Berita Populer

Berita Terbaru

KALTARA

TANA TIDUNG, MANDAUPOST – Pihak manajemen PT Borneo Agro Sakti (BAS) akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya tindakan intimidasi terhadap masyarakat di wilayah kerja perusahaan.
Manager PT BAS Warisman dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya justru menjalankan tanggung jawab untuk melindungi kawasan dari aktivitas penebangan liar (illegal logging).

Menurut Warisman, dugaan intimidasi itu bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas pembersihan lahan dan penebangan pohon sengon di area kerja PT BAS.

“Begitu kami menerima informasi, kami langsung turun ke lokasi. Benar, ada kegiatan penebangan pohon sengon dan pembersihan lahan. Tapi kedatangan kami bukan untuk menekan masyarakat, melainkan memastikan siapa yang melakukan kegiatan ilegal tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap aktivitas penebangan di wilayah konsesi harus memiliki izin pemanfaatan kayu dan membayar pajak kepada negara. Jika tidak, maka tindakan itu tergolong penebangan liar yang harus dicegah perusahaan.

“Kalau perusahaan membiarkan, nanti kami yang disalahkan oleh pemerintah. Karena itu, kami wajib menindak sesuai aturan,” tegas Warisman.

Lebih lanjut, Warisman menerangkan bahwa area tersebut merupakan wilayah kerja PT BAS yang mendapat izin pengelolaan dari PT Intraca Hutani Lestari. Karena itu, perusahaan berkewajiban melakukan patroli dan pengamanan secara rutin.
Ia juga membantah keras tudingan bahwa pihaknya datang dengan aparat untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Semua perusahaan pasti ada pengamanan. Aparat itu bukan untuk menekan, tapi menjaga situasi tetap kondusif. Kami malah berdialog dulu dengan warga di lokasi,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Warisman menegaskan bahwa PT BAS bekerja secara terbuka. Pihaknya telah melaksanakan sosialisasi di empat desa di Kecamatan Betayau, dengan mengundang tokoh adat, camat, kepala desa, dinas pertanian, hingga pemerintah daerah.

“Sampai sekarang tidak ada masyarakat yang menolak PT BAS. Justru mereka berharap kami segera beroperasi supaya lapangan pekerjaan terbuka. Kami berkomitmen 70 persen pekerja berasal dari warga sekitar,” katanya.

Selain membuka lapangan kerja, PT BAS juga memberi ruang dialog dengan tokoh adat dan masyarakat terkait identifikasi area penting seperti lahan keramat, kuburan, situs budaya, dan kebun warga sebelum tahap pembebasan dilakukan.

“Kami tidak asal membuka lahan. Semua melalui proses verifikasi bersama masyarakat. Makanya setelah proses ini selesai perusahaan akan menyelesaikan yang harusnya disepakati nantinya,” tambah Warisman.

Sementara itu, Azrul Azis, Manager Legal PT BAS, menambahkan bahwa PT BAS merupakan bagian dari Hardaya Plantation Group, perusahaan yang telah berpengalaman mengelola enam kebun sawit di berbagai daerah termasuk Kalimantan Utara.

“Kebun ini yang keenam dan termasuk vital karena menjadi penyumbang devisa dan pajak bagi daerah maupun negara. Di setiap proyek strategis pasti ada unsur pengamanan dari TNI-Polri untuk menjamin keamanan,” ujarnya.

Azrul juga meminta UPTD KPH untuk turun langsung meninjau lokasi penebangan agar dapat memastikan kebenaran di lapangan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum.

Dengan demikian, manajemen PT BAS menegaskan bahwa tudingan intimidasi terhadap masyarakat tidak berdasar.
Sebaliknya, perusahaan tengah menjalankan tanggung jawab sosial dan hukum untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.(**)

JAKARTA, MANDAUPOST – Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2025 sukses digelar di Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis (23/10) pagi.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang, hadir bersama puluhan Gubernur dan Wakil Gubernur lain, dengan agenda Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus APPSI Masa Jabatan 2023-2025 dan pemilihan Ketua Umum APPSI periode 2025-2029.

Munas VII APPSI 2025 yang dibuka resmi langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, menyampaikan peran penting APPSI dalam menjaga integritas pemerintah daerah.

Ia menuturkan APPSI sebagai mitra strategis pemerintah pusat, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Bapak Presiden menyerukan bahwa pemimpin harus menjalankan pemerintahan yang bersih dan adil. Secara tegas menyoroti praktik korupsi yang menjadi tantangan pembangunan nasional,” ujarnya membacakan sambutan.

Sejalan dengan tema Munas VII APPSI tahun 2025 yakni “Menjaga Integritas Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Kreatif”, Wamendagri mendorong APPSI agar mampu memfasilitasi kepentingan daerah dalam penguatan kapasitas, optimalisasi otonomi daerah, serta penguatan peran Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah.

“Keberadaan APPSI sebagai wadah berhimpun bagi pemerintah provinsi seluruh Indonesia dan harus mampu menunjukkan kinerja yang optimal, baik dalam rangka meningkatkan kapasitas para anggotanya, maupun dalam memberikan masukan kepada pemerintah pusat,” jelas Akhmad Wiyagus.

Dalam momen itu, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama Gubernur Sumatera Barat Mayheldi Ansharullah dan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa didaulat menjadi pimpinan sidang pemilihan Ketua Umum APPSI periode 2025-2029.

Penetapan Gubernur Zainal sebagai pimpinan sidang tersebut dimulai dari usulan Ketua Dewan Pakar APPSI, Prof. Ryaas Rasyid. Ia menilai sangat diperlukannya figur yang berpengalaman dan berintegritas untuk memimpin jalannya proses pemilihan Ketua Umum APPSI.

Dalam proses persidangan yang berlangsung kondusif dan penuh kebersamaan, H. Rudi Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum APPSI periode 2025-2029 menggantikan Gubernur Jambi Al Haris yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia Muhammad Qodari, dan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melaksanakan kegiatan Pembekalan Ujian Dinas yang berlangsung di Ruang Rapat BKD Kaltara, Kamis (23/10).

Pembekalan itu diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah dan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kaltara secara daring dan luring.

Kegiatan pembekalan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kaltara yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltara, Pollymaart Sijabat.

Dalam sambutannya, Pollymaart menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada BKD Kaltara atas terselenggaranya pelaksanaan pembekalan ujian kenaikan tingkat dan golongan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami percaya peserta yang ikut sudah melalui seleksi yang benar-benar sesuai ketentuan. Ini bentuk perhatian pimpinan terhadap peningkatan kompetensi ASN. Mari kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Pollymaart.

Pollymaart menyebutkan kegiatan Ujian Dinas (UD) dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) merupakan kegiatan pertama kalinya dilakukan BKD Kaltara. Menurutnya hal ini sangat penting dilakukan untuk pengembangan karier ASN, serta untuk meningkatkan sumber daya manusia di Pemprov Kaltara.

Sementara itu, Plt Kepala BKD Kaltara, Andi Amriampa, menyebutkan kegiatan ini merupakan tahap pra-ujian atau pembekalan bagi peserta sebelum mengikuti pelaksanaan UD dan UPKP.

Selain itu, ia mengatakan kegiatan UD dan UPKP kali ini menjadi yang pertama kali digelar langsung oleh BKD Kaltara, yang dimana pada waktu sebelumnya telah banyak dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota.

Bebernya, pelaksanaan UDIN dan UPKP ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2025 dengan menggunakan fasilitas Ruang Laboratorium CAT Pemprov Kaltara.

“Yang mengikuti Ujian Dinas ada 96 orang, dan yang UPKP ada 50 orang, jadi total ujian kenaikan pangkatnya ada 146 orang,” ucap Andi Amriampa.

Plt. BKD Kaltara ini menuturkan setelah menunggu beberapa tahun lamanya, akhirnya baru bisa dilaksanakan UD dan UPKP di tahun 2025 ini.

“Jadi memang ini diperuntukkan untuk teman-teman yang akan mengikuti ujian dinas dan ujian kenaikan pangkat. Yang di uji itu ada dua, yang golongan dua ke golongan tiga, dan golongan tiga ke golongan empat,” jelasnya.

Andi Amriampa menceritakan bahwa kegiatan ini, karena sempat tertunda beberapa tahun lalu. Ungkapnya, karena terlalu lama tidak ada ujian kenaikan pangkat, beberapa ASN ada yang mengusulkan untuk ikut ujian di Kabupaten Malinau bahkan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Makanya di tahun ini kita upayakan untuk dibuka di sini karena teman-teman memang membutuhkan itu,” beber Andi Amriampa.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam kenaikan pangkat dan golongan itu sebenarnya tergantung dari pemetaan ASN, serta peninjauan lagi untuk pemetaan ASN di tahun depan.

“Kalau memang mungkin kita laksanakan, datanya mendukung untuk itu maka kita siapkan lagi,” tambahnya.

“Nanti setelah tanggal 30 ada hari pelaksanaannya nantinya datanya akan diolah oleh BKN. Nanti setelah pengumuman hasil BKN baru kita umumkan dan status kepegawaiannya akan kita lanjutkan,” pungkasnya.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Masyarakat Desa Bandan Bikis, Kabupaten Tana Tidung, bersama pemerintah desa menahan sementara kegiatan operasional PT Pipit Mutiara Indah (PMI). Langkah ini diambil buntut dari persoalan belum diserahkannya hak pengelolaan kebun plasma yang menjadi hak masyarakat sejak tahun 2007.

Kepala Desa Bandan Bikis, Yuliansyah, menegaskan bahwa tindakan penghentian sementara ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap perusahaan yang selama hampir 15 tahun dinilai mengabaikan kewajiban terhadap masyarakat.

“Yang dipermasalahkan ini soal operasional. Kita tahan karena kebun plasma yang belum diserahkan hak pengolahannya kepada kita sejak tahun 2007 sampai sekarang 2025. Kalau dihitung, sudah hampir 15 tahun perusahaan menikmati hasil kebun plasma yang memang hak kita, tapi tidak diberikan,” ungkap Yuliansyah, Rabu (23/10).

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, perusahaan wajib memberikan 20 persen lahan plasma dari total lahan inti yang mereka kelola untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Namun, hingga kini masyarakat Desa Bandan Bikis belum menerima hak tersebut.

“Yang menjadi tuntutan masyarakat itu pertama kejelasan lahan plasma di 268 hektar atau 161 hektar yang tidak pernah diberikan ke kita, malah diberikan ke pihak lain yaitu PT Damar Indra Abadi,” jelasnya.

Yuliansyah mengungkapkan, persoalan ini berawal dari konflik antara PT Pipit Mutiara Indah dan PT Damar Indra Abadi (DIA) terkait pengelolaan lahan. Namun ironisnya, imbas dari perselisihan dua perusahaan tersebut justru dirasakan masyarakat desa yang sama sekali tidak terlibat dalam urusan bisnis kedua pihak.

“Lucunya kan di situ, persoalan antara PT PMI dan PT Damar Indra Abadi itu dampaknya ke kita. Kita sebenarnya tidak mau masuk dalam persoalan mereka karena itu tanggung jawab perusahaan untuk memberikan plasma 20 persen ke masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai sikap perusahaan yang meminta masyarakat ikut menyelesaikan konflik internal mereka sangat disesalkan. Padahal, masyarakat hanya menuntut hak sesuai peraturan yang berlaku.

“Itu yang kita sesalkan dari sikap perusahaan. Kita ini cuma menuntut hak plasma, bukan ikut campur dalam urusan bisnis antar perusahaan,” tambahnya.

Pemerintah Desa Bandan Bikis bersama masyarakat telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi, namun hingga kini belum menemukan titik terang.

“Kami sudah adakan pertemuan, tapi sayangnya General Manager perusahaan sedang cuti, jadi belum bisa diambil kesimpulan. Kita masih menunggu itikad baik dari mereka,” kata Yuliansyah.

Pihak desa berharap PT Pipit Mutiara Indah segera menyelesaikan tanggung jawabnya kepada masyarakat Desa Bandan Bikis maupun Desa Buong Baru sebagai desa yang terdampak langsung dari kegiatan perusahaan.

“Harapan kita, perusahaan ini bisa lebih mengindahkan tanggung jawabnya karena ini untuk kesejahteraan masyarakat. Lahan itu juga tidak banyak, hanya 20 persen dari lahan yang mereka kelola,” jelasnya.

Diketahui, total lahan inti yang dikelola perusahaan di wilayah Bandan Bikis mencapai 805 hektar, dengan kewajiban plasma sekitar 161 hektar. Namun karena ada tambahan lahan terbiar yang juga masuk dalam wilayah desa, total keseluruhan lahan plasma yang seharusnya dikelola masyarakat mencapai 268 hektar.

“Kita tidak mau berlarut-larut. Kalau perusahaan sudah punya solusi dan mau duduk bersama, kita siap. Tujuan kita jelas, untuk kebaikan masyarakat dan kepastian hak mereka,” tutup Yuliansyah.

Dalam pertemuan itu juga  hadir pasukan merah dan masyarakat Desa Buong Baru serta warga lainya.(**)

BULUNGAN, MANDAUPOST – Pemkab Bulungan melalui Dinas Koperasi, UKM,  Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar Pelatihan SDM bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati Rabu (22/10).

Kegiatan dibuka Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Iwan Sugianta, yang berpesan, agar para pengurus dan pengawas Kopdes Merah Putih di Bulungan ke depannya dapat lebih memahami manajemen kelembagaan.

”Sehingga jika terjadi permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan pengelolaan keuangan yang transparan serta tata kelola koperasi yang sehat,” ujarnya.

Penguatan kapasitas SDM koperasi sangat penting untuk memastikan koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital dan ekonomi inklusif.

Para peserta pelatihan terdiri  pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bulungan mendapat pembekalan materi tentang manajemen organisasi koperasi, penyusunan laporan keuangan, peran pengawas dalam pengawasan internal, hingga strategi pengembangan usaha koperasi.

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antar pengurus koperasi, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru dalam mengembangkan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Kita berharap koperasi di Bulungan dapat semakin mandiri, sehat, dan berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Utara (Kaltara) Rahmawati Zainal, membuka resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membatik Tingkat Lanjutan : Penguatan Teknik Pewarnaan Alam.

Bimtek yang berlangsung selama lima hari, dimulai dari 22-27 Oktober 2025, ini dilaksanakan di Rumah Kemasan Disperindagkop dan UKM Provinsi, Desa Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Rabu (22/10).

“Kita mungkin provinsi termuda, tapi bukan berarti tertinggal. Dari keterbatasan, kita bangun kreativitas. Saya ingin batik Kaltara dikenal dan menjadi ikon baru kebanggaan daerah tercinta kita,” kata Rahmawati dalam sambutannya.

Rahmawati menyebutkan tujuan dari bimtek ini, yaitu untuk meningkatkan kemampuan dalam proses membatik, serta memanfaatkan potensi bahan pewarna alami lokal agar memiliki nilai tambah dan memiliki daya saing tinggi.

Bunda Literasi Kaltara ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Bimtek yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltara, serta ucapan terima kasih kepada 2 pelatih profesional dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta.

“Dalam pelatihan ini, nantinya kita akan memberikan materi mengenai teknik pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar,” ujarnya.

Menurut Rahmawati, dalam penggunaan pewarna alami pada kain batik tidak hanya akan menghasilkan warna yang indah saja, tetapi juga mengandung filosofi dan nilai ramah lingkungan.

“Melalui bimtek ini, diharapkan dapat mengasah keahlian peserta dan juga meningkatkan kompetensi peserta dalam menerapkan teknik pewarnaan alami,” ucap Rahmawati.

“Dan kami juga ingin menciptakan kreasi membatik dengan warna alam yang menjadi kebanggaan bagi Kaltara,” tambahnya.

Rahmawati juga berencana untuk mengadakan pameran hasil karya dan lomba membatik pewarna alam, bertujuan untuk memperluas, memperkenalkan, sekaligus mempromosikan produk kerajinan unggulan Kaltara.(**)

NUNUKAN, MANDAUPOST – Bupati Nunukan Irwan Sabri mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan 17 program arah baru menuju perubahan agar memastikan program tersebut bisa terealisasi 100 persen.

Permintaan itu disampaikan Bupati Irwan saat membuka acara Rapat Koordinasi dan Pengendalian (Rakorda) Pelaksanaan RKPD Triwulan Ke-3 Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (22/10).

Rakordal diikuti oleh Plt. Sekretaris Daerah Jabbar, Para Kepala OPD, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), dan kepala bagian serta kepala bidang.

“Untuk memastikan realisasinya, (17 program arah baru menuju perubahan), Saya bersama dengan Wakil Bupati, Plt. Sekda dan Kepala Bappeda Litbang akan langsung melakukan pendalaman,” kata Irwan.

Program 17 arah baru menuju perubahan adalah program unggulan yang menjadi janji politik Bupati Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus.

Selain ingin memastikan realisasi program 17 arah baru menuju perubahan, Bupati Irwan dalam kesempatan itu juga meminta agar para kepala OPD bisa mempercepat realisasi fisik dan keuangan kegiatan di OPD-nya masing-masing.

Jika menemui hambatan, para kepala OPD diminta melakukan koordinasi dan sinergi lintas OPD, termasuk melakukan inovasi dan tukar pengalaman agar penyelesaian programnya bisa lebih efektif dan efisien.(**)

TARAKAN, MANDAUPOST – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Sekdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, menghadiri sekaligus membuka “Sosialisasi Minat dan Budaya Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara” yang digelar di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Rabu (22/10).

Robby menyambut baik terselenggaranya sosialisasi minat baca ini, karena menjadi ruang berkumpulnya para pendidik, pelajar, penggiat literasi, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan generasi masa depan.

“Saya meyakini, melalui forum seperti ini akan lahir semangat bersama untuk menumbuhkan kecintaan membaca dan memperkuat budaya literasi di Kaltara,” kata Robby.

Ia menerangkan Kaltara sebagai provinsi yang terus tumbuh dan berkembang, sama halnya dengan perpustakaan memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi sebagai pusat ilmu pengetahuan, ruang kreativitas, dan jendela dunia bagi generasi penerus bangsa.

Adapun kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltara ke-13, bulan bahasa, hari gerakan pemasyarakatan minat baca, dan hari perpustakaan sekolah internasional.

“Ini sebagai pengingat bahwa literasi harus hidup dan tumbuh sebagai budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Robby berharap kegiatan literasi ini mampu menumbuhkan minat serta kebiasaan membaca kepada generasi muda serta masyarakat, sehingga lahir karakter generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berwawasan luas.

Kegiatan ini turut mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar, ruang kreativitas, dan sumber informasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, melalui penguatan literasi,

Selanjutnya, ia turut mendorong melalui kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa persatuan, bahasa Indonesia, ini juga sekaligus memberikan penghargaan kepada generasi muda berprestasi dalam bidang literasi melalui ajang lomba cerita pendek.

“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi sebagai gerakan bersama untuk membangun masyarakat Kaltara yang maju, makmur, dan berbudaya,” tambah Robby.

Di akhir sambutannya, Robby mengajak seluruh elemen masyarakat, pendidik, penggiat literasi, dan pemerintah daerah untuk terus bersinergi dalam menumbuhkembangkan budaya kegemaran literasi di Bumi Benuanta.

“Dengan literasi yang kuat, kita akan melahirkan generasi yang siap bersaing, memiliki karakter, dan mampu membawa Kaltara menuju masa depan yang gemilang,” tuntasnya.(**)

TANJUNG SELOR, MANDAUPOST — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, memimpin langsung Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Lapangan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltara, Rabu (22/10).

“Peringatan Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang peran besar santri dan pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa serta memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran,” buka Gubernur Zainal membaca sambutan tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, Gubernur menyebutkan pada tahun 2025 juga menandai satu dekade sejak Hari Santri Nasional resmi ditetapkan pemerintah pada tahun 2015.

“Sepuluh tahun perjalanan Hari Santri menjadi bukti bahwa pesantren dan santri bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelaku perubahan dalam pembangunan nasional,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 67 dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Imbuhnya, kehadiran negara di lokasi kejadian merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pesantren.

Menurutnya penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri memiliki akar sejarah kuat, yakni Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menyerukan kewajiban mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Dimulai dari semangat inilah kemudian melahirkan momentum besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu 10 November yang dikenal sebagai Hari Pahlawan,” ungkapnya.

Tegasnya Gubernur, santri bukan hanya pewaris perjuangan kemerdekaan, tetapi juga agen perubahan global.

“Santri diharapkan menjadi pelaku sejarah baru yang menebarkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin dalam membangun dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” ucapnya.

Komitmen Pemerintah ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang mengatur Dana Abadi Pesantren.

Lebih jauh, dikatakannya juga di tahun ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan santri, pesantren turut masuk dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Mari jadikan Hari Santri sebagai momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri masa kini harus menguasai Kitab Kuning, sekaligus beradaptasi dengan teknologi, sains, dan bahasa dunia. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman,” terangnya.

Terakhir, Gubernur Zainal mengajak seluruh santri di Kaltara dapat meneladani perjuangan para ulama dan pejuang kemerdekaan. Diharapkan santri Kaltara menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Santri Kaltara harus tampil di garda terdepan. Tidak hanya dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Acara dirangkaikan penyerahan bantuan oleh Gubernur Kaltara kepada tiga lembaga pesantren dan 100 santri se-Kaltara. Turut hadir pimpinan Pondok Pesantren Al-Khairaat Tanjung Selor, Habib Sayyid Muthahar Al-Jufrie, serta perwakilan pondok pesantren dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara, unsur Forkopimda, dan pelajar madrasah.(**)

TANA TIDUNG, MANDAUPOST — Harapan baru tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Betayau. Empat desa — Kujau, Bebakung, Mendupo, dan Periuk — kini bersiap menyambut kehadiran PT Borneo Agro Sakti (BAS), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang akan mulai beroperasi di wilayah mereka tahun depan.

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Kujau, Manajer PT BAS Warisman menjelaskan bahwa perusahaan di bawah naungan Hardaya Plantation Group ini siap membawa dampak positif bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun sosial.

“Perkebunan ini kami targetkan beroperasi tahun depan. Kami juga akan membangun pabrik pengolahan sawit dengan kapasitas 60 ton per hari, seiring meningkatnya hasil produksi kebun PT BAS,” ujar Warisman di hadapan warga, Rabu (22/10).

Warisman menekankan bahwa PT BAS memiliki izin usaha yang sah dari pemerintah dan akan menjalankan seluruh operasionalnya sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba menghambat atau memprovokasi kegiatan perusahaan.

“Kami memohon dukungan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai ada yang terprovokasi oleh pihak lain yang ingin mengganggu kegiatan ini. PT BAS hadir untuk membangun, bukan merugikan,” tegasnya.

Perusahaan ini mengelola lahan seluas 3.526 hektare, yang difokuskan di empat desa wilayah Kecamatan Betayau. Warisman menambahkan, PT BAS berkomitmen untuk mempekerjakan 70 persen tenaga kerja lokal, agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Selain membuka lapangan kerja, perusahaan juga berencana mendorong pembentukan koperasi plasma untuk masyarakat, agar warga turut memiliki bagian dari hasil perkebunan dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi bersama.

Dalam sesi dialog, beberapa warga mengajukan masukan dan pertanyaan, mulai dari tapal batas desa, area plasma, lokasi makam, hingga persoalan lahan yang telah dijual sebelumnya.

Menanggapi hal itu, pihak PT BAS menegaskan akan menyelesaikan seluruh persoalan secara kekeluargaan dan transparan, dengan melibatkan masyarakat langsung di lapangan.

“Setelah kegiatan sosialisasi ini, kami akan turun langsung bersama warga untuk melakukan identifikasi kebun, makam, dan batas wilayah di empat desa. Semua akan dibicarakan dengan terbuka,” tambah Warisman.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kujau menyampaikan apresiasi kepada PT BAS atas komitmennya melibatkan masyarakat sejak awal. Ia berharap perusahaan benar-benar menepati janji untuk membuka lapangan kerja bagi warga lokal dan menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara berkelanjutan.

“Kami berharap warga sekitar bisa diprioritaskan untuk bekerja, terutama mereka yang memenuhi kualifikasi teknis. Program CSR perusahaan juga harus berjalan dengan baik agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan tapal batas antara Desa Kujau dan Mendupo yang hingga kini belum tuntas, namun berjanji akan berupaya menyelesaikannya bersama pemerintah desa dan pihak perusahaan.

“Dengan adanya PT BAS ini, kami sangat berharap kesejahteraan masyarakat meningkat. Kami siap mendukung selama perusahaan berjalan sesuai aturan dan berpihak kepada masyarakat,” tutupnya.

Kehadiran PT BAS di Tana Tidung diharapkan menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Selain membuka lapangan kerja, investasi ini juga memberi peluang bagi desa-desa sekitar untuk berkembang menjadi sentra perkebunan yang produktif dan berdaya saing.(**)

Scroll to Top