Berita Populer

Berita Terbaru

IKN

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Senin, 27 Juli 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. Usai mengikuti rapat, Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan komitmen KSSK untuk terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus, di dalam KSSK-nya juga terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita ada kebijakan yang bisa, harus, kita koordinasikan,” ucap Destry dalam keterangannya.

Selain itu, Destry turut menyampaikan dukungan KSSK terhadap arah kebijakan pemerintah. Koordinasi antarotoritas, menurutnya, akan terus ditingkatkan guna menyelaraskan kebijakan yang menjadi kewenangan dari masing-masing otoritas.

“Intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing, dari Bank Indonesia apa yang bisa dilakukan, dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Destry turut menegaskan arah kebijakan moneter Bank Indonesia dengan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai prioritas utama. Untuk menjaga hal tersebut, Destry mengatakan bahwa BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen.

“Kami juga akan terus berada di pasar, baik dengan melalui intervensi di spot, DNDF, ataupun NDF. Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami,” kata Destry.

Selain menjaga stabilitas, Bank Indonesia juga akan melanjutkan berbagai kebijakan untuk mendorong arus masuk modal asing. Sesuai keputusan rapat dewan gubernur (RDG) bulan Juli lalu, Destry menuturkan bahwa BI tetap memberikan insentif bagi aliran modal masuk, antara lain melalui penurunan biaya hedging.

“Jadi kami berlima dengan ADG (anggota dewan gubernur) yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia,” tuturnya.

Melalui penguatan koordinasi KSSK yang dipimpin langsung Presiden Prabowo, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sebagai fondasi penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. (BPMI Setpres). (**)

JAKARTA, MP –  Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, secara resmi membuka Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari ke-74.

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2026 ini menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai kegiatan pendukung seperti talkshow, workshop, peragaan busana wastra, demo memasak, hingga pertunjukan seni budaya.

Masyarakat dapat mengunjungi dan menikmati berbagai produk unggulan UMKM Bhayangkari sekaligus mengikuti beragam kegiatan yang telah disiapkan selama penyelenggaraan bazar.

Dalam sambutannya, Selvi mengapresiasi peran Bhayangkari yang dinilai tidak hanya mendampingi tugas Polri, tetapi juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

“Bazar Kreasi ini membuktikan bahwa Ibu-Ibu Bhayangkari memiliki kekuatan yang luar biasa. Kegiatan ini memberikan manfaat bukan hanya bagi keluarga Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pendamping bukan sekadar pendamping, tetapi pendamping yang mempunyai nilai dan berdaya,” ujar Selvi.

Selvi berharap Bazar Kreasi Bhayangkari terus berkembang sebagai wadah kolaborasi dan promosi bagi UMKM Indonesia. Ia juga mengapresiasi meningkatnya jumlah stan setiap tahun dan berharap seluruh hall di JCC dapat dipenuhi produk-produk unggulan UMKM Bhayangkari pada penyelenggaraan mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo mengatakan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya” sebagai bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas anak bangsa.

“Tema tersebut mencerminkan semangat Bhayangkari untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, pelestarian budaya bangsa, serta pengembangan kreativitas dan inovasi karya anak bangsa,” kata Ny. Juliati.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali digelar di JCC dengan menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah. Menurutnya, bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga sarana memperluas jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi bagi para pelaku UMKM.

Selain menghadirkan ratusan stan UMKM, rangkaian kegiatan juga dikemas dengan berbagai acara yang berlangsung selama lima hari. Pengunjung dapat mengikuti dan menyaksikan sejumlah talkshow, penampilan musik dan hiburan dari sejumlah grup band dan musisi, workshop, demo memasak, peragaan busana wastra dan produk unggulan UMKM Bhayangkari, serta berbagai kegiatan seni dan budaya.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperluas jejaring usaha, membuka peluang kolaborasi, serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk karya anak bangsa,” tutup Ny. Juliati. (**)

JAKARTA, MP – Senyum tulus dan binar rasa ingin tahu menghiasi kawasan Istana Kepresidenan Jakarta pagi ini, Kamis (16/07). Istana hari ini membuka pintu lebar untuk menyambut 164 anak dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) dalam kegiatan “Istana untuk Anak Sekolah”.

Sejumlah 164 siswa dengan disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa diajak mengenal lebih dekat peran lembaga kepresidenan serta proses kerja birokrasi pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta. Keterbatasan tak menjadi sekat dan penghalang, karena hari ini Istana dipenuhi dengan rasa saling sayang dan saling menghargai.

Kunjungan ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam sekaligus memantik keberanian di dalam diri setiap peserta untuk terus melangkah maju. Siapa tahu, di masa depan, dedikasi dan karya luar biasa dari mereka jugalah yang akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Karena disabilitas tidaklah berarti memiliki keterbatasan untuk bermimpi dan belajar.

Ketua Harian INDISI, Memes Premeswari, mengaku sangat terharu atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak disabilitas untuk mengikuti program ini. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap penyandang disabilitas.

“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah itu memberikan akses agar kita lebih dekat lagi dengan teman-teman disabilitas, dan juga harapan ke depannya untuk kita, biar kita bisa terus berdaya, bersaing, dan meraih cita-cita setinggi-tingginya,” ungkap Memes.

Shafira dan Dafa, siswa kelas XI dan IX dengan disabilitas tunarungu, sekaligus peraih Juara III cabang menari pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 mengaku sangat senang dengan pengalaman yang mereka dapatkan. Mereka pun menitipkan harapan bagi teman-teman disabilitas lainnya di Indonesia.

“Semoga presiden bisa fokus untuk disabilitas Indonesia dan semoga Indonesia bisa lebih ramah disabilitas,” ujar Shafira dan Dafa. (LYS)

NUSANTARA, MP – Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara (IKN) berhasil meraih penghargaan internasional Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas desain lanskap Plaza Seremoni yang memadukan aspek estetika, fungsi ruang publik, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Nusantara sebagai kota yang mengedepankan kualitas, estetika, dan keberlanjutan, sekaligus mendukung pengembangan IKN sebagai liveable and loveable city atau kota yang nyaman dan layak huni. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

Terletak di depan Istana Negara dan Istana Garuda, Plaza Seremoni merupakan bagian dari kawasan Sumbu Kebangsaan yang menjadi pusat aktivitas kenegaraan sekaligus ruang interaksi masyarakat di Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai reinterpretasi modern dari konsep alun-alun Indonesia yang selama ini menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, dan membangun konektivitas sosial.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara sejak awal dirancang dengan keseimbangan antara kualitas pembangunan, estetika, dan keberlanjutan.

“Kami memiliki 3 pilar dalam pembangunan Nusantara yaitu kualitas, estetika dan keberlanjutan,” ujar Basuki pada agenda groundbreaking Smart City Corporation Center.

Lebih dari sekadar kawasan untuk kegiatan kenegaraan, Plaza Seremoni dirancang sebagai ruang publik inklusif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Berbagai fasilitas seperti amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur pesepeda, area hijau, galeri UMKM, hingga ruang komunal menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang nyaman dan hidup.

Keunggulan Plaza Seremoni juga terlihat dari penerapan prinsip ekologis dalam desain kawasan. Pemanfaatan kontur alami lahan dan sistem tata air eksisting menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat identitas Nusantara sebagai kota yang tumbuh selaras dengan alam.

Penghargaan MLAA 2026 ini menegaskan bahwa pembangunan IKN mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat internasional. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa karya pembangunan Indonesia mampu menghadirkan standar baru dalam pengembangan kota modern yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat.

Plaza Seremoni bersama kawasan Sumbu Kebangsaan sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo pada 14 Agustus 2024. Kawasan ini menjadi salah satu simbol penting transformasi Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia sekaligus representasi kota masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia dan mitra IKN lainnya menyelenggarakan kegiatan Enviwalk sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Nusantara Park, Selasa (16/06/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang jalan sehat bersama masyarakat IKN untuk membangun budaya berjalan kaki serta mendorong perubahan perilaku menuju pola mobilitas yang lebih ramah lingkungan di Nusantara.

Kegiatan ini mengusung semangat tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sebagai dorongan untuk melakukan aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menyampaikan bahwa Enviwalk menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam menghadirkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

“Semua dirancang agar Enviwalk menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi kita semua, sekaligus menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau dan rendah emisi,” ujar Lazuardi.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Otorita IKN dalam mengintegrasikan aksi lingkungan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan IKN. Ratusan peserta turut hadir, mulai dari insan Otorita IKN, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat sekitar kawasan IKN.

Tidak hanya berjalan bersama, Enviwalk juga menghadirkan pesan lingkungan melalui partisipasi masyarakat yang mengenakan busana berbahan daur ulang sampah. Busana tersebut dilengkapi dengan berbagai pesan edukasi mengenai pentingnya pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna.

Salah seorang warga Sepaku, Suwati Ningsih, yang turut berpartisipasi dengan mengenakan busana daur ulang, menyampaikan bahwa pakaian yang digunakan dibuat dari material bekas sebagai bentuk kampanye menjaga lingkungan.

“Kita memakai baju dari bahan daur ulang plastik yang dibuat sekitar satu minggu. Bando yang saya kenakan juga berasal dari kardus bekas dan plastik bekas. Pesan yang ingin disampaikan melalui pakaian ini adalah agar masyarakat dapat menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa didaur ulang,” ujar Suwati.

Selain Enviwalk, Otorita IKN juga menghadirkan Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN yang berlangsung pada 14–16 Juni 2026. Pameran ini menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan ekonomi sirkular, serta berbagai inovasi pemanfaatan kembali material bekas menjadi produk bernilai guna.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan lingkungan, mulai dari budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga beragam produk kreatif hasil daur ulang yang tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi bagi masyarakat.(**)

NUSANTARA — Pantai Tanah Merah menjadi titik aksi bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan perlindungan pesisir dan pengendalian perubahan iklim.

Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove digelar di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13/06/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dengan tema “Saatnya Beraksi untuk Iklim”.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan bahwa Pantai Tanah Merah berada dalam delineasi Ibu Kota Nusantara dan memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir. Untuk itu, pengelolaannya perlu dilakukan melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra lingkungan.

“Kegiatan seperti ini bukan kegiatan seremonial, tetapi aksi nyata yang dilakukan Otorita IKN bersama para mitra dan pemangku kepentingan lainnya. Hari ini kita melakukan aksi bersih pantai dan menanam 350 bibit mangrove. Ini tentu tidak cukup dan tidak berhenti sampai di sini, karena upaya pemulihan ekosistem mangrove di IKN akan terus dilakukan,” ujar Myrna.

Selain penanaman mangrove, peserta juga mengikuti edukasi persampahan, edukasi mangrove, aksi bersih pantai, pemilahan, dan penimbangan sampah. Dari kegiatan tersebut, peserta mengumpulkan 202,7 kilogram sampah yang dipilah berdasarkan jenisnya.

PT Pertamina Hulu Mahakam turut mendukung kegiatan ini melalui penyediaan bibit bakau. Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam PT Pertamina Hulu Mahakam, Billy Sunyoto, menyampaikan bahwa perusahaan mendukung upaya Otorita IKN dalam menjaga lingkungan hidup di kawasan pesisir.

“Kami sebagai perusahaan yang beroperasi di area Otorita IKN berkomitmen untuk mendukung aktivitas Otorita IKN. Di acara ini, kami juga berkontribusi dengan memberikan 500 bibit pohon bakau jenis rhizophora mucronata atau bakau hitam,” ujar Billy.

Menyambut aksi ini, Camat Samboja, Damsik, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja, sekaligus melanjutkan kegiatan pemulihan lingkungan yang sebelumnya juga dilakukan di beberapa titik, termasuk area bekas tambang.

“Kegiatan ini sangat luar biasa, khususnya untuk Kecamatan Samboja terkait lingkungan. Hari ini aksi nyata itu bukan hanya seremoni, tetapi bukti kepedulian kita terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja,” ujarnya.

Myrna menegaskan bahwa menjaga kawasan pesisir tidak cukup dilakukan melalui penanaman, tetapi juga melalui perubahan perilaku. Dari aksi ini, Otorita IKN mendorong pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pengunjung untuk menjaga kebersihan Pantai Tanah Merah, tidak membuang sampah sembarangan, serta mulai membiasakan pemilahan sampah di kawasan pantai.

“Upaya penyelamatan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim ini tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi hanya oleh Otorita IKN. Ini harus dilakukan oleh semua pihak, menjadi gerakan bersama, dan lebih penting lagi menjadi gaya hidup,” tutup Myrna.

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat komitmennya untuk menempatkan warga lokal sebagai prioritas utama dalam ekosistem pembangunan. Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian upaya kolaboratif guna mendongkrak kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyelenggaraan kegiatan Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bersama Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (10/06/2026). Agenda strategis ini diinisiasi oleh Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Program ini ditujukan bagi para pengusaha UMKM di wilayah IKN dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) guna memperkuat literasi finansial, mendorong inklusi keuangan, sekaligus memperluas akses pembiayaan ke lembaga perbankan.

Melalui Akademi SIAPIK 2026, para peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Selain materi tata kelola keuangan sederhana, para pelaku usaha juga dibekali pemahaman mengenai kebanksentralan, ekonomi syariah, digitalisasi sistem pembayaran, hingga pelindungan konsumen.

Tidak berhenti pada edukasi teori, kegiatan ini juga memfasilitasi sesi business matching. Lewat forum ini, para pengusaha UMKM dipertemukan langsung dengan sejumlah lembaga jasa keuangan dan perbankan untuk membuka peluang akses permodalan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan usaha mereka.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia melalui SKB KOPERBI IKN yang secara konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pengusaha UMKM di wilayah IKN dan sekitarnya.

“Kami mengapresiasi Bank Indonesia, OJK, serta seluruh pihak yang terus bersinergi dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui program seperti Akademi SIAPIK. Inisiatif ini sangat penting karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang akan menjadi aktor utama yang akan tumbuh bersama perkembangan Nusantara,” ujar Alimuddin melalui keterangan tertulis, pada Rabu, (10/06/2026).

Menurut Alimuddin, pembangunan IKN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, termasuk melalui penguatan pelaku usaha agar mampu menangkap berbagai peluang ekonomi yang terus berkembang.

“Kami ingin para pelaku UMKM lokal percaya diri dan terus meningkatkan kapasitas usahanya. Kehadiran IKN membuka ruang yang sangat besar untuk berkembang, baik dari sisi pasar, kemitraan, maupun akses pembiayaan. Manfaatkan kesempatan ini dengan terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat tata kelola usaha. Otorita IKN akan terus mendukung upaya pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi Nusantara,” tambahnya.

Alimuddin juga menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi antarpelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi lokal di Nusantara. Menurutnya, setiap pelaku usaha perlu saling bersinergi dan mengambil peran dalam rantai nilai ekonomi yang saling mendukung.

“Kami juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan sesama pelaku usaha. Bisa jadi produk yang dihasilkan oleh satu UMKM menjadi bahan baku atau bahan pendukung bagi UMKM lainnya untuk menghasilkan produk baru. Karena itu, UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Ekosistem usaha yang kuat dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi antarpelaku usaha dalam rantai ekonomi yang saling menguatkan. UMKM lokal akan semakin tangguh, berkembang bersama, dan mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tumbuh di Nusantara,” ujar Alimuddin.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengatakan bahwa tema kegiatan ini, ENERGI (Edukasi dan siNERGI), mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.

“Edukasi dan sinergi menjadi dua hal yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin kuat, semakin maju, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di kawasan IKN,” ujarnya.

Menurut Pandu, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena jumlahnya yang besar, kemampuannya menyerap tenaga kerja, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan dalam berbagai periode krisis, sektor UMKM terbukti menjadi salah satu penopang utama perekonomian.

Karena itu, Bank Indonesia bersama Otorita IKN, OJK, pemerintah daerah, dan perbankan terus mendorong peningkatan kapabilitas UMKM melalui program pendampingan, pelatihan, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan usaha.

“UMKM yang memiliki potensi berkembang akan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya. Mulai dari peningkatan kapasitas, bantuan teknis, akses pasar, hingga dukungan pembiayaan. Harapannya, pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih cepat dan berdaya saing,” katanya.

Dalam kegiatan AKSI 2026, peserta memperoleh edukasi mengenai penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), pengelolaan keuangan sederhana, literasi dan inklusi keuangan, kebanksentralan, ekonomi syariah, sistem pembayaran, serta pelindungan konsumen.

Selain itu, peserta juga difasilitasi dalam kegiatan business matching pembiayaan yang mempertemukan UMKM dengan berbagai lembaga jasa keuangan dan perbankan, termasuk BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, Bank Kaltimtara dan sejumlah bank lainnya yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN.

Pandu menjelaskan bahwa pencatatan keuangan yang baik menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat berkembang dan memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.

“Selama ini masih banyak pelaku usaha yang melakukan pencatatan secara manual. Melalui SIAPIK, UMKM dapat mencatat biaya, pemasukan, keuntungan, dan perkembangan usaha secara lebih terstruktur. Catatan keuangan yang baik juga akan membantu ketika mengajukan pembiayaan ke perbankan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peserta yang menunjukkan perkembangan dan potensi usaha akan memiliki kesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan, termasuk fasilitasi akses pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan pameran seperti Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) hingga Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Salah satunya Reni Sayu, pelaku usaha Keripik Pisang asal Kabupaten Penajam Paser Utara.

Menurut Reni, pelatihan SIAPIK membantu pelaku usaha beralih dari pencatatan keuangan manual menuju sistem digital yang lebih tertata.

“Selama ini pencatatan keuangan saya masih manual dan kadang ada transaksi yang tidak tercatat. Bahkan modal usaha terkadang tercampur dengan kebutuhan pribadi. Melalui kegiatan ini kami belajar bagaimana mengelola keuangan usaha secara lebih baik dan modern menggunakan aplikasi digital,” ujarnya.

Reni menilai kehadiran IKN membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk di kawasan tersebut.

“Peluangnya sangat besar. IKN sekarang menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat dan banyak pendatang baru yang datang ke sini. Kalau UMKM bisa masuk dan berjualan di kawasan ini, peluang berkembangnya juga semakin besar,” katanya.

Ia berharap program pendampingan dan akses pembiayaan bagi UMKM dapat terus berlanjut sehingga pelaku usaha memperoleh pembinaan yang berkesinambungan hingga mampu tumbuh mandiri secara finansial.

Melalui AKSI 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM, Otorita IKN bersama Bank Indonesia dan OJK berharap semakin banyak UMKM yang mampu mengelola usahanya secara profesional, memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, serta memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan Nusantara.

Pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan infrastruktur dan pusat pemerintahan baru, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang kuat melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi lokal.(**)

NUSANTARA, MP – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Negara IKN pada Rabu (27/5/2026). Selain menjadi momentum ibadah bersama, pelaksanaan Iduladha tahun ini juga diikuti dengan penyaluran ribuan paket daging kurban kepada masyarakat sekitar IKN dan para pekerja di kawasan pembangunan IKN.

Salat Iduladha dilaksanakan di Masjid Negara IKN dengan khotbah yang disampaikan oleh Ust. KH. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A., Ketua Forum Ulama Umat Indonesia. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa setiap orang beriman akan menghadapi ujian dari Allah SWT dan bahwa ukuran keimanan seorang muslim tercermin dari kecintaannya kepada Allah SWT yang melebihi kecintaannya terhadap dunia dan seluruh isinya.

Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban. Tahun ini, terkumpul 29 ekor sapi dan 9 ekor kambing dari para shohibul kurban. Dari jumlah tersebut, dua ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia dan satu ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke sejumlah kecamatan dalam wilayah delineasi IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut berpartisipasi sebagai shohibul kurban dengan menyerahkan satu ekor sapi.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Negara IKN dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kita semua. Semua kurban ini dari warga untuk warga,” ujar Basuki.

Melalui pelaksanaan kurban tahun ini, diperkirakan akan disalurkan sebanyak 4895 paket daging kurban dialokasikan bagi masyarakat di sembilan desa dan kelurahan sekitar IKN. Selain itu, 1.090 paket disalurkan kepada para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yang meliputi petugas kebersihan, keamanan, resepsionis, pekerja konstruksi, dan pekerja non-konstruksi.

Sisa paket daging kurban didistribusikan kepada para shohibul kurban sapi dan kambing, panitia kurban, serta pekerja pendukung yang bertugas di Masjid Negara IKN, Basilika Nusantara, Balai Kota Nusantara, RSUP Nusantara, dan kompleks perkantoran Bank Indonesia.

Pelaksanaan kurban di IKN juga melibatkan peternak lokal. Salah seorang peternak asal Samboja, Rosibul Aklil, mengatakan bahwa pembelian ternak untuk kebutuhan kurban memberikan manfaat bagi usahanya.

“Alhamdulillah ternak kami dibeli oleh Otorita IKN sekitar tiga sampai empat ekor. Ini sangat membantu kami. Terima kasih karena telah memfasilitasi penggemukan ternak kami di Samboja,” ujar Rosibul.

Penyelenggaraan Iduladha perdana di Masjid Negara IKN menjadi bagian dari aktivitas keagamaan di Nusantara sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan para pekerja melalui penyaluran hewan serta daging kurban.(**)

SAMARINDA, MP — Diskusi mengenai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir dalam ruang akademik. Di hadapan puluhan mahasiswa perguruan tinggi se-Kalimantan Timur, terdiri dari Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda,dan Politeknik Negeri Samarinda, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara terus berjalan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Dan, hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan. Kita memiliki setiap kedeputian yang bertanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan,” tegas Troy dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Universitas Mulawarman.

Seminar nasional bertema “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman. Diskusi berlangsung aktif melalui pemaparan progres pembangunan IKN oleh Troy Pantouw serta pandangan langsung dari sisi akademik dari Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP UNMUL, Wendy Waldianto.

“Saat ini, terdapat MoU (Memorandum of Understanding) antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi untuk keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Wendy dalam materi bertajuk “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Nasional”.

Berbagai pertanyaan disampaikan mahasiswa, termasuk mengenai kebermanfaatan energi dan pengelolaan lingkungan di kawasan Nusantara. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, menyampaikan bahwa generasi muda perlu mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045, seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang turut berkontribusi dalam arah besar pembangunan Indonesia ke depan.

“Dengan adanya pembangunan IKN ini, termasuk melalui seminar pada hari ini, kita sebagai generasi muda sekaligus mahasiwa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Dari situ, kita bisa melihat dan kita bisa percaya bahwasanya itu akan terjadi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Troy menjelaskan bahwa Otorita IKN terus mendorong kebiasaan baru melalui penanaman pohon, sekaligus memanfaatkan teknologi energi bersih seperti panel surya di kawasan Nusantara.

“Melalui kebijakan Bapak Kepala Otorita IKN, saat ini kami memiliki gaya hidup baru yaitu menanam pohon langsung oleh Insan Otorita IKN. Kemarin Jumat (22/05/2026), kami juga baru saja melaksanakan kegiatan penanaman pohon, termasuk pohon endemik Kalimantan. Terlebih lagi, di KIPP Nusantara, bangunan-bangunan juga didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang berkapasitas hingga sekitar 50 MW,” jawab Troy.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, kritik mahasiswa, dan penjelasan langsung mengenai arah pembangunan IKN. Melalui forum tersebut, kampus turut mengambil peran dalam menghadirkan diskusi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memperkuat pemahaman publik terhadap pemerataan pembangunan.

“Tema yang diangkat hari ini sangat relevan. tentang Ibu Kota Nusantara. Ini bukan semacam pemindahan gedung semata, tetapi adalah pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia. Di sini, kampus itu bukan hanya teori saja, tetapi mengasah rasa kritis, terlebih lagi ini bukan tentang seremonial atau muncul di media sosial saja, tetapi menghadirkan gagasan dan kritik khususnya mahasiswa di Kalimantan Timur”, tutup Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP UNMUL, Rina Juwita.

NUSANTARA, MP — Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian ditopang oleh kepercayaan investor melalui nilai investasi yang telah mencapai Rp72,39 triliun. Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti pembangunan Nusantara tidak berhenti seiring dengan menuju hidupnya ekosistem perkotaan.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 Triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, total estimasi investasi di Ibu Kota Nusantara terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun, serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp12,10 triliun. Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada K/L.

Komposisi investasi tersebut juga menunjukkan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura, sedangkan 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri. Kehadiran investasi ini terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

Di sisi lain, aktivitas perekonomian juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara, termasuk melalui bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik bagi pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan Nusantara. Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di IKN terlihat dari masuknya pelaku usaha merek ternama, yaitu Roti’O. Hadirnya entitas bisnis ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha melihat peluang jangka panjang di Nusantara.

“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang (yang datang). Kalau di sini (IKN), mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macam mungkin bakal di sini, bakal ramai untuk ke depannya,” ujar Harfi, sebagai Leader/Kepala Toko Roti O’ tersebut.

Merespons hal tersebut, Troy menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya.(red)

Scroll to Top