Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

NUNUKAN, MANDAUPOST – Pelaksanaan Pekan Pelayanan Publik dan Job Fair Tahun 2025 menandai dibukanya rangkaian Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke 26. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri di GOR Dwikora Nunukan, Rabu (08/10).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menyampaikan bahwa pelaksanaan Pekan Layanan Publik serta Job Fair Kabupaten Nunukan Tahun 2025 ini adalah wujud komitmen dan keseriusan dari pemerintah Kabupaten Nunukan, khususnya kepada generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan. Kegiatan Job Fair ini dilakukan dengan menghadirkan beberapa perusahaan dan  BUMN untuk membuka lowongan pekerjaan untuk memberikan kesempatan bekerja di wilayah kabupaten Nunukan.

Lanjut menurut Bupati Irwan selain job fair, pekan pelayanan publik adalah juga wujud upaya pemerintah unruk memberikan pelayanan yang cepat, mudah,  akuntabel, transparan dan bermanfaat seperti pelayanan kesehatan, kependudukan, perijinan serta pelayanan sosial lainnya kepada seluruh masyarakat kabupaten Nunukan.

Lanjut dikatakannya, kegiatan HUT Kabupaten Nunukan Tahun 2025 ini tidak dilaksanakan secara meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, namun anggaran yang ada dipergunakan untuk hal hal yang lebih meyentuh masyarakat seperti memberikan 10.000 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu serta juga  mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Nunukan untuk membuka lowongan pekerjaan yang banyak diprioritaskan bagi pencari kerja dari masyarakat Nunukan.

Lebih lanjut dalam laporannya sebagai Ketua Panitia HUT Kabupaten Nunukan ke 26 Tahun,  Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukqn Jabbar menyampaikan  bahwa dalam pelaksanaan Nunukan Job Fair Tahun 2026 ini tersedia 349 lowongan pekerjaan yang terbagi dalam 2 sektor,  yaitu Sektor Formal yang menyediakan 159 lowongan pekerjaan di bidang Perbankan, Perkebunan, Perikanan, dan Kehutanan,  serta sektor informal yang didominasi oleh tenaga kerja perkebunan, asisten rumah tangga dan pekerja ke luar negeri.

Pada kesempatan ini, Bupati Nunukan Irwan Sabri memberi sertifkat penghargaan kepada perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN pemberi lowongan pekerjaan serta juga pemberian santunan dari BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan yang diserahkan langsung oleh Bupati Nunukan kepada penerima santunan.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Komando Distrik Militer (Kodim) 0914/Tana Tidung resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 Tahun 2025, Rabu (8/10), yang dipusatkan di halaman Rumah Adat Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap.

Dengan mengusung tema “Dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah Tana Tidung desa limbu sedulun,” kegiatan ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan sekaligus mempererat kebersamaan di wilayah pedesaan.

Dandim: TMMD Wujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Komandan Kodim 0914/Tana Tidung, Letkol Arm Raden Florensius Ferdian Richarda, ST., M.I.P, menegaskan bahwa TMMD adalah wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara melalui kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan ruang, alat, dan kondisi juang serta kemanunggalan TNI-Rakyat. Kami hadir membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat stabilitas keamanan di wilayah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan karakter masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat gotong royong, rasa kekeluargaan, serta kesadaran bela negara yang tercermin dalam sikap hidup sehari-hari,” ujarnya.

30 Hari Kolaborasi TNI, Pemerintah, dan Masyarakat TMMD ke-126 ini akan berlangsung selama 30 hari, berfokus di Desa Limbu Sedulun dan beberapa titik tambahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“TMMD ini momentum bagi kita semua untuk menyatukan karya dan karsa dalam wujud nyata. Dengan mengedepankan semangat persatuan dan gotong royong, kami ingin memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri,” kata Dandim.

Selain kegiatan fisik, TMMD juga melibatkan kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan tentang kesehatan, pertanian, bela negara, dan pencegahan radikalisme, bekerja sama dengan berbagai instansi di wilayah Kabupaten Tana Tidung.

Pemkab Beri Dukungan Penuh

Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, yang hadir dalam pembukaan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kodim 0914/Tana Tidung dan seluruh personel TNI atas terlaksananya kegiatan TMMD di wilayahnya.

“Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Pembukaan badan jalan, pembuatan sumur bor, hingga rehab rumah layak huni akan memberikan dampak nyata bagi warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, TMMD menjadi mitra strategis Pemda dalam mewujudkan pembangunan yang merata.

“Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas daerah. Melalui TMMD, beban pemerintah daerah terbantu, dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari hasil kerja bersama,” terang Sabri.

Kades dan Warga Sambut Antusias

Kepala Desa Limbu Sedulun, Herman Krismanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dipilihnya Desa Limbu Sedulun sebagai lokasi kegiatan TMMD tahun ini.

“Kami sangat bersyukur, sebab kegiatan ini benar-benar membantu percepatan pembangunan di wilayah kami. Pembukaan jalan baru akan mempermudah akses antar-desa dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dani, salah satu warga Desa Limbu Sedulun, mengaku senang dengan kehadiran program TMMD. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan semangat warga untuk bergotong royong.

“Sekarang sudah mulai dibuka dan diratakan. Kami juga senang karena banyak penyuluhan yang membuka wawasan, terutama tentang pertanian dan kesehatan,” tuturnya dengan wajah gembira.

Bangun Bersama, Majukan Desa

TMMD ke-126 di Tana Tidung menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Melalui semangat “Manunggal TNI dengan Rakyat,” kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa persaudaraan, gotong royong, dan kemandirian di tengah masyarakat pedesaan.

“TMMD bukan sekadar program, tapi gerakan bersama untuk membangun negeri dari desa,” pungkas Letkol Florensius.

Dalam acara tersebut dihadiri juga Sekda, Camat, Kepala OPD, Wakapolres, Kepala Desa, Dishub, BPBD,Satpol PP,PMK,Brimob dan para tamu undangan lainya.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Wali Kota Tarakan, Khairul, turut melakukan penanaman jagung serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Polres Tarakan, Rabu (8/10).

Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas 1,5 hektare yang berlokasi di kawasan Sabindo, Kelurahan Juata Laut, dengan total bibit jagung sebanyak 2 kilogram.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Polres Tarakan dalam mendukung program ketahanan pangan daerah. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan, mengendalikan inflasi, serta menstimulasi masyarakat untuk ikut serta dalam bertanam.(**)

MALINAU, MANDAUPOST Wakil Gubernur Ingkong Ala, menghadiri acara Pembukaan Festival Budaya Irau Ke-11 dan Hari Jadi Ke-26 Kabupaten Malinau Tahun 2025, Selasa (7/10).

Festival Budaya Irau memiliki makna yang sangat mendalam. Irau bukan sekadar pesta budaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan perayaan atas keberagaman yang menyatukan.

Mengusung tema “Malinau: Negeri Sang Pengendali Air, Kaltara Terang, No Indonesia Gelap” dan subtema “Dari Malinau Menyala Harapan Menuju Menyala Harapan Menuju Kaltara Maju, Indonesia Emas”. Festival ini mengandung pesan semangat bahwa dari Malinau, lahir cahaya harapan untuk masa depan Kalimantan Utara yang maju dan Indonesia yang gemilang.

“Festival ini bukan hanya sekadar ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata semangat masyarakat Malinau dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah menjadi identitas kuat masyarakat di Bumi Intimung ini,” ujar Wagub Ingkong.

Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi potensi wisata dan kekayaan budaya daerah, serta memperkenalkan Malinau ke tingkat nasional bahkan internasional sebagai wilayah perbatasan yang kaya dengan harmoni dan nilai-nilai luhur budaya.

Ia menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-26 kepada Kabupaten Malinau.

“Dua puluh enam tahun bukan waktu yang singkat. Malinau telah tumbuh menjadi kabupaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing di wilayah perbatasan, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan Kalimantan Utara,” ucapnya.

“Mari kita jadikan festival Budaya Irau ini sebagai ajang pemersatu masyarakat lintas suku, agama, dan budaya, memperkuat tali persaudaraan, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian di Kabupaten Malinau dan di seluruh Provinsi Kalimantan Utara. Kita semua adalah bagian dari keluarga besar Kalimantan Utara, tanah yang damai, rukun, dan penuh persaudaraan,” tutup Wagub.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) menghadiri Rapat Tim Reses Komisi II DPR RI Masa Persidangan I Sidang 2025-2026 Provinsi Kalimantan Utara, di Kota Tarakan, Jumat (3/10).

Rapat reses ini turut serta dihadiri anggota Komisi II DPR RI dan Wamendagri, Bima Arya Sugiarto beserta rombongan.

“Kunjungan ini tentu tidak hanya bagian dari program kerja DPR RI, tetapi juga merupakan wujud perhatian dan komitmen DPR RI dalam mengawal pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara. Semoga kedatangan ibu dan bapak membawa perubahan dan manfaat yang baik bagi Kalimantan Utara,” ujar Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal memaparkan Kalimantan Utara adalah beranda depan NKRI, dengan garis batas langsung dengan negara tetangga, Malaysia, di wilayah Sebatik, Krayan, Lumbis Ogong, dan Long Midang.

“Kondisi geografis seperti ini menghadirkan tanggung jawab strategis yang membutuhkan dukungan kebijakan pusat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal memaparkan penguatan pemerintah daerah dan otonomi di wilayah perbatasan. Dijelaskannya, Sebatik, Krayan, dan beberapa wilayah lain telah lama menyuarakan pemekaran untuk mempercepat pelayanan publik dan memperkuat kehadiran negara.

“Aspirasi daerah otonomi baru memerlukan telaah kebijakan dan dukungan legislasi agar masyarakat perbatasan tidak merasa menjadi penonton di wilayah sendiri,” ujarnya.

Ia menyambut baik rencana Komisi II DPR RI untuk melakukan kunjungan ke PLBN di wilayah Sebatik.

“PLBN tidak boleh hanya berfungsi sebagai pintu keluar masuk orang dan barang, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perdagangan lintas batas, UMKM, karantina, dan layanan keimigrasian,” tambah Gubernur Zainal.

Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, mengatakan Kalimantan Utara merupakan etalase kedaulatan bangsa yang letaknya berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kaltara sebagai beranda terdepan NKRI tentu memiki aspek geopolitik yang sangat penting, aspek pertahanan, ekonomi, dan sosial budaya. Oleh karena itu, kita berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah secara serius menjaga marwah NKRI di daerah perbatasan,” ujarnya.

“Kehadiran Komisi II DPR RI hari ini adalah sebagai fungsi pengawasan DPR RI dalam pelaksanaan kebijakan program pemerintah,” tambahnya.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOSTFestival Sungai Kayan (FSK) 2025 resmi bergulir di Sungai Kayan, yang tepusat di Dermaga Pelabuhan VIP, Tanjung Selor, pada Senin (6/10).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235.

Ketua Panitia FSK 2025, Iwan Sugiyanta, dalam laporannya menyampaikan bahwa total peserta yang berkompetisi mencapai 130 perahu. Jumlah ini melibatkan total 3.550 pendayung.

“Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa, dari setiap tahun jumlah peserta semakin meningkat,” ujar Iwan, yang berharap penyelenggaraan ke depan dapat lebih maju lagi.

Festival Sungai Kayan ini bertujuan utama untuk melestarikan tradisi sekaligus kearifan budaya lokal, khususnya di Kabupaten Bulungan. Selain itu, festival Sungai Kayan juga menjadi upaya untuk menumbuhkembangkan potensi wisata serta menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Iwan menambahkan, Festival Sungai Kayan 2025 juga sudah masuk dalam calender of event yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Festival ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 6 hingga 8 Oktober. Ada sebanyak 130 perahu yang terbagi dalam beberapa kategori kelas: Kelas 20 putra: 48 perahu, Kelas 20 putri: 25 perahu, Kelas 30 putra: 28 perahu, Kelas 30 putri: 10 perahu, Kelas 50 putra: 12 perahu, Kelas 50 putri: 7 perahu.

Ia juga menegaskan untuk menjamin keselamatan dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat keikutsertaan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bulungan Syarwani, didampingi Wakil Bupati Kilat, secara resmi membuka gelaran Festival Sungai Kayan 2025 ini yang ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan Festival Sungai Kayan 2025. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk melestarikan dan mempertahankan kearifan lokal dari para leluhur.

Bupati juga menegaskan posisi vital Sungai Kayan bagi kehidupan masyarakat yang mana Sungai Kayan adalah merupakan urat nadi perekonomian dan menjadi jantung kehidupan masyarakat Kabupaten Bulungan yang harus tetap dipertahankan dan yang harus dilestarikan.

“Kegiatan lomba perahu tradisional yang kita laksanakan pada tahun ini, tentu ini adalah wujud komitmen kita semuanya, bagaimana upaya kita melestarikan dan mempertahankan kearifan lokal dari para leluhur, daripada pimpinan kita yang ada di Kabupaten Bulungan sebelumnya,” ucap Bupati.

Ia juga berharap kepada seluruh para peserta untuk bersama-sama terus menjaga semangat persaudaraan, semangat gotong royong, hingga menjaga keselamatan selama mengikuti kegiatan lomba perahu tradisional ini.

“Dengan demikian, melalui Festival Sungai Kayan ini kita jadikan sebagai alat pemersatu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan, kita jadikan kegiatan lomba perahu tradisional dan Sungai Kayan ini sebagai kekuatannya masyarakat Kabupaten Bulungan untuk bersama-sama bergandengan tangan membangun Kabupaten Bulungan tanpa kita menghilangkan, tanpa kita meninggalkan kearifan lokal yang telah diletakkan fondasinya oleh para leluhur,” tutupnya.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Kemunculan beberapa Dermaga dan Terminal Khusus (Tersus) yang dibangun perusahaan Swasta di Nunukan dan Sebatik menjadi sorotan tajam publik, termasuk beberapa lembaga terkait dan DPRD Nunukan.

Sorotan jadi ramai sebab dari beberapa kawasan Tersus yang dibangun swasta tercatat hanya dua perusahaan yang disebut mengantongi Izin pembangunan dan Operasional dari Kementerian Kelautan dan Kementerian Perhubungan RI. Dugaan kongkalikong oknum aparat terkait dan pengusaha menjadi bahan perbincangan masyarakat Sebatik dan Nunukan beberapa waktu belakang ini.

Sejatinya Tersus merupakan sarana untuk memutar ekonomi masyarakat di sektor jasa bongkar muat kapal, baik berupa bahan material pembangunan proyek infrastruktur maupun beragam produksi hasil bumi seperti rumput laut tak terkecuali hasil perkebunan kelapa sawit di Nunukan maupun di Pulau Sebatik yang dimiliki pengusaha lokal selama ini.

Sayangnya dari puluhan Dermaga dan Tersus yang ada, tercatat hanya dua perusahaan yang dianggap mengantongi izin resmi dari lembaga Kementerian terkait, yakni Kelautan dan Perhubungan. Sisanya semua perusahaan yang membangun Terminal Khusus tersebut diduga bodong sebab tidak memiliki izin resmi sesuai undang-undang yang berlaku.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otorita Pelabuhan atau KSOP Nunukan, Muhammad Kosasih mengatakan pihaknya tegas menegakkan aturan yang berlaku dengan tidak memberikan toleransi sedikitpun terhadap perusahaan yang membangun fasilitas dermaga dan pelabuhan khusus tanpa mengantongi izin dari Kemeterian Kelautan dan Perhubungan RI.

“Jika pun selama ini terdapat aktifitas pembangunan dan bongkar muat di Dermaga dan Tersus di wilayah Nunukan dan Sebatik sebelum izin dikeluarkan oleh pihak berwenang tak lantas membenarkan situasi operasional perusahaan,”ujar Ahmad Kosasi, saat ditemui pada Senin (06/10).

Kepala Kantor KSOP Nunukan ini beralasan pembiaran operasional Perusahaan Tersus tanpa Izin resmi akan menimbulkan berbagai kontroversi yang mengundang celah pelanggaran hukum.

“Selain itu sifatnya pun lebih mengarah kepada kebijakan pemerintah daerah dan lokal dengan status sementara atas alasan kebutuhan masyarakat yang mendesak,”tambahnya.

Meski demikian pengawasan dan sosialisasi ketat KSOP Nunukan terhadap pelaku usaha tetap dijalankan termasuk melakukan koordinasi khusus dengan aparat penegak hukum yakni Kepolisian maupun Kejaksaan. Dalam kondisi ini KSOP sebagai salah satu penegak ketertiban izin dan administrasi Kepelabuhanan berada dalam situasi dilematis yakni satu sisi tegas dengan aturan namun sisi lain desakan dan kebutuhan mobilisasi bongkar muat dermaga juga dianggap penting.

Tak dapat dipungkiri terminal khusus bongkar muat untuk wilayah Nunukan dan Sebatik tumbuh subur seiring berkembangnya produksi rumput laut, kelapa sawit dan kebutuhan material pembangunan. Situasi ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk bersaing membangun dermaga dan Terminal Khusus bongkar muat kapal.

Sayangnya peluang kompetisi bisnis itu tidak berbanding lurus dengan pemenuhan syarat dan standar lokasi pembangunan dermaga dan terminal khusus. Pasalnya selain memakan waktu lama dalam pengurusan perizinan, juga biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah izin membangun dan operional Tarsus sangat mahal, Selain itu kerap terdapat lokasi pembangunan yang tidak memenuhi standar persyaratan dari sisi lingkungan dan titik pembangunan Tersus itu sendiri.

Akibatnya kondisi inilah yang menyebabkan pengusaha susah mendapatkan perizinan dengan proses panjang yang berliku. Realitasnya justru berbagai kendala ini pula lah yang memaksa pengusaha tetap nekat membangun sarana dermaga dan Tersus tanpa mengantongi izin resmi dari lembaga Kementerian terkait.

Akhirnya dari 7 dermaga dan tarsus yang terbangun di Pulau Sebatik dan Nunukan, tercatat hanya dua perusahaan yang telah dianggap benar-benar mengatongi izin resmi di dua wilayah tersebut, yakni dermaga dan tarsus milik perusahaan PT Sebatik Bintang Utama di Jalan Usman Harun Sungai Pancang Sebatik Utara milik Nuwardi Pakki atau H. Momo dan PT Bumi Sarana Perbatasan di desa Tanjung Batu Nunukan Barat milik H. Suardi.

Sedangkan 5 perusahaan serupa di sungai Sianak dan Perbatasan Bambangan kabarnya baru dalam tahap pengurusan persyaratan dan administrasi perizinan di lembaga terkait namun sudah berani menggerakkan pembangunan sarana dermaga dan Tarsus yang ini ril melanggar ketentuan undang-undang Kedermagaan dan terminal bongkar muata kapal. Bahkan menurut warga sekitar pembangunan, terdapat perusahaan yang nekat mulai melakukan aktifitas bongkar muat kapal sebelum izin mereka diterbitkan.

Kondisi inilah yang membuat Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Mulyono, bersuara lantang meminta aparat kepolisian dan KSOP Nunukan serta UPP Sebatik untuk menghentikan seluruh kegiatan pembangunan dan bongkar muat sebelum mengantongi perizinan.

Alasannya pembiaran lembaga terkait perusahaan berparaktek secara illegal akan berpotensi merugikan keuangan negara dari sisi retribusi dan pembayaran pajak.

“Pembiaran operasi perusahaan tarsus tanpa Perizinan berpotensi merusak lingkungan dan ketertiban masyarakat sebab tanpa melalui kajian Amdal UPL dan UKL sebagai salah satu persyaratan utama sebuah proyek jasa Kepelabuhanan atau Dermaga,”ujar Andi Mulyono.

Senada dengan itu salah satu pimpinan Ombusman RI Kaltara, Maria Ulfa juga mengingatkan praktek illegal tersebut akan berkonsekuensi pelanggaran hukum berat, merusak lingkungan dan kacaunya administrasi negara. Maria Ulfa mengatakan dalam situasi kacau seperti itu pemerintah seharusnya segera hadir tampil terdepan untuk menertibkan praktek kegiatan dermaga dan tarsus yang illegal.

“Kondisi ini menjadi preseden buruk bagi kemajuan daerah Sebatik khusunya yang kini sedang diperjuangkan menjadi salah satu Daerah Otonomi Baru atau DOB,”kata Maria Ulfa.

Maria Ulfa mengatakan akan melakukan kajian terhadap fenomena ganjil itu untuk ditelusuri di mana kelemahan sehingga terjadi kesimpangsiuran Dermaga dan Tersus di Nunukan dan Sebatik.

Sekedar catatan menurut kepala Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Mansur mengatakan di wilayah administrasi desanya terdapat sekitar 7 pembangunan dermaga dan terminal khusus oleh perusahaan swasta. 7 titik pembangunan tarsus tersebut bervariasi, ada yang sedang membangun fasilitas dan terdapat pula yang sudah melakukan aktifitas bongkar muat kapal.

Dari sisi kemajuan dan kesejahteraan Kepala Desa ini berharap perusahaan pengelola Tersus tersebut berjalan eksis karena membuat perputaran ekonomi masyarakat yang maju. Namun sisi lain Kades Liang Bunyu ini berharap agar para jasa pengusaha Kepelabuhanan tersebut memiliki izin operasional yang diakui negara dan undang-undang.

“Kita tidak berharap keberadaan tarsus sebagai pemutar roda ekonomi masyarakat menimbulkan kerawanan dan kekacauan ketertiban masyarakat dikemudia hari,”kata Mansyur. (**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) II Bulungan resmi dibuka oleh Bupati Bulungan, Syarwani, di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Pembukaan PORKAB II Bulungan tersebut, ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati bersama Wakil Bupati sebagai tanda dimulainya ajang perlombaan olahraga antarkecamatan di Kab. Bulungan, Minggu (05/10).

PORKAB II Bulungan 2025 yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan ini diikuti oleh 10 Kecamatan di Kab. Bulungan dengan total 170.663 peserta yang terdiri dari atlet dan ofisial. Dengan ini para peserta akan bertanding di 15 cabang olahraga (cabor).

Bupati Bulungan, Syarwani, memberikan apresiasi kepada KONI Bulungan dan seluruh Panitia PORKAB II Bulungan, karena telah menyukseskan pembukaan PORKAB II Bulungan dan dapat memobilisasi seluruh potensi atlet yang ada di 10 Kecamatan dan 74 Desa.

“Dari seluruh kecamatan, rata-rata mengikutsertakan atlet lebih dari 100 peserta. Berarti, terdapat seribu atlet yang berpotensi untuk mengukir prestasi dan menjadi sumber daya prestasi Kab. Bulungan di cabang olahraga” ucapnya.

Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda serta dukungan DPRD, berkomitmen akan terus menjadikan PORKAB sebagai agenda rutin yang akan dikelola oleh KONI Bulungan dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Bulungan. Bupati menyebutkan, hal ini dikarenakan suatu kesempatan untuk menggali dan menyiapkan atlet-atlet yang bertalenta di Kab. Bulungan.

“Karena Impian kami, Kab. Bulungan dapat menjadi kiblat olahraga yang berprestasi di Provinsi Kalimantan Utara,” ungkap Syarwani.

Pada PORKAB II Bulungan, Syarwani menyatakan bahwa ini menjadi ajang seleksi untuk keikutsertaan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) II Kalimantan Utara tahun 2026 di Kab. Malinau. Ia menargetkan, akan mengikuti seluruh cabor yang diperlombakan pada PORPROV II Kaltara.

“Kami optimis akan juara umum di PORPROV 2026 nanti, maka setelah ini akan dimaksimalkan pemusatan pelatihan dan pembinaan yang harus dilakukan oleh ketua cabor dan seluruh atlet,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bulungan, Heru Rachmadi, mengatakan, bahwa PORKAB II Bulungan merupakan proses awal bagi anak muda untuk berprestasi lebih tinggi. Ia mengatakan, terus memberikan semangat bagi mereka yang mengikuti PORKAB II Bulungan.

“Kami KONI sebagai penyelenggara, memiliki program Bulungan Unggul yang bertujuan untuk menyiapkan program-program pelatihan yang diberikan kepada para atlet berprestasi sebagai persiapan baik untuk PORPROV 2026, Pra-PON 2027, dan PON yang akan datang,” kata Heru.

Ia menambahkan, bahwa KONI menyanggupi target Bupati yang akan menjadikan Kab. Bulungan sebagai juara umum pada pelaksanaan PORPROV II Kaltara 2026.

“Berkaca dari PORPROV 2023, Kabupaten Bulungan memang banyak meraih juara. Namun, tidak menjadi juara umum, karena ada cabor yang tidak kami ikuti. Dengan ini, menjadi catatan untuk PORPROV 2026, maka kami akan mengikuti seluruh cabor yang dipertandingkan dan akan meraih medali terbanyak sebagai syarat untuk juara umum,” tutup Heru.(cda)

NUNUKAN, MANDAUPOST  – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiharto, mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menangani kasus keracunan yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis yang terjadi beberapa hari lalu.

Apresiasi tersebut disampaikan Bima Arya saat mengunjungi dapur MBG di Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah (4/10), seusia dirinya mendampingi rombongan Komisi II DPR – RI meninjau langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Bupati Nunukan Irwan Sabri ikut mendampingi mantan Walikota Bogor dua periode tersebut.

“(kasus keracunan) ini merupakan pelajaran bagi kita semua agar tidak main-main dengan pengelolaan makanan ini. Standar keamanan dan pengelolaan makanan harus benar – benar diperhatikan secara serius,” kata Bima.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Irwan menegaskan kembali komitmenya untuk memperkuat pengawasan dan memastikan kualitas makanan yang akan disajikan kepada anak – anak terjaga kualitasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Kabupaten (Porwakab) ke-1 Bulungan segera bergulir. Ajang perdana yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar jurnalis sekaligus mencari bibit atlet dari kalangan awak media.

Ketua PWI Bulungan Fathu Rizqil Mufid mengatakan, Porwakab merupakan bagian dari program olahraga PWI yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

“Porwakab ini menjadi ajang silaturahmi antar wartawan sekaligus semangat mencari atlet dari kalangan insan pers. Tahun ini merupakan Porwakab pertama PWI Bulungan,” kata Rizqil, Sabtu (4/10).

Rizqil menuturkan, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Bulungan telah membentuk panitia pelaksana untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) 2026. Kami berharap semua jurnalis dan pegiat media di Bulungan dapat berpartisipasi,” harapnya.

Ia menegaskan, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi, edukasi, dan advokasi, tetapi juga penting dalam menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat.

“Lewat Porwakab, kami ingin membangkitkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di kalangan insan pers. Harapannya tentu mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat Bulungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua SIWO PWI Bulungan Ramlan menambahkan, dalam pelaksanaan Porwakab akan dipertandingkan enam cabang olahraga serta dua lomba tambahan.

“Cabor yang dilombakan meliputi bulutangkis, futsal, biliar, esports, PES, atletik dan domino. Selain itu ada juga lomba karya jurnalistik dan fotografi,” terangnya.

Ramlan menjelaskan, pembukaan Porwakab dijadwalkan pada awal November mendatang.

“Porwakab akan dibuka dengan jalan sehat bersama Forkopimda dan insan pers se-Bulungan, kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif,” ungkapnya.

Ia berharap, Porwakab I Bulungan menjadi wadah mempererat persaudaraan antar sesama jurnalis di daerah.

“Ajang ini bukan sekadar olahraga, tetapi simbol persaudaraan dan semangat profesionalisme wartawan Bulungan,” pungkasnya.(**)

Scroll to Top