Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang paling berharga, dan bangsa yang maju adalah bangsa yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, saat membuka Seminar Pendidikan PGRI Provinsi Kaltara digelar di Ruang Serbaguna Gedung Gadis Kamis, (13/11).

​Seminar yang diprakarsai oleh PGRI Provinsi Kaltara ini mengusung tema “Investasi Terbaik Masa Depan Generasi Kalimantan Utara Guna Mewujudkan Pendidikan Kalimantan Utara yang Unggul dan Setara dengan Provinsi Maju Lainnya di Indonesia”.

​Mewakili Gubernur Kaltara, Robby menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PGRI Provinsi Kaltara atas penyelenggaraan kegiatan ini, serta komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Benuanta.

“Seminar ini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik di Kaltara,” ucap Robby.

Provinsi Kaltara memiliki potensi besar untuk tumbuh sejajar dengan provinsi-provinsi maju lainnya di Indonesia, namun potensi ini hanya dapat diwujudkan apabila kualitas pendidik dan peserta didik terus ditingkatkan.

“Guru yang unggul akan melahirkan generasi yang unggul. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui seminar ini adalah langkah yang strategis dan tepat sasaran,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen dan berupaya untuk memperkuat sektor pendidikan, melalui pembangunan sarana dan prasarana, peningkatan akses pendidikan yang merata hingga ke perbatasan maupun peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Menurutnya dengan membangun pendidikan berarti menanam benih untuk masa depan. “Semakin baik kualitas pendidikan kita hari ini, maka semakin cerah depan Kalimantan Utara dan Indonesia di masa yang akan datang,” jelasnya.

Robby berharap melalui seminar ini, para peserta dapat memperoleh wawasan baru, memperkuat jejaring profesional, serta mengimplementasikan hasil-hasil pembelajaran dalam proses pendidikan di lingkungan masing-masing.

“Mari jadikan momentum ini sebagai energi baru untuk terus berinovasi, beradaptasi dan berkontribusi dalam membangun generasi emas Kalimantan Utara,” pungkasnya.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri strategis nasional PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Desa Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Rabu (12/11).

Pada kunjungan kerja tersebut Gubernur Zainal turut didampingi Bupati Bulungan Syarwani dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.

Dalam paparan singkat PT. KIPI dan PT. Kalimantan Aluminium Industry (KAI) terdapat sejumlah perkembangan positif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanah Kuning tersebut khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal Kaltara yang mencapai 70 persen.

Mendapati laporan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan terima kasih atas hadirnya kawasan industri ini yang cukup mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga otomatis akan mengurangi angka pengangguran di Kaltara.

“Pekerja-pekerja yang ada di area ini kita utamakan pekerja-pekerja lokal, dan memang sudah terbukti dari jumlah 11.900 pekerja yang ada di kawasan ini 70 persen sudah orang lokal,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur mengapresiasi langkah PT. KIPI dan PT.KAI yang dalam operasionalnya tetap menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) berasal dari pekerja lokal Kaltara. Dia meminta agar perekrutan tenaga lokal ini dapat dilakukan seterusnya di kawasan industri KIPI.

“Insyaallah di tahun depan akan membuka lagi Job Fair di Provinsi yang akan kita pekerjakan di kawasan ini,” ujarnya.

Untuk mendukung kawasan industri strategis ini, Gubernur memastikan akan membekali para pemuda-pemudi dengan berbagai kemampuan dengan mengikuti pelatihan dan kompetensi yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kita pasti bekali mereka, tidak ujuk-ujuk kita pekerjakan disini tanpa skill. Jadi kita memang siapkan pemuda-pemudi kita di Kaltara ini, dengan kita buka Balai Latihan Kerja,” ucap Gubernur.

“Kemudian nanti kita minta sertifikasi dari Perindustrian bahwa memang yang dilatih ini sudah memenuhi syarat untuk bekerja, dan memiliki sertifikat untuk dapat bekerja di areal ini,” sambungnya.

Gubernur Zainal berharap para pemuda-pemudi Kaltara dapat bekerja di kawasan wilayah strategis nasional KIPI, selain dapat menyerap tenaga kerja lokal juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltara, serta memperkuat posisi Kaltara sebagai kawasan ekonomi yang diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah melaksanakan Workshop Menulis Tahun 2025. Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi pada masyarakat, terutamanya pada generasi muda saat ini. Selasa (11/11).

Mewakili Bupati Nunukan, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Nunukan Erlina membuka secara resmi kegiatan Workshop Menulis. Kegiatan Workshop yang dilaksanakan di aula Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah ini menghadirkan narasumber dari Komunitas Yuk Menulis (KYM) Yogyakarta bapak Sutanto dan diikuti oleh siswa-siswi SD, SMP, serta para guru dan juga para Komunitas Penulis Nunukan.

Dalam sambutan Bupati, Erlina menyampaikan bahwa workshop menulis ini merupakan inisiatif yang sangat positif dan strategis di era digitalisasi dan arus informasi yang begitu cepat, kemampuan untuk mengelola kata, meyampaikan gagasan, dan menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat menjadi sangat penting.

“Menulis bukan hanya sekedar keterampilan, tetapi juga alat untuk memberdayakan masyarakat, mendokumentasikan sejarah lokal, serta mempromosikan potensi daerah kita, baik dari segi budaya, pariwisata, maupun ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Erlina juga mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum untuk melahirkan bakat penulis-penulis baru di Kabupaten Nunukan yang mampu menyuarakan dan mempublikasikan aspirasi dan potensi daerah ke kancah lebih luas.

Sementara itu, Sutanto selaku narasumber memberikan materi yang luar biasa kepada para peserta, sehingga para peserta bisa menuangkan dan menghasilkan karyanya berupa puisi, Obituari, Pantun, Cergam, Cerita anak, Quote, Cerita Binatang/Fabel, serta cara menulis berita.

Di sesi akhir, para peserta juga membuat tulisan berupa puisi dan Quote yang nantinya akan dijadikan sebuah buku antologi. Selain itu, untuk terus meningkatkan minat literasi kepada siswa-siswi sekolah dan masyarakat, Kantor Kearsipan dan Perpustakaan bekerjasama dengan Komunitas Yuk Menulis (KYM) akan membuat buku antologi ataupun karya solo yang dihasilkan dari tulisan-tulisan siswa-siswi dari tiap-tiap sekolah dan Komunitas Penulis Nunukan, sehingga diharapkan Kabupaten Nunukan bisa menghasilkan1000 penulis buku dalam setahun dari penulis-penulis hebat yabg ada di Kabupaten Nunukan.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mulai memperketat pengawasan terhadap angkutan hasil perkebunan, khususnya truk pengangkut kelapa sawit. Langkah ini bukan tanpa alasan, sebab akhir-akhir ini marak ditemui kendaraan bermuatan sawit yang melebihi kapasitas dan ukuran bak, melintas di ruas-ruas jalan kabupaten.

Melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: B.500.11.9.3/362/DISHUB-KTT/XI/2025 tentang Pembatasan Muatan Kendaraan Angkutan Kelapa Sawit, Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung secara resmi memberlakukan pembatasan dan penertiban muatan angkutan sawit.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung gerakan nasional penertiban Over Dimension and Over Loading (ODOL), yakni kendaraan dengan ukuran dan berat melebihi ketentuan yang dapat membahayakan pengguna jalan dan mempercepat kerusakan infrastruktur.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Tana Tidung, Maltomi, menjelaskan bahwa pihaknya telah lebih dahulu menyusun surat edaran sebagai dasar pembatasan muatan angkutan kelapa sawit di wilayah Tana Tidung.

“Kita sudah membuat surat edaran terkait pembatasan muatan kendaraan angkutan kelapa sawit. Ini berkaitan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung penertiban masalah ODOL,” terang Maltomi saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menegaskan, kebijakan ini sama sekali tidak bermaksud menghambat kegiatan usaha para pelaku perkebunan sawit. Sebaliknya, langkah tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi hasil perkebunan, keselamatan lalu lintas, serta keberlanjutan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi ekonomi daerah.

“Bukan kita menghambat usaha mereka. Ibaratnya, kita memberi jalan agar semua bisa berjalan dengan baik. Ekonomi tetap bergerak, tapi jalan juga tidak cepat rusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maltomi menjelaskan bahwa pembatasan muatan disesuaikan dengan kelas jalan yang ada di Kabupaten Tana Tidung, di mana batas maksimal angkutan yang diizinkan sekitar 8 ton.

“Kalau disesuaikan dengan kelas jalan kita, berat angkutan maksimal sekitar 8 ton. Sementara untuk susunan muatan, hasil kesepakatan dengan Polres adalah maksimal satu tumpuk di atas bak truk,” paparnya.

Namun, ia juga menambahkan bahwa pelanggaran yang sering terjadi bukan hanya pada berat muatan, tetapi juga dimensi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.

“Sebenarnya kelapa sawit itu kan ada rongganya, tidak padat, jadi secara tonase seringkali dianggap belum melebihi batas. Tapi yang jadi masalah itu dimensinya—tinggi muatan yang menyalahi,” jelasnya.

Saat ini Dishub Tana Tidung masih berada pada tahap sosialisasi. Penindakan terhadap pelanggar belum dilakukan secara penuh, karena Dishub belum memiliki sarana alat timbang untuk mengukur tonase kendaraan secara akurat.

“Untuk sementara ini yang kita hitung dimensinya dulu karena kita belum punya sarana penimbangan. Jadi tonasenya belum bisa dihitung secara pasti,” ujar Maltomi.

Sanksi yang diterapkan juga masih bersifat edukatif, berupa teguran langsung di lapangan. Jika ke depan diperlukan tindakan hukum, maka penegakan akan dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya satuan Polantas Polres Tana Tidung.

“Kalau sekarang ini kita masih sosialisasi dulu. Paling diberikan teguran. Kalau nanti sudah ada penindakan, itu wewenangnya kepolisian. Bisa saja kalau pelanggarannya berat, muatannya diturunkan di tempat,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi bersama perusahaan-perusahaan perkebunan sawit di wilayah Tana Tidung, Dishub juga telah menyampaikan pentingnya dukungan dari pihak swasta terhadap kebijakan ini. Pihak perusahaan menyambut baik dan meminta waktu untuk melakukan sosialisasi kepada para rekanan dan pengemudi truk.

“Hasil kesepakatan kita dengan perusahaan, mereka minta waktu untuk bersosialisasi kepada rekanan mereka. Jadi langkah ini kita jalankan bersama-sama, tidak serta-merta langsung menindak,” jelas Maltomi.

Fenomena pelanggaran muatan berlebih pada kendaraan sawit di Tana Tidung memang meningkat, terlebih di musim panen seperti sekarang. Aktivitas pengangkutan yang padat berpotensi menyebabkan kerusakan jalan lebih cepat, serta menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang tidak stabil.

“Di KTT ini memang sedang marak pelanggaran kendaraan muatan sawit, apalagi banyak perkebunan yang panen. Kita tentu mendukung usaha mereka agar ekonomi tetap berjalan, tapi keselamatan dan infrastruktur jalan juga harus diperhatikan,” tutur Maltomi.

Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha bisa memahami kebijakan ini sebagai langkah perlindungan bersama, bukan pembatasan semata. Karena jika jalan cepat rusak, distribusi hasil perkebunan pun pada akhirnya akan terganggu.

“Intinya, kita ingin semua berjalan beriringan. Ekonomi maju, tapi keselamatan tetap terjaga dan jalan kita bisa bertahan lama,” pungkasnya.

Kebijakan pembatasan ODOL di Kabupaten Tana Tidung menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung program nasional Kementerian Perhubungan untuk menekan angka pelanggaran ODOL di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan menciptakan tata kelola transportasi angkutan hasil bumi yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.(**)

NUSANTARA, MANDAUPOST – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang, bersama gubernur se-Indonesia berkumpul di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menghadiri pengukuhan pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) masa bakti 2025-2029.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Akhmad Wiyagus secara resmi mengukuhkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sebagai Ketua Umum APPSI di Multifunction Hall Kemenko 1 IKN, Selasa (11/11).

Sementara Gubernur Zainal, didapuk menjadi Anggota/Koordinator Wilayah Kalimantan yang menjadi bagian bersama 21 gubernur dari 38 provinsi sebagai pengurus APPSI.

Wamendagri Ahmad Wiyagus mengatakan, kehadiran APPSI selama ini telah banyak membantu pemerintah pusat, khususnya menjaga stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa, serta harmonisasi pusat daerah untuk optimalisasi pembangunan.

“Mari jadikan momentum ini sebagai titik awal memperkuat sinergi, meneguhkan kolaborasi untuk membangun Indonesia dari daerah,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Ia menekankan, agar APPSI mampu menjadi wadah kolaboratif antap pemerintah provinsi seluruh Indonesia, serta terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang memiliki dukungan arah kebijakan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.

“APPSI tidak lagi hanya menjadi penikmat manfaat kebijakan pusat, tapi menjadi bagian aktif penyusunan kebijakan fiskal, APBN dan arah kebijakan nasional,” bebernya.

Dalam momentum yang sama, Gubernur Zainal memberikan masukan berupa tindakan konkret yaitu segera menjalin pertemuan antara APPSI dengan ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia) terkait RUU Daerah Kepulauan.

“Makanya, diawal tahun nanti perlu kita lakukan pertemuan bersama atau rapat bersama dengan ASPEKSINDO, untuk mengawal dan mempercepat undang-undang tersebut,” ujar Gubernur Zainal.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud terpilih secara aklamasi dalam Munas VII APPSI yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis, 23 Oktober 2025 yang lalu.

Dalam rangkaian pengukuhan Dewan Pengurus APPSI turut dihadiri Wamen ATR BPN Ossy Dermawan, Wamen PAN RB Purwadi Arianto, Kepala BKN Zuldan Arif Fakrullah, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Dirjen Otda Kemendagri yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, serta jajaran unsur Forkopimda Kaltim.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, secara resmi membuka kegiatan Cendekiawan Muslim yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah Kota Tarakan. Acara yang mengusung tema “Pengembangan Muslim Muda Berbasis 4I: Imam, Intelektual, Innovation, Implementation di Era Digitalisasi” ini berlangsung di kompleks pesantren Jalan Sei Bengawan RT 02, Juata Permai, Pada hari Selasa, (11/11).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tarakan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah yang telah menjadi pelopor dalam mencetak generasi Muslim berakhlak mulia, berwawasan luas, serta memiliki semangat inovasi dan kreativitas tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.

Wakil Walikota menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas generasi muda,” ujarnya.

Dalam konteks era modern, lanjutnya, pesantren harus mampu melahirkan cendekiawan Muslim yang tangguh, pribadi yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya semangat 4I “Imam, Intelektual, Innovation, dan Implementation” sebagai landasan dalam membentuk generasi Muslim muda yang unggul. “Setiap santri harus memiliki jiwa kepemimpinan (Imam), kecerdasan berpikir (Intelektual), kemampuan berinovasi (Innovation), serta penerapan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata (Implementation),” tutur beliau.

Dalam era digitalisasi yang serba cepat, pendidikan pesantren, menurutnya, harus bersifat komprehensif dan adaptif, dengan menanamkan kemampuan berpikir kritis,

Di akhir sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tarakan, akan terus mendukung setiap upaya pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebagai tulang punggung masa depan bangsa.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh sinergi antara dunia pendidikan, pesantren, dan pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan yang akan mengikuti Temu Karya Relawan PMI Tingkat Provinsi Kalimantan Utara ke-II di Kabupaten Bulungan. Pelepasan berlangsung di ruang kerja Bupati Nunukan, Selasa (11/11).

Ketua PMI Kabupaten Nunukan Saddam Husen, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 35 relawan akan berangkat mengikuti kegiatan tersebut di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini diisi dengan berbagai pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas relawan PMI, baik dari sisi keterampilan, solidaritas, maupun kesiapsiagaan dalam tugas-tugas kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menyampaikan rasa syukur dan bangga atas semangat para relawan PMI Nunukan yang akan membawa nama baik daerah di ajang provinsi.

“Temu Karya Relawan PMI ini menjadi wadah untuk belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antar relawan. Melalui kegiatan ini, para relawan dapat meningkatkan kemampuan dan semangat kemanusiaan,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa peran PMI sangat penting, tidak hanya dalam kegiatan donor darah, tetapi juga dalam kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, serta berbagai misi kemanusiaan lainnya.

“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, relawan PMI harus selalu siap, tangguh, dan ikhlas dalam membantu masyarakat,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PMI yang telah bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi. Ia juga berpesan kepada para relawan agar menjaga nama baik daerah, disiplin, serta menunjukkan sikap tangguh selama mengikuti kegiatan.

“Manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, memperluas jaringan, dan membawa nama baik Kabupaten Nunukan. Tunjukkan bahwa relawan PMI Nunukan adalah relawan yang berdedikasi tinggi,” pesan Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati Irwan berharap kegiatan ini berjalan lancar dan sukses.

“Semoga para relawan kembali dengan membawa pengalaman dan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Nunukan,” tutupnya.

Di akhir acara, Bupati Irwan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan relawan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pementasan Akhir Hasil Pembelajaran Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025 tingkat SMA/SMK/SLB sederajat digelar di Lapangan SMK Negeri 1 Tanjung Selor berlangsung meriah pada Selasa (11/11) pagi.

Momen pembukaan Pementasan Akhir Hasil Pembelajaran Program GSMS Tahun 2025 itu, ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman.

Dalam kesempatan ini, Robby menyampaikan bahwa pementasan akhir GSMS merupakan langkah strategis pemerintah dalam memfasilitasi sekolah agar dapat menghadirkan seniman ke ruang pembelajaran.

“Melalui GSMS ini, kita tidak hanya menumbuhkan kreativitas pelajar, tetapi juga menjaga warisan budaya Kalimantan Utara di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh media sosial,” kata Robby.

Robby menuturkan program ini dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menggali potensi, mengekspresikan kreativitas, dan menyalurkan bakat seni sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.

Dikatakannya dengan kreativitas para pelajar, terutama dari sekolah kejuruan, menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Kaltara mampu berinovasi tanpa meninggalkan akar kultur budaya lokal.

Pelaksanaan GSMS sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mendorong keterlibatan aktif para seniman dalam memperkenalkan kekayaan dan keberagaman budaya bangsa kepada pelajar, sekaligus menyaring budaya asing yang dapat mengikis nilai moral generasi muda.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memberikan dana pembinaan kepada sekolah-sekolah peserta GSMS sebagai apresiasi atas dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan budaya daerah.

Robby menuturkan setelah melalui proses panjang 15 kali pertemuan dengan dukungan APBD dan 20 kali pertemuan melalui anggaran APBN, akhirnya terlaksananya pementasan akhir GSMS 2025 yang menampilkan hasil karya terbaik siswa siswi Kaltara.

“Melalui pementasan akhir yang menampilkan karya-karya terbaik dari para siswa, kita dapat melihat hasil nyata pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh para seniman di sekolah,” ucapnya.

Sementara itu turut juga diluncurkan “Rumalawai”, sebuah brand fashion lokal Kaltara yang mengusung kekayaan budaya daerah melalui karya busana batik khas Kaltara.

Nama Rumalawai berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Bulungan yakni “ruma” yang berarti rumah dan “lawai” yang berarti benang, bermakna “Rumah Benang” menjadi simbol tempat lahirnya karya-karya busana eksklusif menjunjung tinggi nilai budaya dan estetika lokal.

Rumalawai berfokus pada pembuatan batik motif Kaltara dengan desain modern dan elegan, tanpa meninggalkan unsur kearifan lokal. Kehadirannya diharapkan menjadi ikon fashion Bumi Benuanta yang memperkuat identitas daerah sekaligus membuka ruang bagi pengembangan industri kreatif berbasis budaya.

Staf Ahli Gubernur, Robby merasa bangga atas peluncuran brand fashion Rumalawai yang menjadi simbol nyata bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.

“Melalui sinergi ini, semangat pelajar dan seniman lokal diharapkan terus tumbuh, menjadikan budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber inspirasi, inovasi, dan kebanggaan bersama masyarakat Kaltara.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus mendukung setiap langkah kreatif anak muda dan pelaku seni yang mengangkat kearifan lokal menjadi karya bernilai tinggi. Inilah wajah Kaltara yang berbudaya, berdaya saing, dan penuh inovasi,” pungkasnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Suasana ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung, Senin pagi (10/11), tampak berbeda dari biasanya.

Deretan meja yang biasanya digunakan untuk rapat kini dipenuhi tumpukan berkas dan laptop, sementara para peserta tampak serius mencatat materi. Di sinilah dimulainya Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Pelaporan Barang Milik Daerah (BMD) yang digelar Disdikbud Tana Tidung.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plt. Kepala Disdikbud, Arman Jauhari, S.H. ini diikuti oleh seluruh Pengurus Barang sekolah dari tingkat TK, SD, hingga SMP, serta staf penatausahaan aset dari berbagai unit kerja di lingkungan Disdikbud.

Dalam sambutannya, Arman menekankan pentingnya pengelolaan aset secara tertib dan transparan sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang akuntabel.

“Barang Milik Daerah, terutama aset-aset di sekolah dan kantor dinas, adalah modal utama kita dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, pengelolaan dan pelaporannya harus dilakukan dengan tertib dan akuntabel,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa Bimtek ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan langkah nyata untuk memastikan seluruh aset daerah—dari meja, komputer, hingga bangunan sekolah—terdata dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap seluruh peserta serius mengikuti materi, dan setelah ini segera menertibkan data aset di sekolah masing-masing. Jangan sampai aset yang dibeli dengan uang negara tidak tercatat atau tidak diketahui keberadaannya,” pesan Arman.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tana Tidung, yaitu Nadia Prayudianti (Kasubid Penatausahaan, Pemindahtanganan, dan Penghapusan Aset), Asad Aris Munandar (Kasubid Pengamanan, Pengawasan, dan Pengendalian Aset), serta Rizal Rachman (staf pelaksana BPKAD KTT).

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan. Sesekali, tawa kecil terdengar ketika narasumber mencontohkan situasi lucu seputar pencatatan aset di sekolah—seperti meja yang “hilang” tapi ternyata dipakai untuk kegiatan pramuka.

Materi Bimtek meliputi pembaruan regulasi tentang BMD, teknik inventarisasi aset, dan praktik penginputan data melalui aplikasi SIMDA Aset. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan lebih memahami tata cara pengelolaan aset dari proses perolehan hingga penghapusan.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini menjadi momentum penting bagi Disdikbud untuk memperkuat sistem administrasi aset, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa aset yang dikelola dengan baik mencerminkan wajah pemerintahan yang bersih dan profesional.

“Aset tertib, pendidikan pun maju. Itu yang ingin kita capai bersama,” tutup Arman dengan senyum optimis.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menghadiri kegiatan Doa Bersama Lintas Agama TNI-Polri bersama Elemen Masyarakat dalam rangka menghadapi potensi bencana alam di Kota Tarakan.

Acara yang diinisiasi oleh Polres Tarakan ini berlangsung di Mako Polres Tarakan, pada Senin, 10 November 2025 dan diikuti oleh jajaran TNI, Polri, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Wakil Wali Kota di kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan keimanan di tengah ujian yang dihadapi.

“Melalui doa bersama ini kita semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, meningkatkan iman dan takwa. Dengan ujian yang ada, kita juga belajar untuk semakin bersatu dan peduli terhadap sesama serta lingkungan,” ujar Wakil Wali Kota.(**)

Scroll to Top