SAMARINDA, MP – Suasana Kampus Pusjar LKPP LAN RI di Jalan H M Ardans, Samarinda, tampak berbeda pada Jumat (3/7/2026). Sejumlah pejabat teras Pemkot Samarinda berkumpul untuk memaparkan gagasan-gagasan segar mereka dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri turut hadir dalam forum tersebut, bukan sekadar sebagai tamu, melainkan mengemban peran sebagai mentor bagi para peserta yang mempresentasikan rancangan proyek perubahan mereka.
Seminar dibuka dengan paparan dari Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, yang mengangkat proyek bertajuk Transformasi Ekosistem Regulasi Samarinda (TERAS Samarinda).
Giliran berikutnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, Cahya Ernawan, memaparkan Transformasi Tata Kelola Pendapatan Daerah. Tak kalah menarik, Kepala BKPSDM Kota Samarinda, Fiona Citrayani, memperkenalkan AKSANA Talenta, sebuah strategi untuk mempercepat penataan karier ASN berbasis talenta.
Ketiga paparan itu mendapat sorotan tajam dari penguji sesi pertama, Dr Muhammad Aswad, M Si Dalam catatannya, ia mengingatkan bahwa setiap proyek perubahan tak boleh berhenti pada gagasan indah semata. Harus ada indikator yang jelas, tegasnya, sekaligus kemampuan pemimpin untuk merangkul banyak pihak agar mau bergerak bersama mengikuti arah transformasi yang dirancang.
Memasuki sesi kedua, giliran Kepala Disnaker Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, tampil dengan gagasan Si Jempol Naker Sistem Jemput Bola Lowongan Kerja dan Auto Matching Ketenagakerjaan. Disusul Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Muhammad Arif Surochman, yang memperkenalkan SAPA Disabilitas, strategi aksi perlindungan dan pemberdayaan sosial bagi penyandang disabilitas.
Tak ketinggalan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda, Joshua Laden, membawa gagasan SIAGA Samarinda (Sentral Informasi Ancaman Geospasial dan Analisis Samarinda), sebuah upaya memperkuat sistem informasi dan analisis demi mendukung pengambilan kebijakan daerah yang lebih tepat sasaran.
Penguji sesi kedua, Dr Hari Nugraha, SE MPM tak segan memberikan apresiasi atas gagasan-gagasan inovatif yang dipaparkan. Menurutnya, pelatihan kepemimpinan semacam ini diharapkan menjadi pemantik percepatan perubahan dan inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
Di penghujung seminar, Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri menyampaikan rasa bangganya terhadap jajaran pejabat yang telah menghadirkan program-program inovatif dan solutif demi kemajuan daerah.
Namun ia menitipkan pesan penting: seluruh rancangan proyek perubahan itu jangan hanya berhenti di atas kertas. Ia berharap gagasan-gagasan tersebut benar-benar terealisasi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan kualitas pelayanan publik di Kota Samarinda pun kian meningkat.(**)





