Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

NUNUKAN, MANDAUPOST – Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Jabbar, menghadiri Rapat Koordinasi Pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan pada Pusat Kegiatan Pengembangan Perbatasan (IPKP PPKP) Tahun 2025. Rapat yang dilaksanakan di ruang pertemuan VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan ini, dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol. Edfrie R. Maith, ini juga dihadiri Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Darat Brigjen TNI Topri Daeng Balaw dan Asdep Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Ismawan Harijono, pada Jumat (03/10).

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Plt. Sekda Jabbar, menyampaikan bahwa pengukuran IPKP PPKP ini merupakan salah satu instrument evaluasi kinerja yang sangat penting untuk perbatasan di Kabupaten Nunukan.

“Dengan pengukuran IPKP PPKP ini, kita berharap perencanaan pembangunan kawasan perbatasan menjadi lebih terarah, dan pembangunan dapat lebih fokus dalam mendorong pertumbuhan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Bupati Nunukan juga mengingatkan, Pembangunan Kawasan Perbatasan harus diiringi dengan upaya pencegahan peredaran barang-barang terlarang, perdagangan orang, penyelundupan dan berbagai kerawanan di perbatasan lainnya.

Pada kesempatan itu pula, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol. Edfrie R. Maith  menyampaikan terkait dengan Kabupaten Nunukan ini akan menjadi primadona yang dalam artian akan banyak tim yang akan datang silih berganti, dikarenakan ada beberapa isu yang terjadi di Kabupaten Nunukan yang merupakan wilayah perbatasan.

“Isu-isu tersebut antara lain tentang permasalah saudara-saudara kita yang berada di daerah Krayan yang meminta perlunya perhatian pemerintah, kemudian yang kedua masih ada permasalahan di batas negara terkait pengalihan lahan dari Malaysia ada sekitar 127 hektar yang diberikan oleh Pemerintah Malaysia kepada kita kemudian 5 hektar milik kita ke Pemerintah Malaysia dimana masyarakat kita masih tinggal di Kawasan tersebut. Kemudian yang ketiga permasalah pengoperasian PLBN kita di Sebatik, dimana pada bulan Oktober lalu telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Irjen Pol. Edfri berharap permasalahan-permasalahan tersebut akan segera terselesaikan dan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian-Kementerian terkait.

Selain itu, Irjen Pol. Edfri juga menyampaikan bahwa terkait dengan tugas dan fungsi terkait pengelolaan potensi kawasan perbatasan terkait masalah ekonomi, dari data yang diperoleh dari OPD terkait sentra ekonomi yang ada di Kabupaten Nunukan ada beberapa potensi unggulan salah satunya adalah rumput laut yang memiliki kendala tidak ada tempat pengelolaannya dan harganya tidak bisa bersaing karena kualitasnya rendah.

“Tahun depan kami dapat program yang akan dilaksanakan khususnya di Nunukan ada 22 PPKP, kita akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa Bimbingan Teknis kepada UMKM yang ada di Nunukan. Kita dapat masukan, salah satunya pengolahan rumput laut. Kita akan mendatangkan pelatih atau narasumber yang sudah ahli di bidangnya yang akan melatih para UMKM terkait pengelolaan ruput laut ini,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut nantinya diharapkan setelah dilatih tentunya hasil rumput lautnya bisa semakin baik, kualitasnya bagus, kemudian bisa dijual dengan harga yang bisa bersaing dan nantinya mungkin jika ada yang berminat akan dibuatkan UMKM perusahaan kecil untuk mengelola rumput laut tersebut. Jadi jangan hanya menjual bahan-bahan mentahnya saja kalau bisa akan diolah di Nunukan menjadi bahan jadi. Jika nantinya jika bisa berkembang dan memiliki cabang akan menyerap para tenaga-tenaga kerja.

Selain rumput laut, Kabupaten Nunukan juga memiliki potensi pariwisata, namun saat ini ada beberapa kendala terkait akses menuju tempat tersebut.

“Kami meminta kepada Dinas Pariwisata untuk dapat mensurvei tempat-tempat pariwisata yang bisa menjual atau menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Nanti kita akan berupaya untuk akses kesana, misalkan asetnya ada di Krayan namun melewati negara Malaysia maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Ini semua merupakan PR besar bagi teman-teman yang ada di Nunukan dan juga Pemerintah pusat,” ungkapnya.

Inilah saatnya dari BNPP dan Pemerintah Pusat untuk melihat saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan Utara khususnya yang tinggal di kawasan perbatasan yang butuh pertolongan dan butuh perhatian.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masjid, mushola dan tempat ibadah, serta insentif buat marbot, imam masjid, pendeta, guru mengaji, guru sekolah minggu, dan petugas fardu kifayah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al – Mujahiddin, Nunukan, Kamis (02/10).

Khusus untuk insentif imam masjid dan pendeta, bantuan yang diberikan pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 250 ribu rupiah, dari yang awalnya 750 ribu rupiah menjadi 1 juta rupiah. Insentif tersebut akan dibayarkan sekali dalam satu tahun.

Kenaikan insentif juga diberikan kepada marbot, guru ngaji, guru sekolah minggu dan petugas fardu kifayah. Dari yang awalnya sebesar 700 ribu rupiah menjadi 800 ribu rupiah. Insentif juga akan diberikan satu kali setahun.

Sebelum memberikan bantuan, Bupati Irwan Sabri menyampaikan bahwa pemberian bantuan tempat Ibadah dan insentif merupakan komitmen dari pemerintah untuk membangun mental dan karakter masyarakat.

“Pemerintah sangat komitmen, bahwa pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya sebatas fisik saja, melainkan juga membangun mental dan karakter masyarakat. Salah satu bentuknya adalah mengalokasikan anggaran untuk membantu pembangunan tempat ibadah dan insentif bagi para guru mengaji, marbot, guru sekolah minggu, dan petugas fardu kifayah,” Kata Irwan Sabri. (**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Kota Tarakan kembali memperoleh apresiasi di tingkat nasional dengan meraih Anugerah Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tahun 2025. Dalam penghargaan ini, Kota Tarakan berhasil masuk dalam tiga besar kota/kabupaten dengan nilai tertinggi di wilayah Indonesia Tengah, dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pengukuran IMDI dilakukan pada Juli hingga Agustus 2025 dengan melibatkan lebih dari 18 ribu responden individu serta 11 ribu responden industri. Hasilnya menempatkan Tarakan sebagai salah satu daerah dengan penerapan teknologi digital terbaik.

Penghargaan diserahkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan diterima langsung oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, pada acara penganugerahan yang berlangsung di Ganata Art Space FX, Jakarta Pusat, Kamis (02/10).

Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Wali Kota mengungkapkan bahwa hampir 90 persen layanan di Kota Tarakan telah memanfaatkan teknologi digital, termasuk dalam implementasi e-government.

“Penerapan teknologi digital paling berdampak signifikan pada sektor perizinan, pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, serta administrasi pemerintahan,” ujar Wali Kota.

Namun demikian, ia juga menekankan adanya sejumlah tantangan, antara lain pengamanan data pengguna serta upaya menangkal penyebaran informasi hoaks.

Ke depan, Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen untuk terus meningkatkan pemahaman literasi digital, terutama di kalangan generasi muda, agar mampu menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Sebagai tambahan informasi, IMDI merupakan instrumen pengukuran yang mengukur tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait perkembangan kasus narkoba telah diungkap oleh Polisi Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) dalam konferensi pers, Kamis (02/10).

Dalam Laporannya, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, meyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan dua orang tersangka wanita. Masing-masing berperan sebagai penyedia kurir dan pemesan narkotika. Dari keduanya, aparat menyita barang bukti narkoba berupa sabu seberat 12.147,55 gram.

“Dari kasus ini, tim kami telah menangkap dua orang pelaku berjenis kelamin perempuan”

Kapolda Kaltara menegaskan, aksi ini merupakan bukti nyata komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba, bukan sekadar simbolis.

“Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba, siapapun dia. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Demi menjaga Kalimantan Utara dari ancaman narkoba, Kapolda mengimbau kepada media, instansi terkait, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama. Ia mengagakan adanya keterlibatan aktif masyarakat, menjadi sangat penting untuk memerangi peredaran narkoba.

“Mohon doa, bantuan, dan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan agar kewaspadaan tetap terjaga. Mari kita luruskan kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba yang tegas, transparan, dan bertanggung jawab yang telah kita jalankan,” imbuhnya.(cda)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST Keberadaan penampungan sawit yang berada tepat di pinggir jalan poros Tana Tidung membuat Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, angkat bicara. Ia menilai kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

“Sudah saya perintahkan Dinas Perhubungan untuk menertibkan. Kemarin kita sudah tindak cukup keras. Namun karena lokasi itu berada di areal hutan produksi yang izinnya milik PT Adindo, kita memang tidak bisa langsung ikut campur lebih dalam,” tegas Bupati, Rabu (02/10).

Menurutnya, selain lokasi penampungan, aktivitas tumpahan sawit di jalan aspal juga menambah risiko kecelakaan. Jalan yang licin bercampur lumpur, ditambah buah sawit yang berhamburan, membuat pengendara rawan tergelincir.

“Itu minyak, jadi sangat berbahaya. Kita khawatir kalau ada kendaraan oleng. Ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Bupati Ibrahim juga menyoroti keberadaan truk-truk angkutan sawit yang kerap merusak kondisi jalan poros. Ia mencontohkan kerusakan jalan di sekitar Desa Sebawang yang mulai tampak parah sampai ke daerah puspem akibat lalu lintas kendaraan berat.

“Saya sudah minta Kadis PUPR untuk mencari solusi, apakah bisa dialihkan ke jalan hauling milik PT Adindo. Kita akan bersurat resmi ke perusahaan agar persoalan ini segera ditangani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan perlunya penerapan sanksi terhadap aktivitas penampungan maupun angkutan sawit yang merugikan masyarakat dan merusak fasilitas umum.

“Harusnya ada sanksi, sesuai aturan Perda yang berlaku. Kita akan lebih tegas soal ini,” ucapnya.

Kekhawatiran Bupati bukan tanpa alasan. Beberapa warga yang sering melintasi jalan poros tersebut mengaku resah dengan kondisi jalan yang licin akibat tumpahan sawit.

“Kadang kalau hujan, jalannya jadi sangat licin. Pernah saya lihat ada mobil hampir tergelincir karena menginjak buah sawit yang berhamburan,” kata seorang warga yang kerap melewati jalan poros tersebut.

Hal senada diungkapkan Devi, seorang warga yang setiap hari menggunakan motor. Ia menilai keberadaan truk-truk sawit yang parkir di bahu jalan semakin mempersempit ruang bagi kendaraan kecil.

“Berapa minggu lalau saya lewat tergelicir dan jatuh. Malam hari lagi sempat pingasan dan saya tidak sadar. Untung ada warga yang melintas menolong saya. Ini akibat jalan licin dekat penampungan sawit,”keluhnya.

Di tengah keresahan masyarakat, Bupati Ibrahim Ali menegaskan agar para pengguna jalan tetap waspada.

“Saya minta masyarakat berhati-hati saat melintas. Keselamatan adalah hal utama, dan kami pemerintah akan mengambil langkah tegas agar tidak ada korban,” tutupnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Setiap helai batik bukan hanya lembaran kain dengan corak indah, melainkan juga kisah panjang tentang budaya, tradisi, dan identitas daerah. Begitulah yang tercermin dari sikap Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, saat memperingati Hari Batik Nasional, Kamis (02/10).
Pada momen tersebut, Sabri tampil mengenakan batik perpaduan khas Tana Tidung.

Bagi dirinya, busana batik adalah cara sederhana namun bermakna untuk menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya sekaligus memperkenalkan keindahan motif lokal kepada khalayak yang lebih luas.

10 Koleksi Batik Khas Tidung

Sabri mengaku dirinya memiliki 10 koleksi batik khas Tana Tidung dengan berbagai motif. Koleksi itu bukan sekadar pakaian, tetapi juga simbol kecintaan pada produk-produk lokal, terutama hasil karya pengrajin batik dari Desa Sedulun.

“Saya lebih suka memesan langsung ke pengrajin kita. Selain mendapatkan motif yang otentik, ini juga bentuk dukungan terhadap pengrajin agar mereka terus berkarya. Harga bervariasi, tergantung kebutuhan dan kemampuan, tapi yang terpenting hasilnya bisa menambah penghasilan masyarakat lokal,” ucapnya.

Motif Penuh Filosofi

Batik khas Tidung dikenal dengan warna-warna lembut seperti biru laut, hijau daun, dan cokelat tanah, mencerminkan perpaduan antara budaya pesisir dan kekayaan alam hutan Kalimantan Utara.

Motifnya banyak terinspirasi dari flora dan fauna, seperti daun, burung, hingga ikan, yang semuanya mengandung makna keseimbangan hidup dengan alam.

Sementara itu, motif Dayak Belusu lebih menonjolkan garis geometris tegas dengan pola spiral atau sulur yang biasa ditemukan dalam ukiran rumah adat, perisai, hingga seni pahat masyarakat pedalaman. Filosofi dari motif ini erat kaitannya dengan perlindungan, kekuatan, serta hubungan manusia dengan leluhur.

“Setiap motif punya cerita. Ada yang melambangkan kesuburan, ada pula yang menjadi simbol keberanian. Itu sebabnya saya merasa bangga setiap kali mengenakan batik khas Tidung dan Belusu, karena kita tidak hanya memakai pakaian, tapi juga membawa pesan budaya,” tutur Sabri.

ASN Wajib Pakai Batik Khas Tidung

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan batik khas Tidung setiap hari Kamis. Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap produk lokal, sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Ini kebiasaan yang baik. Kalau bukan kita yang melestarikan batik khas Tana Tidung, siapa lagi? Dengan ASN mengenakan batik setiap Kamis, akan ada kebanggaan bersama sekaligus promosi budaya yang berkelanjutan,” tambahnya.

Batik Sebagai Fesyen dan Ekonomi

Menurut Sabri, batik bukan hanya produk budaya, tetapi juga peluang ekonomi. Industri kecil dan menengah (IKM) berbasis batik memiliki potensi besar untuk berkembang, apalagi jika produk lokal mampu menembus pasar luar daerah.

“Memakai batik itu sebenarnya banyak manfaatnya. Dari aspek fesyen, batik bisa dipakai dalam acara resmi maupun kasual. Dari aspek budaya, ini bentuk penghormatan terhadap tradisi kita. Dan dari aspek ekonomi, batik bisa menjadi penggerak bagi UMKM lokal, khususnya pengrajin di Tana Tidung,” jelasnya.

Harapan Batik Tidung Go Nasional

Sabri berharap, batik khas Tana Tidung tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus panggung nasional, bahkan internasional. Untuk itu, ia menjadikan dirinya sebagai duta budaya, dengan selalu mengenakan batik Tidung setiap kali menghadiri acara, baik di dalam daerah maupun luar daerah.

“Tujuan saya sederhana, setiap ada even di luar kota, saya pasti pakai batik khas Tidung. Ini sebagai ajang memperkenalkan warisan budaya kita. Harapan saya, suatu hari nanti orang luar akan mengenal Tidung bukan hanya lewat nama daerahnya, tetapi juga melalui motif batiknya,” pungkas Sabri dengan senyum bangga.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Jajaran Polisi Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Polda Kaltara), kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Polda Kaltara, berhasil mengungkap tindak pidana Narkoba Periode Bulan September 2025, dengan menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 3.938,71 gram.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan Narkoba ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, stakeholder, dan dukungan masyarakat terhadap penyebaran bahaya narkoba di wilayah Kalimantan utara. Termasuk bantuan dari Bea dan Cukai Nunukan serta dukungan dari instansi terkait lainnya.

“Pengungkapan dan pemusnahan narkoba kali ini adalah kesuksesan dari kerja sama semua instansi yang terlibat. Tentu kegiatan ini bukan sekadar proses administratif hukum, tetapi menjadi bentuk akuntabilitas dan transparansi upaya kami dalam memberantas bahaya narkoba kepada masyarakat,” ujar Kapolda pada pelaksanaan press release dan pemusnahan barang bukti narkotika yang dilakukan di Lobby Kantor Polisi Daerah Kalimantan Utara, Kamis (02/10).

Dalam paparannya, Kapolda menyatakan barang bukti narkotika yang berhasil diamankan adalah total dari 3 (tiga) Laporan Polisi (LP), diantaranya yaitu LP tanggal 12 September 2025, LP tanggal 20 September 2025, dan LP tanggal 24 September 2025.

“Dari tiga laporan polisi yang dilakukan dalam sebulan ini, kami mengamankan narkotika jenis sabu sebesar 3.938,71 gram. Selain barang bukti sabu, Kami juga berhasil menangkap empat orang tersangka berjenis kelamin laki-laki,” ucap Irjen Pol Djati.

Dengan total keseluruhan barang bukti, kemudian disisihkan sebanyak 12,79 gram sabu untuk dilakukan pengujian laboratorium forensik dan pembuktian di persidangan. Kapolda mengatakan, barang bukti yang diamankan sudah dilakukan pemeriksaan dengan hasil positif metafetamina.

“Barang bukti sabu yang akan dimusnahkan dengan berat netto sebesar 3.925,92 gram ini telah mendapat penetapan dari kejaksaan negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol Djati menyebutkan bahwa jika narkotika jenis sabu tersebut sempat beredar di masyarakat, maka diperkirakan dapat merusak sebanyak 78.774 jiwa.

“Maka dari itu, kegiatan ini turut menandai upaya penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” tutup Kapolda.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Infrastruktur jalan di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, saat ini sedang dalam perbaikan yaitu proses pengerasan badan jalan.

DPRD Bulungan, Komisi 3 Bidang Pembangunan, Ilhamsyah, mengatakan bahwa, adanya proyek peningkatan jalan ke Desa Salimbatu merupakan harapan masyarakat. DPRD mengapresiasi pemerintah Kab. Bulungan yang telah menanggapi keluhan-keluhan dari masyarakat, khususnya pada perbaikan jalan ke Desa Salimbatu.

“Perbaikan jalan ke Desa Salimbatu memang menjadi keluhan masyarakat sejak lama. Tentu ini hasil perjuangan oleh Anggota DPRD yang berada di dapil kami” Ucap Ilham saat ditemui, Selasa (30/09).

Dalam hal ini, DPRD tetap mendorong Pemerintah Kab. Bulungan, untuk terus menanggapi keluhan masyarakat lainnya, yang disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami sangat menghargai kinerja pemerintah yang sikap, tanggap, dan mendengar setiap aspirasi dan usulan dari masyarakat,” tambah Ilham.

Ia berharap, perbaikan infrastruktur yang ada di Kab. Bulungan ini tentu dapat terus dilanjutkan terutama pada jalan-jalan yang masih belum memadai untuk dilalui.

“Sesuai dengan keluhan masyarakat di Kab. Bulungan, masih beberapa yang perlu diperbaiki, seperti jalan dari Tanjung Selor hingga Tanjung Palas Timur, Dari Desa Salimbatu menuju ke Panca Agung, dan daerah terpencil lainnya” harap Ilham.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Kapal ponton speedboat tenggelam di Pelabuhan Kayan III Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Rabu (01/10).

Kepala Dinas Perhubungan Kab. Bulungan, Yunus Luat, mengatakan bahwa kejadian ini bermula dikarenakan adanya kebocoran pada kapal ponton speedboat yang terhantam oleh kayu.

“Kejadiannya pada pagi tadi, kondisi kapal ponton ini sudah lama dan keropos, maka rentan untuk bocor” ujarnya saat dihubungi.

Kadishub menambahkan, untuk penanganan selanjutnya Dishub segera melakukan perbaikan dan akan mengganti kerusakan dengan anggaran sekitar 250 juta rupiah.

“Kami harap untuk pemilik ponton speedboat agar merawat dan menjaga kapal mereka” ungkap Yunus.

Ia juga menghimbau untuk seluruh pemilik ponton speedboat, agar dapat bekerja sama dan membantu menguras air yang menggenangi kapal ponton mereka.

“Selama ini, sudah ada petugas yang melakukan penyedotan air yang penuh di kapal-kapal, tapi waktu petugas yang bekerja ini terbatas, jadi kami minta bantuannya bagi seluruh pemilik kapal,” pinta Yunus.

Dari kejadian ini, untuk sementara waktu aktifitas perairan dialihkan ke Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor. Kadishub menyampaikan, jika pengerjaan penimbunan telah selesai, maka aktifitas akan kembali ke Pelabuhan Kayan III Tanjung Selor.

“Untuk estimasi pengerjaannya, kami koordinasikan dengan kapal yang memiliki keruk, jika hari ini sudah tersedia alat pengangkat, maka akan langsung dilakukan pengerjaan dan ditimbulkan” ucapnya.(cda)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Bupati Bulungan Syarwani, melantik dan mengambil sumpah 176 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan pada Selasa, (30/09).

Acara pelantikan dan penyerahan surat keputusan Bupati Bulungan ini berlangsung di Ruang Tenguyun Kantor Bupati Bulungan.

Para PPPK yang dilantik berasal dari tenaga Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Tenaga Teknis lainnya. Sebanyak 176 tenaga PPPK ini diharapkan menjadi amunisi baru untuk mendorong dan mengakselerasi pembangunan Kabupaten Bulungan.

Bupati Syarwani menyampaikan bahwa para PPPK ini merupakan orang-orang yang beruntung dan sudah teruji kemampuannya, mengingat banyak di antara mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer, bahkan lebih dari 5 tahun.

Dalam arahannya, Bupati Syarwani memberikan beberapa pesan penting, salah satunya adalah penegasan terkait status kepegawaian baru mereka dan tempat penugasan.

Pertama, Bupati Syarwani menegaskan bahwa tidak ada mutasi bagi tenaga PPPK selama masa kontrak.

“Antar mutasi antar dalam wilayah Kabupaten Bulungan pun saya pastikan selama masa kontrak tidak ada yang melakukan rotasi mutasi,” ujarnya.

Tempat penempatan sudah diatur dalam kontrak, sehingga pengajuan mutasi, termasuk antar-wilayah di Kalimantan Utara, tidak akan disetujui.

Kedua, Syarwani mengingatkan agar para PPPK menjaga sinergi dan kolaborasi yang baik dengan pimpinan di unit kerja masing-masing, seperti kepala dinas, kepala sekolah, atau kepala puskesmas.

Pesan utama lainnya dari Bupati adalah terkait perilaku dan integritas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menitipkan beberapa hal untuk menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Bulungan:

Jauhi Narkoba dan Judi Online: Bupati meminta agar PPPK tidak coba-coba terlibat dalam narkotika dan obat-obatan terlarang, serta judi online, karena hal ini dapat merusak karier dan mengganggu kinerja pelayanan. Keterlibatan dalam narkoba akan berdampak pada pemberhentian sebelum proses hukum.

Waspada Informasi Media Sosial: Para PPPK diminta untuk tidak mudah terpancing oleh pemberitaan di media sosial mengenai hak-hak kepegawaian. Jika ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung kepada pimpinan di tempat kerja.

Jaga Keutuhan Rumah Tangga: Syarwani secara khusus meminta agar para PPPK menjaga keutuhan rumah tangga dan menghindari pengajuan perceraian. Untuk ASN atau PPPK, pengajuan perceraian hanya dapat disidangkan dengan persetujuan Bupati Bulungan.

“Sayang pengabdian kawan-kawan semuanya berjuang dari nol tiba-tiba ada satu hal yang bisa merusak,” kata Syarwani, menekankan betapa berharganya status yang telah diperoleh setelah bertahun-tahun mengabdi.

Pelantikan ini sekaligus menjadi kado dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235. Bupati mengajak seluruh PPPK untuk sama-sama menjaga nama baik pemerintah daerah dan terus berpacu membangun sinergi demi kemajuan Kabupaten Bulungan.(**)

Scroll to Top