Berita Populer

Berita Terbaru

NASIONAL

JAKARTA, MP – Fabio Quartararo tak terlalu percaya diri menghadapi MotoGP Jerman 2026. Pebalap Monster Yamaha itu mengakui Sachsenring bukan sirkuit yang bersahabat bagi motor Yamaha YZR-M1.

MotoGP Jerman menjadi seri terakhir sebelum jeda musim panas. Quartararo berharap bisa menutup paruh pertama musim dengan hasil positif meski menyadari tantangan yang menantinya cukup berat.

Pebalap asal Prancis itu datang ke Sachsenring setelah finis di posisi kedelapan pada MotoGP Belanda di Assen dua pekan lalu. Menurutnya, balapan di Assen cukup menguras fisik, tetapi Yamaha mampu memaksimalkan hasil yang ada.

“Assen sangat menguras fisik, tetapi kami berhasil mendapatkan hasil semaksimal mungkin dari balapan itu,” kata Quartararo seperti dilansir Crash.net.

Sachsenring Bukan Trek Ideal untuk Yamaha

Quartararo sebenarnya memiliki kenangan manis di Sachsenring. Ia pernah memenangi MotoGP Jerman 2022, yang hingga kini masih menjadi kemenangan terakhir Yamaha di kelas premier.

Namun, kondisi Yamaha saat ini jauh berbeda. Quartararo menilai karakter Sachsenring kini menjadi salah satu lintasan yang paling sulit ditaklukkan oleh YZR-M1.

“Sachsenring adalah sirkuit yang menyimpan banyak kenangan indah bagi saya, termasuk kemenangan di sana. Jadi menyenangkan bisa kembali lagi,” ujarnya.

“Tetapi ini bukan sirkuit yang mudah bagi kami. Kami akan fokus pada hal-hal positif, terus bekerja keras, dan berusaha tampil kompetitif sejak awal akhir pekan.”

Namun, Quartararo tetap memasang target membawa pulang hasil terbaik sebelum MotoGP memasuki jeda musim panas. Mantan juara dunia MotoGP itu berharap Yamaha mampu menemukan setelan terbaik sejak sesi latihan bebas sehingga bisa bersaing pada kualifikasi maupun balapan.

“Target kami adalah memasuki jeda musim panas dengan hasil sebaik mungkin,” kata Quartararo. (**)

JAKARTA, MP – Mesir didepak Argentina 2-3 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Para pemainnya kecewa dan menilai banyak kontroversi, sang kapten Mohamed Salah menenangkan.

Argentina vs Mesir berlangsung di Atlanta Stadium, AS pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) malam WIB. Mesir bikin kejutan duluan lewat gol Ibrahim pada menit ke-15 dan Ziko di menit ke-67.

11 Menit terakhir, Argentina comeback. Romero cetak gol sundulan di menit ke-79, Messi dengan tembakan keras di menit ke-83, dan Enzo Fernandez lewat tandukan di injury time.

Laga tersebut dinilai banyak kontroversi. Para pemain Mesir tidak senang dengan kepemimpinan wasit, termasuk ada momen Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti lawan di injury time tapi tidak dinilai pelanggaran.

Kiper cadangan Mesir, Mohamed Alaa tak bisa menyembunyikan perasaannya. Alaa mempertanyakan kualitas wasit Francois Letexier.

“Kualitas kepemimpinan wasit hari ini sangat jelas terlihat. Kami mendapati gol kami dianulir, dan kami seharusnya mendapat penalti. Apesnya, momen penalti itu malah berbalik menjadi gol serangan balik bagi mereka,” tutur Alaa seperti dilansir ESPN.

“Protes kami murni ditujukan kepada wasit, yakni terkait kesalahan-kesalahan fatal yang dia buat,” geramnya.

“Ini sudah berakhir. Ini takdir Allah, ketetapan-Nya,” kata Alaa menirukan omongan Salah.

“Mari jadikan momen ini untuk terus berkembang. Insyaallah di masa depan tim ini akan lebih baik,” lanjut Alaa ungkap perkataan Salah.

Para pemain Mesir biasa berdoa dengan membaca Al Fatihah dan surat-surat pendek sebelum laga. Setidaknya di Piala Dunia 2026, mereka catatkan pencapaian tertinggi dengan tembus babak 16 besar. (**)

YOGYAKARTA, MP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengunjungi Kompleks Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 8 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum dimulainya kerja sama konservasi Candi Prambanan sebagai tindak lanjut komitmen yang telah disepakati kedua negara dalam kemitraan strategis Indonesia–India.

Dalam pernyataannya sehari sebelumnya di Istana Merdeka, Jakarta, PM Narendra Modi menyampaikan bahwa dirinya bersama Presiden Prabowo akan meresmikan dimulainya proyek konservasi Candi Prambanan. Menurut PM Modi, candi yang telah berusia lebih dari seribu tahun tersebut merupakan simbol keterkaitan sejarah dan budaya yang dimiliki bersama oleh Indonesia dan India.

Kerja sama konservasi ini merupakan implementasi dari kesepakatan yang dicapai kedua pemimpin saat pertemuan Indonesia–India pada tahun 2025. Sebagai tindak lanjut, pemerintah India bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indonesian Heritage Institute, dan Archaeological Survey of India (ASI) telah melakukan serangkaian persiapan teknis, termasuk peninjauan lapangan dan penyusunan laporan proyek konservasi.

Sebelumnya, kedua negara juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk Konservasi dan Pemugaran Kompleks Candi Prambanan sebagai salah satu hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan PM Modi di Istana Merdeka. Penandatanganan tersebut menjadi landasan awal dimulainya kolaborasi konservasi terhadap salah satu situs warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan peradaban yang tinggi.

Upaya konservasi tersebut juga menjadi semakin penting seiring tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi Candi Prambanan. Sepanjang tahun 2025, kawasan cagar budaya tersebut dikunjungi lebih dari 2,3 juta wisatawan, sementara hingga triwulan II tahun 2026 jumlah kunjungan telah mencapai lebih dari 1,3 juta wisatawan. Tren tersebut mempertegas posisi Candi Prambanan sebagai salah satu destinasi warisan budaya unggulan Indonesia yang terus berkembang menjadi destinasi budaya berkelas dunia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata nasional.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang pelestarian warisan budaya sekaligus mempererat hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad. Proyek konservasi tersebut diharapkan dapat menjaga kelestarian Candi Prambanan dengan mengedepankan standar konservasi internasional sehingga warisan budaya dunia tersebut tetap terpelihara bagi generasi mendatang. (AZK)

JAKARTA, MP – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membanggakan nama Indonesia di kancah internasional. Tim robotika IRIS ITS berhasil menyabet Juara 3 dalam ajang RoboCup 2026 kategori Middle Size League (MSL) di Kota Songdo, Korea Selatan.

RoboCup 2026 merupakan kompetisi robotika internasional bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara. Kompetisi ini menghadirkan berbagai kategori, termasuk Middle Size League yang berhasil dimenangkan oleh Tim IRIS.

“Liga ini menguji kemampuan robot beroda berukuran menengah dalam bermain sepak bola secara otonom,” beber Ketua Tim IRIS ITS Dwi Ananda Akbar dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 8 Juli 2026.

Nanda menyampaikan timnya telah memberikan strategi di perlombaan yang tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi untuk semua kalangan ini. Dalam menghadapi tim dari Belanda, Prancis, dan Jepang, Tim IRIS menerapkan strategi defensif dan mencari poin gol di babak pertama dan kedua.

“Strategi ini dibawakan melalui pengamatan yang dilakukan, baik di tahun sebelumnya maupun babak kualifikasi,” ungkap dia.

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS tersebut  mengungkapkan timnya melakukan persiapan maksimal selama berbulan-bulan untuk kompetisi ini. Persiapan penuh tantangan tersebut dimulai dari berbagai riset, uji coba, hingga perbaikan sistem robot secara terus menerus.

Alumnus SMA Negeri 1 Tuban ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota timnya yang sudah bekerja keras sampai akhir kompetisi. Dia mengaku prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas riset dan inovasi mahasiswa ITS.

Pencapaian dari 24 anggota tim dengan tiga dosen pembimbing ini diharapkan turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, khususnya pada bidang robotika dan kecerdasan buatan. Nanda turut menyampaikan apresiasinya kepada pihak yang telah mendukung mereka hingga meraih prestasi ini.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu membawa nama ITS dan Indonesia ke panggung dunia,” ucap dia. (**)

JAKARTA, MP –  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026. Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia sekaligus mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara.

Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia dapat bertemu langsung dengan komunitas India di Indonesia serta menyampaikan sambutan hangat kepada PM Narendra Modi atas kunjungannya ke Indonesia.

Presiden kemudian mengenang momen ketika dirinya menjadi tamu utama pada Peringatan Hari Republik India tahun 2025. Menurut Presiden, kehormatan tersebut memiliki makna historis karena Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, juga pernah menjadi tamu utama pada perayaan Hari Republik India yang pertama pada tahun 1950.

“ Saya sangat terhormat menjadi tamu utama karena perayaan Hari Republik pertama India adalah pada tahun 1950 dan tamu utama saat itu adalah Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno. Jadi, takdir menjadikan saya Presiden kedelapan Republik Indonesia,” kenang Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga kembali menyampaikan kekagumannya secara pribadi kepada PM Narendra Modi sebagai pemimpin yang dinilai berhasil membawa India mencapai berbagai kemajuan.

Selain menegaskan eratnya hubungan kedua negara, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya demokrasi sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Presiden, demokrasi memang bukan sistem yang mudah dijalankan karena selalu dihadapkan pada berbagai tantangan. Namun demikian, demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan kehidupan yang inklusif.

Presiden juga mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Pengalaman India dalam mewujudkan transisi pemerintahan yang damai dinilai menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia dalam memperkuat demokrasi dan menjaga persatuan dalam keberagaman.

“Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” ujar Presiden.

Sementara itu, PM Narendra Modi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo beserta seluruh rakyat Indonesia. PM Modi menyebut Presiden Prabowo sebagai sahabat sejati India dan mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Indonesia sejak kedatangannya di Jakarta.

PM Modi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kedekatan budaya antara Indonesia dan India yang tercermin dari antusiasme masyarakat Indonesia terhadap budaya India. Menurutnya, kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat hubungan kedua negara di masa mendatang.

“Hari ini saya mengatakan kepada Presiden Prabowo bahwa bila India dan Indonesia berjalan bersama, bahwa bukan hanya Kuch Kuch, bukan hanya beberapa hal yang terjadi, tetapi ke depannya akan banyak hal yang terjadi jika kita selalu bersama,” ujar PM Modi.

Acara Indian Community Reception menjadi salah satu rangkaian kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi di Indonesia yang semakin mempererat hubungan kedua negara. Setelah agenda di Jakarta, Presiden Prabowo dan PM Modi dijadwalkan melanjutkan rangkaian kegiatan pada Rabu, 8 Juli 2026, dengan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya antara Indonesia dan India.(**)

JAKARTA, MP – Tim para panahan Indonesia sukses membawa pulang tiga medali dari Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026. Hasil tersebut menjadi modal penting dalam persiapan menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 berlangsung di Nove Mesto, Republik Ceko, pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Indonesia meraih dua medali lewat Ken Swagumilang, masing-masing dari nomor compound individual dan compound mixed team bersama Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant. Satu medali lainnya dipersembahkan pasangan Kholidin dan Noviera Ross dari nomor recurve mixed team.

Berdasarkan klasemen medali yang dirilis World Archery, Indonesia menempati peringkat kelima bersama Korea Selatan dan tuan rumah Republik Ceko. India keluar sebagai juara umum dengan koleksi lima medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, mengapresiasi pencapaian anak asuhnya. Menurutnya, ketiga medali tersebut diraih dari nomor-nomor yang akan dipertandingkan di Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Alhamdulillah kita bisa lolos (hingga final) di tiga nomor Paralympic. Kita lolos di nomor recurve mixed team, compound mixed team dan individual compound. Tentu hasil dari kejuaraan inilah yang akan menjadi tolok ukur kita ke depannya menuju Asian Para Games dan Paralimpiade Los Angeles,” kata Idya, Selasa (7/7/2026).

Evaluasi Adaptasi dan Cuaca

Idya mengungkapkan cuaca di Eropa menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet Indonesia. Tiupan angin yang terus berubah selama pertandingan di Nove Mesto membuat atlet harus lebih cermat saat melepaskan anak panah.

Selain itu, adaptasi terhadap sistem alternate shoot pada fase gugur juga menjadi pekerjaan rumah tim. “Sebagai evaluasi, ke depannya kami akan memperbanyak alternate shoot di momen-momen latihan atau masa prakompetisi, agar mereka siap ketika one by one dengan lawan di panggung alternate shoot,” ujarnya.

Selain memburu prestasi, Indonesia juga memanfaatkan kejuaraan ini untuk memetakan kekuatan calon lawan di Asian Para Games 2026. Menurut Idya, India dan Korea Selatan masih menjadi rival utama yang patut diwaspadai.

“Inilah yang kami tunggu karena India dan Korea bertanding dengan kekuatan penuh. Penampilan di sini bisa menjadi tolok ukur menuju Asian Para Games, meskipun sebenarnya kami juga ingin melihat Iran dan China. Tetapi mungkin ada kendala di negaranya masing-masing sehingga kedua tim tidak hadir di sini,” ungkap Idya.

Kabar baiknya, Indonesia disebut sudah berada di jalur yang tepat untuk tampil di Asian Para Games 2026. “Kita sudah melewati MQS dan seharusnya kita sudah lolos tujuh tiket menuju Asian Para Games. Perhitungan ranking akan ditutup bulan Juli ini,” ucap Idya. (**)

JAKARTA, MP – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong memimpin Leaders’ Retreat Indonesia–Singapura yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (06/07/2026). Pertemuan tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis melalui pembahasan berbagai isu prioritas dan penandatanganan sejumlah kerja sama di berbagai sektor.

 

Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, Presiden Prabowo menegaskan eratnya hubungan kedua negara yang terus berkembang secara strategis.

“Ini merupakan Leaders’ Retreat kedua bagi kita. Saya juga teringat bahwa Perdana Menteri Lawrence Wong adalah pemimpin negara atau pejabat tinggi asing pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia setelah saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pembahasan berlangsung secara terbuka, konstruktif, dan berorientasi ke depan, dengan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral. Menurutnya, stabilitas dan kemakmuran Indonesia maupun Singapura merupakan kepentingan bersama yang harus terus dijaga melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang. Delapan belas kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan delapan kesepakatan antara business-to-business. Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalamnya kerja sama kita,” tutur Presiden.

Adapun delapan dokumen kerja sama yang dipertukarkan di hadapan kedua pemimpin meliputi:

  1. Joint Report to Leaders on Six Working Groups on Economic Bilateral Cooperation antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura Gan Kim Yong;
  2. Joint Statement on Supply Chain Resilience antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura Gan Kim Yong;
  3. MoU for Collaboration on Carbon Credits under Article 6 of Paris Agreement antara Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat dengan Deputi Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura Gan Kim Yong;
  4. Joint Update on Defence Cooperation antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Koordinator Pelayanan Publik yang juga Menteri Pertahanan Republik of Singapura Chan Chun Sing;
  5. Roadmap to catalyze cross-border electricity trade antara Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan Menteri Tenaga Kerja yang juga Menteri Minister for Manpower and Menteri Bidang Energi, Sains, dan Teknologi Republik Singapura Tan See Leng;
  6. B2B MoU antara Danantara – Keppel, Danantara – Singapore Energy Interconnections, dan Danantara – Sembcorp ⁠antara Menteri Investasi dan Hilirisasi sebagai CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan CEO Singapore Energy Interconnections Ong Teng Koon, Managing Director, Integrated Power Business, Keppel Infrastructure Division Bong Huey Yun Janice, dan Chief Financial and Investment Officer Sembcorp Lim Kwang Ming;
  7. MoU on Strategic Digital Cooperation on Digital Infrastructure antara Telkom dan Economic Development Board of Singapore ⁠yang diperlihatkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan Managing Director of Economic Development Board Jermaine Loy;
  8. MoU on Trade AI Advisor antara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie dengan Chairman of Singapore Business Federation Mark Lee Kean Phi.

Selain delapan dokumen yang dipertukarkan dalam prosesi tersebut, Indonesia dan Singapura juga mengumumkan 18 kerja sama lainnya yang mencakup berbagai bidang, antara lain pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, riset dan inovasi, lingkungan hidup, keselamatan nuklir, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, teknologi finansial, pendidikan, konektivitas udara, pengembangan kawasan industri, energi baru terbarukan, hingga investasi, sebagai berikut:

  1. MoU on Cooperation in Women Empowerment and Child Protection;
  2. MoU on Research and Innovation Cooperation;
  3. MoU on Bilateral Partnership for Environmental Cooperation;
  4. MoU on the Exchange of Technical Information and Cooperation on Protection, Nuclear Safety, Security, and Safeguards Matters;
  5. MoU on Regulatory Cooperation for Health Products and Medicines;
  6. MoU on Youth and Sports Cooperation;
  7. MoU on Cooperation in Financial and Technology;
  8. MoU on Court-to-Court Communication on Cross-Border Insolvency and Debt Restructuring;
  9. Renewal on MoU on Knowledge Sharing and Capacity Building;
  10. Renewal on MoU on Cooperation Between National Archives;
  11. Strengthen Indonesia-Singapore air connectivity cooperation;
  12. Reactivation of the joint working group on education;
  13. Young Farmers Development Program;
  14. Strengthen cooperation between the parliaments of Indonesia and Singapore;
  15. Cooperation on the development of biogas into biomethanol between Pertamina Power Indonesia and CrecTech Singapore;
  16. Cooperation on industrial estate development between HKI and the Singapore Manufacturing Federation;
  17. Joint venture between Jababeka and SembCorp for the development of the Kendal Industrial Estate;
  18. Investment partnership among SembCorp, PT Sensa, and INA for the Morowali Solar Energy Project.

Menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Singapura, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memelihara persahabatan dan memperkuat kolaborasi strategis dengan Singapura agar mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua negara serta masyarakatnya. (GYD/AIT)

 

Jakarta, MP – Kasus mega-korupsi yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akhirnya menemui babak akhir. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat resmi menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Nadiem atas keterlibatannya dalam skandal pengadaan laptop Chromebook.

Hukuman ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya meminta eks bos raksasa teknologi itu dibui selama 18 tahun. “Menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan subsider penuntut umum,” ucap Hakim Ketua Purwanto Abdullah saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa, 30 Juni 2026.

Selain kurungan 10 tahun, Majelis Hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar. Jika denda tersebut tak dibayar, masa tahanan Nadiem akan ditambah (subsider) selama 190 hari. Tak berhenti di situ, Nadiem turut dibebankan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti bernilai fantastis, yakni Rp809,59 miliar, dengan subsider lima tahun penjara.

Ironi Digitalisasi Pendidikan

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena Nadiem, yang selama ini lekat dengan citra inovasi teknologi, justru tersandung proyek digitalisasi. Korupsi ini bersumber dari pengadaan sarana pembelajaran berbasis TIK berupa laptop Chromebook dan Common Data Model (CDM) untuk Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022.

Majelis Hakim menilai, proyek triliunan tersebut dieksekusi secara serampangan, melabrak prinsip-prinsip dasar pengadaan barang, dan jauh melenceng dari perencanaan awal. Dalam melancarkan aksinya, Nadiem tidak bekerja sendirian.

Perbuatan lancung ini didakwa dilakukan bersama-sama dengan tiga orang lainnya, yaitu Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, serta Jurist Tan yang hingga kini masih berstatus buron.

Skandal ini sukses membuat negara tekor hingga Rp2,18 triliun. Rincian kerugiannya mencakup Rp1,56 triliun yang menguap dari program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek, serta USD44,05 juta (sekitar Rp621,39 miliar) dari pengadaan CDM. Hakim dengan tegas menyebut pengadaan CDM ini mubazir dan sama sekali tidak memberikan manfaat bagi program pendidikan di Tanah Air.

Dari rentetan proyek bermasalah tersebut, Nadiem diduga kuat menerima aliran dana “panas” sebesar Rp809,59 miliar dari sebuah perusahaan startup. Usut punya usut, sebagian besar suntikan dana di perusahaan rintisan itu bersumber dari kucuran investasi raksasa teknologi Google yang mencapai USD786,99 juta.

Atas perbuatannya, Nadiem dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(**)

Jakarta, MP — Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menyesalkan aksi pembubaran kegiatan diskusi yang terjadi di lingkungan kampus. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan karakter dan tradisi akademik yang selama ini melekat pada dunia kemahasiswaan.

Iwan menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut seharusnya disikapi melalui dialog, argumentasi, dan pertukaran gagasan, bukan dengan tindakan yang mengarah pada intimidasi maupun pembungkaman ruang diskusi.

“Memaksakan pendapat, merasa paling benar, dan bertindak anarkis bukanlah sifat seorang mahasiswa. Kampus adalah ruang intelektual yang dibangun di atas kebebasan berpikir dan kebebasan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” kata Iwan Setiawan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang dituntut mengedepankan rasionalitas dalam menyikapi setiap perbedaan. Karena itu, setiap gagasan yang dianggap keliru seharusnya dilawan dengan gagasan yang lebih kuat, bukan dengan upaya membungkam pihak lain.

“Mahasiswa itu mengedepankan intelektualitas, rasionalitas, dan nilai-nilai demokrasi. Jika ada pandangan yang tidak disetujui, maka jawabannya adalah diskusi, debat, dan argumentasi yang sehat, bukan tindakan yang menghalangi kebebasan akademik,” ujarnya.

Iwan juga mengingatkan bahwa tradisi intelektual di kampus harus tetap dijaga sebagai bagian dari proses pembelajaran demokrasi. Ruang akademik yang terbuka akan melahirkan budaya berpikir kritis dan memperkuat kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk menutup ruang dialog. Justru dalam perbedaan itulah mahasiswa belajar menghargai demokrasi, menguji gagasan, dan mencari kebenaran secara ilmiah,” pungkasnya.(**)

Jakarta, MP – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah segera mencabut izin pabrik kelapa sawit yang membeli tandan buah segar (TBS) petani di bawah ketentuan guna melindungi kesejahteraan petani sawit nasional.

Dalam jumpa pers usai Rapat Hilirisasi Perkebunan di Jakarta, Jumat, Sudaryono mengatakan pemerintah menindaklanjuti keluhan petani sawit terkait turunnya harga pembelian tandan buah segar di berbagai daerah Indonesia.

“Kami telah mengidentifikasi dua hari yang lalu 139 pabrik kelapa sawit yang melakukan pembelian di bawah harga yang ditetapkan di daerah masing-masing,” kata Sudaryono.

Setelah pengumuman dan rapat sebelumnya dilaksanakan, tercatat sebanyak 16 pabrik kelapa sawit mulai melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga pembelian tandan buah segar petani di daerah.

Meski demikian, pemerintah menilai masih banyak pabrik kelapa sawit yang belum menyesuaikan harga pembelian sesuai ketentuan sehingga pihaknya kembali melakukan rapat lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan industri sawit.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian serta dihadiri Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan BUMN sektor perkebunan.

Selain itu, pemerintah juga mengundang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), asosiasi petani sawit, perusahaan eksportir, hingga perusahaan refinery guna membahas stabilisasi harga tandan buah segar tingkat petani.

Pemerintah menilai persoalan turunnya harga tandan buah segar merupakan masalah yang dapat diselesaikan karena harga dan permintaan minyak sawit dunia justru mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut pemerintah, gejolak harga terjadi pada rantai tengah perdagangan sawit karena harga di tingkat hilir dan pasar global relatif stabil tanpa penurunan harga maupun volume permintaan ekspor.

Karena itu, pemerintah meminta pelaku usaha hilir seperti refinery dan eksportir tetap melakukan transaksi perdagangan mengacu pada harga yang dibentuk melalui lelang PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) serta menghindari praktik penarikan harga atau withdraw.

“Jadi ada pembentukan harga lelang di KPBN mengacu pada harga CPO (crude palm oil) dunia dan lain-lain, dan kita menginginkan dan kami meminta kepada pelaku usaha sawit di hilir itu acuan KPBN itu jadi acuan dan kemudian hindarkan withdraw,” tegasnya.

Pemerintah berharap pembelian besar dengan harga yang baik di tingkat hilir dapat memberikan efek domino kepada pabrik kelapa sawit sehingga harga pembelian tandan buah segar petani ikut meningkat.

Kementerian Pertanian juga meminta kepala daerah menindaklanjuti Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 terkait tata kelola penetapan harga tandan buah segar sawit tingkat provinsi.

Menurutnya hingga saat ini baru beberapa provinsi yang aktif menetapkan harga pembelian tandan buah segar dengan melibatkan pemerintah daerah, pabrik kelapa sawit, asosiasi, dan mengacu harga sawit global.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian meminta seluruh kepala daerah aktif melakukan pemantauan harga pembelian tandan buah segar serta memastikan pabrik kelapa sawit membeli hasil petani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika ada pelanggaran kegiatan-kegiatan sesuai dengan Permentan, tentu ada sanksi administratif dan juga pencabutan izin, dan jika ada pelanggaran hukum tentunya Kementan menggandeng Satgas Pangan,” kata Sudaryono.(**)

Scroll to Top