Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

BULUNGAN, MANDAUPOST – Pemkab Bulungan melalui Dinas Koperasi, UKM,  Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar Pelatihan SDM bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati Rabu (22/10).

Kegiatan dibuka Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Iwan Sugianta, yang berpesan, agar para pengurus dan pengawas Kopdes Merah Putih di Bulungan ke depannya dapat lebih memahami manajemen kelembagaan.

”Sehingga jika terjadi permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan pengelolaan keuangan yang transparan serta tata kelola koperasi yang sehat,” ujarnya.

Penguatan kapasitas SDM koperasi sangat penting untuk memastikan koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital dan ekonomi inklusif.

Para peserta pelatihan terdiri  pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bulungan mendapat pembekalan materi tentang manajemen organisasi koperasi, penyusunan laporan keuangan, peran pengawas dalam pengawasan internal, hingga strategi pengembangan usaha koperasi.

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antar pengurus koperasi, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru dalam mengembangkan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Kita berharap koperasi di Bulungan dapat semakin mandiri, sehat, dan berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Utara (Kaltara) Rahmawati Zainal, membuka resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membatik Tingkat Lanjutan : Penguatan Teknik Pewarnaan Alam.

Bimtek yang berlangsung selama lima hari, dimulai dari 22-27 Oktober 2025, ini dilaksanakan di Rumah Kemasan Disperindagkop dan UKM Provinsi, Desa Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Rabu (22/10).

“Kita mungkin provinsi termuda, tapi bukan berarti tertinggal. Dari keterbatasan, kita bangun kreativitas. Saya ingin batik Kaltara dikenal dan menjadi ikon baru kebanggaan daerah tercinta kita,” kata Rahmawati dalam sambutannya.

Rahmawati menyebutkan tujuan dari bimtek ini, yaitu untuk meningkatkan kemampuan dalam proses membatik, serta memanfaatkan potensi bahan pewarna alami lokal agar memiliki nilai tambah dan memiliki daya saing tinggi.

Bunda Literasi Kaltara ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Bimtek yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltara, serta ucapan terima kasih kepada 2 pelatih profesional dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.

“Dalam pelatihan ini, nantinya kita akan memberikan materi mengenai teknik pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar,” ujarnya.

Menurut Rahmawati, dalam penggunaan pewarna alami pada kain batik tidak hanya akan menghasilkan warna yang indah saja, tetapi juga mengandung filosofi dan nilai ramah lingkungan.

“Melalui bimtek ini, diharapkan dapat mengasah keahlian peserta dan juga meningkatkan kompetensi peserta dalam menerapkan teknik pewarnaan alami,” ucap Rahmawati.

“Dan kami juga ingin menciptakan kreasi membatik dengan warna alam yang menjadi kebanggaan bagi Kaltara,” tambahnya.

Rahmawati juga berencana untuk mengadakan pameran hasil karya dan lomba membatik pewarna alam, bertujuan untuk memperluas, memperkenalkan, sekaligus mempromosikan produk kerajinan unggulan Kaltara.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan 17 program arah baru menuju perubahan agar memastikan program tersebut bisa terealisasi 100 persen.

Permintaan itu disampaikan Bupati Irwan saat membuka acara Rapat Koordinasi dan Pengendalian (Rakorda) Pelaksanaan RKPD Triwulan Ke-3 Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (22/10).

Rakordal diikuti oleh Plt. Sekretaris Daerah Jabbar, Para Kepala OPD, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), dan kepala bagian serta kepala bidang.

“Untuk memastikan realisasinya, (17 program arah baru menuju perubahan), Saya bersama dengan Wakil Bupati, Plt. Sekda dan Kepala Bappeda Litbang akan langsung melakukan pendalaman,” kata Irwan.

Program 17 arah baru menuju perubahan adalah program unggulan yang menjadi janji politik Bupati Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus.

Selain ingin memastikan realisasi program 17 arah baru menuju perubahan, Bupati Irwan dalam kesempatan itu juga meminta agar para kepala OPD bisa mempercepat realisasi fisik dan keuangan kegiatan di OPD-nya masing-masing.

Jika menemui hambatan, para kepala OPD diminta melakukan koordinasi dan sinergi lintas OPD, termasuk melakukan inovasi dan tukar pengalaman agar penyelesaian programnya bisa lebih efektif dan efisien.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Sekdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, menghadiri sekaligus membuka “Sosialisasi Minat dan Budaya Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara” yang digelar di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Rabu (22/10).

Robby menyambut baik terselenggaranya sosialisasi minat baca ini, karena menjadi ruang berkumpulnya para pendidik, pelajar, penggiat literasi, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan generasi masa depan.

“Saya meyakini, melalui forum seperti ini akan lahir semangat bersama untuk menumbuhkan kecintaan membaca dan memperkuat budaya literasi di Kaltara,” kata Robby.

Ia menerangkan Kaltara sebagai provinsi yang terus tumbuh dan berkembang, sama halnya dengan perpustakaan memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi sebagai pusat ilmu pengetahuan, ruang kreativitas, dan jendela dunia bagi generasi penerus bangsa.

Adapun kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltara ke-13, bulan bahasa, hari gerakan pemasyarakatan minat baca, dan hari perpustakaan sekolah internasional.

“Ini sebagai pengingat bahwa literasi harus hidup dan tumbuh sebagai budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Robby berharap kegiatan literasi ini mampu menumbuhkan minat serta kebiasaan membaca kepada generasi muda serta masyarakat, sehingga lahir karakter generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berwawasan luas.

Kegiatan ini turut mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar, ruang kreativitas, dan sumber informasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, melalui penguatan literasi,

Selanjutnya, ia turut mendorong melalui kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa persatuan, bahasa Indonesia, ini juga sekaligus memberikan penghargaan kepada generasi muda berprestasi dalam bidang literasi melalui ajang lomba cerita pendek.

“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi sebagai gerakan bersama untuk membangun masyarakat Kaltara yang maju, makmur, dan berbudaya,” tambah Robby.

Di akhir sambutannya, Robby mengajak seluruh elemen masyarakat, pendidik, penggiat literasi, dan pemerintah daerah untuk terus bersinergi dalam menumbuhkembangkan budaya kegemaran literasi di Bumi Benuanta.

“Dengan literasi yang kuat, kita akan melahirkan generasi yang siap bersaing, memiliki karakter, dan mampu membawa Kaltara menuju masa depan yang gemilang,” tuntasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, memimpin langsung Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Lapangan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltara, Rabu (22/10).

“Peringatan Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang peran besar santri dan pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa serta memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran,” buka Gubernur Zainal membaca sambutan tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, Gubernur menyebutkan pada tahun 2025 juga menandai satu dekade sejak Hari Santri Nasional resmi ditetapkan pemerintah pada tahun 2015.

“Sepuluh tahun perjalanan Hari Santri menjadi bukti bahwa pesantren dan santri bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelaku perubahan dalam pembangunan nasional,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 67 dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Imbuhnya, kehadiran negara di lokasi kejadian merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pesantren.

Menurutnya penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri memiliki akar sejarah kuat, yakni Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menyerukan kewajiban mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Dimulai dari semangat inilah kemudian melahirkan momentum besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu 10 November yang dikenal sebagai Hari Pahlawan,” ungkapnya.

Tegasnya Gubernur, santri bukan hanya pewaris perjuangan kemerdekaan, tetapi juga agen perubahan global.

“Santri diharapkan menjadi pelaku sejarah baru yang menebarkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin dalam membangun dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” ucapnya.

Komitmen Pemerintah ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang mengatur Dana Abadi Pesantren.

Lebih jauh, dikatakannya juga di tahun ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan santri, pesantren turut masuk dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Mari jadikan Hari Santri sebagai momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri masa kini harus menguasai Kitab Kuning, sekaligus beradaptasi dengan teknologi, sains, dan bahasa dunia. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman,” terangnya.

Terakhir, Gubernur Zainal mengajak seluruh santri di Kaltara dapat meneladani perjuangan para ulama dan pejuang kemerdekaan. Diharapkan santri Kaltara menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Santri Kaltara harus tampil di garda terdepan. Tidak hanya dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Acara dirangkaikan penyerahan bantuan oleh Gubernur Kaltara kepada tiga lembaga pesantren dan 100 santri se-Kaltara. Turut hadir pimpinan Pondok Pesantren Al-Khairaat Tanjung Selor, Habib Sayyid Muthahar Al-Jufrie, serta perwakilan pondok pesantren dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara, unsur Forkopimda, dan pelajar madrasah.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Harapan baru tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Betayau. Empat desa — Kujau, Bebakung, Mendupo, dan Periuk — kini bersiap menyambut kehadiran PT Borneo Agro Sakti (BAS), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang akan mulai beroperasi di wilayah mereka tahun depan.

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Kujau, Manajer PT BAS Warisman menjelaskan bahwa perusahaan di bawah naungan Hardaya Plantation Group ini siap membawa dampak positif bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun sosial.

“Perkebunan ini kami targetkan beroperasi tahun depan. Kami juga akan membangun pabrik pengolahan sawit dengan kapasitas 60 ton per hari, seiring meningkatnya hasil produksi kebun PT BAS,” ujar Warisman di hadapan warga, Rabu (22/10).

Warisman menekankan bahwa PT BAS memiliki izin usaha yang sah dari pemerintah dan akan menjalankan seluruh operasionalnya sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba menghambat atau memprovokasi kegiatan perusahaan.

“Kami memohon dukungan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai ada yang terprovokasi oleh pihak lain yang ingin mengganggu kegiatan ini. PT BAS hadir untuk membangun, bukan merugikan,” tegasnya.

Perusahaan ini mengelola lahan seluas 3.526 hektare, yang difokuskan di empat desa wilayah Kecamatan Betayau. Warisman menambahkan, PT BAS berkomitmen untuk mempekerjakan 70 persen tenaga kerja lokal, agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Selain membuka lapangan kerja, perusahaan juga berencana mendorong pembentukan koperasi plasma untuk masyarakat, agar warga turut memiliki bagian dari hasil perkebunan dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi bersama.

Dalam sesi dialog, beberapa warga mengajukan masukan dan pertanyaan, mulai dari tapal batas desa, area plasma, lokasi makam, hingga persoalan lahan yang telah dijual sebelumnya.

Menanggapi hal itu, pihak PT BAS menegaskan akan menyelesaikan seluruh persoalan secara kekeluargaan dan transparan, dengan melibatkan masyarakat langsung di lapangan.

“Setelah kegiatan sosialisasi ini, kami akan turun langsung bersama warga untuk melakukan identifikasi kebun, makam, dan batas wilayah di empat desa. Semua akan dibicarakan dengan terbuka,” tambah Warisman.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kujau menyampaikan apresiasi kepada PT BAS atas komitmennya melibatkan masyarakat sejak awal. Ia berharap perusahaan benar-benar menepati janji untuk membuka lapangan kerja bagi warga lokal dan menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara berkelanjutan.

“Kami berharap warga sekitar bisa diprioritaskan untuk bekerja, terutama mereka yang memenuhi kualifikasi teknis. Program CSR perusahaan juga harus berjalan dengan baik agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan tapal batas antara Desa Kujau dan Mendupo yang hingga kini belum tuntas, namun berjanji akan berupaya menyelesaikannya bersama pemerintah desa dan pihak perusahaan.

“Dengan adanya PT BAS ini, kami sangat berharap kesejahteraan masyarakat meningkat. Kami siap mendukung selama perusahaan berjalan sesuai aturan dan berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Kehadiran PT BAS di Tana Tidung diharapkan menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Selain membuka lapangan kerja, investasi ini juga memberi peluang bagi desa-desa sekitar untuk berkembang menjadi sentra perkebunan yang produktif dan berdaya saing.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras premium dan medium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Kalimantan Utara, Tim Satgas Pangan Pusat menggelar rapat koordinasi penting bersama para pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Intimung, Lantai 3 Kantor Gubernur Lama, Jl. Agatis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Rabu (22/10).

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pangan Nasional, yakni Bapak Bambang Hariyanto dan Ibu Figuria Dinandar Putri, serta jajaran dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kepala Kantor Cabang Bulog Wilayah Kaltara, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltara yg diwakili oleh Bapak AKP M. Harry Raden Arsa, serta Unit Tipidter Satreskrim Polresta Bulungan, dan para distributor beras se-Kaltara.

Rapat ini bertujuan untuk mendengar langsung permasalahan di lapangan serta melakukan koordinasi lintas sektor guna menjamin distribusi dan harga beras tetap sesuai dengan HET yang berlaku di zona II, yakni maksimal Rp15.400 per kilogram.

Sebelumnya, tim dari Badan Pangan Nasional telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah distributor dan menemukan masih banyak beras medium dan premium yang dijual di atas HET. Dalam forum terbuka, para distributor diminta memberikan penjelasan terkait penyebab kenaikan harga tersebut. Hasil dari diskusi ini akan digunakan untuk melakukan pelacakan dan penanganan lebih lanjut agar harga beras di wilayah Kalimantan Utara kembali sesuai ketentuan.

Selain itu, seluruh peserta rapat menyepakati komitmen bersama untuk mencegah praktik penimbunan beras yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga. Koordinasi dengan Bulog juga diperkuat agar pasokan beras ke masyarakat tetap terjaga.

Langkah-langkah strategis juga dirancang untuk mengantisipasi lonjakan harga, termasuk edukasi kepada para distributor mengenai larangan dalam peraturan perundang-undangan serta konsekuensi hukum, baik secara administratif maupun pidana, bagi pelanggar.

Rapat ini menjadi langkah konkret pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat Kalimantan Utara di tengah dinamika harga pangan nasional.(**)

TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Pegiat dan pelaku penyiaran di Kalimantan Utara menyampaikan apresiasi kepada Tim Seleksi (Pansel) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Utara yang bekerja profesional dalam menjalankan tahapan seleksi calon anggota KPID periode 2026-2029.

Hal itu disampaikan Direktur Kaltaratv, Muhammad Reza, ia menilai proses yang telah berjalan hingga tahap uji Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung pagi tadi, Rabu (22/10/2025) sangat transparan. Sebab disiarkan langsung secara streaming laman youtube. Hal ini  menunjukkan komitmen pansel untuk melahirkan komisioner yang berintegritas, kompeten, dan memahami dunia penyiaran.

“Sampai sejauh ini kita melihat tahapan seleksi dilakukan dengan baik dan terukur. Kami mengapresiasi kerja keras tim pansel yang telah membuka ruang bagi publik untuk mengikuti dan memantau proses ini,” ujarnya.

Menurutnya, keterbukaan dan transparansi menjadi kunci agar KPID Kaltara ke depan diisi oleh figur-figur yang benar-benar memiliki visi memperkuat lembaga penyiaran daerah serta mendorong penyiaran yang sehat dan berkualitas.

“Kaltara berada di wilayah perbatasan, yang tentunya akan bersinggungan dengan siaran dari luar khususnya siaran televisi dan siaran radio dari Tawau dan Kota Kinabalu Sabah, Malaysia. Hal ini bisa merongrong patriotisme masyarakat perbatasan”, jelasnya.

Reza yang juga CEO Radio Kaltara FM berharap agar tahapan berikutnya tes kesehatan psikologi, termasuk uji publik dan wawancara akhir hingga Fit and proper test di DPRD Kaltara, dapat dilakukan secara terbuka transparan.

“Harapan kami, hasil seleksi nanti bisa melahirkan komisioner yang punya komitmen kuat terhadap pengawasan isi siaran, perlindungan publik, serta pengembangan ekosistem penyiaran lokal di Kalimantan Utara,” harapnya.

 

Dari 54 peserta yang mengikuti tes CAT, 30 orang dinyatakan lulus dan lima orang diantaranya memperoleh nilai tertinggi yakni Aras (skor 95), Borohim Harahap (skor 93), Hj. Musdalifah (skor 92), Rendy Aditya Paraja (skor 90), dan Martinus Namphur (skor 86). (rfy/red)

 

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, resmi mengukuhkan Sindu Senjaya Aji, sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltara digelar di Gedung Gadis, Selasa (21/10).

“Selamat atas dikukuhkannya Bapak Sindu Senjaya Aji. Harapan semoga bapak dapat mengawal gerak langkah pembangunan di Kalimantan Utara dan ke depan BPKP Perwakilan Kaltara semakin maju dalam menjalankan tugasnya di bidang Pengawasan Keuangan dan Pembangunan,” buka Gubernur Zainal dalam sambutannya.

Gubernur Zainal menyebutkan pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Kaltara ini adalah menindaklanjuti Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor KP.01.03/KEP-400/K/SU/2025 tanggal 19 September 2025, Tentang Pengangkatan dan Pemindahan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BPKP.

Ia menjelaskan Provinsi Kaltara terbagi dalam 5 wilayah administrasi yang terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung.

Dikatakannya, sebagai provinsi yang baru berdiri tiga belas tahun, Kaltara harus terus berjuang untuk dapat tumbuh dan berkembang sejajar dan bersaing dengan provinsi-provinsi lainnya.

“Hal itu demi Terwujudnya Fondasi Transformasi Kaltara yang Kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” sambungnya.

Lebih jauh Gubernur menuturkan di tahun 2026 nanti, Provinsi Kaltara memiliki program prioritas pembangunan daerah yang mencakup 8 Program Unggulan yang berfokus pada konektivitas perbatasan, ekonomi hijau dan peningkatan kebutuhan dasar.

“Kami berharap Perwakilan BPKP Kaltara dapat melakukan pengawalan untuk menjadmin akuntabilitas program prioritas pembangunan provinsi Kaltara, sesuai yang tertuang dalam kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Kaltara dan BPKP Perwakilan Kaltara,” ucapnya.

Dalam momen itu, ia meminta BPKP Perwakilan Kaltara untuk bisa berpindah kantor di Tanjung Selor. Ia menilai hal tersebut harus dilakukan guna mendukung pelaksanaan pemerintahan yang akuntabel dan transparan sekaligus meningkatkan perekonomian di pusat ibu kota Provinsi Kaltara.

Gubernur Zainal berharap kerja sama semakin memperkokoh dan menajamkan peran BPKP, khususnya Perwakilan BPKP Kaltara dalam melalukan pengawalan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan terutamanya proses program prioritas pembangunan di Kaltara.

“Sekali lagi kami mengucapkan selamat telah dikukuhakn sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Utara. Kami berharapa pengawalan dan dapat meninkatkan kerja sama yang terjalin selama ini,” pungkasnya.

Turut hadir diantaranya, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan BPKP Aryanto Wibowo, CA, CGCAE, CIAE, CREL, FRMP., Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Wakil Walikota Tarakan Ibnu Saud, mantan Kepala Perwakilan BPKP Kaltara Totok Prihantoro, dan jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kaltara.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Dalam upaya memperkuat tata kelola informasi hukum yang transparan dan terintegrasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tana Tidung melakukan kunjungan kerja ke Bidang Hukum Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, pada Selasa (21/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Bawaslu dalam meningkatkan kualitas pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), sekaligus mempererat koordinasi antarinstansi dalam bidang dokumentasi hukum.

Rombongan Bawaslu yang dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Tana Tidung, Dika Ramdhani, selaku pengampu Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, turut didampingi oleh Tim JDIH Bawaslu Kabupaten Tana Tidung.

Setibanya di Kantor Bupati, mereka disambut hangat oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Yuniar Metrijanti, beserta jajaran Tim JDIH Pemerintah Kabupaten Tana Tidung.

Dalam suasana santai namun penuh makna, kunjungan tersebut diisi dengan sesi diskusi interaktif antara kedua belah pihak.

Yuniar Metrijanti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bawaslu yang telah meluangkan waktu untuk berkoordinasi dan belajar bersama mengenai pengelolaan JDIH.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bawaslu yang sudah datang ke Kantor Bidang Hukum Setda Tana Tidung. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun sistem dokumentasi hukum yang baik,” ujarnya.

Yuniar menekankan bahwa di era digital saat ini, pengelolaan informasi hukum menuntut ketelitian dan konsistensi tinggi. Ia mengingatkan pentingnya verifikasi dan akurasi setiap dokumen hukum yang diunggah agar tidak menimbulkan kesalahan informasi di ruang publik.

“Teknologi informasi sangat membantu pekerjaan kita, tapi juga rentan terhadap kesalahan. Karena itu penting untuk memastikan setiap dokumen yang kita sajikan kepada publik sudah terverifikasi dan sesuai dengan ketentuan hukum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yuniar mengakui masih ada tantangan dalam upaya mempromosikan keberadaan JDIH di tengah masyarakat.

“Sebenarnya kekurangan kita itu di sisi promosi JDIH, baik melalui media sosial maupun media massa. Karena itu memang dibutuhkan SDM khusus yang fokus pada pengelolaan konten dan publikasi,” tambahnya.

Sementara itu, Dika Ramdhani menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk memperkuat tata kelola dokumentasi hukum di internal lembaga mereka.
Menurutnya, JDIH bukan hanya sarana penyimpanan dokumen hukum, tetapi juga instrumen penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas publik.

“Kunjungan ini kami maksudkan untuk belajar dan berbagi pengalaman, terutama bagaimana cara mengisi postingan, mengoperasikan sistem JDIH, hingga menyajikan informasi dokumen hukum secara terbuka kepada masyarakat,” ungkap Dika.

Ia menambahkan bahwa Bawaslu Tana Tidung berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem JDIH mereka agar lebih mudah diakses oleh publik dan menjadi referensi terpercaya dalam bidang hukum pemilihan.

“Harapan kami, dari kunjungan ini kami bisa mendapatkan banyak pelajaran dari Bidang Hukum Pemkab Tana Tidung agar pengelolaan JDIH Bawaslu bisa lebih optimal ke depannya,” ujarnya.

Selain sesi sambutan, kegiatan juga diisi dengan diskusi teknis terkait pengelolaan JDIH, mulai dari struktur basis data, tata cara pengunggahan dokumen, standar metadata, hingga strategi publikasi melalui kanal digital. Kedua belah pihak juga membahas kemungkinan kerja sama ke depan, seperti pelatihan teknis bersama, pendampingan pengelolaan JDIH, serta pertukaran informasi hukum antarinstansi.

Suasana diskusi berlangsung akrab dan produktif, ditandai dengan saling bertukar pandangan serta pengalaman dalam membangun sistem informasi hukum yang efisien dan berdaya guna.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar sinergi antara lembaga daerah semakin kuat. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh informasi hukum yang akurat, mudah, dan cepat,” pungkas Dika.


Kunjungan kerja ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sederhana sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat sistem informasi hukum di Kabupaten Tana Tidung.

Kolaborasi antara Bawaslu dan Bidang Hukum Pemkab Tana Tidung diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun JDIH yang profesional, informatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang transparan.(**)

Scroll to Top