Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

KUTAI KARTANEGARA, MANDAUPOST − Sebanyak 574 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan pertama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menuntaskan pelatihan bela negara, menandai lahirnya generasi pionir aparatur sipil negara yang turut menjadi penggerak awal transformasi Nusantara. Mereka adalah formasi CPNS perdana, putra-putri terpilih dari berbagai penjuru negeri, termasuk Kalimantan. Kehadiran mereka mewarnai arah dan wajah kelembagaan OIKN dari dalam.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut mereka sebagai “mesin baru” yang akan menggerakkan organisasi menuju transformasi kelembagaan dan pelayanan publik yang berkelas dunia. “Kami membangun kota dari manusianya lebih dahulu,” tegas Basuki dalam upacara penutupan pelatihan di Puslatpur Amborawang, Rabu (2/7).

Hal ini disampaikan Kepala Otorita IKN saat Upacara Penutupan Pelatihan dan Pendidikan Bela Negara CPNS Otorita IKN Tahun 2025, yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kodam VI/Mulawarman, pada Rabu (02/07/2025) dihadiri juga oleh jajaran pimpinan OIKN serta anggota keluarga para CPNS.

“Saya sangat berharap saudara-saudara menjadi mesin baru yang mempercepat, mendisiplinkan, dan mewarnai organisasi Otorita IKN ke depan. Apa yang Anda dapatkan selama tiga minggu di Puslatpur Mulawarman harus terus dijaga dan diterapkan dalam tugas-tugas sebagai abdi negara,” ujar Basuki.

Pelatihan dan pendidikan bela negara ini diikuti oleh 574 CPNS angkatan pertama Otorita IKN, dengan lebih dari 30% berasal dari wilayah Kalimantan sebagai bentuk afirmasi talenta lokal. Program ini berlangsung sejak 10 Juni hingga 1 Juli 2025, dan mencakup materi pembinaan disiplin, wawasan kebangsaan, integritas, serta dasar-dasar bela negara dan tata kelola pemerintahan. Kegiatan diwarnai dengan berbagai atraksi yang mengesankan hasil pelatihan dari para CPNS  tersebut.

Basuki juga menekankan pentingnya penguatan karakter CPNS melalui nilai-nilai pengabdian dan kebangsaan. “Brain boleh baik, tapi kalau hati tidak diisi, bisa keblinger. Kami hanya bisa memberikan modal saja tetapi nanti akhirnya mereka sendiri. Tapi saya yakin, melalui kegiatan selama 3 minggu ini mudah-mudahan mereka lebih siap menghadapi tugas ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Kodam VI/Mulawarman, khususnya Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, serta para instruktur dan pelatih Puslatpur. “Terima kasih atas dedikasi dalam membentuk karakter CPNS kami. Nilai-nilai kejuangan bela negara ini sangat dibutuhkan untuk membangun IKN.”

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, dalam arahannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi proses pembentukan karakter ASN yang tangguh, nasionalis, dan berintegritas. “CPNS Otorita IKN adalah agen perubahan yang akan mewarnai pembangunan IKN lima, sepuluh, lima belas, dua puluh tahun ke depan. Mudah-mudahan waktu yang tiga minggu ini, memang singkat, tetapi bisa memberikan dasar-dasar bagi hati dan pikiran,” pungkasnya.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tiba di Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, tepat pukul 14.09 Wita, Rabu 28 Mei 2025.

Kedatangan Wapres Gibran disambut Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) bersama Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Bupati Penajam Paser Utara Mudiyat Noor.

Kunjungan kerja Wapres Gibran yang pertama kali ke IKN ini untuk meninjau berbagai proyek infrastruktur strategis di kawasan ibu kota baru negara Indonesia, pengganti DKI Jakarta.

Setibanya di Bandara IKN, Wapres Gibran didampingi Gubernur Harum dan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan jalan tol Km.58 menuju KIPP di IKN Sepaku.

 

 

Berlanjut kunjungan ke RS Abdi Waluyo dan Universitas Guna Dharma, berakhir meninjau proyek ASN Tower.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam percepatan pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Republik Indonesia,” kata Gubernur Harum.

Sesuai rencana Presiden RI Prabowo Subianto segera berkantor di IKN pada tahun 2028, seiring rampungnya pembangunan kawasan IKN.(**)

PPU, mandaupost – Dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar apel kesiapan pengamanan yang berlangsung di halaman Swissôtel IKN, Sepaku, pada Rabu pagi (28/5/2025).

 

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat Polres PPU serta sejumlah perwira dari Polda Kaltim dan Polres sekitar IKN, yang turut diperbantukan dalam kegiatan pengamanan ini.

 

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya soliditas dan profesionalisme dalam mengawal agenda kenegaraan di wilayah strategis nasional tersebut.

 

“Keberhasilan pengamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga merupakan simbol kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan”, ungkapnya.

 

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tugas dan penempatan personel oleh Kabag Ops Polres PPU, AKP Kasiyono, S.H. Adapun sejumlah titik strategis yang menjadi fokus pengamanan meliputi Simpang Rico, Simpang Sumbu Barat, Simpang Empat Kemenko, Simpang RS Abdi Waluyo, Simpang Istana Negara IKN, Simpang Bank Indonesia (BI) dan Koridor Sumbu Timur.

 

“Setiap titik akan dijaga oleh gabungan personel dari Polres PPU, Polsek Sepaku, Samapta, staf operasional, serta perkuatan dari Satgas Polda Kaltim guna menjamin keamanan dan kelancaran rangkaian kegiatan Wakil Presiden”, terangnya.

 

 

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga komunikasi yang efektif antarsatuan.

 

“Kegiatan pengamanan ini menjadi tolok ukur kesiapan kita dalam mengawal stabilitas dan ketertiban di kawasan IKN,” tegas AKBP Andreas.

 

Apel kesiapan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung agenda nasional serta menjaga situasi kondusif di wilayah ibu kota negara yang baru.(**)

Ruang Baru untuk Bertumbuh dan Terhubung di Ibu Kota Nusantara

NUSANTARA, mandaupost – Di tengah geliat pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN), tumbuh semangat baru dari masyarakat yang telah lebih dulu menetap dan beradaptasi. Salah satunya adalah lahirnya komunitas #HealingdiIKN atau ‘Healing di IKN’, sebuah ruang bersama yang dibentuk oleh masyarakat IKN sebagai wadah pengembangan diri, relaksasi, serta pengikat sosial di tengah dinamika kehidupan kota baru.

Komunitas tersebut merupakan inisiatif kolektif dari Adinda Alya Salsabila dan Arif Ridwan Mas, dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Otorita IKN yang telah menetap di IKN sejak Maret 2025. Keduanya berhasil menggugah partisipasi masyarakat untuk ikut menciptakan ruang bersama yang mendukung produktivitas dan rasa memiliki terhadap tanah yang kini mereka sebut sebagai rumah.

“Sebagai bagian dari generasi awal ASN yang tinggal dan bekerja di IKN, saya merasa perlu memiliki sense of belonging terhadap kota ini. Komunitas ini lahir dari concern yang sama, bagaimana kita tetap berkembang tentunya di luar aspek pekerjaan, di tengah transisi besar ini. ‘Healing di IKN’ adalah bentuk kecil dari harapan kami agar IKN tak sekadar jadi tempat kerja, tapi juga ruang hidup yang sehat dan nyaman,” ujar Adinda.

Sejak didirikan pada 19 April 2025, ‘Healing di IKN’ telah mengadakan berbagai kegiatan inspiratif seperti workshop membuat makrame, membatik bersama pengrajin lokal, hingga menjelajahi Gunung Parung. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana relaksasi, tetapi juga memperkuat koneksi sosial lintas profesi dan latar belakang.

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati yang jatuh pada 22 Mei, komunitas ini berkolaborasi dengan Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN serta kelompok tani lokal menggelar kegiatan bertajuk ‘Healing di IKN: Belajar dari Alam’. Kegiatan ini mengajak masyarakat IKN baik para ASN maupun non-ASN untuk merasakan langsung pengalaman bertani dan berkebun di lahan pertanian Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku.

Lahan pertanian yang menjadi lokasi kegiatan tersebut merupakan bagian dari Zona Pertanian dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) IKN. Zona ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus menjaga fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati yang menjadi dasar keberlanjutan pembangunan di IKN.

“Wisata edukasi ‘Healing di IKN’ kali ini sangatlah positif. Kami berharap para ASN dapat tersadar untuk mengubah gaya hidupnya dalam rangka mendukung visi IKN menjadi kota berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memperkenalkan konsep urban farming yang akan diterapkan di lingkungan hunian rusun ASN di IKN dalam waktu dekat. Konsep urban farming ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di tingkat komunitas,” ujar Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk menyampaikan apresiasinya.

Komunitas ‘Healing di IKN’ akan terus menyelenggarakan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh kelompok masyarakat di IKN untuk turut menciptakan ruang-ruang sosial yang sehat, inklusif, dan berdaya. Seiring berjalannya waktu, inisiatif-inisiatif akar rumput seperti ini akan menjadi fondasi penting dalam membentuk ekosistem sosial yang seimbang di tengah pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kali ini, dua konsorsium investor dari Amerika Serikat dan Korea Selatan turut bergabung sebagai pemrakarsa proyek KPBU untuk pembangunan rumah susun di IKN.

Konsorsium asal Amerika Serikat, yang terdiri dari PJ-IC International, Bee-Invest, Ozturk Holdings, dan Promec Joint Venture, bersama dengan mitra dari Brunei, Turki, dan Spanyol, memiliki estimasi nilai investasi sebesar Rp 6 triliun. Komitmen tersebut akan digunakan untuk pembangunan 20 tower rumah susun.


Sementara itu, dari Korea Selatan, konsorsium yang terdiri dari Samsung C&T dan PT Brantas Abipraya, memperkirakan nilai investasinya mencapai Rp 6,3 triliun guna membangun 21 tower rumah susun.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa bergabungnya konsorsium internasional ini merupakan sinyal positif terhadap pembangunan IKN.

“Masuknya konsorsium dari Amerika, Korea Selatan, bersama negara-negara mitra lainnya merupakan bukti nyata kepercayaan dunia internasional terhadap pembangunan IKN. Ini menunjukkan bahwa strategi pembiayaan pembangunan melalui skema KPBU telah mendapatkan respons positif dari pasar global,” ujar Agung.

Partisipasi aktif dari para investor internasional ini menjadi penanda kepercayaan global terhadap potensi pembangunan infrastruktur di Indonesia serta efektivitas skema KPBU. Sebuah model pembiayaan alternatif yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Sejumlah proyek pembangunan dipastikan terus berjalan, salah satunya proyek pembangunan Gedung Wing 2 dan Kawasan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek strategis ini merupakan bagian dari Paket Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun yang memiliki skema pekerjaan JO (joint operation) dengan proporsi PT PP (Persero) Tbk atau PTPP sebagai leader 65 persen.

Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,39 triliun dan masa pelaksanaan mulai 29 Desember 2023 hingga 17 Desember 2025. Hingga Mei 2025, progres fisik proyek telah mencapai 54,77 persen.

“Sebagai proyek vital di kawasan inti pemerintahan IKN, Gedung Wing 2 PUPR tidak hanya mengusung desain modern dan fungsional, namun juga menghadirkan berbagai inovasi konstruksi,” ucap Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 23 Mei 2025.

Inovasi konstruksi

Adapun inovasi konstruksi yang dimaksud antara lain, inovasi Adjustable decking untuk efisiensi bekisting kolom dan pemanfaatan embung sebagai sumber air kerja proyek, serta sistem QR Code Check & Defect List untuk meningkatkan pengendalian mutu.

Selain itu, proyek ini menampilkan keunikan arsitektural berupa kolom beton berbentuk ‘V’ sebagai elemen struktural utama Gedung Menteri yang dan kolom berbentuk V ini adalah satu-satunya yang ada di IKN saat ini.

“Selain itu, terdapat jembatan penghubung antar Gedung Wing 1 dan Gedung Wing 2, serta gedung ini dilengkapi dengan sertifikasi BGH (bangunan gedung hijau) utama dan sertifikasi Bangunan cerdas menargetkan Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau,” papar Joko.(**)

SAMARINDA, MP – Pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlangsung hingga saat ini di Benua Etam Provinsi Kaltim. Untuk itu, Pemprov Kaltim mengajak seluruh pengembang properti atau perumahan khususnya yang tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI) Kaltim, agar turut serta mengembangkan usahanya di Kaltim, sehingga turut juga berdampak pada pembangunan IKN.

Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menjelaskan, melalui pengembangan pembangunan IKN saat ini diharapkan dapat menguji atau menantang seluruh pengusaha atau entrepreneur untuk menjadikan kesempatan emas dalam mengembangkan usaha pembangunan perumahan di Kaltim.

“Menurut hemat saya, ini kesempatan bagi entrepreneur di Kaltim, terutama pengusaha perumahan atau properti yang tergabung di REI dapat mengembangkan usaha di Kaltim. Karena itu, pemprov meminta dan mengajak semua pengembang properti turut mendukung pengembangan pembangunan di daerah, dengan harapan IKN juga bisa maju,” pesan Gubernur Harum saat memberikan arahan kepada ratusan pengusaha properti yang tergabung di REI, di Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim.

Apalagi, sambung Gubernur Harum, Presiden RI Prabowo Subianto sudah menjelaskan, bahwa ke depan pusat pemerintahan juga diarahkan ke IKN. Bahkan, saat ini pengembangan IKN sedang pada proses pembangunan infrastruktur eksekutif dan yudikatif.

Gubernur Harum juga menyarankan, agar para pengusaha bisa menginap di IKN. Apalagi, akses menuju IKN juga tidak terlalu jauh, baik dari Balikpapan maupun dari Samboja, Tenggarong, hingga Jembatan Pulau Balang.

“Yang jelas Kaltim memberikan kemudahan untuk berinvestasi. Begitu juga Otorita IKN berupaya memberikan kemudahan-kemudahan untuk berinvestasi. Selanjutnya, harapan saya, ketika Pemprov Kaltim siap membangun sejumlah infrastruktur di daerah, masa anggota REI tak mendukung,” jelas Gubernur Harum.(**)

NUSANTARA, mandaupostEnam perusahaan swasta tandatangani perjanjian kerja sama untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan total nilai investasi mencapai Rp3,65 triliun. Penandatanganan ini berlangsung di Kantor Otorita IKN yang baru beroperasi 3 bulan ini di Nusantara, pada Rabu (21/05/2025).

Keenam perusahaan yang menandatangani kerja sama berasal dari sektor kuliner, perhotelan, pendidikan, ritel, konstruksi, hingga properti komersial dan residensial.

Di bidang kuliner, PT Solusi Harapan Nusantara, yang dikenal melalui brand seperti Bakoel Bamboe dan Katta Coffee & Kitchen, akan membangun pusat kuliner di atas lahan seluas ±1.800 m². Sementara itu, PT Makmur Berkah Hotel (MBH), anak usaha dari perusahaan publik PT Makmur Berkah Amanda Tbk yang telah mengelola hotel internasional seperti Element by Westin dan Four Points by Sheraton, akan menghadirkan hotel bintang lima di bawah jaringan Marriott International di atas lahan ±2,04 hektare.

Dari sektor pendidikan, hadir PT Australia Independent School (AIS) Nusantara, yang berpengalaman lebih dari 28 tahun dalam pengelolaan sekolah bertaraf internasional di Jakarta dan Bali. AIS akan membangun sekolah berkapasitas 750 siswa dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) di lahan seluas ±7.900 m², dengan luas bangunan yang direncanakan mencapai 10.000 m².

Di sektor ritel modern, PT Maxi Nusantara Raya, pelaku utama ritel lokal Kalimantan Timur dengan jaringan swalayan seperti Maxi Swalayan dan Maxi Lux, akan membangun supermarket modern lengkap dengan area kuliner Food & Beverage di atas lahan ±0,21 hektare.

Sementara itu, dua perusahaan nasional di bidang konstruksi turut berpartisipasi dalam pembangunan ruang komersial dan residensial. PT Kreasibeton Nusapersada, perusahaan asal Medan dengan portofolio proyek ikonik seperti JW Marriott Hotel Medan dan Jalan Tol Medan–Kualanamu, akan mengembangkan apartemen, perkantoran swasta, dan supermarket di lahan ±9.342 m². Adapun PT Daya Mulia Turangga, yang telah berkecimpung dalam pembangunan jalan, jembatan, dan gedung komersial di seluruh Indonesia selama lebih dari 35 tahun, akan membangun kawasan perkantoran dan area komersial di atas lahan ±2,88 hektare.

Dalam sambutannya, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa sampai dengan April 2025, investasi yang telah berjalan di IKN mencapai Rp62,08 triliun dari 42 perusahaan. Hari ini, jumlah tersebut bertambah dengan kehadiran enam perusahaan baru.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kepercayaan bapak-ibu sekalian untuk berinvestasi di IKN,”ujar Basuki.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini tengah menunggu pengumuman lelang untuk pembangunan jalan yang akan mendukung aksesibilitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). “Sekarang ini kita mulai pada bulan Mei ini menunggu pengumuman lelang, insyaallah tidak ada sanggahan, kita bisa tandatangan kontrak untuk membangun jalan dan fasilitas yang bisa melayani bapak-ibu investor. Setelah itu kita mulai tender lagi untuk legislatif dan yudikatif,” ungkap Basuki.

“Bapak-ibu dulu bertemu saya sebagai Menteri, tapi sekarang bertemu saya sebagai marketing officer, Jadi apapun yang bapak butuhkan tim kami akan melayani bapak ibu sekalian. Kami tidak menjual tanah, kami ingin investasi datang ke sini,” pungkas Basuki.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, turut menegaskan peran aktif Otorita IKN dalam mengakselerasi realisasi investasi, “Sesuai peran Kepala Otorita IKN sebagai ‘Marketing’, hari ini juga langsung terwujud dengan investor yang tanda tangan kerja sama. Jadi lahan di IKN ini semakin laris dengan investor yang akan membangun,” ujar Agung.

Menutup pernyataannya, Agung menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif.

“Otorita IKN optimistis kerja sama ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan berkelanjutan Nusantara serta membuka banyak peluang bagi masyarakat dan dunia usaha.” pungkasnya. (**)

PONTIANAK, MP – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) didaulat menjadi narasumber pada Seminar Nasional Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) dan Pelantikan Dewan Pengurus Nasional ICDN Periode 2025-2030 di Ballroom Hotel Mercure Pontianak, Senin 19/05.

Di hadapan para cendekiawan Dayak dari seluruh Tanah Borneo, Gubernur Harum mengajak masyarakat Dayak bergandeng tangan untuk turut andil membangun Indonesia dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalimantan harus bersama-sama, bergandeng tangan. Masyarakat Dayak bukan hanya turut serta, tapi harus ikut menentukan masa depan bangsa,” seru Gubernur Harum memberi semangat.

Lebih jauh dijelaskan, luasnya Borneo dan potensi besar Pulau Kalimantan harus terus dirawat dan dijaga. Menurut Gubernur Harum kondisi ini bukan hanya dipandang sebagai tantangan, tapi juga peluang bagi warga Dayak Kalimantan.

“Kita harus kompak bagaimana membangun Tanah Borneo ke depan semakin berakselerasi,” ajak Gubernur disambut aplaus peserta seminar.

Dalam kesempatan yang baik itu, Gubernur Harum juga mengulas kebijakan yang diambil saat memimpin Kalimantan Timur bersama Wagub Seno Aji.

Diakuinya, Kalimantan Timur meski kaya sumber daya alam, kemiskinan masih terjadi. Angkanya mencapai 5,7 persen. Keyakinannya, satu kebijakan yang akan mampu memutuskan rantai kemiskinan itu adalah pendidikan.

“Makanya kita buat Program Gratispol. Bukan hanya gratis biaya pendidikan dari SMA, S1 hingga S3, tapi gratis juga seragam sekolahnya. Saya harap semua provinsi di Kalimantan segera berakselerasi,” harap Gubernur Harum lagi.

Terakhir, Gubernur Harum juga menegaskan pembangunan inklusif tidak boleh meninggalkan siapapun, termasuk warga Dayak.

Apalagi dengan tema seminar nasional “Empowering the Generation, No Dayak Left Behind”, Gubernur Harum menegaskan pembangunan sejati adalah pembangunan yang inklusif, yang tidak boleh meninggalkan siapapun.(**)

NUSANTARA, mandaupost – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam kegiatan peninjauan ke sejumlah lokasi pembangunan hunian di kawasan IKN. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur hunian yang telah dibangun di IKN, (Sabtu, 17 Mei 2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Kementerian PKP akan mengambil langkah progresif untuk menyediakan hunian bagi masyarakat umum di IKN.

“Kunjungan Pak Menteri PKP membawa inovasi bahwa beliau akan membangun rusun tidak hanya untuk ASN Hankam, tapi juga untuk masyarakat. Walaupun satu tower, ini akan membawa kemajuan bahwa IKN juga menyediakan hunian untuk masyarakat,” ujar Basuki.

Senada dengan hal tersebut, Menteri PKP, Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan pembangunan hunian harus mencerminkan arahan Presiden untuk inklusif terhadap seluruh lapisan masyarakat.

“Arahan Presiden harus juga ada hunian buat masyarakat, terutama masyarakat kecil. Memang penting TNI, Polri, dan ASN, tapi tentu rakyat kita juga penting untuk mendapatkan kesempatan,” ujar Maruarar.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan sosial, dengan memberikan akses terhadap hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.(**)

Scroll to Top