAUPOST  – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiharto, mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menangani kasus keracunan yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis yang terjadi beberapa hari lalu.

Apresiasi tersebut disampaikan Bima Arya saat mengunjungi dapur MBG di Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah (4/10), seusia dirinya mendampingi rombongan Komisi II DPR – RI meninjau langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Bupati Nunukan Irwan Sabri ikut mendampingi mantan Walikota Bogor dua periode tersebut.

“(kasus keracunan) ini merupakan pelajaran bagi kita semua agar tidak main-main dengan pengelolaan makanan ini. Standar keamanan dan pengelolaan makanan harus benar – benar diperhatikan secara serius,” kata Bima.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Irwan menegaskan kembali komitmenya untuk memperkuat pengawasan dan memastikan kualitas makanan yang akan disajikan kepada anak – anak terjaga kualitasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Kabupaten (Porwakab) ke-1 Bulungan segera bergulir. Ajang perdana yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar jurnalis sekaligus mencari bibit atlet dari kalangan awak media.

Ketua PWI Bulungan Fathu Rizqil Mufid mengatakan, Porwakab merupakan bagian dari program olahraga PWI yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

“Porwakab ini menjadi ajang silaturahmi antar wartawan sekaligus semangat mencari atlet dari kalangan insan pers. Tahun ini merupakan Porwakab pertama PWI Bulungan,” kata Rizqil, Sabtu (4/10).

Rizqil menuturkan, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Bulungan telah membentuk panitia pelaksana untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) 2026. Kami berharap semua jurnalis dan pegiat media di Bulungan dapat berpartisipasi,” harapnya.

Ia menegaskan, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi, edukasi, dan advokasi, tetapi juga penting dalam menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat.

“Lewat Porwakab, kami ingin membangkitkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di kalangan insan pers. Harapannya tentu mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat Bulungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua SIWO PWI Bulungan Ramlan menambahkan, dalam pelaksanaan Porwakab akan dipertandingkan enam cabang olahraga serta dua lomba tambahan.

“Cabor yang dilombakan meliputi bulutangkis, futsal, biliar, esports, PES, atletik dan domino. Selain itu ada juga lomba karya jurnalistik dan fotografi,” terangnya.

Ramlan menjelaskan, pembukaan Porwakab dijadwalkan pada awal November mendatang.

“Porwakab akan dibuka dengan jalan sehat bersama Forkopimda dan insan pers se-Bulungan, kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif,” ungkapnya.

Ia berharap, Porwakab I Bulungan menjadi wadah mempererat persaudaraan antar sesama jurnalis di daerah.

“Ajang ini bukan sekadar olahraga, tetapi simbol persaudaraan dan semangat profesionalisme wartawan Bulungan,” pungkasnya.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Jabbar, menghadiri Rapat Koordinasi Pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan pada Pusat Kegiatan Pengembangan Perbatasan (IPKP PPKP) Tahun 2025. Rapat yang dilaksanakan di ruang pertemuan VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan ini, dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol. Edfrie R. Maith, ini juga dihadiri Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Darat Brigjen TNI Topri Daeng Balaw dan Asdep Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Ismawan Harijono, pada Jumat (03/10).

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Plt. Sekda Jabbar, menyampaikan bahwa pengukuran IPKP PPKP ini merupakan salah satu instrument evaluasi kinerja yang sangat penting untuk perbatasan di Kabupaten Nunukan.

“Dengan pengukuran IPKP PPKP ini, kita berharap perencanaan pembangunan kawasan perbatasan menjadi lebih terarah, dan pembangunan dapat lebih fokus dalam mendorong pertumbuhan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Bupati Nunukan juga mengingatkan, Pembangunan Kawasan Perbatasan harus diiringi dengan upaya pencegahan peredaran barang-barang terlarang, perdagangan orang, penyelundupan dan berbagai kerawanan di perbatasan lainnya.

Pada kesempatan itu pula, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol. Edfrie R. Maith  menyampaikan terkait dengan Kabupaten Nunukan ini akan menjadi primadona yang dalam artian akan banyak tim yang akan datang silih berganti, dikarenakan ada beberapa isu yang terjadi di Kabupaten Nunukan yang merupakan wilayah perbatasan.

“Isu-isu tersebut antara lain tentang permasalah saudara-saudara kita yang berada di daerah Krayan yang meminta perlunya perhatian pemerintah, kemudian yang kedua masih ada permasalahan di batas negara terkait pengalihan lahan dari Malaysia ada sekitar 127 hektar yang diberikan oleh Pemerintah Malaysia kepada kita kemudian 5 hektar milik kita ke Pemerintah Malaysia dimana masyarakat kita masih tinggal di Kawasan tersebut. Kemudian yang ketiga permasalah pengoperasian PLBN kita di Sebatik, dimana pada bulan Oktober lalu telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Irjen Pol. Edfri berharap permasalahan-permasalahan tersebut akan segera terselesaikan dan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian-Kementerian terkait.

Selain itu, Irjen Pol. Edfri juga menyampaikan bahwa terkait dengan tugas dan fungsi terkait pengelolaan potensi kawasan perbatasan terkait masalah ekonomi, dari data yang diperoleh dari OPD terkait sentra ekonomi yang ada di Kabupaten Nunukan ada beberapa potensi unggulan salah satunya adalah rumput laut yang memiliki kendala tidak ada tempat pengelolaannya dan harganya tidak bisa bersaing karena kualitasnya rendah.

“Tahun depan kami dapat program yang akan dilaksanakan khususnya di Nunukan ada 22 PPKP, kita akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa Bimbingan Teknis kepada UMKM yang ada di Nunukan. Kita dapat masukan, salah satunya pengolahan rumput laut. Kita akan mendatangkan pelatih atau narasumber yang sudah ahli di bidangnya yang akan melatih para UMKM terkait pengelolaan ruput laut ini,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut nantinya diharapkan setelah dilatih tentunya hasil rumput lautnya bisa semakin baik, kualitasnya bagus, kemudian bisa dijual dengan harga yang bisa bersaing dan nantinya mungkin jika ada yang berminat akan dibuatkan UMKM perusahaan kecil untuk mengelola rumput laut tersebut. Jadi jangan hanya menjual bahan-bahan mentahnya saja kalau bisa akan diolah di Nunukan menjadi bahan jadi. Jika nantinya jika bisa berkembang dan memiliki cabang akan menyerap para tenaga-tenaga kerja.

Selain rumput laut, Kabupaten Nunukan juga memiliki potensi pariwisata, namun saat ini ada beberapa kendala terkait akses menuju tempat tersebut.

“Kami meminta kepada Dinas Pariwisata untuk dapat mensurvei tempat-tempat pariwisata yang bisa menjual atau menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Nanti kita akan berupaya untuk akses kesana, misalkan asetnya ada di Krayan namun melewati negara Malaysia maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Ini semua merupakan PR besar bagi teman-teman yang ada di Nunukan dan juga Pemerintah pusat,” ungkapnya.

Inilah saatnya dari BNPP dan Pemerintah Pusat untuk melihat saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan Utara khususnya yang tinggal di kawasan perbatasan yang butuh pertolongan dan butuh perhatian.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masjid, mushola dan tempat ibadah, serta insentif buat marbot, imam masjid, pendeta, guru mengaji, guru sekolah minggu, dan petugas fardu kifayah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al – Mujahiddin, Nunukan, Kamis (02/10).

Khusus untuk insentif imam masjid dan pendeta, bantuan yang diberikan pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 250 ribu rupiah, dari yang awalnya 750 ribu rupiah menjadi 1 juta rupiah. Insentif tersebut akan dibayarkan sekali dalam satu tahun.

Kenaikan insentif juga diberikan kepada marbot, guru ngaji, guru sekolah minggu dan petugas fardu kifayah. Dari yang awalnya sebesar 700 ribu rupiah menjadi 800 ribu rupiah. Insentif juga akan diberikan satu kali setahun.

Sebelum memberikan bantuan, Bupati Irwan Sabri menyampaikan bahwa pemberian bantuan tempat Ibadah dan insentif merupakan komitmen dari pemerintah untuk membangun mental dan karakter masyarakat.

“Pemerintah sangat komitmen, bahwa pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya sebatas fisik saja, melainkan juga membangun mental dan karakter masyarakat. Salah satu bentuknya adalah mengalokasikan anggaran untuk membantu pembangunan tempat ibadah dan insentif bagi para guru mengaji, marbot, guru sekolah minggu, dan petugas fardu kifayah,” Kata Irwan Sabri. (**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Kota Tarakan kembali memperoleh apresiasi di tingkat nasional dengan meraih Anugerah Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tahun 2025. Dalam penghargaan ini, Kota Tarakan berhasil masuk dalam tiga besar kota/kabupaten dengan nilai tertinggi di wilayah Indonesia Tengah, dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pengukuran IMDI dilakukan pada Juli hingga Agustus 2025 dengan melibatkan lebih dari 18 ribu responden individu serta 11 ribu responden industri. Hasilnya menempatkan Tarakan sebagai salah satu daerah dengan penerapan teknologi digital terbaik.

Penghargaan diserahkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan diterima langsung oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, pada acara penganugerahan yang berlangsung di Ganata Art Space FX, Jakarta Pusat, Kamis (02/10).

Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Wali Kota mengungkapkan bahwa hampir 90 persen layanan di Kota Tarakan telah memanfaatkan teknologi digital, termasuk dalam implementasi e-government.

“Penerapan teknologi digital paling berdampak signifikan pada sektor perizinan, pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, serta administrasi pemerintahan,” ujar Wali Kota.

Namun demikian, ia juga menekankan adanya sejumlah tantangan, antara lain pengamanan data pengguna serta upaya menangkal penyebaran informasi hoaks.

Ke depan, Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen untuk terus meningkatkan pemahaman literasi digital, terutama di kalangan generasi muda, agar mampu menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Sebagai tambahan informasi, IMDI merupakan instrumen pengukuran yang mengukur tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait perkembangan kasus narkoba telah diungkap oleh Polisi Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) dalam konferensi pers, Kamis (02/10).

Dalam Laporannya, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, meyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan dua orang tersangka wanita. Masing-masing berperan sebagai penyedia kurir dan pemesan narkotika. Dari keduanya, aparat menyita barang bukti narkoba berupa sabu seberat 12.147,55 gram.

“Dari kasus ini, tim kami telah menangkap dua orang pelaku berjenis kelamin perempuan”

Kapolda Kaltara menegaskan, aksi ini merupakan bukti nyata komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba, bukan sekadar simbolis.

“Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba, siapapun dia. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Demi menjaga Kalimantan Utara dari ancaman narkoba, Kapolda mengimbau kepada media, instansi terkait, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama. Ia mengagakan adanya keterlibatan aktif masyarakat, menjadi sangat penting untuk memerangi peredaran narkoba.

“Mohon doa, bantuan, dan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan agar kewaspadaan tetap terjaga. Mari kita luruskan kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba yang tegas, transparan, dan bertanggung jawab yang telah kita jalankan,” imbuhnya.(cda)

Scroll to Top