Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah melakukan persetujuan bersama terhadap 3 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Ketiganya meliputi, Ranperda Tentang Penanaman Modal, Ranperda Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Ranperda Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Datu Iqro Ramadhan, dan Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Wakil Ketua DPRD Kaltara, Muhammad Nasir, dan Muddain, dalam Rapat Paripurna ke-38 Masa Persidangan I Tahun 2025, di Gedung DPRD Kaltara, Selasa (25/11).

Di kesempatan ini, Wagub Ingkong mengparesiasi antusiasme dan perhatian yang diberikan dalam proses pembahasan Ranperda. Ranperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif hadir sebagai respons proaktif Pemerintah Daerah terhadap dinamika perekonomian global yang semakin mengedepankan inovasi, kreativitas, dan kekayaan intelektual.

“Ranperda ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan landasan yang kuat bagi pelaku usaha ekonomi kreatif. Selain itu menciptakan ekosistem yang kondusif melalui fasilitasi permodalan, penyediaan ruang kreatif,” katanya.

“Perlindungan hak kekayaan intelektual, serta peningkatan kapasitas dan pemasaran produk, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru,” sambungnya.

Sejalan dengan upaya pengembangan ekonomi kreatif, Ranperda Tentang Penanaman Modal juga memegang peranan vital sebagai instrumen untuk menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Ia berharap penanaman modal yang masuk bersifat berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat. Perda penanaman modal ini akan memberikan manfaat yang signifikan.

“Bagi Pemerintah Daerah, Ranperda ini memastikan adanya kepastian hukum dalam pengelolaan investasi, mempermudah koordinasi antar instansi, dan meningkatkan realisasi investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi makro,” ucapnya.

Sedangkan bagi investor, Ranperda ini menjamin kemudahan berusaha, kepastian perizinan, dan perlindungan aset, pada akhirnya mendorong mereka untuk menanamkan modal lebih besar dan jangka pajang.

“Dan manfaat terbesar bagi masyarakat adalah terciptanya lapangan kerja,” ujarnya.

Pada kedua Ranperda ini, Wagub menegaskan bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban legislasi, tetap menjadi langkah maju yang signifikan dalam meletakkan fondasi ekonomi Kaltara yang lebih kokoh, mandiri dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Kemudian pada Ranperda Tentang APBD Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2026, memiliki peran penting sebagai daya ungkit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 14 Tahun 2025 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.

Ingkong pun menyebutkan pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun anggaran 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan serta mengejar pencapaian target pertumbuhan ekonomi jangka menengah, dan panjang karena menjadi titik awal akselerasi pertumbuhan ekonomi.

“APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus di desain untuk bisa menjawab perubahan dari resiko dan dinamika ekonomi,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setdaprov Kaltara Wahyuni Nuzband, mengungkapkan pentingnya edukasi generasi muda agar hidup sehat melalui konsumsi pangan lokal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan “Seminar Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman)” Solusi Untuk Generasi Muda Yang Sehat Dan Produktif.

Wahyuni melihat di era saat ini banyak ditemukan aneka makanan cepat saji. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan akan berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Dampak ini pun dirasakan di tengah masyarakat terutama bagi generasi muda. Mulai dari resiko obesitas, diabetes, hipertensi, hingga gangguan metabolisme dapat meningkat jika pola makan tidak dijaga.

“Inilah yang menjadi keprihatinan kita bersama, karena generasi muda hari ini adalah penentu masa depan Kaltara dan Indonesia,” kata Wahyuni di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (25/11).

Menurutnya, jika generasi muda tumbuh dengan pola makan yang tidak sehat maka akan berpengaruh pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Melalui seminar ini, kita ingin menguatkan kembali pentingnya pangan lokal dan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sebagai fondasi pola makan yang sehat,” tegasnya. Mengonsumsi pangan lokal tidak hanya mendukung petani lokal Kaltara, tetapi juga memberikan nutrisi terbaik bagi generasi muda Kaltara.

“Nutrisi yang baik adalah kunci untuk kecerdasan, kesehatan fisik prima, dan pada akhirnya, produktivitas yang tinggi,” jelasnya.

Dikatakannya, bahwa generasi muda yang sehat dan cerdas adalah aset penting bagi pembangunan Kaltara. Untuk itu, ia meminta para peserta dapat menjadikan momentum seminar ini untuk menggali inovasi, meningkatkan edukasi dan memperkuat hilirisasi.

Wahyuni berharap kegiatan seminar ini menjadi titik penguat bahwa pangan lokal dan prinsip B2SA bukan hanya wacana, tetapi menjadi gaya hidup masyarakat Kaltara. Sehingga mampu bersaing dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

“Mari kita bangga dengan pangan lokal kita. Mari kita jadikan pangan lokal Kaltara sebagai pilihan utama untuk bekal masa depan yang lebih sehat dan cemerlang, kalian adalah agen perubahan yang akan mendorong konsumsi pangan lokal menuju tren hidup sehat dan modern,” tutupnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kornie Serliany Ingkong, menghadiri Perayaan Natal TP PKK Kaltara 2025 di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (22/11).

Kehadiran istri Wagub Kaltara ini sekaligus menyampaikan pesan penguatan kepada seluruh kader agar terus menghadirkan kasih melalui pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kornie mewakili Ketua TP PKK Kaltara, Rahmawati Zainal mengingatkan bahwa Natal menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan.

“Perayaan Natal ini juga merupakan momentum penting untuk meneguhkan nilai kasih, kepedulian, dan semangat pelayanan dalam pengabdian PKK,” kata Kornie.

Kornie berharap Damai Natal tahun 2025 ini membawa energi baru bagi seluruh kader untuk terus berkarya dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di Kalimantan Utara.

“Natal mengingatkan kita untuk terus menghadirkan kasih melalui pelayanan kepada keluarga dan masyarakat. Semangat ini harus terus kita pelihara dalam menjalankan tugas PKK,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kornie menekankan pentingnya 10 Program Pokok PKK sebagai pedoman dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan.
Ia berharap melalui penguatan program, PKK dapat semakin berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik melalui pendidikan keluarga, keterampilan, kesehatan, maupun pelestarian lingkungan.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Pokja I serta pengurus PKK yang telah menyiapkan perayaan sehingga berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Semoga kebersamaan yang terjalin hari ini semakin memperkuat motivasi kita dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Kornie menutup sambutannya dengan harapan agar damai Natal senantiasa menyertai keluarga besar TP-PKK Kaltara serta memberikan semangat baru dalam menjalankan tugas dan program kerja ke depan.

“Perayaan Natal ini menjadi bagian dari upaya TP-PKK Kaltara mempererat solidaritas internal sekaligus memperteguh komitmen dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat di seluruh wilayah Kaltara,” tutupnya.(**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara Bustan, menghadiri Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) Penegasan Batas Desa Dengan Pemerintah Daerah (Pemda), digelar di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Jumat (21/11).

Membuka Rakor tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menyebutkan, hingga saat ini penegasan batas desa di Indonesia baru mencapai sekitar 14,4 persen.

“Hingga saat ini, proses penetapan batas wilayah desa baru mencapai sekitar 14,4 persen secara nasional. Angka yang tergolong sangat minim ini dinilai berpotensi besar memicu konflik antar masyarakat desa serta menghambat tata kelola pemerintahan desa yang efektif,” ucap Tomsi Tohir.

Untuk mendorong percepatan, Tomsi meminta Pemda dapat segera memberikan dukungan penuh dan mengambil langkah prioritas, serta secara khusus meminta untuk memprioritaskan penyelesaian batas di desa yang tidak memiliki sengketa batas wilayah

Di kesempatan ini, Pj. Sekprov Kaltara Bustan menegaskan dibawah kepemimpinan Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara sampai saat ini telah berhasil menyelesaikan batas desa hingga mencapai 55 persen.

“Pemerintah Provinsi sendiri sudah berhasil menyelesaikan 259 batas desa dari 447 desa, atau sekitar 55 persen sudah mempunyai peraturan bupati dan batas desa. Jadi sekarang tinggal 45 persen dari target kita,” ucap Bustan.

Bustan menekankan pentingnya penyelesaian batas wilayah desa secara jelas dan akurat, hal ini sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan, pelayanan publik, dan kepastian administrasi pemerintahan.

Terkait sejumlah arahan Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir dalam rakor tersebut, ia memastikan akan menyampaikan secara langsung kepada Gubernur Kaltara untuk ditindaklanjuti.

“Setelah acara ini selesai kita akan mengundang kabupaten kota untuk kembali merencanakan batas wilayah desa. Kita menargetkan di akhir tahun 2029 itu minimal 85 persen sampai 100 persen batas wilayah desa sudah tuntas di akhir periode,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan batas wilayah desa yang belum selesai ini akan berdampak langsung dengan kepastian hukum, investasi, tata administrasi pemerintahan desa, hingga terkait pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).

Kemudian terhadap sejumlah isu seperti konflik antar batas desa, Bustan memastikan bahwa masalah ini sudah bisa diselesaikan melalui kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.

“Memang ada konflik antar batas desa, tapi kita lihat saat ini kondusif saja. Namun ada konflik maka akan kita selesaikan dengan metode Pentahelix plus kolaborasi yang baik antara Forkopimda, masyarakat, dan akademisi. Semuanya kita libatkan dalam penyelesaian terkait permasalahan batas desa apabila ada konflik,” pungkasnya.(**)

SURABAYA, MANDAUPOST — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, secara resmi didapuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asian Mini Football Confederation (AMFC).

Penunjukan Gubernur Zainal menjadi Sekjen AMFC dilakukan secara langsung oleh Presiden AMFC Yan Mulia Abidin, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) yang berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11).

Ketua Umum KSMI sekaligus juga Presiden AMFC, Yan Mulia Abidin menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Zainal, karena telah mendapatkan pengakuan internasional atas kontribusi dan komitmennya dalam pengembangan sepak bola mini di Indonesia.

Ia menegaskan kehadiran Gubernur Kaltara menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda nasional tersebut, tidak hanya sebagai tamu kehormatan namun juga karena pencapaian penting yang diterimanya.

Mengusung tema “Bersatu Meraih Prestasi Internasional”, Yan Mulia Abidin menuturkan KSMI yang baru berdiri pada 19 Februari 2025 lalu, telah mengalami perkembangan organisasi yang signifikan, bahkan menembus level internasional.

“Bahwa KSMI kini telah sejajar dengan organisasi besar yang menjadi kakak kandung dalam lingkup sepak bola mini dunia,” ucap Yan Mulia Abidin.

Dalam paparannya, Yan Mulia menyebutkan sejumlah pencapaian penting yang diraih yaitu KSMI resmi menjadi anggota ke-81 di Konfederasi Pusat, merupakan sebuah pengakuan prestisius di kancah internasional.

Lanjutnya, Indonesia mendapat kepercayaan untuk memegang kendali sebagai Presiden ASEAN dalam asosiasi sepak bola mini dunia.

“Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Cup ke-2 pada Februari, pada September Jakarta kembali dipercaya sebagai tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola Mini, yang akan diikuti oleh 30 negara,” jelasnya.

Penetapan Gubernur Zainal menjadi Sekjen AMFC ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Kaltara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sepak bola mini di kawasan Asia.

Rakernas KSMI tahun ini juga menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, memajukan program pembinaan, serta mendorong prestasi atlet Indonesia di kancah global.

Dengan amanah baru sebagai Sekjen AMFC, Gubernur Kaltara diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mengembangkan sepak bola mini, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di level Asia.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menghadiri Perayaan Menyambut Natal Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltara Tahun 2025, digelar di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (22/11).

Dalam sambutannya, Wagub Ingkong sekaligus mewakili Gubernur Kaltara menyampaikan ucapan selamat menyambut Natal 25 Desember Tahun 2025 kepada seluruh keluarga TP PKK Kaltara yang merayakannya.

“Natal bukan hanya seremonial, tetapi momentum dalam memperkokoh kebersamaan dan meneguhkan TP-PKK sebagai motor penggerak kesejahteraan, serta pilar penting dalam membangun iman dan kerukunan keluarga,” kata Wagub Ingkong.

Mengangkat tema “Kehadiran Tuhan untuk Menyelamatkan Keluarga”, dirumuskan bersama Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kelahiran Yesus Kristus menunjukkan bahwa Tuhan hadir secara nyata dalam kehidupan manusia. Inilah karya penyelamatan yang dimulai dari unit terkecil dan paling mendasar dalam masyarakat, yakni keluarga,” ucapnya.

Selanjutnya, Wagub menuturkan terdapat berbagai tantangan seperti krisis moral, tekanan ekonomi, distraksi digital, hingga komunikasi antar generasi, yang menuntut keluarga agar terus diperkuat sebagai sumber nilai dan pembentukan karakter.

Untuk itu, ia mengajak TP PKK Kaltara sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga untuk dapat mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan kedamaian dan ketangguhan sosial.

“TP PKK harus menjadi garda terdepan dalam merespons persoalan sosial dan memperkuat ketahanan keluarga, menjadi duta perdamaian dan kasih Kristus, serta menyelamatkan dan memperkuat keluarga dari berbagai kerentanan sosial dan ancaman perpecahan,” ujarnya.

Memaknai kelahiran Yesus membawa pesan pengharapan, kasih dan kepedulian, Wagub menekankan bahwa semangat inilah yang harus di sinergikan dengan 10 Program Pokok PKK.

Program PKK tersebut dimulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, peningkatan sandang dan pangan, kesehatan, hingga pendidikan.

“Semuanya berakar pada satu tujuan, yaitu menciptakan keluarga yang sejahtera lahir dan batin, semangat pelayanan tanpa pamrih, seperti dicontohkan dalam kisah Natal adalah modal utama kita dalam menjalankan program-program tersebut di seluruh wilayah Kaltara,” jelasnya.

Untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera lahir dan batin, serta membawa kedamaian, sukacita dan harapan di tengah masyarakat, ia mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan Kaltara yang berlandaskan kasih, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.

Wagub Ingkong mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum perayaan Natal ini menjadi pengikat persaudaraan, memupuk toleransi, serta memperkuat kebersamaan antar umat beragama di Bumi Benuanta.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus berkomitmen mendukung setiap upaya penguatan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemeliharaan kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

Dalam perayaan Natal TP PKK Kaltara ini turut dihadiri Staf Ahli Bidang I TP PKK Kaltara Kornie Serliany Ingkong Ala, Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara Pollymaart Sijabat, dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Malam pembukaan Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman se-Kaltara, Jumat (21/11), berubah menjadi salah satu malam paling meriah di RTH Tana Tidung. Meski cuaca diguyur hujan sejak petang, antusiasme warga tak surut sedikit pun. Ribuan penonton tetap bertahan dengan payung, jas hujan, bahkan sebagian memilih menikmati rintik air begitu saja—semua demi menyaksikan penampilan Budi Doremi, artis Ibukota yang mereka tunggu.

Begitu lampu panggung menyala dan sosok Budi muncul dengan baju adat khas Tana Tidung pemberian Vamelia Ibrahim, istri Bupati, sorak penonton langsung membahana. Hujan tak lagi terasa; yang ada hanya semangat yang menghangatkan seluruh area.

“Apa kabar Tana Tidung? Luar biasa sekali malam ini meski hujan tetap ramai! Terima kasih untuk Ibu Bupati atas baju khas Tana Tidung ini,” sapa Budi, disambut teriakan penuh energi dari penonton yang basah namun bahagia.

Sejak dentingan gitar pertama, penonton yang berpayung maupun yang tak peduli lagi dengan basahnya pakaian ikut bernyanyi bersama. Lagu-lagu seperti Mesin Waktu, Melukis Senja, Tolong, dan Takkan Hilang mengalun lembut, menyatu dengan suara hujan yang jatuh di sekitar panggung.

Dari balik payung berwarna-warni, sorot lampu ponsel tetap mengudara—menciptakan pemandangan indah yang tak biasa: lautan cahaya yang berkedip di tengah hujan.

Tak hanya masyarakat yang menikmati malam itu. Bupati Ibrahim Ali, Vamelia Ibrahim, Wakil Bupati Sabri dan Istri Martha Sabri, sejumlah pejabat Sekda Hersonsyah, PLT Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Arman Jauhari, OPD, hingga tamu undangan lainnya tampak ikut merasakan meriahnya suasana. Meski sesekali harus mengusap tetesan hujan, mereka tetap tersenyum dan ikut bergoyang kecil mengikuti alunan musik.

Budi bahkan sempat turun dari panggung untuk menyapa para pejabat satu per satu, menciptakan interaksi hangat yang membuat penonton bersorak lebih keras.

Puncak kejutan terjadi saat Budi membawakan Kopi Dangdut. Ritme ceria lagu itu seolah menghapus lelah dan dingin yang dibawa hujan. Penonton—termasuk beberapa pejabat—ikut bergoyang, tertawa, dan bersorak mengikuti gerakan lucu Budi yang khas.

Hujan tak lagi jadi penghalang; ia justru menjadi bagian dari kemeriahan malam itu.

Menjelang akhir, Budi mengajak seluruh penonton menyanyikan lagu fenomenalnya, Doremi. Suara ribuan orang menggema bersama, menciptakan momen yang membuat siapa pun yang hadir akan sulit melupakannya.

Sebelum turun panggung, Budi melambaikan tangan sambil berkata:

“Terima kasih Tana Tidung! Kalian luar biasa, bahkan di tengah hujan!”

Di tengah kerumunan, Nora, warga Tarakan yang datang khusus untuk acara ini, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Basah kuyup pun enggak masalah. Penampilan Budi seru banget. Suaranya bagus, lucu, dan interaksinya bikin kita lupa sama hujan,” tutupnya sambil tertawa.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyambut baik atas diresmikannya Gedung Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti.

Peresmian berlangsung di halaman Gedung Kantor BPS Kaltara pada Sabtu (22/11), ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, bersama Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, didampingi Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti atas selesainya pembangunan gedung kantor BPS Kaltara.

“Gedung baru ini mencerminkan kesungguhan BPS dalam memperkuat kualitas data statistik yang menjadi rujukan utama Pemerintah Daerah,” kata Wagub Ingkong.

Wagub menjelaskan hadirnya gedung baru BPS Kaltara ini merupakan manifestasi nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam memastikan perencanaan daerah didukung oleh data statistik yang kredibel dan berkualitas tinggi.

Pemprov menempatkan data resmi BPS sebagai dasar acuan dalam perencanaan program prioritas daerah. Mulai dari penanganan kemiskinan, pengendalian inflasi, hingga penguatan perekonomian regional, dan seluruh kebijakan diarahkan berdasarkan data yang valid dan terverifikasi.

“Perencanaan tanpa data adalah perencanaan tanpa arah. BPS hadir sebagai penentu koordinat bagi pembangunan Kaltara,” ucapnya.

Data BPS ini menjadi perangkat kunci dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kaltara 2025–2045, untuk memastikan arah pembangunan jangka panjang provinsi disusun berdasarkan fakta dan proyeksi yang terukur.

Pemprov telah mengimplementasikan Satu Data Daerah (SDD) untuk menjamin konsistensi dan integrasi data lintas sektor, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 5 tahun 2024 Tentang Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri.

Langkah strategis selanjutnya menetapkan Data Statistik Sektoral Tahun 2024 melalui Surat Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 100.3.3.1.220/2024 dan memanfaatkan perencanaan tahun 2025 melalui platform E-DATAKU Sidara Cantik 2.0.

Ia menuturkan kolaborasi sistematis dengan BPS dalam Musrenbang, Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara 2025–2029, serta Survei Kepuasan Masyarakat sejak tahun 2021, yang menjadi sangat penting dalam mengukur kualitas layanan publik di berbagai sektor.

“Upaya ini bertujuan memastikan anggaran dan kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Wagub.

Menindaklanjuti kebijakan nasional, Pemprov Kaltara bersiap dalam mengimplementasikan pendekatan targeting berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memperkuat program penanganan kemiskinan dan stunting.

Kebijakan ini, sebut Wagub menuntut sinergi yang semakin solid antara Perangkat Daerah dan BPS agar setiap intervensi tepat pada sasaran yang benar.

Wagub Ingkong berharap peresmian gedung BPS Kaltara dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola statistik daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kerjasama antara Pemprov Kaltara dengan BPS akan terus diperkuat sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang.

“BPS dan Pemerintah Provinsi berjalan searah, membangun Kaltara yang semakin maju, akurat, dan terukur,” pungkasnya.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, secara resmi membuka kegiatan “Benuanta Investment and Economic Summit 2025”’, yang digelar di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, pada Jumat (21/11).

Menyusung tema “Kalimantan Utara Sebagai Episentrum Pertumbuhan Baru: Menakar Peran Hilirisasi, Industrialisasi, Dan Konektivitas Global Terhadap Perekonomian Daerah”, turut menghadirkan narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Hasiando G. Manik, Lead Adviser Revenue at PROSPERA Rubino Sugana, dan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kaltara, yang secara konsisten terus mengawal keberlanjutan perekonomian Kaltara.

“Terima kasih atas asesmen komprehensif yang selalu disajikan dalam laporan perekonomian provinsi, yang menjadi referensi kredibel dalam menggambarkan dinamika ekonomi daerah sekaligus arah kebijakan pembangunan ekonomi di Kaltara,” kata Wagub Ingkong.

Wagub menuturkan saat ini tengah dihadapkan berbagai tantangan nasional maupun global yang tidak mudah. Dari perang tarif dagang, disrupsi rantai pasok global, hingga ketidakpastian geopolitik turut memberikan andil tekanan terhadap perekonomian nasional, termasuk di provinsi Kaltara.

“Namun kita percaya bahwa setiap tantangan selalu membawa peluang jika kita mampu mengelolanya dengan tepat,” tegasnya.

Kaltara memiliki posisi geografis yang sangat strategis, yaitu berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia. Kondisi ini, sebut Wagub menjadikan Kaltara sebagai gerbang interaksi ekonomi, perdagangan, dan logistik yang memiliki potensi besar dalam menjangkau pasar internasional.

Ia meyakini dengan penguatan konektivitas serta pembangunan infrastruktur yang saling terintegrasi, Kaltara memiliki peluang nyata dan kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan utara Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus berkomitmen untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata melalui berbagai langkah strategis antara lain peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah.

“Juga dukungan bagi UMKM dan sektor informal agar dapat naik kelas, pengembangan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta penguatan kerja sama regional dan internasional dalam mendorong investasi produktif,” sambungnya.

Terangnya, langkah ini juga memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, otoritas moneter dan fiskal, pelaku usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat.

Wagub Ingkong berharap Forum Benuanta Investment And Economic ini bisa menjadi momentum untuk dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya sebagai bahan kajian akademis, juga sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, berorientasi pada keberlanjutan, serta adaptif terhadap dinamika global.

“Marilah kita terus memperkuat kolaborasi dan bergotong royong membangun Kaltara yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global,” pungkasnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Menjelang pelaksanaan Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman se-Kaltara, suasana Pada Kamis (20/11) pagi di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tana Tidung tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi, puluhan pedagang kaki lima (PKL) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlihat bahu-membahu membersihkan area yang selama ini menjadi lokasi berjualan.

Area tersebut nantinya akan dialihfungsikan sementara menjadi lahan parkir utama selama festival berlangsung. Kesadaran kolektif para PKL untuk menata dan membersihkan lokasi memberikan warna berbeda gotong royong yang bukan hanya sekadar kerja bakti, tetapi simbol dukungan terhadap pesta budaya terbesar di Tana Tidung itu.

Plt Kasat Pol PP Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengapresiasi semangat para pedagang yang ikut terlibat langsung dalam aksi tersebut.

“PKL RTH bersama Satpol PP melaksanakan kerja bakti di sekitar lokasi festival untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan. Total PKL di RTH kurang lebih 30 orang, dan Alhamdulillah semuanya sudah diakomodir oleh Disperindagkop untuk stand UMKM di area festival,” ujarnya.

Arief menjelaskan, area yang dibersihkan merupakan tempat parkir festival yang sebelumnya dipakai PKL sebagai lokasi berjualan. Untuk mendukung kelancaran event, para pedagang pun bersedia pindah sementara ke stand UMKM yang telah disiapkan pemerintah.

Suasana gotong royong semakin terasa ketika Ketua PKL RTH, Bejo, yang dikenal dengan usaha mie ayamnya, turut memimpin rekan-rekannya.

“Kami bersama para pedagang PKL melakukan pembersihan ini demi mensukseskan Festival Tari Kreasi Pesisir dan Pedalaman,” ungkap Paklek Bejo, yang tak ragu turun tangan membersihkan sisa-sisa dagangan para pedagang.

Di sela kegiatan, tampak para pedagang saling membantu, mulai dari mengangkat peralatan, membersihkan lantai, hingga merapikan area yang selama ini menjadi tempat menggantungkan rezeki.

Meski harus berpindah lokasi sementara, raut wajah mereka justru menunjukkan semangat dan antusiasme menyambut festival besar yang tinggal menghitung hari itu.

Kerja sama Satpol PP dan para PKL ini menjadi gambaran kecil betapa masyarakat Tana Tidung memiliki rasa memiliki dan kebersamaan dalam menyukseskan agenda budaya daerah.

Festival Tari Kreasi tahun ini tak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan seni, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat.

Dengan pembersihan ini, area parkir dipastikan siap digunakan, sementara para pedagang kini menata stand di dalam area festival—siap menyambut ribuan pengunjung yang akan datang.(**)

Scroll to Top