Berita Populer

Berita Terbaru

OLAHRAGA

JAKARTA, MP – Pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia, John Herdman, ikut meramaikan Merdeka Run 2026 yang digelar di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Bagi Herdman, ajang lari tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat sekaligus momentum untuk mendorong gaya hidup sehat.

Herdman menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 34 menit untuk jarak 8 kilometer. Pelatih asal Inggris tersebut mengaku aktivitas lari sudah menjadi bagian dari rutinitasnya sehari-hari.

“Acara lari ini benar-benar menjadi simbol besar dari negara ini. Kita melihat masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga merayakan kebersamaan dan pentingnya menjaga kebugaran,” ujar Herdman seusai lomba dalam keterangan resmi Kemenpora.

Menurut Herdman, suasana Merdeka Run 2026 memberikan gambaran tentang antusiasme masyarakat Indonesia terhadap aktivitas olahraga. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap kegiatan komunitas yang mengajak masyarakat beraktivitas di ruang publik.

John Herdman Senang Bisa Lari Bersama Ribuan Warga

Herdman mengaku menikmati kesempatan berlari bersama masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang membuat aktivitas olahraga di Indonesia terasa istimewa.

“Saya beruntung setiap akhir pekan bisa berlari bersama ribuan orang. Ini sesuatu yang sangat spesial dan unik di Indonesia. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan ini,” katanya.

Bagi Herdman, olahraga lari juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukannya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Meski mengikuti lomba untuk bersenang-senang, ia mengaku sisi kompetitifnya tetap muncul ketika berada di lintasan.

Herdman Tantang Pemain Timnas Indonesia Ikut Lari

Dalam kesempatan tersebut, Herdman juga menyambut kehadiran gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, yang turut berada di lokasi Merdeka Run 2026.

Pelatih berusia 51 tahun itu bahkan melontarkan tantangan kepada para pemain Timnas Indonesia untuk ikut berlari bersamanya di kesempatan berikutnya.

“Di usia saya yang memasuki 51 tahun, saya berlari untuk bersenang-senang, tetapi jiwa kompetitif itu tetap ada. Tentu akan menyenangkan jika bisa berlomba lari bersama para pemain timnas dan melihat siapa yang mencapai garis finis lebih dulu,” tutur Herdman sembari tersenyum.

Candaan tersebut menunjukkan sisi lain Herdman di luar lapangan. Pelatih asal Inggris itu tidak hanya menjalani aktivitas lari sebagai bagian dari kebugaran, tetapi juga menikmati unsur kompetisi yang melekat dalam olahraga.

Enam Bulan di Indonesia, Herdman Terpukau

Herdman juga berbicara mengenai pengalamannya selama berada di Indonesia. Genap enam bulan menetap di Tanah Air, ia mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat dan kekayaan budaya Indonesia.

Pengalaman tersebut membuat Herdman semakin optimistis terhadap masa depan Indonesia, termasuk perkembangan sepak bola nasional.

“Negara ini telah bekerja keras untuk mencapai posisinya saat ini, dan saya merasa ini baru permulaan. Masih banyak hal besar yang akan datang untuk Indonesia, begitu pula dengan sepak bolanya,” pungkasnya.

Merdeka Run 2026 pun menjadi salah satu momen Herdman berinteraksi langsung dengan masyarakat di luar aktivitasnya bersama Timnas Indonesia. Selain menjaga kebugaran, keikutsertaannya memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan.

Agenda Terdekat John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Usai mengikuti Merdeka Run 2026, John Herdman akan kembali fokus menjalankan tugasnya bersama Timnas Indonesia. Agenda terdekat yang menanti pelatih asal Inggris tersebut adalah FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung mulai September.

Indonesia menjadi tuan rumah ajang tersebut dan Herdman akan mempersiapkan skuad Garuda menghadapi persaingan di level Asia Tenggara. Agenda ini menjadi kesempatan bagi Herdman untuk kembali menguji perkembangan tim setelah menjalani sejumlah pertandingan internasional sepanjang 2026.

PSSI juga tengah menyiapkan rangkaian pertandingan FIFA Matchday setelah turnamen tersebut. Pada November mendatang, Timnas Indonesia bahkan direncanakan menghadapi lawan yang berstatus peserta Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027.(**)

JAKARTA, MP – Stella Aurellia (20) berhasil keluar sebagai juara Red Bull Dance Your Style Indonesia 2026 setelah mengalahkan Eyga dalam babak final nasional. Kemenangan ini membawanya menjadi wakil Indonesia menuju Red Bull Dance Your Style World Final 2026 di Zurich, Swis, pada 24 Oktober mendatang, dan akan berhadapan dengan 50 dancer terbaik dari berbagai negara.

Kalahkan 15 Wakil Lainnya

Tahun ini, sebanyak 16 finalis membawa keberagaman karakter street dance Indonesia melalui gaya, musikalitas, serta interpretasi gerak yang berakar pada pengalaman dan identitas masing-masing, dari pengaruh tari tradisional hingga energi komunitas street dance di berbagai kota. Perjalanan mereka menuju final dimulai dari rangkaian kualifikasi daring hingga babak penyisihan di Jakarta pada 15 Agustus lalu, sebelum akhirnya bertemu di babak penentuan.

Red Bull Dance Your Style berbeda dari kompetisi dance umumnya yang mengandalkan koreografi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Melalui format battle satu lawan satu dengan konsep ‘crowd is the judge’, kompetisi ini tidak hanya menguji teknik, tetapi juga kreativitas, musikalitas, kemampuan berimprovisasi langsung di panggung, serta cara dancer membangun koneksi langsung dengan penonton.

Stella menyoroti kemenangannya sebagai awal dari sebuah tantangan yang lebih besar, “Memenangkan Red Bull Dance Your Style Indonesia 2026 tentunya menjadi sebuah pencapaian yang bermakna bagi saya. Apalagi Swis merupakan salah satu negara yang sudah lama saya impikan untuk dikunjungi. Jadi lewat kesempatan ini, di panggung Swis nanti, saya harus bisa membuktikan di hadapan crowd dunia, bahwa Indonesia punya dancer dengan style dance yang berkarakter, berkualitas, dan mampu bersaing di panggung global,” ujar Stella.

Stella yang telah menggeluti dance sejak usia lima tahun, sebelumnya sudah pernah lolos jadi finalis Red Bull Dance Your Style Indonesia 2024. Baru-baru ini, Stella juga menjadi movement director & choreographer untuk penampilan grup musik No Na di Head in The Clouds Los Angeles. Kini, ia berhasil merebut suara penonton di Senayan dan menjadi wakil perempuan pertama dari Indonesia di panggung final dunia.

Baca juga: Pertamina Eco RunFest 2026 Ajak Publik Kurangi Sampah Plastik

Perjalanan menuju panggung dunia membuka kesempatan bagi talenta dan komunitas street dance Indonesia untuk berkembang, bertukar pengalaman, dan terhubung dengan ekosistem global.

Buka Jalan Menuju Panggung Dunia

Albert Alessandro, pemenang Red Bull Dance Your Style Indonesia 2025 yang sebelumnya berkompetisi Los Angeles, menyatakan, “Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman menuju panggung dunia justru menjadi bagian paling berarti. Mulai dari kesempatan mengikuti workshop sebelum berangkat, sampai akhirnya bisa bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama wakil negara, dan dancer kenamaan Red Bull, semuanya memberikan pelajaran tersendiri bagi saya. Saya sangat bersyukur karena pengalaman tersebut tidak berhenti di saya, tetapi bisa saya bawa pulang dan bagikan kembali kepada komunitas street dance di Indonesia.”

Menguatkan hal tersebut, Poppin’C, dancer Red Bull sekaligus juara nasional Red Bull Dance Your Style Swis 2019 yang hadir dalam babak final kali ini, turut menyatakan bahwa pengalaman di Red Bull Dance Your Style dapat memperkaya perjalanan jangka panjang seorang dancer.

“Dari pengalaman saya sendiri, Red Bull Dance Style bukan hanya membuka panggung untuk bertanding. Yang paling berharga justru kesempatan untuk bertemu dancer dari berbagai negara, melihat perspektif baru, membangun koneksi, dan membawa pengalaman itu kembali ke komunitas masing-masing. Saya senang melihat banyak talenta Indonesia yang punya musikalitas dan karakter yang kuat. Tapi yang tidak kalah menarik adalah melihat bagaimana komunitas street dance di Indonesia saling mendukung. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, tapi bisa berkumpul, saling memberikan energi, dan berkembang bersama. Menurut saya, culture seperti ini yang membuat street dance Indonesia punya ruang untuk terus berkembang,” ujar Poppin’C.

Perkembangan street dance di Indonesia turut dipengaruhi oleh komunitas-komunitas lokal yang tumbuh melalui ruang publik, sanggar, studio, sekolah, ajang kompetisi di kota-kota. Hip-hop, popping, locking, waacking, hingga heels acrodance berkembang berdampingan dengan eksplorasi gerak yang terinspirasi dari kekayaan tari nusantara. Perpaduan antara budaya global dan identitas lokal inilah yang membuat para dancer Indonesia memiliki karakter panggung yang beragam, sekaligus menjadikan Red Bull Dance Your Style sebagai ruang pertemuan bagi ekosistem street dance Indonesia yang terus berkembang. (**)

JAKARTA, MP – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama harus puas finis di posisi ke-20 pada Moto3 Aragon 2026. Veda menyelesaikan balapan di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026), setelah sempat masuk zona poin.

Pembalap Honda Team Asia tersebut mengawali balapan dari posisi ke-22. Veda sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan terus memperbaiki posisi, bahkan masuk 15 besar sebelum akhirnya kembali kehilangan tempat pada lap-lap akhir.

Hasil ini membuat Veda gagal menambah poin di Aragon. Ia tetap mengoleksi 97 poin dan turun ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026.

Veda memulai balapan dari posisi ke-22 setelah hanya menempati urutan kedelapan pada Q1. Hasil tersebut membuat pembalap rookie Indonesia itu mencatat posisi start terburuknya sepanjang musim debut di Moto3.

Namun, posisi start tersebut tidak membuat Veda kehilangan peluang untuk bersaing. Ia langsung melesat ke posisi ke-19 selepas start dan terus memperbaiki posisinya pada lap-lap berikutnya.

Pada lap ketiga, Veda sudah berada di posisi ke-17. Pergerakannya berlanjut hingga ia sempat menembus posisi ke-15 setelah beberapa pembalap di depannya kehilangan posisi.

Veda kemudian kembali turun posisi, tetapi masih mampu berada di sekitar zona poin. Memasuki lap ke-10, ia sempat menempati posisi ke-16.

Veda Merosot pada Lap-Lap Akhir

Persaingan ketat di rombongan tengah membuat posisi Veda kembali berubah. Setelah sempat berada di posisi ke-16, pembalap bernomor 54 itu mulai kehilangan tempat.

Situasi semakin sulit ketika balapan memasuki lima lap terakhir. Veda bahkan sempat terlempar ke posisi ke-20 dan kemudian turun hingga posisi ke-22.

Veda tidak menyerah dan terus berusaha memperbaiki posisinya. Ia akhirnya mampu kembali ke urutan ke-20 saat melewati garis finis.

Veda menyelesaikan balapan dengan selisih sekitar 30,2 detik dari pemenang, Maximo Quiles. Hasil tersebut membuat Veda belum memperoleh tambahan poin dari Aragon.

Ini menjadi kali keempat Veda gagal mencetak poin sepanjang musim Moto3 2026. Sebelumnya, Veda mampu meraih hasil terbaiknya dengan finis keempat di Prancis dan kemudian finis kesembilan pada GP Inggris.

Maximo Quiles Menang di Aragon

Sementara itu, Maximo Quiles keluar sebagai pemenang Moto3 Aragon 2026. Pembalap CFMOTO Viel Aspar Team tersebut mengalahkan David Almansa dan Marco Morelli dalam persaingan ketat di barisan depan.

Quiles harus menghadapi tekanan Almansa hingga lap terakhir. Namun, pembalap Spanyol tersebut mampu mempertahankan posisi terdepan untuk mengamankan kemenangan ketujuhnya pada Moto3 2026.

Almansa finis kedua, sedangkan Morelli melengkapi podium. Alvaro Carpe dan Brian Uriarte berturut-turut menempati posisi keempat dan kelima.

Kemenangan di Aragon semakin memperkokoh posisi Quiles di puncak klasemen Moto3 2026. Sementara itu, hasil tanpa poin membuat Veda turun satu posisi ke peringkat ketujuh. Ia kini terpaut enam poin dari Valentin Perrone yang berada di posisi keenam.

Hasil Lengkap Moto3 Aragon 2026

1. Maximo Quiles: 33 menit 15.472 detik
2. David Almansa: +0,264 detik
3. Marco Morelli: +0,715 detik
4. Alvaro Carpe: +2,900 detik
5. Brian Uriarte: +6,040 detik
6. Adrian Cruces: +11,373 detik
7. Casey O’Gorman: +11,509 detik
8. Valentin Perrone: +11,841 detik
9. Guido Pini: +11,963 detik
10. Adrian Fernandez: +12,211 detik
11. Matteo Bertelle: +12,322 detik
12. Hakim Danish: +14,284 detik
13. John Kelso: +16,121 detik
14. Eddie O’Shea: +22,903 detik
15. Scott Ogden: +24,429 detik
16. Joel Esteban: +24,529 detik
17. Leo Rammerstorfer: +24,708 detik
18. David Gonzalez: +24,965 detik
19. Rudy Moodley: +25,140 detik
20. Veda Ega Pratama: +30,197 detik
21. Ryusei Yamanaka: +30,239 detik
22. Rico Salmela: +41,128 detik
23. Zen Mitani: +46,220 detik

(**)

JAKARTA, MP – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Merdeka Run 2026 menjadi bagian dari semangat masyarakat dalam merayakan bulan kemerdekaan melalui olahraga. Lebih dari 12 ribu pelari turut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

“Masih di bulan Agustus, bulan kemerdekaan. Bersama lebih dari 12.000 pelari, kembali kita rayakan kemerdekaan Indonesia,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Merdeka Run tahun ini menghadirkan rute sepanjang 8 kilometer bagi peserta umum. Ribuan pelari dari berbagai kalangan berlari bersama dalam suasana perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya peserta umum, penyelenggaraan Merdeka Run juga memberikan ruang bagi saudara-saudara berkebutuhan khusus. Setelah kategori umum, kegiatan dilanjutkan dengan rute sepanjang 2,5 kilometer yang diperuntukkan bagi peserta berkebutuhan khusus.

“Diawali rute 8 km untuk peserta umum, dilanjutkan dengan rute 2,5 km untuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus,” lanjut Seskab Teddy.

Kehadiran kategori tersebut memperkuat semangat inklusivitas dalam perayaan kemerdekaan. Merdeka Run menjadi ruang bagi masyarakat dengan beragam latar belakang dan kemampuan untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan, sekaligus menikmati semangat kebersamaan.

“Semua bergerak, semua sehat, semua semangat. Merdeka!!!” pungkas Seskab Teddy.

Merdeka Run 2026 sekaligus menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui olahraga, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam gerak, kesehatan, optimisme, dan kesempatan yang terbuka bagi semua. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Ribuan pelari memadati kawasan jalan di depan Istana Merdeka, Jakarta, sejak Sabtu pagi, 29 Agustus 2026, untuk mengikuti Merdeka Run 2026. Ajang lari yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menghadirkan semangat kebersamaan.

Mengusung semangat “Bangun, Bergerak, Merdeka”, Merdeka Run 2026 diikuti 12 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat yang ingin merayakan kemerdekaan melalui olahraga. Para peserta mengikuti satu kategori lomba 8K dengan titik start di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara.

Sejak sebelum matahari terbit, para pelari telah memenuhi kawasan sekitar Istana Merdeka. Nuansa merah mewarnai barisan peserta yang bersiap menaklukkan lintasan, menghadirkan pemandangan semarak sekaligus energi perayaan kemerdekaan yang berbeda. Para peserta juga disuguhi pertunjukan drone yang menghiasi langit depan Istana.

Merdeka Run tahun ini dirancang bukan hanya sebagai ajang lari partisipatif, tetapi juga kompetisi dengan standar teknis yang memberikan ruang bagi para pelari untuk menunjukkan performa terbaik. Lintasan disiapkan secara steril dan terukur dengan tetap mengedepankan aspek keamanan serta kenyamanan peserta. Ajang tersebut juga secara aktif melibatkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk ikut berkompetisi.

Dari depan Istana Merdeka, para peserta berlari menyusuri jalan-jalan utama di pusat Jakarta sebelum menyelesaikan perlombaan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Fly pass dari pesawat tempur TNI AU menandai awal mula Merdeka Run tahun ini.

Tepat pukul 06.00 WIB, flag off dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dengan batas waktu lomba 120 menit, kategori 8K dirancang tetap menantang bagi pelari yang mengejar performa, tetapi sekaligus terbuka bagi masyarakat yang baru mulai mengikuti ajang lari.

Kemeriahan pun tidak berhenti setelah para peserta melintasi garis finis. Kawasan Monas menjadi Race Village atau Kampung Merdeka yang menghadirkan berbagai aktivitas bagi peserta dan masyarakat. Sebanyak 81 pelaku UMKM turut meramaikan kawasan tersebut yang disediakan gratis untuk semua masyarakat, berdampingan dengan panggung hiburan dan sejumlah titik foto yang disiapkan bagi pengunjung.

Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya menjadikan Merdeka Run lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Pergerakan ribuan peserta turut membuka ruang bagi aktivitas ekonomi sekaligus mempertemukan komunitas, pelaku usaha, atlet, dan masyarakat dalam satu perayaan kemerdekaan.

Merdeka Run 2026 sekaligus melanjutkan semangat penyelenggaraan tahun sebelumnya ketika ribuan masyarakat berlari bersama di jalan protokol Jakarta untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui Merdeka Run 2026, kemerdekaan kembali hadir dengan cara yang dekat dengan rakyat. Tidak hanya diperingati melalui upacara dan seremoni, kemerdekaan juga dirayakan dengan bergerak bersama, menjaga kesehatan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan optimisme.

Dalam berlari, setiap orang mungkin memiliki kecepatan yang berbeda, namun ketika tujuan yang dituju sama, setiap langkah akan membawa kita semakin dekat. Ribuan pelari, ribuan langkah, satu tujuan yakni Indonesia yang semakin sehat, kuat, dan maju. (BPMI SETPRES)

WONOSARI, MP – Pertamax Turbo Drag Fest 2026 akan terasa spesial. Sebab, ajang drag race tersebut resmi masuk kalender Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Pertamax Turbo Drag Fest 2026 akan digelar dalam dua putaran, yakni Putaran I di Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta pada 29-30 Agustus 2026 dan Putaran II di Lanud Sutan Sjahrir, Padang pada 14-15 November 2026. Ajang ini menghadirkan total 25 kelas kompetisi Drag Bike dan Drag Race.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan Pertamax Turbo Drag Fest 2026 menjadi bentuk dukungan pihaknya terhadap perkembangan olahraga otomotif nasional. Sekaligus memberikan ruang kompetisi positif bagi para pebalap dan komunitas dari berbagai daerah.

“Pertamax Turbo Drag Fest 2026 bukan sekadar ajang adu cepat, tetapi juga menjadi wadah bagi para pebalap dan komunitas otomotif untuk menunjukkan kemampuan, berkompetisi secara sportif, serta memperkuat ekosistem olahraga otomotif di Indonesia. Tahun ini semakin istimewa dengan hadirnya Drag Race sebagai bagian dari Kejuaraan Nasional,” ujar Kitty

Penggunaan Pertamax Turbo dalam ajang ini juga sejalan dengan karakter produk beroktan RON 98 yang dirancang untuk mendukung performa mesin berteknologi tinggi. Melalui Pertamax Turbo Drag Fest 2026, Pertamina Patra Niaga menghadirkan semangat pembuktian performa sekaligus memperkuat kedekatan produk dengan komunitas dan pecinta otomotif di Indonesia.

Selain kompetisi, Pertamax Turbo Drag Fest 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas hiburan, mulai dari konser musik, bazaar, hingga official simulator MotoGP. Pengunjung dapat menikmati kompetisi dan rangkaian hiburan secara gratis dengan memiliki aplikasi MyPertamina.(**)

JAKARTA, MP –  Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengungkap kondisi Carlos Baleba yang masih menjalani pemulihan cedera pergelangan kaki. Situasi tersebut membuat debut gelandang asal Kamerun itu bersama Setan Merah diperkirakan tertunda hingga beberapa pekan ke depan.

Baleba mengalami cedera ketika masih memperkuat Brighton & Hove Albion dan harus melewatkan seluruh rangkaian pramusim. Ia kemudian bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer mencapai 65 juta poundsterling atau sekitar Rp1,57 triliun, ditambah bonus 5 juta poundsterling atau sekitar Rp120 miliar.

Namun, cedera tersebut membuat Baleba belum dapat langsung menjalani debut bersama klub barunya. Dilansir ESPN, Carrick memperkirakan Baleba kemungkinan belum tersedia hingga jeda internasional pertama yang dimulai pada 21 September 2026.

“Dia mengalami sedikit masalah pada pergelangan kakinya. Jadi, mungkin sekitar dua minggu, mungkin tiga minggu, kita lihat saja nanti. Tapi kita sudah tahu itu sebelumnya, jadi bukan masalah besar.”

Carrick menilai kondisi Baleba bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Manchester United memilih memberikan waktu kepada sang pemain untuk memulihkan kondisinya sebelum kembali merumput.

Carrick Puji Potensi Baleba

Meski belum dapat memainkan Baleba, Carrick mengaku antusias dengan kedatangan pemain berusia muda tersebut. Pelatih asal Inggris itu menilai Baleba memiliki potensi besar dan dapat menjadi rekrutan penting bagi Manchester United.

“Akan sangat menyenangkan memiliki dia kembali saat kami bisa. Kami sangat senang dengan Carlos. Saya pikir dia memiliki potensi yang sangat besar, potensi yang luar biasa. Saya pikir ini adalah perekrutan yang sangat menarik bagi kami.”

Kehadiran Baleba memang diharapkan memberikan tambahan kekuatan di lini tengah Manchester United. Pemain tersebut sebelumnya berkembang menjadi salah satu gelandang penting Brighton sebelum akhirnya pindah ke Old Trafford.

Namun, Carrick tidak ingin terburu-buru menentukan kapan Baleba akan kembali bermain. Ia juga tidak menetapkan deadline, atau batas waktu pasti, untuk comeback sang gelandang.

Selain Baleba, Manchester United juga belum dapat memastikan waktu kembalinya Amad Diallo.
Pemain asal Pantai Gading tersebut absen dalam pertandingan Manchester United melawan Hull City. Carrick mengatakan pihaknya tidak akan menetapkan batas waktu untuk kembalinya kedua pemain.

Manchester United kini harus memaksimalkan pemain yang tersedia sambil menunggu Baleba dan Amad kembali ke kondisi terbaik. Setan Merah juga berusaha bangkit setelah kalah 2-0 dari Hull City. Mereka dijadwalkan menghadapi Ipswich pada Minggu untuk mencari hasil positif sekaligus memperbaiki performa.(**)

SEREMBAN, MP – Timnas bola basket Indonesia mengawali perjuangan pada putaran pertama Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 dengan kemenangan telak. Skuad Garuda mengalahkan Singapura dengan skor 80-54 di Arena Seremban, Malaysia, Jumat (28/8/2026). Kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Indonesia dalam persaingan Grup C.

Timnas basket Indonesia sempat mendapat tekanan pada awal pertandingan. Namun, Dame Diagne segera menyamakan kedudukan dan menjadi momentum kebangkitan skuad Garuda.

Indonesia kemudian mengambil kendali permainan dan tampil lebih dominan. Yudha Saputera dan kawan-kawan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-6.

Memasuki kuarter kedua, Indonesia tampil jauh lebih efektif dibandingkan kuarter pertama. skuad asuhan David Singleton mampu mencetak 22 poin, sedangkan Singapura hanya menambah delapan angka.

Performa tersebut membuat Indonesia semakin menjauh dari Singapura. Hingga halftime atau jeda pertandingan, Indonesia unggul 40-14.

Usai halftime, Singapura mencoba memperbaiki efektivitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil karena mereka mampu mencetak 14 poin pada kuarter ketiga. Namun, Indonesia tetap menjaga konsistensi permainan. Yudha Saputera dan kawan-kawan menambah 17 poin sehingga kembali memperlebar keunggulan menjadi 57-28.

Singapura memasuki kuarter terakhir dengan defisit hampir 30 poin. Tim tersebut kemudian bermain lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Singapura berhasil menghasilkan 26 poin pada kuarter keempat. Namun, Indonesia mampu merespons dengan tambahan 23 angka sehingga kemenangan 80-54 tetap menjadi milik skuad Garuda.

Yudha Saputera tampil klinis dan pada pertandingan perdana kali ini dan menjadi pencetak angka terbanyak bagi Indonesia. Pemain dari Satria Muda itu berhasil menyumbangkan 16 poin, satu rebound, dan tiga assist. Disusul oleh, Rio Disi yang mencatatkan 15 poin, empat rebound, dan empat assist.

Kemenangan telak atas Singapura membawa Indonesia ke puncak klasemen sementara Grup C dengan raihan dua poin. Hasil positif pada pertandingan pertama menjadi modal penting bagi skuad Garuda untuk melanjutkan perjuangan pada putaran pertama Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029.(**)

JAKARTA, MP – Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengambil bagian dalam semangat kemerdekaan. Hal itu tercermin dari antusiasme peserta penyandang disabilitas yang bersiap mengikuti ajang lari tersebut.

Salah satunya Wini Nur Kustiah, warga asal Cikarang, Jawa Barat, yang hadir menggunakan kursi roda saat mengambil race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Dengan wajah ceria, Wini menyambut kesempatan untuk mengikuti Merdeka Run 2026 sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

“Karena ingin memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar Wini.

Ia pun menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan optimistis hingga mencapai garis finish.

“Semoga sukses terus dan semangat, optimis, dan finish,” pesannya.

Semangat serupa juga dibawa Anggi Wahyuda, seorang pelari dengan satu kaki yang akan menjadikan Merdeka Run 2026 sebagai bagian dari persiapannya menghadapi half marathon pada September mendatang.

Bagi Anggi, lari sejauh 8 kilometer di Merdeka Run menjadi kesempatan untuk membangun kesiapan fisik dan mental sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia pun telah menjalani latihan rutin sebagai bagian dari persiapannya.

Anggi dikenal dengan julukan Kaki Seribu. Julukan tersebut, menurutnya, memiliki makna mendalam.

“Satu kaki seribu mimpi. Jadi walaupun saya memiliki keterbatasan hidup dengan satu kaki, tapi itu enggak membuat saya terbatas dalam hidup,” ujar Anggi.

Pada September 2026 mendatang, Anggi menargetkan untuk mengikuti half marathon dan berharap dapat menjadi finisher pertama dari Indonesia yang menyelesaikan jarak tersebut dengan satu kaki.

Kepada peserta lain, khususnya teman-teman penyandang disabilitas, Anggi mengingatkan pentingnya fokus pada kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri mengikuti kecepatan peserta lain.

“Yang penting adalah keselamatan sendiri. Karena yang paling penting dari pertandingan adalah finish dengan happy,” katanya.

Kehadiran Wini dan Anggi menjadi gambaran semangat inklusivitas dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Melalui Merdeka Run 2026, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bersama-sama mengambil bagian dan merayakan kemerdekaan melalui olahraga.

“Merdeka Run, saatnya Indonesia inklusif,” ujar Anggi. (LYS/AIT)

JAKARTA, MP – Ajang perayaan hari kemerdekaan melalui olahraga, Merdeka Run 2026, tidak hanya memikat perhatian masyarakat domestik tetapi juga menarik antusiasme tinggi dari pelari mancanegara. Ribuan calon peserta dari berbagai negara tetangga terpantau ikut berburu tiket “war” tiket saat pendaftaran dibuka secara daring.

Pelari dari Singapura, Malaysia, India, Jepang, hingga Afrika terlihat ikut memadati antrian pengambilan race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Tingginya minat pelari internasional menjadikan proses pendaftaran berlangsung sangat kompetitif hingga seluruh kuota ludes terjual hanya dalam hitungan menit.

Bagi para peserta asing, Merdeka Run bukan sekadar perlombaan menguji ketahanan fisik, melainkan juga kesempatan langka untuk merasakan langsung kemeriahan serta kehangatan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Sensasi berlari di tengah riuhnya sorak-sorai warga dan dekorasi khas kemerdekaan menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di ajang lari negara lain.

Kehadiran ribuan pelari dari berbagai belahan dunia ini semakin mempertegas posisi Merdeka Run 2026 sebagai ajang kelas dunia. Selain menguatkan semangat kebersamaan di hari kemerdekaan, tingginya partisipasi internasional ini turut mendorong perekonomian lokal dan menggairahkan industri pariwisata olahraga di Indonesia. (LYS/AIT)

Scroll to Top