Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Panggung Energi Untuk Negeri yang berlangsung meriah di Lapangan Agatis pada Minggu (26/10) malam, menjadi komitmen nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) atas ketersediaan akses listrik bagi seluruh masyarakat di wilayah perbatasan dan tertinggal Kaltara.

Acara yang diselenggarakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara ini dihadiri langsung Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, dan didampingi Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, anggota Badan Energi Nasional Musri, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para tamu undangan.

Di hadapan ratusan penonton yang hadir, tepat di atas panggung Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Kaltara sebagai salah satu provinsi yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), serta memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi.

“Dengan SDA yang melimpah, kita memiliki peluang menjadi salah satu penyumbang energi yang besar untuk Indonesia. Namun demikian, pengembangan energi ini harus dikembangkan secara berkelanjutan agar juga dirasakan oleh generasi berikutnya,” kata Gubernur Zainal.

“Acara ini bukan hanya sekedar seremonial saja, tetapi adalah simbol komitmen nyata hadirnya Pemprov untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, dari kota hingga pelosok perbatasan memiliki akses yang adil dan berkelanjutan terhadap energi listrik,” lanjutnya.

Menurut Gubernur, bagi masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tegasnya ketersediaan listrik menjadi kunci utama untuk dapat mengejar ketertinggalan.

Ia mengatakan dengan hadirnya energi listrik, anak-anak dapat belajar di malam hari, pelayanan kesehatan akan berjalan baik dan aman, serta kegiatan perekonomian juga dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pada tahun 2025, Pemprov Kaltara telah merencanakan tiga puluh enam (36) desa dapat teraliri listrik. Yang mana dari 36 desa tersebut, dua puluh empat (24) desa telah teraliri listrik dan dua belas (12) sedang dalam proses,” bebernya.

Gubernur meyakini dengan sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah kebutuhan akan pemerataan layanan listrik berhasil diwujudkan dan terus dilakukan sampai saat ini.

“Pemprov Kaltara telah melaksanakan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 1.893 rumah tangga miskin yang tersebar di lima (5) Kabupaten/Kota yang ada di Kaltara,” ungkap Zainal yang disambut riuh tepuk tangan ratusan penonton yang memadati lapangan agatis.

Melalui program Kaltara Terang di Perbatasan Negeri, listrik menjadi instrumen utama dalam menggerakkan roda perekonomian di pedesaan, juga dalam pelaksanaannya melibatkan pihak swasta dalam hal sektor energi dan SDA.

Lebih jauh ia mengungkapkan, salah satu contoh kolaborasi tersebut adalah pilot project Desa Linsayung yang telah berhasil menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan membangun rumah produksi UMKM.

“Untuk itu saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, karena dengan kolaborasi ini membuktikan bahwa energi dapat menjadi sumber perubahan sosial dan ekonomi,” tutup Zainal.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Zainal juga mengukuhkan Gen Z Kaltara yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan langsung oleh Gubernur.

Acara ini ditutup dengan penampilan band rock legendaris asal Surabaya yaitu Boomerang, John Paul Ivan dan kawan-kawan mampu menghipnotis para penonton serta tamu undangan dengan tiga belas (13) lagu hits yang mereka bawakan.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud IS, bersama para kepala perangkat daerah serta perwakilan TNI dan Polri, melaksanakan Safari Gotong Royong di Jl. Kusuma Bangsa, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dwikora, pada Minggu, (26/10).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program Pemerintah Kota Tarakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Safari Gotong Royong merupakan agenda rutin yang juga dilaksanakan di setiap kelurahan, dengan melibatkan kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Tarakan.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kaltara, yang digelar di Stadion Datu Adil Kota Tarakan, Minggu (26/10).

Di kesempatan itu, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Kaltara. Menurutnya ini menjadi momentum penting bagi kemajuan sektor pertanian di provinsi termuda di Indonesia.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kaltara, saya mengucapkan selamat atas pelantikan ini. Secara khusus, saya sampaikan selamat kepada Bapak Jufri Budiman yang terpilih sebagai Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kaltara,” kata Gubernur Zainal.

Terangnya pada pelantikan DPW ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ikrar perjuangan dan komitmen pengabdian untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan peternakan di Bumi Benuanta.

Ia juga menekankan pentingnya sektor pertanian dalam arti luas yaitu mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah.

Baginya lahan dan komoditas pertanian Kaltara memiliki potensi dan peluang yang sangat besar, di mulai dari Rice Estate di Nunukan hingga pengembangan kelapa sawit dan hortikultura lokal di berbagai wilayah Kaltara.

“Pemerintah Provinsi Kaltara membutuhkan mitra strategis yang memiliki akar kuat di masyarakat, dan organisasi Tani Merdeka Indonesia adalah salah satu jawabannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kaltara ini juga menitipkan tiga harapan utama kepada pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia yang baru dilantik, yakni yang pertama menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah daerah.

“Dengan menyerap aspirasi serta kendala di lapangan untuk dicarikan solusi nyata,” jelas Gubernur Zainal.

Lalu kedua, dengan mendorong inovasi dan regenerasi di sektor pertanian, agar bisa menarik minat generasi muda untuk bertani melalui pendekatan modern berbasis teknologi, dan ketiga yaitu memperkuat sinergi program bersama pemerintah daerah.

“Terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan mengembangkan komoditas ekspor unggulan Kaltara,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur Zainal menyampaikan rasa optimisme kepada DPW Tani Merdeka Indonesia Kaltara diharapkan akan menjadi kekuatan baru yang transformatif dalam memperjuangkan kesejahteraan petani serta mendukung pembangunan Kaltara.

“Mari kita bergandengan tangan, wujudkan cita-cita kesejahteraan petani, dan bersama-sama membangun Kaltara yang Maju, Makmur, Berkelanjutan, serta Mandiri Pangan,” tutupnya.

Dalam momen itu juga, Gubernur Kaltara memberikan langsung hadiah utama dooprize yakni sepada motor kepada masyarakat yang beruntung terpilih.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, memastikan akan terus mendorong percepatan pembangunan konektivitas di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan yang langsung berbatasan dengan negara Malaysia.

“Insyaallah kita prioritaskan konektivitas antar wilayah, semoga konektivitas antar wilayah ini dapat segera kita wujudkan. Sehingga sembako-sembako untuk saudara kita di perbatasan bisa di drop dari Malinau,” kata Gubernur usai memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kaltara di Lapangan Agatis, Sabtu (25/10) pagi.

Mengangkat tema “Kolaborasi Menuju Kaltara Maju, Makmur dan Berkelanjutan, Gubernur Zainal mengenakan pakaian khas adat Bulungan mengatakan tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi merupakan arah dan fondasi pembangunan Kaltara ke depan.

“Alhamdulillah kita di angka inflasi bisa tetap menjaga di 2,1. Kita akan terus berupaya dengan menekan berbagai kegiatan, melakukan pasar murah, memberikan bantuan sosial masyarakat,” kata Gubernur Zainal.

Di momen HUT ke 13 Provinsi Kaltara, gubernur juga akan meluncurkan secara resmi yaitu produk lokal “Air Mineral Kaltara di Hati”. Meski masih diproduksi di luar Kaltara, ia memastikan akan dibuat pabrik produksi air minum lokal di Kaltara pada tahun 2026.

“Mudah-mudahan di tahun depan kita bisa memproduksi sendiri di Kaltara,” ujarnya.

Menurutnya hal itu perlu dilakukan karena Provinsi Kaltara memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah khususnya air, yang sangat baik dan tidak tercemar, hal ini bisa dimanfaatkan untuk membuat produksi air mineral.

Selanjutnya, Gubernur Zainal juga mengapresiasi UMKM yang telah membantu menekan laju inflasi dengan meningkatkan penjualan produk lokal.

Perayaan HUT Kaltara kali ini digelar dengan konsep sederhana tanpa menghilangkan unsur hiburan rakyat. Gubernur mengungkapkan kehadiran band dan artis ibu kota bukanlah bentuk kemewahan, namun sebagai sarana apresiasi dan hiburan bagi masyarakat.

“Kita rayakan dengan sederhana, tidak hura-hura. Tapi bukan berarti tanpa hiburan. Ini bentuk apresiasi bagi masyarakat yang telah berkontribusi membangun Kaltara,” ujar Gubernur.

Momen hari jadi ke-13, dikatakannya perjalanan Kaltara masih panjang, untuk itu semangat membangun tidak boleh padam, semangat berkarya harus terus berkobar dan semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi jati diri pemerintah daerah.

“Dirgahayu ke-13 Provinsi Kalimantan Utara. Semoga Allah SWT senantiasa meridai setiap langkah kita dalam mewujudkan Kalimantan Utara yang semakin Maju, semakin Makmur dan terus tumbuh secara Berkelanjutan,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, resmi melantik Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari 4 Pejabat Fungsional dan 129 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, digelar di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (24/10).

Dalam sesi prosesi itu, Gubernur Zainal melantik dan mengambil sumpah janji Jabatan Pejabat Fungsional, pengangkatan pertama dalam Jabatan Fungsional, perpindahan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional, serta PPPK Tahap 2 Formasi Tahun 2024.

Dalam arahannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pejabat Fungsional dan Pegawai PPPK yang telah resmi dilantik. Ia berpesan agar ASN dapat serius dalam mengabdi kepada masyarakat.

“Semoga amanah ini menjadi awal dari pengabdian yang penuh semangat, tanggung jawab dan keikhlasan dalam melayani masyarakat di Bumi Benuanta,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur menyebutkan pelantikan Pejabat Fungsional dan PPPK hari ini menjadi awal dari perjalanan pengabdian sebagai bagian dari keluarga besar ASN Pemprov Kaltara.

Untuk itu ia meminta seluruh ASN untuk dapat bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas, sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat menjadi pelayanan publik yang terbaik untuk masyarakat Kaltara.

Secara khusus juga Gubernur mengingatkan status PPPK bukanlah pembeda, tetapi bagian integral dari ASN yang memiliki tanggung jawab, semangat, dan tujuan yang sama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan terpercaya.

“Pegang teguh nilai-nilai ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif), dan branding bangsa melayani bangsa,” tegasnya.

Dikatakannya bahwa jabatan yang diemban bukan sekedar kedudukan, tetapi merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Melalui sumpah dan janji yang diucapkan bukan hanya formalitas, melainkan komitmen moral dan spiritual yang akan dipertanggungjawabkan kepada negara maupun Tuhan Yang Maha Esa.

“Sekali lagi, selamat kepada seluruh Pejabat Fungsional dan PPPK yang dilantik dan menerima SK. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, semangat pengabdian, dan dedikasi yang tinggi,” ucap Gubernur Zainal

“Mari kita terus bekerja keras, cerdas dan ikhlas demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bermoral, profesional, dan melayani. Jadilah ASN yang dicintai rakyat dan dibanggakan daerah,” pungkasnya.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri dan Wakil Bupati Nunukan Hermanus menunaikan salah satu janji politiknya memberikan baju seragam sekolah gratis tingkat SD dan SMP dan sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta.

Penyerahan seragam gratis dilakukan secara simbolis oleh Bupati Nunukan kepada para siswa di wilayah dataran tinggi Krayan, dan melalui zoom meeting juga diikuti oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Jabbar dari SDN 01 Nunukan Selatan, dan para camat serta para kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di masing-masing kecamatan, serta seluruh sekolah SD dan SMP dan sederajat, Jumat (24/10).

Seragam sekolah gratis yang akan dibagikan terdiri dari baju putih – merah dan pramuka untuk siswa SD dan sederajat sebanyak 8.328 stel, serta baju putih – biru dan pramuka untuk siswa SMP dan sederajat sebanyak 7.002.

Bupati Irwan dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemberian baju seragam gratis merupakan satu dari 17 program arah baru menuju perubahan yang merupakan janji politiknya.

Selain baju seragam gratis, Irwan juga menyampaikan bahwa pemerintahanya juga sudah memberikan starlink buat sekolah-sekolah yang tidak terjangkau internet.

Bupati Irwan dalam kesempatan itu juga menyatakan tekad dan komitmenya untuk melaksanakan semua janji-janji politiknya.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat di Kabupaten Nunukan untuk menuntaskan semua janji politik yang sudah kami sampaikan. Saya akan bekerja keras untuk menyelesaikanya, karena kami tidak ingin dikenal sebagai pemimpin yang suka ingkar janji,” kata Irwan.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Pihak manajemen PT Borneo Agro Sakti (BAS) akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya tindakan intimidasi terhadap masyarakat di wilayah kerja perusahaan.
Manager PT BAS Warisman dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya justru menjalankan tanggung jawab untuk melindungi kawasan dari aktivitas penebangan liar (illegal logging).

Menurut Warisman, dugaan intimidasi itu bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas pembersihan lahan dan penebangan pohon sengon di area kerja PT BAS.

“Begitu kami menerima informasi, kami langsung turun ke lokasi. Benar, ada kegiatan penebangan pohon sengon dan pembersihan lahan. Tapi kedatangan kami bukan untuk menekan masyarakat, melainkan memastikan siapa yang melakukan kegiatan ilegal tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap aktivitas penebangan di wilayah konsesi harus memiliki izin pemanfaatan kayu dan membayar pajak kepada negara. Jika tidak, maka tindakan itu tergolong penebangan liar yang harus dicegah perusahaan.

“Kalau perusahaan membiarkan, nanti kami yang disalahkan oleh pemerintah. Karena itu, kami wajib menindak sesuai aturan,” tegas Warisman.

Lebih lanjut, Warisman menerangkan bahwa area tersebut merupakan wilayah kerja PT BAS yang mendapat izin pengelolaan dari PT Intraca Hutani Lestari. Karena itu, perusahaan berkewajiban melakukan patroli dan pengamanan secara rutin.
Ia juga membantah keras tudingan bahwa pihaknya datang dengan aparat untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Semua perusahaan pasti ada pengamanan. Aparat itu bukan untuk menekan, tapi menjaga situasi tetap kondusif. Kami malah berdialog dulu dengan warga di lokasi,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Warisman menegaskan bahwa PT BAS bekerja secara terbuka. Pihaknya telah melaksanakan sosialisasi di empat desa di Kecamatan Betayau, dengan mengundang tokoh adat, camat, kepala desa, dinas pertanian, hingga pemerintah daerah.

“Sampai sekarang tidak ada masyarakat yang menolak PT BAS. Justru mereka berharap kami segera beroperasi supaya lapangan pekerjaan terbuka. Kami berkomitmen 70 persen pekerja berasal dari warga sekitar,” katanya.

Selain membuka lapangan kerja, PT BAS juga memberi ruang dialog dengan tokoh adat dan masyarakat terkait identifikasi area penting seperti lahan keramat, kuburan, situs budaya, dan kebun warga sebelum tahap pembebasan dilakukan.

“Kami tidak asal membuka lahan. Semua melalui proses verifikasi bersama masyarakat. Makanya setelah proses ini selesai perusahaan akan menyelesaikan yang harusnya disepakati nantinya,” tambah Warisman.

Sementara itu, Azrul Azis, Manager Legal PT BAS, menambahkan bahwa PT BAS merupakan bagian dari Hardaya Plantation Group, perusahaan yang telah berpengalaman mengelola enam kebun sawit di berbagai daerah termasuk Kalimantan Utara.

“Kebun ini yang keenam dan termasuk vital karena menjadi penyumbang devisa dan pajak bagi daerah maupun negara. Di setiap proyek strategis pasti ada unsur pengamanan dari TNI-Polri untuk menjamin keamanan,” ujarnya.

Azrul juga meminta UPTD KPH untuk turun langsung meninjau lokasi penebangan agar dapat memastikan kebenaran di lapangan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum.

Dengan demikian, manajemen PT BAS menegaskan bahwa tudingan intimidasi terhadap masyarakat tidak berdasar.
Sebaliknya, perusahaan tengah menjalankan tanggung jawab sosial dan hukum untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.(**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2025 sukses digelar di Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis (23/10) pagi.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang, hadir bersama puluhan Gubernur dan Wakil Gubernur lain, dengan agenda Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus APPSI Masa Jabatan 2023-2025 dan pemilihan Ketua Umum APPSI periode 2025-2029.

Munas VII APPSI 2025 yang dibuka resmi langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, menyampaikan peran penting APPSI dalam menjaga integritas pemerintah daerah.

Ia menuturkan APPSI sebagai mitra strategis pemerintah pusat, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Bapak Presiden menyerukan bahwa pemimpin harus menjalankan pemerintahan yang bersih dan adil. Secara tegas menyoroti praktik korupsi yang menjadi tantangan pembangunan nasional,” ujarnya membacakan sambutan.

Sejalan dengan tema Munas VII APPSI tahun 2025 yakni “Menjaga Integritas Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Kreatif”, Wamendagri mendorong APPSI agar mampu memfasilitasi kepentingan daerah dalam penguatan kapasitas, optimalisasi otonomi daerah, serta penguatan peran Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah.

“Keberadaan APPSI sebagai wadah berhimpun bagi pemerintah provinsi seluruh Indonesia dan harus mampu menunjukkan kinerja yang optimal, baik dalam rangka meningkatkan kapasitas para anggotanya, maupun dalam memberikan masukan kepada pemerintah pusat,” jelas Akhmad Wiyagus.

Dalam momen itu, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Gubernur Sumatera Barat Mayheldi Ansharullah dan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa didaulat menjadi pimpinan sidang pemilihan Ketua Umum APPSI periode 2025-2029.

Penetapan Gubernur Zainal sebagai pimpinan sidang tersebut dimulai dari usulan Ketua Dewan Pakar APPSI, Prof. Ryaas Rasyid. Ia menilai sangat diperlukannya figur yang berpengalaman dan berintegritas untuk memimpin jalannya proses pemilihan Ketua Umum APPSI.

Dalam proses persidangan yang berlangsung kondusif dan penuh kebersamaan, H. Rudi Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum APPSI periode 2025-2029 menggantikan Gubernur Jambi Al Haris yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia Muhammad Qodari, dan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melaksanakan kegiatan Pembekalan Ujian Dinas yang berlangsung di Ruang Rapat BKD Kaltara, Kamis (23/10).

Pembekalan itu diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah dan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kaltara secara daring dan luring.

Kegiatan pembekalan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kaltara yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltara, Pollymaart Sijabat.

Dalam sambutannya, Pollymaart menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada BKD Kaltara atas terselenggaranya pelaksanaan pembekalan ujian kenaikan tingkat dan golongan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami percaya peserta yang ikut sudah melalui seleksi yang benar-benar sesuai ketentuan. Ini bentuk perhatian pimpinan terhadap peningkatan kompetensi ASN. Mari kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Pollymaart.

Pollymaart menyebutkan kegiatan Ujian Dinas (UD) dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) merupakan kegiatan pertama kalinya dilakukan BKD Kaltara. Menurutnya hal ini sangat penting dilakukan untuk pengembangan karier ASN, serta untuk meningkatkan sumber daya manusia di Pemprov Kaltara.

Sementara itu, Plt Kepala BKD Kaltara, Andi Amriampa, menyebutkan kegiatan ini merupakan tahap pra-ujian atau pembekalan bagi peserta sebelum mengikuti pelaksanaan UD dan UPKP.

Selain itu, ia mengatakan kegiatan UD dan UPKP kali ini menjadi yang pertama kali digelar langsung oleh BKD Kaltara, yang dimana pada waktu sebelumnya telah banyak dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota.

Bebernya, pelaksanaan UDIN dan UPKP ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2025 dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium CAT Pemprov Kaltara.

“Yang mengikuti Ujian Dinas ada 96 orang, dan yang UPKP ada 50 orang, jadi total ujian kenaikan pangkatnya ada 146 orang,” ucap Andi Amriampa.

Plt. BKD Kaltara ini menuturkan setelah menunggu beberapa tahun lamanya, akhirnya baru bisa dilaksanakan UD dan UPKP di tahun 2025 ini.

“Jadi memang ini diperuntukkan untuk teman-teman yang akan mengikuti ujian dinas dan ujian kenaikan pangkat. Yang di uji itu ada dua, yang golongan dua ke golongan tiga, dan golongan tiga ke golongan empat,” jelasnya.

Andi Amriampa menceritakan bahwa kegiatan ini, karena sempat tertunda beberapa tahun lalu. Ungkapnya, karena terlalu lama tidak ada ujian kenaikan pangkat, beberapa ASN ada yang mengusulkan untuk ikut ujian di Kabupaten Malinau bahkan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Makanya di tahun ini kita upayakan untuk dibuka di sini karena teman-teman memang membutuhkan itu,” beber Andi Amriampa.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam kenaikan pangkat dan golongan itu sebenarnya tergantung dari pemetaan ASN, serta peninjauan lagi untuk pemetaan ASN di tahun depan.

“Kalau memang mungkin kita laksanakan, datanya mendukung untuk itu maka kita siapkan lagi,” tambahnya.

“Nanti setelah tanggal 30 ada hari pelaksanaannya nantinya datanya akan diolah oleh BKN. Nanti setelah pengumuman hasil BKN baru kita umumkan dan status kepegawaiannya akan kita lanjutkan,” pungkasnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Masyarakat Desa Bandan Bikis, Kabupaten Tana Tidung, bersama pemerintah desa menahan sementara kegiatan operasional PT Pipit Mutiara Indah (PMI). Langkah ini diambil buntut dari persoalan belum diserahkannya hak pengelolaan kebun plasma yang menjadi hak masyarakat sejak tahun 2007.

Kepala Desa Bandan Bikis, Yuliansyah, menegaskan bahwa tindakan penghentian sementara ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap perusahaan yang selama hampir 15 tahun dinilai mengabaikan kewajiban terhadap masyarakat.

“Yang dipermasalahkan ini soal operasional. Kita tahan karena kebun plasma yang belum diserahkan hak pengolahannya kepada kita sejak tahun 2007 sampai sekarang 2025. Kalau dihitung, sudah hampir 15 tahun perusahaan menikmati hasil kebun plasma yang memang hak kita, tapi tidak diberikan,” ungkap Yuliansyah, Rabu (23/10).

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, perusahaan wajib memberikan 20 persen lahan plasma dari total lahan inti yang mereka kelola untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Namun, hingga kini masyarakat Desa Bandan Bikis belum menerima hak tersebut.

“Yang menjadi tuntutan masyarakat itu pertama kejelasan lahan plasma di 268 hektar atau 161 hektar yang tidak pernah diberikan ke kita, malah diberikan ke pihak lain yaitu PT Damar Indra Abadi,” jelasnya.

Yuliansyah mengungkapkan, persoalan ini berawal dari konflik antara PT Pipit Mutiara Indah dan PT Damar Indra Abadi (DIA) terkait pengelolaan lahan. Namun ironisnya, imbas dari perselisihan dua perusahaan tersebut justru dirasakan masyarakat desa yang sama sekali tidak terlibat dalam urusan bisnis kedua pihak.

“Lucunya kan di situ, persoalan antara PT PMI dan PT Damar Indra Abadi itu dampaknya ke kita. Kita sebenarnya tidak mau masuk dalam persoalan mereka karena itu tanggung jawab perusahaan untuk memberikan plasma 20 persen ke masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai sikap perusahaan yang meminta masyarakat ikut menyelesaikan konflik internal mereka sangat disesalkan. Padahal, masyarakat hanya menuntut hak sesuai peraturan yang berlaku.

“Itu yang kita sesalkan dari sikap perusahaan. Kita ini cuma menuntut hak plasma, bukan ikut campur dalam urusan bisnis antar perusahaan,” tambahnya.

Pemerintah Desa Bandan Bikis bersama masyarakat telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi, namun hingga kini belum menemukan titik terang.

“Kami sudah adakan pertemuan, tapi sayangnya General Manager perusahaan sedang cuti, jadi belum bisa diambil kesimpulan. Kita masih menunggu itikad baik dari mereka,” kata Yuliansyah.

Pihak desa berharap PT Pipit Mutiara Indah segera menyelesaikan tanggung jawabnya kepada masyarakat Desa Bandan Bikis maupun Desa Buong Baru sebagai desa yang terdampak langsung dari kegiatan perusahaan.

“Harapan kita, perusahaan ini bisa lebih mengindahkan tanggung jawabnya karena ini untuk kesejahteraan masyarakat. Lahan itu juga tidak banyak, hanya 20 persen dari lahan yang mereka kelola,” jelasnya.

Diketahui, total lahan inti yang dikelola perusahaan di wilayah Bandan Bikis mencapai 805 hektar, dengan kewajiban plasma sekitar 161 hektar. Namun karena ada tambahan lahan terbiar yang juga masuk dalam wilayah desa, total keseluruhan lahan plasma yang seharusnya dikelola masyarakat mencapai 268 hektar.

“Kita tidak mau berlarut-larut. Kalau perusahaan sudah punya solusi dan mau duduk bersama, kita siap. Tujuan kita jelas, untuk kebaikan masyarakat dan kepastian hak mereka,” tutup Yuliansyah.

Dalam pertemuan itu juga  hadir pasukan merah dan masyarakat Desa Buong Baru serta warga lainya.(**)

Scroll to Top