TANA TIDUNG, Mandaupost.com – Deru palu memecah batu dan langkah kaki yang hilir mudik mengangkut material menjadi penanda semangat yang tak surut di Desa Buong Baru, Kecamatan Betayau. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda kini memasuki fase krusial, dengan percepatan pekerjaan yang terus didorong melalui kolaborasi erat antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Sejak pukul 08.30 Wita, aktivitas pemecahan pada pemecahan batu belah yang akan digunakan sebagai material dasar konstruksi, sekaligus pelangsiran bahan bangunan ke seberang titik jembatan. Proses ini menjadi tantangan tersendiri mengingat keterbatasan akses dan kondisi medan yang masih mengandalkan tenaga manual.
Namun di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong justru menjadi kekuatan utama. Sedikitnya 10 warga setempat ikut ambil bagian, bahu-membahu bersama prajurit TNI mengangkut material melintasi jalur yang belum sepenuhnya terbuka. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan—yang terlihat hanyalah kerja bersama demi satu tujuan: menghadirkan akses yang lebih layak bagi desa.
Keterlibatan masyarakat bukan sekedar bantuan energi, melainkan wujud kepemilikan atas pembangunan yang sedang berlangsung. Jembatan ini bukan hanya proyek fisik, tetapi juga harapan baru bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga konektivitas antarwilayah yang selama ini terhambat.

Di lapangan, ritme kerja terus dijaga agar kemajuan pembangunan tidak terhambat. Pelangsiran material menjadi salah satu kunci utama penundaan, mengingat seluruh bahan harus dipastikan tersedia di titik pengerjaan tanpa jeda yang mengganggu konstruksi.
Jika pengerjaan ini terus berjalan sesuai rencana, Jembatan Perintis Garuda diyakini akan segera rampung dan memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Akses yang sebelumnya sulit ditembus akan berubah menjadi jalur penghubung vital yang membuka peluang ekonomi dan mempercepat pergerakan warga.
Lebih dari sekedar pembangunan infrastruktur, apa yang terjadi di Buong Baru hari ini adalah potret nyata kebersamaan—ketika TNI dan rakyat berdiri di sisi yang sama, bekerja tanpa pamrih, demi masa depan desa yang lebih terhubung. (rko)





