Berita Populer

Berita Terbaru

ARTIKEL

JAKARTA, MP – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, untuk kembali meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kepala Negara untuk memastikan penanganan karhutla berjalan hingga tuntas, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden ingin memastikan langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.

“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Seskab Teddy, perhatian Presiden tidak berhenti pada upaya pemadaman. Kepala Negara juga menekankan pentingnya kordinasi antara pejabat lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur, Pangdam dan Kapolda harus padu dalam mencegah kebakaran berulang. Bangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan permanen sehingga pemerintah tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau.

“Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Seskab Teddy.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kali ini yaitu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnivian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Selain memastikan pemadaman dan pencegahan, Seskab Teddy menegaskan bahwa pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran. Apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta membuat ribuan warga harus mengungsi.

Dalam upaya mendukung penanganan dampak bencana, Peruri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kepada BNPB untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menyampaikan bahwa dalam kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi hal penting agar dukungan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi salah satu upaya untuk memastikan proses distribusi bantuan berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

“Dalam situasi darurat seperti ini, yang terpenting adalah memastikan bantuan dapat segera menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi dengan BNPB, kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran, sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat,” ujar Adi Sunardi dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk konkret kepedulian Peruri terhadap masyarakat terdampak bencana sekaligus bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL yang responsif terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, Peruri terus berupaya mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat hingga membantu masyarakat kembali menjalani aktivitasnya.(**)

JAKARTA, MP –  Musim kemarau masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia pada Agustus 2026. Banyak masyarakat sudah tidak tahan dengan cuaca yang cenderung kering dan panas sehingga mulai bertanya-tanya kapan musim kemarau berakhir?

Berdasarkan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bulan Agustus 2026 menjadi puncak kemarau.

Dikutip dari akun Instagram @infobmkg, BMKG menetapkan puncak musim kemarau sebagai periode tiga dasarian (30-31) dengan curah hujan paling sedikit dalam satu musim kemarau. Jadi, indikator musim kemarau adalah curah hujan bukan suhu udara.

Nah, setiap daerah mempunyai waktu puncak musim kemarau berbeda-beda. Indonesia memiliki 699 Zona Musim (ZOM) yang masing-masing pola musimnya berbeda.

Puncak kemarau terjadi pada Agustus 2026 karena bulan ini dengan jumlah ZOM yang mengalami puncak kemarau terbanyak dibandingkan dengan bulan lainnya mencapai sebesar 48,81 persen. Berikut ini peta wilayah puncak musim kemarau 2026:

1. Juli

Musim kemarau terjadi di 83 ZOM atau 12,26 persen wilayah. Berikut wilayahnya:

  1. Sebagain Sumatra
  2. Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa
  3. Nusa Tenggara Timur bagian selatan
  4. Sulawesi Barat bagian utara
  5. Sulawesi Tengah bagian barat
  6. Sebagian kecil Maluku
  7. Papua Barat Daya bagian selatan
  8. Papua Barat Daya bagian tengah
  9. Papua Barat Daya bagian timur

2. Agustus

Musim kemarau terjadi di 369 ZOM atau 48,84 persen wilayah. Berikut wilayahnya:

  1. Sumatra bagian tengah
  2. Sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat
  3. Sebagian Nusa Tenggara Timur
  4. Sebagian besar Kalimantan
  5. Sebagian Sulawesi
  6. Sebagian Maluku dan Maluku Utara
  7. Sebagian besar Pulau Papua

3. September

Musim kemarau terjadi di 169 ZOM atau 25,41 persen wilayah. Berikut wilayahnya:

  1. Kepulauan Bangka Belitung
  2. Sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung
  3. Sebagian kecil Jawa
  4. Sebahian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian Selatan
  5. Sebagian besar Sulawesi
  6. Sebagian besar Maluku Utara
  7. Sebagian besar Maluku
  8. Papua Pegunungan bagian tengah

BMKG juga menyebut musim kemarau 2026 di sejumlah wilayah berpotensi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada 18-24 Agustus 2026 masih didominasi kondisi relatif kering, meskipun hujan tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Sebelumnya pada Dasarian I Agustus 2026, curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah Indonesia. Pada periode yang sama, sebanyak 535 ZOM atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau.

Dengan demikian, pertanyaan kapan musim kemarau akan berakhir tidak dapat dijawab dengan satu tanggal pasti. Akhir musim kemarau berbeda-beda antardaerah karena Indonesia memiliki karakteristik iklim dan pola musim yang beragam.

Tiga langkah sekolah hadapi musim kemarau

Kondisi cuaca yang cenderung kering dan panas tidak hanya berdampak pada kesediaan air, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Bagi dunia pendidikan, perubahan kondisi cuaca perlu diperhatikan karena lingkungan fisik sekolah dapat memengaruhi kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.

Suhu ruang kelas yang terlalu panas misalnya, dapat membuat siswa lebih cepat merasa lelah dan sulit berkonsentrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kondisi yang sangat panas dapat menurunkan konsentrasi sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas.

Hal ini bisa menjadi masalah ketika proses pembelajaran berlangsung di ruang kelas dengan ventilasi atau sirkulasi udara yang kurang baik. Kondisi ruang belajar yang tidak aman dapat membuat siswa lebih sulit mempertahankan perhatian terhadap materi yang disampaikan guru.

Sekolah dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk menjaga kegiatan pembelajaran tetap nyaman selama cuaca panas dan kering, yakni:

1. Memperhatikan sirkulasi udara di ruang kelas

Ruangan yang memiliki ventilasi baik dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.

2. Ketersediaan air minum dan fasilitas sanitasi

Hal ini penting karena siswa tetap melakukan aktivitas belajar dan kegiatan fisik di lingkungan sekolah selama musim kemarau.

3. Menyesuaikan kegiatan di luar ruangan dengan kondisi cuaca

Aktivitas fisik yang dilakukan ketika suhu sedang tinggi sebaiknya mempertimbangkan waktu dan kondisi lingkungan agar siswa tidak mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan akibat panas.

Berakhirnya musim kemarau juga tidak serta-merta berarti sekolah terbebas dari persoalan cuaca. Peralihan menuju musim hujan dapat membawa tantangan lain, seperti hujan dengan intensitas tinggi, genangan, banjir, hingga gangguan perjalanan siswa dan guru di sejumlah wilayah.

Karena itu, sekolah perlu melihat perubahan musim sebagai bagian dari kesiapsiagaan pendidikan. Infrastruktur sekolah, saluran air, ruang kelas, hingga akses menuju sekolah perlu diperhatikan agar perubahan cuaca tidak mengganggu proses pembelajaran.

Pada akhirnya, kapan musim kemarau berakhir memang berbeda-beda di setiap wilayah. Namun, yang tidak kalah penting bagi dunia pendidikan adalah memastikan siswa tetap dapat belajar dalam kondisi aman, sehat, dan nyaman selama menghadapi perubahan cuaca.

Informasi mengenai perkembangan musim dan prakiraan cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG agar sekolah, orang tua, dan siswa dapat menyesuaikan kegiatan berdasarkan kondisi cuaca di masing-masing daerah. (Levina Fidelia)

JAKARTA, MP – Seekor orang utan koleksi Solo Safari bernama Didi sempat membuat warga di sekitar kawasan Jurug, Solo, terkejut setelah keluar dari kandang pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Orang utan tersebut lepas dari kandang menjelang sore dan kemudian bergerak menuju area permukiman di sisi barat Solo Safari, tidak jauh dari kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Orang Utan Bergerak ke Area Permukiman

Setelah keluar dari area Solo Safari, Didi bergerak melewati kawasan pertokoan hingga menuju lingkungan yang beraktivitas seperti biasa.

Warga yang melihat keberadaan orang utan tersebut memilih untuk tidak mendekati maupun mengusirnya. Kondisi tersebut membuat situasi tetap terkendali meski satwa berada cukup dekat dengan aktivitas masyarakat.

Didi kemudian melanjutkan pergerakannya hingga tiba di sebuah warung makan di kawasan Jurug.

Sempat Masuk Warung Makan

Orang utan tersebut kemudian masuk ke halaman Warung Ayam Tulang Lunak Bengawan yang saat itu sedang dipenuhi pengunjung.

Kehadirannya sempat menimbulkan kerusakan pada sejumlah kendaraan yang berada di lokasi. Didi dilaporkan merobohkan beberapa sepeda motor yang terparkir di sekitar warung.

Petugas Langsung Lakukan Evakuasi

Setelah mendapatkan laporan mengenai orang utan yang keluar dari kandang, manajemen Taman Safari Indonesia (TSI) Group langsung mengerahkan tim untuk menangani situasi tersebut.

Petugas kemudian berhasil mengamankan Didi. Orang utan tersebut akhirnya dikembalikan ke area exhibit Solo Safari dalam kondisi terkendali.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena Didi sempat bergerak cukup jauh dari area Solo Safari hingga memasuki kawasan yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.(**)

JAKARTA, MP – Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pada hari kelima pascabencana kembali memberangkatkan lima pesawat yang membawa bantuan logistik bagi masyarakat terdampak, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa lima pesawat tersebut membawa total 65 ton logistik menuju NTT. Dengan pengiriman pada hari kelima tersebut, total bantuan yang telah diangkut sejak hari pertama mencapai 253 ton.

“Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik, baik itu makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak di NTT,” ujar Seskab dalam keterangannya di Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB.

Pemerintah menyiapkan dua posko utama sebagai pusat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere. Dari posko Labuan Bajo, bantuan logistik akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, antara lain Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, dari posko Maumere, bantuan akan disalurkan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Seskab menjelaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan berbagai jalur untuk memastikan bantuan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak. Distribusi melalui jalur udara dilakukan menggunakan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Selain jalur udara, distribusi juga didukung melalui jalur laut dengan pengerahan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut. Satu kapal rumah sakit juga telah berada di lokasi untuk mendukung penanganan bencana.

Sementara itu, akses melalui jalur darat telah kembali dapat dilalui. “Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Seskab.

Seskab menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana di NTT. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan dan distribusi bantuan dapat berlangsung dengan cepat sehingga seluruh kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.

“Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” tutur Seskab.

Pada kesempatan tersebut, Seskab juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari aparat, warga, relawan, hingga berbagai unsur lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapapun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” pungkas Seskab. (AIT)

JAKARTA, MP –  Pengadaan energi untuk kebutuhan Indonesia kembali menjadi sorotan. Di tengah harga minyak dunia yang bergejolak dan ketidakpastian geopolitik, Pertamina Patra Niaga menggandeng Kejaksaan Agung untuk mengawal proses impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), hingga liquefied petroleum gas (LPG).

Kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) antara Pertamina Patra Niaga dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung.

Pendampingan ini akan mencakup proses pengadaan impor crude oil, BBM, dan LPG untuk periode 2026-2027. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta mitigasi risiko hukum dalam rantai pasok energi.

Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi menegaskan, kerja sama ini menjadi benteng utama dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tingginya volatilitas harga minyak dunia, dinamika supply-demand, serta ketidakpastian geopolitik global. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat, tetapi juga memicu fluktuasi harga komoditas yang signifikan.

“Kami menyadari bahwa Direktorat Niaga adalah garda terdepan dalam menjamin pasokan energi, baik crude oil untuk kilang maupun BBM dan LPG untuk masyarakat. Dengan adanya pendampingan Jamintel, kami ingin memastikan setiap keputusan pengadaan dilakukan secara terbuka, sesuai hukum, dan berorientasi pada kepentingan bangsa,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.

Erwin menambahkan, pendampingan dari Jamintel Kejaksaan Agung merupakan langkah Pertamina Patra Niaga dalam transparansi setiap proses tender dan pengadaan. Selain itu, perusahaan siap menerima masukan serta evaluasi demi perbaikan tata kelola secara berkelanjutan yang selaras dengan hukum positif Indonesia dan regulasi internasional.

“Kerja sama ini menjadi panduan strategis yang sangat berharga. Kami berharap sinergi ini menjadi awal yang baik untuk menunjukkan bahwa pengelolaan energi Indonesia semakin profesional, efisien, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kejaksaan Agung menyambut baik sinergi ini. Plt. Sekretaris Jamintel Kejaksaan Agung, Sarjono Turin, menyampaikan bahwa pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG oleh Pertamina Patra Niaga. Ia mengatakan, kerja sama ini selaras dengan tugas dan wewenang kejaksaan di bidang intelijen untuk menciptakan kondisi yang mendukung dan mengamankan pelaksanaan pembangunan strategis melalui fungsi Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS).

“Tugas dan wewenang kejaksaan ini tertuang dalam Pasal 30B Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021,” jelas Sarjono.

Adapun ruang lingkup Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) periode 2026-2027 ini mencakup tiga kegiatan pengadaan impor utama, yakni impor crude oil, impor BBM serta impor LPG.

Sarjono menegaskan, pendampingan ini dilakukan secara profesional, netral, dan akuntabel sesuai Pedoman Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023. Tim PPS disiagakan untuk memitigasi potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) dalam rantai pasok energi.

“Pengadaan energi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami mengapresiasi transformasi tata kelola yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga. Kejaksaan hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan, tepat waktu, tepat guna, serta taat regulasi sehingga menjadi percontohan tata kelola energi yang bersih,” tegas Sarjono.(**)

JAKARTA, MP – Danantara Indonesia bersama BUMN Peduli bergerak cepat merespons korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dilakukan melalui dengan mendistribusikan bantuan secara langsung ke sejumlah titik bencana.

Hal ini disampaikan Danantara Indonesia melalui unggahan di akun Instagram @danantara.indonesia, Minggu (16/09/2026) malam. “Sebagai wujud kepedulian, Danantara Indonesia bersama BP BUMN bergerak cepat merespons situasi di Nusa Tenggara Timur dengan mengordinasikan langkah pemulihan melalui BUMN Peduli,” terang manajemen Danantara Indonesia.

Aksi gerak cepat membantu korban bencana ini merupakan sinergi dari sejumlah BUMN, yang mencakup PT PLN, Telkom Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam aksi tanggap ini, PT PLN menyediakan penerangan darurat dan berhasil memulihkan 88 persen pelanggan serta 98,3 persen jaringan listrik di lokasi bencana NTT. Sementara itu, Telkom Indonesia mempercepat pemulihan jaringan untuk menjaga komunikasi dan koordinasi di lapangan.

Selain pemulihan jaringan listrik dan komunikasi oleh PT PLN dan Telkom Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bahu-membahu menyalurkan bantuan berupa berbagai kebutuhan dasar, mulai dari bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, hingga genset.

Kehadiran relawan ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik krusial tempat masyarakat berlindung di beberapa titik, meliputi posko terpadu, area pengungsian lapangan, hingga fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai.

“Langkah tanggap darurat hingga pascabencana ini menjadi bukti komitmen Danantara Indonesia untuk terus hadir, mendampingi dan menguatkan masyarakat terdampak,” tulis manajemen Danantara Indonesia dalam unggahannya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengirimkan bantuan berupa 50 ribu paket sembako. Presiden juga menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala Basarnas, Bulog, Pertamina, dan Telkom Indonesia dalam tanggap bencana NTT.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB. Bencana ini menimbulkan setidaknya 47 korban jiwa, mengungsinya 5.000 warga, serta kerusakan tempat tinggal dan infrastruktur lainnya. Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana.(**)

JAKARTA, MP – Nilai tukar rupiah bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan pagi ini. Rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara sejumlah mata uang Asia justru menguat.

Mengacu pada data perdagangan Senin 17 Agustus 2026, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) naik 0,09 persen atau 16,2 poin ke level Rp17.813,9. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dari pergerakan sejumlah mata uang lainnya. Won Korea Selatan menguat 0,29 persen terhadap rupiah ke posisi Rp12,6132. Ringgit Malaysia turut menguat 0,12 persen ke level Rp4.368,29. Sementara yen Jepang naik 0,10 persen menjadi Rp112,02.Baht Thailand juga menguat tipis 0,02 persen ke posisi Rp538,103.

Di sisi lain, rupiah relatif stabil terhadap eur yang tercatat tidak mengalami perubahan dan berada di level Rp20.578. Rupiah juga sedikit menguat terhadap dolar Singapura dan yuan Tiongkok. Mata uang dolar Singapura turun tipis 0,00 persen ke Rp13.941,07, sedangkan mata uang Yuan Tiongkok terkoreksi 0,08 persen ke level Rp2.642,38.

Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan yang beragam di pasar valuta asing. Dolar AS menjadi salah satu mata uang yang menguat terhadap rupiah, sementara pergerakan rupiah terhadap mata uang kawasan Asia cenderung bervariasi.(**)

JAKARTA, MP – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini seharusnya menjadi hari yang berbeda bagi Yuyun Sari. Sebagai seorang guru, warga Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ia telah menyiapkan berbagai atraksi bersama murid-muridnya untuk memeriahkan 17 Agustus. Namun, semua rencana itu berubah setelah gempa mengguncang tempat tinggalnya pada Sabtu subuh, 15 Agustus 2026 lalu.

“Sebenarnya kami, saya sebagai guru, saya rindu sekali dengan anak. Karena banyak sekali atraksi yang sudah saya persiapkan. Untuk anak-anak seperti atraksi goyang daerah semuanya. Sudah saya latih anak-anak saya,” tutur Yuyun saat ditemui di lokasi pengungsian Kecamatan Reok, Senin, 17 Agustus 2026.

Saat gempa terjadi, Yuyun masih berada di kamar. Suaminya baru selesai melaksanakan salat subuh. Dalam sekejap, lemari di rumahnya roboh dan menghalangi pintu. Yuyun hampir tertindih dan akhirnya menyelamatkan diri melalui bagian tembok rumah yang telah runtuh.

“Saya hampir tertindas lemari, tapi saya keluarnya bukan lewat pintu karena pintu sudah terhalang lemari. Saya keluarnya lewat tembok yang roboh,” kisahnya.

Tidak banyak yang sempat dipikirkan saat itu. Yuyun dan keluarganya meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun. Kekhawatiran akan tsunami membuat mereka segera menuju tempat yang lebih aman. Rumah yang ditinggalkan kini telah rusak dan tertimpa pohon besar. Trauma membuat Yuyun belum berani kembali.

“Langsung ke sini tanpa membawa satu apa pun. Langsung lari. Uang apa pun tidak ada kami ingat. Langsung lari saja,” ujarnya. “Kami mau pulang ke mana? Karena rumah kami sudah roboh.”

Di tengah situasi tersebut, kedatangan bantuan dari Presiden Prabowo menjadi penguat bagi Yuyun dan warga lainnya. Beras, ikan sarden, dan berbagai kebutuhan pokok mulai diterima para pengungsi. Bagi Yuyun, bantuan yang datang bukan sekadar barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali dalam keadaan sekarang. Ini yang namanya keadaan darurat. Dapat bantuan ini sangat membantu,” katanya. “Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo. Karena kami masih trauma untuk pulang ke rumah.”

Cerita serupa disampaikan Destria, warga Reok yang juga harus meninggalkan tempat tinggalnya. Ia masih mengingat kuatnya guncangan yang terjadi ketika sebagian warga masih terlelap pada waktu subuh. Setelah keluar rumah, bunyi alarm di sekitar tempat tinggalnya yang berada di pinggir kali membuat warga segera berlari menyelamatkan diri.

“Itu susah diceritakan, tapi luar biasa bagaimana guncangannya,” ujar Destria.

Di tengah keadaan tersebut, ia mengaku lega ketika bantuan mulai berdatangan. “Alhamdulillah senang. Walaupun kami yang orang bilang NTT ini kadang sering dilupakan, apalagi khususnya yang di Manggarai, khususnya di Kecamatan Reok ini. Tapi alhamdulillah tahun ini, bencana kali ini, kami langsung dapat dari Bapak Presiden. Terima kasih banyak.”

Sementara itu, Hendrik, seorang mekanik asal Kupang yang berada di Reok saat bencana terjadi, memilih berlari menuju bukit setelah warga mengingatkan kemungkinan tsunami. Baru setelah situasi memungkinkan, ia menuju lokasi pengungsian. Menurutnya, bantuan yang diterima telah membantu meringankan beban warga selama berada di pengungsian.

“Kalau bantuan ini cukup membantu,” ujar Hendrik. Ia berharap perhatian kepada masyarakat NTT terus berlanjut. “Semoga ke depan Bapak Presiden lebih memperhatikan masyarakat di NTT supaya lebih maju dan sejahtera.”

Bagi para pengungsi Reok, peringatan Hari Kemerdekaan kali ini berlangsung jauh dari suasana yang mereka bayangkan. Tidak ada persiapan atraksi bagi Yuyun dan murid-muridnya, sementara banyak warga masih memikirkan rumah, keluarga, serta bagaimana kehidupan mereka dapat kembali berjalan. Namun di tengah tenda pengungsian, harapan tentang Indonesia tetap terucap.

“Harapannya Indonesia jaya selalu, makmur selalu, damai selalu. Dan untuk NTT semoga kami tetap baik-baik saja dan bantuan selalu datang untuk kami,” kata Yuyun.

Destria berharap pemulihan segera berlangsung sehingga warga dapat kembali beraktivitas dan menggerakkan perekonomian mereka. Hendrik pun menitipkan harapan agar Indonesia terus maju dan berkembang.

Di Reok, pada peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan menemukan makna yang sederhana tetapi dalam: rasa aman untuk kembali pulang, kesempatan untuk memulai kehidupan kembali, serta keyakinan bahwa di tengah bencana, mereka tidak berjalan sendiri. (BPMI SETPRES)

JAKARTA, MP – Pemerintah menegaskan langkah cepat dan terpadu dalam penanganan pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut meliputi pembentukan posko bencana terpadu di wilayah terdampak hingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur utama.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangannya kepada awak media usai menggelar rapat koordinasi penanganan darurat pascabencana gempa bumi pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.

“Tadi sudah disampaikan, ini akan segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko, pemerintah pusat ada posko, posko nasional. Nanti Kepala BNPB sampaikan bahwa bantuan logistik dari Jakarta, dari daerah lain terkonsolidasi nanti di Halim, dikirimkan ke sini,” jelas Menteri Pratikno.

Menurut Menko PMK, dalam tahap tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan penyelamatan dan pemulihan warga serta wilayah terdampak. Pemerintah juga akan segera memulihkan infrastruktur utama agar dapat kembali berfungsi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Dalam tahap tanggap darurat ini, yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet dan lain-lain, itu recover dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Pratikno menuturkan bahwa pemerintah juga berkomitmen melakukan pemulihan secara berkelanjutan melalui pembangunan kembali wilayah terdampak. Selain itu, Menteri Pratikno menuturkan bahwa pemerintah akan memperkuat ketangguhan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun pemda yang tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pratikno menegaskan bahwa langkah cepat dan terpadu yang dilakukan pemerintah menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi bencana. Menurutnya, sinergi dan sinkronisasi seluruh jajaran pemerintah menjadi hal penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat.

“Pemerintah pusat ini benar-benar full team hadir ke sini. Hadir ke sini. Masing-masing menanyakan ada problem apa dan apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, dan seterusnya. Jadi, sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena memang resources pusat untuk tanggap darurat dan juga rehab-rekon ini sangat besar,” ucapnya.

Menteri Pratikno turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penanganan tanggap darurat serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, dan mohon kepada seluruh jajaran masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, segera melakukan aksi cepat dalam tanggap darurat dan mendukung secepatnya rehab-rekon,” pungkasnya. (BPMI SETPRES)

Scroll to Top